Anda di halaman 1dari 12

KonsepPembelajaranBahasaIndonesiadengan

PendekatanLingkungan
1.Pendahuluan
Dalamrangkamewujudkantatananpendidikanyangmandiridanberkualitassebagaimanadiaturdalam
UUNo.20Tahun2003tentangSistemPendidikanNasional,perludilakukanberbagaiupayastrategis
danintegralyangmenunjangpenyelenggaraanpendidikan.Kesempatanmemperolehpendidikanyang
berkualitasberlakuuntuksemua,mulaidariusiadinisampaijenjangpendidikantinggi,tanpaada
diskriminasi.HalinisejalandenganpernyataanSalamanca(dalamYusuf,2005:1)tentangpendidikan
inclusive,yaitutanpapartisipasiaktifdarisemuapihak,tentunyaakansulitmewujudkanhasil
pendidikanyangberkualitas.Olehkarenaituupayapeningkatankualitaspendidikanharusdilakukan.
Salahsatuupayapeningkatankualitaspendidikanadalahdenganadanyakurikulumyangselalu
bergantidalamkurunwaktutertentu.Kurikulumadalahseperangkatrencanadanpengaturan
mengenaiisidanbahanpelajaransertacarayangdigunakansebagaipedomanpenyelenggaraan
kegiatanbelajarmengajar(Munandar,1999:137).Kitasemuatahubahwamulaitahunajaran2006
2007diIndonesiatelahdiberlakukankurikulumbaruyaitukurikulum2006atauKurikulumTingkat
SatuanPendidikan(KTSP).DengandiberlakukannyaKTSPinisecarabertahap,membuktikanbahwa
duniapendidikandiIndonesiatelahmengalamipergantiankurikulum.
MenurutMuslim(2007:1),KTSPatauKurikulumTingkatSatuanPendidikanadalahkurikulum
operasionalyangdisusun,dikembangkan,dandilaksanakanolehsetiapsatuanpendidikandengan
memperhatikanstandarkompetensidankompetensidasaryangdikembangkanBadanStandarnasional
Pendidikan(BSNP).JadipadadasarnyaKTSPiniadalahpenyempurnaandarikurikulumyangjuga
dikenaldengansebutanKBK(KurikulumBerbasisKompetensi).
Pengembangankurikuluminitentusajaperludiimbangidenganpengembanganperangkatlainnya,
sehinggaterciptasuasanapembelajaranyangkondusif.Halinidisebabkankarenapembelajaran
merupakanaktualisasikurikulumyangmenuntutkeaktifangurudalammenciptakandan
menumbuhkankegiatanpesertadidiksesuaidenganrencanayangtelahdiprogramkan.Untukituguru
harusdapatmengambilkeputusanyangtepatketikapesertadidikbelumdapatmembentukkompetensi
dasarsepertiyangdiinginkan.
Keputusantersebutdapatberupa:apakahkegiatanpembelajarandihentikan,dilanjutkan,atauharus
mengulangdulupembelajaranyanglalu.Itulahsebabnyaguruharusmengusaiprinsipprinsip
pembelajaran.MenurutMulyasa(2005:117)prinsipprinsippembelajaranitumeliputipemilihandan
penggunaanmediapembelajaran,pemilihandanpenggunaanmetodemengajar,keterampilanmenilai
hasilbelajarpesertadidik,sertamemilihdanmenggunakanpendekatanpembelajaran.
Sebagaisalahsatuprinsippembelajaran,pendekatanpembelajaranikutberperandalamkeberhasilan
prosespembelajaran.Itulahsebabnyapendekatanpembelajaranjugaperludikembangkan.
Pengembanganpendekatanitusangatperlu,sehinggadapatmenciptakaniklimpembelajaranyang
kondusifdanmenyenangkan.Untukituguruharusmemilikikemampuanmengembangkanpendekatan
danmemilihmetodepembelajaranyangefektif,sehinggahasilpembelajarandapatditingkatkan.
DemikianjugadalampembelajaranbahasaIndonesia.MatapelajaranbahasaIndonesiameliputiempat
macamstandarkompetensiyaitumembaca,mendengarkan,berbicara,danmenulis.Keempatstandar
kompetensiituharusdiberikankepadasiswadenganalokasiwaktuyangmemadai.Untukbisa
menyampaikanstandarkompetensitersebutkepadasiswa,diperlukankemampuandarigurudalam
memilihpendekatandanmetodesecaratepatdanefektif.Halinidisebabkankarenadalammelakukan
suatukegiatanpembelajaran,gurumemerlukanpendekatandanmetodeyangberbedadengan
pembelajaranlainnya.

Untukitulahmakapadakesempatanini,penulismencobamenawarkansebuahpendekatanyangefektif
dalampembelajaranbahasaIndonesia.Denganharapan,pendekatanpembelajaranitudapatdigunakan
sebagaisalahsatualternatifdariberbagaipendekatanyangada.Adapunpendekatanyangpenuliscoba
tawarkandalampembelajaranbahasaIndonesiaadalahpendekatanlingkungan.Denganpendekatan
lingkungandiharapkanpesertadidikakanmengalamidanmenemukansendirimasalahyangharus
dipecahkansesuaidengantemayangsudahditentukanolehguru.Denganpendekataninijuga
diharapkanpesertadidiktidakcepatbosan,karenapembelajarantidakselaludidalamkelasmelainkan
bisajugadilaksanakandiluarkelas.Sehinggadenganpendekatanlingkunganini,diharapkanpeserta
didiklebihtertarikuntukmengikutiprosespembelajaranyangsedangberlangsung.
