Anda di halaman 1dari 30

KESELAMATAN,

KESEHATAN KERJA DAN


LINGKUNGAN (K3L)

SUMARDIYONO, SKM, M.Kes.

ARTI PENTINGNYA K3

Health and safety is not everything


But without it, everything is nothing

KECELAKAAN DI RUMAH
SAKIT
Rumah sakit terbakar, puluhan tewas
26 April 2013 - 11:31 WIB
Pejabat Rusia mengatakan setidaknya 36
orang dilaporkan tewas dalam sebuah
kebakaran yang terjadi di sebuah rumah
sakit jiwa di Moskow.
Mereka mengatakan ledakan terjadi pada
Kamis (25/04) pukul 02.00 waktu setempat
atau sekitar pukul 05.00 WIB di rumas sakit
nomor 14 di desa Ramenskiy.

Ruang Operasi RSUD Ponorogo Terbakar


Jum'at, 03 Januari 2014 | 16:09 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Harjino, Ponorogo, Jawa
Timur, terbakar. Ruang operasi yang terletak di lantai empat
pun habgus.
Asap membumbung pada Jumat (3/1) siang. Karyawan panik.
Beberapa petugas menyelamatkan peralatan rumah sakit.
Pasien dievakuasi. Beberapa jadwal operasi pun ditunda.
Tak ada korban jiwa. Namun kerugian ditaksir mencapai
ratusan juta rupiah karena kebakaran meludeskan beberapa
alat bantu operasi seperti alkohol dan kain kasa.
Polres Ponorogo tengah menyelidiki kebakaran. Diduga api
berasal dari korsleting listrik.

RS QIM Batang terbakar, ratusan pasien berhamburan


Selasa, 26 November 2013 15:31 WIB
Rumah sakit Qolbu Insan Mulia (QIM), di Jalan Raya Sambong Batang,
Jawa Tengah (Jateng), Selasa (26/11/2013) sore, terbakar. Ratusan
pasien yang sedang dirawat di rumah sakit panik dan kalang kabut
berusaha menyelamatkan diri.
Api berasal dari ruang gudang dan logistik yang terletak pada bagian
belakang rumah sakit. Api cepat membesar dan menghanguskan satu
bangunan ini dalam waktu singkat, karena barang yang ada di dalam
mudah terbakar.
Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian material
diduga mencapai ratusan juta rupiah. Untuk sementara pelayanan
rumah sakit terganggu karena semua ruang dikosongkan guna
mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas.

DASAR HUKUM
Dasar hukum yang terkait dengan pelaksanaan K3 RS :
UU No.1 tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
UU No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan
UU No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit berisi akreditasi RS dan syarat
fisik RS
Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan
Permenaker Nomor 5/Men/1996 tentang SMK3
Permenkes Nomor 432/Menkes/ SK/IV/2007 tentang pedoman Manajemen
K3 Rumah Sakit
Permenkes Nomor 432/Menkes/ SK/VIII/2010 tentang Standar K3 Rumah
Sakit

Definisi K-3
K-3
Definisi
Filosof
Pemikiran dan upaya untuk menjamin
keutuhan dan kesempurnaan :
- tenaga kerja dan manusia pada
umumnya, baik jasmani maupun
rohani,
- hasil karya dan budaya menuju
masyarakat adil, makmur dan
sejahtera;

Keilmuan

Suatu ilmu pengetahuan dan


penerapannya dalam upaya mencegah
kecelakaan, kebakaran, peledakan,
pencemaran, penyakit, dll

(ACCIDENT PREVENTION)

K-3

Tujuan

Melindungi para pekerja dan


orang lain di tempat kerja
Menjamin agar setiap sumber
produksi dapat dipakai secara
aman dan efisien
Menjamin
proses
produksi
berjalan lancar

ggggggggggg

UTAMAKAN
KESELAMATAN DAN

Keselamatan (Safety)
1. Mengendalikan kerugian dari kecelakaan
(control of accident loss)
2. Kemampuan untuk mengidentifikasikan
dan menghilangkan (mengontrol) risiko
yang tidak bisa diterima (the ability to
identify and eliminate unacceptable
risks)

Kesehatan (Health)
Derajat/tingkat keadaan fisik dan
psikologi individu (the degree of
physiological and psychological
well being of the individual)

AMAN (SELAMAT)
Aman (safe) adalah suatu
kondisi dimana atau kapan
munculnya sumber bahaya
telah dapat dikendalikan ke
tingkat yang memadai, dan
ini adalah lawan dari bahaya
(danger).

