Anda di halaman 1dari 30

Kanguru adalah hewan mamalia yang memiliki kantung

(marsupialia). Hewan ini termasuk hewan khas Australia. Kata kanguru


diambil dari bahasa Aborigin gangguru. Kanguru adalah mamalia
marsupial terbesar, yang digolongkan pada famili Makropodidae. sesuai
dengan namanya yaitu makropodidae atau berkaki besar, hewan kangguru
memiliki kaki belakang dengan bantalan yang sangat kuat sehingga
memungkikannya dapat melompat cukup tinggi dan jauh. Gigi dari hewan
kangguru melambangkan keberadaan sub ordonya yaitu sub-ordo
diprotodontia yang berarti dua gigi depan.
Sebenarnya di masa lampau pernah hidup spesies kanguru
dengan ukuran lebih besar lagi. Dari penemuan fosil, tinggi spesies
kanguru raksasa ini menjulang hingga 10 kaki (304 cm, setinggi ring
basket), dengan kepala sebesar kuda poni Shetland.
Kanguru

(hewan

berkantung),

mamalia

kandungan ganda. Ka-ngguru, baik yang seka-rang masih

yang

memilki
hidup

mau-pun yang sudah menjadi fosil,


tergolong
dalam

Subke-las
infra

Theria,

kelas

Metatheria.

PENDAHULUA
N
Gambar 01. Kangguru

melomat dengan cepat

Sumber: www.google.co.id/kangguru20%melompat

BAB 1
1

Karakteristik

A. Fisiologi Tubuh
Kanguru adalah satwa pemakan tumbuhan. Untuk mencerna
makanan berserat tinggi seperti daun & rumput tersebut, ia memiliki
bakteri fermentatif di perutnya yang membantu memecah unsurunsur dalam makanannya
yang sulit dicerna oleh
sistem

eosophag
us

pencernaannya

hampir sama seperti cara


pencernaan

hewan-hewan

memamahbiak seperti sapi


dan kambing yang memanfaatkan bakteri di pe-

sacciform
forestoma
ch

rutnya atau dapat kita sebut

hewan

ruminansia.

Karena rendahnya kandungan gizi dalam makanan-

pylorus

tubiform
forestoma
ch

Gambar 02. Skema Lambung Macropus giganteus


(kangguru abu)

nya utamanya dedaunan ia harus makan banyak setiap harinya untuk


tetap hidup. Ruminansia adalah kelompok mamalia yang memamah
kembali makanan dari hasil kunyahannya. Ruminansia memiliki
beberapa lambung dan berbeda dari kelompok mamalia lain.
Kelompok hewan ruminansia bergantung pada bakteri pengurai
2

selulosa didalam organ lambungnya. Lambung dari ruminansia terdiri


dari empat bagian, yaitu rumen atau perut besar, retikulum atau perut
jala, omasum atau perut kitab, dan abomasum atau perut asam.
Namun, lambungnya tidak benar-benar berjumlah sama dengan
ruminansia. Kangguru umumnya memiliki lambung yang termodifikasi idealnya menyesuaikan dengan menjaga asupan pakan
rumput matang (tua) selama musim kering dan menambah asupan
serat. Kanguru pemakan rumput tua demikian luar biasa disesuaikan
dengan kelangsungan hidup di rumput berkualitas buruk. lambung
tidak menunjukkan adaptasi ini pada tingkat yang sama karena
wilayah tubiform dari forestomach tidak berkembang juga.
Hewan ini hidup sesuai dengan namanya. Kanguru pohon
hidup di atas pohon walaupun ia juga berada di tanah untuk mencari
minum. Kelompok ini juga biasa hidup di antara lebatnya hutan dan
semak belukar. Bentuk ekor dari kanguru pohon agak panjang dan
bulat serta berbulu lebat dari pangkal hingga ujung ekornya,
sedangkan bentuk moncongnya lebih runcing dari bentuk moncong
kanguru darat. Ia pun bisa bertahan tanpa minum air selama
berbulan-bulan karena memiliki kantong minuman.
Sistem organ yang berkembang pada kangguru adalah sistem
organ pencernaan yang terdiri atas oris eosophagus beberapa
macam gastricum intestinum tenue caecum intertinum crasum
rectum anus. Gigi pada heawan ini mengelompokkan hewan ini
kedalam sub ordo diprotodonta yang atrinya bergigi dua. Kebanyakan
macropodidae memiliki baik 32 atau 34 gigi dengan rumus gigi
berikut: Incisivus 3/1 Caninus (1)/0 Pre-Molar 2/2 Molar 4/4.
3

