Anda di halaman 1dari 1

ANALISIS KASUS

Sebuah Lotere untuk Karyawan Administrasi: Berhasilkah ?


Perusahaan Asuransi Cahaya Hidup dihadapkan dengan masalah keabsenan di kalangan para pekerja
administrasi. Pada hari Senin rata-rata 26 persen karyawan administrasi absen dari pekerjaan mereka. Melalui
diskusi dengan penyelian karyawan administrasi, manajemen menentukan bahwa keabsenan sekarang merupakan
bagian dari norma yang dapat diterima. Para karyawan jelasnya menghendaki waktu luang, tanpa memperdulikan
kehilangan upah harian. Mereka dapat memilih sendiri kapan mereka akan mangkir.
Dua hari berakhir pekan memberikan waktu bagi karyawan untuk menyelesaikan urusan pribadinya. Tomo
Antono direktur sumber daya manusia pada perusahaan tersebut, baru saja menghadiri program pengembangan
eksekutif pada universitas setempat. Salah satu ide yang benar-benar menarik perhatiannya ialah modifikasi perilaku
terapan. Perusahaan Cahaya Hidup memperkirakan biaya akibat keabsenan tersebut Rp. 10 juta per minggu. Tomo
merasa bahwa modifikasi perilaku mungkin dapat mengurangi biaya tersebut.
Tomo menyampaikan rencananya untuk menanggulangi keabsenan tersebut kepada Randy Gurning, wakil
direktur urusan administrasi. Randy berpikir bahwa Tomo telah melangkah terlalu jauh. Rencana Tomo berbunyi
seperti ini. Setiap hari Sabtu pada pukul 3 sore, penarikan lotere mingguan dilakukan. Kartu pencatat waktu dari
semua karyawan administrasi yang telah bekerja setiap hari pada minggu tersebut akan ditempatkan pada kotak dan
lima pemenang akan ditarik secara acak (random). Kelima pemenang akan menerima hadiah sebuah sertifikat
seharga Rp. 300 ribu yang dapat ditukar dengan barang kebutuhan sehari-hari, kamera atau sebuah televisi. Pada
akhir setiap bulan, lotere bulanan akan di selenggarakan. Untuk dapat ikut serta, karyawan harus mempunyai
kehadiran satu bulan penuh. Pada penarikan bulanan itu sebuah kartu akan ditarik, dan pemenangnya akan
menerima hadiah Rp. 1,5 juta kontan. Lotere enam bulanan, yang berupa liburan satu minggu untuk dua orang di
hotel wisata, semua ongkos dibayar perusahaan; dan lotere tahunan dengan hadiah Rp. 6 juta; merupakan bagian
dari rencana yang diajukan.
Setelah mendengarkan uraian Tomo dan melakukan perhitungan secara cepat, Randy menyetujui dan
menyuruh melaksanakan rencana tersebut. Ia merasa juga bahwa rencana tersebut akan berhasil. Rencana tersebut
telah berjalan selama empat bulan, dan keabsenan pada hari Senin sekarang berkisar sekitar 6 persen per harinya.
Akan tetapi, muncul sebuah masalah. Beberapa karyawan datang ke tempat kerja meskipun mereka benar-benar
sakit. Sebagian memaksakan datang ke tempat kerja agar tetap memenuhi syarat untuk ikut lotere. Mereka
sebenarnya tidak bisa melakukan pekerjaan, datang ke tempat kerja hanya untuk menunjukkan adanya gangguan
kesehatan pada rekan-rekannya.

Pertanyaan
1. Mengapa anda pikir rencana modifikasi perilaku ini dianggap berhasil ?
2. Apakah anda yakin keberhasilan tersebut dapat berlangsung untuk periode yang agak lama, setahun
misalnya. Mengapa ?
3. Bagaiman dengan kasus karyawan yang sakit tetapi tetap datang ke tempat kerja ? Apa yang akan anda
lakukan untuk menaggulangi kasus tersebut.
4. Apakah rencana lotere tersebut semacam bentuk suapan. Jelaskan ?
Jawaban
1. Karena, kegiatan modifikasi tersebut merupakan salah satu kegiatan yang menarik, dimana kegiatan
tersebut memicu para karyawan administrasi untuk mengurangi masalah administrasi, dimana jika
melakukan absensi, maka beberapa persen dari gaji mereka akan dijadikan modal untuk lotere.
2. Tergantung dari tingkat kesadaran karyawan admin tersebut. Kalau mereka merasa tidak dirugikan dan
biasa-biasa saja, maka hal tersebut akan terus berjalan lama.
3. Untuk karyawan yang sakit tetapi tetap datang juga, diharapkan tidak usah untuk memaksakan diri untuk
hadir, ada bagian dari penanggung jawab kegiatan yang dapat mewakili. Jadi walaupun tidak ikut hadir,
akan tetap ikut serta dalam kegiatan lotere dalam pembagian hadiah.
4. Tidak, kegiatan ini sejenis kegiatan yang memicu dan dapat merubah masalah absensi karyawan
administrasi.