Anda di halaman 1dari 215
~ ANAK-ANAK LANGIT~ di buat oleh: Miftah izharuddin thanks to www.nulisbuku.com
~ ANAK-ANAK LANGIT~ di buat oleh: Miftah izharuddin thanks to www.nulisbuku.com
~ ANAK-ANAK LANGIT~ di buat oleh: Miftah izharuddin thanks to www.nulisbuku.com

~ANAK-ANAK LANGIT~

~ ANAK-ANAK LANGIT~ di buat oleh: Miftah izharuddin thanks to www.nulisbuku.com
~ ANAK-ANAK LANGIT~ di buat oleh: Miftah izharuddin thanks to www.nulisbuku.com
~ ANAK-ANAK LANGIT~ di buat oleh: Miftah izharuddin thanks to www.nulisbuku.com

di buat oleh:

Miftah izharuddin
Miftah izharuddin

thanks to www.nulisbuku.com

Ini adalah sebuah cerita seorang anak yang soleh dan soleha yang berjuang bersama ikatan serta keyakinan mereka hanya kepada Allah s.w.t yang maha pegasih lagi maha penyayang

sebelum membaca cerita ini perlahan mari kita membaca

basmalah

dan

inilah cerita

anak-anak yang pemberani semoga kita mengambil pelajaran

” Assalamu alaikmum w.rb”

keyakinan hanyalah milik Allah s.w.t segala kekuasaan hanyanlah berada di tangan Allah s,wt para syaitan adalah musuh-musuh Allah yang harus kita yakini keberadaanya

~kekuatan seseorang akan kuat bersama Allah s.w.t~ kenikmatannya akan terasa nikmat bersama Allah s.w.t karena semua itu hanyalah miliknya.Segala kekuasaan berada di tangannya

ialah

“Allah s.w.t”

Allah s.w.t” “Allah s.w.t” “Allah s.w.t” “Allah s.w.t“Allah s.w.t” Allah s.w.t”Allah s.w.t”

“Allah s.w.t” “Allah s.w.t”“Allah s.w.t”

Kata sang legenda

“Pada zaman dahulu sebuah buku yang sangatlah nyata

ada

kebenarannya.Buku itu menceritakan

seorang anak dan lainnya akan turun dari langit membawa

kemenangan dengan kepada dunia.Pada saat

akan

ada hari mana

di

sebuah benacana

yang besar menghadang inilah akhir dari isi buku ini

dan

hem

perempuan namanya Aulia)“Hem dapat buku ini tanah

kosong dekat sekolah,kamu masih ingat tidak Elis

Eki,memang

kamu dapat dari mana?” (kata seorang anak

aku

di

waktu kita pergi ke sana??”(kata Eki)

“Iya kok,aku masih ingat ki,waktu itu

berbicara Eki lansung berkata

”Elis

belum selesai

“Elis,iya tahu kok,tapi jangan panggil ki juga kali

manggil dukun aja”

aku

kayak

“Hahaha maaf”(tawa Elis)

iya

“Hem,waktu itu sedang bermain bola,Eki kalah,terus

celananya kedodoran lagi.Habis itu.kakinya menginjak kotoran

ayam,ih jijik.Bau

Eki

lagi hahaha,.

Eki ”Tiba-tiba

memandang Elis yang suka curhat yang tidak jelas di hadapan

orang lain.Matanya memandang Elis dengan tajam dan

tajam.sesampai Elis berhenti bercerita.Hinggah kemudian

muka Eki menjadi cemberut,matanya

Ekipun berkata

“Elis,kalau mau bakso segi lima bilang saja

memang tidak nyadar apa?”

“Iya maaf

kan…”kata Eki dengan kesalnya sambil mengehelus-helsu kedua

tangannya sebagai pertanda bahwa dirinya siap untuk

kamu

cerita begitu

ya Ki tidak sengaja”kata Elis ketus.“ Tuh

aku

memukul.“Oh iya maksudnya

Eki

maaf

ya”kata Elis denagn raut

wajah yang begitu menyesalnya“Iya…tidak masalah”(kata Eki

“Eh,lagi bicara tentang apa sih?”

(kata seorang pria bernama Rama)

“Ini

Aulia belum selesai berbicara,Elis lansung saja berkata

“Kita lagi bicara

kedodoran,terus nginjak tai ayam lagi.Hahaha,lucu deh

pokoknya

kita

lagi

”kata

Aulia sambil memanadang kek kanan kiri

tentang kejadian pagi tadi,Eki celananya

Habis itu jatuh ke jurang terus celananya ke buka lagi.pake

celana bapaknya sih.Hahaha lucunya”

“Krik

“Merekapun terdiam sejenak.nafas Eki tiba-tiba meninggi,Rama

menjadi bimbang.Aulia hanya bisa terdiam”

krik ”(suara

jangkrik)

“Tadi

kau

cerita sama Aulia

sekarang

kau ceritakan hal ini pada

Rama

Bagus,akan

ku beri kamu pelajaran”kata Eki dengan

kesalnya smabil menyiapakan pukulannya

“Brak,brak,brak,”(suara papan yang mulai runtuh)

tiba-tiba saja terdengar suara seorang ibu yang berkata

“Ayo makan

“Elis…panggil teman-temannya nanti makananya dingin loh”

”(kata Ibu Elis)

“Brak,brak,brak”(suara tangga yang bergetar)

“Tidak usah Tante bisa sendiri kok!”kata Eki sambil berlari

aku

degan begitu cepatnya

“yah dasar

Beda lagi pas di suruh lari”kata Rama sambil mengintipnya di

tangga rumah Elis.“Yah

Eki,kalo makan cepatnya”

kalo

begitu mah,wajar.Kan badan Eki

besar kaya beruang.Grooor”kata Elis sambil tersenyum lebar

“Hahaha,iya ya.Sikapnya juga sama,suka marah.Habis

makan ,tidur…”rama kemuadian terdiam

“Etsss,sudah.kamu tidak merasa mencela siapa?itukan

Eki memang

Ahmad siapa??kan Eki

yang menolong kamu pas di ganguin sama

sekarang

kamu malah

menghinanya.Memang kamu tega?”(kata Aulia)

“Oh iya ya…kita beruntung punya teman kayak dia”(kata Rama)

Lalu kemudian

merekapun

turun ke bawah dengan tangga

yang mulai rapuh itu,sudah biasa mereka bermain di Rumah

Elis,Hampir setiap minggu mereka berkunjung ke

sana,merekapun makan dengan kenyangnya” “Wah…

hem

masakan

Mamanya Elis enak ya ketagihan”kata Eki

jadi

“Ayo

tambah

lagi nak,biar cepat kurus”kata Ibu Elis sambil

tersenyum.“Hahaha”merekapun tertawa kecuali Eki

“huh, Elis beruntung punya Mama kayak Mamanya Elis,kalo

masak enak sekali”kata Eki sambil mamakannya

“Iya ya,untung saja aku tidak kayak kamu.Kalo kayak

kamu pasti

kata Elis“Hhahaha”(merekapun tertawa kecuali Eki dan Aulia)

aku sudah kayak beruang,Groor”

“Sudah

aku sudah kamu gigit”( kata Eki)

kalo

ada makanan sih,aku tidak marah.Coba ada

pasti

“Hahaha,Eki memang mirip beruang”(kata Rama)

“Sudah

kalian

itu kenapa sih,Eki itukan teman kita.Kok jadinya

begini,salah Eki apa coba??kamu juga Eki

kamu

harusnya

bersyukur

meskipun

begitu.Dia tetap ibu kamu

”(bentak

Aulia)

merekapun terdiam,dan Ibu elispun berkata

“Iya betul

beruntung,pertemanan kalin saling mengisi satu sama lain.Kalo

melengkapinya

satu kekurangan

tetap pertahankan”(kata Ibu Elis)

kata Auli,ngejob deh,buat Aulia.kalian

kalian

“Iya

mereka

yang yang mereka miliki

memiliki,lama-lama mereka menyadari

manfaatnya hubungan mereka kekal abadi

satu dari mereka tidak tercemari”kata Ayah Elis

pertemanan

yang baik ialah,pertemanan bagai awan dan

saling melengkapi

memberikan

namun

orang lain belum

semua ada

tumbuh-tumbuhan

apa

dan

selama salah

“Eh, ayah sudah pulang

“Hem…”(tarik nafas Rama)

mau

teh?(kata Ibu Elis)

“Oke,sudah saatnya.ayo pergi mencari buku legenda yang

tertulis dalam buku itu”kata Aulia sambil berjalan denagn cepat

dan kemudain dirinyapun berlari

kita

“Buku apa

“Sudah nantinya

Merekapun bersegera bergerak menuju ke tempat Eki

?”(kata

Rama)

juga akan tahu”(kata Elis)

terjatuh.Mereka mencari buku yang bercerita seorang anak

Yang turun dari langit itu…mereka berpendapat kalau buku itu

adalah barang langkah,yang harganya sangatlah mahal di

banding oleh sebuah mutiara

“Brak,brak,brak”(suara gertakan kaki mereka)

“Kami pergi dulu ya pah

“Iya

“Iya Mama

Merekapun bersegera berangkat ke sana

yang lumayan cepatnya,mereka membuat sebuah gertakan kaki

ma.”kata

Elis sambil mengengam pintu

”(kata

Ibu Elis)

mainnya

jangan kelamaan ya Lis

saja mah

”(kata

Elis)

tenang

dengan lari mereka

Di setiap kaki mereka.Langkah demi langkah mereka lakukan

untuk mencapaian sebuah pencapaian.Ada banyak angan yang

mereka miliki sesaat mereka telah menemukan buku tersebut

“Plak,tak,tak,tak,tak”(bunyi gertakan kaki mereka)

“Hh…Hh…Hh

“Hah…Aulia,cukup sampai di sini…Hh

tempatnya.Tempat di mana aku terjatuh”kata Eki dengan

”(nafas

kelelahan Eki)

kurang

lebih di sinilah

kelelahan sambil menarik nafasnya itu.“Dasar

suruh lari selalu

berat badanmu.Jadinya jatungmu juga jadi sehat kok”kata Aulia

“Hem deh,lagipula aku tidak mengeluh tuh”(kata Eki)

saja seperti ini,kan lumayan untuk menurunkan

kamu kalo di

iya

“Tak,tak,tak,tak”(bunyi gertakan kaki)

Rama lansung turun ke bawah,menuju ke Elis yang sedang

menggali tanah degan sebuah cangkul tua Rama terheran atas

apa yang di lakukan Elis.lalu kemudian Rama melihat sebuah

benda besar yang mulai terlihat

membesar.Kini pandangannya akan masa depan semakin

terlihat.Dengan bersemangat,Rama lansung membantu Elis

yang sedang menggali

mata

Rama menjadi

“Gali,gali,gali,gali!!”(teriak Rama) mereka semua kini memakai sebuah sapu tangan.Mereka semua siap untuk menggali,dengan cepat benda yang di gali

Rama dan Elis mulai terlihat

lantaian yang kelihatan sangatlah keras,perbatuan-perbatuan

terlihat di sekitar tembok tersebut.Kemudian Eki berkata “Sudahlah Elis,aku yakin di sini tidak ada apa-apanya.cuman

sebuah

tembok besar yang berisi

perbatuan dan tanah

apanya emas

“Jangan anggap hal ini adalah kegiatan mencari harta karun,hal

itu dapat mengubah sejarah,aku percaya kok.Hal ini dapat mengubah sejarah”kata Aulia“Tunggu

dulu

percikan cahaya

seperti

lahan biasa

tidak

ada apa-

saja tidak ada”(kata Eki)

sebelumnya

saat Eki terjatuh,aku tadinya melihat sebuah

Aneh rasanya kalau percikan itu ada di tempat yang kumuh

seperti ini ”kata

“Tidak hanya itu,perbatuan ini bukanlah perbatuan yang biasa kita lihat,perbatuan itu biasanya memiliki pori-pri kecil berupa