Selanjutnya sistem muskuloskeletal (otot dan rangka) yang


menyusun struktur gerak (lokomosi). Pada kanguru, sesuai dengan
mnama family ia di kelompokkan yaitu macropodidae, kedua kaki
depannya jauh lebih kecil dari kaki belakangnya, ekornya meruncing
pada bagian ujung dan tidak berambut. Moncongnya tidak terlalu
runcing dan tidak berbulu seperti kanguru pohon. Cakarnya pun lebih
kecil. Ia dapat meloncat dengan kaki belakang secara stabil dengan
kecepatan 20-25 km per jam. Jika berjalan kangguru berjalan dengan
lamban, ekornya berfungsi sebagai kaki ketiga. Kebanyakan kanguru
berjalan dengan kedua kaki bergerak bersamaan, bukan kiri-kanan,
kiri-kanan.

Fleksibilitas

ini

memungkinkan

kangguru

untuk

memakan tanaman dari permukaan tanah tanpa perlu menjadi hewan


berkuku ataupun hewan berleher panjang. Panjang leher Macropodid
sama dengan atau kurang dari panjang kepala. Kepala mirip dalam
proporsi dengan yang bovids dan cervids kecil dan menengah.
Lihat gambar 03. Pada baris A. kangguru gerak lambat
pentapedal; B. lompat kecepatan rendah bipedal; C. lompat kecepatan
tinggi; D. mobilitas bagian anterior tubuh relatif terhadap pelvis.

A
B
C
D
Gambar 03. siluet karakteristik kangguru
Dalam

semua

hewan

ma-

cropodidae masih ada digiti (jari)


keempat dari kaki belakang yang besar
dan dengan digiti kelima lebih kecil,
membentuk struktur bantalan beratutama kaki. Digiti pertama tidak ada
dan digiti kedua serta ketiga sangat
kecil dan syndactylous atau menyatu,
seperti dalam semua marsupial diprotodontia lainnya (dapat memperhatikan gambar 04).
Serta sistem integumen yang
dilapisi rambut-rambut di sekujur tubuhnya serta ditemukan kelenjar
keringat dan kelenjar minyak pada anatomi lapisan kulitnya tersebut;
ditemui pula sistem ekskresi dengan Ginjal dimana saluran sudah
terpisah sempurna bukan menggunakan kloaka seperti kelas hewan
5

sebelumnya, tipe ginjal pada saat dewasa ialah metanefros dimana


badan malpighi terdiri atas capsula
bowman

dan

glomerulus,

secara

Gambar 04. Skema Rangka


Loko-mosi Posterior Kangguru

morfologi ginjal tersbut dapat dipisahkan antara medulla, pelvic dan


ureternya; sistem respiratori dengan sepasang paru-paru dimana
keunikannya

setelah melaui fovea nasalis,

alur-alur hidung

mengandung tulang-tulang turbinal yang berkelok-kelok yang


memperluas permukaan olfaktori.
Sitem sirkulasi dengan jantung beruang empat pada kangguru
sama dengan mamalia lainnya yaitu mempunyai dua atrium dan dua
ventrikel yang terpisah secara sempurna kemudian aliran darahnya
berupa sirkulasi ganda (sirkuit sistemik dan pulmoner) serta tertutup
atau darah hanya mengalir melalui pembuluh darah dan darah tidak
keluar jalur tersebut; sistem koordinasi yang sudah kompleks yaitu
terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. sistem saraf
pusatnya tersusun atas enchepalon dan medulla spinalis dan sistem
saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatik yaitu 12 pasang nervosum
cranialis dan 31 pasang nervosum spinalis serta sistem saraf otonom
yang terdiri atas saraf simpatik dan parasimpatik. sistem endokrin
pada hewan kangguru juga sangat luar biasa dimana kelenjar
pituitary mampu mengatur kegiatan ovulasi, segmentasi embryo,
masa dormans embryo serta perkembangan anak dalam kantung
sehingga anak-anak kangguru tidak berebut sari makanan dan induk
kangguru dapat membagi nutrisi untuk dirinya juga sehingga
bertahan hidup. Sistem selanjutnya yaitu sistem reproduksi yang
selanjutnya dibahas pada buku ini.
6

