Anda di halaman 1dari 18

BAB I

LINGKUNGAN EKSTERNAL
I.

Pendahuluan
Perubahan yang sangat cepat, yang terjadi dalam lingkungan bisnis telah secara

otomatis menuntut setiap pelaku bisnis untuk selalu memberikan perhatian dan tanggapan
terhadap lingkungannya. Hal ini mengkondisikan perusahaan untuk kemudian merumuskan
strategi agar mampu mengantisipasi perubahan dan pencapaian tujuan perusahaan. Didasari
atas pentingnya perumusan strategi, proses perumusan strategi merupakan suatu rangkaian
kegiatan untuk menemukan strategi yang tepat bagi perusahaan. Rangkaian kegiatan yang
diperlukan meliputi analisis lingkungan perusahaan, baik lingkungan internal maupun
lingkungan ekstrnal. Analisis ini berguna untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang
dan ancaman yang dapat memperlancar ataupun menghambat perkembangan perusahaan.
Era globalisasi ekonomi yang disertai dengan pesatnya perkembangan teknologi,
berdampak pada semakin ketatnya persaingan dan semakin cepatnya terjadi perubahan pada
lingkungan usaha. Barang-barang hasil produksi dalam negeri saat ini sudah harus langsung
berkompetisi dengan produk-produk dari luar negeri, dan perusahaan harus menerima
kenyataan bahwa pesatnya perkembangan teknologi mengakibatkan cepat usangnya fasilitas
produksi, semakin singkatnya daur hidup produk, dan keuntungan yang didapat pun akan
semakin rendah. Lingkungan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan perusahaan di dunia
semakin bergejolak (turbulent), terutama sejak terjadinya krisis global dan perubahan
pemerintahan berikut gejolak sosial di dalam negeri pada awal tahun 2009. Apalagi dengan
kondisi internal kebanyakan perusahaan yang memburuk dan bangkrutnya sebagian
perusahaan, menjadikan perhatian terhadap pengaruh dan dampak faktor-faktor lingkungan
eksternal perusahaan menjadi sangat penting.
Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak
perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan luar perusahaan, baik pada
skala nasional, regional maupun global. Sebagian dari dampak yang mereka timbulkan
banyak terbukti telah mempengaruhi datangnya berbagai kesempatan usaha (business
opportunities), tetapi banyak pula rekaman contoh kasus dari faktor eksternal ini yang
menjadi kendala dalam berusaha (business threats and constraints).

Kita sering mendengar bagaimana perusahaan yang memiliki sistem organisasi yang
baik dengan dukungan visi, misi dan rencana aksi business plan yang terencana tidak
menjamin sukses dalam meraih laba. Bahkan banyak perusahaan ini mengalami penurunan
dalam kinerja usahanya hanya karena kesalahan dalam menafsirkan skenario dan asumsi
pengaruh lingkungan luar tersebut. Memasuki era liberalisasi dan globalisasi pada abad ke
21, para pimpinan perusahaan tidak dapat mengabaikan begitu saja perubahan-perubahan
yang terjadi di sekeliling mereka, terutama jika mereka ingin meraih kemenangan. Semakin
kukuhnya gejala globalisasi pasar dunia yang dipengaruhi langsung oleh berbagai kebijakan
liberalisasi perdagangan dan investasi di Asia Pasifik, banyak membuka kesempatan berusaha
bagi produsen domestik dan investor modal asing. Meluasnya jaringan organisasi dan
komunikasi perusahaan global beberapa tahun sebelum terjadinya krisis perekonomian dunia,
terbukti telah memberikan berbagai kesempatan berusaha bagi perusahaan-perusahaan swasta
domestik di Indonesia dalam bentuk kerjasama usaha patungan (joint ventures) dan waralaba
(franchising). Tetapi sebaliknya, kita saksikan bagaimana perubahan lingkungan eksternal
yang berjalan dengan sangat cepatnya, seperti kejadian penyerangan gedung kembar World
Trade Center dan serbuan militer Amerika Serikat ke Irak, kemudian dalam sekejap
memporak-porandakan keunggulan bersaing satu negara dalam pola perdagangan antar
bangsa di dunia. Pengaruh buruk dampak lingkungan eksternal kadang-kadang bersifat
terselubung, dan dengan kejamnya merenggut kedudukan keunggulan persaingan beberapa
perusahaan domestik yang berskala kecil dan menengah.
Kita melihat bagaimana krisis perekonomian nasional yang dilanjutkan dengan
berbagai krisis politik dan sosial sejak tahun 1998 pada kenyataannya telah merubah seluruh
tatanan (paradigm) melakukan kegiatan berusaha dari perusahaan-perusahaan swasta nasional
di negara kita. Tanpa disadari berbagai perubahan issue non-ekonomi, seperti peristiwa bom
Bali, perselisihan antar kelompok etnis, sengketa wilayah dan tuntutan kelompok Gerakan
masyarakat dan huruhara, semuanya telah mengganggu pencapaian kinerja perusahaan di
Indonesia dalam jangka pendek. Terakhir kali kita saksikan bagaimana datangnya Gempa di
Padang telah merusak sendi-sendi perekonomian di berbagai lokalitas di kawasan Sumatra
Barat. Rentetan peristiwa ini mengakibatkan lambatnya program pemulihan perekonomian
nasional. Kepastian dan iklim berusaha mengalami erosi, dan risiko negara dan risiko
berusaha menjadi semakin tinggi. Akhirnya dalam beberapa tahun kemudian terjadi
peningkatan kasus penutupan dan kebangkrutan perusahaan.