Elis sambl mentap sesuatu

bintik-bintik,Sedangkan di batu ini tertutup rapat,sehingga tak

Dapat menyaring apapun di dalamnya,terkena airpun tak akan

bocor”kata Elis sambil berpikir

“Kurasa kau benar sudah jelas tujuan batu ini untuk

jadi

menyimpan sesuatu”kata Rama sambil menggali

“Hyaaah!!lansung saja!”teriak Eki

“Prak

“siapa yang menghancurkan batu itu?”tanya Aulia sambil

memandang kanan kiri

“Kamu ya Eki

,park,prak”(gemuruh

pecahan batu)

??”(kata Elis)

“Eh,mana mungkin…orang aku lagi menggali kok”(kata Eki)

“Tik,tik,tik,tik”(suara percikan sebuah air)

Lalu menghelus-helus bagian perbatuan yang pecah

Elis

tadi terlihat

Menghelus-helusnya

berkata dalam hatinya“Tidak salah lagi pasti pengaruh

suhu lalu

dengan air”kata Eki sambil berpikir“Dasar Eki…kamu tega

ya,makan es krim sembunyi-sembunyi”(keluh Rama)

uapan yang baru saja muncul saat Dia

hinggah

Elis bepikir dan kemudian

ini

hem,uapan tak

salah lagi.Pasti ada hubunganya

“Ah!?es krim sini es krimnya,ada hal yang akan aku

lakukan”kata Elis“Tap…tapikan”kata Eki yang begitu saying Es

krimya itu.Aulia tahu,Eki sangat mencintai makanan.Makanan

apapun itu…pasti dia makan Aulia tahu saat Eki mau memakan

Eki

sayur asam buatan Ibu Elis.namun Eki di suruh untuk

menyerahkan es krimnya.Mata Eki memerah…tak tahu ia mau

berbuat apa lagi

Aulia tak tega Lalu kemudian berkata“Memang untuk apa

kini

rasanya

sayang kalau tidak dihabiskan.Dan

Elis

?”kata

Aulia

“Sudah…sini saja dulu,nanti aku ganti tiga es krim kok”kata Elis

sambil membalikkan kedua tangannya ke atas.Pertanda diriya

sudah menunggu.Dengan cepat Eki memberikan es krim itu

kepada Elis.lalu kemudian Elis coba menjatuhkan setetes

pertikan cairan dari es krim tersebut.Dan rupanya pendapat Elis

benar

“karakssss,kraksss,karak,krak”bunyi retakan batu dengan

kerasnya“KRAAAAAKS!!!!!”batu itu memecah.Dan berhasil Elis

berhasil memecahkan batu tersebut dengan menggosokkannya

dengan es krim

”“Krak,krak,krak”(bunyi

pecahan batu)

Suhu yang dingin membuat batu itu pecah dengan

kerasnya.dan Elis menduga

sudah

sangat lama batu itu berada

di tempatnya.Sewaktu batu itu memecah,puing demi puingan batu beterbangan.Uap yang besar muncul dari batu

tersebut suhu

Es yang ada di dalamnya meleleh.Namun setelah mendingin dengan waktu yang cepat.Elispun mencoba untuk mencari sesuatu di dalamnya…rasanya ada lubang kini Elis terdiam dan tak berkata apa-apa.“Elis kamu takut ada serangga ya haha dasar perempuan”kata Rama sambil tersenyum“Kalo begitu,kamu saja yang ambil”kata Elis seolah-olah tengah melihat harta karun

yang panas kini membuat sebuah batuan-batuan

“Oke…akan aku ambil”(kata Rama)

Kemudian… jari demi jari

pemberani mencoba untuk menggapainya.Hinggah ia memasukkan seluruh bagian lengannya ke dalam pecahan

perbatuan itu

lengan

demi langan,Rama yang

“Krak,krak,krak”(bunyi retakan batu yang sudah begitu tua)

“HYAAAAAH……!!”(teriak Rama)

Rama kini terjatuh dan tak bisa berkata apa-apa matanya

tertutup dan ia juga berpendapat bahwa kehidupan cukup

sampai di sini

Temannya“Wussssh”(hembusan angin yang kencang)

tempat itu melahirkan hembusan yang kencang saat

terjatuh,pertanda jarak antar kedua lokasi itu sangatlah

Rama

juga senang bisa bertemu dengan teman-

jauh

dan

jauh

Rama

masuk ke dalamnya kemudian

“Plusshhhh!!”(suara gemuruh percikan air)

“Plop

Beruntung Rama hanya terjatuh ke dalam sebuah air yang

kemudian membesar dan membesar

menghantarkkanya ke atas Rama masih bernafas,kemudian

Rama berenang menuju ke teman-temanya berenang dengan

plop

plop

””(heningan

uap di dalam air)

perlahan

air tersebut

kini

vepat

dan

cepat

hinggah

ia menemukan segenap cahaya dari

satu celah

Rama

melihat sosok bayangan temannya

petikan

air

mata terjatuh

“Plang,plang”(hengingan air mata yang keras)

“RAMAAAAA!!”(teriak Elis)

“Hh……”(tangis Aulia)

Tempat yang luas itu menciptakan suara yang besar pula,Elis

tersadarkan,dari suaranya

Ini bukanlah pantulan dari tanah melainkan air kemudian

terdengarlah sebuah teriakan yang keras“Elissss!!!pake kapal ke

mari!!di sini luyaman mnyenangkan!”teriak Rama dengan

tegasnya

Air yang menggenangi Rama itu

menyeret

Rama ke kanan dan

kiri ada suara seain heningan air satu persatu

menyelimuti diri Rama yang sedang sendirian

berenang dengan kerasnya menuju ke teman-temannya Rama

mencoba untuk menggapai

beberapa kali Rama mencoba untuk melompat naik ke atas

sana namun Rama tetap saja tidak bisa

sedikit demi sedikit…Rama mengangkat tangannya lalu

kemudian“Blooosh!!”(suara benda yang jatuh)

Terlihat beberapa orang anak yang memegang sebuah benda

dengan eratnya sosok bayangan yang perlahan melekat

tak

cahaya kini

Rama mulai

berenang

dan berenang

sudah

melahirkan suara tengkraman yang sangatlah keras bunyinya

Dan mereka teman-teman Rama.Ternyata kawan-kawannya datang dengan memakai sebuah bamboo-bambu berbentuk tikar milik Ayah Eki,dulunya di gunakan sebagai penutup dan penghalas oleh Ayah Eki.kini mereka datang menolong Rama yang kini sendirian.“Plang,plang”(suara pecahan kaca) “Ha??!suara itu…dari mana asalnya?”tanya Elis dengan bingung “Plop,plop,plop”(suara heningan kaki Rama dalam air)

“Prak,parak,prak”(suara pecahan kaca) “Rama!!lakukanlah dengan lebih keras lagi!”teriak Elis denga kerasnya.Lalu Rama terheran dan mencoba untuk mengerti,namun Rama memanglah tak mengerti.Rama kini mencoba untuk menanyakan sesuatu pada Elis.Ramapun

berkata“ Memang ada apa Elis

ketahui.Kata Elis dengan mengeluarkan keringatnya

“Ah!!lama!!!!”keluh Eki sambil tersenyum “Ploooopshusssh!!”(gemuruh aliran ombak) Ekipun melakukan sebuah serangan dengan sebuah ombak

yang besar di dalam air,ombak yang besar itu bawah air

?“Ada

hal yang kau tak

bergenang ke

Ombak yang kian membesar itu

kaca kini memecah

“Plang

“Yaaaaghhh!!!”(teriak Eki)

“PLUASSSSSH!!”(suara ombak yang besar)

“PLANG!!!”( gertakan pecahan kaca)

Dan lagi-lagi

benar.Kaca itu terpecah dengan kerasnya.Sisa demi sisa

pecahannyapun tergenang jauh ke dalam air…cahaya mulai

merambat dari atas mereka

Dia harapan untuk kembali sudah menduga dari awal,kini

Elis membawa sebuah tas.Elis menduga ada sesuatu di bawah

sana cahaya

besarnya suasana

indah cahaya

pada hal itu kini menguat

“Bruuuushhhhh!!!”(gemuruh arus yang kuat)

“Pegangan kawan!!!!”teriak Rama sambil tersenyum

“Hyaaaaaah!!!”(teriak mereka)

kemudian

membuat sebuah

plang,plang!!”(suara

pecahan kaca)

dugaan

Elis benar,apa yang Elis duga ternyata

perlahan

Elis

air itu menurun

kini

tidak

yang terang kini merambat dengan begitu

di dalam gua tersebut berubah menjadi

mentari terpantulkan ke dalam air.Keyakinan Elis

Genangan arus yang besar menarik mereka semua

mirip Segitiga bermuda itu

kencangnya

tarik oleh mahluk gurita raksasa

ombak yang

menarik

mereka semua dengan

seperti

suasana

pada saat itu

ketika mereka di

gemuruh air yang besar

suara

kini muncul

“Bruuuuush!!!”(gemuruh arus air)

suara gemuruh tersebut seolah-olah ingin memakan mereka

membuat

batu yang tua memecah.satu demi satu perbatuan kini

memecah

“Prak,prka,prak”(suara pecahan batu)

semua

suara

angin yang begitu kencangnya

sebuah

“Braak,brak,brak”(gemuruh batu yang meruntuh)

Kini gua tersebutpun runtuh,haya bersisa lubang yang besar

dan dalam

cahaya

kini kian meluas

memasuki

setiap

celahnya air yang menggenang kemudian menghilang

Rama dan kawan-kawannya masuk ke dalam lubang dengan

kini

Meluncur ke bawah

beterbangan…kecuali kerudung Aulia yang terikat dengan

rapatnya kerudung

angin kini kian membesar

dengan

kencangnya

rambut

para lelaki itu

Elis hampir saja terlepas,bunyi gemuruh

“Hyaaaaah!!!”(teriak mereka semua)

Mereka percaya,allah s.w.t pasti akan menolongnya,mungkin

mereka akan di lenyapkan karena hampir mereka melanggar

akan larangan orang tuanya,tapi mereka membuat alasan

bahwasanya mereka penasaran saja mereka percaya

Bagaimanapun adalah keputusan Allah yang paling

terbaik.Ini juga berkat Aulia sudah sering Aulia mengajak

tapi

itu

mereka bertauhid itulah guna kawan yang sesungguhnya bila

mereka tak di ajarkan akan hal itu

berputus asah.Namun tetap perbuatan mereka adalah

perbuatan yang sia-sia…

juga pastinya akan

mereka

“Hyaaaah!!”(teriak mereka)“Bruk!!”suara benda yang jatuh

Kini

merambat ke dalam celah tersebut

mereka

sampai di celah tersebut

cahaya

genangan

kini kian

air kini masuk ke

Dalam celah-celah yang kecil yang berada di setiap sisi gua

yang bocor…kini mereka melihat ada dua terowongan ialah

jalan masuk ke sebuah gua

ternyata

dugaan Elis salah,tak ada

sesuatu di dalam sini

melanjutkan perjalanan mereka

“Hh….huh…”tarik nafas Elis yang hampir mulai merasa bersalah

“Tlek,tlek,tlek,tak,taka,tak”bunyi gertakan kaki hewan-hewan

kecil.Kini

dalam gua

dalamnya…para pasukan semut didalam gua menggigit

mereka semua

gua tersebut

“Elis

“Jangan gugup kalian!berikan waktu untuk Elis agar bisa

memikirkan hal itu”kata Aulia

namun

tidak ada pilihan lain selain

hewan-hewan

seolah-olah

kecil membentuk sosok bayangan di

mereka melihat sosok mahluk gaib di

kini

berlari menuju keterowongan di dalam

mereka

kita

lewat mana ya

”(kata

Eki)

