Anda di halaman 1dari 4

ACHMAD NASIKIN,S.Kep // 1401.14901.

004 // STIKES WIDYAGAMA HUSADA MALANG

HYPERTENS

PENYEBAB

TANDA & GEJALA

1. Tidak diketahui penyebabnya / keturunan

c
[Pi

e
dat
he
t
k

APA ITU
HIPERTENSI ?
HYPERTENSI
(TEKANAN DARAH
TINGGI)
Hypertensi adalah :

Tekanan darah sistolik 140 mmHg


dan tekanan darah diastolik 90 mmHg

Suatu peningkatan tekanan darah


sistolik dan / atau diastolik yang tidak normal

Pusing

(hypertensi primer)

Rasa berat ditengkuk

Faktor resiko antar lain :

Sukar tidur

Ras / suku bangsa

Rasa mudah lelah

Umur

Cepat marah

Kegemukan

Telinga berdenging

Asupan garam yang tinggi

Mata berkunang-kunang

Riwayat hypertensi dalam keluarga

Sesak napas

Stres

Gangguan penglihatan

Merokok

Mimisan

Banyak minum alkohol

Tanpa gejala

2. Disebabkan

oleh

(hypertensi sekunder)
Antara lain penyakit :
Ginjal
Saraf
Tumur
Keracunan

penyakit

lain

ACHMAD NASIKIN,S.Kep // 1401.14901.004 // STIKES WIDYAGAMA HUSADA MALANG

PENGELOLAAN &
PENCEGAHAN
Perubahan Gaya hidup antara lain :
Penurunan

berat

badan

c
[Pi

e
dat
he
t
k

(bila

kegemukan)
Pengurangan asupan garam (diet
rendah garam)

KOMPLIKASI
]

HYPERTEN
SI

Gangguan Jantung
Gangguan Otak
Gangguan Penglihatan
Gangguan Ginjal
Stroke

Menghindari faktor resiko : merokok,


minum alkohol, makanan berlemak,
stres
Aktifitas fisik / jalan sehat

OLEH :
Pengobatan :
Berobat / kontrol secara teratur ke fasilitas
kesehatan (puskesmas, Rumah Sakit, Dokter
Praktek)

ACHMAD NASIKIN,S.Kep // 1401.14901.004 // STIKES WIDYAGAMA HUSADA MALANG

Gerakan 4: ditujukan untuk melatih otot bahu supaya


Gerakan 1: ditujukan untuk melatih otot tangan
a)

c
[Pi

e
dat
he
t
k

b)

c)
d)

e)

LATIHAN RELAKSASI OTOT

mengendur.
a)

Genggam tangan kiri sambil membuat suatu


kepalan.
Buat kepalan semakin kuat sambil merasakan
sensasi ketegangan yang terjadi.
Pada saat kepalan dilepaskan, klien dipandu
untuk merasakan relaks selama 10 detik.
Gerakan pada tangan kiri ini dilakukan dua
kali sehingga klien dapat membedakan
perbedaan antara ketegangan otot dan
keadaan relaks yang dialami.
Prosedur serupa juga dilatihkan pada tangan
kanan.

PROGRESIF

b)

Angkat kedua bahu setinggi-tingginya


seakan-akan hingga menyentuh kedua
telinga.
Fokuskan perhatian gerakan pada kontras
ketegangan yang terjadi di bahu, punggung
atas, dan leher.

Gambar.
Gerakan 5 dan 6: ditujukan untuk melemaskan otot-otot

Gerakan 4

wajah (seperti otot dahi, mata, rahang, dan mulut).


a)
Gerakan

2: ditujukan untuk melatih otot tangan bagian

b)

belakang.
Tekuk kedua lengan ke belakang pada pergelangan
tangan sehingga otot di tangan bagian belakang
dan lengan bawah menegang, jari-jari menghadap
ke langit-langit.

ACHMAD NASIKIN

Gerakan 3: ditujukan untuk melatih otot biseps (otot besar


pada bagian atas pangkal lengan).
a)
b)

Genggam kedua tangan sehingga menjadi


kepalan.
Kemudian membawa kedua kepalan ke
pundak sehingga otot biseps akan menjadi
tegang.

Gerakkan otot dahi dengan cara mengerutkan


dahi dan alis sampai otot terasa dan kulitnya
keriput.
Tutup keras-keras mata sehingga dapat
dirasakan ketegangan di sekitar mata dan otot
otot yang mengendalikan gerakan mata.

Gerakan 7: ditujukan untuk mengendurkan ketegangan yang


dialami oleh otot rahang. Katupkan rahang, diikuti dengan
menggigit gigi sehingga terjadi ketegangan di sekitar otot
rahang.

Gerakan 8: ditujukan untuk mengendurkan otot-otot sekitar


mulut. Bibir dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga akan
dirasakan ketegangan di sekitar mulut.

ACHMAD NASIKIN,S.Kep // 1401.14901.004 // STIKES WIDYAGAMA HUSADA MALANG


a)
Gerakan 9: ditujukan untuk merilekskan otot leher bagian
depan maupun belakang.
a)

b)
c)

Gerakan diawali dengan otot leher bagian


belakang baru kemudian otot leher bagian
]
depan.
at e
d
e
Letakkan kepala sehingga dapat beristirahat.
th
ck
Tekan kepala pada permukaan bantalan
[Pi kursi
sedemikian rupa sehingga dapat merasakan
ketegangan di bagian leher dan punggung
atas.

Gerakan 10: ditujukan untuk melatih otot leher bagian


depan.
a)
b)

Gerakan membawa kepala ke muka.


Benamkan dagu ke dada, sehingga dapat
merasakan ketegangan di daerah leher bagian
muka.

b)

c)
d)

Tarik napas panjang untuk mengisi paru-paru


dengan udara sebanyak-banyaknya.
Ditahan selama beberapa saat, sambil
merasakan ketegangan di bagian dada sampai
sampai turun ke perut, kemudian dilepas.
Saat ketegangan dilepas, lakukan napas
normal dengan lega.
Ulangi sekali lagi sehingga dapat dirasakan
perbedaan antara kondisi tegang dan rileks.

Gerakan 13: ditujukan untuk melatih otot perut


a)
b)
c)

Tarik dengan kuat perut ke dalam.


Tahan sampai menjadi kencang dan keras
selama 10 detik, lalu dilepaskan bebas.
Ulangi kembali seperti gerakan awal untuk
perut ini.

Gerakan 11: ditujukan untuk melatih otot punggung.


a)
b)
c)
d)

Angkat tubuh dari sandaran kursi.


Punggung dilengkungkan.
Busungkan dada, tahan kondisi tegang
selama 10 detik, kemudian relaks.
Saat relaks, letakkan tubuh kembali ke kursi
sambil membiarkan otot menjadi lemas.

Gerakan 14-15: ditujukan untuk melatih otot-otot kaki


(seperti paha dan betis)

a) Luruskan kedua telapak kaki sehingga otot


paha terasa tegang.
b) Lanjutkan dengan mengunci lutut
sedemikian rupa sehingga
ketegangan pindah ke otot betis.
Gerakan 12: ditujukan untuk melemaskan otot dada.

c) Tahan posisi tegang selama 10 detik,


lalu dilepas.
d) Ulangi setiap gerakan masingmasing dua kali.