B. Klasifikasi
Spesies terbesar binatang kanguru, yaitu kanguru merah
(Macropus rufus), dapat memiliki kepala hingga sebesar seekor biribiri, dengan tinggi badan mencapai 7 kaki (210 cm). Kangguru
berkelana dalam kelompok besar yang disebut dengan mobs.
Kelompok kangguru ini akan dipimpin oleh seorang pejantan yang
paling besar. Semasa kepemimpinannya tersebut, kangguru jantan
yang berperana sebagai pemimpin akan dapat mengawini hampir
seluruh betina dalam kelompoknya tersebut. Pada buku ini kami
menggunakan kangguru umum yang tersebar di australia dan asia
adalah kangguru abu dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Chordata

Subphylum

: Vertebrata

Class

: Mamalia

Subclass

: Theria

Infraclass

: Metatheria

Ordo

: Marsupialia

Famili

: Macropodidae

Genus

: Macropus

Spesies

: Macropus giganteus

C. Etologi Kangguru Abu (Macropus giganteus)


Seperti yang sempat dijelaskan dalam bab pendahuluan
bahwa hewan kangguru hidup dalam kelompok yang disebut denagn
mobs. kelompok kangguru ini dipimpin oleh seorang pejantan paling
kuat. Kangguru mampu berada pada posisi hirarki tertinggi ini jika
7

kangguru tersebut memenangkan pertandingan. Sebagai hadiahnya,


pimpinan kangguru ini bisa menikahi semua betina di kelompoknya
tersebut. biasanya kangguru jantan dalam kelompok akan melakukan
adu kekuatan atau adu kejantanan dengan tetap berdiri tegak. Mereka
akan bergulat dengan masing-masing cakar ekstremitas atas mereka
sambil menyerang leher, kepala, bahu dan lengan masing-masing.
Jika salah satu melawan aturan yaitu menginjak ekor lawan, maka
lawan akan dengan refleks
menendang

perut

yang

menginjak ekor dengan


kakinya

yang

Kangguru

kuat.

muda

menghabiskan

akan
banyak

waktu latihan ber-tarung


dengan

kangguru

seumuran

sebelum

melakukan

pertempuran

yang sesungguhnya.
Sedangkan untuk betina sendiri
memiliki tingkah laku khas

Gambar 05. Perkelahian Kangguru Jantan

selama

mengandung

anak.

Betina

akan

rajin

membersihkan

kantungnya,

kegiatan membersihkan kantung ini akan terus berlanjut hingga anaknya


bisa hidup mandiri. Induk kangguru juka senang mambantu anaknya

masuk kedalam kantung pahal kadang sebenarnya sudah tidak bisa masuk
kedalam kantung karena sudah relaif besar.

Gambar 06. Kangguru Betina Membersihkan Kantungnya

Gambar 07. Induk Membantu Anaknya Masuk Kantung

BAB 2

Perkembangbiakan
9

Gambar ini memperlihatkan kangguru dengan anaknya yang


diletakkan dalam marsupial atau kantung pada perutnya.

Gambar 08. Kangguru muda dalam kantung


Sumber: www.google.co.id/

A. Perkawinan
Perkembangbiakan oleh hewan ini dilakukan oleh
organisme yang berjenis kelamin jantan dan betina. Adapun
perbedaan organ reproduksi kanguru dijelaskan sebagai berikut:

10

Gambar 09. Individu betina (kiri) dan jantan (kanan)


Sumber : http://upload.wikimedia.org/

1. Jantan
Jantan terdiri atas testis, epididimis, vas deferens,
dan penis. Vas deferens melewati bagian lateral dan
posterior untuk kemudian bergabung dengan uretra.
Kanguru jantan tidak memiliki vesikula seminalis,
sehingga dalam siklus spermatogenesisnya, sperma yang
dihasilkan tidak disimpan terlebih dahulu di kantung
sperma melainkan langsung disalurkan. Kanguru memiliki
saluran epididimis berukuran lebar dan memiliki testis yang
juga lebar. Pada ujung penis kanguru, ditemukan sebuah

11

percabangan dimana kedua cabang tersebut keduanya


berfungsi untuk berkopulasi.

