Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH

APLIKASI PUBLIKASI JURNAL


INTERNASIONAL

Disusun untuk memenuhi salah satu syarat menjalani


Kepaniteraan Klinik Senior di Departemen Ilmu Kesehatan
Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran
Komunitas
Disusun oleh:
Natanael Nababan
100100127
Jane Andrea Djianzonie
100100128
Pembimbing:
DR. dr. Arlinda Sari Wahyuni, M.Kes

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


ILMU KEDOKTERAN PENCEGAHAN
ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2015

ii

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan
berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan
judul Aplikasi Publikasi Jurnal Internasional dengan sebaik mungkin tanpa
ada hambatan yang berarti.
Penulisan makalah ini adalah salah satu syarat untuk menyelesaikan
Kepaniteraan Klinik Senior Program Pendidikan Profesi Dokter di Departemen
Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Pencegahan/Ilmu Kedokteran
Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen
pembimbing, DR. dr. Arlinda Sari Wahyuni, M.Kes

yang telah meluangkan

waktunya dan memberikan masukan dalam penyusunan makalah ini sehingga


penulis dapat menyelesaikan tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, baik isi maupun susunan bahasa, untuk itu penulis mengharapkan
saran dan kritik dari pembaca sebagai koreksi dalam penulisan makalah
selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat, akhir kata penulis mengucapkan
terima kasih.

Medan, Februari 2015


Penulis

DAFTAR ISI

iii

HALAMAN JUDUL.....................................................................................
KATA PENGANTAR...................................................................................
DAFTAR ISI.................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................
1.1 Latar Belakang.............................................................................
1.2 Tujuan Penulisan.........................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..................................................................
2.1 Tahapan dan Kiat-kiat dalam Publikasi Jurnal............................
2.1.1 Pemilihan Ide untuk Penulisan...........................................
2.1.2 Pemilihan Jurnal untuk Publikasi.......................................
2.1.3 Memperoleh Petunjuk untuk Author..................................
2.1.4 Menulis Karya....................................................................
2.1.5 Koreksi Setelah Penulisan..................................................
2.1.6 Pengiriman Karya..............................................................
2.1.7 Langkah Setelah Mendapat Pengembalian Karya.............
2.2 Impact Factor atau Faktor Pengaruh Jurnal................................
2.3 Jurnal Untuk Ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Health).........
2.4 Tata Cara Penulisan Jurnal Internasional.....................................
BAB III KESIMPULAN..............................................................................
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................

i
ii
iii
1
1
3
4
4
4
5
6
6
7
8
9
10
11
13
25
26

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Publikasi hasil

penelitian

merupakan

hal

yang

esensial

untuk

meningkatkan keilmuan dan kesehatan. Hal ini juga penting bagi seseorang yang
mengejar karir dalam bidang ilmiah. Seseorang diakui sebagai peneliti tergantung
dari publikasi dan kontribusinya dalam perkembangan keilmiahan. Ahli ilmu
pengetahuan hidup dalam budaya terbitkan atau mati. Peneliti harus belajar
tidak

hanya

untuk

menulis

karya

ilmiah,

namun

juga

bagaimana

mempublikasikannya. Jurnal ilmiah memiliki persyaratan teknis, dan penulis


harus membuat dirinya terbiasa dengan persyaratan ini. Peneliti layak untuk
mendapatkan penghargaan untuk pekerjaannya, tetapi hanya bila mereka benarbenar terlibat secara intelektual terhadap hal tersebut1.
Jurnal internasional adalah jurnal yang naskah-naskahnya bersifat
internasional. Oleh karena itu bahasa yang digunakan adalah bahasa internasional,
yaitu bahasa PBB: Inggris, Perancis, Arab, Cina dan Rusia. Bagi kita di Indonesia,
jurnal berbahasa Inggrislah yang mungkin diutamakan. Menulis di jurnal
internasional berarti menyajikan hal-hal yang bersifat baru (novelty) kepada para
ahli berkompetensi internasional. Dapat pula dikatakan bahwa seseorang yang
berniat menulis di jurnal internasional berarti ingin bergabung dengan para pakar
yang mempunyai reputasi internasional. Aspek prestise inilah yang sering menjadi
motivasi mengapa seseorang ingin menulis di jurnal internasional2.
Menulis naskah adalah salah satu aspek penting dari kegiatan ilmiah.
Dengan publikasi dalam seminar atau jurnal, hasil-hasil kegiatan ilmiah terutama
penelitian, dapat memperoleh tanggapan dari para ahli, terutama dari para ahli
pada bidang ilmu yang sama. Seringkali tanggapan atau kritik yang diberikan
terhadap suatu naskah, tidak saja berguna bagi penulisnya tetapi juga bagi para
peneliti lain untuk mengkaji hasil penelitian mereka. Hasil penelitian yang valid,
penting dan menarik sering tidak bermanfaat bagi kemanusiaan hanya karena
tidak dipublikasikan3.
Tingkat publikasi jurnal ilmiah Indonesia masih dinilai sangat rendah.
Berdasarkan data dari SCImago Journal and Country Rank 2013, Indonesia

berada pada peringkat 61 dari 239 negara di dunia dengan jumlah dokumen
publikasi sebanyak 25.481. Di Asia Tenggara, Indonesia menduduki peringkat
keempat, berada di bawah Singapura (171.037, peringkat 32 dunia), Malaysia
(125.084, peringkat 37 dunia), dan Thailand (95.690, peringkat 43 dunia).
Indonesia hanya setingkat berada di atas Vietnam (20.460, peringkat 66 dunia)4.
Pemeringkatan total publikasi ilmiah universitas-universitas di Indonesia
dilakukan oleh Scopus pada tahun 2013. Hasil statistik tersebut menunjukkan 3
universitas dengan publikasi tertinggi, yaitu Institut Teknologi Bandung (2.607),
Universitas Indonesia (2.276), dan Universitas Gadjah Mada (1.358). Berdasarkan
hasil dari universitas dengan publikasi tertinggi di Indonesia (ITB), jika
dibandingkan dengan negara tetangga, publikasi Indonesia hanya 13,9% jumlah
publikasi Thailand; 13,8% jumlah publikasi Malaysia; dan 3,7% jumlah publikasi
Singapura. Universitas Sumatera Utara (USU), berada pada peringkat ke-16
dengan jumlah publikasi 150, yang mana untuk pulau Sumatera, USU masih
berada dibawah Universitas Andalas, Universitas Syiah Kuala dan Universitas
Lampung5.
Banyak penyebab yang menjadi alasan seseorang sulit untuk memulai
penelitian dan mempublikasikan karyanya. Diantaranya adalah karena menulis
belum menjadi budaya, dimana budaya verbal masih dominan di masyarakat.
Selain itu, sumber dana penelitian yang masih terbatas dan fasilitas serta
kenyamanan kampus masih mempengaruhi tingkat publikasi ilmiah di suatu
institusi.
Publikasi jurnal ilmiah pada waktu ini merupakan hal yang penting bagi
perkembangan keilmuan dan akademis. Mayoritas jurnal ilmiah internasional saat
ini telah memiliki versi online selain edisi cetak, sehingga dapat diakses oleh
peneliti/akademisi dari seluruh penjuru dunia. Publikasi juga meningkatkan
reputasi

