Anda di halaman 1dari 21

Buku Panduan Evidence Based Medicine

Tim penyusun
Prof. Dr. dr. I Gde Raka Widiana,Sp.PD-KGH
dr. Toya Ariawan
dr. Lanang Sidiartha, Sp.A
dr. I.B. Subanada, Sp.A
Dr. dr. I. P. G. Adiatmika, Mkes
Dr. dr. I. Wyn. Sudhana, Sp.PD-KGH
dr. Eka Gunawijaya, Sp.A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

Buku Panduan Evidence Based Medicine

Pendahuluan
Informasi kedokteran telah berkembang dengan pesat dalam beberapa dekade terakhir
ini. Berkembangnya informasi kedokteran disebabkan oleh besarnya investasi di riset
dibidang kedokteran di seluruh dunia terutama di negara-negara maju. Pesatnya
perkembangan informasi kedokteran ini didukung dan dengan kemajuan teknologi
komputer dan teknologi informasi yang didasari dengan teknologi digital. Hal ini
memungkinkan mahasiswa dapat mengumpulkan, menyimpan, mengambil kembali,
meng-analisis dan meng-interpretasikan informasi dari riset-riset kedokteran mutakhir dan
terbaik. Selain itu, berkembangnya bidang ilmu kedokteran berbasis bukti (evidence
based medicine) telah memungkinkan mahasiswa dapat mencari dan menemukan
informasi terbaik dalam waktu singkat guna memecahkan masalah yang dihadapi. Cara ini
sangat membantu proses belajar mandiri (student centered learning) secara terus
menerus sepanjang hidup (life long learning) berdasarkan masalah yang dihadapi
(problem based learning). Ketiga prinsip belajar ini sangat diperlukan setelah mahasiswa
lulus kelak dikemudian hari untuk selalu memutakhirkan ilmu dan keterapilan kedokterannya.
Aplikasi EBM (evidence based medicine) diperlukan untuk mengubah paradigm lama
yang semata-mata didasari pada pendapat pribadi dokter dari pengalaman tidak
sistematik dengan paradigm baru praktek kedokteran yang didasarkan pada literatur riset
untuk membantu keputusan klinik. Perubahan paradigma ini sangat diperlukan dokter
untuk dapat melaksanakan praktek kedokteran klinik yang baik (good clinical governance).
Evidence based medicine adalah proses pembelajaran seumur hidup yang mengintegrasi-kan keahlian klinik yang didapat dari pengalaman dan pelatihan klinik dan
keterampilan dalam mengakses dan meng-evaluasi literature riset,relevan, dan harapan
serta nilai-nilai yang dimiliki pasien untuk mangatasi masalah yang dihadapi pasien. Riset
yang relevan adalah riset berbasis pasien di rumah sakit atau riset epidemiologi di
masyarakat yang menyangkut riset mengenai ketepatan (presisi) dan ketelitian (akurasi)
uji diagnostik, pananda prognostik yang kuat, metode pengobatan, metode pencegahan
dan pemulihan yang manjur dan aman, serta meng-analisis informasi dari riset-riset
gabungan di bidang terapi dan pencegahan penyakit. Informasi ini dapat mengganti
metode diagnosis dan terapi sebelumnya dengan metode baru bila informasi baru yang
didapat lebih valid, lebih penting dan dapat diterapkan pada pasien atau masalah lainnya.
Pembelajaran EBM di di Program Studi Kedokteran Universitas Warmadewa dimulai
dengan cara bagaimana memformulasikan masalah yang dihadapi (dalam bentuk
skenario klinik) berkaitan dengan diagnosis penyakit, pengobatannya, penentuan
prognosis dan informasi riset gabungan yang telah direviu. Formulasi masalah ini yang
dipakai untuk mencari literatur riset di internet (perpustakaan elektronik) dengan teknik
pencarian (searching) literatur yang efektif. Sumber-sumber informasi berupa artikel yang
didapat, kemudian dikaji secara kritis (critically appraised) dengan metodologi dan statistik
yang benar, sehingga pada akhirnya mahasiswa mendapatkan kesimpulan apakah
informasi yang didapat dengan cepat itu bernilai bukti terbaik untuk dapat diterapkan pada
masalah yang dihadapi.
Kurikulum blok EBM ini akan berlangsung selama 10 hari kerja efektif dengan 2 kredit
semester. Strategi pembelajaran dilakukan dengan memicu mahasiswa dengan skenario
klinik, menformulasikan masalah, diskusi kelompok, praktik pencarian literatur riset
dengan komputer di internet, diskusi pleno. Pada akhir kuliah akan dilakukan ujian,
evaluasi antara mahasiswa dan narasumber mengenai kuliah yan telah berjalan.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

Buku Panduan Evidence Based Medicine

INFORMASI UMUM
A. TUJUAN BLOK:
1. Agar mahasiswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dibidang EBM.
2. Agar mahasiswa dapat menerapkan good clinical governance dalam pengelolaan
pasien dengan menerapkan EBM dalam praktek kedokteranya
3. Agar mahasiswa dapat melaksanakan belajar seumur hidup, mandiri dan berbasis
masalah
4. Agar mahasiswa dapat menyimpan data pasien secara sismatik dengan program
komputer
B. TUJUAN PEMBELAJARAN (LEARNING OUTCOME)
1. Memahami bahwa kedokteran berkembang sangat pesat, dengan demikian belajar
ilmu kedokteran harus dilakuka seumur hidup dengan pendekatan masalah, dan
dapat dilakukan secara mandiri.
2. Memahami metodologi dan statistik terapan yang menjadi dasar EBM
3. Mampu memformulasikan masalah yang dihadapi dengan pendekatan akronim
PICO yakni: P (pasien atau problem), I (intervensi atau independent variabel), C
(comparator atau pembanding), dan O (outcome atau hasil)
4. Melakukan pencarian literatur riset dengan cepat dan efektif di internet pada
perpustakaan elektronik (e-library)
5. Melakukan kajian kritis pada literatur riset yang didapatkan.
6. Dapat menyimpan data elektronik pasien secara sistematik
7. Dapat berkomunikasi secara elektronik mengenai data pasien dengan dokter lain
C. ISI PEMBELAJARAN (CONTENT) :
1. Prinsip-prinsip EBM dan teknik pencarian literatur (searching)
2. Prinsip-prinsip penyimpanan data elektronik pasien dengan program komputer
3. Melakukan pengiriman data pasien dengan surat elektronik (email)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

Buku Panduan Evidence Based Medicine

PERSONALIA
Pengelola
NO.