Gambar 10. alat reproduksi mamalia marsupilia (kiri) dan alat reproduksi
jantan mamalia eutheria (kanan)

Perbedaan organ reproduksi jantan marsupilia


dengan mamalia lainnya tentunya akan mempengaruhi
sperma yang dihasilkan oleh karena itulah mamalia
marsupilia memiliki modifikasi fungsi pada kelenjar
prostatnya. Dimana kelenjar prostat pada marsupilia sangat
kompleks dan terdiri dari bagian-bagian diskrit yang
homolog dengan kelenjar aksesori terpisah dari mamalia
lainnya. Fungsi ini yang menggantikan daripada fungsi
vesikula seminalis dalam memproduksi secret yang alkalis
bagi spermatozoa. Kelenjar Prostat pada hewan marsupilia
menyatu dengan ureter berbentuk buah pir sehingga disebut
dengan prostatic ureter. Perbedaan lainnya antara mamalia
lain dengan mamalia jenis marsupilia adalah duktus vas
deferen wolfii dengan duktus mullerian (ureter) yang
dimana pada marsupilia lebih sederhana.
2. Betina
12

Gambar 11. Tipe uterus pada kanguru yaitu tipe duplex.

Kanguru betina memiliki ovarium, tuba falopii,


cervix, dan uterus. Ovarium merupakan organ utama pada
betina. Berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga
perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Tuba
falopii merupakan saluran memanjang yang bertugas
sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju
uterus dengan bantuan silia pada dindingnya. Cervix
merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya
menyempit sehingga disebut juga sebagai leher rahim.
Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai
jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina.
Uterus berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio.
Tipe rahim dari kangguru ini disebut dengan tipe
duplex, diamana tipe duplex ini pada area cervix terdapat
dua saluran yaitu saluran masuknya sperma dari luar tubuh
yang di bantu oleh individu jantan, saluran ini disebut
vaginal canal; serta saluran di lahirkannya sang neonatus ke
dalam kantung, saluran ini disebut dengan vaginal sinus.
13

selain tipe duplex, terdapat pula tipe lain dari rahim yaitu
simpleks yang dimiliki oleh mammalia primata, bipartite
yang dimiliki oleh ordo cetacea dan sapi serta tipe
bicornuate yang dimiliki oleh ordo arictodactyl (babi).
keempat tipe rahim ini dipisahkan berdasarkan morfologi
rahim dari jumlah uterus dan cervix, serta ada tidaknya
tanduk rahim.

Gambar 12. perbandingan tipe uterus dupleks (kiri) pada


marsupilia dengan uterus tipe simpleks pada
primate (kanan)

Betina menghasilkan telur dengan tipe Isolesithal.


Tipe telur ini disebut juga Homolesital. Tipe telur ini,
penyebaran yolk atau cadangan makanannya tersebar
merata diseluruh ovum dan jumlahnya sedikit dengan
nukleus atau intiselnya berada ditengah. Jadi inti selnya
dikelilingi oleh cadangan makanannya. Tipe telur ini juga
terdapat pada Amphioxus, Echinodermata, Mollusca, dan
Annelida. ovulasi pada kangguru berkisar pada hari ke 22

14

42 dalam siklusnya pada hari kesekian pula kangguru


dalam masa estrus atau masa birahi. pada hari ke 1 atau ke
2 setelah ovulasi telur akan bergerak pada tuba falopii.