2.PengertianPembelajaran
Istilahpembelajaranmerupakanistilahbaruyangdigunakanuntukmenunjukkankegiatangurudan
siswa.Sebelumnya,kitamenggunakanistilahprosesbelajarmengajardanpengajaran.Menurut
Panen,dkk.(2001:15)istilahpembelajaranmerupakanterjemahandariinstruction.Sedangkan
menurutGagne(1988:17)pembelajaranadalahserangkaiankegiatanyangdirancanguntuk
memungkinkanterjadinyaprosesbelajarpadasiswa.
Disinipenulislebihmemilihistilahpembelajaran,karenaistilahpembelajaranmengacupadasegala
kegiatanyangberpengaruhlangsungterhadapprosesbelajarsiswa.Sedangkanistilahpengajaran,itu
artinyakitamembatasidirihanyapadakontekstatapmukagurusiswadidalamkelas.Padahaldalam
pembelajaran,interaksisiswatidakdibatasiolehkehadirangurusecarafisik.Siswadapatbelajar
melaluibahanajarcetak,programradio,programtelevisi,ataumedialainnya.Tentusajagurutetap
memainkanperananpentingdalammerancangsetiapkegiatanpembelajaran.Dengandemikian,
pengajaranmerupakansalahsatubentukkegiatanpembelajaran.
Daripengertiandiatas,dapatdiketahuibahwaciriutamapembelajaranadalahmeningkatkandan
mendukungprosesbelajarsiswa.Inimenunjukkanbahwaunsurkesengajaandaripihakdiluarindividu
yangmelakukanprosesbelajarmerupakanciriutamadarikonseppembelajaran.Disampingitu,ciri
lainpembelajaranadalahadanyainteraksiantarapesertadidikdangurudalamrangkamencapai
tujuan(Rusyan,dkk.1997:4).Selainituinteraksijugadapatterjadiantarasiswayangbelajardengan
lingkunganbelajarnya.,baikdenganguru,dengansiswalainnya,media,dansumberbelajarlainnya.
Cirilainpembelajaranadalahadanyakomponenkomponenyangsalingberkaitansatusamalainnya.
MenurutDjamarahdanAswanZain(1996:48)komponenkomponentersebutadalah:tujuan,materi,
kegiatanpembelajaran,metode,alat,evaluasi,dansumberpembelajaran.Tujuanpembelajaran
mengacupadakemampuanyangdiharapkandimilikisiswasetelahmengikutisuatupembelajaran
tertentu.Materipembelajaranadalahsegalasesuatuyangdibahasdalampembelajarandalamrangka
mencapaitujuanyangtelahditetapkan.Kegiatanpembelajaranmengacupadapenggunaanmetodedan
alatpembelajarandalamrangkamembahasmaterisehinggatujuanpembelajarandapatdicapaisecara
optimal.Evaluasiadalahkegiatanyangdilaksanakanuntukmenilaikeberhasilanpembelajaran.
Sedangkansumberpembelajaranitumerupakanmateriataubahanuntukmenambahilmupengetahuan
yangmengandunghalhalbarubagipesertadidik.
Sumberbelajaritusesungguhnyabanyaksekalidanterdapatdimanamana,seperti:disekolah,di
halaman,dipusatkota,dipedesaan,dansebagainya.Pemanfaatansumberpembelajarantersebut
tergantungpadakreativitasguru,waktu,biaya,sertakebijakankebijakanlainnya.Jadibaikmateri,
kegiatan,evaluasimaupunsumberpembelajarandapatdikembangkanberdasarkantujuanpembelajaran
yangtelahditetapkan.
Mulyasa(2003:48)mengemukakanbahwadariberbagaisumberbelajaryangadadanmungkin
dikembangkandalampembelajaran,padagarisbesarnyadapatdikelompokkansebagaiberikut:
a.Manusia
b.Bahan

c.Lingkungan
d.Alatdanperalatan
e.Aktivitas
Pendayagunaansumberbelajarmemilikiartiyangsangatpenting.Selainmelengkapi,memelihara,dan
memperkayakhazanahbelajar,sumberbelajarjugadapatmeningkatanaktivitasdankreativitasbelajar
yangsangatmenguntungkanbaikbagigurumaupunbagiparapesertadidik.Dengan
didayagunakannyasumberbelajarsecaramaksimal,dimungkinkanorangyangbelajarmenggali
berbagaijenisilmupengetahuanyangsesuaidenganbidangnya,sehinggapengetahuannyasenantiasa
aktual,sertamampumengikutiakselerasiteknologidanseniyangsenantiasaberubah.
3.PembelajaranyangEfektifdanBermakna
Guruharusmenyadaribahwapembelajaranmemilikisifatyangsangatkomplekskarenamelibatkan
aspekpedagogis,psikologis,dandidaktissecarabersamaan(Mulyasa,2005a:118).Aspekpedagogis
menunjukpadakenyataanbahwapembelajaranberlangsungdalamsuatulingkunganpendidikan.
Karenaitu,guruharusmendampingipesertadidikmenujukesuksesanbelajarataupenguasaan
sejumlahkompetensitertentu.Aspekpsikologismenunjukpadakenyataanbahwapesertadidikpada
umumnyamemilikitarafperkembanganyangberbeda,yangmenuntutmateriyangberbedapula.
Selainitu,aspekpsikologismenunjukpadakenyataanbahwaprosesbelajaritusendirimengandung
variasi,sepertibelajarketrampilanmotorik,belajarkonsep,belajarsikap,danseterusnya(Gagnedalam
Dahar,1998:163).Perbedaantersebutmenuntutpembelajaranyangberbeda,sesuaidenganjenis
belajaryangsedangberlangsung.Aspekdidaktismenunjukpadapengaturanbelajarpesertadidikoleh
guru.Dalamhalini,guruharusmenentukansecaratepatjenisbelajarmanakahyangpalingberperan
dalamprosespembelajarantertentu,denganmengingatkompetensidasaryangharusdicapai.