akademik

peneliti/dosen

jika

mampu

mempublikasikan

hasil

penelitiannya dan peer-reviewed journal tingkat internasional. Hal ini juga


bermanfaat untuk memenuhi persyaratan formal untuk memperoleh gelar
akademik atau promosi jabatan fungsional akademik atau peneliti6.
Para peneliti juga diharapakan dapat mempublikasikan karyanya ke jurnaljurnal internasional dengan Impact Factor atau Faktor Pengaruh jurnal yang

tinggi, karena FPJ yang tinggi meningkatkan nilai akademis dan gengsi dari karya
yang dipublikasikan terssebut7.
Mengingat pentingnya permasalahan mengenai publikasi jurnal ilmiah
internasional ini, maka makalah ini disusun untuk lebih mengeksplorasi dan
menelaah lebih lanjut berbagai tinjauan teoritis dan aplikasi dari publikasi jurnal
ilmiah internasional sehingga diharapkan dapat menghasilkan suatu pemahaman
yang komprehensif dan merangsang kemauan dari peneliti-peneliti Indonesia
untuk menulis dan mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal Internasional.
1.2
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini diantaranya:
- Menelaah lebih dalam tentang tinjauan teoritis publikasi jurnal ilmiah
-

internasional
Memaparkan aplikasi dan pemilihan jurnal berdasarkan Impact Factor untuk
aplikasi jurnal pada jurnal ilmiah internasional

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Tahapan dan Kiat-kiat dalam Publikasi Jurnal


Seperti telah diketahui sebelumnya, bahwa menulis karya ilmiah untuk

publikasi merupakan hal yang sulit, dan supaya memperoleh hasil yang baik,
dibutuhkan pengetahuan mengenai beberapa teknik, waktu yang cukup, usaha dan
komitmen. Tahapan untuk publikasi jurnal dimulai dari tahapan penulisan jurnal
tersebut. Tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mempublikasikan sebuah
jurnal adalah:
2.1.1 Pemilihan Ide untuk Penulisan

Tulislah tentang sesuatu yang diketahui. Selalu lebih mudah untuk menulis
tentang ruang lingkup kemampuan kita atau sesuatu dimana kita terlibat dan
berperan; hal ini termasuk melaporkan hasil audit yang sudah dinilai,
implementasi petunjuk latihan, atau tentang studi klinis kondisi klinis yang tidak
biasa, dan lainnya. Artikel yang dipublikasi dapat berupa sole-authored atau
multiauthored, peer reviewed atau non-peer reviewed. Setelah topik yang akan
ditulis ditentukan, dibutuhkan waktu untuk merefleksikan poin-poin berikut:
-

Apakah yang sedang saya tulis?


Siapakah tujuan saya menulis?
Mengapa saya menjelaskan kepada mereka tentang hal ini?8
Sebelum memulai, sangat penting untuk penulis memindai beberapa jurnal

dan memilih isu-isu terkini. Hal ini juga membantu untuk menentukan prespektif
yang kita maksudkan untuk didiskusikan merupakan hal yang tidak biasa dan
memberi sudut pandang baru. Selanjutnya, pertimbangan mengenai pembaca yang
potensial apakah profesional, peneliti atau manajer. Apapun kelompok target
pembaca yang dimaksud, isi dan pesan utama dari karya harus menarik dan
relevan. Pembaca yang potensial menentukan luas cakupan latar belakang dan
pemilihan untuk terminologi khusus. Akhirnya, penulis harus menyadari alasan
mengapa menulis. Pada beberapa kasus, tujuan penulisan dapat berupa informasi
luas, atau juga tentang uji sudut pandang baru, untuk merangsang kontroversi dan
debat; dan semua alasan-alasan ini harus sesuai dan valid. Dengan merefleksikan
pertanyaan terakhir, penulis dapat memiliki ide yang jelas tentang luas cakupan
dan batasan dari karya. Khususnya, hal ini berguna untuk sudut pandang yang
akan diambil, tipe artikel, gaya yang akan dipakai dan pemilihan jurnal tempat
penulis akan mengirimkan karyanya 9.
2.1.2

Pemilihan Jurnal untuk Publikasi


Tahap selanjutnya dalam menulis adalah pemilihan jurnal yang sesuai.

Morse (1996) dan editor lain menilai bahwa biasanya suatu karya ditolak karena
tidak sesuai dengan tujuan dari publikasi jurnal tersebut. Untuk menghindari
kesalahan ini, penulis harus mengidentifikasi sejumlah jurnal-jurnal yang
potensial dan membiasakan diri dengan prinsip dasar dari jurnal tersebut. Setiap
jurnal memiliki sejumlah pernyataan, yang membutuhkan sejumlah perhatian,

