Anda di halaman 1dari 7

Tanaman pacar cina (Aglaia odorata Lour.

) meruapakan salah satu tanaman


yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan biopestisida.
Tanaman pacar air ini banyak mengandung bahan kimia aktif (bioaktif) seperti
minyak atsiri, alkaloid, dammar, saponin, garam mineral dan zat tannin. Pacar cina
juga mengandung rokaglamida (golongan benzopiran) yang berfungsi sebagai racun
perut dan racun kontak (Endro, 2008). Adanya kandungan zat kimia dalam tanaman
pacar cina ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan pestisida
alami. Berikut aka dijelaskan beberapa zat yang terkandung di dalam tanaman
pacar cina (Aglaia odorata Lour.).

1. Alkaloid
Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa nitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan
terdapat di tumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan). Asam
amino, peptida, protein, nukleotid, asam nukleik, gula amino dan antibiotik biasanya tidak
digolongkan sebagai alkaloid. Dengan prinsip yang sama, senyawa netral yang secara biogenetik
berhubungan dengan alkaloid termasuk digolongan ini. Alkaloid biasanya diklasifikasikan
menurut kesamaan sumber asal molekulnya (precursors),didasari dengan metabolisme jalur
(metabolic pathway) yang dipakai untuk membentuk molekul itu. Kalau biosintesis dari sebuah
alkaloid tidak diketahui, alkaloid digolongkan menurut nama senyawanya, termasuk nama
senyawa yang tidak mengandung nitrogen (karena struktur molekulnya terdapat dalam produk
akhir. sebagai contoh: alkaloid opium kadang disebut "phenanthrenes"), atau menurut nama
tumbuhan atau binatang dimana senyawa itu diisolasi. Jika setelah alkaloid itu dikaji,
penggolongan sebuah alkaloid dirubah menurut hasil pengkajian itu, biasanya mengambil nama
amine penting-secara-biologi yang mencolok dalam proses sintesisnya. Alkaloid dihasilkan oleh
banyak organisme, mulai dari bakteria, fungi (jamur), tumbuhan, dan hewan. Ekstraksi secara
kasar biasanya dengan mudah dapat dilakukan melalui teknik ekstraksi asam-basa. Rasa pahit
atau getir yang dirasakan lidah dapat disebabkan oleh alkaloid.
2. Tannin

Tanin dinamakan juga asam tanat dan asam galotanat, ada yang tidak berwarna tetapi ada
juga yang berwarna kuning atau coklat. Asam tanat mempunyai berat molekul 1.701, Tanin
terdiri dari sembilan molekul asam galat dan molekul glukosa (Harborne, 1984)Tanin
merupakan substrat kompleks yang berada pada beberapa tanaman. Tanin memiliki campuran
polifenol yang sulit untuk dipisahkan karena substrat ini sulit untuk mengkristal, mudah
teroksidasi dab berpolimerisasi dalam larutan dan kelarutannya dalam pelarut sangat rendah. oleh
karena itu untuk memisahkan atau mengisolasikan senyawa tannin sangat sulit. Tanin juga dapat
menyamak kulit dengan cara mengikat protein menjadi tahan terhadap enzim proteoilitik. Tanin
terbagi menjadi 2 kelas secara kimia yaitu berdasarkan adanya gugus fenolik yang tercakup pada
masing-masing kelas. Kelas pertama terdiri asam gallic yang berhubungan dengan ikatan
polyhidrik yang merupakan esterifikasi dari glukosa. Sedangkan kelas kedua menujukkan yang
merupakan nonhydrooable yang juga mengandung gugus fenol tetapi jarang yang berikatan
dengan karbohidrat dan protein. Atau lebih dikenal dengan kelas yang terkondensasi dan kelas
yang terhidrolisis. Kedua kelas in ini tersebar luas pada alam.
3. Rokaglamida
Rokaglamida merupakan senyawa turunan golongan benzopiran yang berfungsi sebagai
racun perut dan racun kontak untuk serangga. Rokaglamida merupakan insektisida botani yang
berpotensi baik untuk digunakan dalam sistem pengendalian hama terpadu pada tanaman kubiskubisan. Insektisida ini dapat mempengaruhi interaksi herbivora-parasitoid, misalnya menekan
sintasan, mempengaruhi tingkat parasitisasi dan pertahanan herbivora terhadap serangan
parasitoidnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh senyawa rokaglamida
terhadap pengendalian hama Crocidolomia binotalis Zell.
http://alitadisanjaya.blogspot.co.id/2011/03/tanaman-pacar-cina-aglaia-odorata-lour.html

