Anda di halaman 1dari 3

RS.

SIDO WARAS
1. Pengertian

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)


TATA LAKSANA KASUS
SMF ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN
HIPEREMESIS DALAM KEHAMILAN

Muntah yang berlebihan dalam kehamilan yang menyebabkan


terjadinya ketonuria dan penurunan berat badan > 5%.

2. Anamnesis

Muntah yang berlebihan saat kehamilan sehingga menimbukan


gejala dehidrasi (rasa haus, buang air kecil berkurang, tonus/
ketegangan kulit berkurang sampai penurunan kesadaran), keton
pada urin dan penurunan berat badan. Selain itu, keluhan badan
terasa lemah, nafsu makan menurun, dan dapat disertai nyeri
epigastrium. Bila gejala berlangsung terus menerus, dapat
muncul ensefalopati wernicle (nistagmus, diplopia, dan
penurunan mental)

3. Pemeriksaan

Inspeksi: mata cowong, semakin kurus, lemah, apatis, tampak


ikterik (dehidrasi berat), lidah mongering dan tampak kotor
Palpasi: tonus / turgor kulit berkurang, tekanan darah menurun,
nadi meningkat lebih dari 100x/menit (lemah angkat), suhu
badan naik.

Fisik

4. Kriteria
Diagnosis

Hiperemesis gravidarum tingkat pertama, dengan gejala


muntah berlangsung terus, makan berkurang, berat badan
menurun, kulit dehidrasi, tonus kulit lemah, nyeri daerah
epigastrium, tekanan darah menurun dan nadi meningkat, lidah
kering, mata nampak cekung;
Hiperemesis gravidarum tingkat dua, gejalanya penderita
tampak lebih lemah, gejala dehidrasi makin nampak, mata
cekung, turgor kulit makin kurang, lidah kering dan kotor,
tekanan darah turun dan nadi meningkat, berat badan makin
menurun, mata ikterik, gejala hemokonsentrasi makin nampak,
urine berkurang, badan aseton dalam urine meningkat,
terjadinya gangguan buang air besar, mulai tampak gejala
gangguan kesadaran (menjadi apatis), nafas berbau aseton;
Hiperemesis gravidarum tingkat tiga, ditandai dengan gejala
muntah berkurang, keadaan umum semakin menurun, tekanan
darah turun, nadi meningkat, suhu naik, keadaan dehidrasi
semakin jelas, gangguan faal hati terjadi dengan manifestasi
ikterus, gangguan kesadaran umum dalam bentuk, samnolen
sampai koma, komplikasi susunan saraf pusat (enselofati

SMF ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)


TATA LAKSANA KASUS
SMF ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN
HIPEREMESIS DALAM KEHAMILAN

RS. SIDO WARAS

Wernicke), nistagmus-perubahan ke arah bola mata, diplopiagambar tampak ganda dan perubahan mental

5. Diagnosis Kerja
6. Diagnosis
Banding

7. Pemeriksaan
Penunjang

Hiperemesis Gravidarum
Emesis gravidarum
Hiperemesis gravidarum perlu dicari kemungkinan patologis
penyebabnya antara lain mola hydatidosa

8. Terapi

9. Edukasi
(Hospital
Health

Laboratorium:
- Urinalisa lengkap
- Gula darah
- Elektrolit
- Fungsi hati
- Fungsi ginjal
USG: menilai dan memastikan kehamilan

Atasi dehidrasi dan ketosis


- Berikan Infus Dx 10% + B kompleks IV
- Lanjutkan dengan infus yang mempunyai komposisi kalori
dan elektrolit yang memadai seperti: KaEN Mg 3, Trifuchsin
dll.
Atasi defisit asam amino, atasi defisit elektrolit
Balans cairan ketat hingga tidak dijumpai lagi ketosis dan
defisit elektrolit
Berikan obat anti muntah: Metoclopramid (hati-hati
distonia) atau antagonis reseptor 5-HT3: Ondansetron
Jika kehamilannya patologis (misal: Mola Hidatidosa)
lakukan evakuasi
Perhatikan pemasangan kateter infus untuk sering diberikan
salep heparin karena cairan infus yang diberikan relatif
pekat.

Berikan suport psikologis


Infus dilepas bila kondisi pasien benar-benar telah segar dan
dapat makan dengan porsi wajar (lebih baik lagi bila telah

SMF ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)


TATA LAKSANA KASUS
SMF ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN
HIPEREMESIS DALAM KEHAMILAN

RS. SIDO WARAS


Promotion)

dibuktikan hasil laboratorium telah normal) dan obat peroral


telah diberikan beberapa saat sebelum infus dilepas.
Nutrisi per oral diberikan bertahap dan jenis yang diberikan
sesuai apa yang dikehendaki pasien (prinsip utama adalah
pasien masih dapat makan) dengan porsi seringan mungkin
dan baru ditingkatkan bila pasien lebih segar/enak.

10. Penyulit
11. Prognosis

Ad vitam : dubia ad bonam/malam


Ad sanationam : dubia ad bonam/malam

Ad fungsionam : dubia ad bonam/malam

12. Lama
perawatan
13. Output
14. Kepustakaan

SMF ILMU KEBIDANAN DAN PENYAKIT KANDUNGAN