Anda di halaman 1dari 42

Oleh : Bag Ilmu Penyakit Dalam

FK Universitas Sultan Agung


Semarang
2006

Dispepsia
: Sindrom / kumpulan gejala
: Nyeri / tak nyaman ulu hati
: Mual, muntah
: Rasa penuh / cepat kenyang
: Kembung & sendawa
Keluhan bervariasi dlm jenis & intensitasnya
Penyebabnya beragam : organis &
fungsional
Patofisiologinya multi faktorial
Dua dekade terakhir penatalaksanaan
dispepsia berkembang pesat

Data Dispepsia di Indonesia


Dari Endoskopi di RS - RS :
Dispepsia fungsionil 60%
Esofagitis Refluks 10% - 20%
Tukak peptik 10% - 15%
Keganasan lambung & duodenum

2% - 5%

Penyakit SCBA

Obat - obatan

Tukak peptik
Gastritis
Keganasan
Gastropareis

Penyebab dispepsia
Organik

Sistemis

DM
Penyakit tiroid
Gagal Ginjal
Kehamilan
IHD

OAINS
Teofilin
Digitalis
Antibiotik

Hepatobillier

Hepatitis
Kolesistitis
Kolelitiasis
Keganasan

Pankreas
Pankreatitis
Keganasan

Dispepsia fungsionil : 3 sub tipe


Kriteria Roma II (2000) : tipe reflux tidak
dimasukkan
Dispepsia Tipe Ulkus
Nyeri uluhati
Waktu perut kosong + malam hari
Berkurang setelah makan/ antasid
Dispepsia tipe dismotilitas :
Tak nyaman uluhati
Rasa penuh/ cepat kenyang
Kembung, mual/ muntah
Dispepsia tipe Campuran :
Keluhan tidak khas
Lama dispepsi 12 minggu
Tak termasuk Irritable Bowel Syndrome

Patofisiologi Dispepsia : Tergantung penyakit


dasarnya
TUKAK PEPTIK
Ketidakseimbangan faktor agresif

Kortikostiroid

Alkohol

Merokok
HCL
HCL
Pepsin
Pepsin
H+
Mukus
HCO3

Mukus
HCO3

H. Pylori
HCL
Pepsin
H+
Mukus
HCO3

HCL
Pepsin

Mukus
HCO3

Fosfolipid

OAINS
HCL
Pepsin
H+

HCL
Pepsin

HCL
Pepsin

Mukus
HCO3

Mukus
HCO3

Mukus
HCO3

Prostaglandin
Integritas epitel

Aliran darah

Resusitasi sel

Faktor agresif

PATOFISIOLOGI DISPEPSIA FUNGSIONAL


Patofisiologi multifaktoral
Faktor yang diduga berpengaruh
Sekresi HCL lambung

Inflamasi / Infeksi H.P

Sekresi HCL Basal &


puncak = populasi norma
Sensitifitas mukosa
terhadap HCL

HP (+) : 50%
Mediator proinflamasi
reseptor lokal & SSP
Faktor-faktor
Patofisiologi
Dispepsia fungsional

Psikis
Stress akut / kronis
Pencetus

Dismotilitas lambung

25%-50% disp. fung


Perlambatan pengosongan
lambung
Ggn koordinasi antroduoden

Persepsi viseral lambun


Diet
Faktor pencetus
Asam, asinan, kopi, alkohol

Abnormal
Balon intra gaster
nyeri pada inflasi < N

Definisi
Diskontinuitas mukosa, bersifat fokal
di infiltrasi oleh sel radang disertai
nekrosis koagulasi, mencapai
kedalaman muskularis mukosae atau
lebih.
disebut tukak peptik :
Terletak pd SMBA yg bersentuhan dgn
asam lambung & pepsin (esofagus,
lambung & duodenum diatas lig treitz)

Erosi
Tukak akut
Tukak kronik
Mukosa
SubMukosa

Muskularis
Serosa
Jaringan
parut

Tukak peptik, digambarkan suatu erosi, suatu tukak akut dan kronik.
Tukak akut dan kronik keduanya dpt mengikis seluruh dinding lambung