NAMA

NO.HP

KETERANGAN

0816297956

Ketua

2. dr. Toya Ariawan

08123666993

Sekretaris

3. dr. Lanang Sidiartha, Sp.A

08123966008

Anggota

4. dr. I.B. Subanada, Sp.A

08123995933

Anggota

5. Dr. dr. I. P. G. Adiatmika, MKes

08123811019

Anggota

6. Dr. dr. I. Wyn. Sudhana, Sp.PD-KGH

08123914095
(0361) 227913

Anggota

7. dr. Eka Gunawijaya, Sp.A

081338599801

Anggota

1. Prof. Dr. dr. I Gde Raka Widiana,Sp.PD-KGH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

Buku Panduan Evidence Based Medicine

Fasilitator

No

Nama

Alamat/ Telp

Keahlian

Kelompok

Ruang
Diskusi

1.

Suyasning Hastiko Br. Kapal Batubulan


Fisiologi
I, dr, PFK, M.Erg
Jln. Raya Batubulan 58,
Sukawati, Gianyar.
Tlp : (0361)298267
HP. 081238804549
Email: suyasning@yahoo.com

RD. 2.04

2.

Wayan Semadha, Jln. A.Yani Utara


dr, MRepro, PHK Gg. Ken Umang no.17 Dps.
(K)
HP. 08123977446

Histologi

II

RCS.2.05

3.

I Gusti Ngurah
Anom Murdhana,
dr,

Jln. Kertha Usadha IV/37


Tep (0361)720263
Hp 081338113423

Farmakologi

III

RD.3.02

4.

I Gusti Ngurah
Putu Sana, dr

Jln. dr. Goris no.2, Dps


Tlp : (0361)7472248

Anatomi

IV

RD.3.04

5.

Nyoman Sueta, dr

Jln. Sutoyo I/7, Dps


Tlp (0361)228504
HP 08164747583

Anatomi

RD.3.06

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

Buku Panduan Evidence Based Medicine

JADWAL PEMBELAJARAN
Hari/Tgl

Waktu

HARI
1
Selasa,
25 Mei
2010

08.00 - 09.00
09.00 - 12.00

HARI
2
Rebo,
26 Mei
2010

HARI
3
Kemis,
27 Mei
2010

HARI
4
Senin,
31 Mei
2010

HARI
5
Selasa,

Tempat

Pelaksana

R Kuliah
R. Komputer
(WCEC)
-R. Komputer
(WCEC)
R Kuliah

Raka W
Raka / Fasilitator

-R Kuliah

-I B Subanada

-R Kuliah

-I B Subanada

-R Kuliah

-Lanang Sidiarta

--

--

Diskusi Kelompok : Materi kuliah


1,2,3,dan 4
10.00 11.00 Pleno
11.00 12.30 Mandiri
12.30 - 13.30 Kuliah 5: Methodological and
statistical application of descriptive
study
13.30 14.00 Isitirahat
14.00 15.00 Kuliah 6: Methodological and
statistical application of analitycal
study

R Diskusi

Fasilitator

R Kuliah
-R Kuliah

I.B. Subanada
-Eka Gunawijaya

-R Kuliah

-Lanang Sidiarta

08.00 10.00

Diskusi kelompok : Materi kuliah


5& 6
Pleno
Istirahat
Kuliah 7 : Diagnostic test
Istirahat
Diskusi kelompok: Materi kuliah
Diagnostic test

R Diskusi

Fasilitator

R Kuliah
-R Kuliah
-R Diskusi

Raka W/Lanang
-I B Subanada
-Fasilitator

Pleno
Mandiri
Diskusi artikel : Diagnostic test
Pleno

R Kuliah
-R Diskusi
R Kuliah

I B Subanada
-Fasilitator
I B Subanada

12.00 - 13.00
13.00 - 15.00

Kegiatan
Pengantar Blok
Pemicu 1: Identifikasi masalah
degan pertanyaan klinik
Istirahat
Praktikum : Record & keeping

08.00 09.30 Kuliah 1: Principal of critical


appraisal
09.30 10.30 Mandiri
10.30 - 11.30 Kuliah 2: Association and
causation
11.30 12.00 Istirahat
12.00 13.00 Kuliah 3 : Effect size, hypothese
testing and convidence interval
13.00 13.30 Istirahat
13.30 14.30 Kuliah 4 : Principal and application
of statistical analysis
14.30 15.00 Penugasan : Searching Artikel
(alamat akan diberikan)
08.00 10.00

10.00 11.00
11.00 11.30
11.30 12.30
12.30 13.00
13.00 15.00
08.00 09.00
09.00 11.00
11.00 13.00
13.00 14.00

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

-Adiatmika
Eka Gunawijaya

Buku Panduan Evidence Based Medicine


1 Juni 2010 14.00 15.00

Kuliah 8 : Clinical trial

R Kuliah

Lanang Sidiarta

Hari/Tgl

Waktu

Kegiatan

Tempat

Pelaksana

HARI
7

08.00 09.00
09.00 - 10.00
10.00 10.30
10.30 12.30

Pleno
Kuliah 9 :Metaanalysis clinical trial
Istirahat
Diskusi kelmpok : Materi kuliah
metaanalysis clinical trial
Istirahat
Kuliah 10: How to write a paper
and present at a meeting
Pleno

R Kuliah
R Kuliah
-R Diskusi

Lanang Sidiarta
Raka Widiana
-Fasilitator

-R Kuliah

-Sudana

R Kuliah

Raka Widiana

08.00 10.00 Diskusi artikel 1: Metaanalysis


clinical trial
10.00 - 11.00 Pleno
Jumat,
11.00 11.30 Istirahat
4 Juni 2010 11.30 12.30 Kuliah 11 : Study about prognosis
12.30 - 13.00 Istirahat
13.00 - 15.00 Diskusi kelompok : Materi kuliah
Study about prognosis

R Diskusi

Fasilitator

R Kuliah
-R Kuliah
-R Diskusi

Raka Widiana
-Eka Gunawijaya
-Fasilitator

Pleno
Mandiri
Diskusi artikel :Study about
prognosis
Istirahat
Pleno

R Kuliah
-R Diskusi

Eka Gunawijaya
-Fasilitator

-R Kuliah

-Eka Gunawijaya

Diskusi artikel 2: metaanalysis


clinical trial
Pleno
Mandiri
Tanya jawab statistik
Tanya jawab critical appraisal

