Anda di halaman 1dari 3

STUDI ICHNOFOSSIL GUNA MENGIDENTIFIKASI PROSES

PEMBENTUKAN DAN ICNHNOFASIES PADA FORMASI KEREK DI


DESA BANYUMENENG, KECAMATAN MRANGGEN, KABUPATEN
DEMAK
Taufiq Muhammad Wijayanto
21100113130111
Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Email: mwtaufiq@gmail.com
ABSTRAK
Desa Banyumeneng merupakan suatu desa yang berada di kecamatan Mranggen,
Kabupaten Demak. Desa ini memiliki 2 bentukan morfologi yaitu berbukit bergelombang dan
berbukit landai. Dari bentukan ini terdapat bentuk lahan fluvial dan struktural. Di temukan
Ichnofossil berupa galian dengan ihnofasiesnya Skolithos. Skolithos memiliki ciri khas
berbentuk vertical U dan merupakan penciri dari lingkungan Transisi ( Pantai) hingga laut
dangkal. Terbentuknya fasies ini akibat dari proses Burrowing dari organisme seperti cacing
hingga membentuk suatu lubang.tujuan pembentukan lubang ini selain untuk mencari makan
adalah tempat berlindung organisme dari suatu kejadian alam seperti badai dan kekeringan.
Kata Kunci: Fossil, Ichnofasies, Ichnofossils, Demak, Banyumeneng
PENDAHULUAN
Desa Banyumeneng merupakan
suatu desa yang berada di kecamatan
Mranggen, Kabupaten Demak. Desa ini
memiliki 2 bentukan morfologi yaitu
berbukit bergelombang dan berbukit
landai. Dari bentukan ini terdapat bentuk
lahan fluvial dan struktural. Dalam hal ini
penelitian lebih menkankan pada aspek
ichnofossils.
Ichnofossils ini terletak pada Sungai
Dolok (Kali Dolok) yang melintasi desa
banyumeneng, dan pada saat ini sungai
tersebut difungsikan sebagai daerah
bercocok tanam warga sekitar serta
terdapat pemukiman pada desa yang
dilintasi sungai ini.
Tujuan penulisan penelitian ini
adalah untuk menganalisis inchnofossils
guna mengetahui proses dan lingkungan
pembentukanya.
GEOLOGI REGIONAL
Geomorfologi Regional
Zona Kendeng meliputi deretan
pegunungan dengan arah memanjang
barat-timur yang terletak langsung di

sebelah
utara
sub
zona
Ngawi.
Pegunungan ini tersusun oleh batuan
sedimen laut dalam yang telah mengalami
deformasi secara intensif membentuk suatu
antiklinorium. Pegunungan ini mempunyai
panjang 250 km dan lebar maksimum 40
km (de Genevraye & Samuel, 1972)
membentang dari gunungapi Ungaran di
bagian barat ke timur melalui Ngawi
hingga daerah Mojokerto. Di bawah
permukaan, kelanjutan zona ini masih
dapat diikuti hingga di bawah selatan
Madura.
Ciri morfologi Zona Kendeng berupa
jajaran
perbukitan
rendah
dengan
morfologi
bergelombang,
dengan
ketinggian berkisar antara 50 hingga 200
meter. Proses eksogenik yang berupa
pelapukan dan erosi pada daerah ini
berjalan sangat intensif, selain karena
iklim tropis juga karena sebagian besar
litologi penyusun Mandala Kendeng
adalah batulempung-napal-batupasir yang
mempunyai kompaksitas rendah, misalnya
pada formasi Pelang, Formasi Kerek dan
Napal Kalibeng yang total ketebalan
ketiganya mencapai lebih dari 2000 meter.

Stratigrafi Regional
Stratigrafi penyusun Zona Kendeng
merupakan endapan laut dalam di bagian
bawah yang semakin ke atas berubah
menjadi endapan laut dangkal dan
akhirnya menjadi endapan non laut.
Endapan di Zona Kendeng merupakan
endapan turbidit klastik, karbonat dan
vulkaniklastik. Stratigrafi Zona Kendeng
terdiri atas 7 formasi batuan, urut dari tua
ke muda sebagai berikut (Harsono, 1983
dalam Rahardjo 2004) :
o Formasi Kerek
Formasi Kerek memiliki
kekhasan
berupa
perulangan
perselang-selingan antara lempung,
napal, batupasir tuf gampingan dan
batupasir tufaan yang menunjukkan
struktur sedimen yang khas yaitu
perlapisan
bersusun
(graded
bedding). Lokasinya berada di
Desa Kerek, tepi sungai Bengawan
Solo, 8 km ke utara Ngawi. Di
daerah sekitar lokasi tipe formasi
ini terbagi menjadi tiga anggota (de
Genevraye & Samuel, 1972 dalam
Rahardjo, 2004), dari tua ke muda
masing-masing :
o Formasi Kalibeng
Formasi ini terbagi menjadi
dua bagian yaitu bagian bawah dan
bagian atas. Bagian bawah formasi
Kalibeng tersusun oleh napal tak
berlapis setebal 600 meter,
berwarna putih kekuning-kuningan
sampai abu-abu kebiru-biruan,
kaya
akan
kanndungan
foraminifera plantonik.
Struktur Geologi Regional
Deformasi pertama
pada Zona
Kendeng terjadi pada akhir Pliosen (Plio
Plistosen),
deformasi
merupakan
manifestasi dari zona konvergen pada
konsep tektonik lempeng yang diakibatkan
oleh gaya kompresi berarah relatif utara
selatan dengan tipe formasi berupa ductile
yang pada fase terakhirnya berubah
menjadi
deformasi
brittle
berupa
pergeseran blok blok dasar cekungan