Untukituguruharusmemilikipengetahuanyangluastentangcaramelakukanpembelajaranyang
efektifdanbermakna.PembelajaranyangefektifdanbermaknamenurutMulyasa(2005a:119)dapat
dilakukandenganprosedursebagaiberikut:
a.Pemanasandanapersepsi:untukmenjajagipengetahuanpesertadidik,memotivasipesertadidik
denganmenyajikanmateriyangmenarik,danmendorongmerekauntukmengetahuiberbagaihalbaru.
b.Eksplorasi:untukmengenalkanbahandanmengaitkannyadenganpengetahuanyangtelah
dimilikipesertadidik.
c.Konsolidasipembelajaran:untukmengaktifkanpesertadidikdalampembentukankompetensi,
denganmengaitkankompetensidengankehidupanpesertadidik.
d.Pembentukankompetensi,sikap,danperilaku.
e.Penilaianformatif.
Dalampembelajaranyangefektifdanbermakna,pesertadidikperludilibatkansecaraaktif,karena
merekaadalahpusatdarikegiatanpembelajarandanpembentukankompetensi.Pesertadidikharus
didoronguntukmenafsirkaninformasiyangdiberikanolehguru,sampaiinformasitersebutdapat
diterimaolehakalsehat.Dalammetodepembelajaranyangefektifdanbermakna,setiapmateri
pelajaranyangbaruharusdikaitkandenganberbagaipengetahuandanpengalamanyangada
sebelumnya.Untukitupembelajaranharusdimulaidenganhalyangsudahdikenaldandipahami
pesertadidik,kemudiangurumenambahkanunsurunsurpembelajarandankompetensibaruyang
disesuaikandenganpengetahuandankompetensiyangsudahdimilikipesertadidik.

Agarpesertadidikbelajarsecaraaktif,guruperlumenciptakanstrategiyangtepatguna,sehingga
merekamempunyaimotivasiyangtinggiuntukbelajar.Motivasiakandapatterciptajikagurudapat
meyakinkanpesertadidikakankegunaanmateripembelajaranbagikehidupannyatapesertadidik.
Demikianjuga,guruharusdapatmenciptakansituasisehinggamateripembelajaranselalutampak
menarikdantidakmembosankan.Untukkepentingantersebut,guruharusmampubertindaksebagai
fasilitatoryangperannyatidakterbataspadapenyampaianinformasikepadapesertadidik.
Jadi,pembelajaranyangefektifituditandaiolehsifatnyayangmenekankanpadapemberdayaanpeserta
didiksecaraaktif.Pembelajaranyangefektifjugaakanmelatihdanmenanamkansikapdemokratis
bagipesertadidik.Melaluikreativitasguru,pembelajarandikelasmenjadisebuahaktivitasyang
menyenangkan.
4.TeoriBelajaryangMendasariPendekatanLingkungan
Teoribelajaryangdigunakanuntukmendukungpendekatanlingkunganadalahteoribelajar
behaviorisme.Modelbelajarbehaviorismeiniberpandanganbahwaprosesbelajaritudimulaisejak
manusiamasihbayisampaisepanjanghayatnya.Kapasitasmanusiauntukbelajarmerupakan
karakteristikpentingyangmembedakanantaramanusiadenganmakhlukhiduplainnya.
Teoribelajarbehaviorismemerupakanteoribelajaryangpalingawaldikenaldanmasihterus
berkembangsampaisekarang.Teoribelajarbehaviorismelahirsebagaiupayamenyempurnakandua
perspektifyangtelahberlakudiawalabad20,yaituperspektifstrukturalisdariWundtdanpsikologi
fungsionalisdariDewey(Panendkk,2001:22).
Perspektifstrukturalispercayaakanperlunyapenelitiandasaryangmempelajaritentangotakmanusia.
Parastrukturaliskemudianmenggunakanalatintrospeksi(laporandiri)tentangprosesberpikirsebagai
carauntukmempelajarikerjaotakmanusia.Namunalattersebutdikritikolehbanyakkalangan,karena
menghasilkandatayangtidakkonsistensehinggatidakdapatdipercaya.Sedangkanpsikologi
fungsionalismenyatakanperluadanyakajiantentangperilaku.Selainkajiantentangfungsiproses
mental,jugakajiantentanghubunganantaraprosesmentaldantubuhmanusia.Namundemikian
psikologifungsionalisinidirasakurangfokusdantidakterorganisasidenganbaik.
Berangkatdariketerbatasanperspektifstrukturalisdanpsikologifungsionalis,makaJohnB.Watson
memulaiupayanyauntukmengkajiperilakuterlepasdariprosesmentaldanlainlain.Watsonpercaya
bahwasemuamakhlukhidupmenyesuaikandiriterhadaplingkungannyamelaluirespons.Jadimenurut
teoribelajarbehaviorisme,belajaritumerupakanperubahanperilakumanusiayangsangatdipengaruhi
olehlingkungan.
Premisdasarteoribelajarbehaviorismemenyatakanbahwainteraksiantarastimulusresponsdan
penguatanterjadidalamsuatuprosesbelajar.Teoribelajarbehaviorismesangatmenekankanpadahasil
belajar,yaituperubahantingkahlakuyangdapatdilihatataudiamati.Hasilbelajardiperolehdari
prosespenguatanatasresponsyangmunculterhadapstimulusyangbervariasi.MenurutWatson,
interaksistimulusdanresponsmerupakanprosespengkondisianyangakanterjadiberulangulang
untukmencapaihasilyangcukupkompleks.
MenurutSoekamtodanWinataputra(1997:13)prosesSRiniterdiridaribeberapaunsur.Pertamaialah
unsurdoronganataudrive.Siswamerasakanadanyakebutuhanakansesuatudanterdoronguntuk
memenuhikebutuhanini.Keduaialahrangsanganataustimulus.Kepadasiswadiberikanstimulusyang
selanjutnyaakandapatmenyebabkannyamemberikanrespons.Unsurketigaialahrespons.Siswa
memberikansuatureaksi(respons)terhadapstimulusyangditerimanya,denganjalanmelakukansuatu
tindakanyangdapatterlihat.Keempatadalahunsurpenguatanataureinforcement,yangperludiberikan
kepadasiswaagariamerasakanadanyakebutuhanuntukmemberikanresponslagi.