R Diskusi

Fasilitator

R Kuliah
-R Kuliah
R Kuliah

Raka Widiana
-Tim
Tim

Kamis,
3 Juni 2010

12.30 13.00
13.00 14.00
14.00 15.00
HARI
8

HARI
9

08.00 09.00
09.00 11.00
11.00 13.00

Senin,
7 Juni 2010 13.00 14.00
14.00 15.00
HARI
10

08.00 10.00

10.00 11.00
Selasa
11.00 13.00
8 Juni 2010 13.00 14.00
14.00 15.00
Rebo
9 Juni 2010
Kemis
10.00 12.00
10 Juni
2010

HARI TENANG
UJIAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

Buku Panduan Evidence Based Medicine

PERTEMUAN EVALUASI
Pertemuan antara Tim Blok Evidence Based Madicine dengan mahasiswa dimaksudkan
untuk mengevaluasi Buku Modul Pembelajaran, mengidentifikasi masalah-masalah dalam
pelaksaan blok (kuliah dan diskusi kelompok). Dengan adanya evaluasi terhadap Buku
Modul Pembelajaran dan pelaksanaan Blok diharapkan menjadi masukan untuk
penyempurnaan panduan dan pelaksaan belajar yang lebih baik. Pertemuan evaluasi blok
dilaksanakan di ruang kuliah pada hari Sabtu, tanggal 05 Juni 2010. Mahasiswa wakil
kelompok dan Tim Blok diharapkan hadir pada pertemuan tersebut.
UJIAN
Ujian akan dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Juni 2010. Ujian tulis kedokteran
komunitas memakai metode MCQ, yang memberikan kontribusi 80% terhadap nilai akhir.
Kemampuan juga dinilai pada penyusunan dan presentasi makalah yang memberikan
kontribusi 10%. Kemampuan dan sikap yang dinilai oleh tutor saat diskusi kelompok
dengan metode chek list, memberikan kontribusi 10% terhadap nilai akhir. Batas nilai
minimal kelulusan pada Blok Kedokteran Komunitas adalah 70 dari skala 100.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

Buku Panduan Evidence Based Medicine

PROGRAM PEMBELAJARAN
PEMICU
PEMICU 1
IDENTIFIKASI MASALAH DENGAN PERTANYAAN KLINIK
Learning task
1. Carilah alamat-alamat di website yang bisa dipakai mencari suber-sumber informasi
kedokteran terbaik (best evidence) untuk artikel asli (yang bayar maupun yang
gratis), artikel sekunder yang sudah di kaji secara kritis atau artikel systematic
review.
2. Buatlah pertanyaan klnik atas masalah yang dihadapi sesuai dengan skenario klinik
dibahwah ini.
Skenario 1:
Seorang perempuan 19 tahun, mahasiswa, datang kepada dokter dengan keluhan
benjolan pada payudara kiri berukuran diameter 2 cm. Pada pemeriksaan dokter raguragu apakah tumor payudara itu ganas atau tidak. Dokter menawarkan pasien untuk
menjalani pemeriksaan mamografi. Namun pasien khawatir, beralasan bahwa memografi
akan memberikan paparan sinar X. Pasien minta dilakukan pemeriksaan ultrasonografi,
yang mungkin lebih aman dibandingkan mamografi. Dokter ragu apakah ultrasonografi
dapat mendiagnosis kanker payudara dengan cukup akurat jika dibandingkan dengan
mamogrfi.
Coba saudara tolong mencarikan jawaban dengan mencarikan bukti di internet.
Skenario 2:
Seorang pasien laki-laki 40 tahun datang kepada dokter. Pasien mengatakan
bahwa ia mengalami kencing manis sejak 5 tahun yang lalu, namun berobat tidak teratur.
Tadi pagi pasien datang ke Lab, meminta sendiri untuk diperiksa mikroalbuminuria,
sesuai anjuran teman sesama penderita diabetes. Ternyata pasien dinyatakan positif
mengalami mikroalbuminuria. Pasien pernah mendapat ceramah dari dokter ginjal
bahwa obat irbesartan dapat mencegah gagal ginjal pada pasien diabetes mellitus
dengan mikroalbuminuria. Pasien bertanya kepada dokter, apakah benar demikian,
kalau benar seberapa besar efek pencegahannya. Dokter tak punya data untuk
manjawab pertanyaan pasein.
Tolonglah dokter ini mencarikan jawabannya di internet.
Skenario 3:
Serang dokter didatangi oleh karyawan marketing di sebuah Lab, menawarkan
pemeriksaan homocystein darah untuk pasien-pasien diabetes mellitus. Karyawan ini
mengatakan bahwa saat ini ditemukan pedanda (marker) baru yaitu homocystein, yang
bila kadarnya tinggi dalam darah dapat meramalkan meningkatnya kematian pasien.
Dokter bertanya, apakah ada bukti yang mendasari pernyataan tersebut. Karyawan tidak
mampu menjawab pertanyaan dokter.
Coba tolong karyawan lab itu mencari jawabannya di internet

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

Buku Panduan Evidence Based Medicine


Skenario 4:
Serang dokter senior menegur juniornya karena memberikan obat atenolol pada
pasein hipertensi laki-laki nerusia 40 tahun yang menunjukkan pembesaran jantung
pada foto ronsennya. Namun dokter yunior tersebut mengatakan bahwa sekarang sudah
terbukti secara kuas bahwa obat dari golongan beta blockers dapat mencegah strok dan
gagal jantung pada pasien hipertensi dibandingkan obat antihipertensi lainnya. Kalau
saudara adalah dokter yunior tersebut coba carikan bukti dari berbagai penelitian yang
telah digabungkan menjadi satu untuk meyakinkan dokter senior anda.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

