Anda di halaman 1dari 6

Alur Penyampaian Pada Seminar Proposal

LATAR BELAKANG MASALAH


Dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 dikatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dari tujuan ini terlalu banyak pihak yang
mengesampingkan aspek beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. Sehingga tujuan pendidikan
yang diutamakan hanyalah bagaimana siswa itu pintar dan bisa dalam pelajaran. Padahal
hakikatnya, kepintaran siswa harus berjalan beriringan dengan keimanan, ketakwaan dan akhlak
mulia. Sehingga ilmu yang didapat tidak disalah gunakan.
Karena hal itu terjadilah degradasi moral saat ini, salah satu efek negatif dari degradasi moral ini
yang mempengaruhi siswa adalah kurang mampu berkonsentrasi. Karena dengan tidak
berkonsentrasi akan susah bagi siswa untuk meresapkan dan mengingat apa yang sudah diajarkan
padanya disekolah.
Nah dengan masalah ini, banyak yang mencari jalan keluar untuk menerapkan berbagai macam
cara pembelajaran untuk membuat siswa lebih berkonstrasi lah dan hal lainnya, yang banyak
dicetuskan oleh para ahli dari barat.
Sebenarnya masalah ini bisa diatasi dengan mendekatkan diri pada Al Quran, karena pendidikan
pertama kali juga bersumber dari Rasulullah Saw di gua hira kita beliau menerima wahyu yang
pertama (iqra). Tapi kebanyakan cara berfikir sekarang Pendidikan formal dianggap lebih
penting daripada menghafal Al Quran,
Salah satu cara dekat dengan al quran adalah dengan cara membaca dan menghafalnya, karena
Membaca Al-Qur'an dan menghafalnya dapat mempengaruhi keaktifan syaraf-syaraf otak
manusia, dan ia akan belajar keseriusan dalam hidup, serta belajar menata dan mengatur
hidupnya. Karena setiap orang yang membaca dan menghafal al quran tidak dapat dilakukan
dengan sembarangan harus benar sepenuhnya, benar bacaan baik tanda baca maupun panjang
pendeknya. Dengan kebiasaan yang terus membaca dan menghafal alquran otak kanan akan
terbiasa berfikir dengan detail, dan fokus pada apa yang dibaca.
Dengan hasil2 riset dan literature buku yang saya baca tentang mukjizat dan kedasyatan al quran,
ternyata dengan mengahafal al quran bisa Melatih daya konsentrasi, Menstimulus otak dan
tingkat kecerdasan, Terhindar dari kepikunan dan Menumbuhkan kedisiplinan
Dari sini muncul lah gagasan dari saya, untuk melihat pengaruh al quran terhadap aspek kognitif
seseorang,sekaligus untuk lebih membumikan al quran dikalangan guru, siswa dan juga sekolah
bahwa sebenarnya al quran bisa menjadi solusi konkrit sehingga muncul lah judul pengaruh
kemampuan mengahafal al quran terhadap hasil belajar fisika.

RUMUSAN, TUJUAN, MANFAAT, HIPOTESIS,


Definisi istilah
Kemampuan Menghafal Al-Quran adalah kapasitas seorang individu atau kesanggupan seorang
individu untuk mengingat ayat-ayat Al-Quran. Pengukuran kemampuan menghafal Al-Quran
dalam penelitian ini didapatkan dari dokumentasi guru Al-Quran disekolah yaitu nilai hafalan
siswa.
Prestasi belajar adalah hasil usaha yang telah dicapai seseorang setelah ia melakukan kegiatan
belajar. Pada penelitian ini, peneliti hanya mengukur prestasi belajar pada ranah kognitif (C1C4).
Pengaruh : Hubungan sebab akibat yang ditimbulkan oleh dua variabel

LANDASAN TEORI
Mengahafal Al Qur an
Menghafal adalah berusaha meresapkan kedalam fikiran agar selalu ingat.
Al-Quran adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dan dipandang
beribadah apabila membacanya
Menghafal Al-Quran adalah suatu proses mengingat, dan meresapkan kedalam pikiran seluruh
materi ayat (rincian bagian-bagiannya seperti fonetik, waqaf, dan lain-lain) secara sempurna.
Atau bisa juga dikatakan menghafal Al-Quran adalah berusaha meresapkan kedalam fikiran agar
selalu ingat ayat-ayat Allah dari semua bagian-bagiannya bacaannya seperti bunyi, tajwid, mad,
waqaf, dan lain-lain.