“Kali ini aku saja yang memilih”kata Rama dengan

tegasnya.Sambil menegakkan badannya “Aduh

biar

Rama kamu”

kata Aulia dengan raut wajah kekahwatiran.Aulia belum selasai

berbicara Elis lansung saja berkata“Di sana!!yang kanan”

Kata Elis

Merekapun menjadi gugup.namun hewan-hewan kecil di

sekitar mereka terbangun

kebanyakan di antaranya berwarna hitam dan juga besar

kini

kembali.Semut-semut yang

badannya kian mendekat sinilah keberanian mereka

untuk mengambil keputusan

dan berteriak

“Ayo kawan!!ikut aku!atau tidak sama sekali”kata Rama sambil

menatap tajam teman-temannya.Mendengar perkataan

Rama,mereka menjadi yakin akan pilihan Rama untuk

melanjutkan perjalanan mereka.Mendengarnya mereka percaya

kalau pilihan Rama mereka yang terbaik untuk melanjutkan

perjalan dansekain itu.Hal itu merupakan pilihan mereka juga

“Plak,tak,tak,tak”(bunyi geratakan kaki)

mereka kini tengah berlari menuju terowongan tersebut

kini

di

Rama

yang pemberani kini maju

“Plak…”(Ekipun terjatuh)

“Sudah…sudah…cukup!!!!”(keluh Eki)

“Rama apa

ini”keluh Eki sambil menangis dirinya kembali mengeluah

dengan suara yang begitu kerasnya“Elis!!ini semua salahmu!!!

yang kau pikirkan sudah lelah dengan semua

aku

“Sekarang bagaimana??!sudah puas?tadi kau

mencelaku,sekarang

mana pemikiranmu yang kau banggakan itu!keluh Eki sambil

bersadarakan diri di dataran tanah yang kotor,membuat

bajunay bercorak kecoklatan yang menggelap.Suasana pada

saat itu sangatlah meresahkan,mereka kini hanya bisa

kamu

mulai menjebak kita semua

?di

terdiam

mata

Elis kini berpaling dari teman-temannya

perlahan

raut

bibirnya menurun

raut

wajahnya kini mulai

meneteskan air mata

“Hh….Hh…”(tangis Elis)

“Eki

tidak bisa di andalkan

dirimu

kamu

benar

aku

salah bukanlah kawan,aku salah

aku

beberapa

hari ini

aku

padahal

aku harus tahu

aku

hanya mencela

”kata

aku

meyesal

Elis sambil

menangis

Elis:Hh….kamu

Rama :Elis….(dengan lembut)

kamu sahabat

terbaikku(sambil menangis)

Elis:Iya salah…aku tahu

Rama:Elis….(dengan mendekat ke Elis)

Elis:Sudah!!!,jangan mendekat”(teriaknya sambil menangis)

aku

Rama:Elis kamu

Elis:Hh…tuh kan,sudah ku bilang aku salah

Eki:Elis maafkan

salah!!bukan begini caranya!!”(dengan berteriak)

aku…aku yang salah…

“Hh…Hh

Hh ”(tangis

Eki dan Elis)

Kini mereka semua terdiam,tak ada yang mengatakan apa-apa

lagi mereka

seperti ini Aulia

menanganinya Aulia kemudian berkata“Hah

awal kalian sudah salah

tengah-tengah mereka semua

semua hanya bisa terdiam,di dalam keadaan yang

tahu bahwa Dia sajalah yang bisa

”kata

kalian

semua

dari

Aulia dengan berdiri tegak di

Mata mereka melirik Aulia yang mencoba untuk menghentikan

permasalah ini membuat mereka bangkit kembali

melanjutkan petualangan mereka semua kemudian,Auliapun

berkata lagi“Bukan benini caranya bukanlah keputusan

Elis,ataupun Rama

siapa ?Tanya

dan

untuk

ini

memang

yang melakukan keputusan tadi itu

Aulia sambil memainkn ayunan tangannya

“……………”

Mereka hanya bisa terdiam.mereka mencerna hal itu setelah

mereka mencernanya

“Kalian…bukan Rama,bukan aku setiap keputusan adalah

pertanggung jawaban kalian sendiri”kata Aulia dengan

tegasnya.Perlahan Rama berhenti untuk berdiam diri perlahan

Aulia

kemudian kembali berkata

dan

Ramapun mulai bangkit kembali

“Iya,aku ingat ada ayat yang mengatakan,tidak ada satupun

orang yang akan menanggung

dosa orang lain

kamu dosa kamu juga semua adalah hasil dari kerja

kemudian

Ramapun berkata

sudah

jelas

dan

amalan

kamu amalan kamu,dosa

kerasmu kita tinggal diam.Itu berarti bahwa kita ini adalah

sampah”kata Rama sambil berdiri di tempatnya

Kini mereka semuapun mengerti,dan paham akan hal

bila

tersebut,sudah saatnyalah mereka untuk bangkit maju menuju

masa depan yang lebih indah

mata mereka menunjukkan bahwa mereka yakin akan yang

namanya perubahan yang ada di masa depan

mulai menggerakkan kembali kaki mereka

“Tlak,tlak,tlak,pak”(suara gertakan kaki)

perlahan mereka

“Hayo!!!sudah saatnya bagi kita untuk bangkit”kata Rama

degan tegasnya.“Lanjutkan petualangan!!!teriak Elis sambil

tersenyum pada mereka semua“YAAAA!!”teriak mereka sambil

mengankat ngengaman tangan mereka bersama-sama

dengan begitu bersemangat merekapun berlari dengan

kencangnya.Perlahan

menjadi mudah untuk melakukan yang terbaik.berjalan menuju

ke terowongan itu…perlahan

mendetak

“Plak,tak,tak,tak”(gertakan kaki mereka)

“Ayo!!!lebih semangat lagi kawan!!”teriak Rama“Yaaa!”(jawab

mereka-kawan-kawan Rama

kaki

mereka mulai terasa ringan

mereka

kaki

mereka mendekat,dan

Merekapun hampir sampai ke tempat itu terowongan yang

gelap itu

celah yaitu

mendekat-dan mendekat dia

di

mereka

terus berlari

kemudian

terlihat sebuah

sebuah gua yang amatlah terang,perlahan mereka

“Itu

sinarnya

berkilauan!”kata

Rama dengan begitu kagumnya.Sinar tempat itu

ada ribuan bintang-bintang di dalamnya

besinar bagai

yang

bersinar dengan

Tiada habisnya

itu,memberikan mereka semangat dan harapan sesampainya

mereka di sana

mereka

terus berlari dan berlari

sinar

kilauan

cahaya membuat mata mereka merasa

tertutup karena kilauannya

“Haaa!terang sekali…(kata Eki)

“Ini…inilah tempatnya,kilauan mutiara”kata Elis dengan

kagumnyasambil berjalan dengan kedua pandangan

kekagumannya.Rama melihat ke atas

kencang namun

cahaya

merambat dengan

saat Rama lebih teliti lagi atas tidaklah

dia

terlihat seperti langit

awan hampir

sebuah

sinar

yang

penuhi oleh

seutuhnya…namun awan tersebut tidaklah

membuatnya makin bersinar…jadi jelas

menutupi

ini sangat jarang terkena badai

Rama dari belakang dan berkata

“Ayo, lanjutkan perjalannya”Tunggu dulu Aulia

langitnya sangat berbeda dengan yang ada di tempat kita”

kata Rama sambil mermandang ke atas.“Tempat ini….

begitu ”kata

ke Aulia bagai bayangan pesawat yang

yang besar menuju

malah

tempat

kemudian

Aulia mendorong

coba lihat

Aulia dengan lembutnya.Terihat sebuah bayangan

jatuh menuju ke bawah tanah

angin

yang deraspun muncul

“Krak!!brushhhhhhhh!”(bunyi benda yang mendarat) “Kraaaak!!!!!”(bunyi kicauan burung raksasa)

Ternyata

burung

raksasa yang berbulu hitam kecoklatanpun

muncul

mengejar

Aulia dan Rama,Rama kini memegang tangan

Aulia kemudian berlari dengan kencangnya

burung tersebut tak mencukupi gua tersebut.“Rama kamu….” keluh Aulia dengan begitu malunya“Ah,maafkan aku aku tak

sengaja.Habis,kamu mau di makan olehnya”kata Rama smabil

Aulia dengan

mengaruk-garuk kepalanya.“Rama

namun badan

awas!!!”teriak

mendorong Rama.Ternyata burung itu mengejar

Rama Rama,kini

menghacurkan atap gua

tertinggal.Badan burung yang besar kini

“Bruk,bruk,bruk”(gemuruh gua yang meruntuh)

“Auliaaaaaa!!”(teriak Rama sambil menangis) Kemudian Ramapun berlari dengan kencang sekencang-

kencangnya

kali lebih cepat dari yang Rama duga

menyentuh tubuh Rama…

berlari

dan berlari

namun

lari burung tersebut 10

mulutnya mulai

“Plak,tak”Rama kini terjatuh ke dalam lubang.“Ramaaaaaa!!

teriak Eki sambil menangis.“Besembunyilah ke dalam lubang

yang ada!!teriak Rama dari suatu tempat.Namun kini Eki

takut

di makannya.sebab Eki khawatir dengan tubuhnya yang

sampai-sampai

Dai tidak dapat lagi berlari,Eki takut kalau

mengandung Lemak yang tinggi Kemudian dengan

berani untuk

melewati jalan dari jarak kedua kaki sang burung

Eki berlari mata

sekali.Kemudian Eki melompat menaiki kaki sang burung

“Eki!!!!”(teriak teman-teman Eki)

menyelamatkan teman-temanya Eki berlari

dengan cepat

sang burung tak bisa menatap Eki walau hanya

Semangat Rama kini mulai muncul Rama juga ikut

berlari dengan

“Ya Allah

sungguh engkau Maha mengetahui…tak ada satupun urusan

yang lepas dari campur tanganmu…ku mohon ya Allah

kini

tangkas Dia berdoa

sedang di terjang oleh sebuah bencana

kami

dan

bantulah aku untuk menghadapinya

atas

kehendakmu ya

Rabbi mohon kabulkanlah doaku ini

ku

(doa Rama sambil berlari berlari…)

Kini Aulia melihat cahaya yang terang

mengajaknya untuk bangkit kembali

sosok Rama

dengan

pangkas berani

Aulia berlari dan berkata di dalam hatinya

“Lahaula walaaa kuwwata illa bilaah”“Teman-teman

ingatlah!!!tiada kekuatan selain dari Allah majulah sekuat

mungkin,kini kita berperang di jalannya

sesama muslim,itulah prinsip kita di muka bumi ini!!”teriak Aulia

sambil mengambil kedua gengaman pada tangannya

“Yaaaaa!!kau benar!”(teriak Eki)

Eki kemudian melompat dari kaki sang burung menuju ke ekor

saling menolong

sang burung tersebut,perlahan kemudian memegang bulu-

bulunya dengan erat satu-persatu agar tidak terjatuh satu

persatu pula bulu-bulunya terputus

“Krakkkkk!!”(teriak sang burung)