10

Buku Panduan Evidence Based Medicine

PRAKTIKUM
RECORDS KEEPING AND PROFESSIONAL COMMUNICATIONS
Learning objectives
1. Able to design patients data base
2. Able to apply patients data base on referral letter
Abstracts
Data base is one of the most important data in patient information system in private clinics.
Many systems can be used to store the data such as patients card, log book or electronic
system. In line in information technology development, the usage of personal computer is
getting common. It can store more data and easy to search the data by several action. In
this module we will study to store patients data in Microsoft Excel 2007 and put it in merge
file while we write referral letter.
Storing of patients data can be done by Microsoft Excel 2007. We can develop one table
for all data in one worksheet or separated it in several worksheets. In this module we will
make data table in one worksheet.
Every table should be filled with many data of patient such as: registration number,
patients identity, vital sign, anamnesis, physical examination, laboratory test and others,
management of patients and therapy. Every data should be written in one column in order
to make it easy for data searching and data sorting. All the criteria can be used for other
application and other table according to the situation in the clinic. Each patient will be input
in one row as one data base. This data can be used and print for other purpose among
others in referral letters.
Referral letters is one of blank letters that is filled by the doctor while referral the patient to
the other doctor or hospitals. Electronic referral letter provide a blank document that
should be fill by patient data that is saved in data base of patient. This letter can be print,
save or send by e-mail to the others.
Electronic letters can be designed in Microsoft Word 2007 by using mail merge. By
following the templates on Mail merge menu, we can design the letter and put data base in
the letter. By mail merge we can search every patients data and put it in the letters, just by
type the ID number.
Learning Task
1. Explain the process of create of patients data base.
2. Make patients data base using Microsoft Excel 2007 and input the data using data
form.
3. Explain the process of mail merge
4. Show the process of data searching and put it in the referral letter

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

11

Buku Panduan Evidence Based Medicine

SUBYEK
ABSTRAK KULIAH
PENGANTAR BLOK
Bidang ilmu kedokteran berkembang sangat pesat dalam beberapa decade belakangan
ini. Hal ini disebabkan pesatnya penelitian di bidang kedokteran milai dari penelitian
kedokteran dasar (biomolekuler, biomedik, imunologi, seluler) sampai dengan penelitian
kedokteran terapan (epidemiologi, klinik, nutrisi, dll.) Investaisi di bidang penelitian
kedokteran sangat besar, lebih dari 100 miliard dolar setahun. Saat ini ada 515 juta
artikel kedokteran, 5000 jurnal kedokteran yang dipublikasi dalam sebulan diseluruh
dunia. Diantara artikel yang dipublikasi 10-15% memiliki nilai keterbaruan secara ilmiah.
Sebagai seorang praktisi kedokteran, dokter harus tetap mengikuti perkembangan ilmu
kedokteran mutakhir, namun tidaklah mungkin mengikuti secara keseluruhannya. Solusi
terbaik dari masalah tersebut adalah belajar berdasarkan masalah atau problem-based
learning, belajar mandiri atau learning by inquiry. Cara belajar seperti ini dapat
dilakukan dengan memformulasikan masalah yang sedang dihadapi dalam praktek
sehari-hari menjadi pertanyaan klinik, kemudian mencari jawaban yang terbaik
ataspertanyaan tersebut di atas dengan cara mencari sumber-sumber informasi
kedokteran terbaik dan terkini, khusunya melalui perpustakaan elektronik. Cara belajar
ini harus terus diekmbangkan agar menjadi kebiasaan (habit) sebagai seorang
professional kedokteran.
Ada tiga tingkat cara mencari sumber informasi eelktronik kedokteran: 1) Browsing,
mencari sumber apa saja yang mungkin menarik minat kita; 2) mencari informasi
spesifik untuk menjawab suatu pertanyaan mengenai masalah tertentu, dan 3) mencari
sumber-sumber informasi untuk riset. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pandangan
komprihensif mengenai pengetahuan yang ada, kekurang-tahuan, dan ke-tidakpastian
pada suatu bidang ilmu tertentu.
Untuk mencari artikel, ada pendekatan yang efisien yang dapat dipakai: 1)
Boolean logic, dengan cara menempatkan kata-kata tertentu yang disebut dengan kata
kunci (key words) misalnya hypertension, therapy dll dan dihubungkan dengan
operator ( and, or and not) dan 2) medical subject heading (MeSH)
Keberhasilan kita dalam mencari tergantung dengan 1) kemampuan membuat
pertanyaan klinik atau foreground question, 2) mencari sumber-sumber (sesuai dengan
alamat website, 3) melakukan kajian kritis terhadap artikel yang ditemukan, 3) menginterpretasi dan mennerapkan sumber-informasi yang ditemukan. Masalahklinik yang
dihadapi harus ditetapkan menjadi masalah spesifik, seperti masalah diagnosis atau
diagnosis banding, terapi atau pencegahan, progosis atau prediktor klinis, etiologi, dan
masalah ekonomi kesehatan.
KULIAH 1
PRINCIPAL OF CRITICAL APPRAISAL
dr. Eka Gunawijaya,Sp.A

Dokter akan senantiasa menghadapi pertanyaan klinis di saat menjalani profesinya,


yang tidak selalu mudah untuk dijawab. Apalagi bila hanya berdasarkan atas ilmu yang
diperoleh selama masa kuliahnya dulu, karena diketahui bahwa ilmu kedokteran
senantiasa berkembang. Sumber jawaban atas pertanyaan tersebut bisa berasal dari
membaca buku ajar terbaru ataupun hasil mengikuti acara ilmiah, akan tetapi
semestinya sumber ilmiah utama bagi seorang dokter adalah berasal dari publikasi jurnal