Gambar 12. Kangguru berkopulasi


Sumber: www.twry.org.au/kangaroos/
Ketika kanguru betina mendekati siklus berahi, maka
jantan akan mengikuti betina untuk memastikan waktu yang
tepat ia akan kawin. Seekor kanguru jantan cenderung akan
menjaga jarak sekitar 2 meter dari betina dan jantan mampu
mendeteksi masa estrus atau masa berahi dari si betina. Namun,
betina sering menolak jantan berdasarkan ukurannya. Kanguru
betina cenderung menolak kanguru jantan yang berukuran kecil.
Durasi kopulasi biasanya berlangsung antara 15 sampai 30
menit. Kangguru pertama kali melakukan kopulasi dalam
hidupnya biasanya berumur 2-3 tahun dan akan terus
15

berkopulasi selama kondisi dan situasi memungkinkan. Umur


kangguru di alam liar berkisar 8-15 tahun, namun kangguru
yang berada pada penangkaran bisa lebih lama hingga 25 tahun,
bergantung pula pada spesiesnya.
B. Pembuahan / Fertilisasi
Fertilisasi (pembuahan) merupakan proses peleburan
(penggabungan) inti sel telur dan inti sperma. Fertilisasi yang
terjadi pada mamalia khususnya kangguru adalah fertilisasi
internal. Fertilisasi internal adalah pembuahan yang terjadi di
dalam oviduct (dalam tubuh induk). Selama dalam perjalanannya di dalam saluran reproduksi maka sel kelamin akan
mengalami pemasakan. Fertilisasi merupakan proses yang
bertahap yaitu:
1) Tahap persiapan: Proses pemasakan sel kelamin
2) Tahap penempelan: Saat menyentuh selaput telur
3) Tahap penetrasi: Proses penyusupan sperma ke dalam sel
telur. Penetrasi terjadi setelah membran telur larut karena
pengaruh enzim hialuronidase yang dikeluarkan oleh
akrosom.
4) Tahap peleburan/penggabungan inti sperma dan inti telur:
Hal ini akhirnya membentuk zygot yang diploid (sesuai
dengan individu yang mewariskan)
5) Tahap awal perkembangan yang merupakan rangsangan
(triger) agar terjadi perkembangan

16

Gambar 13. proses fertilisasi


Sumber: http://www.google.co.id/fertilisasi20%mamalia

Fertilisasi umumnya bersifat monospermi (satu inti


sperma yang membuahi) agar individu yang terbentuk
diploid dan selalu dihindari agar tidak bersifat polispermi
(lebih dari satu inti sperma yang membuahi). Hal tersebut
disebabkan oleh karena pada saat fertilisasi terjadi aktivasi
granula cortex di dalam sel telur sehingga permeabilitas
membran telur berubah. Perbedaan permeabilitas membran
tersebut menyebabkan sperma lain tidak dapat menembus sel
telur.
Pada Vertebrata setelah terjadi fertilisasi, ada yang
kemudian meletakkan telur di luar tubuh sehingga telur-telur
tersebut akan diinkubasikan. Hewan demikian dikatakan
bersifat ovipar. Sedangkan pada Vertebrata lain telur yang
difertilisasi akan berkembang di dalam tubuh induk (selama
masa kehamilan) dan kemudian akan melahirkannya.
17

Kelompok hewan demikian dikatakan bersifat vivipar.


Hewan kangguru sendiri merupakan kelompok hewan vivipar
dimana setelah terjadi fertilisasi telur kangguru akan
disimpan dan berkembang di dalam tubuh induknya.
Perkembangan di dalam uterus diawali dengan adanya
implantasi (penempelan pada dinding uterus) sehingga terjadi
kehamilan. Setelah terjadi implantasi, jaringan embrio dan
jaringan induk akan membentuk plasenta.
Terdapat beberapa jenis pembelahan daripada zigot
secara teori. Kangguru sendiri selaku mamalia dengan tipe
telur isolesithal, telurnya mengalami pembelahan atau
segmentasi secara holoblastik unequal. Holoblastik unequel
adalah pembelahan secara keseluruhan/merata (holo =
keseluruhan), dengan kata lain zigot membelah secara
keseluruhan dimana bidang pembelahan lebih banyak terjadi
di salah satu kutub sel telur. Bila yolk banyak terdapat pada
kutub vagetal, maka pembelahan lebih cepat terjadi di kutub
animal dan terbentuk dua tipe blastomer, yaitu yang besar
disebut Makromer dan yang kecil disebut Mikromer.
C. Perkembangan Embryo
Sistem reproduksi kanguru sangat berbeda dengan
hewan lainnya. Embrio kanguru melewati beberapa tahap
perkembangan di luar rahim, yang biasanya terjadi di dalam
rahim.

