Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH AL-ISLAM

SYIRIK ZAMAN MODERN

Di susun oleh :

Putri Wulan Pamungkas


Faisal Ghazali

(1510411352)
(1510411357)

FAKULTAS EKONOMI PRODI MANAGEMEN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2015

KATA PENGANTAR
Puji syukut kehadirat Tuhan semesta Alam yang telah memberikan kesempatan serta
pengetahuan sehingga makalah yang mengangkat tema Syirik zaman modern ini sekiranya
dapat terselesaikan pada waktunya. Adapun makalah ini membahas tentang cakupan
kecil pengetahuan dasar mengenai syirik zaman modern.
Shalawat serta salam tentunya kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW yang telah
menuntun umatnya dari zaman kejahiliyaan ke zaman modernisasai seperti saat ini. Berkat
beliau jugalah secara tidak langsung makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini merupakan rangkaian tugas dalam pelaksanaan diskusi kelas sistem SCL
(Students center Learning) yang bertujuan untuk memajukan pengetahuan peserta tentang
makalah ini. Oleh karenanya, maka penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada pihak Universitas teruntuk dosen pembimbing atas motivasi, dukungan, serta anjurannya
untuk pembuatan makalah ini. Semoga hal tersebut bernilai ibada di sisi Tuhan Yang Maha
Kuasa.
Terima kasih juga tak lupa penulis sampaikan kepada pembaca yang sekiranya telah
meluangkan waktunya untuk membaca makalah ini seraya memajukan selangkah lagi
pengetahuan tentang isi makalah ini.

Jember, 15 Desember 2015

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................................2
DAFTAR ISI..........................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...........................................................................................................4
B. Rumusan Masalah......................................................................................................5
C. Tujuan........................................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.

Pengertian syirik zaman modern................................................................................6


Bentuk-bentuk syirik zaman modern.........................................................................6
Cara menanggulangi syirik pada masa modern.........................................................11
Bahaya syirik bagi kehidupan manusia......................................................................12

BAB III PENUTUP


Kesimpulan............................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................17

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar belakang
Ada tiga sebab fundamental munculnya perilaku syirik, yaitu al-jahlu (kebodohan), dhaiful

iiman(lemahnya iman), dan taqliid (ikut-ikutan secara membabi-buta).


Al-jahlu sebab pertama perbuatan syirik. Karenanya masyarakat sebelum datangnya Islam
disebut dengan masyarakat jahiliyah. Sebab, mereka tidak tahu mana yang benar dan mana yang
salah. Dalam kondisi yang penuh dengan kebodohan itu, orang-orang cendrung berbuat syirik.
Karenanya semakin jahiliyah suatu kaum, bisa dipastikan kecenderungan berbuat syirik semakin
kuat. Dan biasanya di tengah masyarakat jahiliyah para dukun selalu menjadi rujukan utama.
Mengapa? Sebab mereka bodoh, dan dengan kobodohannya mereka tidak tahu bagaimana
seharusnya mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Penyebab kedua perbuatan syirik adalah dhaiful iimaan (lemahnya iman). Seorang yang
imannya lemah cenderung berbuat maksiat. Sebab, rasa takut kepada Allah tidak kuat. Lemahnya
rasa takut kepada Allah ini akan dimanfaatkan oleh hawa nafsu untuk menguasai diri seseorang.
Ketika seseorang dibimbing oleh hawa nafsunya, maka tidak mustahil ia akan jatuh ke dalam
perbuatan-perbuatan syirik seperti memohon kepada pohonan besar karena ingin segera kaya,
datang ke kuburan para wali untuk minta pertolongan agar ia dipilih jadi presiden, atau selalu
merujuk kepada para dukun untuk suapaya penampilannya tetap memikat hati orang banyak.
Taqliid sebab yang ketiga. Al-Quran selalu menggambarkan bahwa orang-orang yang
menyekutukan Allah selalu memberi alasan mereka melakukan itu karena mengikuti jejak nenek
moyang mereka. Allah berfirman,Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka
berkata, Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah
menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah, Sesungguhnya Allah tidak menyuruh
(mengerjakan) perbuatan yang keji. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang
tidak kamu ketahui? (QS. Al-Araf: 28).