Zona Kendeng. Deformasi Plio Plistosen


dapat dibagi menjadi tiga fase/ stadia,
yaitu; fase pertama berupa perlipatan yang
mengakibatkan terbentuknya Geantiklin
Kendeng yang memiliki arah umum barat
timur dan menunjam di bagian Kendeng
Timur, fase kedua berupa pensesaran yang
dapat dibagi menjadi dua, yaitu pensesaran
akibat perlipatan dan pensesaran akibat
telah berubahnya deformasi ductile
menjadi deformasi brittle karena batuan
telah
melampaui
batas
kedalaman
plastisnya. Kedua sesar tersebut secara
umum merupakan sesar naik bahkan ada
yang merupakan sesar sungkup. Fase
ketiga berupa pergeseran blok blok dasar
cekungan
Zona
Kendeng
yang
mengakibatkan terjadinya sesar sesar
geser berarah relatif utara selatan.
Deformasi kedua terjadi selama kuarter
yang berlangsung secara lambat dan
mengakibatkan terbentuknya struktur
kubah di Sangiran. Deformasi ini masih
berlangsung hingga saat ini dengan
intensitas yang relatif kecil dengan bukti
berupa terbentuknya sedimen termuda di
Zona Kendeng yaitu Endapan Undak.
METODOLOGI
Pada penelitian ini data data yang
diambil bersumber dari pengamatan dan
identifikasi langsung di lapangan. Data
tersebut kemudian di catat dalam BCL
serta di foto sebagai bukti.
PEMBAHASAN
Jejak
fosil,
juga
disebut
ichnofossils adalah catatan geologis
tentang aktifitas biologis. Jejak fosil dapat
dilakukan pada substrat oleh organisme
misalnya : liang,borings (bioerosion), jejak
kaki dan tanda makan, dan akar rongga.
Tubuh trace fossil kontras dengan fosil,
yang merupakan sisa-sisa fosil organisme
bagian tubuh, biasanya diubah dan
kemudian oleh aktivitas kimia atau
mineralisasi. Dalam pengamatan yang
dilakukan di sungai banyumeneng di
temukan ichnofossil berupa burrowing

secara vertikal dengan demikian dapat di


identifikasi sebagai ichnofasies Skolithos.
Trace fosil asosiasi ini dicirikan
terutama oleh liang vertikal, cylindical
atau
berbentuk
U
(misalnya,
Ophiomorpha,
Displocraterion
&
Skolithos).
Keragaman
keseluruhan
ichnogenera rendah dan struktur horizontal
sedikit yang tampak. Ichnofacies ini
berkembang terutama di sedimen pasir di
mana tingkat gelombang yang relatif tinggi
atau terdapat energi yang khas.
Komunitas
modern
dalam
perubahan butir pasir tidak mengurangi
penanda jejak dalam tingkat (tiers) paling
atas lapisan. Jejak ini bisa disebabkan
oleh bivalve
bivalve pemakan
suspensi, cacing yang
terperangkap,
pemakan endapan juga hadir dalam semua
pasir lingkungan intertidal. Tipikal struktur
ini
adalah
mempunyai ichnodiversity rendah
,
densitas
rendah,
dan
orientasi
vertikal. ichnofacies menunjukkan evolusi
selama phanerozoik, tanpa terkecuali
Skolithos ichnofacies.
Organisme dalam lingkungan ini
membangun liang yang dalam untuk
melindungi diri terhadap pengeringan atau
suhu yang tidak menguntungkan atau
perubahan salinitas pada saat air surut, dan
sebagai sarana untuk melarikan diri dari
pergeseran
permukaan.
Ichnofacies
skolithos khas lingkungan garis pantai
berpasir, tapi mungkin saja terdapat ke
arah laut yang agak dangkal. Ichnofassies
ini juga telah ditemukan dari beberapa
lingkungan air, seperti laut dan lereng
bathyal.
KESIMPULAN

Dari hasil pemaparan tersebut dapat


disimpulkan bahwa ichnofasies Skolithos
memiliki ciri khas berbentuk vertical U
dan merupakan penciri dari lingkungan
Transisi ( Pantai) hingga laut dangkal.
Terbentuknya fasies ini akibat dari proses
Burrowing dari organisme seperti cacing
hingga membentuk suatu lubang.tujuan
pembentukan lubang ini selain untuk
mencari makan adalah tempat berlindung
organisme dari suatu kejadian alam seperti
badai dan kekeringan.
REFERENSI
http://www.sciencedirect.com/science/art
icle/pii/0012825272900918
Diakses pada hari Kamis tanggal
15 Januari 2015 pukul 03:00
https://www.scribd.com/doc/175089117/
Artikel-Ichnofacies#download
Diakses pada hari Kamis tanggal
15 Januari 2015 pukul 03:00
https://www.scribd.com/doc/48680093/ic
hnofossil-trace-fossil#download
Diakses pada hari Kamis tanggal
15 Januari 2015 pukul 03:00