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

12

Buku Panduan Evidence Based Medicine


ilmiah. Tujuannya ialah menerapkan hasil penelitian dari jurnal untuk digunakan pada
pasien, yang disebut evidence based medicine (EBM).
Untuk bisa mengadopsi jurnal ilmiah yang baik, dokter mesti menguasai metodologi
penelitian. Jangan sampai hasil penelitian yang salah dari sebuah jurnal diterapkan oleh
dokter untuk pasiennya. Sehingga ia mesti melakukan telaah kritis (critical appraisal)
terlebih dahulu terhadap jurnal ilmiah yang dibacanya.
Langkah telaah kritis yang pertama terhadap sebuah jurnal ilmiah adalah melakukan
telaah deskripsi umum laporan penelitian. Langkah berikutnya adalah melakukan telaah
tentang validitas interna, hubungan sebab akibat, validitas eksterna.
Pada telaah deskripsi umum, mesti dilakukan identifikasi terhadap jurnal ilmiah yang
dibaca, meliputi: jenis desain penelitian, populasi (populasi target, populasi terjangkau,
sampel), cara pemilihan sampel, variabel (variabel bebas, variabel tergantung), hasil
penelitian. Langkah berikutnya adalah telaah validitas interna, meliputi penentuan:
apakah observasi dipengaruhi bias, apakah observasi dipengaruhi peluang, apakah
observasi dipengaruhi perancu. Telaah hubungan sebab akibat (hubungan kausal)
meliputi penentuan: apakah hubungan waktu benar, apakah asosiasi kuat, apakah
terdapat hubungan dosis (dose dependent), apakah hasil dalam penelitian konsisten,
adakah koherensi (kesesuaian) hasil penelitian dengan fakta dalam masyarakat,
biological plausibility (logis secara medis), kesamaan dengan hasil penelitian lain. Telaah
validitas eksterna meliputi penentuan: apakah hasil penelitian dapat diterapkan pada
sampel terpilih, apakah hasil dapat diterapkan pada populasi terjangkau, apakah hasil
dapat diterapkan pada populasi target.
Telaah kritis yang bersifat umum ini akan dipakai sebagai dasar untuk melakukan telaah
kritis yang lebih mendalam lagi terhadap jurnal-jurnal ilmiah yang menggunakan desain
penelitian yang berbeda-beda.
Setelah melakukan telaah kritis terhadap sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan, akan
ada 3 pertanyaan penting yang mesti dijawab, yaitu: apakah hasil penelitian tersebut
valid (Validity), apakah hasil penelitian tersebut penting (Importance), apakah hasil
penelitian tersebut bisa diterapkan pada pasien kita (Applicability).
KULIAH 2
ASSOCIATION AND CAUSATION
dr. I. B. Subandana, Sp.A

Bila kita membaca buku kedokteran kadang-kadang kita bertemu dengan frase antara
lain: berhubungan dengan, berkaitan dengan, bertalian dengan. Penulis
menghindari pernyataan-pernyataan dogmatis seperti menyebabkan, menimbulkan,
seperti pada kalimat berikut: merokok menyebabkan kanker paru, pil KB menimbulkan
trombosis vena. Hubungan (association) bukanlah hubungan sebab-akibat. Ini
analoginya: sebuah kota mempunyai masyarakat pengangguran yang banyak dan angka
kriminalitas yang sangat tinggi. Bukanlah berarti bahwa penganggur adalah pelaku
kriminalitas. Di lain pihak sekalipun kita yakin bahwa kita telah berhasil menunjukkan
dengan tepat penyebab yang bertanggung jawab, kita masih berfikir bahwa ada
beberapa faktor risiko yang tidak dicurigai menyebabkan penyakit atau sebuah kointervensi yang tidak disadari bertanggung jawab terhadap efek pengobatan.
Ada dua konsep penyebab. Pertama, penyebab penyumbang (contributory cause). Pada
kebanyakan fenomena kedokteran, tidak ada penyebab tunggal untuk suatu penyakit.
Dalam fisika kita mengatakan bahwa logam akan memuai jika dipanaskan dan menyusut
jika didinginkan. Oleh karena itu, memuainya logam hanya disebabkan oleh pemanasan.
Penyakit umumnya disebabkan oleh banyak penyebab. Sebuah faktor risiko mungkin
sebagai contributory cause. Konsep kedua adalah necessary cause. Pada abad ke-19
Robert Koch mengemukakan bahwa sebelum mikroorganisme dipertimbangkan sebagai
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

13

Buku Panduan Evidence Based Medicine


penyebab penyakit maka ia harus memenuhi postulat Koch yang artinya bahwa
mikroorganisme itu selalu ditemukan pada penyakit tersebut. Pada kenyataannya di
dunia kedokteran kabanyakan fenomena medis hanya dapat dijelaskan dengan
contributory cause. Misalnya, walaupun rokok telah diketahui sebagai faktor risiko, rokok
ini adalah contributory cause untuk berkembangnya kanker paru, bukan necessary
cause karena tidak semua penderita kanker paru adalah perokok.
KULIAH 3
EFFECT SIZE, HYPOTHESETESTING AND CONVIDENCE INTERNAL
dr. I. B. Subanada, Sp.A

Pada penelitian analitik peneliti mencoba menentukan perbedaan hasil klinis (effect size)
dari luaran yang dicari dan melakukan uji hipotesis untuk menentukan apakah ada
kemaknaan statistik dari perbedaan hasil klinis tersebut. Kebanyakan penelitian
dilakukan pada sampel atau bagian dari populasi. Oleh karena itu peneliti dihadapkan
dengan pertanyaan, apakah hasil penelitian pada sampel akan serupa bila penelitian
dilakukan pada seluruh populasi. Uji hipotesis atau estimasi merupakan metode yang
digunakan untuk menjawab pertanyaan ini. Uji hipotesis didasarkan pada hipotesis nol
dengan asumsi bahwa tidak ada perbedaan antara kelompok yang dibandingkan atau
tidak ada hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil akhir uji hipotesis adalah nilai P.
Nilai P menyatakan probabilitas untuk mendapatkan hasil yang diperoleh atau hasil
yang lebih ektrem bila hipotesis nol benar, atau probabilitas bahwa hasil yang diperoleh
atau hasil yang lebih ekstrem disebabkan oleh faktor peluang, bila hipotesis nol benar.
Jika nilai P kecil, probabilitas peluang juga akan kecil dan berarti hipotesis nol ditolak.
Jika nilai P besar, peluang juga besar dan berarti hipotesis nol tidak dapat ditolak. Pada
estimasi akan diperoleh interval kepercayaan (IK). IK memberikan informasi yang lebih
tentang hasil penelitian. Bila P=0,05 untuk uji 2 sisi, maka IK-nya adalah 95%;
sedangkan nilai P =0,01 untuk uji 2 sisi, maka IK-nya adalah 99%.
KULIAH 4
PRINCIPAL AND APPLICATION OF STATISTICAL ANALYSIS
dr. Lanang Sudiartha, Sp.A

Statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang pengolahan data (statistik). Klasifikasi
statistika ada dua yaitu statistika deskriptif yaitu statistika yang menggunakan data pada
suatu kelompok untuk menjelaskan atau menarik kesimpulan mengenai kelompok itu
saja dan statistika inferensi yaitu statistika yang menggunakan data dari suatu sampel
untuk menarik kesimpulan mengenai populasi dari mana sampel tersebut diambil.
Statistika inferensi terdiri dari uji hipotesis dan estimasi (interval kepercayaan dan
parameter estimasi).
Data, menurut skala pengukurannya dibagi menjadi dua yaitu data kategorikal dan data
numerik. Data kategorikal terdiri dari data nominal dan ordinal, sedangkan data numerik
terdiri dari data interval dan rasio. Data nominal, misalnya jenis kelamin atau golongan
darah. Data ordinal, misalnya tingkat pendidikan atau status gizi. Data interval, misalnya
suhu tubuh atau tekanan darah. Data rasio, misalnya berat badan, umur, dll.
Uji hipotesis atau uji statistik terdiri dari uji parametrik dan uji non-parametrik. Uji
parametrik misalnya uji t dan uji ANOVA. Uji non-parametrik misalnya uji Mann-Whitney
dan uji Wilcoxon. Penggunaan masing-masing uji statistik tergantung tipe data dan
distribusi data yang dimiliki.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

14

Buku Panduan Evidence Based Medicine


KULIAH 5
METHODOLOGICAL DAN STATISTICAL APPLICATION OF DESCRIPTIVE STUDY
dr. Eka Gunawijaya, Sp.A

Berdasarkan atas ada atau tidaknya analisis hubungan antar variabel, desain penelitian
diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu: penelitian deskriptif dan penelitian analitik.
Penelitian deskriptif bertujuan melakukan deskripsi mengenai fenomena yang
ditemukan, sehingga penelitian deskriptif termasuk juga sebagai kelompok penelitian
observasional. Fenomena yang dideskripsikan tersebut bisa meliputi faktor resiko
maupun efek. Data hasil penelitian disajikan apa adanya, tidak dilakukan analisis
mengapa fenomena itu bisa terjadi, sehingga pada penelitian deskriptif tidak diperlukan
adanya hipotesis. Berdasarkan hal tersebut, maka pada penelitian deskriptif tidak ada uji
hipotesis (uji statistik) seperti yang ditemukan pada jenis penelitian analitik.
Beberapa contoh jenis penelitian deskriptif meliputi: survei morbiditas, survei mortalitas,
gambaran klinis suatu penyakit, gambaran laboratorium suatu penyakit, dan lain-lain.
Laporan retrospektif hasil pengobatan yang dikerjakan tanpa kelompok kontrol juga
dipandang sebagai suatu penelitian deskriptif, contohnya adalah: laporan kasus, seri
kasus.
Sebagian peneliti berpendapat bahwa survei, laporan kasus dan seri kasus bukan
merupakan penelitian yang sebenarnya. Hegde berpendapat bahwa ilmu adalah suatu
filosofi, sedangkan penelitian adalah tindakan (action) untuk mengisi ilmu. Sepanjang
survei, laporan kasus dan seri kasus merupakan proses untuk mengisi ilmu, maka
semua hal tersebut bisa disebut sebagai penelitian dengan desain yang paling
sederhana. Banyak penelitian dasar yang desainnya sederhana, karena pelbagai
keterbatasan untuk dilakukan penelitian analitik, namun memberikan data yang amat
penting berdasarkan atas substansinya yang berbobot. Penelitian deskriptif jenis ini
sering dimuat dalam publikasi ilmiah bertaraf internasional.
Hasil penelitian deskriptif seringkali dipakai sebagai sumber data untuk penelitian
analitik. Jika melakukan penelitian tentang penyakit yang datanya masih sedikit,
sebaiknya dilakukan penelitian deskriptif terlebih dahulu, kemudian datanya dipakai
untuk menyusun latar belakang penelitian serta hipotesis untuk penelitian analitik. Dalam
setiap penelitian analitik, selalu diawali oleh penyajian data deskriptif dari sampel
penelitian, setelah itu barulah dilakukan proses analitik terhadap data sampel.
KULIAH 6
METHODOLOGICAL AND STATISTICAL APPLICATION OF ANALITYCAL STUDY
Dr. Lanang Sidiartha, Sp.A

Berdasarkan jumlah variabel, uji statistik dibagi menjadi uji bivariat apabila terdiri dari 1
variabel independen (variabel tergantung) dan 1 variabel dependen (variabel bebas),dan
uji multivariat apabila terdiri dari 1 atau lebih variabel independen dan 1 atau lebih
variabel dependen. Langkah-langkah sederhana untuk menentukan jenis uji statistik
adalah 1) mengidentifikasi hipotesis penelitian, 2) mengidentifikasi jumlah variabel yang
dibandingkan, 3) menentukan apakah variabel yang dibandingkan berpasangan atau
tidak berpasangan, 4) mengidentifikasi skala pengukuran data, dan 5) mengidentifikasi
syarat-syarat uji parametrik apakah terpenuhi atau tidak. Hipotesis terdiri dari hipotesis
komparatif, hipotesis asosiatif dan hipotesis korelatif dan masing-masing memiliki jenis
uji statistik yang berbeda. Variabel atau set data dikatakan berpasangan apabila berasal
dari subyek yang sama dan sebaliknya.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