Ibarat tsumani yang meluluh-lantahkan semua yang ada di muka bumi. Seperti luapan
panas erupsi gunung Merapi yang membumi-hanguskan alam disekitarnya. Bak virus ganas yang

memusnakan semua sel-sel tubuh manusia. Itulah syirik, ia adalah the real destroyers (perusak
sesungguhnya), dapat mengundang murka Allah SWT, menanggung beban dosa terbesar,
menggugurkan seluruh amal kebaikan, dan disiksa dalam neraka uang dahsyat nan abadi.
Sungguh mengerikan dampak negatif dari perbuatan syirik.
Tempo dulu, kesyirikan identik dengan penyembahan berhala seperti yang dilakukan oleh
kaum Nabi Nuh AS. Seribu tahun lamanya Nabi Nuh AS mengajak umatnya untuk mengesakan
Allah SWT, namun penyimpangan itu tak kunjung hilang. Sebaliknya justru mendapat
perlawanan keras dari kaumnya, termasuk anaknya sendiri. Lalu Nabi Nuh AS memohon kepada
Allah SWT untuk memusnahkan kaum yang ingkar itu. Datanglah bencana banjir besar yang
menghancurkan semuanya, bahkan orang-orang yang berlindung di atas gunung sekalipun
tenggelam dan musnah.
Setelah masa Nabi Nuh AS berlalu, kesyirikan kembali muncul di tengah umat manusia
yang dipelopori oleh kaum Ad, kaum Tsamud, Bani Israil, dan lainnya. Pada periode Nabi
Muhammad SAW, kesyirikan tak kalah hebat dengan masa-masa sebelumnya. Dalam suatu
riwayat disebutkan ada sekitar 360 berhala di sekeliling Kabah yang disembah oleh kaum
Quraisy. Nabi Muhammad SAW pun tiada henti menyeru kaumnya kepada ajaran Tauhid, meski
perlawanan, tekanan, dan penindasan kerap kali di alaminya. Kurang lebih dua puluh tahun
lamanya sang Nabi berdakwah, akhirnya fenomena kesyirikan itu sedikit demi sedikit
menghilang, lalu digantikan kembali dengan ketauhidan kepada Allah SWT.

B.

Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian syirik zaman modern ?
2. Apa bentuk-bentuk syirik zaman modern ?

3. Bagaimana cara menghindari atau menanggulangi syirik pada masa modern ?


4. Apa bahaya syirik bagi kehidupan manusia ?
C.

Tujuan
1. Untuk mengetahui Pengertian syirik zaman modern.
2. Untuk mengetahui bentuk-bentuk syirik zaman modern.
3. Untuk mengetahui cara menanggulangi syirik pada masa modern.
4. Untuk mengetahui bahaya syirik bagi kehidupan manusia.

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Pengertian Syirik zaman modern

Syirik dari segi bahasa artinya mempersekutukan, secara istilah adalah perbuatan yang
mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Orang yang melakukan syirik disebut
musyrik. Seorang musyrik melakukan suatu perbuatan terhadap makhluk (manusia maupun
benda) yang seharusnya perbuatan itu hanya ditujukan kepada Allah seperti menuhankan sesuatu
selain Allah dengan menyembahnya, meminta pertolongan kepadanya, menaatinya, atau
melakukan perbuatan lain yang tidak boleh dilakukan kecuali hanya kepada Allah SWT.
Perbuatan syirik termasuk dosa besar. Allah mengampuni semua dosa yang dilakukan hambanya,
kecuali dosa besar seperti syirik. Firman Allah SWT:
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala
dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang
mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An-Nisaa: 48)
B.

Bentuk-bentuk syirik

Syirik akbar ialah dosa besar yang tidak akan mendapatkan ampunan Allah. Pelakunya

tidak akan masuk surga untuk selamanya.


Syirik asgar ialah termasuk dosa besar yang dikhawatirkan pelakunya akan meninggal
dalam keadaan kufur, jika Allah tidak mengampuninya dan selama dia tidak bertaubat
kepadaNya sebelum meninggal.

