Anda di halaman 1dari 11

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..............................................................................................................................1
BAB I.........................................................................................................................................2
PENDAHULUAN......................................................................................................................2
1.1

Latar Belakang.............................................................................................................2

1.2

Rumusan Masalah.......................................................................................................3

1.3

Tujuan..........................................................................................................................3

BAB II........................................................................................................................................4
PEMBAHASAN........................................................................................................................4
2.1 Pengertian Model Asuhan Keperawatan Primer...............................................................4
2.2 Karakteristik Modalitas Keperawatan Primer..................................................................5
2.3 Kelebihan dan Kelemahan Model Asuhan Keperawatan Primer.....................................6
2.3.1 Kelebihan model asuhan keperawatan primer...........................................................6
2.3.2 Kelemahan model asuhan keperawatan primer.........................................................7
2.4 Ketenagaan Model Asuhan Keperawatan Primer.............................................................7
2.5 Tanggung Jawab Kepala Ruangan dalam Model Asuhan Keperawatan Primer...............7
2.6 Tanggung Jawab Perawat Primer.....................................................................................7
2.7 Manajemen Kasus............................................................................................................8
2.8

Modifikasi: Keperawatan Tim Primer.........................................................................9

BAB III.....................................................................................................................................11
PENUTUP................................................................................................................................11
3.1 Kesimpulan.....................................................................................................................11
3.2 Saran...............................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................12

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Kemajuan jaman menuntut perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan untuk
bersikap professional. Prefesionalisme perawat dapat diwujudkan dibidang pelayanan
kesehatan di rumah sakit. Salah satu usaha untuk memberikan pelayanan yang berkualitas
dan profesinal tersebut adalah pengembangan model praktek keperawatan professional
(MPKP) yang memungkinkan perawat professional mengatur asuhan keperawatan
termasuk lingkungan untuk menopang pemberian asuhan tersebut.
MPKP sangat bermanfaat bagi perawat, dokter, pasien dan profesi lain dalam
melaksanakan asuhan keperawatan. Dengan MPKP, perawat dapat memahami tugas dan
tanggung jawabnya terhadap pasien sejak masuk hingga keluar rumah sakit. Implementasi
MPKP harus ditunjang dengan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang
memadai.
Banyak metode praktek keperawatan yang telah dikembangkan selama 35 tahun
terakhir ini yang meliputi keperawatan fungsional, keperawatan tim, keperawtan primer,
praktik bersama dan manajemen kasus. Setiap unit keperawatan mempunyai upaya untuk
menyeleksi model yang palingtepat berdasarkan kesesuaian antara ketenagaan, sarana,
dan prasarana dan kebijakan rumah sakit. Katergori pasien diadasarkan atas, tingkat
pelayanan keperawatan yang dibutuhkan pasien, usia, diagnosa atau masalah kesehatan
yang dialami pasien dan terapi yang dilakukan (Bron, 1987). Pelayanan yang professional
identik dengan pelayanan yang bermutu, untuk mengingkatkan mutu asuhan keperawatan
dalam melakukan kegiatan penerapan standart asuhan keprawatan dan pendidikan
berkelanjutan. Dalam kelompok keperawatan yang tidak kalah pentingnya yaitu
bagaimana cara metode penugasan tenaga keperawatan agar dapat dilaksanakan secara
terataur, efisien, tenaga, waktu dan ruang serta meningkatkan keterampilan dan motivasi
kerja.
Menurut Tappen (1995) model pemberian asuhan keperawatan ada enam macam
yaitu: model kasus, model fungsional, model tim, model primer, model manajemen
perawatan dan meodel perawatan berfokus pada pasien. Dalam makalah ini kami akan
membahas lebih dalam tentang model asuhan keperawatan primer.

1.2

Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

1.3

Apa pengertian model asuhan keperawatan primer?


Apa karakteristik modalitas keperawatan primer?
Apa saja kelebihan dan kelemahan model asuhan keperawatan primer?
Apa yang dimaksud dengan ketenagaan model asuhan keperawatan primer?
Apa saja tanggung jawab kepala ruang dalam model asuhan keperawatan primer?
Apa saja tanggung jawan perawat primer?
Bagaimana sistem asuhan keperawatan dengan model manajemen kasus?
Bagaimana modifikasi keperawatan tim primer?

Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mengetahui tentang pengertian model asuhan keperawatan primer.


