Anda di halaman 1dari 2

Lipid biologis seluruhnya atau sebagiannya berasal dari dua jenis sub satuan atau blok bangunan

biokimia yaitu, gugus ketoasil dan gugus isoprena. Lipid mengacu pada golongan senyawa
hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofobik. Karena nonpolar, lipid tidak larut dalam pelarut
seperti polar seperti air, tetapi larut dalam pelarut non polar, seperti alkohol, eter, atau kloroform
(Anggraini, 2013).
Lemak dan minyak komposisinya dapat sangat berbeda bergantung pada asalnya. Susunan asam
lemak dan gliseridanya dapat menimbulkan sifat yang berbeda. Minyak dan lemak dapat
dikelompokkan secara luas menjadi 4 golongan berikut: lemak depot hewan, minyak bahari dan
minyak tumbuhan. Asam lemak jenuh dan tak jenuh dengan jumlah atom karbon genap berantai
lurus merupakan bagian terbesar dari asam lemak dalam lemak alam. Beberapa dari asam
tersebut meliputi asam berjumlah atom ganjil, asam rantai bercabang, dan asam hidroksi
(Deman, 1989).
Istilah lipid mencakup berbagai macam kelompok senyawa yang berbeda-beda
strukturnya. Lipid dalam makanan manusia yang utama adalah trigliserol, sterol, dan membrane
fosfolipid yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Proses metabolism lipid membentuk dan
mendegradasi simpanan lipid dan memproduksi karakteristik struktur dan fungsi lipid dalam
jaringan tertentu.. gliserolipid adalah lipid yang mengandung gliserol dengan gugus hidroksil
yang terdistribusi. Gliserolipid merupakan lipoid yang paling melimpah di dalam tubuh hewan
(Ngili, 2009).
Lipid ialah sekelompok senyawa heterogen, meliputi lemak minyak, steroid, malam
(wax), dan senyawa terkait, yang berkaitan lebih karena sifat fisiknya daripada sifat kimianya
(Buku Biokimia Harper : hal 128). Lipid bersifat amfifilik, yaitu lipid mampu membentuk
struktur seperti vesikel, liposom, atau membran lain dalam lingkungan basah. Senyawa ini
merupakan konstituen makanan yang penting tdak saja karena nilai energinya yang tinggi, tetapi
juga karena vitamin larut lemak dan asam lemak essensial yang terkandung di dalam lemak

makanan alami. Lemak disimpan di jaringan adiposa, tempat senyawa ini juga berfungsi sebagai
insulator panas di jaringan subkutan dan disekitar organ tertentu. Lipid non polar berfungsi
sebagai insulator listrik dan memungkinkan penjalaran gelombang depolarisasi di sepanjang
saraf bermielin. Kombinasi lipid dan protein (lipoprotein) adalah konstituen sel yang penting,
yang terdapat baik di membran sel maupun di mitokondria, dan juga berfungsi sebagai alat
pengangkut lipid dalam darah (Anggraeni, 2013).
Lipid adalah molekul kecil hidrofobik atu amphupatik yang berasal dari kondensasi yang
berbasis karbanion unit isoprene. Sebagai contoh minyak dan lemak merupakan lipid yang bnyak
ditemukan di alam dan membentuk kelompok utama ketiga dari makronutriens setelah protein
dan karbohidrat (Akpinar, 2014).