Anda di halaman 1dari 38

Fakultas Teknik

Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Presipitasi (hujan) merupakan salah satu komponen hidrologi yang paling
penting. Hujan adalah peristiwa jatuhnya cairan (air) dari atmosfer ke permukaan
bumi. Hujan merupakan salah satu komponen input dalam suatu proses dan menjadi
faktor pengontrol yang mudah diamati dalam siklus hidrologi pada suatu kawasan
(DAS). Peran hujan sangat menentukan proses yang akan terjadi dalam suatu kawasan
dalam kerangka satu sistem hidrologi dan mempengaruhi proses yang terjadi
didalamnya.
Adanya hubungan antara debit air ujan dan debit sungai yang jatuh di DAS
tersebut. Apabila data pencatatan debit tidak dilakuakan dan tidak ada maka data
pencatatan hujan tidak dapat digunakan untuk memperkirakan aliran debit hujan
dengan demikian pengukuran dan perencanaan hujan tidak dapa dialakukan. Diadalam
melakukan pengujian dan

pengukuran hujan sering dialami dua masalah yang

kemudian berakibat fatal dalam perencanaan hujan kawasan dan rancangan curah
hujan kawasan.
Tekanan penduduk terhadap kebutuhan lahan baik untuk kegiatan pertanian,
perumaha, industri, rekreasi maupun kegiatan lain akan menyebakan perubahan
pnggunaan lahan. Apabila kegiatan tersebut tidak segera diatasi dengan baik maka
akan menybabkan kelebihan air (banjir) pada musim hujan dan kekeringan pada
musim kemarau.
Melihat Latar belakang yang seperti itu maka makalah ini diracang dan
menkaji tentang : Analisis Curah Hujan Yang Berkaitan Dengan Pengecekan data
Curah Hujan, Menentukan Curah Hujan Area, dan Menentukan Curah Hujan
Rancngan.
B. RUMUSAN MASLAH
1. Bagaimana cara untuk melakukan pengecekan curah hujan?
2. Bagaimana cara menentukan curah hujan areal?
3. Bagaimana cara menentukan hujan rancangan?
C. TUJUAN

Hidrologi 2015

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka makalah ini bertujuan :


1. Menganalisa curah hujan dengan cara melakukan pengecekan curah hujan
dengan metode tertentu.
2. Menentukan curah hujan area dengan menggunakan berbagai macam metode
berdasarkan kondisi lingkungan dan letak stasiun hujan.
3. Mendeskripsikan curah hujan dengan cara melakukan perhitungan curah hujan
rancangan dengan menggunakan berbagai macam metode.
D. MANFAAT
1. Dilihat dari segi teoretis
Makalah inidiharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan khususnya
dalam pelajaran Hidrologi. Adapun kegunaannya adalah memberikan
sumbangan makalah dalam bidang pendidikan yang ada kaitannya dengan
masalah upaya peningkatan pemahaman materi.
2. Dilihat dari segi praktis
Hasil-hasil penelitian ini juga dapat bermanfaat dari segi praktis, yaitu:
a. Bagi Mahasiswa
Untuk menjadi mahasiswa yang cerdas, aktif dan kreatif, , dan memiliki
pemahaman yang baik dalam suatu materi.
b. Bagi Dosen
Dengan adanya makalah ini diharapkan mampu mentransver ilmunya
sekaligus dapat berdiskusi dengan mahasiswanya dengan demikian dosen akan
mengetahui perkembangan pemahaman mahasiswa dalam penguasaan materi
yang ada didalam makalah
c. Bagi Universitas
Dengan adanya makalah ini diharapkan mampu menambah ragam karya
tulis yang ada di universitas.
d. Bagi Penulis
Menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan peneliti khususnya
yang terkait dengan materi yang ditulis selain itu juga penulis dapat memenuhi
tanggung jawab tugas yang diberikan Dosen

Hidrologi 2015

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

Hidrologi 2015

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

BAB II
ISI
A. Pengujian Data Curah Hujan
Data curah hujan digunakan dalam analisa hidrologi, terlebih dahulu harus
dilakukan pengujian curah hujan dalam hal ini ada 2 cara yakni metode lenkung
massa dan Metode RAPS, tetapi sebelum mempelajari itu kita harus mengenal dan
mengetahui istilah istilah yang akan muncul pada saat kita memelajari metode
tersebut :

Kemencengan (Slope/Incosisten line/CS) adalah suatu nilai yang

menunjukkan derajat ketidaksimetrisan dari suatu distribusi.