II.

Lingkungan Eksternal
Secara umum, lingkungan perusahaan dapat dikategorikan ke dalam dua bagian besar,

yakni lingkungan eksternal dan lingkungan internal perusahaan. Lingkungan eksternal sendiri
dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian besar lagi yakni lingkungan yang sifatnya umum
dan lingkungan industri. Kategori lingkungan Eksternal perusahaan adalah sebagai berikut:
1.

Lingkungan Umum
Lingkungan umum adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal organisasi

yang menyusun faktor-faktor yang memiliki ruang lingkup luas dan faktor-faktor tersebut
pada dasarnya berada di luar dan terlepas dari operasi perusahaan. Lingkungan ini hanya
memiliki sedikit dampak implikasi langsung bagi pengaturan suatu organisasi. Faktor-faktor
tersebut antara lain adalah:
a. Ekonomi
b. Sosial
c. Politik dan Hukum
d. Teknologi
e. Demografi
Dengan kata lain,

Lingkungan umum adalah sekumpulan elemen-elemen dalam

masyarakat yang lebih luas yang mempengaruhi suatu industri dan perusahaan-perusahaan
yang ada di dalamnya. Tabel berikut menunjukkan beberapa lingkungan umum yang dapat
menjadi peluang maupun ancaman bagi perusahaan.
Lingkungan Umum: segmen dan elemen
Segmen Demografis
Ukuran populasi
Struktur usia
Distribusi geografis
Bauran etnik
Distribusi pendapatan
Tingkat tabungan personal

Segmen ekonomi
Tingkat inflasi
Tingkat kepentingan
Defisit atau surplus perdagangan
Defisit atau surplus anggaran
Tingkat tabungan bisnis
Produk domestic bruto
Segmen politik/hukum
Hokum antitrust
Hokum pajak
Filosofi deregulasi
Hukum pelatihan tenaga kerja
Filosofi dan kebijakan pendidikan
Segmen sosiokultural
Perempuan sebagai tenaga kerja
Keragaman tenaga kerja
Sikap terhadap kualitas hidup bekerja
Sikap terhadap lingkungan
Pergerakan pilihan pekerjaan dan karir
Pergerakan pilihan berkaitan dengan
karakteristik produk dan jasa.
Segmen teknologi
Inovasi produk
Aplikasi pengetahuan
Focus pada privat dan pemerintah
yang didukung oleh pengeluaran riset
dan pengembangan.
Teknologi komunikasi yang baru.
Segmen global
Peristiwa politik penting
Pasar global kritikal
Negara-negara industri baru.
4

Atribut-atribut budaya dan


institusional yang berbeda.

2.