tentang lingkup jurnal, aspirasinya, kontribusi yang diperbolehkan, keaslian


manuskrip dan target jumlah pembaca, baik nasional atau internasional. Setelah
menilai prinsip dan memilih satu jurnal dengan tujuan dan sasaran hasilnya paling
nyaman bagi penulis, kemudian nilai tentang keanggotaan editorial. Apakah
semua orang tersebut merupakan akademisi atau suatu campuran spesialis,
peneliti, manajer dan pelaksana. Mengetahui latar belakang ini merupakan hal
yang penting, karena akan mengerucutkan banyak pilihan mengenai tempat
publikasi9.
Apabila penulis merupakan akademisi, diharapkan penulis mengirimkan
karyanya ke jurnal peer-reviewed dengan banyak indeks sitasi. Keputusan lain
yang harus segera dibuat adalah apakah publikasi di jurnal popular, spesialis atau
profesional, akademisi, multiprofesional atau elektronik. Jurnal-jurnal sangat
cermat mengenai pemberian status authorship, khususnya pada karya ilmiah, dan
secara tegas menyatakan bahwa hanya yang terlibat dalam penyusunan ide karya,
mendesain proyek, menganalisis data dan menulis karyalah yang harus diberi
gelar author. Kontribusi dari masing-masing author dalam pengembangan dan
drafting karya merupakan sebuah keharusan, terutama pada jurnal kedokteran.
Akhirnya, mengenai siapa yang muncul sebagai author pertama, hak ini diberikan
kepada penulis dengan kontribusi terbesar dalam proyek dan yang memulai
penulisan karya, bukan berdasarkan alfabetis atau senioritas dari staf
departemen10.
2.1.3

Memperoleh Petunjuk untuk Author


Setiap jurnal memiliki gaya penulisan dan kekhasan masing-masing

mengenai susunan dan penyajian; tetapi, banyak karya tulis yang dikembalikan
pada penulisnya tanpa dibaca karena mengabaikan petunjuk penulisan. Orangorang yang menilai standar karya yang dikirim merupakan praktisi, akademisi,
peneliti, dan manajer yang sibuk dengan aktivitas masing-masing dan memiliki
waktu yang sedikit, sehingga bila penulis mengirimkan karya yang tidak menuruti
aturan jurnal tersebut, sangat mungkin untuk dikembalikan pada penulis tanpa
dibaca. Jurnal-jurnal sangat jelas memberikan petunjuk mengenai petunjuk
penulisan karya seperti ukuran huruf, penggunaan spasi, jumlah halaman, lebar

margin, abstrak, jumlah kata, peletakan tabel, grafik, dan lainnya, yang akan
dibahas di subbab selanjutnya9.
Pada beberapa jurnal, author dipersilakan untuk mengirimkan surat
keterangan, yang menjelaskan secara singkat, ringkasan pendek mengenai artikel
yang diajukan. Bila editor tertarik dengan ide penulis, penulis akan diminta untuk
mengirimkan karya dan diminta untuk mengirimkan uraian lainnya. Editor sangat
mudah ditemui, dan dapat memberi saran apakah karya kita sudah pantas atau ada
yang harus dirubah agar dapat dipublikasi9.
2.1.4

Menulis Karya
Murray (2005) menyimpulkan bahwa, setiap author harus menemukan

strateginya sendiri dalam menulis. Ada aturan sederhana yang harus dipikirkan
ketika mempersiapkan artikel, seperti meluangkan waktu untuk membuat
kerangka, struktur, gaya dan penggunaan bahasa. Empat kesalahan paling sering
dibuat termasuk karya yang dikirim tanpa struktur yang logis dan jelas, gagal
untuk menyatakan tujuan dari artikel, kekurangan penjelasan mengenai literatur
atau kesimpulan yang tidak sesuai dengan hasil analisis data11.
Biasanya, artikel dibagi menjadi beberapa paragraf utama, masing-masing
dengan penjelasannya. Contohnya, beberapa paragraf menjelaskan topik dan
menentukan konteks profesional, klinis dan strategi, dengan tujuan supaya artikel
tersebut eksplisit. Web (2002) menyarankan bahwa bagian dari suksesnya karya
dipublikasi adalah dengan meyakinkan bahwa isinya jelas dan dapat dibaca. Cara
lain untuk meningkatkan minat membaca pada karya termasuk menggunakan
kata-kata dan kalimat singkat, menghindari jargon, menggunakan kalimat
majemuk untuk mengurangi pengulangan dan frase yang kaku, membaca keras
untuk menentukan tanda baca dan mengurangi penggunaan the yang tidak
perlu9.
Perlu diperhatikan dalam menulis abstrak: pengalaman menyatakan bahwa
banyak author melewatkan bagian ini hingga akhir, saat penulis sudah sangat
jenuh dan lelah. Menulis abstrak pada permulaan penulisan akan membantu untuk
fokus pada tujuan karya dan sasaran hasil yang diharapkan. Meluangkan waktu
untuk mempersiapkan abstrak yang menarik merupakan aktivitas yang
bermanfaat, karena bagian ini merupakan titik dimana pembaca memutuskan

untuk melanjutkan membaca atau tidak. Bila abstrak tidak disusun dengan baik,
jelas, singkat atau cukup menarik, pembaca biasanya akan melewatkan dan
menuju artikel berikutnya9.
Waktu juga diperlukan untuk membuat judul seakurat mungkin dan
menghindari kalimat atau istilah yang tidak perlu yang dapat menyesatkan
pembaca atau peneliti. Banyak jurnal meminta penulis untuk mendaftarkan empat
hingga enam kata kunci atau menggunakan headings dari MESH yang
menunjukkan intisari karya penulis, karena ini memudahkan saat pencarian karya
secara elektronik. Untuk menurunkan kemungkinan kesalahan, hati-hati dalam
pemilihan kata kunci, pilihlah yang paling akurat dalam menunjukkan isi karya9.
2.1.5

Koreksi setelah Penulisan


Hal ini merupakan hal penting dalam proses persiapan karya untuk

publikasi; evaluasi akhir tetap harus dilakukan. Tahap ini penting dalam
memperbaiki kualitas keseluruhan, keaslian dan tampilan dari karya. Tiga
aktivitas pada tahap ini adalah:
Membaca dengan keras. Hal ini merupakan latihan untuk membaca hasil
kerja kita sendiri. Penulis dapat melakukan penilaian terhadap tanda baca dan
ritme dari teks. Hal ini juga menjadi penanda apakah kalimat yang ditulis
-

terlalu panjang atau harus dikurangi.