1. Metode Lengkung Massa (Kurva Massa)
Kurva massa adalah kurva yang berhubungan dengan curah hujan
akumulatif dengan waktu, dimana melalui kurva ini kita dapat melakukan
anlisis data apabila terdapat kesalahan pengamatan di beberapa pos pantau
curah hujan yang dituangkan pada sistem koordinat cartesius. Dalam hal ini
terdapat dua jenis kurva yakni Kurva Dalam Daerah (Depth-area-curve) dan
Kurva Massa Ganda.Untuk lebih jelasnya akan dibahs dibawah ini :
a. Kurva Dalam Daerah (Depth-area-curve)
Kurva ini digunakan curah hujan daerah yang berbeda-beda
(dengan kontur yang berbeda-beda) yang bergantung pada luasan
daerah tersebut. Semakin luas wilayah semaki kecil curah hujan yang
diperhitungkan. Umumnya digunakan untuk mengetahui hubungan
curah hujan dengan limpasa.
Langkah-langakah pembuatan Kurva Dalam Daerah yakni
i.
Mengukur luasan daerah yang ditinjau dengan peta
kontur wilayah yang telah di analisis dengan metode
ii.

isohyet dengan menggunakan Planimerter.


Angka-angka yang telah didapat tersebut dicantumkan

iii.

secara akumulatif pada sistem koordinat.


Setelah selesai mengakumulatifkan angka

angka

tersebut dihubungkan dengan ditarik garis.


Contoh Soal

Hidrologi 2015

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

Diketahui kurva massa dua pos pengamatan (A dan B)


dalam satuan selang 6 jam. Jika satuan selang dilebihkan
maka satuan intensitas hujan menadi seperrti apa ?
Jika diketahui peta kontur isohyet sebagai berkut.

Jawab

b. Kurva Massa Ganda


Prosedur yang digunakan oleh U.S.Environmental Data Service untuk
melakukan uji konsistensi data ini adalah menggunakan analisa kurva massa
ganda sebagai berikut :
1. Menghitung hujan tahunan untuk masingmasing stasiun.
2. Menghitung rata-rata hujan tahunan untuk stasiun pembanding.
3. Menghitung komulatif hujan tahunan untuk stasiun yang akan diuji.
Hidrologi 2015

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

4. Menghitung komulatif hujan tahunan untuk stasiun pembanding.


5. Melakukan penggambaran dalam bentuk diagram pencar (scatter diagram)
antara stasiun yang akan diuji dan stasiun pembanding, Stasiun yang akan
diuji pada sumbu Y dan stasiun pembanding pada sumbu X.
6. Melakukan analisa terhadap konsistensi data hujan dengan cara membuat
garis lurus pada diagram pencar dan melakukan analisa menentukan apakah
ada perubaan slope atau tidak pada garis lurus yang dibuat pada diagram
pencar, jika terjadi perubaan slope , maka pada titik setelah mengalami
perubaan perlu adanya koreksi terhadap pencatatan data hujan dengan cara
mengalikan dengan koefisien (K) yang dihitung berdasarkan perbandingan
slope setelah mengalami perubahan (S2) dan Slope sebelum mengalami
perubahan (S1) atau K = S2/S1.
Pengujian dengan metode ini akan memberikan hasil yang baik, jika dalam
suatu DAS terdapat banyak stasiun hujan, karena dengan jumlah stasiun hujan
yang banyak

akan memberikan nilai rata-rata hujan tahunan sebagai

inconsistant line

pembanding terhadap stasiun yang di uji lebih dapat mewakili secara baik. Oleh
karena itu jumlah minimal stasiun hujan untuk pengujian ini adalah 3 stasiun
hujan dan jika hanya terdapat 2 stasiun hujan atau bahkan 1 stasiun hujan, maka
tidak dapat dilakukan pengujian konsistensi data hujan dan oleh karenanya kita
asumsikan bahwa data yang ada adalah konsisten.Pengujian ini juga cocok
digunakan untuk pengujuain stasiun hujan yang letaknya tidak mudah dijangkau
misalnya medanya tehalang bangunan gedung tinnggi, terhalang pohon besar,
dan lain-lain

Hidrologi 2015

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

inconsistant line
consistant
line

Gambar diagram kurva massa ganda


Contoh Soal
a hujan pos Y dan data huja tahunan acuan X ) rata rata dari pos A,B,C,D,
dan E dengan AUHO) yang berda disekeliling pos Y ditunjukan pada tabel di
bawah ini. Data digunakan mulai tahun 1984-1997, gunakan analisa kurva
massa gandauntuk mengkaji konsistensi data pos Y karena pada tahun 1991
terjadi pergantian alat di pos Y dari AUHB menjadi AUHO.
Jawab

No

Hidrologi 2015

Tahun

Tabel Hujan (x 1000 mm)

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

Pos X

Pos Y

1.