Lingkungan Industri
Lingkungan industri adalah serangkaian faktor-faktor-ancaman dari pelaku

bisnis baru, supplier, pembeli, produk pengganti, dan intensitas persaingan di antara para
pesaing yang secara langsung mempengaruhi perusahaan dan tindakan dan tanggapan
kompetitifnya. Semakin besar kapasitas perusahaan untuk mempengaruhi

lingkungan

industri, semakin besar kemungkinan perusahaan untuk menghasilkan laba di atas rata-rata.
Laba di atas rata-rata adalah kelebihan penghasilan yang diharapkan yang diharapkan
seorang investor dari investor lain dengan jumlah risiko serupa. Risiko adalah ketidakpastian
investor tentang laba atau rugi yang dihasilkan oleh investasi tertentu.
Bagaimana perusahaan mengumpulkan dan menafsirkan informasi tentang para
pesaing mereka disebut analisis pesaing.
Kombinasi dari ketiga analisis ini digunakan untuk memahami pengaruh lingkungan
eksternal terhadap perkembangan misi strategis, tujuan strategis dan tindakan strategis
perusahaan. Jika Analisis lingkungan umum terfokus pada masa yang akan datang, maka
analisis lingkungan industri terfokus pada pemahaman akan factor-faktor dan kondisi-kondisi
yang akan mempengaruhi profitabilitas perusahaan; dan analisis pesaing terfokus pada
prediksi terhadap dinamika tindakan-tindakan, respon-respon, dan kemauan para pesaing.
Secara singkat, dapat disimpulkan bahwa Lingkungan industri adalah tingkatan dari
lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan komponen-komponen yang secara
normal memiliki dampak yang relatif lebih spesifik dan langsung terhadap operasional
perusahaan. Kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi persaingan industri sebagai berikut:
a. Ancaman Masuknya Pendatang Baru
b. Tingkat Rivalitas Di Antara Para Pesaing yang ada
c. Tekanan dari Produk Pengganti
d. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Substitusi)
e. Kekuatan Tawar-menawar Pemasok

B.

Lingkungan Operasi

Lingkungan operasi disebut juga dengan lingkungan kompetitif atau tugas, yang
terdiri atas

factor-faktor dalam situasi kompetitif yang mempengaruhi keberhasilan

perusahaan dalam

memperoleh sumber daya yang dibutuhkan atau dalam memasarkan

produk dan jasanya

secara menguntungkan.

Faktor-faktor terpenting dari lingkungan operasi ini adalah:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
II.1

Posisi kompetitif
Profil pelanggan
Letak Geografis
Kondisi demografis
Sumber daya manusia
Tenaga Kerja

Analisis Lingkungan Eksternal


Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui ancaman dan peluang.

Ancaman adalah suatu kondisi dalam lingkungan umum yang dapat menghambat usahausaha perusahaan untuk mencapai daya saing strategis. Sedangkan peluang adalah kondisi
dalam lingkungan umum yang dapat membantu perusahaan mencapai daya saing strategis.
Proses yang dilakukan secara kontinyu untuk melakukan analisis lingkungan eksternal adalah
dengan

melakukan

pemindaian

(scanning),

pengawasan

(monitoring),

peramalan

(forecasting), dan penilaian (assessing).

Pemindaian
Melalui pemindaian perusahaan mengidentifikasi tanda-tanda awal dari perubahan

potensial dalam lingkungan umum, dan mendeteksi perubahan-perubahan yang sedang


terjadi. Pemindaian lingkungan merupakan hal penting dan menentukan bagi perusahaanperusahaan yang bersaing dalam lingkungan yang sangat tidak stabil.

Pengawasan
Melalui pengawasan perusahaan mendeteksi perubahan dan trend-trend lingkungan

melalui pengawasan yang berkelanjutan. Kritikal bagi pengawasan yang berhasil adalah
kemampuan

untuk mendeteksi makna dalam peristiwa-peristiwa lingkungan yang berbeda.

Peramalan

Pada peramalan, analis mengembangkan proyek-proyek yang layak tentang apa yang
mungkin terjadi, dan seberapa cepat, perubahan-perubahan dan trend-trend itu dideteksi
melalui pemindaian dan pengawasan.

Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk menentukan waktu dan signifikansi efek-efek dari

perubahan-perubahan dan trend-trend lingkungan terhadap manajemen strategis suatu


perusahaan. Selangkah lebih maju tujuan penilaian adalah untuk menspesifikasi implikasi
pemahaman tersebut pada organisasi. Tanpa penilaian perusahaan dibiarkan dengan data-data
yang menarik, tapi tidak diketahui relevansi kompetitiifnya.