Kini sang burung memperlambat jalannya…dengan bertasbih

“Allahu akbar” Eki melompat menuju leher sang burung…Eki

kemudian mencoba untuk menyatukan diri bersamanya

Eki

dengan perlahan mencoba untuk berteman dengan Sang

burung…Ekipun berdoa dengan nama Allah yang maha kuasa…

Eki

“Ya Allah

atas

segala yang kau ciptakan di dunia

 

ini…langit

bumi

revolusi

dan semacamnya.,aku mohon

atas

kuasamu yang sesungguhnya.Aku meminta kepadamu untuk

membantuku menjinakkan burung ini…karana aku tahu…Engkau

maha pemurah lagi maha penyyang sebaik-baiknya

penolong bagi setiap umat muslim”(doa Eki sambil menangis )

“Hh…Hh

dan

Hh…Hh ”(tarik

nafas Eki…)

Eki kini berada di leher sang burung

memegangnya

dengan

eratnya

Allah s.w.t….perlahan

Kawan-kawannya bersaha meraih Eki

menyentuhnya

“Eki…kau tidak sendiri kita adalah teman-temanmu…burung ini

adalah ciptaaan Allah

untuk kita semua…”kata Rama dengan lembutnya

“Yap!!!kau benar Rama”teriak Eki sambil menangis dengan

bahagia.Kemudian

kepadanya perlahan

seolah-olah

Eki di beri kekuatan yang sempurna dari

tanganya

mencoba untuk

dengan

berasama-sama kawan-kawanya berkata

biarkan

Allah memberikan yang terbaik

merekapun

bersama-sama terus memohon

tangan Eki mulai menghelus-helus sang

burung yang kawan-kawan Eki yang lainpun mulai

dan

Menghelus-helusnya

rasa yang sama dengan sang burung…rasa bertauhid kepada

secara

perlahan

mereka

mulai merasakan

Allah rasa

itupun mulai mengubah suaranya

“Cuit…Cuit….”(kicauan sang burung)

“Plak,plak,plak”(kipasan sayap sang burung)

semangat akan menggapai keridhannya.Burung

Burung tersebut terbang secara perlahan menuju ke langit

yang bercahaya itu

yang mereka tuju

terlihat seolah-olah tersenyum memandangnya

yang

langit

lebih menakjubkannya lagi

arah

itulah

yang bersinar mata sang burung

kini

Keindahan alam di sana

aliran air yang tiada habisnya

sekencang-kencangnya…

“BLUSHHH…

sangat

mengagetkan mereka

mengalir kencang

”(suara

aliran air terjun yang besar)

sumber

“Wushhhhhhhh”(suara gemuruh angin yang mengejutkan )

Mata Aulia yang manis itu kini kian bercahaya kulitnya

memutih karena kilauan sinar dari atas langit

membuka matanya….ternyata yang di atas tetaplah mentari…

gunung pegunungan yang indah

bintik-bintik hitamnya

perlahan Aulia

begitu hijau

Aulia tak tahu

sampai-sampai

seperti

apa

membuat

Hijaunya.Yang jelas Aulia tahu adalah warna hijau ciptaan

itu

sang Maha kuasa.Aulia menangis dalam hatinya Auliapun

berkata“Sungguh Maha suci engkau ya Allah… aku takjub atas

segala ciptaanmu

kerajaan yang tiada berhinggah…”Kata aulia

bahagia“Wooow ini bagaikan taman-taman

surga!!!!indahnya

menagnkat kedua tangannya menuju ke langit yang tinggi

“Subhanallah…maha suci engakau ya Allah…”kata Elis di dalam

hatinya

“SUBHANALLLAH!!!”(teriak mereka semua)

Setelah mengucapkan kalimat “Subhanallah” benda-beda yang

ada di tempat tersebut seolah-olah menjadi lebih ramai

rasanya…burung tersebutpun terbang dengan santai dan

lamban….sungguh atas kuasa Allahlah Maha pencipta hinggah

mereka bisa merasakan indahnya hidup itu…dengan

bersemangat merekapun segera melanjutkan perjalannanya

mencari buku tersebut…inilah hasil keputusan yang mereka

buat.Petualangan ini adalah

semua,hal itulah yang harus mereka pahami kini mulai

di

sungguh

engkaulah pemilik kerajaan-

sambil menangis

teriak

Elis dengan sangat berbahagia

pertanggung

jawaban mereka

Eki

Mengendarai sang burung.Eki mulai memimpin mereka

mengangkat tangannya kemudian mereka membuat

dan

tangan mereka menyanyap seperti yang di peragakan

Eki,mengarah

sang burung yang yang memang pas buat di jadikannya

sebagai tempat duduk.Merekapun mengemudi seolah-olah

merelah yang sedang terbang…namun tetap saja

harus tetap memperagakan apa yang di pragakan Eki

terbang

seperti burung tersebut.naik di leher

yang lain

“Teman-teman!!kalian peragakan apa yang aku pragakan

ya!!”teriak Eki“Sip!!!”teriak mereka semua

lalu merekapun

sebuah pegunungan yang begitu bersih

perairannya.Berkilauan…indah bagaikan terbang di sekitar

permata-permata yang indah.Lalu kemudian,mereka beristirahat

sebentar di bawah terik sinar matahari,mereka bernaung di

pergi berangkat menuju ke tempat di atas

bawah pohon perpohon yang indah akan buahnya sana ada

pohon apel yang terlihat berkilauan kemerahan“Wahhh…ini

pasti lezat

ada“Saatnya makan

mengengam sebauh apel di tangannya.“Iya,ya,sudah kok

di

Alhamdulillah”kata

jangan

Eki smabil mengikis ini apel yang

lupa baca doa”kata Aulia sambil

Aulia”kata Rama“Aulia

kayaknya

ada yang beda darimu…”kata

Eki dengan tersenyum lebar.“Iya…kulit

bersinar,ini pasti karena terik matahari itu”kata Elis sambil

kulit

kulit

kamu

tersenyum lebar padanya.Muka Aulia kini mulai memerah Aulia

malu saat mereka berkata seperti itu

menjaga nafsunya

dan rasa syukurnya ke pada Allah s.w.t kemudian Auliapun

berkata

namun Aulia tetap

Aulia

tahu,di sinilah Dia di uji ketabahan

“Hehehe,makasih…”(kata Aulia sambil tersenyum)

perlahan Rama

Rama saat itu menyipit mamandang makanannya itu Rama

sangat suka dengan apa yang Rama dapatkan matanya

tak sanggup memakan makanannya

mata

air

perlahan terjatuh kemudian berkata

lalu

tanpamu kita

tempat ini

Eki:Iya kamu jangan lupa,Allahlah yang membuatmu

sampai ke tempat ini

Rama:Makasih ya Eki

juga tak akan sampai ke

tapi

Rama:Hem kau benar ( dengan lembut)

iya

Nyam,nyam,nyam,nyam…(suara Elis yang sedang makan)

Elis:Ah….segarnya.alhamdulillah

Eki:Hahaha,ternyata kamu hobi makan juga ya lis…

Elis:Hahaha,makanan yang segar begini,siapa yang bisa

menolak?

”(teriak

Elis dengan lembut)

Mereka sangat menyukai bermain di tempat tersebut seakan-

akan mereka lupa akan misi mereka dan juga lupa bagi mereka

untuk segera berpulang ke rumah mereka masing-masing

Di sana mereka bergembira dan bergembira

“Wahhh

Elisa kini sedang berada di bawah ranungan

pohon “Wusssh…

heningan merdu dari burung-burung di sana.Suasana yang di

rasakan oleh Aulia

matahari yang indah

bersinar,dengan terang terang

melihat bagian kertas kecoklatan yang menempel pada buku

huwww, ”teriak

mereka kecuali Elis

”bunyi gemuruh angin“Cuit…cuit”bunyi

ialah

suasana yang tenang di bawah terik

pada saat itu masih saja terus

saking

terangnya kini Elis

mentari

dan

selembar kertas Buku tersebut.perlahan Elis mulai mengghelus-

helusnya terlihat sebuah garis-garis kecil kemudian

menggosoknya.Secara perlahan

menyepat,namun.Kemudian kini Elis tersadarkan

sesuatu kemudian

merusak kualitas seutuhnya.Itulah yang di sadarkan Elis kini

Perlahan lembaran kertas tersebut terbuka memotong sebuah

cerita yang ada

Elis mengeraskan goresannya itu,pasti akan

lalu

Elispun

gosokkannya

makin

menunjukkan

sebuah peta menuju ke suatu

tempat menggerakkan matanya bagaikan sebuah panah,ia

tersadarkan.Inilah yang Elis cari selama ini “Teman-teman!!mari

Elis

ke sini mendapatakn petanya!!teriak Elis dengan nbegitu

seriusnya“brak

“Ha?!peta apakah

menghelus-helus buku tersebut.“Ya,inilah yang kita cari buku

aku

tak,tak,tak”bunyi

gertakan burung raksasa itu

ini?…dengan begini…”kata Eki smabil

itu setelah

tangan Eki yang mulai berlagak nakal.Kemudian

tiba-tiba saja berubah

itu kita pulang”jawab Elis dengan menghentikan

raut wajah Eki

ia

matanya

berhenti menatap Elis

mencoba untuk memberitahu bahwa dirinya sendiri ingin

tinggal di tempat tersebut.Dan tidak pulang ke rumahnya tapi

Eki juga rindu akan orang tuanya

sebuah

pilihan yang

Membuat Eki sangat pusing

mengatakan sesuatu.seakan-akan kini Eki tidak bisa berkata

apa-apa lagi.Tak lama kemudian Eki mulai membuka mulutnya

kembali“Aku…aku mana mungkin meninggalkan semua

ini ”kata

membuatnya

sulit untuk

Eki sambil mundukkan kepalanya

“Iya tahu,tempat ini indah bagaikan

surga sejuk

baju,kamukan belum mandi

Eki :Aku tak mau mandi,pokoknya aku akan tinggal di sini

Aulia : apa yang kamu pikirkan ki

tuamu?!!

aku

menyegarkan tapi,apa

?”kata

kamu mau berjalan tanpa

Aulia sambil tersenyum

?kamu

tak rindu sama orang

Eki :kamu benar juga sih…(dengan bersedih)

Aulia :Lebih baik,kita pulang saja.Belum saatnya kita merasakan

nikmat yang mewah ini

Eki :Tapi…yang penting tetap ingin tinggal di sini,titik!!(kata

aku

dengan mengeluh)

Aulia: Dasar Eki

Eki :Aku tak akan mau mengemudikan burung raksasa itu!

Sesaat merekapun terdiam,mereka berheti untuk mengatakan

kamu

punya akal tidak sih??