1. Syirik Akbar (Besar)


Syirik akbar ada dua macam, yaitu Dzahirun Jali (tampak nyata) dan Batinun
Khafi (tersembunyi).
a. Menyembah kepada selain Allah
Di antara syirik akbar yang jali ialah beribadah kepada sesembahan lain di samping
menyembah Allah.
b. Meminta Pertolongan Kepada Orang Mati
Di antara syirik Akbar khafi ialah bedoa kepada orang mati dan kuburan orangorang besar.
c. Mengangkat Pembuat Undang-undang Selain Allah
Di antara perbuatan syirik besar yang tampak dan tidak tampak pada
kebanyakan manusia ialah menjadikan selain Allah sebagai pembuat
Undang-undang atau mencari hukum selain hukum Allah. Mereka

memberi wewenang kepada beberapa orang guna membuat undangundang yang absolut bagi mereka atau bagi orang lain. Dengan
wewenang itu mereka membuat hukum halal dan haram sesuai dengan
kemauan sendiri. Membuat sistem, aturan, metode kehidupan dan
idealisme yang berlawanan dengan syariat Allah. Kemudian orang lain
mengikutinya seolah-olah hukum itu berasal dari langit yang harus
dipatuhi dan tidak boleh dilanggar sedikit pun. Padahal yang berhak
membuat undang-undang bagi ciptaanNya hanyalah Allah sendiri.

2.

Syirik Asgar (Kecil)


a) Bersumpah Dengan Selain Allah
Seperti bersumpah dengan nama nabi, dengan seorang wali, dengan seorang

pembesar, dengan tanah air, dengan nenek moyang, atau dengan makhluk Allah
lainnya.

Bersumpah

adalah

pengangungan

sesuatu

yang

digunakan

untuk

bersumpah. Padahal yang harus diagungkan dan disucikan itu hanya Allah.
Siapa yang bersumpah, hendaklah bersumpah dengan nama Allah atau diam.
(HR. Muslim)
b) Meyakini suatu benda memiliki kekuatan gaib
Tauhid tidak bertentangan dengan sebab ciptaan Allah dalam alam ini. Seperti
obat untuk penyembuhan, senjata untuk menjaga diri, dll. Tetapi bila menempuh
cara lain yang dapat mengakibatkan pengaruh tersembunyi yang tidak disyariatkan
oleh Allah untuk menghilangkan penderitaan atau menjaga diri dari bahaya, maka
perbuatan tersebut sudah bertentangan dengan tauhid.
Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, kecuali dalam
keadaan menyekutukan Allah.(QS. Yunus 10:106)
c) Menggantung Azimat
Azimat yaitu benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat
menyembuhkan atau menghindarkan pemakainya dari bahaya. Perbuatan seperti
ini termasuk syirik karena mengandung unsure meminta terhindar dari bahaya
kepada selain Allah.

Jika Allah menimpakan suatu bahaya kepadamu, maka tidak ada yang
menghilangkannya melainkan

Dia sendiri. Jika Dia mendatangkan kebaikan

kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Anam 6:17)
Ada pula azimat seperti tulisan atau gambar. Menghilangkan perbuatan ini
merupakan kewajiban bagi setiap orang yang mampu.
Bila azimat itu ditulis dari ayat-ayat Al-Quran atau mengandung Asmaul Husna,
apakah termasuk dilarang? Para ulama salaf berbeda pendapat. Tetapi pendapat
yang kita terima ialah melarang pemakaian seluruh bentuk azimat, meskipun dibuat
dari ayat-ayat Al-Quran.
d) Mantera
Mantera ialah mengucakan kata-kata tertentu agar dapat menolak kejahatan
dan mendapatkan kekuatan gaib dengan bantuan jin. Mantera yang diharamkan
ialah lafaz yang mengandung ucapan meminta pertolongan selain kepada Allah,
atau ucapan yang kadangkala mengandung makna kekufuran dan kemusyrikan.
Adapun selain itu, tidak ada halangan membaca mantera.
e) Sihir
Sihir ialah semacam cara penipuan dan pengelabuan yang dilakukan dengan
cara

memantera,

menjampi

dll.

Perbuatan

ini

termasuk

syirik

karena

ia

mengandung makna meminta tolong kepada selain Allah, yakni meminta bantuan
jin. Al-Quran mengajari kita untuk berlindung diri kepada Allah dari bahaya sihir
dan tukang sihir
Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhulbuhul. (QS. Al Falaq 113:4)
f) Ramalan
Salah satu bentuk sihir adalah ramalan. Yaitu anggapan mengetahui dan melihat
rahasia-rahasia masa depan berupa kejadian umum atau khusus atau pun nasib
seseorang, melalui perbintangan dsb.