BAB II
ANALISIS LINGKUNGAN INDUSTRI

II.1

Pendahuluan
7

Yang dimaksud dengan lingkungan perusahaan, sebenernya adalah semua faktorfaktor eksternal yang mempengaruhi pengambilan keputusan perusahaan serta hasil
pelaksanaannya. Masalah yang dihadapi oleh manajer adalah setelah diberikan informasi
tentang pengaruh eksternal. Bagaiman caranya memonitor dan bahkan menganalisis faktorfaktor eksternal yang banyak dan bervariasi tersebut? Sebagai titik awal, kita harus
menggungakn semacam system atau kerangka menyususn informasi tersebut. Misalkan,
lingkungan eksternal bisa digolongkan menurut sumbernya menjadi lingkungan ekonomi,
teknologi , demografi, sosial, serta pemerintah.
Syarat analisis lingkungan yang efektif adalah kemampuan untuk memisahkan faktor yang
benar-benar penting dari faktor-faktor penting lainnya.dari sudut pandang perusahaan, init
dari lingkungan eksternalnya adalah jaringan dari hubungan bisnis yang dilakukannya.
Model Lima Kekuatan Persaingan
a. Ancaman dari Peserta Bisnis Baru
Peserta bisnis baru dapat menjadi ancaman karena membawa kapasitas produksi
tambahan. Seringkali juga peserta bisnis baru memiliki sumberdaya yang substansial dan
berkeinginan kuat untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar.
b. kekuatan tawar menawar dari supplier
kelompok tersebut didominasi sedikit perusahaan-perusahaan besar dan lebih
terkonsentrasi disbanding industri yang dilayaninya.
Produk pengganti yang memuaskan tidak tersedia bagi perusahaan-perusahaan
dalam industri tersebut.
Perusahaan-perusahaa dalam industri tersebut bukan merupakan pelanggan yang
signifikan bagi kelompok supplier tersebut.
Barang-barang supplier kritikal bagi pasar pembeli.
Efektivitas barang supplier telah menciptakan switching cost yang tinggi bagi
perusahaan-perusahaan dalam industri tersebut.
Supplier-supplier menjadi ancaman yang dapat dipercaya untuk mengintegrasikan ke
depan industri pembelinya.

c. Kekuatan tawar menawar pembeli


Mereka membeli porsi yang besar dari total output industri.
Produk yang dibeli dari suatu industri mencakup porsi yang signifikan dari biaya
pembeli.
Mereka dapat beralih ke produk lain dengan biaya yang sedikit jika ada.
Produk-produk industri tersebut tidak distandardisasi, dan para pembeli menghadapi
ancaman berat jika mereka mengintegrasikan ke belakang.
d. Ancaman dari Produk Pengganti
Produk pengganti adalah barang-barang dan jasa berbeda dari luar industri tertentu
yang melakukan fungsi serupa dengan produk yang dihasilkan oleh industri tersebut.
Secara umum, produk pengganti merupakan ancaman yang kuat bagi suatu perusahaan
ketika pelanggan menghadapi biaya perpindahan (switching cost) yang sedikit, dan ketika
harga produk substitusi lebih rendah atau kualitas dan kapabilitas kinerjanya sama atau lebih
tinggi.
e. Intensitas Persaingan diantara Para Pesaing
Karena perusahaan-perusahaan dalam suatu industri satu sama lain saling tergantung
tindakan-tindakan yang diambil sebuah perusahaan biasanya mengundang tindakan balasan
kompetitif.

BAB III
ANALISIS PESAING
III.1

Pengertian

Analisis pesaing memusatkan perhatiannya pada setiap perusahaan yang bersaing


secara langsung dengan sebuah perusahaan. Perusahaan perlu memahami:

Apa yang menggerakkan pesaing, seperti yang ditunjukkan oleh tujuan-tujuan masa

depannya.
Apa yang sedang dilakukan oleh pesaing, seperti yang diungkapkan oleh strateginya saat
ini.
Apa yang diyakini oleh pesaing tentang dirinya sendiri dan tentang industri, seperti
yang ditunjukkan oleh asumsi-asumsinya.
Apa kemampuan perusahaan, seperti yang ditunjukkan oleh kapabilitasnya.

