Anda di halaman 1dari 3

TUGAS INDIVIDU PERKEMBANGAN HEWAN

REVIEW JURNAL TENTANG PERKEMBANGAN EMBRIO HEWAN

NAMA

:

TRI WAHYUNI PONGARRANG

NIM

:

H41114032

KELAS

:

A

HARI / TANGGAL :

RABU / 2 DESEMBER 2015

TUGAS INDIVIDU PERKEMBANGAN HEWAN REVIEW JURNAL TENTANG PERKEMBANGAN EMBRIO HEWAN NAMA : TRI WAHYUNI PONGARRANG NIM

LABORATORIUM GENETIKA JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2015

REVIEW JURNAL TENTANG PERKEMBANGAN EMBRIO HEWAN

Berbicara mengenai perkembangan suatu hewan, hal tersebut tidaklah lepas

dari perkembangan embrio dari hewan tersebut. Ada banyak penelitian yang

dilakukan untuk mengamati dan mempelajari peristiwa tersebut, salah satunya adalah

pada ayam. Dalam sebuah jurnal internasional yang berjudul “A SERIES OF

NORMAL STAGE IN THE DEVELOPMENT OF CHICK EMBRYO

dijelaskan bahwa perkembangan embrio ayam selama 21 hari terjadi dalam 46 tahap.

Secara terperinci, jurnal tersebut menjelaskan setiap perbedaan tahapan-tahap

tersebut, misalnya pada pembentukan bulu, sayap, kaki dan organ-organ tubuh

lainnya. Hal tersebut nampak jelas pada gambar yang telah ada sehingga

memudahkan setiap pembaca dalam memahami isi dari jurnal tersebut.

Sebagai pendukung, terdapat pula sebuah bulletin ilmiah nasional mengenai

perkembangan pada embrio ayam dari hari ke hari. Dalam jurnal tersebut menyatakan

bahwa perkembangan embrio ayam diawali dengan pembentukan lempengan embrio

yang ditandai dengan terbentuknya rongga segmentasi serta terdapat cincin yang

berwarna lebih gelap dari sekitarnya. Membran tersebut akan berkembang dan

berperan sebagai nutrisi bagi embrio. Pada tahap selanjutnya, terjadi pembentukan

jantung dan sistem peredaran darah, lalu diikuti dengan pembentukan otak, pembuluh

syaraf, serta bagian belakang tubuh embrio. Terdapat pula pembentukan rongga

amniotic yang berperan untuk melindungi embrio dari guncangan serta

mempermudah pergerakan embio tersebut. Adapun pada tahap perkembangan

selanjutnya, embrio tersebut mulai membesar dan diikuti dengan terjadinya

diferensiasi sederhana antara badan dengan kepala serta pembentukan kuku, folikel

bulu, hidung, mata dan alat gerak tubuh yang menjadi semakin kompleks. Di hari ke

sembilan belas, vitelus telah terserap sempurnah sehingga anak ayam yang telah

berkembang harus bernapas melalui rongga udara. Perkembangan tersebut menjadi

semakin kompleks dimana anak ayam tersebut mulai aktif bergerak menggunakan

sayap dan kakinya, sehingga mempermudah anak ayam untuk menetas dan keluar

dari cangkangnya.

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan embrio pada ayam.

Suatu jurnal nasional berjudul “PENGARUH PEMBERIAN SERIBU MANIS

(Saccharin) TERHADAP PERKEMBANGAN MORFOLOGI AYAM (Gallus

gallus domesticus)” menyatakan bahwa pemberian sakarin menyebabkan sebagian

besar sampel telur gagal menetas. Hal tersebut diikuti dengan hasil yang didapat

bahwa semakin banyak dalam konsensentrasi sakarin yang diberikan, maka semakin

rendah pula kemungkinan embrio tersebut dapat berkembang.

Berdasarkan berbagai refensi diatas, saya mengambil kesimpulan bahwa

pemkembangan pada ayam berlangsung cukup singkat, namun perkembangan

embrionik tersebut signifikan sehingga setiap organ organ tubuh pun mampu

berkembang dengan baik. Dalam hal ini, perkembangan pada hewan tersebut dapat

terjadi selama tidak ada faktor-faktor yang menghambatnya, misalnya pemberian

senyawa kimia sakarin.