Sesuatu.kini Rama mulai mengangkat langkahnya,bangkit dari

tempat duduknya.Mata Elispun mulai membesar

Aulia kini

berbalik,Eki menatap Rama dengan tatapan yang lumayan

panjang.Rama kemudian berkata

“Jadi…jadi ya keputusanmu ki…?”kata Rama smabil

menegakkan badannya

itu

Rama kemudian mengambil sebuah gengaman yang sangat

erat,dan kemudian

menjadi begitu yakin seyakin-yakinnya

“Aku takkan pernah memaksamu dalam keputusan

ini…tapi apakah

sangat menentukan atas jalan apa yang kau pilih.Kini lupa

perlahan

raut wajahnya mulai berubah

kau yakin tak salah dalam memilih?pilahnamu

kau

dengan hidupmu kau hanya akan terlihat seperti bunga di

dalam air yang tak kenal akan tangkainya”kata Rama dengan

kini

tegas

Kemudian

Rama

dengan segera berjalan menuju sang burung

raksasa tersebut,kini mereka akan bepergian tanpa Eki Eki

hanya bisa terdiam,tak lama mengeluarkan air matanya

“Kalian…kalian

Eki

adalah

teman seperjuanganku”kata Eki sambil

Menghapus air matnyaKemudian kawan-kawan Eki

memberhentikan langkahnya,mereka menatap Eki yang malang

kini

itu.Mereka juga mulai berputu asa

”(tarik nafas Eki)

tak lama Eki lagi-lagi berkata

“Hh…hh…hh

“Apa kalian tega meninggalkan diriku sendirian di sini…?apa

seperti inikah cara kalian menghargaiku.?kenapa kalian tidak

mencoba untuk mengerti?!”keluh Eki sambil menangis kencang

tahu,mana mungkin kami meninggalkanmu

“Eki

inikan sahabatmu”kata Elis sambil menatap Eki dengan lembut

“Ya seperti

satu sama lain…”kata Rama sambil tersenyum lebar

kami

kita

kata Ayah Elis ini satu,saling melengkapi

kita

manis mereka muncul di

tengah saat-saat yang indah itu.Mereka sangat berbahagia

sudah dapat membuat Eki kini menjadi percaya diri

Perlahan senyuman

Kemudian

menangis bahagia

Ekipun

terpanah,kata-kata Rama

membuat

Eki

rasanya ia

akan selalu bangkit.Eki berpikir,ia

tak salah salam memilih teman

mereka

adalah kawannya yang

Terbaik,ya mengakui itu

terbaik untuk seumur hidup Eki…“Raihlah tanganku ini

Eki

mereka

adalah sahabat yang

kawan…”sambil mengangkatkan tangannya dan memberikan

sebuah gengaman untuk Eki“Ya

kita lakukan hal ini”kata Aulia sambil menyandarkan tangannya

di pundak Rama.Mendengar perkataan mereka Eki kemudian

cobalah

untuk mengerti,kenapa

tersenyum,rasa percaya dirinya kian memuncul membentuk

sebuah gengaman yang erat pada tangannya

itu,kemudian

dengan nafas yang sesak…

“Hh,…hh,….hah”tangis Eki”Kalian memang adalah…sahabat

terbaikku!!!!!”teriak Eki sambil menangis kencang.Secara

Eki

mencoba

untuk membukanya menangis

Eki

perlahan mengingat kesan-kesan yang menyenangkan di

antara mereka semua,bahagia rasanya memiliki teman yang

Eki

setia balik keburukan mereka,ada tujuan yang Eki tak

mengerti apa sebenarnya

dalam satu keyakinan ialah

Allah!!”teriak Rama sambil tersenyum lebar mereka mulai

yang

di

jelas.Mereka kini berpegangan

kita bertauhid ke jalan

“Mari

mengumpulkan tangan mereka,satu persatu

serasa menyatu

tangan mereka

mengangkatnya

secara perlahan

Menuju langit yang berkilauan itu “1,2,3.Bersatu!!!!

Allahuakbar!”(teriak mereka)

“Percayalah kawan bisa mengatasinya,jangan mencoba

untuk melakukannya sendirian”kata Rama.Perlahan

kita

sinar langit

kini mulai menyilaukan mereka membara berwarna

keemasan yang

ialah matahari.Kilauannya menyilaukan dunia pemandangan

sore hari menjelang malam pada waktu itu sangatlah

indah,mata mereka berubah menjadi raut mata yang

hati

berkilauan memerah bagai sinar sang sijraj

menampakkan keyakinan yang kuat kemudian,secara

perlahan Rama

menggemgam tangannya dengan erat.sambil berkata

“Kawan percayalah

teman yang akan siap membantu”kata Rama

“Hh…hh…hh…”(tangis Eki)

lalu

menguraikan tangannya itu mengajak Eki untuk

padaku.Kini kau tak sendiri,kamu punya

Eki hanya bisa menangis mendengar perkataan Rama,kilauan

matahari yang keemasan.Membuat Eki berpendapat,hari itu

adalah hari yang paling indah untuk seumur hidupnya

Eki kini sangat bersyukur kepada Allah yang maha kuasa sudah

mau mempertemukannya dengan sahabat yang baik lagi

setia tidak dapat menahan tangisannya

Eki

“Hh…hh…Hah….”(tangis Eki)

“Ram ram

Kini mata Rama juga mulai kian bersedih melihat Eki yang

sedang menangis dengan hebatnya,mata mereka semua

berubah menjadi mata yang begitu menyipit kemudian

tertutup

Rama…”(panggil

Eki sambil menangis)

menujukkan

raut wajah yang sangat berbahagia

kemudian berkata

“Ayolah Eki sudah

“Yap!!!”(teriak Eki sambil menangis)

“plak,tak,tak,tak”(gertakan kaki sang burung raksasa )

“plak,plak,plak”(suara kipasan sang burung)

Semangat mereka kemudian naik

mereka itu terbang

mentari

saja kilauannya

sang burung yang memulai laju langkahnya

keburu malam”(teriak kawan-kawan Eki)

secara

perlahan

burung

berlawan arah dengan arah jatuhnya

namun

masih tetap

yang

kini mulai menggelap

membuat hati mereka terkipas bagai kipasan

Menunju masa depan yang kian membaik.Mereka semua yakin

akan kebenaran masa depan itu

masa depan yang cerah itu

Hal tersebut membuat mereka besemangat untuk meraih

tujuan mereka kini…“Wusssshhhh”gemuruh angin yang kian

mereka

yakin akan kilauan

mengencang lagi sejuk.Hati mereka terpanah akan

suasanannya

merupakan tangan mereka semua.Melambai-

lambaikkanya…dengan begitu indah.Menuju langit yang

berkilauan itu.Sinarnya takkan sirna

hembusan angin

gemuruh hembusan angin.rambut Eki dan Rama kini

beterbangan,Aulia dan Elis membuka senyumannya dengan

sangat lebar

keadaan diam.Begitu indah rasanya

melupakannya

mereka“Subhanallah…”kata mereka di dalam hati“Ya Allah

sungguh indahnya nikmatmu,kau jadikan hari ini menjadi hari

mereka

mengangkat sayap mereka yang

memancar bagaikan

yang

berkilauan keemasan “Wuushh!!”

seakan-akan

mereka sedang tertawa dalam

memang

sulit bagi mereka

mereka

semua berkata di dalam hati

yang bersemangat buat indah hati kami ini

kau

maka aku

memohon kepadamu Ya Allah yang Maha pemurah…

Karuniakanlah kami kekuatan

untuk

dapat bertauhid di

jalanmu

hanyalah

di jalanmu

”Doa

Aulia di dalam hati

secara perlahan

kian bermunculan

dalam sebuah gua

burung

mereka mulai bernyanyi…mata Rama kini berbah menjadi raut

Hari kini kian menggelap

bintang-bintangpun

merekapun

yang

bersegera beristirahat sejenak di

sangat pas dengan ukuran sang

pohon-pohon

kini bergerak serontak seakan-akan

mata yang makin meyakinkan dirinya untuk maju lebih

maju lagi…saatnya sholat maghrib

dan

~perbanyaklah syukur kepada Allah s.w.t~

maka Allah

akan memberikanmu yang lebih dari nikmatya kini

dan segala yang terbaik hanya dari Allah s.w.t janganlah menyerah dalam berusaha,karna kapan kamu kalah maka habislah sudah.Tak ada satupun kejadian yang terlepas dari

campur tangan Allah s.wt

“Jika kamu yakin kamu bisa maka katakan ya!jika kamu tidak sanggup katakanlah kalau kamu bisa!jangan mencoba untuk kalah.kenginanan untu kalah hanya akan memebuatmu jatuh.Di saat kamu sudah terlanjur kalah.Maka itu semua kehendak Allah s.w.t.Mencoba untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi,dan perbanyaklah doa untuk sesuatu yang kamu inginkan”

perjalannya di mulai?

Keesokan harinya

mentari senja kini menemani mereka semua

gemilang membuat

menjalani hari mereka

sekitar mereka,membuat mereka terbangun dalam keadaan

yang begitu bersemangat. Sehinggah hati mereka menjadi

suasana yang

mereka semua menjadi bersemangat

kicauan-kicauan

burung-burung di

berkilauan bagai cahaya yang mula-mula berbentuk

bintang membesar

membentang tinggi di langit.Seakan-akan kini perjalan

membentuk sebuah galaksi dan

merekapun dimulai segera mengambil petanya,membawa

langkahnya menuju ke burung yang sudah terbang entah ke

mana.Elis hanya bisa terkaget sesaat mengetahuinya.Kini

mereka mencoba mencari sesuatu yang memungkinkan bagi

mereka,untuk menungganginya.Namun ternyata,Eki kini hanya

bisa terdiam

mereka bangkit dari tempatnya

Elis

seakan-akan

tak ada lagi yang dapat membuat

Menangis terseduh tanpa jalan yang meyakinkan mereka

“Sudahlah

sambil bersedih di sandaran tembok-tembok yang berupa

batu-batuan.“Apakah berarti kini kau kalah??tak ada jalan yang

dapat kau ambil”Tanya Rama dengan tegasnya.Kata-kata Rama

kini membuat hati Eki mulai tersentuh sekan-akan hatinya di

terjang cahay yang kian membara.Menyadarkan akan arah

angin yang kini terbang tak berarah.Mengajak Eki untuk tidak

mungkin

sudah sampai sini perlanan kita

”keluh

Eki

megikuti keinginannya.Dengan menyembunyikan wajahnya di

saku lengannya Ekipun berkata“Aku tidak kalah hanya

menyesal”kata Ekismabil menutup kedua matanya dengannsaku

lengannya“Eki!!buat apa kau menyesali ini semua!!semua sudah

terjadi

aku

namun

kamu kini behenti hanya sampai di sini

?!”kata

Rama ambil berdiri di depannya.Eki hanya bisa mendengar

namun tidak dapat mencerna perkataan Rama tadi.Eki hanya

bisa terdiam terbelunggu se akan-akan kesadaran takkan

muncul pada dirinya yang lemah

bahkan

Eki juga berkata“Aku

ini lemah dapat memulainya kembali,aku akui aku tak

mampu”kata Eki dengan sedihnya

tak

“Atas apa kau berkata kamu tak mampu??kamu hanya takut

untuk menghadapinya.Ketahuilah harusnya kamu bisa.Dulu

kamu membantuku saat Ahmad datang menganggu

kamu ajari aku untuk berani menjalani hidup ini namun

sekarang

kenapa

kau mundur?keluh Rama dengan lembut

“……………

”(terdiam

sebentar)

Eki kini mulai bangkit tetap saja,semangat yang dulu Eki

banggakan,kini telah hilang.Rasa takut,bimbang,pusing kini

menghantui diri Eki.Sehingga Eki hanya terlihat bagai daun-

daunan tanpa angin yang membuatnya menari.Padahal perlu

Eki ketahui,itu semua adalah godaan setan-setan yang

merupakan musuh mereka semua “Eki

tapi

inilah

hidup,apa yang

kau jalani kini adalah kebenaran.Cobalah kau genggam,terdiam

tidak akan memberimu sesuatu yangberharga.Menyesalinyapun

juga sama”kata Rama sambil menatap Eki yang berada di

belakangnya.Eki tiba-tiba tersadarkan matanya bangkit

bagaikan burung-burung yang mengipas sayapnya menuju

langit yang menerang.Seakan-akan Eki telah menjadi bintang

senja yang kian bersinar

Perlahan cahaya matahari mulai memuncul sinarnyamembentuk bayang-bayang di sekitar gua Tak lama Eki kini mulai mengangakat badanya dan berkata“Baiklah,kau benar.Ini adalah sebuah kebenaran”kata Eki sambil tersenyum