Meminta bantuan teman yang kritis. Undang dua atau tiga teman yang
dapat memberi tanggapan tentang karya yang diajukan. Hal ini mungkin sulit
dan memalukan, tetapi tanggapan dari pembaca dapat menyempurnakan
penulisan. Ketika meminta timbal balik, selalu berikan instruksi yang jelas
tentang apa yang penulis butuhkan. Misalnya, bila penulis menulis sebuah
penelitian, tentunya penulis memburuhkan tanggapan tentang metodologi

atau rancangan metode yang digunakan.


Reduce, refine, dan rewrite. Setelah penulis menerima tanggapan, lanjutkan
dengan membuat revisi yang dibutuhkan, memperbaiki kesalahan pengejaan
dan menanggapi saran dari editorial9.

2.1.6

Pengiriman Karya
Sebelum mengirimkan versi terakhir dari karya penulis, lihat kembali

secara seksama petunjuk untuk penulis dan yakinkan bahwa penulis telah

mengikuti semua aturan dengan baik. Periksa halaman depan harus memiliki judul
karya, kontak jelas dari penulis utama, nama dari coauthor dan kualifikasinya.
Penulis yang menjadi tempat korespondensi harus dicantumkan alamat, nomor
telepon, nomor faksimili, dan email9.
Banyak penerbit yang memerlukan versi elektronik dari karya, sehingga
sangat penting untuk menyamtumkan kontak secara jelas. Jangan menggunakan
header atau footer untuk data personal penulis, karena akan memperlambat proses
manuskrip. Lebih penting lagi, jangan pernah mengirimkan manuskrip ke lebih
dari satu jurnal pada waktu yang sama. Apabila karya penulis ditolak, penulis
sudah dapat secara legal untuk mengirimkan ke jurnal lainnya9.
Sekali karya dikirimkan, konfirmasi karya diterima akan tiba dalam dua
hingga tiga hari. Hal ini akan bersamaan dengan nomor referensi, dimana penulis
harus kutip untuk semua korespondensi. Jika penulis belum pernah mendapat
informasi dari administrator editorial tentang jangka waktu, tuliskan email
singkat, tanyakan mengenai klarifikasi perkembangan karya yang sudah dikirim.
Tim peninjau akan membaca, menganalisis dan mengkritik karya
berdasarkan kriteria objektif spesifik dan memberikan tulisan timbal balik12.
Proses peninjauan ini berguna untuk meyakinkan isi karya yang dipublikasi
bersifat ilmiah, teliti, akurat, tidak bias, bersifat umum dan informatif,
mencerminkan aspirasi dari jurnal9.
2.1.7 Langkah setelah Mendapat Pengembalian Karya
Ada 4 kemungkinan yang muncul dari hasil peninjauan karya:
Diterima (tanpa syarat)
Diterima dengan revisi sedikit
Diterima dengan revisi banyak
Penolakan
Sangat diharapakan penulis membuat revisi berdasarkan tanggapan dan
saran dari peninjau. Banyak penulis merasakan kekecewaan ketika membaca
catatan yang diberikan oleh peninjau dan kemudian tidak jadi melakukan revisi
pada karya dan mempublikasikannya. Sebenarnya, sangat baik untuk berlatih
membaca kembali dengan baik setiap poin-poin koreksi dari peninjau. Perbaikan
dan pengembangan dari karya sangat disarankan. Keputusan untuk membuat
perubahan penting akhirnya tergantung kepada penulis, bukan peninjau ataupun
editor, tetapi penting untuk diperhatikan bahwa tujuan dari timbal balik karya

adalah untuk memperbaiki standar dan nilai keilmuan dari karya tersebut.
Sesegera mungkin revisi karya dan kembalikan pada editorial. Penulis harus
membuat keputusan akhir dalam waktu yang singkat. Setelah karya diterima,
penulis akan menerima email tindak lanjut dari editor produksi yang akan
meminta konfirmasi mengenai detail kontak9. Pada beberapa keadaan, bukti
elektronik dari karya akan sampai dan penulis diminta untuk:
Membalas dalam dua hari, baik melalui email atau faksimili
Membuat koreksi pada teks seperti yang diharapkan editor produksi
Respon terhadap pertanyaan atau saran editorial yang dibuat oleh editor
-

produksi
Periksa kesalahan penulisan yang terjadi saat mengkompilasi karya
Penulis tidak dapat merubah teks asli (kecuali jika kesalahan dilakukan

oleh penerbit); jika penulis berencana melakukannya, hal ini akan sangat mahal.
Banyak jurnal peerreview akan memberikan penulis 25 buah hasil cetak. Bila
penulis menulis untuk jurnal mingguan, penulis akan ditawari sejumlah imbalan
jasa yang dibayarkan setelah jurnal tersebut dicetak9.
2.2

Impact Factor atau Faktor Pengaruh Jurnal


Journal Impact Factor atau Faktor Pengaruh Jurnal (FPJ) adalah suatu

standar mutu jurnal yang didasarkan pada laporan sitiran jurnal (journal citation
report, JCR) yang dikeluarkan oleh Institute for Scientific Information (ISI).
Laporan sitiran jurnal merupakan suatu alat yang bersifat kuantitatif untuk
membuat peringkat, mengevaluasi, mengelompokkan dan membandingkan
berbagai jurnal13.
FPI Jurnal dihitung dengan membagi jumlah sitiran (citation) dengan
jumlah tulisan yang dimuat untuk suatu periode waktu tertentu, yang biasanya
untuk waktu dua tahun penerbitan sebelumnya. Sebagai contoh, FPJ untuk jurnal
A tahun 2000 diperoleh berdasarkan data tahun 1999 dan 1998. Bila jumlah sitiran
jurnal A tahun 1999 adalah 24.811 dan tahun 1998 sebanyak 32.642 sehingga total
sitiran kedua tahun tersebut adalah 57.453 kali sitiran, sedangkan jumlah artikel
yang diterbitkan dalam dua tahun tersebut adalah sebanyak 5.235 artikel, maka
FPJ jurnal A tahun 2000 adalah 10,879 yang merupakan hasil pembagian 57.453
dengan 5.2357.

