Anda di halaman 1dari 24

Persamaan Poisson dan Persamaan Laplace

Kita sudah mengetahui medan listrik sebagai gradien dari potensial:


Demikian juga Hukum Gauss dalam bentuk diferensial:
Jadi:

. ( V ) =

2V =
o
o

r
. E =

E = V

Ini disebut persamaan Poisson

Jika tidak ada muatan dan permitivitasnya serba sama atau =0, maka persamaan
Poisson berubah menjadi:
Ini disebut persamaan
2
V =0
Laplace
Kita sudah mengenal juga sifat dari
Maka:

( V ) = 0

r
konservatif medan listrik: E = 0

Sebenarnya, secara vektor selalu berlaku sifat


curl dari gradient=0: f = 0

31

Contoh 01: Persamaan Laplace dalam koordinat Cartesian


Pada bidang (x,y), potensial di y=0 adalah 100 volt, sedangkan di x=0, x=10 cm dan
y=, potensial 0 volt. Tentukanlah potensial di daerah 0<x<10 cm , y>0

2V = 0

V V
+ 2 =0
2
x
y
2

Pemisahan variabel, misalkan V(x,y)=A(x) B(y)

A
B
B
+
A
=0
2
2
x
y
1 2 A 1 2B
Bagi dengan AB:
+
=0
2
2
A x
B y
2

V=0

V=0

V=0
10 cm

V=100 volt

1 2A
1 2B
2
=

=
konstanta
=

k
; k0
A x 2
B y 2

2 A
2 A 2
2
= k A 2 + k A = 0 A = sin kx atau cos kx
2
x
x
2B
2B 2
2
ky
ky
=
k
B

k
B
=
0

B
=
e
atau
e
y 2
y 2

32

e ky sin kx
ky
e sin kx
V ( x , y ) = ky
e cos kx
e ky cos kx

Gunakan syarat batas untuk menentukan V(x,y) yang betul.

y , V = 0 e ky
x = 0 V = 0 cos kx
Solusi sementara: V ( x , y )

tak bisa dipakai.

= e ky sin kx

x = 10 V = 0 sin 10k = 0 k =

n
, n = 1,2,....
10

V ( x , y ) = e n y / 10 sin( n x / 10 )

33

V ( x , y ) = e n y / 10 sin( n x / 10 )

y = 0 V = 100
Ini tak dapat dipenuhi oleh persamaan di atas. Jadi, harus diambil kombinasi
liniernya:

V ( x , y ) = bn e n y / 10 sin( n x / 10 )
n =1

Dengan

y = 0 V = 100

V ( x ,0 ) = bn sin( n x / 10 ) = 100
n =1

Tentukan bn
34

Deret Fourier untuk sinus:

2
bn =
L

2
n x
100
sin
f ( x ) sin kx dx =

dx

10 0
10

= 20

10

10
n

400

= n
0

utk

V ( x, y ) =
n =1

[e

200
n x
n

1
cos
(
1
)

n
10 0

utk n ganjil

400

10

n genap

400 n y / 10
e
sin( n x / 10 )
n

y / 10

sin( x / 10 ) +

Utk n ganjil

2 y / 10
e
sin( 2 x / 10 ) + .......
2

]
35

(a) n=1
(b) n=5
(c) Jumlah hingga
n=10
(d) Jumlah hingga
n=100

10

36

Contoh 02: Persamaan Laplace dalam koordinat silinder.


Suatu silinder berjari r=1 cm, memanjang pada sumbu-z. Potensial di dasarnya
V=100 volt; di dinding dan ujung lainnya (z) V= 0 volt. Tentukanlah potensial
di dalam silinder.