Siapa yang mempelajari salah satu cabang dari perbintangan, maka dia telah
mempelajari sihir. (HR. Abu Daud dengan sanad sahih)
g) Guna-guna
Sesungguhnya

mantera,

azimat

dan

guna-guna

itu

adalah

perbuatan

syirik. (HR. Ibnu Hibban)


h) Dukun dan Tenung
Dukun ialah orang yang menganggap dirinya dapat memberitahukan tentang
hal-hal gaib pada masa datang, atau apa yang tersirat dalam naluri manusia.
Tukang tenung ialah nama lain dari peramal dan dukun. Semua yang gaib itu
hanyalah Allah yang mengetahuinya.
Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui
perkara gaib kecuali Allah. (QS. An Naml 27:65)
i) Bernazar (berjanji) Kepada Selain Allah
Nazar adalah ibadah dan taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah, dan beribadah
itu hanya kepada Allah.
Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka
sesungguhnya Allah mengetahuinya. Tidak ada seorang penolong pun bagi orangorang yang berbuat zalim. (QS. Al-Baqarah 2:270)

Ada orang yang jika sakit atau kehilangan sesuatu bernazar kepada kuburan orang-orang
alim. Hal ini adalah haram, karena :
1.

Nazar tersebut ditujukan kepada makhluk. Bernazar untuk makhluk hukumnya haram.

Sebab nazar adalah ibadah yang tidak boleh ditujukan kepada makhluk
2.

Tempat menyampaikan nazarnya adalah mayat yang tidak memiliki kemampuan apa pun.

3.

Dia menganggap bahwa orang mati itu dapat memberi keputusan terhadap suatu persoalan

di samping Allah. Sedangkan yang mempercayainya berarti berbuat kekufuran.


j.

Sembelihan Selain untuk Allah

Telah menjadi kebiadaan orang-orang musyrikin melakukan penyembelihan qurban sebagai


sarana pendekatan diri kepada tuhan-tuhan dan berhala-berhala mereka. Semua ini diharamkan.
Ali ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda kepadaku dengan empat kalimat: Allah melaknat
orang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang
tuanya, Allah melaknat orang yang melindungi penjahat dan Allah melaknat orang yang merubah
batas-batas tanah miliknya. (HR. Muslim)
k.

Tathayyur (Berperasaan sial)


Ialah berfirasat buruk, berperasaan sial yang menimbulkan rasa pesimis karena pengaruh

berbagai suara tertentu yang didengar atau suatu kejadian yang dilihat atau pun lainnya.
Hal ini termasuk syirik karena dia tidak sepenuhnya bertawakkal kepada Allah, serta menjadikan
firasat buruk (perasaan sial) itu lebih berpengaruh daripada tawakkalnya kepada Allah SWT.
Contoh dari syirik zaman modern :
1.ideologi-ideologi impor produk Barat
- Komunisme atau atheisme, sudah umum diketahui bahwa ideologi tersebut adalah anti Tuhan.
- Pluralisme agama yang mempromosikan ideologi semua agama sama benar.
- Ideologi Sekularisme merupakan sebuah paham yang memisahkan agama dari kehidupan sosial
masyarakat, budaya, pendidikan, hukum, negara dan lainnya. Hukum Tuhan tidak diperkenankan
ikut campur dalam urusan manusia dalam hal apapun. Dengan kata lain, Sekularisme berarti
penyingkiran agama dari ruang publik dan mengirimkannya hanya terbatas pada ruang pribadi.
Padahal Allah SWT adalah sang pencipta manusia yang mengetahui betul seluk-beluk manusia.
- Ada pula humanisme sekular, yakni suatu keyakinan untuk menjadikan manusia sebegai tujuan
tertinggi kehidupan ini. Ia merupakan suatu paham untuk memuliakan kepentingan manusia,
mengalahkan kepentingan apapun yang lain.
2. penayangan film-film horor yang merusak keimanan