18

Utero-tubal
junction

myometrim
jaringan
endometrial

bilaminar
kantung yolk

amnion

alantois
umbiculus
chorion

vagina
lateral
cervix canal
vagina

Gambar 14. skema gambar embryo kangguru selama didalam rahim

Masa kehamilan kangguru setelah pembuahan


adalah 30 sampai 36 hari. Perkembangan sel telurnya sama
seperti pada mamalia pada umumnya yaitu mengalami
pembelahan tahap morula, blastula, dan gastrula lalu masuk
ke tahap organogenesis. Namun, bayi dilahirkan dalam
keadaan buta dengan panjang kurang lebih 1 cm dan
ukurannya hanya sebesar kacang merahatau sebesar embrio
manusia. Pada tahap ini bayi kangguru disebut neonatus.
Biasanya kangguru dalam sekali berkopulasi melahirkan
seekoranak. Neonatus tersebut belum berkembang sempurna,
19

kaki depan sudah terbentuk dan berfungsi cukup baik dan


kaki belakang baru berupa tonjolan kecil.
Rahim pada kangguru abu tidak sekompleks
mamalia yang lebih maju mengenai kerja alantois dan
chorion serta plasenta yang sudah tervaskularisasi dengan
baik sehingga mampu menghantarkan nutrisi kepada embryo
hingga dapat lahir pada waktunya. Kangguru abu memiliki
rahim yang bersifat sekretori dan allantois relatif kecil dan
tidak pernah mencapai korion (Owen 1834). Vaskularisasi
antara hubungan dekat antara kantung yolk dengan dinding
endometrium cukup membantu perkembangan embryo
karena dinding rahim yang akan menyekresi nutrisi kepada
embryo.
Setelah keluar dari rahim induknya, neonatus
bergerak memanjat menyusuri bulu-bulu tubuh induk.
Sesampainya noenatus di kantong induknya, ia menempel di
salah satu puting susu induknya dimana jumlah puting ada 3.
Kantong induk bagi neonatus sama dengan rahim bagi
mamalia. Neonatus biasanya tinggal di kantong induknya
selama 6-7 bulan.
Pada tahap ini, induknya kembali mengalami
ovulasi dan sel telur terbentuk di dalam rahim. Kangguru
betina berkopulasi kembali dengan kangguru jantan sehingga
sel telur dibuahi. Namun, sel telur yang dibuahi tersebut tidak
segera berkembang.

20

Gambar 15. Neonatus saat sedang keluar dari rahim induk menuju kantung.

Apabila

wilayah

yang

ditempati

kangguru

mengalami musim kemarau maka sel telur yang dibuahi


tersebut tidak akan mengalami perkembangan sepanjang
musim kemarau. Sel telur tersebut hanya membentuk
blastokista kemudian akan mengalami masa dormansi pada
uterus sampai musim penghujan kembali datang atau jika
masih dalam keadaan musim kemarau maka blastokista ini
akan kembali tumbuh jika anak pertama sudah mampu keluar
dari kantung sehingga sang induk tidak kekurangan nutrisi
karena harus memberi makan dua anaknya. Setelah 33 hari
masa perkembangan dirahim, apabila cuaca mendukung
neonatus yang ukurannya baru sebesar biji kacang merah
akan keluar dari rahim induknya dan merayap dari mulut

21

rahim hingga neonates mencapai kantong induknya sama


halnya seperti yang dilakukan oleh kakaknya.
Masa dormansi embryo blastokista ini disebut
dengan evolusi diapause. Dua teori telah diajukan untuk
akun untuk diapause pada marsupialia. Sharman & Berger
(1969) menganggap bahwa hal itu berevolusi sebagai
adaptasi untuk mencegah kelahiran suksesi muda selama
periode panjang laktasi. Tyndale-Biscoe (1968, 1973)
ditujukan

aspek

yang

berbeda

dari

fenomena

dan

mengusulkan bahwa itu adalah ekspresi dari kebutuhan


mendasar untuk sinkron antara periode ekspansi blastokista
yang cepat dan endometrium mampu memberikan sarana
untuk pencapaiannya.
Korpus luteum, dengan sekresinya, adalah kelenjar
penting. Karena embrio dari semua marsupial misalnya
kangguru abu harus tergantung pada sekresi rahim untuk
pertumbuhan awal mereka adalah mungkin bahwa diapause
pada tahap unilaminar lebih luas atau bahkan universal di
antara marsupial