SebenarnyasebelumWatson,IvanPavlov(ahlipsikologidariRusia)sudahmemulaiusahauntuk
mengkajiperilaku,walaupuntidaksecaraeksplisit(Panendkk,2001:22).TeoriPavlovdikenaldengan
namaClassicalConditioning.TeoriinikemudiandigunakanolehWatsondalamkajiannyaterhadap

perilakubayimanusia.TokohlainyangjugamemulaikajianperilakusebelumWatsonadalah
Thorndike,denganteorinyayangdikenalsebagaiteoriConnectionism.
Pavlovmembuktikanbahwaperilakuatauresponsdapatdimanipulasimelaluivariasistimulusatau
rangsangan.Sementaraitu,Thorndikemenelitiperilakusecaratrialanderrorataucobacoba.
MenurutThorndikeresponsakandiberikanberdasarkanatascobacobasebagaireaksiterhadap
stimulusyangmuncul.Olehkarenaitu,Thorndikepercayaadanyapenghargaandanhukumanserta
keberhasilandankegagalan.Berdasarkansemuaitu,Watsonmenyimpulkanbahwateoriperilaku
memberikanmekanismeyangmenjadilandasandasarterjadinyaberbagaimacamdalamkehidupan.
PentingnyateoriperilakuinitidakhanyadinyatakanolehWatson,tetapijugadibuktikanolehSkinner
melaluiteoriOperantConditioning.Skinner(dalamDimyatidanmudjiono,1999:9)berpandangan
bahwabelajaradalahsuatuperilaku.Padasaatorangbelajarmakaresponnyamenjadilebihbaik.
Sebaliknya,bilaiatidakbelajarmakaresponsnyamenjadimenurun.
Modelbelajarbehaviorismeyangmenyatakanbahwabelajarmerupakanperubahanperilaku,
khususnyaperubahankapasitassiswauntukberperilakuyangbarusebagaihasilbelajar.Dengan
demikianterjadinyabelajarpadadirisiswadapatditingkatkan.Olehkarenaitu,perubahan
pembelajaranyangdisertaidenganperubahanperilakusangatpentingdilakukan.Menurutteoribelajar
behaviorisme,perubahanperilakumanusiaitusangatdipengaruhiolehlingkunganyangakan
memberikanberagampengalamankepadaseseorang.Lingkunganmerupakanstimulusyangdapat
mempengaruhiataumengubahkapasitasuntukmerespons.
Dengandemikianprinsipprinsipteoribehaviorismeyangbanyakdipakaididuniapendidikanialah:
a.Prosesbelajardapatterjadidenganbaikapabilasiswaikutberpartisipasisecaraaktifdi
dalamnya.
b.Materipelajarandibentukdalambentukunitunitkecildandiaturberdasarkanurutanyanglogis
sehinggasiswamudahmempelajarinya.
c.Tiaptiapresponsperludiberiumpanbaliksecaralangsung,sehinggasiswadapatsegera
mengetahuiapakahresponsyangdiberikansudahbenarataubelum.
d.Setiapkalisiswamemberikanresponsyangbenarmakaiaperludiberipenguatan.Penguatan
positifternyatamemberikanpengaruhyanglebihbaikdaripadapenguatannegatif(Soekamtodan
Winataputra,1997:19).
5.PendekatanLingkungan
Pendekatanlingkunganmerupakansuatupendekatanpembelajaranyangberusahauntukmeningkatkan
keterlibatanpesertadidikmelaluipendayagunaanlingkungansebagaisumberbelajar.Pendekatanini
berasumsibahwakegiatanpembelajaranakanmenarikperhatianpesertadidik,jikaapayangdipelajari
diangkatdarilingkungan,sehinggaapayangdipelajariberhubungandengankehidupandanberfaedah
bagilingkungannya(Mulyasa,2005b:101).
Dalampendekatanlingkungan,pelajarandisusunsekitarhubungandanfaedahlingkungan.Isidan
prosedurdisusunhinggamempunyaimaknadanadahubungannyaantarapesertadidikdengan
lingkungannya.Pengetahuanyangdiberikanharusmemberijalankeluarbagipesertadidikdalam
menanggapilingkungannya.Pemilihantemasebaiknyaditentukanolehkebutuhanlingkunganpeserta
didik.Misalnyadilingkunganpetani,temayangberkaitandenganpertanianakanmemberikanmakna
yanglebihmendalambagiparapesertadidik.Demikianhalnyadilingkunganpantai,tematentang
kehidupanpantaiakansangatmenarikminatdanperhatianpesertadidik.

Balajardenganpendekatanlingkunganberartipesertadidikmendapatkanpengetahuandanpemahaman
dengancaramengamatisendiriapaapayangadadilingkungansekitar,baikdilingkunganrumah
maupundilingkungansekolah.Padakesempatanitu,pesertadidikdapatmenanyakansesuatuyang
ingindiketahuikepadaoranglaindilingkunganmerekayangdianggaptahutentangmasalahyang
dihadapi.
Berkaitandenganpendekatanlingkunganini,UNESCO(dalamMulyasa,2005b:102)mengemukakan
jenisjenislingkunganyangdapatdidayagunakanolehpesertadidikuntukkepentinganpembelajaran
yaitu:
a.Lingkunganyangmeliputifaktorfaktorfisik,biologi,sosioekonomi,danbudayayang
berpengaruhsecaralangsungmaupuntidaklangsung,danberinteraksidengankehidupanpesertadidik.
b.Sumbermasyarakatyangmeliputisetiapunsurataufasilitasyangadadalamsuatukelompok
masyarakat.
c.Ahliahlisetempatyangmeliputitokohtokohmasyarakatyangmemilikipengetahuankhusus
danberkaitandengankepentinganpembelajaran.