10

Masing-masing FPJ memiliki rentang FPJ yang berbeda dan FPJ untuk
masing-masing bidang dapat diketahui dari laporan yang dikeluarkan oleh JCR.
Pada umumnya, jurnal dan artikel yang memuat artikel bidang kedokteran
memiliki FPJ yang lebih tinggi dibanding bidang yang lainnya. Hal ini
kemungkinan karena tingginya aktivitas penelitian dan banyaknya temuan-temuan
baru di bidang ini7.
Akhir-akhir ini FPJ memiliki peranan yang sangat penting dalam penilaian
akademis. Karena FPJ merupakan indeks kuantitatif dari suatu jurnal, satu jurnal
yang dipublikasikan pada jurnal dengan FPJ tinggi, lebih tinggi nilai akademisnya
daripada beberapa tulisan yang diterbitkan pada jurnal dengan FPJ yang lebih
rendah. FPJ memicu mahasiswa untuk mendapatkan atau melakukan suatu
penelitian baru dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia sains7.
Semakin tinggi nilai FPJ suatu jurnal, semakin tinggi pula kualitas jurnal
dan seleksi suatu karya untuk dapat diterima untuk publikasi pada jurnal tersebut
akan semakin ketat. FPJ memiliki peranan yang cukup dominan dalam
pengalokasian dana penelitian oleh pemberi dana, sehingga kelompok peneliti
yang sering menulis pada jurnal dengan FPJ tinggi akan lebih banyak menerima
dana penelitian7.
Tulisan Adam Lomniciki dari Jagillonian University, Polandia dalam
jurnal Nature yang berjudul How Impact Factors Promote Scientific Exellence
menyatakan bahwa penggunaan FPJ sangat penting bagi negara berkembang bila
mereka ingin mengembangkan komunitas ilmiah yang efektif. Bahkan dalam
penetapan peringkat universitas dunia (World Univesity Rankings), kriteria
pensitiran merupakan suatu kriteria penilaian disamping empat kriteria lainnya 7.
2.3

Jurnal Untuk Ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Health)


Berikut adalah beberapa jurnal internasional yang dapat digunakan untuk

publikasi jurnal ilmu kesehatan masyarakat (public health)14:


Journal Name
International Journal of Epidemiology
(http://ije.oxfordjournals.org)
Epidemiologic Reviews
(http://epirev.oxfordjournals.org/)

Impact
Factor

Public Health
Knowledge
Domain

9.197
Epidemiology
7.333
Epidemiology

11

Environmental Health Perspectives


(http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&
db=byh&jid=3B5&site=ehost-live)
Annual Review of Public Health
(http://arjournals.annualreviews.org/loi/publhealth)
Epidemiology (http://gateway.ovid.com
/ovidweb.cgi?T=JS&PAGE=toc&D=ovft&
MODE=ovid&NEWS=N&
AN=00001648-000000000-00000)
Journal of Clinical Epidemiology
(http://www.sciencedirect.com/science/journal
/08954356)
Tobacco Control (http://tobaccocontrol.bmj.com)

7.029

European Journal of Epidemiology


(http://www.springerlink.com/content/0393-2990)
Journal of Toxicology and Environmental
Health Part B: Critical Reviews
(http://www.informaworld.com/1093-7404)
Bulletin of the World Health Organization
(http://www.who.int/bulletin/en)

5.147

American Journal of Epidemiology


(http://aje.oxfordjournals.org/)
Cancer Epidemiology, Biomarkers &
Prevention (http://cebp.aacrjournals.org/)

4.975

American Journal of Preventive Medicine


(http://www.sciencedirect.com/science/journal
/07493797)
American Journal of Public Health
(http://ajph.aphapublications.org)
Environmental Research
(http://www.sciencedirect.com/science/journal
/00139351)
Infection Control and Hospital Epidemiology
(http://ovidsp.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&
NEWS=N&PAGE=toc&
SEARCH=00004848-000000000-00000.kc&
LINKTYPE=asBody&LINKPOS=1&D=ovft)
Health Reports (http://search.ebscohost.com
/login.aspx?direct=true&db=byh&jid=9IK&
site=ehost-live)
Journal of Epidemiology & Community

4.281

6.627

Environmental
Health
General Public
Health

6.178
Epidemiology
5.478
5.150

Epidemiology
Social
and
Behavioral
Sciences
Epidemiology

5.146
5.112

4.324

4.229

Environmental
Health
Global Health;
General Public
Health
Epidemiology
Chronic
Diseases
&
Conditions
;
Epidemiology
General Public
Health
General Public
Health

3.951
Environmental
Health
3.938
Communicable
Diseases
;
Epidemiology
3.314
3.294

Epidemiology ;

12

Health (http://jech.bmj.com)

Community
Health
;
General Public
Health

International Journal of Hygiene and


Environmental Health
(http://www.sciencedirect.com/science/journal
/14384639)
Occupational and Environmental Medicine
(http://oem.bmj.com/)

3.276

Scandinavian Journal of Public Health


(http://sjp.sagepub.com/)
Scandinavian Journal of Work, Environment
& Health (http://www.sjweh.)

3.125

3.234

3.095

Journal of Exposure Science and


3.050
Environmental Epidemiology
(http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&
db=byh&jid=1HO8&site=ehost-live)
Cancer Causes & Control
2.961
(http://www.springerlink.com/content/0957-5243)
Genetic Epidemiology
(http://www3.interscience.wiley.com/cgi-bin
/jtoc?ID=35841)
2.4

2.951

Environmental
Health
Environmental
Health;
Occupational
Health
General Public
Health
Environmental
Health;
Occupational
Health
Environmental
Health;
Epidemiology
Chronic
Diseases
&
Conditions
;
Epidemiology
Chronic
Diseases
&
Conditions
;
Epidemiology

Tata Cara Penulisan Jurnal Internasional


Hal-hal berikut ini merupakan hal umum yang diperlukan untuk laporan

dalam semua desain studi dan format manuskrip :


a.

Halaman judul
Informasi umum tentang artikel dan penulisnya ditampilkan pada halaman

judul artikel dan biasanya termasuk judul artikel, informasi penulis, disclaimer,
sumber dukungan, jumlah huruf, dan kadang-kadang jumlah tabel dan gambar.
Judul artikel. Judul artikel menampilkan deskripsi tersaring dari
keseluruhan artikel dan mengandung informasi, yang bersama-sama dengan
abstrak akan membuat informasi artikel menjadi sensitif dan spesifik. Beberapa
panduan laporan merekomendasikan dan beberapa jurnal membutuhkan informasi

13

desain studi menjadi bagian dari judul (khususnya randomized trials dan
systematic review dan metaanalyses). Beberapa jurnal memerlukan judul yang
ringkas, biasanya tidak lebih dari 40 karakter (termasuk huruf dan spasi) pada
halaman judul.
Informasi

penulis.