22

Gambar 16. Neonatus yang menyusui selama proses perkembangan lanjutan di


dalam kantung

Sementara, neonatus pertama yang berada di dalam


kantong induknya telah mengalami pertumbuhan yang nyata.
Neonatus pertama tumbuh tanpa menggangu adiknya yang
panjangnya hanya 1 cm. setelah berumur 190 hari, anak
kangguru sudah cukup dewasa untuk keluar dari kantong
induknya

namun

kadang-kadang

kembali

kekantong

induknya untuk menyusu. Pada umur 235 hari anak kangguru


mulai menghabiskan sebagaian besar waktunya di luar
kantong dan sepenuhnya meninggalkan kantong.
Tidak

lama

sesudah

kelahiran

anak

kedua,

kangguru betina kembali berkopulasi sehingga jumlah anak


yang menggantungkan hidup pada induknya adalah tiga ekor.
Anak pertama sudah dapat makan rumput, anak kedua masih
berkembang dengan menyusu, dan anak ketiga yang terkecil
masih dalam bentuk neonatus.
23

Ketiga anak tersebut yang berada dalam tahap


perkembangan yang berbeda-beda dan bergantung pada
induknya. Masing-masing anak mendapatkan jenis air susu
yang berbeda sesuai dengan tahap perkembangannya. Pada
awal perkembangannya, anak mendapatkan susu yang bening
dan tidak berwarna kemudian susu berubah menjadi air susu
pada umumnya. Anak pertama mendapatkan susu sesuai
dengan kebutuhannya dan anak kedua mendapatkan susu
yang lebih mudah dicerna pada puting yang lain. Ketika anak
ketiga lahir, susu yang dihasilkan oleh induknya juga
berbeda. Susu yang bergizi tinggi untuk anak yang lebih tua
dan susu yang bergizi lebih rendah untuk anak yang lebih
muda. Setiap anak mendapatkan puting susu yang khusus
bagi dirinya masing-masing.

Merupakan gambar embryo kangguru pada hari ke-19 dalam


kandungan. Lengan atas berkembang membentuk tonjolan, notokord berkembang sangat sempurna dan kepala masih sangat sederhana.

24

Merupakan gambar embryo ka-ngguru


pada hari ke-20 dalam kandungan.
Lengan atas ber-kembang membentuk
jari-jari namun belum terpisah, tungkai
bawah mulai nampak tonjolan. serta
masih terdapat celah insang antara
kepala dan badan

Merupakan gambar embryo kangguru


pada hari ke-22 dalam kandungan. Jarijari pada lengan sudah terbentuk
namun masih berselaput. tungkai mulai
terpisah antara telapak dan tungkai
bagian atas. sudah mulai muncul rongga mata dengan ekor yang sudah jadi.

Embryo kangguru pada hari ke-24


dalam kandungan. Jari-jari pada lengan
sudah terbentuk sempurna. tungkai
mulai jari namun sangat sederhana.
kepala lebih terdi-ferensiasi dengan
terbentuknya mata moncong dengan
rongga hidung dan mulut.

25

Embryo kangguru pada hari ke-25


dalam kandungan. Jari-jari pada lengan
sudah terbentuk dan sudah mulai dapat
digerakkan. kepala menyerupai bentuk
asli, pembuluh darah sudah tumbuh
dengan baik. neonatus ini masih buta
namun indra penciuman sudah baik.
Gambar 17. Perkembangan embryo kangguru dalam uterus dari hari ke hari

BAB 3

Peran dalam Kehidupan

Adapun peranan hewan kangguru ini adalah sebagai berikut


1. Di lingkungan, kangguru merupakan penyeimbang ekosistem
Keberadaan daripada hewan ini merupakan salah satu
penyeimbang rantai makanan dan jaring-jaring makanan,
yang bilamana keberadaannya tidak stabil, entah dalam
jumlah yang berlebihan atau jumlah yang mendekati punah
akan mempengaruhi keadaan alam.
2. Sebagai bahan makanan dan industri tekstil.