Mengetahui karakteristik modalitas keperawatan primer.
Mengetahui kelebihan dan kelemahan model asuhan keperawatan primer.
Mengetahui tentang ketenagaan model asuhan keperawatan primer.
Mengetahui tanggung jawab kepala ruang dalam model asuhan keperawatan primer.
Mengetahui tanggung jawan perawat primer.
Mengetahui sistem asuhan keperawatan dengan model manajemen kasus.
Mengetahui modifikasi keperawatan tim primer.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Model Asuhan Keperawatan Primer
Model primer dikembangkan pada awal tahun 1970-an,menggunakan beberapa
konsep dan perawatan total pasien. Keperawatan primer merupakan suatu metode pemberian
asuhan keperawatan dimana perawat primer bertanggung jawab selama 24 jam terhadap
perencanaan pelaksanaan pengevaluasi satu atau beberapa klien dan sejak klien masuk rumah
3

sakit sampai pasien dinyatakan pulang. Selama jam kerja, perawat primer memberikan
perawatan langsung secara total untuk klien. Ketika perawat primer tidak sedang bertugas,
perawatan diberikan /didelegasikan kepada perawat assosiet yang mengikuti rencana
keperawatan yang telah disusuni oleh perawat primer.
Pada model ini,klien,keluarga,staf medik dan staf keperawatan akan mengetahui
bahwa pasien tertentu akan merupakan tanggung jawab perawat primer tertentu. Setiap
perawat primer mempunyai 4-6 pasien. Seorang perawat primer mempunyai kewenangan
untuk melakukan rujukan kepada pekerja social,kontak dengan lembaga social masyarakat
membuat jadwal perjanjian klinik ,mengadakan kunjungan rumah dan lain sebagainya.
Dengan diberikannya kewenangan tersebut,maka dituntut akuntabilitas yang tinggi terhadap
hasil pelayanan yang diberikan.
Tanggung jawab mencakup periode 24 jam,dengan perawat kolega yang memberikan
perawatan bila perawat primer tidak ada. Perawatan yang diberikan direncanakan dan
ditentukan secara total oleh perawat primer. Metode keperawatan primer mendorong praktek
kemandirian perawat,yang ditandai dengan adanya keterkaitan kuat dan terus menerus antara
pasien dan perawat yang ditugaskan untuk merencanakan, melakukan dan koordinasi asuhan
keperawatan selama pasien dirawat. Perawat primer bertanggung jawab untuk membangun
komunikasi yang jelas diantara pasien,dokter,perawat assosiet, dan anggota tim kesehatan
lain. walaupun perawat primer membuat rencana keperawatan,umpan balik dari orang lain
diperlukan untuk pengkoordinasian asuhan keperawatan klien.
Dalam menetapkan seseorang menjadi perawat primer perlu berhati-hati karena
memerlukan beberapa kriteria,di antaranya dalam menetapkan kemampuan asertif,self
direction kemampuan mengambil keputusan yang tepat, menguasai keperawatan klinik,
akuntabel serta mampu berkolaborasi dengan baik antar berbagai disiplin ilmu. Dinegara
maju pada umumnya perawat ditunjuk sebagai perawat primer adalah seorang perawat
spesialis klinik yang mempunyai kualifikasi master dalam bidang keperawatan.
Dasar pertimbangan pemilihan model metode asuhan keperawatan (MAKP):
a. Sesuai dengan visi dan misi institusi
Dasar utama penentuan model pemberian asuhan keperawatan harus didasarkan pada misi
dan visi RS
b. Dapat diterapkan proses keperawatan

Proses keperawatan merupakan unsure penting terhadap kesinambungan asuhan


keperawatan pada pasien. Keberhasilan dalam asuhan keperawatan sangat ditentukan oleh
pendekatan proses keperawatan.
c. Efisien dan efektif dalam penggunaan biaya
Setiap suatu perubahan, harus selalu mempertimbangkan biaya dan efektifitas dalam
kelancaran pelaksanaannya.
d. Terpenuhinya kepuasan pasien, keluarga dan masyarakat
Tujuan akhir askep adalah kepuasan pasien terhadap asuhan yang diberikan oleh perawat.
Oleh karena itu, model yang baik adalah model asuhan keperwatan yang dapat
menunjang kepuasan pasien.
e. Kepuasan dan kinerja perawat
Kelancaran pelaksanaan suatu model sangat ditentukan oleh motivasi dan kinerja
perwata. Model

dipilih harus dapat meningkiatkan kepuasan perawat, bukan justru

menmbah beban kerja dan frustasi dalam pelaksanaannya

2.2 Karakteristik Modalitas Keperawatan Primer


Karakteristik modalitas keperawatan primer adalah :
a. Perawat primer mempunyai tanggung jawab untuk asuhan keperawatan pasien salam
24 jam sehari, dari penerimaan sampai pemulangan.
b. Perawat primer melakukan pengkajian kebutuhan asuhan keperawatan, kolaborasi
dengan pasien dan professional kesehatan lain, dan menyusun rencana perawatan.
c. Pelaksanaan rencana asuhan keperawatan didelegasikan oleh perawat primer kepada
perawat sekunder selama shift lain.
d. Perawat primer berkonsultasi dengan perawat kepala dan penyedia.
e. Autoritas, tanggunggugat dan autonomi ada pada perawat primer.