15

Buku Panduan Evidence Based Medicine


KULIAH 7
DIAGNOSTIC TEST
dr. I.B Subandana,Sp.A

Prinsip dasar uji diagnostik adalah membedakan individu yang sakit dengan individu
yang tidak sakit. Idealnya uji diagnostik mempunyai gambaran sebagai berikut: [1]
semua individu yang tidak sakit mempunyai hasil tes yang sama, [2] semua individu
yang sakit mempunyai hasil yang berbeda dengan yang tidak sakit tetapi sama dengan
kelompoknya, [3] jadi semua hasil tes harus sama dengan hasil kelompoknya (kelompok
sakit atau kelompok tidak sakit). Jika hal ini terpenuhi maka uji diagnostik dapat
membedakan yang sakit dari yang sehat. Akan tetapi tidak satupun dari 3 keadaan ini
selalu ada. Variasi disebabkan oleh faktor-faktor dari subjek yang diteliti, instrumen yang
digunakan, dan pengawas (observer). Varasi subjek adalah keadaan individu dari subjek
yang diteliti bisa bervariasi yang mengakibatkan perubanahan pada fenomena yang
dinilai. Variasi instrumen bisa terjadi akibat metode tehnik yang digunakan untuk
melakukan tes. Kesalahan karena variasi terjadi bila menggunakan instrumen yang
sama (intra-instrument error) atau bila menggunakan instrumen yang berbeda (interinstrument error). Variasi pengawas bisa terjadi akibat pengawas yang menilai hasil.
Kesalahan bisa terjadi karena variasi pengukuran oleh pengawas yang sama (intraobserver variation) atau menggunakan pengawas yang berbeda (inter-observer
variation). Kriteria yang digunakan untuk mendefinisikan penyakit disebut baku emas
(gold standard). Baku emas bisa berupa biopsi, angiogram, otopsi, atau yang lainnya
yang telah diakui. Kebenaran diagnosis menggunakan baku emas memungkinkan
sebesar 100%. Mungkin ada tes yang lebih murah atau lebih sesuai. Peneliti
mengklasifikasi masing-masing pasien apakah mempunyai penyakit atau tanpa penyakit
menurut baku emas dan menurut alat uji yang dievaluasi. Kemudian mereka menghitung
jumlah subjek yang hasilnya sama antara baku emas dengan alat tes yang dievaluasi
serta jumlah subjek yang tidak sesuai antara baku emas dengan alat tes yang dievaluasi
dengan menggunakan tabel 2 x 2. Dari tabel ini dapat dihitung sensitivitas, spesifisitas,
nilai duga positif, nilai duga negatif, rasio kemungkinan positif, rasio kemungkinan
negatif, dan yang lainnya.
KULIAH 8
CLINICAL TRIAL
dr. Lanang Sidiartha,Sp.A

Uji klinis adalah suatu penelitian eksperimental terencana yang dilakukan pada manusia.
Subyek penelitian diberikan perlakuan atau intervensi kemudian efeknya diukur dan
dianalisis. Intervensi tidak semata-mata berupa obat, namun bisa juga berupa tindakan
pembedahan, diet, pendidikan dan lain-lain. Desain uji klinis ada dua yaitu desain
parallel dan desain menyilang (cross-over design). Desain parallel mengalokasikan
subyek menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sejak awal sampai akhir
penelitian. Desain menyilang mula-mula mengalokasikan subyek sebagai kelompok
perlakuan dan kelompok kontrol kemudian pada pertengahan penelitian disilang
kelompok perlakuan menjadi kelompok kontrol, sebaliknya kelompok kontrol menjadi
kelompok perlakuan. Ciri yang sangat penting pada uji klinis adalah proses randomisasi
atau alokasi acak. Jenis randomisasi ada randomisasi sederhana, randomisasi blok dan
randomisasi strata. Cara randomisasi yang baik sekali adalah menggunakan program
computer atau memakai tabel angka random. Aspek penting lain pada uji klinis adalah
ketersamaran atau blinding yang terdiri dari single blind, double blind dan triple blind,
namun pada kasus tertentu tidak mungkin dilakukan, hal ini disebut open trial.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

16

Buku Panduan Evidence Based Medicine


KULIAH 9
METAANALYSIS CLINICAL TRIAL
Prof. Dr. dr. I Gde Raka Widiana,Sp.PD-KGH

Systematic review dan meta-analysis menjadi artikel yang semakin popular dicari untuk
menjawab pertanyaan klinik karena merupakan rangkuman secara sistematik informasi
yang spesifik mengenai masalah kedokteran. Systematic review dan meta-analysis ini
memiliki nilai dan kekuatan bukti tertinggi dari informasi kedokteran yang ada. Jenis
informasi ini memerlukan keterampilan dalam mengkaji secara kritis sebelum dapat
diaplikasikan. Berikut ini adalah elements yang harus diperhatikan dalam kajian
systematic review :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Adanya pertanyaan riset yang jelas


Adanya Identifikasi komprehensif dan valid dari studi-studi yang utuh (full articles)
Adanya definisi kriteria inklusi dan ekslusi dari studi tang dipersyaratkan
Adanya abstraksi yang seragam dan valid dari karakteristik dan hasik-hasil dari
masing-masing studi.
Adanya presentasi yang seragam dan jelas dari data studi tunggal
Adanya kalkulasi dari estimasi efek gabungan dan interval kepercayaan dari studistudi yang memenuhi syarat. Bila mungkin dilakukan penilaian uji heterogenitas
dari studi tunggal
Adanya penilaian terhadap kemungkinan bias publikasi
Adanya analisis subkelompok dan analisis sensitivitas

Metode statistik untuk bias publikasi dapat dilakukan dengan diagram funnel plot.
Analisis heterogenitas dilakukan untuk menjawab apakah studi yang didapat konsisten
dari berbagai studi. Efek gabungan (RR, OR atau beda rerata) dengan interval
kepercayaan dapat dilihat dengan diagram forest plot.
KULIAH 10
HOW TO WRITE A PAPER AND PRESENT AT A MEETING
Dr. dr. I. Wyn. Sudhana,Sp.PD-KGH

KULIAH 11
STUDY ABOUT PROGNOSIS
dr. Eka Gunawijaya,Sp.A

Penelitian tentang prognosis termasuk dalam klasifikasi penelitian observasional, bukan


penelitian intervensional. Penelitian tentang prognosis bisa meliputi: mortalitas,
komplikasi, kekambuhan, munculnya gejala atau tanda klinis suatu sindrom atau
penyakit tertentu, dampak psikososial, keterbatasan fungsi organ, dan lain-lain.
Dalam upaya mencari informasi tentang prognosis suatu penyakit, jawaban yang terbaik
dapat diperoleh dari systematic review penelitian-penelitian prognosis. Systematic
review ini jumlahnya masih terbatas pada publikasi jurnal ilmiah, sehingga informasi
tentang prognosis masih lebih banyak diperoleh dari penelitian berdesain kohort maupun
kasus-kontrol (case-control). Kedua jenis penelitian ini sama-sama meneliti tentang
hubungan antara faktor risiko atau kausa dengan efek atau penyakit. Pada penelitian
kohort yang berdimensi prospektif ini, faktor risiko atau kausa diidentifikasi lebih dahulu,
lalu subyek diikuti ke depan (prospektif) sampai periode waktu tertentu untuk melihat
terjadinya efek atau penyakit. Sedangkan pada penelitian kasus-kontrol yang berdimensi
retrospektif, subyek dengan efek atau penyakit yang diidentifikasi lebih dahulu, lalu faktor
risiko atau kausa ditelusuri ke belakang (retrospektif). Berdasarkan kekuatan hubungan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

