Anda di halaman 1dari 4

METODE PENYUSUNAN KTI APLIKASI RISET

A. Subjek Aplikasi Riset


Subjek aplikasi ini adalah aplikasi tindakan pengaruh kompres tepid sponge
hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada anak umur 1-10 tahun dengan
hipertermia di Ruang Melati di RSUD Tugurejo Semarang.
B. Tempat dan waktu
1. Waktu
Aplikasi tindakan pengaruh kompres tepid sponge hangat ini di lakukan
pada tanggal 1-17 januari 2012 dengan durasi waktu pelaksanaan selama
20 menit (pengukuran pertama 10 menit setelah selesai tepid sponge dan
pengukuran kedua 30 menit setelah pengukuran pertama) .
2. Tempat
tindakan pengaruh kompres tepid sponge hangat di lakukan di Ruang
Melati di RSUD Tugurejo Semarang.
C. Media dan alat yang digunakan
Dalam aplikasi riset ini media dan alat yang digunakan yaitu
1. Alat pengukur suhu dengan termometer digital
2. Air hangat dengan suhu 35C
D. Prosedur tindakan berdasarkan aplikasi riset
Prosedur tindakan yang akan dilakukan pada aplikasi riset tentang pengaruh
kompres tepid sponge hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada anak umur
1-10 tahun dengan hipertermia adalah dengan kompres seluruh tubuh dengan
air hangat

Prosedur Pelaksanaan tepid sponge


A. FASE ORIENTASI
1. Mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan
4. Menjelaskan prosedur
5. Menanyakan kesiapan pasien dan keluarga
B. FASE KERJA

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mencuci tangan
Menutup sampiran / jendela
Memakai sarung tangan
Memasang pengalas dibawah tubuh pasien
Melepasken pakaian pasien
Memasang selimut pasien
Mencelupkan waslap/ handuk kecil ke waskom dan mengusapkan

ke seluruh tubuh
8. Melakukan tindakan di atas beberapa kali (setelah kulit kering)
9. Mengkaji perubahan suhu tubuh setiap 15-20 menit
(komunikasikan secara verbal)
10. Menghentikan prosedur bila suhu tubuh mendekati normal
(komunikasikan secara verbal)
11. Mengeringkan tubuh dengan handuk
12. Merapikan kembali alat-alat
13. Melepas sarung tagan
14. Merapikan pasien
15. Menanyakan kenyamanan pasien
16. Mencuci tangan
C. FASE TERMINASI
1. Melakukan evaluasi
2. Menyampaykan rencana tindak lanjut
3. Berpamitan

E. Proses penelitian
Pada penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan bentuk
rancangan one grup pretes-postes peneliti mengukur suhu tubuh sebelum
dilakukan eksperimen kemudian setelah dilakukan eksperimen peneliti
mengukur krmbali suhu tubuh responden. Peneliti mengunakan metode total
sempling karena jumlah populasi yang sedikit. Pada penelitian ini ikut terlibat
secara langsung dan dibantu oleh 2 perawat diruang anak. Pengambilan data
penelitian mengunakan termometer digital termometer tersebut sudah
dikalibrasi

dengan

tingkat

keakuratanya

99%

(tercantum

dalam

brosurnya)prosedur pelaksanaan tepid spong diambil dari tahapan-tahapan


pelaksana tepid spong yang dirokemendasikan oleh rosdahl dan kowalski,
(2008).

Analisis data penelitian ini menggunakan uji beda non parametrik yaitu uji
wilcoxon, karena sebaran data tidak berdistribusi normal setelah dilakukan uji
kenormalan dengan shapiro wilk dengan p-volue <0,05.
F. Alat ukur
Alat ukur yang digunakan penulis dalam pengaplikasian tidakan pengaruh
kompres tepid sponge hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada anak umur
1-10 tahun dengan hipertermia di Ruang Melati di RSUD Tugurejo
Semarang.
Tabel 3
Suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan tepid sponge
Sebelum diberikan tepid spong pada pasien hipertermia RSUD Tugurejo
Semarang.
(n=36)
Suhu tubuh
(C)
38,5
38,5
38,5
0,4

Mean
Median
Modus
Standar devisiasi

Dari data tersebut terlihat bahwa nilai rata-rata suhu tubuh sebelum
diberikan tepid sponge sebesar 38,5C, dengan standar deviasi sebesar 0,4C,

Tabel 4
Suhu tubuh setelah diberikan tepid sponge
Setelah diberikan tepid spong pada pasien hipertermia RSUD Tugurejo
Semarang.
(n=36)
Suhu tubuh
(C)
Mean
37,1
Median
37
Modus
37
Standar devisiasi
0,5
Dari data tersebut terlihat bahwa nilai rata-rata setelah diberikan tepid sponge
sebesar 37,1C, dengan standar deviasi sebesar 0,5C.
G. Hasil penelitian

Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh kompres tepid sponge hangat
terhadap penurunan suhu tubuh pada anak umur 1-10 tahun dengan
hipertermia. Dilihat dari hasil analisis uji wilcoxon signed rank test di
dapatkan p-volue sebesar 0,0001<0,05 dengan penurunan rata-rata sebesar
1,4C. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah mengatasi hipertermia dapat
menggunakan terapi non farmakologis tepid sponge sehingga pasien tidak
tergantung dengan obat antipiretik.