1984

38

30

2.

1985

36

28

3.

1986

31

24

4.

1987

26

20

5.

1988

19

18

6.

1989

25

22

7.

1990

30

25

8.

1991

30

30

9.

1992

34

36

10.

1993

39

38

11..

1994

40

43

12.

1995

28

33

13.

1996

24

30

14.

1997

40

23

Lanjutan

Tahun

Hidrologi 2015

Tebal Hujan Komulatif

Koreksi Y = Y x 0,6

Pos Y

Pos X

1984

38

30

22,8

1985

74

58

21,6

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

1986

105

82

18,6

1987

131

102

15,6

1988

150

120

11,4

1989

175

142

15,0

1990

205

167

18,0

1991

235

197

1992

269

233

1993

308

271

1994

348

314

1995

376

347

1996

400

377

1997

440

400

Metode Rescaled Adjusted Partial Sums (RAPS)


Pengujian RAPS ini digunakan untuk menguji ketidakpanggahan antar data
pada stasiun itu sendiri dengan mendeteksi pergeseran nilai rata rata (mean )
dengan cara komulatif penyimpangan kuadrat reratanya:
Rumus
(1)
(2)
(3)

Dimana
n
Yi

Hidrologi 2015

= jumlah data hujan


= data curah hujan

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

= rerata curah hujan

Sk*,Sk** , Dy
k

= nilai statistik
= 1,23,........,n

Contoh Soal
Hasil perhitungan Q dan R dibandingkan dengan nilai Q dan R syarat yang dapat
ditunjukan Q dan R syarat yang ditunjukan pada tabel berikut :
N

Q n

10
20
30
40
50
100

90%
1,05
1,10
1,12
1,13
1,14
1,17

R n
95%
1,14
1,22
1,24
1,26
1,27
1,29

99%
1,29
1,42
1,46
1,50
1,52
1,55

90%
1,21
1,34
1,40
1,42
1,44
1,50

95%
1,28
1,43
1,52
1,53
1,55
1,62

99%
1,38
1,60
1,62
1,70
1,78
1,86

B. Menentukan Curah Hujan Area


Dalam penentuan curah hujan data dari pencatat atau penakar hanya
didapatkan curah hujan di suatu titik tertentu (point rainfall). Untuk mendapatkan
harga curah hujan areal dapat dihitung dengan beberapa metode :
1. Metode rata-rata Aljabar
Curah hujan didapatkan dengan mengambil rata-rata hitung (arithematic
mean) dari penakaran pada penakar hujan areal tersebut. Cara ini digunakan
apabila :
Daerah tersebut berada pada daerah yang datar
1 n
P Penempatan
d i alat ukur tersebar merata
n i 1
Variasi curah hujan sedikit dari harga tengahnya
1
( PA PB PC )
3
Rumus

dimana :

Hidrologi 2015

10

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

: Tinggi curah hujan rata-rata (mm)

: Jumlah stasiun pengukuran hujan

PA,PB,PC.dn : Besarnya curah hujan yang tercatat pada masing-masing


stasiun (mm)
(CD. Soemarto, 1993, Hidrologi Teknik)

CA
BB
C

A
Gambar II.B.1 Metode Rata-rata Aljabar

Contoh Soal
Diketahui suatu DAS seperti ditunjukkan dalam gambar dibawah ini
mempunyai empat stasiun hujan. Dalam gambar tersebut tiga statisiun hujan
berada di dalam DAS sedang satu stasiun berada tidak jauh jauh di luar DAS.
Kedalaman hujan di stasiun A, B, C, dan D berturut-berturut adalah 50 mm,
40 mm, dan 30 mm. Hitung hujan rerata

.C
.A

.
B

Karena stasiun A berada tidak jauh dari DAS, maka dapat perhitungkan untuk
menentukan hujan rerata . dengan menggunakan persamaan