Pembelajaranberdasarkanpendekatanlingkungandapatdilakukandenganduacara:
a.Membawapesertadidikkelingkunganuntukkepentinganpembelajaran.Halinibisadilakukan
denganmetodekaryawisata,metodepemberiantugas,danlainlain.
b.Membawasumbersumberdarilingkungankesekolah(kelas)untukkepentinganpembelajaran.
Sumbertersebutbisasumberasli.Sepertinarasumber.Bisajugasumbertiruan,seperti:model,dan
gambar(Muslim,2007:3)
Gurusebagaipemandupembelajarandapatmemilihlingkungandanmenentukancaracarayangtepat
untukmendayagunakannnyadalamkegiatanpembelajaran.Pemilihantemadanlingkunganyangakan
didayagunakanhendaknyadidiskusikandenganpesertadidik.
6.PendekatanLingkungandalamPembelajaranBahasaIndonesia
Bahasamemilikiperansentraldalamperkembanganintelektual,sosial,danemosionalpesertadidik
danmerupakanpenunjangkeberhasilandalammempelajarisemuabidangstudi.Pembelajaranbahasa
diharapkanmembantupesertadidikmengenaldirinya,budayanya,danbudayaoranglain,
mengemukakangagasandanperasaan,berpartisipasidalammasyarakatyangmenggunakanbahasa
tersebut,danmenemukansertamenggunakankemampuananalitisdanimajinatifyangadadalam
dirinya.
PembelajaranbahasaIndonesiadiarahkanuntukmeningkatkankemampuanpesertadidikuntuk
berkomunikasidalambahasaIndonesiadenganbaikdanbenar,baiksecaralisanmaupuntulis,serta
menumbuhkanapresiasiterhadaphasilkaryakesastraanmanusiaIndonesia(Depdiknas,2006:260).
Apalagipadaeradanperadabaninformasisepertisaatini,kemampuanberkomunikasiperludikuasasi
olehorangorangyanginginberhasildalamkehidupannya.Tanpamemilikikemampuan
berkomunikasiyangmemadaisulitdiharapkanseseorangakanberhasilmenegakkansebuahkehidupan
yangprofesional.
Salahsatuparameteryangamatpentingdalamkeberhasilanberkomunikasidenganlingkungan
kehidupanadalahpenguasaanbahasa.ItulahsebabnyadalampembelajaranbahasaIndonesiabertujuan
membangunkomunikasisecarafungsionaldankulturalbagisemuasiswa.Targetinimenjadipenting
karenadalamkehidupanmasyarakatyangakandatang,penguasaankemampuanberkomunikasi
merupakanprasyaratyangamatpentingbagisetiaporang(SuyantodanDjihadHisyam,2000:88).

UntukitulahmakastandarkompetensimatapelajaranBahasaIndonesiamerupakankualifikasi
kemampuanminimalpasertadidikyangmenggambarkanpenguasaanpengetahuan,keterampilan
berbahasa,dansikappositifterhadapbahasaIndonesia.Standarkompetensiinimerupakandasarbagi
pesertadidikuntukmemahamidanmeresponssituasilokal,regional,nasional,danglobal.
ApalagidengandiberlakukannyaKurikulumTingkatSatuanPendidikan(KTSP)yangjugaberbasis
kompetensi.KTSPinimemberikankebebasanyangbesarkepadasekolahuntukmenyelenggarakan
programpendidikanyangsesuaidengan:(1)kondisilingkungansekolah,(2)kemampuanpesertadidik,
(3)sumberbelajaryangtersedia,dan(4)kekhasandaerah(Muslim,2007:2).
KarenaKTSPdikembangkandandisusunolehsatuanpendidikanatausekolahsesuaidengan
kondisinyamasingmasing,makasetiapsekolahmempunyaikurikulumyangberbeda.Dengan
demikian,bahanajaryangdigunakanjugamempunyaiperbedaan.Karenapembelajarandidasarkan
padakurikulumyangdikembangkansekolah,makabahanajarjugaharusdisesuaikandengan
kurikulumtersebut.Olehkarenaituguruharusmandiridankreatif.Guruharusmenyeleksibahanajar
yangdigunakandalampembelajaransesuaidengankurikulumsekolahnya.
AdapunruanglingkupmatapelajaranBahasaIndonesiamencakupkomponenkemampuanberbahasa
dankemampuanbersastrayangmeliputiaspekaspeksebagaiberikut:
a.mendengarkan
b.berbicara
c.membaca
d.menulis
Dalamkaitanuntukmembekaliketerampilanberkomunikasi,makasiswaharusdibiasakandengan
kegiatanmembacadanmenulis.Jadidarikeempataspektersebut,aspekmembacadanmenulisdalam
pembelajaranbahasaIndonesiaperlumendapatporsiyanglebihdibandingkandenganaspekyanglain.
Dengandemikian,kemampuanmembacadanmenulisituperludiberimaknayangdapatbergunabagi
peningkatankehidupannya.
Untukpelajaranmembaca,misalnya,bahanbacaandapatdiambildarisuratkabar.Disampingsurat
kabaryangberskalanasionalyangbanyakmenyajikanisuisunasional,adasuratkabarlokalyang
banyakmenyajikanisuisudaerah.Keduajenissumberinidapatdimanfaatkan.Bahanbacaanyang
mengandungmuatannasionaldanglobaldapatdiambildarisuratkabarberskalanasional,sedangkan
bahanbacaanyangmengandungmuatanlokaldapatdiambildarisuratkabardaerah.Berdasarkan
bahanbacaanini,gurudapatmengembangkanpembelajaranbahasaIndonesiayangkontekstual.
