Anda di halaman 1dari 2

Materi Sosiologi SMA kelas XII

BAB Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas


1. Pengertian Pemberdayaan Komunitas
Pemberdayaan

merupakan

proses

mengembangkan,

memandirikan,

menswadayakan, memperkuat posisi tawar menawar masyarakat lapisan bawah


terhadap kekuatan-kekuatanpenekan di segala bidang dan sektor kehidupan
(Sutoro Eko, 2002). Konsep pemberdayaan(masyarakat desa) dapat dipahami juga
dengan dua cara pandang.
Pertama, pemberdayaandimaknai dalam konteks menempatkan posisi berdiri
masyarakat. Posisi masyarakat bukanlah obyek penerima manfaat (beneficiaries)
yang tergantung pada pemberian daripihak luar seperti pemerintah, melainkan
dalam posisi sebagai subyek (agen ataupartisipan yang bertindak) yang berbuat
secara mandiri. Berbuat secara mandiri bukanberarti lepas dari tanggungjawab
negara.

Pemberian

transportasi

dan

layanan
seterusnya)

publik
kepada

(kesehatan,
masyarakat

pendidikan,
tentu

perumahan,

merupakantugas

(kewajiban) negara secara given. Masyarakat yang mandiri sebagai partisipan


berartiterbukanya

ruang

dan

kapasitas

mengembangkan

potensi-kreasi,

mengontrol lingkungandan sumberdayanya sendiri, menyelesaikan masalah secara


mandiri, dan ikut menentukanproses politik di ranah negara. Masyarakat ikut
berpartisipasi dalam proses pembangunandan pemerintahan (Sutoro Eko, 2002).
2. Manfaat pemberdayaan Komunitas
Manfaat besar dari pemberdayaan komunitas adalah memungkinkan
perkembangan dan penggunaan bakat/atau kemampuan terpendam dalam, setiap
individu. Pemberdayaan telah memberikan kontribusinya bagi kehidupan
masyarakat.

Masyarakat

diberi

pengetahuan

manajemen,

mutu,

teknik,

keterampilan, dan metodologi yang baik dapat memperoleh manfaat yang lebih
besar dalam pekerjaan dan perbaikan kinerjanya.
3.

Strategi Pemberdayaan Komunitas Melalui Nilai-Nilai Kearifan


Lokal
a. Pengertian Kearifan Lokal

Kearifan lokal berasal dari dua suku kata yaitu kearifan (wisdom) dan
lokal (local). Kearifan itu dipahami sebagai seseorang dalam menggunakan
akal pikirannya dalam bertindak atau bersikap sebagai hasil penilaian terhadap
sesuatu, objek, atau peristiwa yang terjadi. Sementara itu, pengertian lokal
secara spesifik menunjuk pada ruang interaksi terbatas dengan sistem nilai
yang terbatas pula. Secara terminologi, kearifan lokal (local wisdom) dapat
dimaknai sebagai pandangan hidup dan pengetahuan lokal yang tercipta dari
hasil adaptasi suatu komunitas yang berasal dari pengalaman hidup yang
dikomunikasikan dari generasi ke generasi.
b. Pemberdayaan Komunitas Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal
Pemberdayaan komunitas pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan
masyarakat yang sadar lingkungan, sadar hukum, sadar akan hak dan kewajiban,
serta mewujudkan kehidupan yang sejahtera dan mandiri bagi masyarakat yang
bersangkutan. Oleh karena itu, pemberdayaan komunitas tak terlepas dari upaya
penanggulangan kemiskinan yang kerap menghantui masyarakat kita.
Pemberdayaan komunitas berbasis nilai-nilai kearifan lokal akan
menciptakan masyarakat yang berdaya, ciri-ciri masyarakat yang berdaya antara
lain:
a. Mampu memahami diri dan potensinya dan mampu merencanakan
(mengantisipasikondisi perubahan ke depan)
b. Mampu mengarahkan dirinya sendiri
c. Memiliki kekuatan untuk berunding
d. Memiliki bargaining power yang memadai dalam melakukan kerjasama yang
saling menguntungkan
e. Bertanggung jawab atas tindakannya
Mulyadi, Yad dkk. 2014. Sosiologi SMA Kelas XII. Yudhistira. Jakarta

Anda mungkin juga menyukai