V V ( r , , z )
1 V
V =0
r
r r r
2

2
2
1 V V
+ 2 =0
+ 2
2
z
r

V=0

Pemisahan variabel, misalkan V(r,,z)=R(r) ()Z(z)

1 d dR
1 d 2
d 2Z
Z
+ R
= 0
r
+ RZ 2
2
2
r dr dr
r d
dz

y
x

Bagi dengan RZ:

V=100 volt

1 d dR
1 d 2
2Z
+
=0
r
+
2
2
2
Rr dr dr r d
Z z
Tdk tercampur dg lainnya.
37

kz
2

e
d
Z
d 2Z

2
2
=

Zk
=
0

Z
=
k
kz
Zdz 2
dz 2
e

Sarat batas z, V=0 pilih

k 0

Z = e kz

1 R
1 2
2
k
+
=0

r
+
2
2
Rr r r r
r R 1 2
2 2
+
k
r =0
r
+
2
R r r
Tdk tercampur dg lainnya.
sin n
2
1 2
2
2
=

=
n
n
0

2
2
cos n n=bil bulat
sin n
Gunakan syarat batas untuk: =
cos n

Kalau silinder diputar terhadap sb-z, tidak akan mengubah potensial; maka solusi
ini tak bergantung pada sudut , dan boleh diambil n = 0 = 1
38

r R 2
2 2

n
+
k
r =0
r

R r r
R
2 2
2
r r
+ k r n R =0
r r

Ini adalah persamaan Bessel; solusinya adalah Jn(kr) dan Nn(kr). Karena
dasar silinder di pusat koordinat, maka dipilih Jn(kr) sedangkan Nn(kr) tak
bisa dipakai karena titik pusatnya di . Jadi

(1)
kr
R(r ) = J n (kr ) =

p =1 ( p + 1) ( p + n + 1) 2

2 p+n

( n ) = ( n 1)!

r = 1 V = 0 atau R = 0 J 0 (k ) = 0
Misalkan harga k=km, m=1,2,3,..

J 0 (km ) = 0

Jadi, ada banyak solusi; oleh sebab itu V adalah superposisi:


39

V = cm J 0 (k m r ) e km z

Solusi:

m =1

Untuk z=0, V=100

V = cm J 0 (k m r ) = 100
m =1

Kalikan dengan rJ0(kjr), j=1,2,3 lalu integral suku per suku antara 0 dan 1

c rJ
m =1

(k j r )J 0 (k m r )dr = 100 rJ 0 (k j r ) dr
0

Sifat ortogonal
1

c j r J 0 ( k j r ) dr = 100 rJ 0 ( k j r ) dr
0

40

Setiap harga j memberikan satu harga koefisien cj. Jadi j boleh


diganti dengan m.
1

r [J

( k m r ) ] dr =
2

2
1

Sifat fungsi Bessel

(k m )

xJ 0 ( x ) =
1

d
[xJ 1 ( x )] k m rJ 0 ( k m r ) = 1 d [k m rJ 1 ( k m r )]
dx
k m dr

1
1
1
rJ 0 (k m r ) dr =
rJ 1 (k m r ) 0 =
J 1 (k m )
km
km

2
J
2 1 (k m )c m =

100
200
J 1 ( k m ) cm =
km
k m J 1 (k m )

m =1

m =1

V = cm J 0 (k m r ) e km z = 200

J 0 ( k m r ) km z
e
k m J 1 (k m )

km diperoleh dari Jo(km)=0


J0 dan J1 dapat dilihat dalam tabel fungsi Bessel.

41

Contoh 03: Persamaan Laplace dalam koordinat bola

Misalkan V tidak bergantung sudut azimut


z

Tidak tercampur

42

Pl adalah polinomial Legendre:

43

Solusi umum:

Ini masih memerlukan syarat batas untuk r dan .


Misalkan V() tertentu di permukaan bola berlubang, berjari-jari R.
Tentukanlah potensial dalam bola.
Untuk itu Bl = 0 untuk semua l. Jadi
Di r=R (kulit):

V ( R, ) = Al R l Pl (cos ) = V0 ( )
l =0

44

l=0

A l R l Pl ' (cos ) Pl (cos ) sin d


0

Sifat polinom Legendre:

2
Al ' R l '
2 l '+ 1

Jadi

2l + 1
Al =
V ( ) Pl (cos ) sin d
l 0
2R 0

45

Misalkan:

k= konstanta

2l + 1
Al =
V ( ) Pl (cos ) sin d
l 0
2R 0

Bagaimana potensial di luar bola?