Pesertadidikdiperkenalkandenganisuisuyangmenjadiperhatianmasyarakatdisekitarnyadan
masyarakatyangtatarannyalebihluas.
Sesuaidenganteoribelajarbehaviorismeyangberpandanganbahwabelajaradalahperubahantingkah
laku,makaseseorangdianggaptelahbelajarsesuatubilaiamampumenunjukkanperubahantingkah
laku.Misalnyauntukpelajaranmembaca.Pelajaranmembacadapatdisajikankepadasiswadengan
menggunakanpendekatanlingkungan.Disinigurudapatmenggunakansumberbelajardari
lingkungan,yangkemudiandibawakesekolahataukedalamkelas.Sumberbelajardisinibisaberupa
bahanbacaanyangdiambildarisuratkabarataudarimediayanglain.
Adapunmetodeyangdigunakanbisamenggunakanmetodepemberiantugas.Denganmetodeiniguru
memberikanseperangkattugasyangharusdikerjakanolehsiswa,baiksecaraindividualmaupunsecara
kelompok.Dalammemberikantugasiniguruperlumemperhatikanhalhalsebagaiberikut:

a.Tugasharusdirencanakansecarajelasdansistematis,terutamamengenaitujuandancara
mengerjakannya.
b.Tugasyangdiberikanharusdapatdipahamipesertadidik,kapanmengerjakannya,bagaimana
caranya,berapalamatugastersebutharusdikerjakan,secaraindividuataukelompok,danlainlain.
c.Apabilatugasberupatugaskelompok,perludiupayakanagarseluruhanggotakelompokdapat
terlibatsacaraaktifdalamprosespenyelesaiantugastersebut.
d.Perludiupayakangurumengontrolprosespenyelesaiantugasyangdikerjakanpesertadidik.
e.Berikanlahpenilaiansecaraproporsionalterhadaptugastugasyangdikerjakanpesertadidik
(Mulyasa,2005b:113).
Dalamprosespembelajaranmembaca,dapatditerapkanteoriOperantConditioningatauteoriSkinner.
DalammenerapkanteoriSkinner,menurutBellGredler(1997:145)guruperlumemperhatikanduahal
pentingyaitu(1)pemilihanstimulusyangdiskriminatif,dan(2)penggunaanpenguatan.
MenurutSkinnerbahwabelajaradalahprosesperubahanperilaku.Untukituadaenamasumsidasar
dariteoriOperantConditioningyaitu:
a.Hasilbelajarmerupakanperilakuyangdapatdiamati.
b.Perubahanperilakusebagaihasilbelajarsecarafungsionalberhubungandenganperubahan
situasidalamlingkunganatausuatukondisi.
c.Hubunganantaraperilakudanlingkungandapatditentukanhanyajikaelemenelemenperilaku
dankondisipercobaandiukursecarafisikdandiamatiperubahannyadalamsituasiyangterkontrol
ketat.
d.Datayangdihasilkanolehpercobaanpercobaanterhadapperilakumerupakansatusatunyadata
yangdapatdigunakanuntukmengkajialasanmunculnyasuatuperilaku.
e.Sumberdatayangpalingtepatadalahperilakudarimasingmasingindividu.
f.Dinamikainteraksiantaraindividudenganlingkungannyabersifatrelatifsama(Panendkk,
2001:20).
LangkahlangkahpembelajaranberdasarkanteoriOperantConditioningadalahsebagaiberikut:
a.Mempelajarikeadaankelas.Gurumencaridanmenemukanperilakusiswayangpositifdan
negatif.Perilakupositifakandiperkuatdanperilakunegatifdiperlemahataudikurangi
b.Membuatdaftarpenguatpositif.Gurumencariperilakuyangkenahukuman,dankegiatanluar
sekolahyangdapatdijadikanpenguat.
c.Memilihdanmenentukanurutantingkahlakuyangdipelajarisertajenispenguatnya
d.Membuatprogrampembelajaran.Programpembelajaraniniberisiurutanperilakuyang
dikehendaki,penguatan,waktumempelajariperilaku,danevaluasi(Suryabrata,1999:24).
Sebagaiilustrasi,dalampembelajaranmembaca,agarsiswatertarikpadapembelajarantersebutdan
agardalamdirisiswatumbuhminatataukegemaranmembaca,makagurubisamemberikanstimulus
yangberupatugas.Tugasyangdiberikanbisasecaraindividumaupunkelompok.Misalnyatugas

membacanovelataubukubukupengetahuanyangterdapatdiperpustakaansekolah.Untuk
menyelesaikantugassepertiyangdimaksuddiatas,makaparasiswatersebutharus:
a.Masukkeruangperpustakaan
b.Pergiketempatpenyimpananbuku
c.Memilihnovelataubukuyangdimaksud
d.Membawanovelataubukutersebutkeruangbaca
e.Membacanovelataubukutersebut
Masingmasingkomponentingkahlakutersebutyaitukomponen(1)sampaidengan(5)merupakan
responsyangdiberikanolehsiswa.Responsyangmunculituperlumendapatkanpenguatanatau
reinforcement.MenurutHammer(dalamYusuf,2005:263)pemberianreinforcementterhadaprespons
dapatdiberikansecarakontinu(continuousreinforcement)danselangseling(intermittent
reinforcement).