III.2

Strategi Bersaing
Michael Porter membagi strategi bersaing menjadi 3 strategi umum:

1. Differensiasi
Differensiasi adalah strategi memberikan penawaran yang berbeda dibandingkan
penawaran yang diberikan oleh kompetitor. Strategi differensiasi mengisyaratkan perusahaan
mempunyai jasa atau produk yang mempunyai kualitas ataupun fungsi yang bisa
membedakan dirinya dengan pesaing.
2. Keunggulan biaya (low cost)
Keunggulan biaya adalah strategi mengefisienkan seluruh biaya produksi sehingga
menghasilkan produk atau jasa yang bisa dijual lebih murah dibandingkan pesaing. Strategi
harga murah ini fokusnya pada harga, jadi biasanya produsen tidak terlalu perduli dengan
berbagai faktor pendukung dari produk ataupun harga yang penting bisa menjual produk atau
jasa dengan harga murah kepada konsumen. Warung Tegal misalnya mengandalkan strategi
harga. Mereka tidak perduli dengan kenyamanan orang ketika makan, bahkan juga dengan
kebersihan, yang penting bisa menawarkan menu makanan lengkap dengan harga yang sangat

10

bersaing.
3. Fokus
Fokus adalah strategi menggarap satu target market khusus. Strategi fokus biasanya
dilakukan untuk produk ataupun jasa yang memang mempunyai karakteristik khusus.
Beberapa produk misalnya hanya fokus ditargetkan untuk kaum muslim sehingga semua
produknya memberikan benefit dan fungsi yang disesuaikan dengan aturan Islam. Produk
yang fokus pada target market kaum muslim biasanya selalu mensyaratkan label halal, tanpa
riba, dan berbagai aturan lain yang disesuaikan dengan ketentuan Islam.
Perusahaan biasanya memilih salah satu dari ketiga strategi ini yang akan
diterapkan, karena bagaimanapun akan sulit menjalankan ketiga strategi ini secara
bersamaan. Namun demikian, jika perusahaan memilih salah satu di antara tiga strategi ini,
bukan berarti sama sekali meninggalkan yang lain, tetapi dua strategi lainnya biasanya
diterapkan pada level yang paling standar.

BAB IV

Keunggulan Bersaing (competitive advantage)

11

Untuk bisa bertahan dalam persaingan, perusahaan harus mempunyai keunggulan


bersaing (competitive advantage) dibandingkan dengan kompetitornya. Keunggulan bersaing
akan menjadi senjata untuk menaklukkan pasar dan kompetisi. Untuk membangun
keunggulan bersaing, perusahaan bisa melakukan beberapa langkah:
1. Mencari sumber-sumber keunggulan, misalnya keterampilan yang prima, sumber
daya yang berkualitas, dan lain-lain.
2. Mencari keunggulan posisi dibanding pesaing, dengan mengefisienkan biaya
produksi dan memberikan nilai tambah kepada konsumen.
3. Menghasilkan performa yang prima, dengan melihat kepuasan dan loyalitas
pelanggan, pangsa pasar, dan juga kemampulabaan (profitabilty) dari produk ataupun
jasa yang dihasilkan. contoh persaingan dalam dunia pasar :
IV.1. Definisi pasar persaingan sempurna.
Pasar persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal karena
dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan
memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya. Perekonomian merupakan
pasar persaingan sempuma. Akan tetapi dalam prakteknya tidaklah mudah untuk
menentukan jenis industri yang struktur organisasinya digolongkan kepada persaingan
sempurna yang murni, yaitu yang ciri-cirinyasepenuhnya bersamaan dengan dalam teori.
Yang ada adalah yang mendekati ciricirinya, yaitu struktur pasar dari berbagai kegiatan
disektor pertanian. Namun demikian, walaupun pasar persaingan sempurna yang murni tidak
wujud di dalam praktek.
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau
industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli
tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.