DANGER
Merupakan tingkat bahaya
dari suatu kondisi dimana atau
kapan muncul sumber bahaya.
Danger adalah lawan dari
aman atau selamat.

DEFINISI INCIDENT
Suatu kejadian yang
tidak diinginkan,
bilamana pada saat itu
sedikit saja ada
perubahan maka dapat
mengakibatkan
terjadinya accident.

DEFINISI ACCIDENT
Suatu kejadian yang tidak
direncanakan, tidak
diinginkan, gangguan
terhadap pekerjaan
berakibat cedera pada
manusia, kerusakan
barang, dan pencemaran
lingkungan.

GUNUNG ES - BIAYA KECELAKAAN


BIAYA KECELAKAAN DAN PENYAKIT
Pengobatan/ Perawatan
Gaji (Biaya Diasuransikan)

$1

$5

HINGGA

$50

BIAYA DALAM PEMBUKUAN:


KERUSAKAN PROPERTI
(BIAYA YANG TAK
DIASURANSIKAN)

$1

HINGGA

$3

BIAYA LAIN YANG


TAK DIASURANSIKAN

Kerusakan gangguan
Kerusakan peralatan dan
perkakas
Kerusakan produk dan material
Terlambat dan ganguan
produksi
Biaya legal hukum
Pengeluaran biaya untuk
penyediaan fasilitas dan
peralatan gawat darurat
Sewaterusdibayar
peralatan untuk waktu yang
Gaji
Waktu
hilang untuk penyelidikan
Biaya pemakaian pekerja pengganti
dan/ atau biaya melatih
Upah lembur
Ekstra waktu untuk kerja
administrasi
Berkurangnya hasil produksi akibat
dari sikorban
Hilangnya bisnis dan nama baik

FAKTOR-FAKTOR ANCAMAN
RISIKO KECELAKAAN KERJA
TENAGA
KERJA
KESEHATAN PROSES KESELAMATAN
PROSES
BAHAN

ALAT

LINGKUNGAN
LINGKUNGAN
16

SUMBER BAHAYA
PERBUATAN TAK AMAN
OPERASI TANPA OTORISASI
GAGAL MEMPERINGATKAN
GAGAL MENGAMANKAN
KECEPATAN TIDAK LAYAK
MEMBUAT ALAT PENGAMAN
TIDAK BERFUNGSI
PAKAI ALAT RUSAK
PAKAI APD TIDAK LAYAK
PEMUATAN TIDAK LAYAK
PENEMPATAN TIDAK LAYAK
MENGANGKAT TIDAK LAYAK
POSISI TIDAK AMAN
SERVIS ALAT BEROPERASI
BERCANDA, MAIN-MAIN
MABOK ALKOHOL, OBAT
GAGAL MENGIKUTI PROSEDUR

KONDISI TAK AMAN

PELINDUNG/PEMBATAS TIDAK LAYAK


APD KURANG, TIDAK LAYAK
PERALATAN RUSAK
RUANG KERJA SEMPIT/TERBATAS
SISTEM PERINGATAN KURANG
BAHAYA KEBAKARAN
KEBERSIHAN KERAPIAN KURANG
KEBISINGAN
TERPAPAR RADIASI
TEMPERATUR EXTRIM
PENERANGAN TIDAK LAYAK
VENTILASI TIDAK LAYAK
LINGKUNGAN TIDAK AMAN

Hazard
Identification & Risk
Assesment (HIRA)

Definisi
Risiko: Gabungan dari kemungkinan
(frekuensi) dan akibat atau konsekuensi
dari terjadinya bahaya tersebut
Penilaian risiko: Penilaian menyeluruh
untuk
mengidentifikasi
bahaya
dan
menentukan apakah risiko dapat diterima
Manajemen risiko: pengelolaan risiko
yang mencakup identifikasi, penilaian dan
pengendalian risiko