fenomena kesyirikan di layar televisi yang menayangkan sejumlah acara film horor yang
berbau mistis. Akhir-akhir ini film-film semacam itu mulai marak pula di bioskop-bioskop
indonesia. Berbagai film horor itu kebanyakan mengkisahkan tentang para hantu yang menakutnakuti dan meneror manusia, bahkan hantu-hantu itu sampai ingin membunuh. Ini jelas
pembodohan sekaligus menebar kesesatan ke tengah-tengah masyarakat. Padahal setiap orang
mati tidak mungkin bangkit kembali, mereka terlalu disibukkan dengan urusan besar mereka di
alam kubur.
3. kesyirikan dalam ramalan horoskop dan Fengshui
Ramalan melalui perbintangan juga masih menjadi tren saat ini. Ramalan model ini juga
digandrungi oleh kaum remaja dan pemuda untuk meramal masa depan mereka, terutama soal
karir dan percintaan. Padahal fenomena ramalan bintang berasal dan tradisi mitologi Yunani yang
menuhankan dewi-dewi mereka yang berwujud bintang-bintang.
Demikian pula ramalan ala fengshui yang mengaitkan kondisi rumah dengan nasib
seseorang di masa mendatang. Sebagai seorang Muslim, perbuatan seperti ini tidak boleh
dilakukan karena yang mengatur rezeki, nasib, jodoh dan maut adalah Allah SWT.
C.

Cara menanggulangi syirik pada masa modern


Ada beberapa cara agar kita bisa terhindar dari kesyirikan, di antaranya adalah:

1. Dengan mengikhlaskan segala ibadah dan amal shalih kita hanya untuk mencari ridha Allah
ta'alasemata.Allahtaalaberfirman:
Mereka tidaklah diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan
kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan meninggalkan kesyirikan (hanif). [QS Al
Bayyinah: 5]

2. Mempelajari ilmu tauhid yang murni dan benar sesuai dengan apa yang diajarkan oleh
Rasulullah

shallallahu

'alaihi

wa

sallam.

Rasulullah bersabda:
Barangsiapa

yang

Allah

menghendaki

padanya

kebaikan

maka

Allah

akan

memahamkannya di dalam perkara agama.[HR Al Bukhari (71) dan Muslim (1037)]

Hadits di atas dengan jelas menunjukkan bahwa kunci untuk mendapatkan kebaikan agama
adalah dengan mempelajari ilmu agama, dan kebaikan yang paling pokok adalah tauhid.
3. Mempelajari lawan dari tauhid itu, yaitu syirik, baik itu definisinya, jenis-jenisnya, dan
contoh-contohnya. Karena untuk memmahami sesuatu itu terkadang kita juga harus mengenal
lawannya. Lawan dari tauhid adalah syirik dan lawan dari sunnah adalah bid'ah.
Seorang sahabat Rasulullah yang bernama Hudzaifah ibnul Yaman radhiallahu anhu berkata:

Dahulu orang-orang bertanya kepada Rasulullah tentang perkara kebaikan, sedangkan


saya bertanya kepada beliau tentang perkara kejelekan karena takut akan menimpaku. [HR Al
Bukhari (3606) dan Muslim (1847)]

4. Memperbanyak doa kepada Allah agar diberikan keistiqomahan (keteguhan) di atas tauhid dan
sunnah dan agar dijauhkan dari segala bentuk kesyirikan dan kebid'ahan baik yang kita ketahui
ataupun tidak, baik yang kita sadari ataupun tidak.
5. Bergaul dengan orang-orang yang lurus dan teguh agamanya (ahlussunnah) dan menghindari
pergaulan dengan orang-orang yang melakukan kesyirikan agar tidak terpengaruh dengan
perbuatan

mereka

tersebut.

Hal inilah yang dicontohkan oleh para nabi dan rasul.


Demikianlah beberapa cara yang bisa ditempuh untuk menghindari kesyirikan. Sebagai
tambahan, cara-cara di atas juga bisa diterapkan untuk menghindari perkara-perkara bidah.

