Anda di halaman 1dari 7

Laboratorium Transmisi

Praktikum 4
Transmisi Sinyal pada Sistem Komunikasi Serat Optik

I.

TUJUAN
1. Mengukur sensitifitas tegangan yang diterima di receiver, untuk transmisi
sinyal Digital pada komunikasi serat optic.
2. Mengukur sensitifitas tegangan yang diterima di receiver, untuk transmisi
sinyal Analog pada komunikasi serat optic.
3. Menghitung Link Budged.

II.

DASAR TEORI
Dalam mendisain system komunikasi serat optic ada beberapa factor yang perlu
dipertimbangkan. Pertama daya penerimaan harus cukup besar untuk menjaga BER,
kedua jika daya terlalu besar dapat mengakibatkan kerusakan pada alat penerima.
Untuk alasan biaya dan keamanan sebaiknya daya transmisi seminimum mungkin yang
masih dapat diterima receiver.
Selain factor daya, laju transfer data juga harus dipertimbangkan, hal ini akan
menentukan bandwidth system, untuk menghitung bandwidth . dengan rumus :

BW = 0,35/ tr
dimana tr adalah waktu naik sinyal pada penerman frekuensi tertinggi.

III.

DAFTAR ALAT DAN KOMPONEN

PRODI BROADBAND MULTIMEDIA

Page 1

Laboratorium Transmisi
No.

IV.

Alat dan Komponen

1.

Driver OMI99A

1 buah

2.

Receiver OMI99A

1 buah

3.

Optical fibre 18 meter

1 buah

4.

Oscilloscope

1 buah

5.

Function generator

1 buah

6.

Power supply

1 buah

7.

Powermeter

1 buah

8.

Kabel konektor

1.

Secukupnya

DIAGRAM RANGKAIAN

Transmitter
V.

Jumlah

Receiver
Gambar 1 : Sistem Komunikasi Serat Optik

LANGKAH PERCOBAAN
Lakukanlah Instalasi seperti Gambar 4.1 berikanlah input sinyal kotak. Sehingga

sinyal yang diterima di receiver sama dengan yang ditransmiter.


2. Atur tegangan input dari function generator dengan rentang frekuensi 20 Khz100Khz
3. Lihat gelombang input dan output pada osiloskop
4. Hitung beda phasa pada sinyal output.
VI.
HASIL PERCOBAAN

Frekuensi

20 Khz

21.20

25 Khz

16.80

PRODI BROADBAND MULTIMEDIA

kondisi sinyal output

Page 2

Laboratorium Transmisi

30 Khz

12.80

35 Khz

10.80

40 Khz

9.20

45 Khz

7.60

50 Khz

6.80

PRODI BROADBAND MULTIMEDIA

Page 3

Laboratorium Transmisi

55 Khz

6.00

60 Khz

5.60

65 Khz

5.00

70 Khz

4.20

75 Khz

3.80

PRODI BROADBAND MULTIMEDIA

Page 4

Laboratorium Transmisi

80 Khz

3.10

85 Khz

2.70

90 Khz

2.30

95 Khz

2.00

100 Khz

1.20

PRODI BROADBAND MULTIMEDIA

Page 5

Laboratorium Transmisi

120 Khz

VII.

ANALISA
Pada percobaan ini mengamati perbedaan phasa antara gelombang input kotak
pada transmitter untuk fiber optic dengan beda phasa yang didapatkan ketika
gelombang yang ada pada receiver. Untuk gelombang input pada transmitter
dibawah 20 Khz tidak akan terlihat beda phasa pada gelombang, artinya
gelombang pada transmitter dan receiver terlihat sama. Ketika diberi tegangan

input 20 khz akan mulai terlihat beda phasa pada gelombang di receiver.
VIII. KESIMPULAN

PRODI BROADBAND MULTIMEDIA

Page 6

Laboratorium Transmisi

PRODI BROADBAND MULTIMEDIA

Page 7