IV.2. Ciri-ciri pasar persaingan sempurna


Ciri-ciri selengkapnya dari pasar persaingan sempurna adalah seperti yang diuraikan
dibawah ini :
1. Perusahaan adalah pengambil harga

12

Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahan yang ada di dalam pasar
tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan dalam
pasar, ia tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang
di pasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli.
Seorang produsen terlalu kecil peranannya didalam pasar sehingga tidak dapat mempengaruhi
penentuan harga atau tingkat produksi dipasar. Peranannya sangat kecil tersebut disebabkan
karena jumlah produksi yang diciptakan produsen merupakan sebagian kecil saja dari
keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan dan diperjual-belikan.
2. Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri
tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang
ingin melakukan kegiatan di industri tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah
melakukan kegiatan yang diinginkannya tersebut. Sama sekali tidak terdapat hambatanhambatan, baik secara legal maupun dalam bentuk lain secara keuangan atau secara
kemampuan teknologi, misalnya kepada perusahaan-perusahaan untuk memasuki atau
meninggalkan bidang usaha tersebut.
3. Menghasilkan barang serupa
Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan.
Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata
diantara barang yang dihasilkan suatu perusahaan lainnya. Barang seperti
itu dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous. Karena barangbarang tersebut adalah sangat serupa para pembeli tidak dapat membedakan yang mana
dihasilkan produsen A atau B atau produsen yang lainnya. Barang yang dihasilkan seorang
produsen merupakan pengganti sempurna kepda barang yang dihasilkan oleh produsenprodusen lain. Sebagai akibat dari efek ini, tidak ada gunanya kepada perusahaan-perusahaan
untuk melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukan harga atau nonprice
competition atau persaingan dengan misalnya melakukan iklan dan promosi penjualan. Cara
ini tidak efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barangbarang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri tersebut tidak ada bedanya sama
sekali.
4. Terdapat banyak perusahaan di pasar
Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk
mengubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan
masing-masing perusahaan adalah relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan
13

jumlah perusahaan di dalam pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap perusahaan adalah
sangat sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut,. Sifat ini
menyebabkan apa pun yang dilakukan perusahaan, seperti menaikkan atau menurunkan harga
dan menaikkan atau menurunkan produksi, sedikit pun ia tidak mempengaruhi harga yang
berlaku dalam pasar/industri tersebut.
5. Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar
Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah
sangat banyak. Namun demikian dimisalkan pula bahwa masing-masing pembeli tersebut
mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai keadaan dipasar, yaitu mereka
mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahanperubahan ke atas harga tersebut. Akibatnya para produsen tidak dapat menjual
barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari yang berlaku di pasar.
a. Jumlah Penjual
Jumlah penjual dalam pasar persaingan sempurna sangat banyak. Karena pada
dasarnya pengertian dari pasar persaingan sempurna sendiri adalah pasar yang memiliki
banyak penjual dan pembeli. Barang yang dijual oleh para penjual di pasar persaingan
sempurna biasanya sejenis, serupa atau mirip satu sama lain. Para penjual di pasar persaingan
sempurna tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar dan harga.
b. Jenis Barang
Barang-barang yang dijual di pasar persaingan sempurna bersifat homogen. Barang
yang dijual tidak mudah untuk dibeda-bedakan, sangat sama atau serupa. Barang-barang
tersebut adalah sangat serupa para pembeli tidak dapat membedakan yang mana barang
produsen A atau B atau produsen yang lainnya. Contoh seperti : beras, gandum, batubara,
kentang, dan lain-lain.
d. Kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna memiliki bebarapa kebaikan dibandingkan pasar-pasar
yang lainnya antara lain :
1. Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi
Sebelum menerangkan kebaikan dari pasar persaingan sempurna ditinjau dari sudut
efisiensi, terlebih dahulu akan diterangkan dua konsep efisiensi yaitu:
a. Efisiensi produktif
Untuk mencapai efisiensi produktif harus dipenuhi dua syarat. Yang pertama, untuk
setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum. Untuk
menghasilkan suatu tingkat produksi berbagai corak gabungan faktor-faktor produksi dapat
14