Menghafal al quran adalah salah satu keistimewaan terbesar Al-Quran karena hanya Al Quran
yang menjadi satu-satunya kitab suci yang dihafalkan oleh banyak manusia di dunia ini. Mulai
dari anak-anak hingga orang tua sekalipun bisa menghafal al qur;an. Selain itu Tak satu pun kitab
didunia ini yang dihafalkan bagian surat, kalimat, huruf dan bahkan harakatnya dengan fasih
seperti Al-Quran.

Ada beberapa manfaat al quran diantaranya :


a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)

Mendapatkan prioritas dari Nabi Muhammad saw.


Mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah swt.
Suasana hatinya hidup, dinamis, dan tidak terserang rasa sepi.
Akan memperoleh kenikmatan beragam dan tiada bandingannya.
Pikiran jernih, kekuatan ingatan, ketenangan jiwa, senang dan bahagia.
Terbebas dari rasa takut, dapat meningkatkan IQ (kecerdasan).
Melatih daya konsentrasi dan menstimulus otak.
Menumbuhkan kedisiplinan, meningkatkan derajat, dan syafaat di hari kiamat.

Belajar adalah suatu proses dimana seseorang melakukan aktivitas mendengar, memandang,
meraba, menulis, membaca, mengingat dan berfikir. . Dengan belajar, manusia melakukan
perubahan-perubahan individu sehingga tingkah lakunya berkembang.

prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mendapatkan berbagai macam
pengalaman dan pengetahuan yang berupa perubahan tingkah laku baik yang berhubungan
dengan individu maupun lingkungan sekitarnya.
Prestasi belajar meliputi tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah
kognitif adalah prilaku yang menyangkut masalah pengetahuan, informasi, dan masalah
kecakapan intelektual. Ranah afektif adalah perilaku yang berupa sikap, nilai-nilai dan prestasi.
Sedangkan ranah psikomitorik adalah perilaku yang terutama berkaitan dengan ketrampilan atau
kelincahan dan kondisinya.
Dalam ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses berfikir :
1. Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge) adalah kemampuan seseorang untuk
mengingat-ingat kembali atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, gejala,
rumus-rumus dan sebagainya
2. Pemahaman (comprehension) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau
memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat.
3. Penerapan (application) adalah kesanggupan seseorang untuk menerapkan atau
menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumusrumus, teori dan sebagainya, dalam situasi yang baru dan kongkret.
4. Analisis (analysis) adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu
bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami
hubungan di antara bagian-bagian atau factor-faktor yang satu dengan factor-faktor
lainnya.
5. Sintesis (synthesis) adalah kemampuan berfikir yang merupakan kebalikan dari proses
berfikir analisis. Sintesis merupakan suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau
unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola yang terstruktur atau
berbentuk pola baru.
6. Penilaian (evaluation) adalah merupakan jenjang berfikir paling tinggi dalam ranah
kognitif. Penilaian di sini merupakan kemampuan seseorang untuk membuat
pertimbangan terhadap suatu situasi, nilai atau ide.

METODE PENELITIAN

Metode survei yaitu metode yang digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang
alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya
dengan kuisioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainya (perlakuan tidak seperti dalam
eksperimen).
Untuk populasi dan sampel pada penelitian ini, yang menjadi populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh siswa kelas XI SMA Al Athiyah. dan digunakan teknik nonprobability sampling,
dimana teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap
unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Pemilihan sampel dilakukan secara
sampling jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi
digunakan sebagai sampel.