Jadi,pemberianpenguatanterhadapresponsyangdiberikansiswasepertitersebutdiatasadalahsecara
kontinu,karenasiswatelahmemberikanresponsyangbenaratauyangdiharapkan,makapenguatan
harussegeradiberikan.Halinidilakukansebagaiumpanbalikbagisiswayangbelajar,sehingga
motivasidapatmeningkatkarenasiswamengetahuikemajuanyangtelahdicapainyadidalamproses
belajar.Setelahselangbeberapawaktumakafrekuensipemberianpenguatanperludikurangidengan
maksudagarsetiapsiswatetaptekunbelajar.Halinidapatdilakukandenganmenggunakanempatcara
yaitu:
a.fixedintervalyaitupemberianpenguatandenganjarakwaktutertentu,misalseminggu,dua
mingguatausatubulansekali
b.variableintervalyaitupemberianpenguatandenganjarakwaktuyangbervariasi,misal:
seminggusekalikemudianenamharisekali,danseterusnya
c.fixedratioyaitupemberianpenguatantergantungpadaberapakaliindividumemberikanrespons,
misal:setiapsiswayangtelahmenyelesaikantugasmembacanoveldenganbaik,diberikan
konsekuensiyangpositif
d.variableratioyaitupemberianpenguatantergantungpadajumlahresponsyangbervariasidari
perilakuyangdiharapkan.
MenurutKTSP,kegiatanpembelajarantidakselaluberlangsungdidalamkelas.Kegiatanpembelajaran
dapatjugadilakukandiluarkelasataudiluarsekolah.Denganberagamnyatempatpembelajarandapat
membuatsuasanabelajartidakmembosankan.Misalnyasajauntukpembelajaranmenulis.Pelaksanaan
pembelajaranmenulisiniselaindilaksanakandidalamkelas,jugabisadilaksanakandiluarkelasatau
bahkandiluarsekolah.
Sesuaidenganfungsipendekatanlingkungan,pembelajaranmenulisyangdilaksanakandidalamkelas
dapatmelibatkanorangtuadanmasyarakatsebagaisumberbelajar.Misalnyasajaadaorangtua
pesertadidikyangberprofesisebagaiwartawan,makagurudapatmengundangorangyang
bersangkutanuntukberbicaradanberdiskusitentangpekerjaannyadenganpesertadidik.
Dalamlingkungansekolah,stafsekolahjugadapatdimanfaatkan.Misalnya,untukpelajaranmenulis
suratresmi,gurubisamemintastafadministrasiuntukberbicaratentangpenulisansurat.Halinidi
sampingbergunasebagaisumberbelajar,kegiataninijugabergunauntukmembentuklingkungan

sekolahyangkondusif,yaituadanyahubungandankerjasamayangbaikdiantarapesertadidik,guru,
danstaf.
Untukpembelajaranmenulisyangdilaksanakandiluarsekolah,siswabisadiajakberkunjungkesuatu
tempatyangsesuaidengantemayangsudahditetapkan.Misalnya:daerahpegunungan,pantaiatau
lembagalembagatertentu.Adapunmetodeyangdigunakanbisamenggunakanmetodekaryawisata,
yaitusuatuperjalananyangdilakukanolehpesertadidikuntukmemperolehpengalamanbelajar.Hal
halyangperludiperhatikandalamkaryawisatamenurutMulyasa(2005b:112)adalahsebagaiberikut:
a.menentukansumbersumbermasyarakatsebagaisumberpembelajaran
b.mengamatikesesuaiansumberbelajardengantujuandanprogramsekolah
c.menganalisissumberbelajarberdasarnilainilaipedagogis
d.menghubungkansumberbelajardengankurikulum,apakahsesuaidengantuntutankurikulum
atautidak.
Selainmetodekaryawisata,jugabisadigunakanmetodelatihan,merupakansuatucaramengajaryang
baikuntukmenanamkankebiasaankebiasaantertentu,dansuatuketerampilan.MenurutRoestiyahdan
YumiatiSuharto(1995:128)adabeberapalangkahyangharusdiperhatikandalammetodelatihanyaitu:
a.Guruharusmemilihlatihanyangmempunyaiartiluas,yangmampumenyadarkansiswaakan
kegunaanbagikehidupannyasekarangataupundimasayangakandatang.
b.Guruharusmengadakanvariasilatihandenganmengubahsituasidankondisilatihan,sehingga
timbulresponsyangberbedauntukpeningkatandanpenyempurnaanketerampilannya.
c.Perlumengutamakanketepatan,agarsiswamelakukanlatihansecaratepat.
d.Waktulatihanhendaknyasingkatsehinggatidakmeletihkandanmembosankan.Waktulatihan
harusmenyenangkandanmenarik,sehinggamenghasilkanketerampilanyangbaik.
Adapunteoribelajarbehaviorismeyangdapatditerapkandalampembelajaranmenulisadalahteori
ConnectionismdariThorndike.Thorndikemengemukakantigadaliltentangbelajaryaitu:
a.lawofeffect(dalilsebabakibat)
b.lawofexercise(dalillatihan/pembiasaan)
c.lawofreadiness(dalilkesiapan)(Panendkk,2001:28).
Dalampembelajaranmenulis,stimulusyangdiberikanbisaberupalatihan.Dalamsetiapproses
pembelajaranmenulis,latihanmenjadikomponenutamayangharusdirancangdandilaksanakan.
Penyajianmaterisajasamasekalitidakmenjaminpemunculanresponsyangdiharapkanjikatidakada
komponenlatihannya.Halinimembuktikanbahwalatihanbagisiswamenjadipentingnilainyadalam
suatuprosespembelajaranmenulis.
Prosespembelajaranakandapatberjalandanresponsyangbenarakandapatdiharapkan
kemunculannyajikaterjadidalamsituasibelajaryangmenyenangkanbagisiswa.Situasibelajaryang
menyenangkanadalahsituasiyangtidakmenyakitkansiswasecarafisikmaupunmental.Situasidi
manaperhatiansiswaterfokuspadapembelajaranyangakanberlangsungdansituasiketikasiswa
merasasiapuntukmengikutipembelajaran.Sebaliknya,prosespembelajarantidakakandapatberjalan
danresponsyangbenartidakakandapatdimunculkandalamsituasibelajaryangtidakmenyenangkan

siswa.Misalnyapadasaatperhatiansiswaterbagi(tidakfokus),padasaatsiswabarusajasakitatau
dimarahiorangtuanya,ataupadasaatsiswatidakmerasasiapuntukbelajar.