Tukak sering terjadi disekitar mucosal


junction :
Esofago gastric junction
Corpus antrum junction
Gastro duodenal junction

Patofisiologi
A. Sekresi asam lambung
a. Sekresi asam basal
b. max acid output
c. Sekresi asam nokturnal
d. Sensitivitas thd gastric secretagogues
e. Sekresi asam lambung akibat terpacu
makanan
B. Peran Helicobacter Pylori (HP)
C. Peran mucosal barrier
D. Peran faktor eksogen
1. Aspirin & NSAID
2. Merokok

Dapatan Klinik :
1. Keluhan & tanda
2. Cara menegakkan diagnosis

DIAGNOSIS
Gastroskopi
Boipsi

Klasifikasi Forrest
(modified)
Ia

Spurting, perdarahan arterial

Ib

Perdarahan oozin

II

Lesi disertai visibel vessel stump

IIa
Lesi yg ditutupi bekuan darah blm stabil
(sentinel)
IIILesi yg bersih, tanpa stigmata perdarahan

Komplikasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Perdarahan
Perforasi
Gastric outlet obstruction
Penetrasi
Keganasan
Sindroma post-gastrektomi

Endoskopi Ulkus Peptik

Penatalaksanaan Dispepsia
Tujuan pengobatan dispepsia
Mengatasi keluhan
Mempercepat penyembuhan
Mencegah kekambuhan tukak
Mencegah komplikasi

Primary Management of New Onset Uninvestigated Dyspepsia Asia-Pacific R

Exclude by history; biliary


pain, irritable bowel, reflux
Treatment Trial :
7. Prokinetic
6. Antisecretory therapy
8. Duration < 2-4 weeks

DYSPEPSIA
No

1.
2.
3.
4.

If < 2-4 weeks :


Dietary advise and observe
Review current medication

Alarm features ?
Yes
Strong fear of serious disease ?
NSAIDs ?
Age > 45 years ?

Investigate :
5. Endoscopy

Failure or relapse after early response


Structural disease e.g
Ulcer, cancer,
9. Locally validated
11. Dysmotility like : Prokinetics
oesophagitis
H. Pylori test (ulcer test) 12. Ulcer like : Anti secretary
13. Non specific : Prokinetic or
10. Negative
antisecretory
Positive
Evaluation after 4 weeksTreat appropriately
Eradication therapy
Failure
SUCCESS

SUCCESS

14. Change to another


Class therapy ?

Failure
15. Specialist referral

Final evaluation after 8 weeks

Follow up

Failure
Prokinetic = PREPULSID

Pengobatan Tukak peptik tanpa


komplikasi

Suportif :

Nutrisi
Keseimbangan asam basa & elektrolit
Perbaikan KU

Prinsip

Menghambat/ menghilangkan faktor agresif


Meningkatkan/ menambah faktor defensif

Usaha menghambat / menghilangkan


faktor agresif

Menghindari faktor risiko : stress


Menghentikan pemasukan bahan
agresif
Obat-obat mengurangi asam lambung

Obat-obat mengurangi
asam lambung
Antasid : mengikat asam lambung
Antimuskarinik : pirenzepin
Antagonis reseptor H2 (H2RA) : simetidin,

ranitidin, famotidin (Regastin), roksatidin,


nizatidin
Proton Pum Inhibitor (PPI)

- Omeprasol (Regasec)

- Rabeprasol

- Lansoprasol (Compras)- Isomeprasol


- Pantoprasol

Nama Obat

Aluminum & magnesium hidroksida

Mekanisme
kerja

Menetralkan asam secara local, dpt mengabsorbsi


pepsin & garam aluminium dpt menambah sekresi
mucus

Dosis
Dewasa

Diberikan sebelum dan sesudah makan dan sebelum


tidur x 15 45 cc (30 cc) setiap 3 6 jam atau 1 3
jam

Kontra
Indikasi

Hipersensitif terhadap Alumunium dan Magnesium

Interaksi
obat

Menurunkan efektifitas terhadap Fluoroquinolon,


Kortikosteroid, Benzodiazepin , dan penotiazin
Memperkuat efek dari sulfonilurea , quinidine dan
levodopa