Hidrologi 2015

11

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

pa+ pb+ pc+ pd


4

P rata-rata =

50+ 40+20+20
4

= 35 mm

2. Metode Thiessen
Cara ini didasarkan atas cara rata-rata timbang, di mana masingmasing stasiun mempunyai daerah pengaruh yang dibentuk dengan
garis-garis

sumbu

tegak

lurus terhadap garis penghubung antara dua

stasiun. Luas daerah tiap stasiun dapat dihitung dengan planimeter. Jumlah
luas total daerah dari tiap-tiap stasiun harus sama dengan luas yang telah
diketahui terlebih dahulu. Masing-masing luas lalu diambil prosentasenya
dengan jumlah total = 100%. Kemudian harga ini dikalikan dengan curah
hujan daerah distasiun yang bersangkutan dan setelah dijumlah hasilnya
merupakan curah hujan yang dicari.
Hal yang perlu diperhatikan dalam metode ini adalah sebagai berikut :
Jumlah stasiun pengamatan minimal tiga buah.
Penambahan stasiun akan mengubah seluruh jaringan
Topografi daerah tidak diperhitungkan.
Stasiun hujan tidak tersebar merata
Rumus
n

P i Pi
i 1

A PA B PB C PC

Dimana :

= Curah hujan maksimum rata-rata (mm)

PA, PB.......,PC = Curah hujan pada stasiun 1,2,..........,n (mm)

Hidrologi 2015

12

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

2
aA, aB, ,aC= Luas daerah pada polygon A,B,...,C (Km )

CA
A

Gambar II.B.2 Polygon Thiessen

Contoh soal
Diketahui DAS dan stasiun hujan seperti dalam contoh 2. Luas DAS adalah
500 k
m. Hitung hujan rerata dengan menggunakan metode Thiessen.
Penyelesaian :
Dengan menggunakan prosedur yang telah dijelaskan di atas dibuat poligon
Thiessen seperti ditunjukkan pada gambar 2.9. Dari gambar tersebut
dihitungluasan daerah yang diwakili oleh masing-masing stasiun. Hujan
rerata dihitungdengan menggunakan tabel 2.4.
Hujan rerata :
P rata-rata =

p = 16830/500

= 32,76 mm

Tabel 2.4
Stasiun
A

Hidrologi 2015

Hujan (mm)
50

Luas poligon (km)


95

Hujan x Luas
4.750

13

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

B
C
D
Jumlah

Hidrologi 2015

40
20
30

120
172
113
500

4.800
3.440
3.390
16.380

14

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

3. Metode Isohyet
Pada metode ini, dengan data curah hujan yang ada dibuat garisgaris

yang merupakan daerah yang mempunyai curah hujan yang sama

(isohyet), seperti terlihat Gambar II.B.3


Kemudian luas bagian di antara isohyet-isohyet yang berdekatan diukur,
dan harganya rata-ratanya dihitung sebagai rata-rata timbang dari nilai
kontur,

kemudian dikalikan dengan masing-masing luasnya. Hasilnya

dijumlahkan dan dibangi dengan luas total daerah maka akan didapat curah
hujan areal yang dicari.
Metode ini ini digunakan dengan ketentuan :
Dapat digunakan pada daerah datar maupun pegunungan
d d 2stasiun pengamatan harus banyak
1 n Jumlah
Ai i

A i1 Bermanfaat
2
untuk hujan yang sangat singkat
d d6
d1 d 2
A1
A5 5
2
2

Rumus A

Di mana :

P
d1, d2, ......., d5, d6
A1, A5, .. , A

Hidrologi 2015

= Curah hujan rata-rata (mm)


= Curah hujan stasiun 1, 2,....., n (mm)
2
= Luas bagian yang dibatasi oleh isohyet-isohyet (Km )

15

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

d1

d4

A1
A2
d6
C

A5

A3

A4

Gambar II.B.3. Metode Isohyet


Contoh Soal
Diketahui DAS dan stasiun hujan seperti dalam contoh 2. Luas DAS adalah 500 km.
Hitung hujan rerata dengan menggunakan metode Isohyet
Daerah
I
II
III
IV
V
VI