26

Beberapa kelompok masyarakat di Australia mengkonsumsi


daging kangguru dan menggunakan kulitnya sebgai bahan
tekstil karena kelenturan kulitnya. Namun hal ini masih
menjadi pro-kontra mengingat jumlah kangguru yang cukup
banyak sehingga dengan penangkapan di alam liar secara
terbatas juga akan membantu mengurangi emisi gas rumah
kaca. Namun beberapa pihak masih tetap kurang setuju
karena meyakini bahwa akan ada kerusakan yang akan terjadi
bila hal tersebut dilanjutkan.
3. Manusia mengambil konsep kantung kangguru untuk terapi
bayi premature.
Sesuai dengan perkembanagn kangguru yang melahirkan bayi
secara prematur lalu merawat bayinya dalam kantung hingga
tumbuh dewasa menginspirasi pakar-pakar ahli kesehatan
untuk mengadopsi konsep ini untuk merawat bayi yang
terlahir prematur. Dengan konsep ini sang bayi prematur
diadakan perawatan dengan cara di peluk di dada ibunya agak
lebih hangat sebagai pengganti inkubator.

27

Gambar 18. Bayi prematur yang dirawat di dada ibunya


Sumber: http://img.tumbuh-kembang.co.id/uploads/

Keanekaragaman makhluk hidup didunia ini sangat


banyak untuk dihitung. Selayaknya sebagai calon tenaga pendidik
di bidang biologi dan seluruh umat manusia sebaiknya
mengetahui kebenaran kekuasaan Tuhan salah satunya adalah
dalam bacaan ini mengenai perkembangan hewan kangguru.
Dimana kangguru ini merupakan hewan mamalia yang
bergerak dengan melompat melahirkan bayinya secara premature
lalu merawat dalam kantung sambil menyusui hingga anaknya
mampu hidup di alam bebas. Banyak manfaat yang akan
menginspirasi

kehidupan

manusia

yang

senantiasa

mengembangan pemikirannya kearah yang lebih baik.


RANGKUMAN
1. Kangguru merupakan hewan mamalia dari ordo Marsupialia atau
mamalia berkantung.

PENUTUP

28

2. Kangguru

melahirkan

bayi

dengan

tipe

metatheria

atau

melahirkan semisejati.
3. Klasifikasi kangguru abu adalah sebagai berikut : animalia
chordata mamalia marsupialia Macropodidae Macropus
Macropus gigantean.
4. Reproduksi dilakukan oleh individu jantan dan betina dengan
berkopulasi selama 15 30 menit untuk menyalurkan sel-sel
sperma ke dalam uterus betina.
5. Organ reproduksi jantan terdiri atas testes vas diferen
epididimis ereuter, tanpa melalui vesikula seminalis.
6. Organ reproduksi betina terdiri atas ovarium tuba falopii
uterus cervis vagina. Kangguru memiliki vagina ganda pada
posterior dan bagian ventral yang menebus kekantungnya.
7. Fertilisasi kangguru terjadi secara internal.
8. Embryologi kangguru adalah sebagai berikut: pembelahan
morula, blastula, gastrula perkembangan embryo dalam rahim
tanpa plasenta selama kurang lebih 30 sampai 36 hari individu
dalam fase ini disebut neonatus neonatus merangkak keluar,
hingga masuk kantung mencari putting susu miliknya selama
lebih kurang 3 menit fetus berkembang dalam kantung hingga
menjadi kangguru muda yang siap hidup di alam lebih kurang
selama 6-7 bulan.
9. Peran kangguru bagi kehidupan
a. Sebagai komponen penyeimbang ekosistem.
b. Dagingnya digunakan sebagai panganan dan kulitnya untuk
bahan tekstil.
29

c. Konsep kantung kangguru digunakan manusia untuk terapi


bayi prematur.

30