Anda di halaman 1dari 19

Gambaran Umum Etika

Etika Profesi
Pengampu: Esti Puspitaningrum, S.T., M.Eng.

Pendahuluan
apa itu etika?
kenapa etika penting dalam bisnis?
apa yang perlu dilakukan perusahaan untuk mengembangkan etika
bisnis?
mengapa perusahaan tertarik untuk mengembangkan etika bisnis yang
baik?
pendekatan seperti apa yang perlu lakukan untuk mengambil
keputusan yang etis?

Manfaat
Pemahaman tentang etika dapat
mendorong kesadaran untuk melandasi
sikap dengan dasar perilaku yang baik.
Pengetahuan tentang bahwa perilaku
yang etis lebih menguntungkan untuk
jangka panjang dan lebih aman atau
menghindarkan
masalah
dapat
mendorong
untuk
mengarahkan
kebijakan perusahaan menjadi lebih
etis.

Pengertian
Etika adalah suatu set keyakinan tentang benar dan salah.

Perilaku etis sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku


umum.

Etika dalam bisnis


Didalam dunia bisnis, membangun etika bisnis adalah sangat
penting.
Alasan membangun etika bisnis antara lain:
untuk mendapatkan goodwill masyarakat,
untuk membuat sebuah organisasi yang
beroperasi secara konsisten,
untuk menghasilkan bisnis yang baik,
untuk melindungi organisasi dan
karyawannya dari tindakan hukum,
untuk menghindari publisitas yang tidak
menguntungkan.

Etika dalam bisnis


Goodwill sering disebut juga maksud baik.
Goodwill adalah kelebihan-kelebihan, keistimewaan
tertentu yang dimiliki oleh perusahaan, yang oleh
karenanya menjadi dinilai lebih oleh pihak lain.
Kelebihan/keistimewaan tersebut bisa karena
perusahaan memiliki reputasi manajemen yang
sangat bagus, menghasilkan suatu produk unggul
yang sulit dicari pesaingnya, letaknya strategis, dan
lain-lain.
Etika yang baik dapat berarti bisnis yang
baik. Perusahaan yang memberikan pelayanan
yang baik tentu akan mempertahankan pelanggan.

Etika dalam bisnis


Pengambilan kebijakan internal dan
ekstemal pebisnis yang berlandaskan
etika yang baik dapat:
menghindarkan masalah hukum,
memelihara hubungan karyawan
yang kuat,
semangat kerja karyawan lebih baik,
sehingga efekfifitas perusahaan akan
lebih baik.
Supplier dan mitra bisnis lain akan lebih
memilih pebisnis yang beroperasi
dengan cara yang adil dan efis.

Etika dalam bisnis


Etika yang buruk bisa menyebabkan hasil bisnis yang buruk.
Pada perusahaan yang go public publisitas yang tidak baik
harus dihindari.
Reputasi perusahaan dapat:
mempengaruhi nilai saham,
mempengaruhi anggapan konsumen terhadap produk
barang atau jasa sehingga dapat mempengaruhi pemasaran,
mempengaruhi jumlah dukungan dan kerjasama dari mitra
bisnis.

Etika dalam bisnis


Definisi etika perusahaan meliputi:
perilaku etiknya,
kepatuhan terhadap hukum,
dan tanggung jawab social perusahaan.

Etika dalam bisnis


Membangun kode etik perusahaan dapat dilakukan dengan
membentuk divisi khusus yang menangani tentang:
etika perusahaan,
menyoroti isu-isu kunci organisasi etis,
mengidentifikasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip organisasi
secara menyeluruh,
perlu partisipasi karyawan dan dukungan kepemimpinan,
dilakukan secara konsisten.
Audit social sangat diperlukan untuk mengetahui kesalahan di
masa lalu, dan untuk menghindari kesalahan serupa di masa
yang akan datang.

Etika dalam bisnis


Perusahaan dapat memasukkan kriteria
etika dalam penilaian karyawan,
kriteria tersebut antara lain:
memperlakukan orang lain secara adil
dan dengan hormat,
bekerja
secara
efektif
dalam
lingkungan yang multicultural,
menerima tanggung jawab pribadi,
pengembangan diri sendiri dan orang
lain,
bekerja dengan jujur terbuka dengan
relasi, konsumen, dan karyawan
lainnya.

