Anda di halaman 1dari 3

Kerangka Kerja Konseptual Dalam Teori Akuntansi

Dalam teori akuntansi, kerangka kerja konseptual memiliki peran dalam hal pengembangan
sebuah standar akuntansi yang baru atau merevisi standar akuntansi yang berlaku sebelumnya.
Adapun peran dari kerangka kerja konseptual yaitu:
1. Dapat memberikan acuan atau referensi untuk menganalisis atau memecahkan masalahmasalah akuntansi yang terkini.
2. Membantu profesi akuntansi dalam memahami praktek-praktek yang ada serta
memahami praktek akuntansi dimasa yang akan datang.
3. Memberikan dasar atau landasan yang konsisten dan memadai bagi para penyusun
standar akuntansi, penyusunan laporan keuangan, pengguna laporan keuangan serta pihak
lain yang turut terlibat dalam proses pelaporan keuangan.
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode
akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan
keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap
biasanya meliputi :

Neraca

Laporan laba rugi komprehensif

Laporan perubahan ekuitas

Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau
laporan arus dana

Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari
laporan keuangan

Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset,
kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam
laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya
mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.
Tujuan laporan keuangan
FASB memulai usahanya dalam mengembangkan sebuah konstitusi bagia akutansi dan pelaporan
keuangan pada bulan November tahun 1978, ketiga FASB menerbitkan pedoman luas yang
bersifat perintah yang menyatakan tujuan dari pelaporan keuangan dalam Statment of Financial
Accounting Concepts No. 1, Objectives of Financial Reporting by Business. Pernyataan ini tidak
hanya dibatasi pada isi dari laporan keuangan saja :

Pelaporan keuangan tidak hanya membuat laporan keuangan namun juga cara-cara lain dalam
mengkomunikasikan informasi yang berhubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung,
dengan informasi yang diberikan oleh sistem akutansi yaitu : informasi mengenai sumber daya,
kewajiban, penghasilan perusahaan, dan lain-lain.

Tujuan Laporan keuangan :


1. Memberikan informasi yang berguna bagi para calon investor dan kreditor maupun yang
sudah ada dan para pengguna lainnya dalam membuat investasi, kredit, dan keputusankeputusan lain yang serupa secara rasional.
2. Memberikan informasi untuk membatu para calon investor dan kreditor serta para
pangguna lain yang sudah ada dalam menilai jumlah, waktu dan ketidakpastian dari
penerimaan kas prospektif untuk deviden atau bunga dan penerimaan dari penjualan,
penebusan, atau jatuh temponya surat berharga atau pinjaman.
3. Memberikan informasi mengenai sumber daya ekonomi dari perusahaan, klaim untuk
sumber daya tersebut (kewajiban dari perusahaan untuk mentransfer sumber daya ke
entitas dan ekuitas pemilik lainnya), serta dampak dari transaksi-transaksi, peristiwa, dan
kejadian yang megubah sumber daya dan klaim atas sumber daya tersebut.
4. Memberikan informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan selama periode tersebut.
5. Memberikan informasi mengenai bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan
kasnya, mengenai pinjaman dan pembayaran kembali pinjaman tersebut, mengenai
transaksi-transaksi modalnya, termasuk dividen kas dan distribusi sumber daya ekonomi
lainnya kepada pemilik.
6. Memberikan informasi mengenai bagaimana manajemen dari sebuah perusahaan
menggunakan tanggung jawab pengurusannya kepada pemilik (pemegang saham) untuk
penggunaan sumber daya perusahaan yang dipercayakan kepadanya.
7. Memberikan informasi yang berguna bagi para manajer dan direktur dalam mengambil
keputusan yang sesuai dengan keinginan dari pemilik.
Asumsi Dasar Dalam Teori Akuntansi
Lima asumsi dasar dalam penyusunan laporan keuangan yang digunakan ialah :

Economic Entity : asumsi ini menjelaskan bahwa kekayaan pemilik harus dipisahkan
dengan kekayaan perusahaan.

Going Concern : asumsi ini menjelaskan bahwa entitas didirikan untuk jangka waktu
yang tidak ditentukan

Monetary Unit : asumsi ini menjelaskan bahwa transaksi yang terjadi harus dapat diukur
dengan satuan uang

Periodicity : asumsi ini menjelaskan bahwa laporan keuanga dilaporkan dalam suatu
jangka waktu tertentu

Accrual Basic : asumsi ini menjelaskan bahwa segala transaksi yang terjadi harus dicatat
saat itu juga