Masing-masing

gelar

tertinggi

penulis

harus

didaftarkan, meskipun beberapa jurnal tidak mempublish ini. Nama departemen


dan institusi atau organisasi di mana penulis bekerja harus dituliskan dengan
spesifik. Kebanyakan sistem submisi elektronik memerlukan informasi kontak
lengkap penulis, termasuk alamat email, nomor telepon, dan fax.
Disclaimer. Contoh disclaimer adalah pernyataan penulis bahwa
pandangan yang diekspresikan pada artikel yang dikirimkan adalah miliknya
sendiri dan bukan milik resmi institusi atau pendana.
Sumber dukungan. Ini termasuk dana, peralatan, obat-obatan, dan/atau
dukungan lain yang memfasilitasi penelitian yang dilakukan pada artikel ini atau
penulisan artikel itu sendiri.
Jumlah huruf. Penghitungan huruf pada artikel ini mengecualikan abstrak,
ucapan terima kasih, tabel, legenda gambar, dan daftar pustaka, yang
memungkinkan editor dan peninjau untuk menilai apakah informasi yang ada
pada tulisan menunjukkan panjang tulisan, dan apakah manuskrip yang
dikirimkan cocok dengan format jurnal dan huruf yang dibatasi.
Jumlah gambar dan tabel. Beberapa sistem submisi membutuhkan
spesifikasi jumlah gambar dan tabel sebelum mengunggah file. Jumlah ini
memungkinkan staf editorial dan para peninjau untuk mengkonfirmasi semua
gambar dan tabel benar-benar ada dalam manuskrip, karena tabel dan gambar
menempati ruang, juga untuk menilai jika informasi yang disediakan gambar dan
tabel sesuai dengan panjang kertas dan jika manuskrip sesuai dengan batas ruang
jurnal15.
b.

Abstrak
Penelitian original, systematic reviews, dan metaanalyses memerlukan

abstrak terstruktur. Abstrak harus menyajikan konteks atau latar belakang


penelitian dan harus menyatakan tujuan, prosedur dasar (pemilihan subyek
penelitian atau laboratorium hewan, pengamatan dan metode analisis), temuan
utama (memberikan ukuran efek tertentu dan signifikansi statistik), dan

14

kesimpulan utama. Ini harus menekankan aspek baru dan penting dari studi atau
pengamatan,

memperhatikan

kertebatasan

yang

penting

dan

tidak

menginterpretasikan temuan secara berlebihan.


Format abstrak terstruktur berbeda dari jurnal ke jurnal, dan beberapa
jurnal menggunakan lebih dari satu format, penulis perlu mempersiapkan abstrak
mereka dalam format yang dikhususkan oleh jurnal yang mereka pilih15.
c.

Introduction/Pendahuluan
Menyajikan konteks atau latar belakang penelitian. Menyatakan tujuan

spesifik atau hipotesis yang diujikan dari naskah dan menyajikan latar belakang
yang memadai, hindari survei literatur yang terlalu terperinci, tuliskan hanya
referensi yang berhubungan dan jangan memasukkan data atau kesimpulan
penelitian15.
d.

Metode
Harus murni berisi bagaimana dan mengapa studi dilakukan dengan

metode ini. Metode harus detail sehingga orang yang mengakses data akan dapat
mereproduksi suatu hasil. Jika ada organisasi yang dikontrak untuk membantu
terlaksananya penelitian, hal ini harus dituliskan di metode.
Metode harus menampilkan pernyataan yang mengindikasikan bahwa
penelitian diterima atau dibebaskan dari peninjauan komite peninjau. Jika tidak
ada komite etik formal yang tersedia, pernyataan mengindikasikan bahwa
penelitian dilakukan menurut prinsip Deklarasi Helsinki15.

Pemilihan dan deskripsi partisipan


Deskripsikan dengan jelas pemilihan partisipan termasuk kriteria inklusi dan
eksklusi dan deskripsi sumber populasi
Informasi teknis
Identifikasi metode, peralatan, dan prosedur dalam detail yang cukup jelas.
Berikan referensi metode apa yang digunakan dan alasan mengapa
menggunakan metode tersebut.

e.

Hasil
Sajikan hasil dalam sekuensi logis dalam teks, tabel dan gambar. Jangan

mengulang data pada tabel atau gambar dalam teks, tekankan atau simpulkan

15

hanya observasi yang paling penting. Batasi tabel dan gambar terhadap bagian
yang memerlukan penjelasan15.
f.

Diskusi
Diskusi harus mengeksplorasi hasil penelitian yang penting dan signifikan,

tidak mengulang hasil. Hindari kutipan dan diskusi kutipan yang berlebihan.
Tekankan aspek penting dan baru dari penelitian. Jangan mengulang data dengan
detail yang sudah tertulis di introduction atau hasil. Hubungkan kesimpulan
dengan tujuan penelitian tapi hindari pernyataan tidak memenuhi syarat dan
kesimpulan yang tidak didukung data15.
g.

Referensi
Referensi harus mengikuti standard yang disimpulkan dalam

NLMs

International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE) Recommendations


for the Conduct, Reporting, Editing and Publication of Scholarly Work in Medical
Journals:

Contoh

halaman

(www.nlm.nih.gov/bsd/uniform_requirements.html)

daftar

pustaka

dan detailnya di Citing

Medicine, 2nd edition (www.ncbi.nlm..nih.gov/books/NBK7256/)15.


h.

Tabel
Tabel menyajikan informasi dengan singkat dan menampilkannya dengan

efisien. Siapkan tabel menurut kebutuhan jurnal spesifik. Nomori tabel dengan
teratur menurut urutan kutipannya pada teks dan berikan judul untuk masingmasing tabel. Judul pada tabel singkat, tapi berisi informasi yang memungkinkan
pembaca mengerti apa isi tabel tanpa harus kembali pada teks.
Penulis menempatkan penjelasakan pada catatan kaki. Menjelaskan semua
singkatan nonstandard pada catatan kaki, dan gunakan symbol untuk menjelaskan
informasi jika diperlukan. Jika menggunakan data dari sumber lain yang
dipublikasi atau yang tidak dipublikasi, dapatkan ijin dan tuliskan ucapan terima
kasih terhadap sumber dengan lengkap15.
i.