Isohiet
15
20
25
30
35
40
45

Jumlah

Rerata dari dua Rerata dari dua Hujan


isohiet (km2)
12
50
95
111
140
70

ishohiet (km2)
17,5
22,5
27,5
32,5
37,5
42,5

luasan
210
1125
2613
3608
5250
2975
16826

P rata-rata = 16826/500 =33,65 mm

Hidrologi 2015

16

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

C. Curah Hujan Rancangan

Hidrologi 2015

17

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

Curah Hujan rancangan adalah curah hujan yang tersebar tahunan dengan suatu
kemungkinan terjadi tertentu, atau hujan dengan periode tertentu. Metode analisa hujan
rancangan

sangat tergantung dari kesesuian parameter statistik dari data yang

bersangkutan atau dipilih berdasarkan pertimbangan teknik tertentu.Curah Hujan


Rancangan dapat dilakukan dengan 13 metode yaitu:
a. Distribusi Peluang Binomial dengan persamaan (Soewarno, 1995)
Rumus Umum
N
R
N R
P(R) = C R . P . Q

Dimana :
P(R)

= Peluang R terjadi

= Jumlah kejadian

= Jumlah kejadian yang diharapkan

= Peluang kegagalan/tidak terjadi


N

CR

= Jumlah kombinasi N dan R

Kegunaan : maenentukan peluang terjadinya hujan atau banjir


Contoh soal
Debit hujan di wilayah jakarta untuk periode ulang t =5 th adalah 359 m 3/ det.
Tentukan peluang debit huajn dalam 10 tahun kedepan.Jika peluang terjadi
satu kali.
Jawab
N
R
N R
P(R) = C R . P . Q
10

P(1) = C1 . P . Q

P(1) =

Hidrologi 2015

101

0,20

0,80

9
.(

10 !
.
1 ! ( 101 ) !

18

Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012

Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah


Hujan Area, dan Rancangan Curah Hujan Area)

P(1) = 0,268
b. Distribusi Peluang Binomial dengan persamaan (Soewarno, 1995)

Rumus Umum
R .e
P(R) =
R!
Keterangan
P(R) = peluang terjadinya R
R
= banyak kejadian R yang diharapkan

= rata hitung distribusi poisson


N
= Jumlah kejadian
e
= 2,71828
Kegunaan : hampir sama dengan distribusi binomial tetapi peluang Poisson
umumnya untuk P kecil (P<0,1 dan N > 30) dan adalah NP
c. Distribusi normal , dengan persamaan (Soewarno, 1995)
Rumus Umum

Hidrologi 2015

19

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

Secara umum

XT = + K. S
Keterangan :
XT
X

: curah hujan yang diperkirakan dengan periode ulang tertentu (mm),


: curah hujan rerata (mm),

: faktor frekuensi,

: standar deviasi.
Tabel 3.1. Nilai variabel Reduksi Gauss
Periode Ulang

Peluang

1,001

0,999

-3,05

1,005

0,995

-2,58

1,010

0,990

-2,33

1,050

0,950

-1,64

T (Tahun)

Hidrologi2015

20

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area
1,110

0,900

-1,28

1,250

0,800

-0,84

1,330

0,750

-0,67

1,430

0,700

-0,52

1,670

0,600

-0,25

2,000

0,500

2,500

0,400

0,25

3,330

0,300

0,52

4,000

0,250

0,67

5,000

0,200

0,84

10,000

0,100

1,28

20,000

0,050

1,64

50,000

0,020

2,05

100,000

0,010

2,33

200,000

0,005

2,58

500,000

0,002

2,88

1000,000

0,001

3,09

(Bonnier, 1980)

Kegunaan :
Menganalisis frekuensi curah hujan, analisis statistik dari distribusi rata-rata hujan
tahunan dan debit rata-rata tahunan.
Contoh soal
Diketahui data curah hujan :
Nilai = 2527 mm/tahun
Nilai = 586 mm/tahun
Rata-rata curah hujan = 2527 mm/tahun
Standar deviasi = 586 mm/tahun
Ditanya :
Berapa peluamg curah hujanya kurang dari 2000?
Jawab :
P (X) <200 harus dihitung luas daerah dibawah kurva normal sebelah kiri
2000. Ini dapat dicapai dengan menentukan luas sebelah kiri nilai t padananya.
Untuk lebih jelas akan digambarkan oleh kurva dibawak ini

Hidrologi2015

21

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

Gambar garfik curah hujan


X
T=

20002527
=
586

= -0,899

Kemudian menggunakan tabel III-1

Hidrologi2015

22

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

P (X< 2000) = P (t , -0,899) = 0,187


Jadi curah hujan mempunyai peluang sebesar.
d. Distribusi Log Normal, dengan persamaan (Soewarno, 1995) (Rumus Umum)

XT = + K. S
Keterangan :
XT

: Curah hujan yang diperkirakan dengan periode ulang tertentu


(mm),

e.