Etika dalam bisnis


Terkadang bekerja secara etis tidak selalu menjamin keberhasilan
bisnis dalam jangka pendek, namun harapan etika yang baik
akan terbukti menjadi bisnis yang baik dalam jangka panjang.
Karyawan yang baik terkadang membuat pilihan etis yang buruk.
Dapat didorong untuk melakukan "apa pun" untuk
mendapatkan pekerjaan yang dilakukan.
Karyawan harus memiliki sumber daya yang berpengetahuan dan
kuat tersedia untuk membahas praktik yang tidak etis yang
dirasakan.

Etika dalam bisnis


Langkah-langkah yang harus diambil untuk mengambil
keputusan yang etis antara lain:
1. mengumpulkan fakta-fakta,
2. mengidentifikasi pemangku kepentingan dan posisi mereka,
3. mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan,
4. menimbang berbagai pedoman dan prinsip-prinsip,
5. mengembangkan dan mengevaluasi pilihan-pilihan,
6. meninjau keputusan,
7. mengevaluasi hasil keputusan.

Etika dalam bisnis


Teori filosfis untuk mengambil keputusan yang etis ditunjukkan
pada table 1.

Etika dalam bisnis


Misalnya dalam bidang teknologi informasi, perhatian public
terhadap etika penggunaan teknologi informasi meliputi
antara lain:
pemantauan akses internet dan email,
pelanggaran hak cipta (copyright) dalam jaringan peer to
peer,
email yang tidak diminta (spam dsb),
hacker,
plagiat,
cookies,
spyware, dan sebagainya.

Etika dalam bisnis


Masyarakat umum belum menyadari
pentingnya etika yang diterapkan.
Keputusan teknis yang penting sering
diserahkan pada ahli teknis, padahal
manager bisnis umum memiliki tanggung
jawab lebih besar untuk kepentingan ini.
Mereka harus mampu membuat wawasan
yang luas, objektif, keputusan etis
berdasar teknis, bisnis yang cerdas, dan
rasa etika.
Mereka juga harus mencoba untuk
menciptakan lingkungan kerja di mana
dilema etika dapat didiskusikan secara
terbuka, obyektif, dan konstruktif.

Etika dalam bisnis


Contoh
Industri rokok Dalam penerapan di dunia bisnis, pelaku akan
selalu berusaha menerapkan dan mengusung usulan
perumusan yang tidak mengancam kehidupan bisnisnya.
Pebisnis rokok akan mencari 1001 alasan untuk tidak dianggap
melanggar etika.
Demikian pula pebisnis website perusahan yang sebenarnya
tahu sebagian besar penggunanya memanfaatkan layanan
untuk berbagi content bajakan.
Tugas: mencari/membuat satu contoh lain kasus kebijakan atau
bisnis suatu perusahaan atau organisasi yang saat ini tidak etis

Kesimpulan
Apa itu etika?
Etika adalah diskripsi pembeda yang benar dan yang salah.
Mengapa Etika penting dalam berbisnis?
Bisnis yang baik menuntut kerjasama jangka panjang antara pebisnis dan
pelanggannya. Beretika menjamin rasa aman di kedua belah pihak dalam
bekerjasama.
Jelaskan teori filosofis pengambilan keputusan etis!
(lihatTabel 1)
Sebutkan contoh etika dalam penggunaan IT!
Tidak mengganggu privasi pengguna, menghormati hak kekayaan
intelektual, menyimpan rahasisa, dsb.
Definisi etika perusahaan meliputi apa saja?
- Jaminan mutu pelayanan barang dan jasa
- Keterbukaan dalam diskripsi kondisi barang dan jasa yang dijual;
- Kejujuran dalam kepastian pelayananan

Kesimpulan
Apa itu goodwill?
Goodwill adalah maksud baik. Memberi janji dan menepati dari
sisi pemberi barang dan jasa dan memberi janji serta menepati
dalam pemberian imbalan oleh pengguna barang/jasa.
Sebutkan keuntungan perusahaan yang menerapkan etika
bisnis yang baik!
Mendapatkan pelanggan yang setia.
Sebutkan contoh-contoh kriteria penilaian etika
karyawan!
Jujur, menepati janji, bekerja tepat waktu
Mengapa publisitas yang tidak baik perlu dihindari?
Publisitas negatif oleh karyawan akan menurunkan tingkat
kepercayaan pelanggan yang pada gilirannya akan mengurangi
kemampuan perusahaan menyejahterakan para karyawannya.