Al=0

46

r=R:

Kalikan dengan

lalu diintegral
=

Jadi:

B0 = 1 4 Rk ; B1 = 3 4 R 2 k
B0
B1
Rk 3R 2 k
V ( r , ) =

P0 (cos ) + 2 P1 (cos ) =
cos
2
r
r
r
4r
47

Contoh 04: Suatu bola padat bermuatan homogen dengan rapat muatan
uniform. Tentukanlah potensial di luar dan di dalam bola.
Persamaan Poisson:

V =
o
2

2V =

Karena rapat muatan tidak bergantung sudut, maka potensial bersimetri bola:

(r )
1 d 2 dV
r
=

o
r 2 dr dr

Bo
1 d 2 dV
=
0

(
)
=
+
r
V
r
A

o
o
Di luar bola =0: 2
r
r dr dr
Bi r 2
r2
d 2 dV
Vi (r ) = Ai +
=
r
Di dalam bola:
o
dr dr
r 6 o
Andaikan syarat batas: r , Vo 0 sehingga A0=0

V0 (r ) =

Bo
r

48

Di pusat bola r=0, sehingga harus berlaku Bi=0.

r2
Vi (r ) = Ai
o
V(r) harus kontinu di kulit bola, Vi(R)=Vo(R)

Bo R 2
R 2 Bo
=
Ai =
+
Ai
R
6 o
6 o
R

Bo R 2 r 2
Vi (r ) =
+
R
6 o

Bo
V0 (r ) =
r

Medan di sebelah dalam dan di sebelah luar permukaan bola harus sama:

Bo R
R 3
V0
Vi
Bo =

=
2 =
3 o
3 o
R
r r = R r r = R
Vi(r)

Akhirnya:

R 3
;
Vo (r ) =
3 o r

(3R 2 r 2 )
Vi (r ) =
6 o

Vo(r)
0

49

Metoda Bayangan
Tinjau muatan +q di sumbu-z sejauh d dari plat logam yang
dibumikan (V=0). Bagaimana menentukan potensial di atas
plat. Potensial tak bisa ditentukan hanya dengan muatan q
saja, tetapi juga dengan muatan negatif yang terinduksi
pada plat itu. Masalahnya, berapa besar dan agaimana
distribusi muatan terinduksi itu.
Yang jelas berlaku:
z

V = 0 di z = 0,
V 0 di titik yang jauh dari q, x + y + z >> d
2

Secara matematik, persoalan di atas dipandang sebagai berikut.


Lupakan plat, dan misalkan V=0 di z=0 dengan mengandaikan ada
muatan -q di z=-d. Potensial di suatau titik adalah

d
-d

+q
z=0, V=0
-q

V = 0 di z = 0,
V 0 jika x 2 + y 2 + z 2 >> d 2

50

Misalkan adalah rapat muatan induksi

Jadi, dengan metoda bayangan dapat ditentukan rapat muatan pada plat
logam.

51

Contoh berikutnya 05:


Suatu muatan q ditempatkan sejauh a dari pusat bola logam berjari-jari R
yang dibumikan. Tentukan potensial di luar bola.

Sementara lupakan bola, dan misalkan ada muatan q sejauh b (<R) dari
pusat bola pada garis Oa, sedemikian sehingga V=0 di r=R (kulit bola).
Potensial dengan konfigurasi itu adalah

Agar V=0, misalkan q= -q

52

Dengan rumus cosinus, maka

1
q
q

V ( r , ) =
2

2
2
2
4 o r + a 2ra cos
r + b 2rb cos
Agar V=0 jika r=R (dipermukaan bola).

R 2 + a 2 2 Ra cos =

R 2 + b 2 2 Rb cos

R
R2
R
b=
; = q' = q
a
a
a

1
q
q

V ( r , ) =

2
2
2
2
4 o r + a 2ra cos
(
)
R
ra
/
R
+
2ra cos

53

Misalkan adalah rapat muatan induksi

= o

V
r

V
= o
r

r =R

r =R

q
=
4

(
r a cos )

r 2 + a 2 2ra cos

(
(a / R R )

2
q
=
4 R 2 + a 2 2 Ra cos

r (a / R ) a cos

3/ 2
2
2
r = R
R + (ra / R ) 2ra cos
2

3/ 2

)
1)

3/ 2

q
a2 / R2
=
3/ 2
4R 2
a

2
1 + (a / R ) 2 R cos

54