Ilustrasi (Gambar)
Gambar digital harus dikirim dalam format yang sesuai untuk publikasi

yang diprint. Beberapa system submisi memiliki instruksi yang detail tentang
kualitas gambar.

16

Foto X-ray, scan, dan gambar diagnostic lainnya ataupun gambar specimen
patologik atau fotomikrograf, kirimkan file gambar fotografik dengan resolusi
tinggi.
Huruf, angka, dan symbol pada gambar harus jelas dan konsisten, dan
cukup besar untuk tetap dibaca ketika gambar dikecilkan untuk tujuan publikasi.
Judul dan penjelasan detail diletakkan pada legenda bukan pada gambar itu
sendiri.
Fotomikrograf harus memiliki penanda skala internal. Symbol, tanda
panah, huruf yang digunakan pada mikrograf harus kontras dengan latar belakang
gambar. Jelaskan marker dan identifikasi metode pewarnaan fotomikrograf.
Gambar harus dinomori dengan teratur menurut urutan gambar diletakkan
pada teks. Jika gambar telah dipublikasi sebelumnya, ucapkan terima kasih
sumber aslinya dan kirimkan ijin tertulis dari pemegang hak cipta.
Pada manuskrip, legenda gambar harus pada halaman terpisah, dengan
nomor Arab. Ketika symbol, tanda panah, huruf digunakan untuk mengidentifikasi
bagian gambar, identifikasi dan jelaskan masing-masing pada legenda15.
j.

Satuan pengukuran
Pengukuran panjang, tinggi, berat, dan volume harus dilaporkan dalam

satuan metric (meter, kilogram, atau liter) atau angka decimal. Temperature harus
dalam derajat celcius. Tekanan darah harus dalam millimeter merkuri, kecuali
satuan lain ditentukan secara spesifik oleh jurnal tertentu. Satuan yang digunakan
jurnal bervariasi dalam melaporkan pengukuran hematologi, kimia klinis dan
pengukuran lain15.
k.

Singkatan dan Simbol


Gunakan singkatan standar. Hindari menggunakan singkatan pada judul

manuskrip. Kata-kata yang disingkat harus dijabarkan saat kata tersebut pertama
kalinya muncul dalam teks dengan singkatan berada di dalam kurung, kecuali
singkatan merupakan satuan standar pengukuran.

Setelah itu singkatan terus

digunakan15.
Berikut adalah beberapa contoh tata cara penulisan jurnal internasional :
Jurnal Elsevier :
Struktur manuskrip
Halaman Judul, termasuk kata kunci

17

a.

Abstrak
Tubuh naskah/manuskrip
Kontribusi Penulis
Ucapan Terima Kasih
Pernyataan tentang konflik kepentingan
Tabel Ringkasan
Referensi
Lampiran16
Referensi
Tidak ada persyaratan yang ketat pada

format referensi pengiriman.

Referensi bisa dalam gaya apapun selama gaya konsisten. Nama penulis , judul
jurnal / buku, judul bab / judul artikel, tahun publikasi, nomor volume / bab buku
dan nomor halaman yang diambil harus ada. Penggunaan DOI sangat dianjurkan16.
b.

Format
Tidak ada persyaratan yang ketat tetapi semua format naskah harus
mengandung unsur-unsur penting yang dibutuhkan untuk menyampaikan
naskah Anda, misalnya Abstrak, Kata Kunci, Pendahuluan, Bahan dan

Metode, Hasil, Kesimpulan, Artwork dan Tabel dengan Keterangan.


Jika artikel Anda mengandung Video dan / atau bahan tambahan lainnya, ini

harus dimasukkan dalam pengajuan awal Anda untuk tujuan peer review.
Artikel dibagi ke dalam bagian yang jelas.
Naskah harus double spasi , ini adalah persyaratan penting peer review.
Gambar dan tabel tercakup dalam teks
Pastikan gambar dan tabel yang disertakan dalam file tunggal ditempatkan di
samping teks yang relevan dalam naskah, bukan di bagian bawah atau atas

c.

file16.
Struktur Artikel

Bagian bernomor - subdivisi


Bagi artikel menjadi beberapa bagian jelas dan setiap subbagian harus diberi
nomor 1.1 (kemudian 1.1.1, 1.1.2, ...), 1.2, dll (abstrak tidak termasuk dalam
bagian penomoran). Gunakan penomoran ini juga untuk referensi silang internal:
jangan hanya mengacu pada 'teks16.
d.

Pengantar/Introduction
Menyatakan tujuan dari naskah ditulis dan memberikan latar belakang

yang memadai, hindari survei literatur yang terlalu terperinci16.

18

e.

Material dan metode


Memberikan detail

yang

cukup untuk memungkinkan pekerjaan

direproduksi. Metode yang sudah diterbitkan harus ditunjukkan dengan referensi:


hanya modifikasi yang dilakukan penulis yang relevan yang harus dijelaskan16.
f.

Hasil
Hasil harus jelas dan ringkas16.

g.

Diskusi
Diskusi harus mengeksplorasi hasil penelitian yang penting dan signifikan,

tidak mengulang hasil. Hindari kutipan dan diskusi kutipan yang berlebihan16.
h.

Tabel Ringkasan
Para penulis harus menyediakan tabel dengan 2-4 poin pernyataan tentang

apa yang sudah diketahui pada topik dan juga 2-4 poin lain berisi pernyataan
tentang apa yang penelitian ini tambahkan pada

pengetahuan pembaca.

Perhatikan bahwa bagian kedua tabel tidak seharusnya mencantumkan hasil


penelitian. Bagian ini seharusnya membahas apa yang telah dibuktikan dalam
penelitian ini dan wawasan apa yang telah diperoleh16.
i.

