Anda di halaman 1dari 22

EPIDEMIOLOGI DAN SURVEILENCE

KESEHATAN KERJA

Epidemiologi : ilmu yang mempelajari


epidemi/ wabah dengan tujuan
mengendalikannya dan mencegah
terulang kembali
Epidemologi Kerja : studi tentang faktorfaktor lingkungan kerja yg mempengaruhi
distribusi dan determinan penyakit pada
pekerja.

Surveilans epidemiologi merupakan


pengamatan secara teratur dan terus
menerus terhadap semua aspek
penyakit tertentu baik keadaan
maupun penyebarannya dalam suatu
kelompok penduduk tertentu untuk
kepentingan pencegahan dan
penanggulangan. (Nur Nasry Noor,
2000).

a)Penyebab (causation)
b)Riwayat alamiah penyakit (natural,
history of desease)
c)Menjelaskan status kesehatan populasi
pekerja (description of health status of
population)
d)Melakukan penilaian terhadap perlakuan
yg diberikan (evaluasi of intervetion)

Sumber : M.SULAKSMONO (fkm.unair.ac.id)

Sumber : M.SULAKSMONO (fkm.unair.ac.id)

ANALISIS DISKRIPTIF
Penelitian diskriptif dilakukan untuk penentuan
insidensi, prevalensi dan angka mortalitas untuk
penyakit di dlm kelompok usia, jenis kelamin,
ras, kawasan geografis.
Dengan kata lain sifat karakteristik yg meliputi
sifat org, tempat, waktu, merupakan dasar pokok
penelitian epidemiologi deskriptif.
1.Sifat karakteristik tentang orang
2.Karakteristik tentang tempat dapat bersifat
keadaan geografis.
3.Karakteristik menurut waktu
4.Perubahan secara seluler

1. Penelitian epid secara umum dilaksanakan :


a. Mendeskripsikan peny atas dasar aget, host,
environment.
b. Meneliti mekanisme terjadinya penyakit
c. Meneliti faktor2 determinan bagi suatu penyakit
d. Mencari teknik diagnostik yg spesifik
e. Mencari cara pencegahan penyakt, pengendalian
dan pemberantasannya.
f. Mengikuti berbagai faktor sebagai agent potensial,
meneliti, melakukan identifikasi apa efek potensial
agent dan organisme lainnya

2. Model Dasar Penelitian epidemiologi


Biasa dilakukan di lab./ lapangan dan bersifat
observasional/ eksperimen.
Dalam epid dikenal 3 model dasar penelitian :
a. Model Kasus Kendali (case control)
Penyakit sudah ada tapi tdk ada diketahui
sebabnya.
1) Keuntungan : cepat selesai, waktu pendek
dan baiaya murah
2) Kerugian : data didasarkan atas ingatan org
yg sedang menderita sakit, tdk akurat ->bias.

b. Model Kohort/ Prospektif


Penelitian Kohort berbeda dengan
kasus kendali, karena pd saat
penelitian belum didapat penderita
penyakit, tetapi sudah diketahui
adanya agent potensial yg
memapari populasi yg akan diteliti
dng berbagai kategori

Keuntugan penelitian Kohort


a. Dapat mengkuantifikasikan dengan akurat
jumlah pemaparan y diterima populasi.
b. Penyakit yg terjadi dapat diperiksa &
dibuat diagnose secara teliti.
c. Tidak terjadi bias.
d. Hubungan sebab akibat lebih jelas, pasti,
dan meyakinkan.

Kerugian penelitian Kohort


a. Waktu follow up lama
b. Populasi tidak tetap berada pd lingkungan
terpapar.
c. Kemungkinan populasi pindah
&meninggal akibat penyakit lain.
d. Apabila penyakit jarang didapat, maka
waktu peneltian tambah lama.

Karena yg diukur adalah prevalensi


agent maupun penyakit diteliti pada
saat yg sama, sehingga data penyakit
yg didapat berupa prevalensi &
paparan adalah yg saat itu ada, dan
bukan penyakit yg didapatkan masa
lalu.

Kerugian Penelitian Crossectional


a. Model ini tidak dapat digunakan untuk
memperkirakan atau menguji hipotesa.
b. Model ini tidak dapat digunakan untuk
memperkirakan hubungan hipotesa dan
agent penyakit.

Keuntungan Penelitian Crossectional


a. Modelnya lebih murah
b. Lebih cepat
c. Sulit menghubungkan antara faktor
pemapar dengan perevalensi yg
didapat.

Faktor Lingkungan kerja yg dapat memberi


konstribusi terhadap kejadian penyakit :
1)Faktor Fisik: Iklim, bising, Cahaya, dll.
2)Faktor Kimia: Debu, Bahan Kimiawi,
Rokok,dll
3)Faktor Biologis: Bakteri, Virus, dan
parasit.
4)Faktor Psikologis: Stres, alih tugas.
5)Faktor Kecelakaan: Situasi bahaya.

1) Data hasil pemeriksaan kesehatan awal (sebelum tenaga kerja di


pekerjakan di perusahaan yang bersangkutan);
2) Data hasil pemeriksaan kesehatan berkala (pemeriksaan yang di
lakukan secara periodik selama tenaga kerja bekerja di
perusahaan yang bersangkutan);
3) Data hasil pemeriksaan khusus (pemeriksaan dokter yang
merawat tenaga kerja tentang riwayat penyakit yang di
deritanya);
4) Data hasil pengujian lingkungan kerja oleh Pusat Keselamatan
dan Kesehatan Kerja beserta balai-balainya, atau lembagalembaga lain yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi;

5)Data hasil pemeriksaan kesehatan tenaga


kerja secara umum di bagian tersebut;
6)Riwayat pekerjaan tenaga kerja;
7)Riwayat kesehatan tenaga kerja;
8)Data medis/rekam medis tenaga kerja;
9)Analisis hasil pemeriksaan lapangan oleh
Pengawas Ketenagakerjaan; dan/atau
10)Pertimbangan medis dokter penasehat.

1. TUGAS DARI PENGAWAS KETENAGAKERJAAN, antara lain:

a) melakukan penelitian dan pemeriksaan ke lapangan berdasarkan


laporan kecelakaan tahap I.
b) menganalisis hasil temuan yang didapat dilapangan.
c) meminta pertimbangan medis kepada dokter penasehat.
d) berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dalam menyelesaikan
kasus kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.
e) menegakkan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan

2)Fungsi dari Pengawas Ketenagakerjaan


dalam menyelesaikan kasus kecelakaan
kerja dan PAK adalah menetapkan suatu
kasus apakah kasus tersebut masuk
kecelakaan kerja dan PAK atau bukan dan
menindaklanjuti pelaksanaan penetapan
tersebut