Untuk teknik pengumpulan data ada dua cara yang akan penulis lakukan yaitu :
Pengukuran kemampuan menghafal Al-Quran dalam penelitian ini didapatkan dari dokumentasi
guru Al-Quran disekolah yaitu nilai hafalan siswa.
Pengukuran prestasi belajar dalam penelitian ini didapatkan dari hasil tes dengan memberikan
lembar soal pelajaran fisika yang terdiri dari 20 soal, dimana 5 soal berada pada ranah kognitif
pengetahuan (C1), 5 soal pada ranah kognitif pemahaman (C2), 5 soal berada pada ranah kognitif
penerapan (C3), dan 5 soal lagi berada pada ranah kognitif analisis (C4).
Untuk instrument penelitian ini, instrumen yang digunakan penulis adalah tes prestasi, dimana
tes prestasi adalah tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah
mempelajari sesuatu. Hasil tes tersebut akan digunakan untuk melihat pengaruh kemampuan
menghafal Al-Quran memberikan sumbangan terbesar terhadap kemampuan kognitif
pengetahuan (C1), pemahaman (C2), penerapan (C3), atau analisis (C4).

SAMPAIKAN RUMUS APA SAJA YANG AKAN DIPAKAI, LIHAT MAKALAH

HAL PENTING :

Kenapa yahudi pintar ?


1. Ketika ibunya sedang mengandung mereka membeli buku matematika dan
menyelesaikannya secara bersama dengan suami. Sampai genap melahirkan
2. Cara makan, mereka makan dengan kacang badam, korma, susu, dan jenis makanan
bergizi. Karena daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak.
3. Mereka tidak merokok, kenapa ? karena nikotin dapat merusak sel utama pada otak
manusia.

Rasullullah bersabda, "Wahai ahli-ahli Al-Qur'an, janganlah kalian menggunakan Al-Qur'an


sebagai bantal tetapi kamu hendaknya membacanya dengan teratur siang dan malam,
sebarkanlah kitab suci itu, bacalah dengan suara yang merdu dan pikirkanlah isi
kandungannya! Dengan begini kamu akan mendapatkan kejayaan, janganlah kamu minta
disegerakan ganjarannya (dalam dunia) karena Dia mempunyai ganjaran (yang sangat besar di
akhirat)." [HR. Imam Baihaqi]
Sebelumnya, Dr. Marie Janson, direktur perkembangan Alzheimers Research di Inggris,
menunjukkan sebuah temuan terbaru bahwa aktivitas sederhana seperti bernyanyi, bermain tekateki, dan bowling bisa menghambat penurunan fungsi otak (demensia) alias kepikunan. Mereka
yang rutin melakukan aktivitas ini diduga bisa membuat otak lebih "awet muda" dibandingkan
dengan orang yang hanya mengandalkan obat anti-demensia saja. Nah, jika menyanyi saja bisa
membantu mengatasi kepikunan, apalagi membaca sekaligus menghafal Al-Qur'an yang jauh
lebih luas dampaknya.

Menurut M. Ngalim Poerwanto, dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan (Bandung:
Remaja Rosdakarya, 1992 hal. 52) Jika sel-sel otak bekerja atau difungsikan terus dengan halhal positif dan aktif, maka akan menjadi lebih kuat.
Profesor psikologi di Universitas Imam Muhammad bin Suud al-Islamiyah di Riyadh, Dr.
Abdullah Subaih berpendapat bahwa dengan menghafal Al Quran berarti siswa terlatih untuk
berkonsentrasi. Kita tahu bahwa pendidikan formal juga dibutuhkan konsentrasi yang tinggi
untuk mempelajarinya, Nah dengan belajar menghafal Al Quran maka dia akan terlatih dengan
konsentrasi yang tinggi.