Kandungan
kimia
Adanya akumulasi senyawa yang termasuk siklopentatetrahidrobenzofuran yang disebut juga
turunan rokaglamid merupakan suatu karakteristik pada marga Aglaia. Di samping itu terdapat
pula senyawa yang termasuk siklopentatetrahidrobenzopiran yang disebut juga turunan aglain.
Turunan rokaglamid ditemukan pada bagian biji, daun dan bunga. Pada biji ditemukan
rokaglamid A; pada bunga: rokaglamid D, E, I, K, M, dan N; pada daun turunan rokaglamid
antara lain rokaglamid D, E, H, I, J, K, L, T, Aglain 1, 2, 3, dan 4. Di samping itu dalam daun
ditemukan pula senyawa alkaloid pirolidin yaitu odorin, odorinol, dan senyawa lignan
(siringaresinol). Senyawa flavonoid yang terdapat dalam daun Aglaia odorata antara lain: 3hidroksi-4,5,7-trimetoksiflavon.

Efek Biologi dan Farmakologi


Delapan turunan Rokaglamid dan satu struktur aglain yang diperoleh dari hasil isolasi marga
Aglaia berefek pada penghambatan proliferasi pertumbuhan sel kanker MONO-MAC-6 dan

MELJUSO. Pada penetapan dengan metoda MTT, diketahui bahwa didesmetilrokaglamid

merupakan komponen yang paling aktif (IC50 = 0,002 mg/ml dan 0,006 mg/ml). Tidak menutup
kemungkinan bahwa aksi utama turunan rokaglamid adalah adanya kemampuan dalam
penghambatan proliferasi sel. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya efek sitotoksik yang nyata
dalam jangka panjang pada pertumbuhan sel MONO-MAC-6 yang diberi didesmetil-rokaglamid
dosis tinggi.3) Hasil penelitian lain menyebutkan bahwa turunan siklotetrahidro-benzofuran
(rokaglamid) hasil isolasi dari ekstrak ranting dan daun Aglaia odorata berefek sebagai
insektisida. Isolat tersebut mempunyai aktivitas insektisida yang relatif kuat terhadap
larva neonatus Spodoptera littoralis (LC50 antara 1,0 - 8,0 ppm).

http://lansida.blogspot.co.id/2010/10/pacar-cina-aglaia-odorata-lour.html
1. Anonim., 1995. Medicinal Herbs Index in Indone-sia, Jilid II, PT.Eisai Indonesia, Jakarta, 136.
2. Backer, C.A., and Bakhuizen v.d. Brink, R.C., 1963. Flora of Java, Vol.I,N.V.P., Noordhoff,
Groningen.

3. Bohnenstengel, F.I., Steube, K.G., Meyer, C., Nu-groho, B.W., Hung, P.D., Kiet, L.C., Proksch, P.,
1999. Structure Activity Relationships of Antiproliferative Rocaglamide Derivatives from Aglaia
Species (Meliaceae), Verlag der Zeitschrift fr Naturforschung, Tbingen, 55-60.

4. Lee, S., Cui, B., Mehta, R.R., Kinghorn, A.D., Pez-zuto, J.M., 1997. Cytostatic mechanism and
antitumor potential of novel 1H-cyclopenta[b]-benzofuran lignan isolated from Aglaia odorata
Lour., Chem.Biol.Interact, 115(3), 215-28.

5. Mardisiswoyo, S. dan Rajakmangunsudarso, H., 1985. Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang
II,PN Balai Pustaka, Jakarta, 173.

6. Nugroho, B.W., Edrada, R.A., Wray, V., Witte, L., Bringmann, G., Gehling, M., Proksch, P., 1999.
An Insectisidal rocaglamide derivates and related compounds from Aglaia odorata (Meliaceae),
Phytochemistry,51, 367-376.

7. Soedibyo, M., 1998. Alam Sumber Kesehatan, Manfaat dan Kegunaaan, Balai Pustaka, Jakarta,
281.

8. van Steenis, C.G.G.J., 1997. Flora Untuk Sekolah di Indonesia, PT Pradya Paramita, Jakarta, 246.