2.3 Kelebihan dan Kelemahan Model Asuhan Keperawatan Primer


2.3.1 Kelebihan model asuhan keperawatan primer
a. Perawat primer mendapat akontabilitas yang tinggi terhadap hasil dan
memungkinkan untuk pengembangan diri.
b. Memberikan peningkatan autonimi pada pihak perawat, jadi meningkatkan
motivasi , tanggung jawab dan tanggung guguat.
c. Bersifat kontinuitas dan komperhensif sesuai dengan arahan perawat primer
dalam memberikan atau mengarahkan perawtan sepanjang hopitalisasi.
d. Membebaskan manajer perawat klinis untuk melakukan peran manajer
operasional dan administrasi.
e. Kepuasan kerja perawat tinggi karena dapat memberikan asuhan keperawatan
secara holistic. Kepuasan yang dirasakan oleh perawat primer adalah
memungkinkan pengembangan diri melalui penerapan ilmu pengetahuan.
5

f. Staf medis juga merasakan kepuasan karena senantiasa informasi tentang


kondisi klien selalu muktahir dan komperhensif serta informasi dapat diperoleh
dari satu perawat yang benar-benar mengetahui keadaan kliennya.
g. Perawat ditantang untuk bekerja total sesuai dwngan kapasitas mereka.
h. Waktu yang digunakan lebih sedikit dalam aktivtias koordiansi dan supervisi
dan lebih banyak wantu utnuk aktivitas langsung kepada klien.
i. Pasien terlihat lebih menghargai. Pasien merasa dimanusiakan karena terpenuhi
kebutuhannya secara individu.
j. Asuhan keperawatan berfokus pada kebutuhan klien.
k. Profesi lain lebih menghargai karena dapat berkonsultasi dengan perawat yang
l.
m.
n.
o.

mengetahui semua tentang kliennya.


Menjamin kontinuitas asuhan keperawatan.
Meningkatnya hubungan antara perawat dan klien.
Metode ini mendukung pelayanan professional.
Rumah sakit tidak harus mempekerjakan terlalu banyak tenaga keperawatan
tetapi harus berkualitas tinggi

2.3.2 Kelemahan model asuhan keperawatan primer


a. Hanya dapat dilakukan oleh perawat professional.
b. Tidak semua perawat merasa siap untuk bertindak mandiri, memiliki
akontabilitas dan kemampuan untuk mengkaji serta merencanakan asuhan
keperawatan untuk klien.
c. Akontabilitas yang total dapat membuat jenuh.
d. Perlu tenaga yang cukup banyak dan mempunyai kemampuan dasar yang sama.
e. Biaya relative tinggi dibandingkan metode penugasan yang lain.

2.4 Ketenagaan Model Asuhan Keperawatan Primer


a.
b.
c.
d.

Setiap perawat primer adalah perawat bedside.


Beban kasus pasien 4-6 orang untuk satu perawat primer.
Penugasan ditentukan oleh kepala bangsal.
Perawat primer dibantu oleh perawat professional lain maupun non professional
sebagai perawat asisten.

2.5 Tanggung Jawab Kepala Ruangan dalam Model Asuhan Keperawatan


Primer
a.
b.
c.
d.
e.

Sebagai konsultan dan pengendalian mutu perawat primer.


Mengorganisir pembagian paisen kepada perawat primer.
Menyusun jadwal dinas dan member penugasan pada perawat asisten.
Orientasi dan merencanakan karyawan baru
Merencanakan dan menyelenggarakan pengembangan staf

2.6 Tanggung Jawab Perawat Primer


a. menerima pasien dan mengkaji kebutuhan pasien secara komprehansif
b. membuat tujuan dan rencana keperawatan
c. melaksanakan rencana yang telah dibuat selama dinas
d.mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan yang diberikan oleh disiplin
lain maupun perawat lain.
e. mengevaluasi keberhasilan yang dicpai
f. menyisipkan penyuluhan untuk pulang
g.melakukan rujukan kepda pekarya sosial,kontak dengan lembaga social dimasyarakat
h. membuat jadwal perjanjian klinis
i. mengadakan kunjungan rumah