17

Buku Panduan Evidence Based Medicine


sebab akibat, penelitian kohort lebih kuat daripada kasus-kontrol, karena penelitian
kasus-kontrol memiliki kelemahan dalam hal recall bias. Akan tetapi, penelitian kasuskontrol akan lebih tepat dipilih untuk meneliti jenis penyakit yang berjumlah jarang,
karena melakukan penelitian kohort akan membutuhkan waktu yang amat lama.
Pada penelitian kohort, hanya diamati apakah subyek mengalami efek ataukah tidak,
tetapi tidak diamati kapan waktunya subyek mengalami efek. Teknis analisis yang
memperhitungkan faktor waktu terjadinya efek, sedangkan periode waktu pengamatan
subyek tidak seragam, disebut analisis kesintasan (survival analysis) atau analisis tabel
kehidupan (life table analysis). Terdapat 2 metode yang biasa digunakan untuk teknis
analisis ini, yaitu metode aktuarial Cutler-Ederer dan metode product limit Kaplan-Meier.
Telaah kritis terhadap penelitian prognosis pada jurnal ilmiah yang dipublikasikan, harus
menjawab 3 pertanyaan penting, yaitu: apakah hasil penelitian tersebut valid (Validity),
apakah hasil penelitian tersebut penting (Importance), apakah hasil penelitian tersebut
bisa diterapkan pada pasien kita (Applicability).

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

18

Buku Panduan Evidence Based Medicine


EVALUASI DIRI (SELF ASSESSMENT)
1.
2.
3.
4.

Lakukan kajian kritis berdasarkan apakah artikel tersebut valid dan penting
Masuklah ke alamat website; highwire, Medline, Cochrane
Carilah artikel sesuai dengan pertanyaan klinik skenario 1 sampai dengan 4.
Coba laporkan berapa artikel terbaik yang anda dapatkan yang sesuai dengan
pertanyaan klinik skenario 1 sampai dengan 4.
5. Please make one data base table in one worksheet for your own clinic
6. Send the referral letters to me at our e-mail address : iaifibali@yahoo.com
7. Sebutkan jenis data berdasarkan skala pengukuran dan tentukan perbedaannya!
8. Sebutkan syarat-syarat uji parametrik dan jenisnya!
9. Sebutkan jenis-jenis uji non-parametrik dan fungsinya!
10. Sebutkan syarat-syarat uji Chi Square!
11. Apa yang dimaksud dengan nilai observed dan nilai expected pada uji chi square?
12. Bagaimana menentukan suatu data numerik berdistribusi normal atau tidak?
13. Jelaskan langkah-langkah untuk menentukan jenis uji statistik yang dipergunakan
untuk menguji hubungan antara variabel bebas dan tergantung!
14. Jelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi suatu uji parametrik dan uji chi square!
15. Jelaskan jenis uji alternatifnya apabila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi!
16. Jelaskan bagaimana interpretasi dari masing-masing uji statistik yang diketahui!
17. Jelaskan fase-fase uji klinis!
18. Apa yang dimaksud dengan desain parallel dan desain menyilang?
19. Jelaskan langkah-langkah uji klinis!
20. Apa yang dimaksud dengan istilah matching dan periode wash out ?
21. Jelaskan jenis-jenis randomisasi dan blinding!
22. Apa yang dimaksud dengan istilah intention to treat analysis, on treatment analysis,
analisis interim dan drop out ?
23. Dari dahulu disebutkan bahwa merokok merupakan penyebab kanker paru, tetapi di
lain pihak ditemukan bahwa tidak semua penderita kanker paru adalah perokok. Dalam
hal ini (kanker paru) merokok merupakan contributory cause atau necessary cause?
24. Penyakit tuberkulosis (TB) telah ada sejak jaman Mesir kuno. Setelah diteliti ternyata
penyakit ini disebabkan oleh Mikobakterium tuberkulosis dan ini dibuktikan karena
kuman ini memenuhi postulat Koch (ditemukan pada semua penderita penyakit TB).
Dalam hal ini (penyakit TB), Mikobakterium tuberkulosis merupakan contributory cause
atau necessary cause?
Suatu penelitian yang mencoba mencari hubungan antara merokok dengan penyakit
jantung koroner mendapatkan hasil bahwa risiko untuk menderita penyakit jantung koroner
pada perokok sebesar 3,5 (IK 95% 2,9 sampai 4,6) dibanding bukan perokok dengan nilai
P = 0,001.
Dari hasil penelitian di atas:
25. Berapa besar effect size-nya?
26. Berapa nilai interval kepercayaan 95%-nya (IK 95%) serta apa artinya?
27. Berapa besar nilai P-nya serta apa artinya?
Sebuah alat baru diperkenalkan oleh sebuah perusahaan. Alat baru ini dikatakan bisa
membedakan apakah seseorang menderita penyakit X atau tidak. Biaya pemeriksaan
dengan alat baru ini dikatakan lebih murah dan kurang invasif dibanding baku emas yang

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

19

Buku Panduan Evidence Based Medicine


ada. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil sebagai tampak pada tabel di bawah
ini.
Baku emas
Alat baru

+
Total

+
72
8
80

4
16
20

Total
76
24
100

Pertanyaan:
28. Berapa sensitivitas alat baru tersebut?
29. Berapa spesifisitasnya?
30. Berapa nilai duga positif dan nilai duga negatifnya?
31. Berapa rasio kemungkinan positif dan rasio kemungkinan negatifnya?

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

20

Buku Panduan Evidence Based Medicine

DAFTAR PUSTAKA
UTAMA
Strauss SE, Richardson WS, Glasziou P, Haynes RB. 2005. Evidence-Based Medicine
How to Pracice and Teach EBM, 3rd Ed. Edinburgh : Elsevier Churhill Livingstone.
Dawson B, Trapp RG. 2001. Basic & Clinical Biostatistic,3rd Ed. Boston : McGrawHill/Lange Medical Books
TAMBAHAN
Jordan TJ. 2002. Understanding Medical Information, A Users Guide to Informatics &
Decision Making. New York : McGraw-Hill
Gehlbach SH. 2002. Interprenting The Medical Literature, 4 th Ed : New York : McGraw-Hill

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIV.WARMADEWA

21