Anda di halaman 1dari 12

Lina

Herlina
Prodi
Bahasa
Indonesia

[KUMPULAN PUISI PUISI]


Puisi ini dibuat oleh Penulis berdasarkan
Pengalaman Pribadi

BIOGRAFI PENULIS
Lina Herlina atau yang biasa dipanggil lina, merupakan salah satu
mahasiswi

STKIP

Purwakarta

Jurusan

Bahasa

Indonesia.Lahir

Di

Purwakarta 08 Mei 1990 (24 Tahun ). Beliau merupakan Istri dari Fian
Apriliana SE dan mempunyai satu anak laki laki bernama Reyhan.
Keseharian beliau adalah selain sebagai mahasiswi, beliau merupakan
pegawai swasta dengan jabaran staff administratif. Dalam kesibukannya
beliau suka sekali menulis cerpen dan puisi. Oleh karena itu beliau
mengumpulkan puisi puisi yang dibuatnya, selain sebagai tugas kuliah,
puisi ini merupakan pengalaman pribadi beliau.

DOA UNTUK IBU


Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani
DiaLah Ibu
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa
Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang Lebih dari apapun
Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku
Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ibuku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada
Terimakasih Ibu
Atas apa yang teLah kau berikan padaku
Aku akan seLaLu menyanyangimu

TANGISAN MATA BUNDA


Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku
Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu
Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku
Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku

LENTERA KEHIDUPAN
Hanya Bila Kau Membuka Hati
Merasakan Semua Sayang Dihari Ini
Engkau Hanya Tergantung
Pada Nasibmu Dihari Nanti
Satu Cahaya Berjuta Jiwa
Pemberi Dehidupan Didunia
Pernah Sadarkah Engkau
Untuk itu Semua
KeAgungnganNya Membelah Dunia
Pengatur Kehidupan Kita
Cahayanya Tak Kasap Di Pandang Sebelah Mata
Cayaha Lentera Yang Kau Bandingkan DenganNya
Tertepi Bila Kau Mengerti
Mengerti Arti Kehidupan Ini
Hanya Bersandar Sementara
Terlarut Amat Lama Diakhirat Sana

RINDU ITU

Rindu itu, terbelenggu


Terselubung diantara pohon randu
Terukir pada satu kalbu
Disini, dipuncak lawu
Aku merindukan mu
Rindu itu.
Hilang entah kemana
Terbang diterjang badai nestapa
Membuat pernapasan ku sesak melanda
Rindu itu, bergemuruh
Datang saat kau jauh
Hingga ku terjatuh
Luluh runtuh
Hingga serat hati menjadi utuh
Membuat persendian ku runtuh

PERMOHONAN
Teman...
Ku ingin kau selalu ada...

Ku ingin meminta maaf kepada kalian teman...


Karna kita sudah ingin berpisah...
Semoga kalian tidak melupakan ku...
Dan kalian senang disekolah baru kalian...
Tuhan...
Jaga teman teman ku...
Semoga mereka diberi nikmat yang banyak...
Dan semoga mereka diberi teman yang baik...

SEPEDA IBU

Pegang yang erat ya Nak


Ibu akan berhati-hati

Agar laju Ibu tetap lurus


.
Tetap pegang Ibu ya Nak
Tak perlu renggut ujung baju
Cukup lingkarkan di pinggang Ibu
.
Taruh kepalamu di punggung Ibu ya Nak
Tapi jangan tertidur
Ibu takut kau jatuh
.
Ibu akan berusaha supaya cepat sampai
Agar jangan kau kepanasan
Atau kita belum jua sampai
saat hari akan hujan
.
Sabar ya Nak
Roda sepeda Ibu memang kecil
Tapi kayuhan Ibu besar

Hanya Darimu Bunda


Bunda..

Andai peluhmu sewaktu menimangku dapat kuseka dengan


rasa maafku..
Mungkin tak cukup walau diri ini memohon maaf atas
segalanya..
Kenapa aku dulu begitu berani akan dirimu..
Bunda.. Setiap jejak langkah berat bebanmu ketika
merawatku..
Tak kurasakan sekarang dalam hidupku..
Masih pantaskah aku harus durhaka kepadamu.
Masih pantaskah aku harus mengatakan tidak akan
permintaanmu..
Bunda..
Setiap nafas yang kau hembuskan, usaha berat engkau
anggap ringan..
Hanya untukku, untukku agar tetap bertahan dalam sebuah
kehidupan..
Bunda.
Sepanjang jalan dan tak akan pernah putus kasih
sayangmu..
Namun dariku, hanya sepanjang galah yang terkesan
semu..
Bunda..
Terimakasih
Terimakasih
Terimakasih
Terimakasih
untukku..

untuk adamu..
untuk kasih sayangmu..
telah memaafkanku..
untuk kehidupan yang engkau usahakan

Anakmu..
Hanyalah setitik debu penuh kesalahan..
Hanyalah sebatang ranting rabuh di atas dahan..
Hanyalah semut kecil di tengah hutan..
Yang akan tersesat tanpa genggaman hangat seorang
penyayang sepertimu bunda..
Anakmu..
Yang hanya tau menuntut tak patut..
Yang hanya tau merengek tak sopan..
Yang hanya tau dirinya sendiri tanpa takut..
Tanpa takut menyakitimu wahai sang sandaran..
Jiwa dan hatiku. Hidup dan jalanku..
Terimakasih bunda.. Untuk setiap air susu yang mengalir

dalam darahku..
Tanpanya.. Aku tak akan pernah mampu menghirup udara
kehidupan..
Berteman dengan alam, mengarungi nafas dunia
bersamamu..
Terimakasih karena selalu menyayangiku..
Hanya darimu bunda..
Kudapatkan selimut kasih sayang tanpa batas dan
balasan..
Ya Allah.. Kuatkan langkah Bundaku..
Selalu beri Ia kebahagian atas segala Ridhomu..
Amin..

Jasa Tak Terlupakan


Ibu...
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah
Ibu....

kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu...
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan
Ibu...
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek
Ibu...
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku
Ibu...
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu

Terima Kasih Ibu


Ibu ....
Engkaulah wanita yang terindah yang pernah ku punya
Engkaulah jiwa dan ragaku
Engkaulah sosok wanita idola yang datang untuku
Kata-katamu sungguh lembut dibandingkan ayah
Tak pantas aku menyakiti hatimu yang begitu tulus menyayangiku
Setiap hari kau selalu mendoakn anak-anakmu

Engkau tak pernah marah jika anakmu nakal


Engkau selalu sabar dalam mendidik kami
Kasih ibu sepanjang masa
Hanya memberi tak hanya kembali
Aku berjanji tak akan membuatmu menangis
Aku ingin membuatmu selalu Tersenyum
Terima kasih ibu atas segalanya
Aku sangat menyayangimu.