Anda di halaman 1dari 4

A.

Difusi pasif
Perpindahan obat/senyawa dari kompartemen yang berkonsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah (merupakan mekanisme transport sebagian besar obat).
Difusi didefinisikan sebagai suatu proses perpindahan massa molekul suatu zat yang
dibawa oleh gerakan molekular secara acak dan berhubungan dengan adanya perbedaan
konsentrasi aliran molekul melalui suatu batas, misalnya suatu membran polimer, merupakan
suatu cara yang mudah untuk menyelidiki proses difusi.
Difusi pasif adalah proses perpindahan obat atau senyawa dari kompartemen yang
berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, yang merupakan mekanisme transpor sebagian
besar obat.

Difusi pasif tergantung pada:

Ukuran dan bentuk molekul obat


Kelarutan obat dalam lemak
Derajat ionisasi obat
Difusi dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Difusi pasif melalui pori
Semua senyawa yang berukuran cukup kecil dan larut dalam air dapat melewati kanal
membran. Sebagian besar membran (membran seluler epitel usus halus dan lain-lain)
berukuran kecil yaitu 4-7 dan hanya dapat dilalui oleh senyawa dengan bobot molekul
yang kecil yaitu lebih kecil dari 150 untuk senyawa yang bulat, atau lebih kecil dari 400 jika
senyawanya terdiri atas rantai panjang.
2. Difusi pasif dengan cara melarut pada lemak penyusun membran

Difusi pasif menyangkut senyawa yang larut dalam komponen penyusun membran.
Penembusan terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi atau elektrokimia tanpa
memerlukan energi, sehingga mencapai keseimbangan pada kedua sisi membran. Waktu yang
diperlukan untuk mencapai keseimbangan tersebut mengikuti hukum difusi Fick.
Karakteristik fisiko-kimia sebagian besar molekul seperti polaritas dan ukuran molekul
merupakan hambatan penembusan transmembran oleh mekanisme pasif secara filtrasi dan
difusi.
3. Transpor oleh pasangan ion
Transpor oleh pasangan ion adalah suatu cara perlintasan membran dari suatu
senyawa yang sangat mudah terionkan pada pH fisiologik. Perlintasan terjadi dengan
pembentukan kompleks yang netral (pasangan ion) dengan senyawa endogen seperti musin,
dengan demikian memungkinkan terjadinya difusi pasif kompleks tersebut melalui membran.
Contoh difusi pasif (absorbsi obat dalam saluran gastrointestinal).

Mekanisme

kerjanya obat bergerak dengan cara transpor pasif dari daerah berkonsentrasi tinggi (saluran
gastrointestinal) menuju daerah berkonsentrasi rendah (sirkulasi sistemik). Dengan
menganggap bahwa obat yang diabsorpsi segera mengalami pengenceran saat mencapai
aliran darah, maka kondisi sink dapat dipertahankan setiap saat. Absorpsi obat dengan cara
difusi melalui sel usus (enterosit) atau di antara sel-sel (difusi paraseluler) diatur oleh tingkat
ionisasi obat, kelarutan dan konsentrasinya dalam usus, dan permeabilitas membran obat
tersebut. Koefisien partisi antara membran dan cairan gastorintestinal bernilai besar untuk
spesies obat yang tidak terdisosiasi dan memudahkan transpor bentuk molekul dari usus
melalui dinding mukosa dan ke dalam sirkulasi sistemik.
B. Transport aktif
Perpindahan obat/senyawa dari kompartemen yang berkonsentrasi rendah ke
konsentrasi tinggi, membutuhkan energi dan protein pembawa/carrier (mekanisme transport
obat-obat tertentu).
Transpor aktif suatu molekul merupakan cara pelintasan transmembran yang sangat
berbeda dengan difusi pasif. Pada transpor aktif diperlukan adanya pembawa. Pembawa ini
dengan molekul obat dapat membentuk kompleks pada permukaan membran. Kompleks
tersebut melintasi membran dan selanjutnya molekul dibebaskan pada permukaan lainnya,
lalu pembawa kembali menuju ke permukaan asalnya. Sistem transpor aktif bersifat jenuh.
Sistem ini menunjukkan adanya suatu kekhususan untuk setiap molekul atau suatu kelompok

molekul. Oleh sebab itu dapat terjadi persaingan beberapa molekul berafinitas tinggi yang
menghambat kompetisi transpor dari molekul berafinitas lebih rendah. Transpor dari satu sisi
membran ke sisi membran yang lain dapat terjadi dengan mekanisme perbedaan konsentrasi.
Tranpor ini memerlukan energi yang diperoleh dari hidrolisis adenosin trifosfat (ATP)
dibawah pengaruh suatu ATP-ase.

Ada 2 tipe umum dari sistem transport aktif, yang hampir dimiliki oleh seluruh
sel, yaitu:
1. Transport ion Kdan Na+
Konsentrasi ion Kalium di dalam sel (intraselular) lebih tinggi dari pada di luar
sel (ekstraselular), sedangkan konsentrasi ion Natrium intraselular lebih rendah dari
pada ekstraselular Disebabkan oleh adanya sistem transport aktif yang
memompa ion Na keluar sel dan memompa ion K ke dalam sel, melawan gradien
kosentrasi.

2. Tranpost glukosa dan asam amino.


Glukosa dan asam amino adalah makromolekul polar yang dapat melintasi
membran sel Disebabkan membran sel memiliki carrier protein, yang berfungsi
untuk mengikat dan mengangkut nutrien polar tertentu atau produk akhir metabolik
melintasi membran.

C. Difusi terfasilitasi
Difusi ini merupakan cara perlintasan membran yang memerlukan suatu pembawa
dengan karakteristik tertentu (kejenuhan, spesifik dan kompetitif). Pembawa tersebut
bertanggung jawab terhadap transpor aktif, tetapi pada transpor ini perlintasan terjadi akibat
gradien konsentrasi dan tanpa pembebasan energi.