Ibu Hamil

Keamanan pd ibu hamil hati2

Diare , berinteraksi dgn digitalis, kinidin, INH, barbiturat


Efek samping & salisilat , Kemasan tablet & cairan ( absorbsi lebih
baik )
Precaution

Tidak boleh diberikan pd Hiperfosfatemia , Hipokalemi,


gagal ginjal

CH3

Simetidine

Imidazol
N
CH2SCH2CH2NHCNHCH3
NCN

H3C
H3C
Ranitidine

NCH2

CH2SCH2CH2NHCNHCH3
Furan

CHNO2

CH3

Simetidine

Imidazol
N
CH2SCH2CH2NHCNHCH3
NCN

H3C
H3C
Ranitidine

NCH2

CH2SCH2CH2NHCNHCH3
Furan

CHNO2

Nama Obat

Cimetidin

Mekanisme
kerja

Memblokir kerja histamin pd reseptor H2 dari sel parietal


dgn perkataan lain memblokir pengeluaran asam oleh sel
parietal . Inhibisi ini bersifat reversible

Dosis

Inj bolus cimetidine 300-400 mg tiap 6 jam.


Injeksi bolus cimetidine intravena 300-400 mg tiap 4-6
jam pd hari pertama masuk RS dilanjutkan peroral
melalui pipa nasogastrik. Pipa nasogastrik ditutup
selama 30 menit setiap kali pemberian.
Infus cimetidine 100 mg/jam

Efek
Samping

Menggangu klirens dari obat lain : diazepam,


klordiazepoksid, teofilin, warfarin, adrenergik bloker
dll .
Ginekomastia, Impotensi bila dosis , pusing, diare, rash,
mialgia, bradikardi
Pansitopeni & neutropeni

Precaution

Hati2 pd penderita gagal ginjal & usia lanjut dpt


timbulkan konfusio mental, somnolen, letargi, halusinasi
Pada hati terjadi kenaikan transaminase, bahkan dpt
timbul hepatitis
Penghentian mendadak dpt terjadi tukak kekambuhan

Kontra
indikasi

Hipersensitif terhadap cimetidin

Nama Obat

Ranitidin ( Zantac ) H2 antagonis

Mekanisme
Kerja

Hampir sama dgn cimetidin , >potensial 8 kali bila


diberikan IV & 4 kali bila diberikan peroral

Dosis

Injeksi bolus ranitidine 50 mg tiap 6-8 jam.


Inf ranitidine 0,125 mg/Kg BB/jam utk 12 jam.
Injeksi bolus ranitidine 50 mg, diikuti dgn infus 1-2,5
mg/jam.
Injeksi bolus ranitidine 0,5 mg/Kg BB, diikuti dgn infus
0,25 mg/Kg BB/jam

Efek
Samping

Tergolong rendah daripada antagonis reseptor H2


terdahulu. Seperti gatal di kulit , pusing & sakit kepala
Pada wanita menorrhoe , hiperprolaktenemia
Pada pria : impotensi , diare , somnolen

Kontra
Indikasi

Hipersensitiv terhadap ranitidin

Interaksi
obat

Me efek ketokonazol dan itrakonazol .


Merubah dlm serum kadar SF , diazepam

Pada
wanita
hamil

Biasanya aman tetapi manfaatnya harus lebih banyak dari


resikonya

Precatioun

Sesuaikan dosis pd penderita gagal ginjal


Hindari penggunaan pd penderita dgn sakit hati .