“Ya akhirnya

Bayangan-di wajah Eki kini secara perlahan mulai

mengecil,menghilang dari satu sisi.Cahaya yang terang membuat wajah Eki kini kian terlihat.Senyumnya perlahan

kau tersadar”kata Rama dengan tegasnya

terbuka lebar

arah terbitnya mentari…kini Eki tersadarkan akan hari yang

indah ini.Pertolongan Allah kini

mereka harapkan saat ini.Perlahan

mengajak Eki bersalaman.Eki menggenggamnya dengan

erat.Lalu kemudian

bersama”kata Rama dengan bersemangat“Yap!!aku percayakan kamu sebagai pemimpin saat ada musuh nanti”kata Eki Merekapun,tersadarkan akan sesuatu.Perjalannya sudah di mulai,tidak ada lagi hal yang perlu mereka ragukan.Rama benar…ini adalah sebuah kebenaran yang perlu kita genggam

sisahnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah s.w.t

seakan-akan

gerak senyumnya selangkah dengan

menjadi

hal yang paling

Rama mulai

tangan

Ramapun

berkata“mari kita tangani ini

Hal itulah yang membuat mereka yakin saat ini.Semangat

mereka mulai terlihat.Cahaya muncul di hati mereka

semua

kerindhannya

pemurah lagi Maha peyanyang“Oke,perjalannya akan di

mulai.Saatnya untuk membagi tugas!”teriak Aulia sambil

menyentuh bibirnya “Bagus,terlebih dahulu.aku akan meminta

merambat

sang

menuju jalan yang lurus

ialah

jalan

Maha kuasa dan Maha tinggi.serta Maha

sebagai pemandu jalan”kata Elis dengan senangnya

“Aku sebagai pemimpin perjalanan”(kata Eki)

“Aku sebagai pemimpin saat ada musuh”(kata Rama)

Aulia kini hanya bisa terdiam,matanya membesar.Bibirnya

membentuk bulatan.Sehingga wajahnya membentuk wajah

yang mengherankan.Matanya hanya bisa berkedip-kedip yang

tak jelas dan kemudian Auliapun berkata di dalam hatinya

“Kalian semua

pekerjaanku sudah jelas,aku

kemudian Diapun berkata“Hehe,aku rasa tugasku sudah sangat

di

telah

mempersiapkannya dari awal.Mungkin

”Kemudian

Aulia tersenyum.Dan

jelas.Kepimpinan saat ini di serahkan kepadaku

yah,tepatnya

saat-saat yang seperti ini yang memimpin hufftt

Aulia sambil memegang pinggangnya

aku

”kata

Teman-temannya yang lain hanya bisa tersenyum

mendengarnya,mereka berharap

Aulia

akan menyukai hal

tersebut.Amanah yang besar telah di genggam Aulia kini

“OKE!!”(teriak Aulia)

cahaya dari dalam

segelas kaca yang berlapis-lapiskan cahaya.Hati mereka serasa

Hati mereka semua kini kian bersinar

bagai

membentuk permata-permata yang indah merekapun

tersenyum lalu kemudian Aulia kembali berkata“Dengan

begini menyatakan,perjalan kita kini telah di mulai!!”teriak

aku

Aulia sambil menjulurkan jempolnya

“Yap!!!oke!”(teriak mereka kecuali Aulia)

Hati mereka kini sekana-akan menyatu dengan satu dinding

yang menempel dengan eratnya.Pada satu prinsip dan

keyakinan yang nyata yang begitu kuat.Hati mereka kini terasa

tidak akan runtuh.Hati mereka akan menyatu untuk selamanya

“Hem untuk

dahulu”kata Aulia dengan senangnya

“Sip deh,kerjamu bagus.Good job Aulia”kata Elis sambil

tersenyum manis padanya

sementara,mari kita beral-mat’surah terlebih

Kini mentari pagi mulai menerang

begitu terang dan

terang….cahayanya menjulang tinggi ke angkasa,semangat

mereka bangkit menuju ke satu arah yang sudah lama hati

nurani mereka tuju.Ke arah terbitnya matahari dalam

peta,setelah itu

di

mereka

akan berhadapan dengan sebuah pulau

yang mereka tak tahu

belum juga mendapatkan kendaraanya

“Kraaaaak!!”(teriak burung yang terbang)

“Bib-bib,kau akhirnya kembali!!”teriak Eki dengan

senangnya“ Bib-bib

mengaruk-garukkan kepalanya.Kini hati Eki mulai

membesar

menyentuh langit.Eki sangat senang Bib-bib telah

kembali,wajahnya hampir saja menangis terseduh sesaat

pulau

apa itu.namun sayangnya mereka

?!nama

yang aneh…kata Rama sambil

semangatnya

bangkit,se akan-akan hatinya kini kian

melihat senyum Bib-bib kini telah kembali kini siap untuk

melanjutkan perjalanannya

“Oke!seperti biasa,aku yang mengemudi”(kata Eki)

“Plak,tak,tak.tak”(suara gertakan kaki)

Kini mereka sudah menungangi Bib-bib,mereka pula telah

Eki

bersiap untuk berangkat,mereka percaya sesuatu yang

ada

spesial telah menunggu mereka di luar sana

Dan kemudian Elispun berkata.“Tunggu dulu,aku melihat

sesuatu”kata Elis smabil menatap tajam sesuatu itu.Kini Bib-bib

tak jadi mengipaskan sayapnya.Mata teman-teman Elis kini

melotot,menatap tajam wajah Elis yang tiba-tiba menjadi tak

jelas seperti itu.Elis secara perlahan menghelus-helus sesuatu

yang ada di sayap Bib-bib,Bib-bib menyukai hal

tersebut.namun lama kelamaan…tangan Elis mulai terasa

panas.Lalu kemudian,Bib-bibpun berteriak

“Kraaaak!!krak!!”teriak Bib-bib“Elis yang kau

lakukan!!?”(teriak teman-teman Elis)

apa

Tidak hanya…”kata Elis smabil memegang tangannya

“Sudahlah,tak usah menyentuh Bib-bibku lagi

Hati Elis sangat sakit,Elis menahan amarahnya tak mau

membuat Eki memarah lagi.Elis kini hanya berpikir dan berkata

di dalam hatinya “Aku tadi melihat sebuah cairan yang

panas cairan

panas seperti lumut.Hal ini sangat menganehkan

Eki kini tetap bersemangat…begitu juga dengan Bib-bib Bib-bib

cahaya mentari yang

kini terbang dengan gagah berani

aku

”(keluh Eki)

Elis

itu apa ya…??kayaknya itu adalah sebuah mahluk

menuju

menjulang tinggi

masih saja terpikirkan oleh masalah itu lagi.Namun

merambat ke mata mereka semua

mulai tidak terlihat

biasanya,wajah Aulia kemudian bersinar.Saatnya untuk

tujuan

kemudian terpikirkan sesuatu,dan berkata“Hem untuk

melanjutkan perjalanan

mereka

semua tersenyum

terkecuali

Elis,Elis

cahaya kini

bayangan

pada diri mereka

cahaya

kini menerang kembali.Seperti

sudah ada di depan mata

Eki

sementara beri makan Bib-bib ikan dulu ya

“Oke!!!”(teriak mereka semua kecuali Elis dan Eki)

Elis kini hanya bisa tersenyum

betapa gembiranya dirinya,baru kali ini Dia merasa senang

seperti ini

menyenangkan… semua menyatu dalam satu rasa.Di dalam

hatinya kini Elispun berkata

kita

raut

matanya menujukkan

keindahan

kebersamaan

suasana

yang

“Ayah…Ibu maaf

dan Ibu,seharusnya aku tak senakal ini

terjebak maaf

aku nakal,aku telah melanggar larangan Ayah

namun kami kini

Ibu…Ayah…”(kata Elis dengan lamban)

Elis kini membuat sebuah surat untuk Ibu dan Ayahnya,Elis

menceritakan apa yang terjadi

dengan

melihat teman-temanya

yang sedang bermain air memandikan Bib-bib di dalam hatinya

Elispun berkata“Ayah

saja Ibu bisa ikut merasakannya

sangatlah senang

kehidupan

aku

tak bisa bertemu kalian.Tetapi…”

Ibu di

sini sangat menyenangkan.Andai

pasti

hati Ibu dan Ayah akan

kami

bermain,menikmati suasana indahnya

semuanya

menyenangkan

sayang

Alhamdulillah

dengan melihat teman-temamnya yang sedang

bersenang-senang tertawa riang gembira Elispun

menangis

“Rama dan lainnya mengajarkanku sesuatu

“Sebuah kebenaran

genggam,perjalanan adalah hasil dari keputusan.Hidup ini

bagaikan sebuah embun

kini

kemudian,di

dalam hatinya Diapun kembali berkata

”sambil menangis

sesuatu yang kita harus

adalah

terasa

indah bila kini kian

melambat

sebuah

pendapat ada satupun yang perlu kami

tak

benarkan

kami

membenarkan sebuah kepastian

yang

nantinya

akan menjadi keputusanku

Dan setiap keputusanku ialah pertangung jawabanku aku

menyesal,tidak memutuskan bahwasanya

”Dengan melihat

kembali,saat indah Elis saat berada di rumah dengan

Ayahnya suasana

kepercayaan satu sama lain antar mereka terbangun.Rasa kasih

sayang seorang Ibu dan Ayah yang tak pernah

terlupakan

dan kuat”kata Ibu smabil membawakan piring untuknya

pada saat itu begitu mencengkram,rasa

waktu

itu

“Elis

makan

yang banyak ya

biar

besar

Elis kemudian tersenyum dan juga tertawa

melirik sang Ayah yang sedang makan dengan

asiknya.Perasaan Elis pada saat itu terlihat sangat berbahagia

sekan-akan ada bunga mawar yang sedang tumbuh tepat di

lubuk hatinya“Iya

“Iya

“Hahahahahahah”(tawa Ibu elis dan Ayahnya)

“Ayah suda lama mau anak laki-laki loh”(kata Ibu Elis)

kayak

Ayah”kata Ayah Elis sambil tersenyum

”(kata

Elis)

tapi

Ayahkan laki-laki

Mengingatnya kemudian menangis terseduh…

Elis

“Jadi punya adek laki-laki dong

aku

”(kata Elis)

“Ya iyalah masak

segelas air minum untuknya.Mengingatnya kini kemudian

enggak”kata Ibu Elis sambil mengambil

Elis

tersenyum

“Jangan!!!”teriak Elis“Kenapa lis,kok jangan??”Tanya Ibu yang

sedang berdiri di sampingnya

“Takut galak”jawab Elis

menjatuhkan

sepercik air matanya

“………” (mereka terdiam sebentar)

“Hahahaha”(tawa Ibu dan Ayah Elis)

Mengingatnya

kemudian

Elispun menangis tersedut,Elis tak

tahan lagi menahan tangisannya itu…“Hh… hh…hah…”tarik

nafas Elis.Lalu kemudian dalam hantinya

“Ibu

tiba

hatiku

di

Elispun berkata

secara tiba-

Ayah

aku

tawamu…kebahagiaan

itu

datangnya

mencintai kalian

kini merasa,ada sebuah

bintang yang membuat hatiku kini berkilauan kamu

membuatku menjadi kuat dan kuat

membuatku tumbuh…dari waktuku kecil…

Ibu Ayah…kau

telah

Elis mengingat kembali masa lalunya

“Huwaaaa…huwaaa”(teriak Elis sewaktu dia bayi)

Waktu itu

aku

hanya berumur 9 bulan

awal

pertamaku

lahir jadikan aku menjadi tumbuh keanak-anakkan mana

saat usiaku 5 tahun dulu…“Ibu,ibu,besar nanti aku mau jadi

pelukis”teriak Elis sewaktu balita dulu.“Huwaah hebatnya,lukis

ibu boleh?”Tanya Ibu Elis sambil tersenyum bahagia

“………………….”