2.7 Manajemen Kasus


Dalam model ini setiap perwat ditugaskan untuk melayani seluruh kebutuhan pasien
saat berdinas. Pasien akan dirawat oleh perawat yang berbeda untuk setiap shift dan tidak ada
jaminan bahwa pasien akan dirawat oleh orang yang sama pada hari berikutnya. Hal ini
umumnya dilaksanakan untuk perawat privat atau untuk perawat khusus, seperti ruang isolasi
dan intensive care.
Manajemen kasus secara umum mempunyai kelebihan dan kekurangan sbb:
Kelebihan
1. Perawat lebih memahami kasus per kasus
2. Sistem evaluasi dan manajerial menjadi lebih mudah
Kekurangan :
1. Perawat penanggung jawab belum dapat teridentifikasi
2. Perlu tenaga yang cukup banyak dengan kemampuan dasar yang sama
Gambar 1.1
Sistem asuhan keperawatn dengan model manajemen kasus
(Marquis & Huston, 1998, hal 136)
Kepala ruangan

Staff perawat

Pasien/klien

Staff perawat

Staff perawat

Pasien/klien

Pasien/klien

2.8

Modifikasi: Keperawatan Tim Primer


Model MAKP tim dan primer digunakan secara kombinasi kedua sistem. Menurut ratna

S. Sudarsono (2000) penetapan sistem model MAKP ini didasarkan pada beberapa alasan :
a. Keperawatn primer tidak digunakan secara murni, karena perawat primer harus
mempunyai latar belakang pendidikan S1 keperawatan/setara
b. keperawatan tim tidak digunakan secara murni, karena tanggung jawab asuhan
keperawatan pasien terfragmentasi pada berbagai tim.
c. Melalui kombinasi kedua model tersebut diharapkan komunitas asuahan keperawatan dan
akuntabilitas asuhan keperawatan terdapat pada primer karena saat ini perawat yang ada
dirumah sakit sebagian besar adalah lulusan D3, bimbingan tentang asuhan keperawatn
diberikan oleh perawat primer/ketua tim.

Gambar 1.2
Modifikasi : Model Keperawatan Primer

Kepala
Ruangan
PP 1

PP 2

PP 3

PP 4

PA

PA

PA

PA

PA

PA

PA

PA

PA

PA

PA

PA

7-8

7-8

7-8

7-8

Catatan : jadwal diatur pada pagi, sore, malam dam libur/cuti


Contoh (dikutip dari Ratna S Sudarsono, 2002).
Model MAKP ini ruangan memerlukan 26 perawat. Dengan menggunakan model
modifikasi keperawatan primer ini diperlukan 4 orang perawat primer (PP) dengan kualifikasi
Ners, disamping seorang kepala ruangan yang juga Ners. Perawat pelaksana (PA) 21 orang
kualifikasi pendidikan perawat pelaksana terdiri atas lulusan D3 keperawatan (3 orang) dan
SPK (18 orang).
Selain diagram di atas, untuk lebih mengetahui peran masing-masing komponen dari
kepala ruangan, perawat primer, dan perawat associate, dapat dilihat dalam table berikut ini
Tabel 1.3 Peran Masing-Masing Komponen

Kepala Ruangan

(KARU)
Menerima pasien baru
Memimpin rapat
Mengevaluasi kinerja

perawat
Membuat daftar dinas
Menyediakan material
Melakukan perencanaan

dan pengawasan
Melakukan pengarahan
dan pengawasan

Perawat Primer

(PP)
Membuat perencanaan

ASKEP
Mengadakan tindakan

kolaborasi
Mempimpin timbang

terima
Mendelegasikan tugas
Memimpin ronde

keperawatan
Mengetahui pemberian

ASKEP
Bertanggung jawab

terhadap pasien
Member petunjuk jika

pasien akan pulang


Mengisi resume

Perawat Associate

(PA)
Memberikan ASKEP
Mengikuti timbang

terima
Melaksanakan tugas

yang didelegasikan
Mendokumentasikan
tindakan keperawatan

keperawatan

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keperawatan primer merupakan suatu metode pemberian asuhan keperawatan dimana
perawat primer bertnaggung jawab selama 24 jam terhadap perencanaan pelaksanaan
pengevaluasi satu atau beberapa klien dan sejak klien masuk rumah sakit sampai pasien
dinyatkan pulang. Pasien akan dirawat oleh perawat yang berbeda untuk setiap shift dan tidak
ada jaminan bahwen akan dirawat oleh orang yang sama pada hari berikutnya. Dalam
managemen

keperawatan

primer

ini

memiliki

kekurangan

dan

kelebihan

dalam

pelaksanaannya. Metode yang digunakan dalam management primer ini terdiri dari kepala
ruangan, staff perawat dan pasien/klien.

3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini semoga dapat dijadikan sebagai acuan bagi perawat atau
mahasiswa keperawatan dalam memanajemen sistem pengorganisasian asuhan keperawatan
agar menjadi lebih baik disemua bidang terutama kesehatan.

10

DAFTAR PUSTAKA

Suarli, S & Yayan Bahtiar.2002.Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis. Jakarta:


Erlangga

11