: Curah hujan rerata (mm),

: Faktor frekuensi,

Sd

: Standar deviasi.

Distribusi Log-normal (Rumus khusus)

P(x) =

{(

1
1 log X X
. exp
2
S
(log X )( S)( 2 )

)}
2

Keterangan:
P(X)

= Peluang log normal

= Nilai variat pengamatan

f. Distribusi Gumbel Tipe I , dengan persamaan (Soewarno, 1995) :


Rumus Umum
S

X= X + Sn (Y- Yn)

dimana, Y = -ln (-ln

T 1
T

Keterangan :

Hidrologi2015

23

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

: Nilai varian yang diharpkan terjadi


X

: Nilai rata-rata hitung varian


: Nilai reduksi vaarian dari variabel yang diharapkan terjadi pada periode
ulang tertentu (hubungan antara periode ulang T dengan Y dapat dilihat
pada tabel 3.10 ini atau dapat hitung dengan rumus diatas)

Yn

: Nilai rata rata dari reduksi varian, bergantung pada jumlah data n dan
dapat dilihat pada tabel 3.11

Sn

: Standar Deviasi dari reduksi varian, bergantung pada jumlah data n, dapt
dilihah pada tabel 3.11.b

Hidrologi2015

24

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

Kegunaan = untuk menghitung debit hujan maksimum


Contoh soal
Hitung debit hujan maksimum yang diharapkan terjadi di Citarum Nanjung
pada periode ulang 2, 5, 10, 20, 50, dan 100 tahun yang datanya. Seperti tabel 3.8
berikut.

Hidrologi2015

25

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

Jawab
n = 30 buah
X+

S
(Y Y 30)
S 30

X2

55,56
= 286,20 + 1,124

(0,3665-0,5362) =275 m3/det

X5 = 286,20 + 49,946 (1,499 0,5362) = 334 m3/det


X10 = 286,20 +49,946 (2,2504-0,5362) = 372 m3/det
X20 = 286,20 + 49,946 (2,9019 0,5362) = 404 m3/det
X50 = 286,20 +49,946 (3,9019-0,5362) = 454 m3/det
X100 = 286,20 +49,946 (4,6001-0,5362) = 489 m3/det
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Debit Maksimum
275 m3/det
334 m3/det
372 m3/det
404 m3/det
454 m3/det
489 m3/det

Periode Ulang
2 th
5 th
10 th
20 th
50 th
100 th

g. Metode Gumbel Tipe III, menurut Soewarno (1995) :


Rumus umum:
Persamaan I
P (Xm) = 1 -

m
n1

=1-

1
T

dimana m = 1 (nilai terbesar) sampai

dengan n = m
Persamaan II
P (Xm) = 1 -

m
n1

1
T

dimana m = 1 (nilai minimum)

Rumus persamaan kumlatif

Hidrologi2015

26

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area
y
P (X)= e

Dimana

Y=

; =-0 (S) ; = X +A0 (S)

Dan
3

CS = 03{r(1+ a )-3r(1+ a )r(1+ a )+2r3(1+


1
a )}

R = fungsi gamma
Keterangan :
P (Xm) : Peluang kumulatif dari pada suatu kejadian yang nilainya kurang atau
sama dengan x.
m

: Urutan nilai (m = 1, adalah nilai yang terbesar)

: Jumlah total kejadian.

Langkah metode perhitungan

Hitung nilai rata-rata ( X

1.
2.

) standar

deviasi dan koofisien kemencengan (CS)


Berdasarkan nilai (CS) tentukan parameter
1
a

, A0, B0, dari tabel III2


Hitung parameter dan
Tentukan nilai reduksi (log Y) dari tabel

3.
4.

3.13, yang berkaitan dengan periode ulang (T) atau peluang (P)
y
P (X ) = 1- e
5.

Persamaan teoritis untuk tiap nilai log Y dan


nilai X yang diharapkan

Hidrologi2015

27

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

1
Log (X- ) = log (- ) = log (- ) + a
6.

(log Y)

Persamaan dapat digambarkan pada kertas


peluang log normal atau ektrem logaritmik Gumbel.