Kemudian Elispun menggerakkan tangannya yang kian

membuat sebuah lukisan arti sebuah perasaan.Perlahan

heningan lukisan demi lukisan kini terdengar dengan

lambat.Tak lama Elispun memberikan gambarannya.Perlahan

Ibu Elispun mulai tertawa dan berkata

“Hebat,mata Ibu kayak jarum jam ya

menahan tawanya“Haah

kau

di

”kata

Ibu Elis sambil

!!ibu

mencela gambar aku ya??”keluh

Elis sambil memegang gambarannya itu

“Tidak kok sayang,ini bagus malah”(kata Ibunya)

Mengingat hal itu…air mata Elis jatuh melaju

dengan kencangnya.“Hahahha,ah,masa bu”kata Elis smabil

menjatuhkan gambarannya

“Iya serius kok,cantik kayak kamu sayang”teriak Ibu Elis

ibu

“Oh gitu

menangis terseduh

begitu menyakitkan itu.seakan-akan menyambar hati Elis yang

kerap mengering

ya bu…hahahahah”kata Elis dengan bahagia.Elis

rasa

rindunya,kian melebar

Rasa

rindu yang

mengurus

seolah-olah

percikan darah yang

bercorak kerinduan kini bertebaran di mana-mana.semua terasa telah di remas dengan kerasnya “Hah…hh…hah”(tarik nafas Elis)

“Ibu

Ayah

aku

rindu kalian

kalian

telah mengajariku,tentang

rasa kasih sayang yang sesungguhnya

hatinya“Hah

pahit tanpa peranan kedua orang tua

”kata

Elis di dalam

hh…hah…”tangis

Elis.Hati Elis kian terkikis,terasa

baginya

kini,cinta kedua

orang tuanya kepadanya

terpisah darinya“Aku datang!!!!”teriak Eki

“Bluuuushhhh!!”(suara gemuruh air)

percikan airnya kini mengenai Elis

“Hahahaha,badanmu kebesaran,jadinya meledak”kata Rama dengan bahagia“Hahahaha,dasar Rama.Dari pada kamu kurus” kata Eki sambil menakut-nakuti Rama dengan pukulannya

adalah

segala-galanya.Tak dapat Elis

hinggah

Elispun tersadar

Dan kemudian Eki dan Rama kini mulai bertengkar,tetapi

Aulia kemudian menahan mereka dengan mengalihkan

pembicaraan. “Sudah…!!”teriak Aulia.Kemudian merekapun

terdiam sebentar.Merekapun menatap Aulia dengan tajamnya

hehhe,aku cantik”kata Aulia ambil tersenyum lebar“Ih,aku tau

kok.Rasakan ini!!”teriak Eki

“HAAAAAAA”teriak Aulia yang terkena semburan ombak

mata Elis kini menjulang tinggi,kepercayaan dirinyapun telah

kembali,Elis senang bisa berada di sini juga senang telah di

beri kehidupan ini

Elis

”Alhamdulillah”kata

Elis di dalam hati

dengan melihat teman-temannya yang sedang bersenang-

senang.Perlahan

“Kalian

mengajariku arti kata cinta yang sesungguhnya…kalian kuatkan

aku untuk terus melangkah

genggam selalu”(kata Elis di dalam hati sambil tersenyum)

Elispun kemudian ikut bergabung berasama teman-temanya

itu mencari

sesungguhnya

Terik matahari kemudian terpantulkan di sekitar mereka awan

yang luas kini bergerak dengam lamban

Elispun

kemudian berkata

telah

mengajariku artinya hidup,Ibu

Ayah….kalian

telah

indahnya

cinta kalian

akan

aku

kebahagiaan dan arti senyuman yang

seolah-olah

awan itu

warna hijau bercampurkan warna biru

itu.kemudian besinar engan terangnya

senyuman dan kebahagiaan yang mereka rasakan semuanya

terasa lebih indah

hanya terdiam

kilauan

begitu

juga dengan

seakan-akan

hati mereka telah

mengkomkumsi buah yang segar air minum yang nikmat

ialah marjan yang datanngya lansung dari surga hampir

mereka terlena dengan kenikmatan yang ada huntungnya

dan

mereka tetap bersyukur kepada Allah s.w.t sinilah rasa

syukur mereka di uji.Kemampuan bersyukur itulah yang kini

harusnya mereka tingkatkan.Mereka percaya

bisa mereka

ke rumah.Bertemu dengan orang-orang yang mereka

cintai lebih

mereka cintai itu

mereka semua

cinta.Senyum mereka kini terlihat tidak biasa.Rasa percaya diri

menerangi mereka semua

semua sekuat

Sore haripun tiba,cahaya menerang mentari kini mulai

berkeemasan.Bib-bib kini tampak kualahan untuk terbang ke

di

mereka pasti

bisa melanjutkan petualangan mereka,dan kembali

dari sebuah kata ”Harapan dan kehidupan” yang

bagaikan

mereka

cahaya

yang

kian menyilaukan hati

ialah

senang bisa mengenalnya

menguatkan

hati mereka

mentari dalam menyilaukan sinarnya di sore hari

arah matahari yang kini terlihat berkeemasan.Kemudian terlihat

ribuan burung datang dari belakang mereka

mereka yang

sedang dalam keadaan mengantuk,kini terbangun dan

terkaget-kaget akan suara burung-burung tersebut

“Krak!!krak!!krak!”(teriak burung-burung raksasa)

Burung itupun terbang selah-olah mereka tidak lagi

memerhatikan satu sama lain.kini cahaya mentaripun terlihat

semakin meninggi…menjulang tinggi ke langit sinarnya

menguatkan perasaan mereka semua,tiba-tiba saja angin

kencang datang menyambar.Burung-burung tersebut mencoba

menghindar.termasuk Bib-bib.Satu persatu burung di gengam

kakinyan oleh angin tersebut,tertarik ke bawah hinggah tak

dapat lagi baginya untuk bangkit kelangit yang keemasan.Kini

Eki mulai tersadarkan matanya terbuka lebar,melihat apa yang

telah terjadi Eki punya cara yang lain…Ekipun mulai

kini

menundukkan kepalanya di leher Bib-bib menghelusnya-

helusnya kemudian mengangkat tangannya seakan-akan

lalu

tangannya kini sedang melambai-lambai

Ekipun maju melewati ngenggaman sang angin

“Wuuuuuuuuuush”gemuruh angin yang datang dengan

cepatnya“Plushhhhhh”luncuran sayap Bib-bib

“Plak,plak,plak”kipasan sayap Bib-bib.Kemudian

memembentuk sebuah tangan

angin yang

bagai

membawa debu yang

beterbangan kian mendekati Eki yang kini mulai

bimbang,Eki merasa kepanikan.Tak tahu harus melakukan apa-

apa namun

ada keberadaanya.Ekipun berdoa di dalam hatinya.“Bismillahi

Allahumma sidrik sodrik Allah,lapangkanlah dadaku”

kini

Eki teringat aka pertolongan Allah yang akan selalu

ya

Kemudian tangan Eki meluncur

kini

tanganya

kini menjulur

bagaikan roket.begitu juga dengan Bib-bib.Bib-bib kini terbang

bagaikan rudal yang sedang di lepas landaskan,begitu

cepat.Lebih cepat dari yang Eki kira

“Plussssshhhhh!!”(suara kipasan sayap Bib-bib)

Air mata Eki perlahan terjatuh

teman-temannya

yang lain kini

berpegangan pada bulu-bulu leher Bib-bib.Mata Bib-bib

perlahan mengganas bagaikan seekor elang yang sedang

mencari mangsa

sebuah

Serbuk-serbuk yang datang dari kunang-kunang yang sedang

beterbangan.Menjulang tinggi ke angkasa

mentari

kian bersinar.Sinarnya kini bagaikan

mata

Elis perlahan

bersinar-sinar melihatnya depan sudah mulai terlihat sebuah

pulau.Tepat di depan mereka ada bayak burung raksasa yang

sedang beterbangan.Bagaikan belalang yang bertempur

menuju ladangnya.Dengan begitu cepat… “Wuuuuussssshhh!!!”

suara gemuruh angin yang kencang

“Kraaak!!krak!!krak!!”(teriak burung-burung raksasa itu)

Rambut Rama dan Eki kemudian beterbangan matanya

menjulang tinggi ke angkasa

di

perlahan…Eki

melepaskan

tanganya namun

yang Eki inginkan sadar matanya terjatuh.Pertanda Bib-

bib juga sedang bersedih,entah kenapa

ingin terjatuh

sayapnya.Perlahan…Bib-bib kini terlihat seakan-akan akan

mendarat ke bawah perairan yang luas itu.Yang begitu

biru

sedikit mereka kini akan terjatuh

“Hyaaaaah!!!”(teriak mereka keculai Eki)

“Blussshhhhhh!!(gemuruh hembusan angin)

Mereka kini hanya bisa menutup mata seolah-olah mereka

Bib-bib kini masih juga terbang sesuai apa

tak

air

Ekipun

tiba-tiba serasa

Bib-bib

kemudian berhenti emngipas-ngipaskan

sinar

mentari melapisi perairan lepas tersebut

sedikit

demi

telah masuk kedalam laut tersebut.Perlahan kini mulai

Elis

membuka matanya,terlihat Bib-bib tengah melayang di atas

permukaan air

perairan yang luas tersebut dengan begitu indah.Mentari kini

bersinar seterang mungkin

bergerak dengan lambannya

langit menjulang

kian menggumpal.Eki kini tersenyum sambil menangis

bahagia

matanya,Rama kemudian melihat sebuah pulau yang kini kian akan menyambar mereka dengan kerasnya “Bluuuuuuushhhh!!”(suara gemuruh angin yang kencang) “Whuuuuuu!!”(teriak Eki)

begitu

indah rasanya…mentari menyinari pesisir

awan-awan

terik

secara perlahan mulai

matahari menyinari sekitar

tinggi bagai cahaya dia angkasa lepas yang

mata

Bib-bib kini tertutup

Rama

mulai membuka

Rama dan Elis kemudian tersenyum bahagia “Plassssh!!”gemuruh daun-daunan yang berjatuhan

“Wuuuuuush!!”gemuruh angin yang kian mengencang.Tak

lama mereka

saat itu

juga ikut menikmatinya sangat menyenangkan

“Wuuuuwww!!”(teriak mereka semua)

“Akan aku tangani itu!!ayo Bib-bib!!”(teraik Eki)

Raut mata Bib-bib seakan-akan sangat bahagia sayapnya juga

mulai mengencang“Ayo Bib-bib!!tunjukkan aksimu!!kau pasti

bisa!!”teriak Eki dengan rasa bangga ambil memngemudin Bibi-

bib yang kini bergerak denagn cepatnya.Kini Eki merambat

melewati tiap batang pohon yang ada.Dengan cepat mereka

seakan-akan kini terlihat seperti jin ular yang terbang dengan

cepatnya.Kemudian merambat lurus dengan cepatnya seperti

elang yang mencari mangsa

“Pluuuuusssshhhh!”(kipasan sayap Bib-bib yang kencang)