digunakan. Gabungan yang paling efisien adalah gabungan yang mengeluarkan biaya yang
paling sedikit. Syarat ini harus dipenuhi pada setiap tingkat produksi. Syarat yang kedua,
industri secara keseluruhan harus memproduksi barang pada biaya rata-rata yang paling
rendah, yaitu pada waktu kurva AC mencapai titik yang paling rendah. Apabila suatu industri
mencapai keadaan tersebut maka tingkat produksinya dikatakan mencapai tingkat efisiensi
produksi yang optimal, dan biaya produksi yang paling minimal.
b. Efisiensi Alokatif
Untuk melihat apakah efisiesi alokatif dicapai atau tidak, perlulah dilihat apakah
alokasi sumber-sumber daya keberbagi kegiatan ekonomi/produksi telah dicapai tingkat yang
maksimum atau belum. Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang maksimum
apabila dipenuhi syarat berikut : harga setiap barang sama dengan biaya marjinal untuk
memproduksi barang tersebut. Berarti untuk setiap kegiatan ekonomi, produksi harus terus
dilakukan sehingga tercapai keadaan dimana harga biaya marjinal. Dengan cara ini produksi
berbagai macam barang dalam perekonomian akan memaksimumkan kesejahteraan
masyarakat.
Didalam persaingan sempurna, kedua jenis efisiensi ynag dijelaskan diatas akan
selalu wujud. Telah dijelaskan bahwa didalam jangka panjang perusahaan dalam persaingan
sempurna akan mendapat untung normal, dan untung normal ini akan dicapai apabila biaya
produksi adalah yang paling minimum. Dengan demikian,
sesuai dengan arti efisiensi produktif yang telah dijelaskan dalam jangka panjang
efisiensi produktif selalu dicapai oleh perushaan dalam persaingan sempurna.
Telah juga dijelaskan bahwa dalam persaingan sempurna harga = hasil penjualan
marjinal. Dan didalam memaksimumkan keuntungan syaratnya adalah hasil penjualan
marjinal = biaya marjinal. Dengan demikian didalam jangka panjang keadaan ini berlaku :
harga = hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Kesamaan ini membuktikan bahwa pasar
persaingan sempurna juga mencapai efisiensi alokatif.
Dari kenyataan bahwa efisiensi produktif dan efisiensi alokatif dicapai didalam pasar
persaingan sempurna.
2. Kebebasan bertindak dan memilih
Persaingan sempurna menghindari wujudnya konsentrasi kekuasaan di segolonan
kecil masyarakat. Pada umumnya orang berkeyakinan bahwa konsentrasi semacam itu akan
membatasi kebebasan seseorang dalam melakukan kegiatannya dan memilih pekerjaan yang
15

disukainya. Juga kebebasaannya untuk memilih barang yang dikonsumsikannya menjadi


lebih terbatas.
Didalam pasar yang bebas tidak seorang pun mempunyai kekuasaan dalam
menentukan harga, jumlah produksi dan jenis barang yang diproduksikan. Begitu pula dalam
menentukan bagaimana faktor-faktor produksi digunakan dalam masyarakat, efisiensilah
yang menjadi factor yang menentukan pengalokasinya. Tidak seorang pun mempunyai
kekuasan untuk menentukan corak pengalokasiannya. Selanjutnya dengan adanya kebebasaan
untuk memproduksikan berbagai jenis barang maka masyarakat dapat mempunyai pilihan
yang lebih banyak terhadap
barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya. Dan
masyarakat mempunyai kebebasan yang penuh keatas corak pilihan yang akan dibuatnya
dalam menggunakan factor-faktor produksi yang mereka miliki.
Disamping memiliki kebaikan-kebaikan, pasar persaingan sempurna juga memiliki
keburukan-keburukan antara lain :
a. Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
Dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh
perusahaan lain. Sebagai akibatnya suatu perusahaan tidak dapat meemperoleh keuntungan
yang kekal dari mengembangkan teknologi dan teknik memproduksi yang baru tersebut. Oleh
sebab itulah keuntungan dalam jangka panjang hanyalah berupa keuntungan normal, Karena
walaupun pada mulanya suatu perusahaan dapat menaikkan efisiensi dan menurunkan biaya,
perusahaan-perusahaan

lain

dalam

waktu

singkat

juga

dapat

berbuat

demikian.