H
N

CH2

H 3C

CH2

H3CO
OCH3

Omeprazole

Proton Pump Inhibitor


Acetylcholine

Gastrin

Histamine

Ca2+

cAMP

ATP

Ca2+

Protein
Protein Kinase
Kinase
H+/K+ ATPase
Activated
Activated
+
+
H
H+/K
/K+ Pump
Pump
In
In gastric
gastric vesicle
vesicle
Basal acid secretion
Stimulated acid secretion

Omeprazol

Nama obat

Omeprazole ( Prilosec )

Dosis

20 mg / hari, single dose

Mekanisme
kerja

Menghambat sekresi asam lambung pd proton pump


(H+ /K+ - ATPase) pd sel parietal lambung sehingga
secara selektif non kompetitif menghambat secara
sempurna dalam 24 jam

Efek samping

Hipoklorhidri yg menyebabkan pertumbuhan bakteri

Menimbulkan gangguan fungsi hati


Inaktifasi enzim duodenum

Kontra indikasi

Hipersensitiv terhadap Omeprazole

Interaksi obat

Meningkatkan waktu paruh diazepam, phenitoin &


walfarin
Me- absorbsi itraconazole, ketokonazle, zat besi &
ampicillin ester

Wanita hamil

Keamanan selama hamil tidak bisa

Precaution

Sebabkan sakit kepala, mual diare & muntah

Obat pengikat empedu : kolestiramin


Gastroprekinetik
- Metoklorpropamide - Cisapride
- Domperidom
Obat irradikasi kuman HP
Pengobatan psikis

Usaha
meningkatkan/menambah
faktor defensif
Sukralfat (Ulsafate)
Cetraxate
Bismuth Subsitrat (Denol)
Prostaglandin E (Misoprostol)
Teprenon (Purubex)

Pengobatan Tukak peptik dgn


komplikasi
Tukak peptik yg berdarah
1.

Perbaikan KU dan VS

2.

Resusitasi cairan : kristaloid, plasmaexpander,


darah

3.

Pasang NGT : bilas lambung / 6 jam sampai berhenti

4.

Periksa : Hb, HT, trombosit / 6 jam

5.

Periksa koagulasi studi, bila terjadi :


- Fibrinolisis primer : tranaminic acid
- DIC : Heparin
- Faktor pembekuan : berikan FFP
- Defisiensi Vit K : berikan vitamin K

Tindakan khusus
Pemberian somatostatin
Hemostatik perendoskopi :
Obat
: - Adrenalin
- Etoksisklerol
- Fibrinogen thrombin
Tindakan : - Heat probe
- Laser
- Couter listrik
Embolisasi arteri perarteriografi

Terapi bedah pd Tukak


peptik :
Indikasi :
Setelah dikelola perdarahan tetap masuk keadaan
gawat darurat I / II
Tukak peptik dengan stenosis pilorus/duodenum
Tukak peptik dengan perforasi
Tukak peptik refrakter

Vagotomi

Kandung empedu

Pencegahan rekurensi /
Terapi pemeliharaan
Bila HP (+) : iradikasi HP
Penderita dgn pengobatan OAINS :
- diberikan OAINS yang kurang iriatif
- Kombinasi dgn H2RA, PPI, sitoprotektor
PPI / H2RA jangka panjang (1 th) 1 x / hari

Terapi Iradikasi
Helicobacter
Treatment
outcomes Pylori (HP)
Clarithromycin
Clarithromycin
500mg
500mg

54%(1)
(1)

Amoxicillin
Amoxicillin

30%(3)
(3)

91%(4)
(4)
54%(3)
(3)

Omeprazole
Omeprazole

4%(2)
(2)
1

Peterson et al, 1993;


2 Unge et al, 1992;
3 Weil et al, 1988;
4 ACT 10 study, 1996

Bila terapi Iradikasi HP tidak berhasil


Denol
4 x 1 tablet (ac)
I.
Metronidazole
3 x 500 mg
Tetracycline
4 x 500 mg
atau
Amoxycilin
4 x 500 mg
Selama 14 hari
Dilanjutkan dgn Denol sampai 4 minggu

Bila terapi Iradikasi HP tidak


berhasil
II. Penelitian di Malang oleh Suharyono (2001)
30 penderita yg tdk berhasil di Iradikasi dgn
kombinasi 3 obat tersebut diatas diberikan :
Fleroxacin
1 x 400 mg
Vitamin C
1 x 1000 mg
Lansoprazole
1 x 300 mg
Selama 14 hr
Keberhasilan Iradikasi 96.6%