“Wuuuuushhhh!!”(gemuruh angin yang mengencang)

Kini Bib-bib terlihat amatlah senang bisa ahi dalam hal

menerbang.Perlahan

hadapan mereka,bukit itu seakan-akan akan menyambar

mereka dengan kencangnya.Merekapun kini terlihat gugup,di

dalam hati merekapun berkata“Apa yang di pikirkan Eki ?kalau

gagal,habisalah kita

sebuah

bukit yang besar terlihat di

”(kata

teman-teman Eki)

“Bluuuuusssh!!”(bunyi kipasan Bib-bib)

Rasa tengang mereka kemudian menghilang mereka

kini

merasa sangat berbahagia

“Wuwwwww”(teriak mereka semua)

“Subhanallah

Yang lain juga merasakan,apa yang Aulia rasakan“Mentarinya

indanya…”(teriak

Aulia)

indah ya membara

kemerahan dan juga keemasan.Sulit tuk di kenang indahnya

seperti emas yang sedang membara,begitu

tak dapat kau bayangkan”kata Rama sambil memandang ke atas langit yang bersinar dengan indahnya

“Sun set di pulau ini indah ya!!!”(teriak Eki) Mereka semua kemudian tersenyum lebar mendengar perkataaan Elis tadi dan kemudian,merekapun berteriak “Iya…!!!”(teriak mereka semua)

Sorakan mereka kini kian melebar

seakan-akan

sorakan mereka

kian terdengar sesampai di penjuru langit yang indah.Warna keemasannya kini menyilaukan mata mereka.Merea kini

bersamangat dan bersemangat

itu cahayanya

beterbangan dengan gagah berani

begitu

pula mentari pada sore

menyilaukan mereka…burung-burung raksasapun

“Kraaaak!!kraak!!”(sorakan semangat burung-burung raksasa itu)

Lalu kemudian

terdengar

suara yang keras lagi

menggerentakkan hati mereka,hati mereka seakan-akan terlempar mendengarnya“Gurooaaarrrrrrr!!”teriak mahluk yang tidak jelas bentuknya

“WOOOOOOOOSHHH!!”gemuruh angin topan yang kian mengencang.Angin topan tersebut melempar segala

perpohonan-perpohon yang ada

kian beratnya,omabakpun muncul dengan derasnya membesar

dan membesar bagai sedang di terjang tsunami yang sebumi

tingginya.Jantung mereka berdebar-debar

termasuk

pohon kelapa yang

kulit mereka

kedinginan karena sakin takutnya.Mentari pada saat itu

seakan-akan terlempar bersama mereka

sekencang-kencangnya “GROOAAAAAARRRRRR!!!”(teriak mahluk yang tak jelas) “BOOOOOOFSHHHHH!!”(gemuruh angin topan yang kencang) Gemuruh angin pada saat itu berserontak seakan-akan ada halilintar yang besar menghadang mereka,mereka mencoba untuk menggapai sesuatu yang dapat mereka ngenggam Dan bertahan pada nggegamannya itu.mencoba mencari

tempat untuk berlindung namun tak bisa

bergetar kencang

mereka hanya bisa

terlemparkan dengan deras tanpa helusan sang angin

“HYAAAAAAAHHHHHHH!!”(teriak mereka dengan kerasnya)

Air mata mereka kini terteteskan perbutirnya

“TIDAAKKKKKKK!!”(teriak mereka semua)

Ombak yang besar tadi,kini makin membesar.Bagaikan sebuah

lidah sang raksasa angkasa raya yang menjulung

tinggi.Gemetar hati mereka saat melihatnya petir-petirpun

mulai menyambar

perlahan mereka

hampir saja terlelap dalam

tangisnya mereka hanya bisa berserah diri kepada

Allah Allah

mereka,segala kekuatan,pertolongan,berada di dalam

genggamannya mata merekapun kian memuncul bagai

embun yang kian beterbangan dengan pelannya

“Astagfirullahhh!!!”(teriak mereka)

Mereka tersadarkan,ada banyak dosa yang mereka

perbuat,mereka tahu merupakan teguran dari Allah karena

telah melanggar larangan sang Ayah dan Ibu mereka.Mereka

kini

yang berkehendak atas segala yang menimpa

air

ini

menangis terseduh

.Aulia yang kini hampir pingsan atas apa yang menimpa

mereka.Kemudian Auliapun berdoa di dalam hatinya

menyesali

perbuatan mereka.

“Inalillahi ya Allah

engkaulah yang ngenggam.Hanya kepadamulah aku berserah

diri…hanya kepadamulah kami memohon pertolongan

Allah ya Rabb

segala

kejadian-kejadian dan peristiwa,selalu

maka ya

bantulah

kami dalam menghadapi bencana yang

menimpa kami ini

mudahkanlah

hamba ya allah

karna kami

tahu engkaulah

sebaik-baiknya penolong bagi setiap muslim”

“Aku…aku…tak akan pernah kalah!!”(teriak Eki)

Mereka kemudian menangis mendengar perkataan Eki

“Teman-teman

akan selalu ada untukku

berkata Allah adalah sebaik-baiknya penolong bagi setiap umat

muslim”(kata Eki dengan tegasnya)

Perkataannya kemudian menguatkan mereka semua.Mereka

teringat kembali hal yang harusnya mereka cerna dan takkan

membantuku

Rama

pernah berkata….aku tak sendiri

Aulia

kalian

juga pernah

mereka lupakan untuk selama-lamanya

“Kalau kini aku hanya berdiam diri…yakinkah pertolongan itu

akan ada??”(Tanya Eki)Dengan mengingat kembali saat-sat

bahagia di rumah Elis,saat dia menangis

Saat Dia tak tahu mau berbuat apa lagi

saat

senyum dan tawa

meneman mereka semua saat mereka memandikan Bib-

di

bib

kemudian berkata“Kalian…senyum kalian

pernah aku lupakan…menjadi seorang muslim

menolong satu sama lain

kini!!”kata Eki dengan tegas.“Aku akan bersemangat!!!karena

itulah yang aku kejar”teriak Eki dengan tegas

“aku sudah berjanji….”(kata Eki sambil menangis)

saat-saat senang

tertawa…lagi

bahagia…Eki lagi-lagi

tawa

kalian…tak akan

harus bisa

itulah

yang kita harus wujudkan

Mengingat kembali saat Dia terjatuh dan kemudian Rama

datang membantu

bersedih,,tak tahu akan berbuat apa lagi…lalu kemudian…Rama

datang membantu…“Sudahlah

perlanan kita

kalah??tak ada jalan yang dapat kau ambil”Tanya Rama sambil

menatap Rama dengan menundukan kepalanya.Namun…aku

waktu

itu…aku hanya bisa terdiam dan

mungkin

sudah sampai sini

”keluh

Eki sambil bersedih“Apakah berarti kini kau

hanya bisa terdiam tak mendengar

dan

kemudian berkata

dengan seenaknya“Aku tidak kalah hanya menyesal”jawab

Eki dengan menutup matanya dengan saku lengannya

aku

“Eki!!buat apa kau menyesali ini semua!!semua sudah

terjadi

namun

kamu kini behenti hanya sampai di sini

?!”kata

Rama.Saat ku dengar kata-katamu itu tersadar

aku

“aku sudah berjanji….”“Aku ini lemah dapat memulainya

kembali,aku akui aku tak mampu”kata Eki

tak

“Hh

“aku sudah berjanji….”

“Eki inilah

Cobalah kau genggam,terdiam tidak akan memberimu sesuatu

yang berharga.Menyesalinyapun juga sama”kata Rama dengan

tegasnya

adalah sebuah kebenaran”kata Eki”Kalian buatku bersemangat

“Apa kalian tega meninggalkan diriku sendirian di sini…?apa

seperti inikah cara kalian menghargaiku.?kenapa kalian tidak

hah…hah…(tangis

Eki)

hidup,apa yang kau jalani kini adalah kebenaran

”Kamu

buatku tersadarkan

”“Baiklah,kau

benar.Ini

mencoba untuk mengerti?!(keluh Eki sambil menangis)

Saat itu…aku hanya bisa terdiam sedih dan hampirku lumpuh

“Eki

inikan sahabatmu”kata Elis sambil menangis terharu melihat Eki

tahu,mana mungkin kami meninggalkanmu

kami

kita

yang sedang bersedih itu“Ya

satu,salin melengkapi satu sama lain…”(kata Rama)

seperti

kata Ayah Elis

kita

ini

Kalian buatku

tersadar dan semakin tahu artinya

apa

teman…Rama kemudian datang

“Raihlah tanganku ini kawan…”(kata Rama)

Rama

membuatku bangkit

Rasanya begitu indah mempunyai teman seperti kalian semua

memiliki satu kepercayaan bersama

lepaskan

ini”kata Aulia sambil menatap lembut Eki

yang

tak mungkin,aku

“Ya cobalah

untuk mengerti,kenapa kita lakukan hal

Hh,…hh,….hah

rasanya

begitu indah

“Kalian

memang

adalah…sahabat terbaikku!!!!!”teriak Eki sambil menangis

Hh

kini tahu apa arti kehidupan itu “1,2,3.Bersatu!!!!Allahuakbar!!”

(teriak mereka)

Hh,…hh,….hah

Kemudian

lembut.Aku sudah berjanji….!!!.Kata Eki dengan tegasnya

“Bahwa…”(kata Eki dengan sedihnya)

“AKU TAK AKAN KALAH!!!!!!”teriak Eki dengan kerasnya

peratarungannyapun di mulai….

“BOOOOOOOOOFFFFFSHHHHHHH!!”(kipasan sayap Bib-bib)

Saat itu,Bib-bib kemudian menghilang karena saking cepatnya

Dia terbang entah kemana

hah…hah…tangis

Eki.Saat-saat yang indah itu…membuatku

rasanya

begitu indah

Ekipun

tersadarkan kembali

“Kini….”kata

Eki dengan

Dia

bergerak

seperti kilat

melaju

seperti halilintar…maju bagaikan sang naga di tengah ledakan

yang besar

yang

mengguntur tak berarah

begitu

dahsyat

ledakannya

seakan-akan

listrik merambat di sekujur badan Bib-

bib

“Cling… ”(Bib-bib

“BOOOOOOFSSSSSH!!”(kipasan sayap Bib-bib)

“Hyaaaaaaa!!”(teriak Eki dengan kerasnya)

“rasakan kipasan angin Bib-bib ini!!

semuanya ada!!rasakanlah!!”teriak Eki degan begitu gagahnya

“La

“Booooooofsh!!!”(kipasan angin puting beliung Bib-bib)

“Wyuuuuuushhh!!”(gemuruh aangin putina beliung tersebut)

begitu

kuat tak terbayangkan

menghilang)

begitu

dahsyat

dan

dahsyat!!

atas

kehendak Allahlah

haula

wala quw

wata billah!!!teriak

illa

Eki

“Hyaaaaah!!”(teriak Eki)“Buuaarrsshhhh!!”gemuruh ledakan yang

dahsyat.Dan kini

ledakan

yang cukup dahsyat kian

muncul

melempar

segala isi pulau tersebut.Angin topan yang

kencang

membuat

hati mereka semua bergetar terkecuali

Eki.Segala yang ada di depannya terlempar dengan dahsyatnya