Kegunaan
Analisis variabel hidrologi dengan niliai variat minimum (low flows)
Contoh Soal
Data dari tabel 3.14, menunjukkan debit minimum sesaat dari daerah
pengaliran sungai bogowonto di lokasi pos duga air Bener, Purworejo, Provisi
jawa tengah. Taun 2000- 2013. Tentukan model matematikanya dengan
menggunakan persamaan empiris distribusi peluang gumbel tipe III dan tentukan
debit minimum yang dapat terjadi pada periode ulang 2, 5, 10,20, 50,100 tahun
apabila data tersebut dianggap berasal dari populasi homogen.
Tabel 3.14
No

Tahun

.
1.
2000
2.
2001
3.
2002
4.
2003
5.
2004
6.
2005
7.
2005
8.
2006
9.
2007
10. 2008
11. 2009
12. 2010
N = 12 buah

Debit (m3/det)
3,89
3,58
3,53
1,51
1,50
4,00
1,50
1,51
1,49
0,85
1,21
0,75

Dari tabel III-2

Skala parameter

1
a

= 0,52
Faktor frekuensi A0=
0,235
Faktor frekuensi B0 =
2,082

X = 2,11 m3/det
S = 1,24 m3/det
CS = 0,687

Hidrologi2015

28

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

Gambar III 2
Jawab
=

X + A o . S

= 2,11 + (0,235. 1,24) = 2,401

= - 0. S = 2,401- (2,082.1,24) = -0,180


1
log (X- ) = log ( - ) + a . Log Y

log (X+0,180 ) = log (2,581) +


log (X+0,180 ) =0,412 +

0,52

0,52

. Log Y

. Log Y

Maka :
1. Log (X2 +0,180) = 0,412 +0,52 (-0,159)
Log (X2 +0,180) = 0,329
Log X2 = Log 2,134-0,180
X2 =1,954
2. Log (X5 +0,180) = 0,412 +0,52 (-0,652)
Log (X5 +0,180) = 0,0726
Log X5 = log 2,134 -0,180
X5 = 1,002
No.
1.
2.
3.
4.
5.
Hidrologi2015

Debit Maksimum
1,94 m3/det
1,002 m3/det
0,619 m3/det
0,369 m3/det
0,157 m3/det

Periode Ulang
2 th
5 th
10 th
20 th
50 th

Peluang (%)
50
20
10
5
2
29

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

0,056 m3/det

6.

100 th

h. Metode Pearson
x

P(x) = e

(s+ x)
dx
2
(b0 +b1 X +b2 X )

Keterangan :
b ,b ,b
A, 0 1 2 = Konstanta
Kriteria

Menentukan

distribusi

pearson

adalah

dengan

menentukan

1 , 2 dan K
2

1=
2=

K=

MA 3
3
MA 2

Ket:

MA 4

MA 2 =Momen ke 2 terhadap nilai rata-rata


MA 3 = Momen ke 3 terhadap nilai rata-rata

MA 22
2+3 2

MA 4

= Momen ke 4 terhadap nilai rata-rata

1. Log Pearson Type III,


Parameter statistik yang diperlukan adalah (Soemarto, 1987) :
n

_____

log X

log Xi
i 1

n
____ 2

logXi logX

i 1

S=
n

Cs =

n 1

____ 3

i 1

log Xi logX

n 1 n 2 S

Curah hujan dapat dihitung dengan persamaan :


Hidrologi2015

30

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area
_____

Log XT =

log X

+ K.S

Keterangan :
_____

log X

harga rata-rata log dari curah hujan harian maksimum,

Xi

data curah hujan (mm),

data curah hujan (mm),

contoh soal:
Tabel 3.18, menunjukkan data debit puncak debit puncak banjir terbesar dari
daerah pengaliran sungai Cigulung Maribaya selama 30 tahun, mulai tahun
1952/1953 sampai dengan tahun 1981/1982, yang telah diurutkan dari mulai debit
puncak banjir yang terbesar sampai dengan yang terkecil. Tentukan debit puncak
banjir yang dapat diharapkan terjadi pada periode ulang 2 : 5 : 10 : 25 dan 50
tahun apabila distribusi debit puncak banjir tersebut merupakan model matematik
yang mengikuti log pearson tipe III.