LANGKAH HIRA
Identifikasi Bahaya
Penilaian risiko
Pengendalian risiko

ALUR IDENTIFIKASI
DATA SISTEM
IDENTIFIKASI BAHAYA
PERKIRAAN KEMUNG
KINAN KECELAKAAN

PERKIRAAN AKIBAT
KECELAKAAN
PENETAPAN
risiko
risiko DAPAT
DITERIMA

SISTEM
DIOPERASIKAN

Identifikasi Bahaya

Audit / Inspeksi
Brainstorming
Literatur/ temuan ahli
Pemeriksaan alur proses
Data K3 sebelumnya
Literatur/ temuan ahli
dll

Identifikasi Bahaya
Proses Identifikasi bahaya
4W + 1H
Temukan sumber bahaya dari
awal akhir
Pikirkan dampak terburuknya
Apa kerugiannya
Apa
Pengendalian
yang
dilakukan?
Apa rekomendasi perbaikan?

proses

sudah

Penilaian risiko
risiko = Kemungkinan x
Keparahan

(risiko = Probability x Severity)

Kemungkinan
(Probabilty)
Tingkatan
Kriteria
5

Hampir pasti
akan terjadi

Penjelasan
Suatu kejadian akan terjadi pada
semua kondisi/setiap kegiatan yang
akan dilakukan

Cenderung
untuk dapat
terjadi

Suatu kejadian mungkin akan terjadi


pada hampir semua kondisi

Mungkin
dapat terjadi

Suatu kejadian akan terjadi pada


beberapa kondisi tertentu

Kecil
Suatu kejadian mungkin terjadi pada
kemungkina beberapa kondisi tertentu, namun kecil
n terjadi
kemungkinan terjadi

Sangat
jarang
terjadi

Suatu kejadian mungkin dapat terjadi


pada suatu kondisi yang khusus/luar
biasa/setelah bertahun-tahun

Keparahan (Severity)
Tingkatan

Kriteria

Penjelasan

Tidak
Siqnifikan

Tidak ada cedera, tidak ada gangguan kesehatan,


kerugian material kecil.

Minor

Cedera ringan, memerlukan perawatan P3K, ada


gangguan kesehatan ringan, langsung dapat ditangani,
kerugian material sedang.

Sedang

Memerlukan perawatan medis, dan dapat ditangani


dengan bantuan pihak luar, hilang hari kerja, kerugian
material cukup besar.

Mayor

Cedera yang mengakibatkan cacat/hilang fungsi tubuh


secara
total,
memerlukan
perawatan
medis/penanganan khusus, kerugian material besar.

Bencana

Menyebabkan kematian / fatal, bahan toksik dan


efeknya merusak, menyebabkan ketergantungan
perawatan medis yang intensif & khusus, kerugian
material sangat besar.

MATRIKS PENILAIAN risiko


SEVERITY/ DAMPAK
PROBABILITY/
PELUANG

MEDIUM

HIGH

HIGH

EXTRIM

EXTRIM

MEDIUM

MEDIUM

HIGH

HIGH

EXTRIM

LOW

MEDIUM

MEDIUM

HIGH

HIGH

LOW

LOW

MEDIUM

MEDIUM

MEDIUM

LOW

LOW

LOW

MEDIUM

MEDIUM

E : EXTRIM RISK, memerlukan penanganan /tindakan


segera
H : HIGH RISK, memerlukan perhatian pihak senior
manajemen
M
: MEDIUM, harus ditentukan tanggung jawab
manajemen terkait
L : LOW RISK, Kendalikan dengan prosedur rutin &

Pengendalian Bahaya

Terima
Kasih
29

LAPORAN K3L
BAB I. PENDAHULUAN
1) Latar Belakang Masalah
2) Rumusan Masalah
3) Tujuan dan Manfaat
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
BAB III. METODE PENGAMBILAN DATA
4) Sumber Data
5) Teknik Pengambilan Data
BAB IV. HASIL OBSERVASI
6) Proses produksi/ Aktivitas Kegiatan
7) HIRADC
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
8) Kesimpulan
9) Saran