D. Bahaya syirik bagi kehidupan manusia


1. Syirik Ashghar (tidak mengeluarkan dari agama).
a. Merusak amal yang tercampur dengan syirik ashghar.

Dari Abu Hurairah radiallahu anhu marfu (yang terjemahannya): Allah berfirman: Aku
tidak butuh sekutu-sekutu dari kalian, barang siapa yang melakukan suatu amalan yang dia
menyekutukan-Ku padanya selain Aku, maka Aku tinggalkan dia dan persekutuannya. (Riwayat
Muslim, kitab az-Zuhud 2985, 46).
b. Terkena ancaman dari dalil-dalil tentang syirik, karena salaf menggunakan setiap dalil yang
berkenaan dengan syirik akbar untuk syirik ashghar. (Lihat al-Madkhal, hal 124).
c. Termasuk dosa besar yang terbesar.
2. Syirik Akbar
a. Kezhaliman terbesar.
Firman Allah Taala (yang terjemahannya): Sesungguhnya syirik itu kezhaliman yang
besar. (QS. Luqman: 13).
b. Menghancurkan seluruh amal.
Firman Allah Taala (yang terjemahannya): Sesungguhnya jika engkau berbuat syirik,
niscaya hapuslah amalmu, dan benar-benar engkau termasuk orang yang rugi. (QS. Az-Zumar:
65).
c. Jika meninggal dalam keadaan syirik, maka tidak akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa
Taala.
Firman Allah Taala (yang terjemahannya):Sesungguhnya, Allah tidak akan mengampuni
jika disekutukan, dan Dia akan mengampuni selain itu (syirik) bagi siapa yang (Dia) kehendaki.
(QS. An-Nisa: 48, 116).
d. Pelakunya diharamkan masuk surga.
Firman Allah Taala (yang terjemahannya): Sesungguhnya barang siapa menyekutukan
Allah, maka pasti Allah mengharamkan jannah baginya dan tempatnya adalah neraka, dan tidak
ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun. (QS. Al-Maidah: 72).
e. Kekal di dalam neraka.

Firman Allah Taala (yang terjemahannya): Sesungguhnya orang kafir, yakni ahli kitab
dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka
itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al-Bayyinah: 6).
f. Syirik adalah dosa paling besar.
Firman Allah Taala (yang terjemahannya): Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa
mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu.
Bagi siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat
sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisa: 116).
g. Perkara pertama yang diharamkan oleh Allah.
Allah Subhanahu wa Taala berfirman (yang terjemahannya): Katakanlah: Rabbku hanya
mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun ter-sembunyi, dan perbuatan
dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah
dengan sesuatu yang Allah tidak menu-runkan hujjah untuk itu dan (meng-haram-kan) mengadaadakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS. Al-Araaf: 33).
h. Dosa pertama yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Taala. Lihat Quran surah AlAnaam: 151.
Katakanlah: Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu:
janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang
ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan
memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatanperbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah
kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu
(sebab) yang benar Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).
( Qs. Al-Anam )
i. Pelakunya adalah orang-orang najis (kotor) akidahnya.
Allah Taala berfirman (yang terjemahannya): Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis. (QS. At-Taubah: 28).

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan

a.

Syirik yaitu kepercayaan terhadap suatu benda yang mempunyai kekuatan tertentu atau

juga mempercayai hal-hal selain Allah Swt. Orang yang mempercayai hal tersebut dinamakan
Musyrik. Sedangkan orang musyrik itu adalah orang yang mempersekutukan.
b.

Sikap syirik dapat merusak, bahkan dapat menggugurkan aqidah Islam. Oleh karena itu,

kita harus berhati-hati jangan sampai gerak hati, ucapan, dan perbuatan kita terbawa kedalam
kemusyrikan. Sebab ada syirik kecil dan syirik besar. Syirik kecil dapat berubah menjadi syirik
besar.
Ada beberapa cara agar kita bisa terhindar dari kesyirikan, di antaranya adalah:
1. Dengan mengikhlaskan segala ibadah dan amal shalih kita hanya untuk mencari ridha Allah
ta'ala

semata.

2. Mempelajari ilmu tauhid yang murni dan benar sesuai dengan apa yang diajarkan oleh
Rasulullah

shallallahu

'alaihi

wa

sallam.

3. Mempelajari lawan dari tauhid itu, yaitu syirik, baik itu definisinya, jenis-jenisnya, dan
contoh-contohnya.
4. Memperbanyak doa kepada Allah agar diberikan keistiqomahan (keteguhan) di atas tauhid dan
sunnah dan agar dijauhkan dari segala bentuk kesyirikan dan kebid'ahan baik yang kita ketahui
ataupun

tidak,

baik

yang

kita

sadari

ataupun

tidak.

5. Bergaul dengan orang-orang yang lurus dan teguh agamanya (ahlussunnah) dan menghindari
pergaulan dengan orang-orang yang melakukan kesyirikan agar tidak terpengaruh dengan
perbuatan mereka tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Subhani, Jafar, Tauhid Dan Syirik, (Bandung: Mizan, 1996).


Wahhab, Muhammad Bin Abdul, Tegakkan Tauhid Tumbangkan Syirik, (Yogyakarta: Mitra
Pustaka, 2000).