Jawaban contoh soal :


Nilai rata rata varian log X :

Hidrologi2015

31

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area


log X

= 1,4247

Standar deviasi dari varian log X :


X
S log

= 0,1754

Koefisien kemencengan dari varian log X :


CS = - 0,4009
Dari persamaan 3.62 :

Log X = log X

+ k . ( S log X )

Log X = 1,4247 + k . (0,1754)


Berdasar nilai-nilai CS = - 0,4009 maka dapat ditentukan nilai k untuk
setiap periode ulang :

5 tahun :
X5
Log
= 1,4247 + (0,855) (0,1754)
Log

X5

= 1,5746

= 37,55
10 tahun :
X 50
Log
= 1,4247 + (1,834) (0,1754)
Log

X 50

= 1,7463
= 55,76

Hasil perhitungan selengkapnya dicantumkan pada tabel 3.19

Hidrologi2015

32

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

g. Metode Pearson III


Rumus : P(X) =

xc
1
XC b 1 ( a )
.e
a (b) . [
a

Ket:
P(X) = fungsi kerapatan peluang distribusi pearson tipe III
X = variabel acak continue
a = parameter skala
b = parameter bentuk
c = parameter letak
D = (baca fungsi gamma)

m. Distribusi Goodrich
Rumus umum :

CS

r1

MA (3)
3

= r (n+1)

Hidrologi2015

33

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

logA =

1
2n

X 0 = X

Log (X -

2
2
( log - log(T2 T 1 ))

r1
-

X0

r r
2

2
1

) = n (log e +log (- log P) log A )

contoh soal metode Goodrich :


Data table 3.25, menunjukkan data debit banjir rata-rata harian dari DPS Cikapudung
Gandok tahun 1958 1976. Apabila data tersebut diambil dari populasi yang homogeny,
hitung perkiraan debit maksimum rata-rata harian yang mungkin terjadi pada peluang 1
% dan peluang 10%, dengan menggunakan persamaan Goodrich.

Hidrologi2015

34

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

Diketahui:
X

= 14,83
= 7,74
= 59,92

= 463,78

MA(3) = 776,05

CS

MA (3)
3

= (n) =

776,05
463,78

= 1,67

Berdasar table 3.24, dengan nilai (n) = 1,67 diperoleh nilai n=0,89
Maka,
r1

= r (n+1)

r1

= r(0,89+1) = r(1,89) = 0,958

r1

= 0,918

r2

= r (2n+1) = r (1,89+0,89) = r (2,78) = 0,958+0.890 = 1,848

logA =

1
2n

logA =

1
1,78

Hidrologi2015

( log

- log(T2 T 1

))

( log 59,92 - log(1,848 0,918 ))

35

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

logA =

1
1,78

X 0 = X

( 1,778 + 0,136) = - 1,075 atau A = 0,084


r1

r r
2

X 0 =14,83

2
1

0,958(7,74)
1,8480,918

X 0 = 6,158
Berdasarkan persamaan:
1

P(X x) =

X X 0n
A
e

P(X x) =

X 6,1580,89
0,084
e

Atau dapat ditulis dengan:


Log (X -

X0

) = n (log e +log (- log P) log A )

Log (X 6,158 ) = 0,89 (log 2,71828 +log (- log P) log 0,084 )


Untuk peluang P=1% pada

X 100

maka :

P = 0,01 ; log P = -2 dan log (-log P) = log 2


Log(

X 100

Hidrologi2015

- 6,158) = 1,547

36

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

X 100

= 41,4 m

/detik/hari

PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengecekan curah hujan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu metode lengkung

massa ganda dan metode rescaled adjusted partial sums (RAPS)

Penentuan hujan area dapat dilakkukan dengan tiga cara yaitu metode aritmatik, metode
poligon thiessen, dan metode isohyet
Penentuan curah hujan rancangan dapat dilakukan dengan tig cara yaitu
Dengan menggunakan metode normal, metode log normal, metode gumbel, dan
metode log pearson III

B. Saran
Gambar garis Aliran DAS dan Garis yang memang sengaja dibuat (Garis
penghubung antar stasiun ) warnanya dibedakan agar lebih mudah dipahami.

Hidrologi2015

37

Universitas Negeri Surabaya


Fakultas Teknik
Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2012
Makalah Analisis Curah Hujan (Pengecekan Curah Hujan, Penentuan Curah Hujan
Area, dan Rancangan Curah Hujan Area

DAFTAR PUSTAKA
http://ekosasmito.blongspot.com
http://catatanmahasiswamuda.blogspot.co.id/2011/11/teknik-sipil-bangunan-bendungpengelak.html
https://commons.wikipedia.org/wiki/File:AnalisisCurahHujan
https://id.wikipedia.org/wiki/CurahHujanencana
http://wxmod.bppt.go.id/index.php/34-berita/berita-internal/63journalhttp://wxmod.bppt.go.id/index.php/34-berita/berita-internal/63-journal

Hidrologi2015

38