Jikaresponssiswaterhadapstimulusyangdiberikangurumenghasilkanrasayangmenyenangkanbagi
siswa(dipuji,mendapatnilaibagus,danlainlain),makasiswacenderunguntukmengulangmelakukan
halyangsama.Namunjikaresponssiswaterhadapstimulusyangdiberikangurumenghasilkanrasa
tidaksenangbagisiswa(nilaijelek,dimarahidanlainlain),makasiswacenderunguntuktidak
mengulangmelakukanhalyangsama.
Sebagaiilustrasi,dalampembelajaranmenulis.Setelahsiswadiajakmelihatlingkunganalamkesuatu
tempattertentu,kemudiansiswadiberilatihanuntukmenulispuisiataumenulisceritadengantema
yangsudahditentukan.Denganseringnyalatihanmenulis,lamakelamaansiswaakanmempunyai
keterampilanmenulisdenganbaik.Bagisiswayangberhasilmenulispuisiataumenulisnonsastra
denganbaikperlumendapatkanpenguatan.Penguatandisinibisaberupahadiahataupujian.
Sedangkansiswayangtidakmelakukanlatihanyangdiberikanolehguru,perlumandapatteguranatau
hukuman.
7.Penutup
SetelahpenulisuraikandenganpanjanglebartentangkonseppembelajaranbahasaIndonesiadengan
menggunakanpendekatanlingkunganmakapadabagianinipenulisdapatmenyimpulkanbahwa:
a.PembelajaranbahasaIndonesiamenurutKTSPmencakupkomponenkemampuanberbahasadan
kemampuanbersastrayangmeliputiaspekmendengarkan,berbicara,membaca,danmenulis
b.Darikeempataspektersebut,aspekmembacadanmenulishendaknyamendapatporsiyanglebih
dibandingkanaspekyanglain,sehinggakemampuanberkomunikasisiswamenjadibaik
c.Pendekatanyangdigunakanadalahpendekatanlingkungan.Inisesuaidenganteoribelajaryang
mendasarinyayaituteoribelajarbehaviorisme.Menurutteoriinimanusiasangatdipengaruhioleh
kejadiankejadiandidalamlingkungannyayangakanmemberikanpengalamanpengalamantertentu
d.Padapembelajaranmembaca,metodeyangdigunakanadalahmetodepemberiantugas,
sedangkanteoribelajaryangmendasarinyaadalahteoriOperantConditioningdariSkinner
e.Padapembelajaranmenulis,metodeyangdigunakanadalahmetodelatihandankaryawisata.
SedangkanteoribelajaryangmendasarinyaadalahteoriConnectionismdariThorndike.
DAFTARPUSTAKA
BellGredler,MargaretE.1997.BelajardanMembelajarkan.PenerjemahMunandir.Jakarta:C.V
Rajawali.
Dahar,RatnaWillis.1998.TeoriteoriBelajar.Jakarta:DepdiknasDirjenDiktiProyekPengembangan
LembagaPendidikanTenagaKependidikan.
Depdiknas.2006.PeraturanMenteriPendidikanNasionalRepublikIndonesiano22,23,24Tahun
2006KhususMataPelajaranBahasaIndonesia.Jakarta:DepdiknasDirjenManajemenPendidikan
DasardanMenengah.
DimyatidanMudjiono.1999.BelajardanPembelajaran.Jakarta:RinekaCipta
Djamarah,SyaifulBahridanAswanZain.1996.StrategiBelajarMengajar.Jakarta:RinekaCipta.

Gagne,RobertM.1988.PrinsipprinsipBelajaruntukPengajaran.AlihBahasa:AbdillahHanafidan
AbdulManan.Surabaya:UsahaNasional.
Mulyasa,E.2003.KurikulumBerbasisKompetensi.Bandung:RemajaRosdaKarya.
________.2005a.ImplementasiKurikulum2004PanduanPembelajaranKBK.Bandung:remaja
Rosdakarya.
________.2005b.MenjadiGuruProfesionalMenciptakanPembelajaranKreatifdanMenyenangkan.
Bandung:RemajaRosdakarya.
Munandar,Utami.1999.PengembanganKreativitasAnakBerbakat.Jakarta:RinekaCipta.
Muslim,M.Umar.2007.KTSPdanPembelajaranBahasaIndonesia.
http://Johnherf.wordpress.com/2007/03/15/ktspdanpembelajaranbahasaindonesia/diaksespada
tanggal21April2007
Panen,Paulinadkk.2001.BelajardanPembelajaran.Jakarta:Universitasterbuka.
RoestiyahdanYumiatiSuharto.1995.StrategiBelajarMengajar.Bandung:BinaAksara.
Rusyandkk.1997.PendekatandalamProsesBelajarMengajar.Bandung:RemajaRosdakarya.
Soekamto,ToetidanWinataputra.1997.TeoriBalajardanModelmodelPembelajaran.Jakarta:
DirjenDiktiDepdikbud.
Suryabrata,Sumadi.1999.ProsesBelajarMengajardiPerguruanTinggi.Yogyakarta:AndiOffset.
SuyantodanDjihadHisyam.2000.PendidikandiIndonesiaMemasukiMileniumIII.Yogyakarta:
Adicita.
Yusuf,Munawir.2005.PendidikanBagiAnakdenganProblemaBelajar.Jakarta:DepdiknasDirjen
DiktiDirektoratPembinaanPendidikanTenagaKependidikandanKetenagakerjaanPerguruan
Tinggi.

https://khusnin.wordpress.com/2008/11/08/konseppembelajaran-bahasa-indonesia-dengan-menggunakanpendekatan-lingkungan/