Ketidakkekalan keuntungan dari mengembangkan teknologi ini menyebabkan perusahaanperusahaan tidak terdorong untuk melakukan perkembangan teknologi dan inovasi.
Disamping oleh alasan yang disebutkan diatas, segolongan ahli ekonomi juga
berpendapat kemajuan teknologi adalah terbatas dipasar persaingan sempurna karena
perusahaan-perusahan yang kecil ukurannya tidak akan mampu untuk membuat penyelidikan
untuk mengembangkan teknologi yang lebih baik. Penyelidikan seperti itu sering kali sangat
mahal biayanya dan tidak dapat dipikul oleh perusahaan yang kecil ukurannya.

b. Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial


Didalam menilai efisiensi perusahaan yang diperhatikan adalah cara perusahaan itu
menggunakan sumber-sumber daya. Ditinjau dari sudut pandangnan

16

perusahaan, penggunaannya mungkimn sangat efisien. Akan tetapi, ditinjau dari


sudut kepentingan masyarakat, adakalanya merugikan.
c. Membatasi pilihan konsumen
Karena barang yang dihasilkan perusahaan-perusahan adalah 100 persen sama,
konsumen mempunyai pilihan yang terbatas untuk menentukan barang yang akan
dikonsumsinya.
d. Biaya dalam pasar persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
Didalam mengatakan biaya produksi dalam pasar persaingan sempurna adalah
paling minimum,tersirat (yang tidak dinyatakan)pemisalan bahwa biaya produksi tidak
berbeda. Pemisalan ini tidak selalu benar. Perusahaan-perusahaan dalam bentuk pasar lainnya
mungkin

dapat

mengurangi

biaya

produksi

sebagai

akibat

menikmati

skala

ekonomi,perkembangan teknologi dan inovasi.


e. Distribusi pendapatan tidak selalu rata
Suatu corak distribusi pendapatan tertentu menimbulkan suatu pola permintaan
tertentu dalam masyarakat. Pola permintaan tersebut akan menentukan bentuk pengalokasian
sumber-sumber daya. Ini berarti distribusi pendapatan menentukan bagaimana bentuk dari
penggunaan sumber-sumber daya yang efisien. Kalau distribusi pendapatan tidak merata
maka penggunaan sumber-sumber daya (yang dialokasikan secara efisien) akan lebih banyak
digunakan untuk kepentingan golongan kaya.

BAB V
KESIMPULAN

17

Lingkungan bisnis adalah keseluruhan hal-hal atau keadaan ekstern badan usaha atau
industri yang mempengaruhi kegiatan organisasi atau kekuatan atau institusi diluar organisasi
bisnis yang dapat mempengaruhi kinerja bisnis.
Dewasa ini, terminologi lingkungan tidak hanya semata-mata merefleksikan
lingkungan ekologi, tetapi juga konsep umum yang menjelaskan gambaran keseluruhan
konsep terhadap kekuatan lingkungan eksternal. Hal tersebut dapat berdampak pada aktifitas
organisasi dari segala aspek. Begitu halnya juga dengan istilah bisnis yang membentuk tipe
organisasi, apakah berbentuk perusahaan berorientasi laba, badan pemerintah, atau pun
lembaga nirlaba
Dunia ini semakin berubah dengan pesat, begitu pula pola pikir konsumen sehingga
menuntut perusahaan untuk lebih kreatif dan kompetitif. Selain itu, masalah pesaing juga
harus benar-benar diperhatikan. Beberapa hal yang perlu diketahui dari pesaing: kelengkapan
mutu, desain dan bentuk produk, harga yang ditawarkan, saluran distribusi atau lokasi cabang
yang dimiliki, promosi yang dijalankan, rencana kegiatan pesaing ke depan.
Untuk mengetahui informasi tersebut, maka perusahaan perlu mengadakan analisis
pesaing dengan cara; mengidentifikasikan pesaing, menentukan sasaran pesaing, identifikasi
strategi pesaing, analisis kekuatan dan kelemahan pesaing, menentukan sasaran
pesaing,identifikasi reaksi pesaing dan strategi menghadapi pesaing.
Dari kegiatan itu akan dapat diketahui: siapa pesaing kita, apa sasaran yang ingin mereka
capai, bagaimana strategi yang mereka lakukan, apa dan dimana kekuatan dan kelemahan
pesaing, bagaimana pola reaksi mereka, siapa saja yang perlu diserang terlebih dahulu,
bagaimana cara menyerangnya, dan pesaing mana yang perlu dihindari terlebih dahulu.
Untuk menghadapi pesaing, maka kita harus mengetahui strategi dan sasaran yang
diinginkan pesaing sehingga kita dapat menindaklanjutinya dengan mengeluarkan strategistrategi yang dapat mematahkan strategi pesaing kita.

18