Lampiran
Jika ada lebih dari satu lampiran, lampiran harus diidentifikasi sebagai A,

B, dll. Formula dan persamaan pada lampiran harus diberi penomoran yang
terpisah: Persamaan. (A.1), Persamaan. (A.2), dll .; dalam lampiran berikutnya
Persamaan. (B.1) dan sebagainya. Demikian pula untuk tabel dan gambar: Tabel
A.1; Gambar. A.1, dll16
j.

Informasi Penting mengenai halaman judul


Judul. Ringkas dan informatif. Hindari menggunakan singkatan dan formula.
Nama penulis dan afiliasi. Jika nama keluarga ambigu (misalnya, nama

ganda),
Harap menunjukkan hal ini dengan jelas. Tampilkan alamat afiliasi penulis (di
mana pekerjaan yang sebenarnya dilakukan) di bawah nama-nama.
Tunjukkan semua afiliasi dengan huruf kecil superscript segera setelah nama
penulis dan di depan alamat yang sesuai. Tuliskan alamat pos lengkap
masing-masing Afiliasi, termasuk nama negara dan, jika tersedia, alamat email masing-masing penulis.

19

Penulis. Jelas menunjukkan siapa yang akan menangani korespondensi pada


semua tahap penilaian dan publikasi, juga pasca-publikasi. Pastikan bahwa
nomor telepon (dengan kode negara dan daerah) disediakan di samping

alamat e-mail dan alamat lengkap.. Rincian kontak harus tetap up to date.
Alamat sekarang/tetap. Jika seorang penulis telah pindah alamat sejak
penelitian yang dijelaskan dalam artikel ini telah dilakukan, alamat sekarang
(atau alamat permanen) dapat dituliskan sebagai catatan kaki pada nama
penulis. Alamat di mana penulis benar-benar melakukan pekerjaan harus
dipertahankan sebagai yang utama, yakni alamat afiliasi. Angka Superscript

k.

Arab digunakan untuk catatan kaki tersebut16.


Abstrak Terstruktur
Sebuah abstrak terstruktur, dengan judul yang sesuai, harus mengandung

konteks atau latar belakang penelitian dan harus menyatakan tujuan, prosedur
dasar (pemilihan subyek penelitian atau laboratorium hewan, pengamatan dan
metode analisis), temuan utama (memberikan ukuran efek tertentu dan
signifikansi statistik), dan kesimpulan utama. Ini harus menekankan aspek baru
dan penting dari studi atau pengamatan16.
l.

Abstrak Grafis
Meskipun abstrak grafis merupakan opsional, penggunaannya dianjurkan

karena lebih menarik perhatian dalam artikel online. Abstrak grafis harus
meringkas isi artikel dalam bentuk gambar yang ringkas, yang dirancang untuk
menangkap perhatian pembaca yang luas. Abstrak grafis harus diserahkan sebagai
file terpisah dalam sistem pendaftaran online16.
Ukuran gambar: Berikan gambar dengan ukuran minimum 531 1328
piksel (tinggi lebar). Gambar harus dapat dibaca pada ukuran 5 13 cm dengan
menggunakan resolusi layar biasa 96 dpi. Jenis berkas yang disarankan: file TIFF,
EPS, PDF atau MS Office16.
m.

Kata Kunci
Setelah penulisan abstrak, tuliskan maksimum 6 kata kunci, menggunakan

ejaan Amerika dan hindari istilah umum dan plural dan kata pengubung
( misalnya, 'dan', 'dari'). Hemat singkatan: hanya singkatan yang sering dipakai di

20

lapangan yang dapat memenuhi persyaratan. Kata kunci ini akan digunakan untuk
tujuan mengindeks16.
n.

Singkatan
Pilih singkatan yang tidak sering didengar dalam bidang yang dibahas,

tuliskan dalam catatan kaki kemudian ditempatkan pada halaman pertama artikel.
Singkatan yang tidak dapat dihindari yang terdapat dalam abstrak harus
didefinisikan pada abstrak, juga didefinisikan pada catatan kaki. Pastikan
konsistensi singkatan seluruh artikel16.
Singkatan harus digunakan, kecuali pada bagian judul dan subjudul
dituliskan teks lengkap. Singkatan tidak boleh mengandung spasi antara huruf.
Singkatan yang dikenal secara universal (missal : USA untuk Amerika Serikat)
tidak perlu didefinisikan. Hindari menggunakan singkatan dalam abstrak
manuskrip16.

o.

Ucapan Terima Kasih


Susun ucapan terima kasih dalam bagian terpisah pada akhir artikel

sebelum referensi dan jangan letakkan pada halaman judul, sebagai catatan kaki
untuk judul atau sebaliknya. Daftarkan di sini individu yang memberikan bantuan
selama penelitian (misalnya, memberikan bantuan bahasa, membantu menulis
atau bukti membaca artikel, dll)16.
p.

Satuan
Ikuti aturan dan konvensi yang diterima secara internasional: gunakan

satuan sistem internasional (SI). Jika satuan lain disebutkan, setarakan dalam
satuan sistem internasional (SI)16.
q.

Tabel
Kirimkan tabel sebagai teks yang dapat diedit dan bukan sebagai gambar.

Tabel dapat ditempatkan baik di samping teks yang relevan dalam artikel, atau
pada halaman terpisah di akhir. Penomoran tabel berurutan sesuai dengan letak
tabel dalam teks dan keterangan tabel ditempatkan di bawah tabel. Tabel ditulis
ringkas dan pastikan bahwa data yang disajikan di dalamnya tidak sama dengan

21

hasil yang dijelaskan di tempat lain dalam artikel. Harap hindari menggunakan
aturan vertikal16.
r.

Gambar/Artwork
Pastikan menggunakan huruf dan ukuran yang sama dengan gambar original
Huruf yang dipilih : Arial, Times New Roman, Symbol, Courier
Nomori ilustrasi berdasarkan urutannya dalam teks
Gunakan penamaan logis pada file gambar
Resolusi file gambar jangan terlalu besar atau terlalu kecil
Perlu diketahui bahwa ukuran file yang lebih besar dari 10 MB harus dibuat
dalam file terpisah.
Pastikan file gambar dalam format yang dapat diterima (TIFF (atau JPEG),
EPS (atau PDF), atau File MS Office) dan dengan resolusi yang benar16

Jurnal Oxford :
Aturan penulisan umum

Semua naskah harus diserahkan secara online.


Semua pengiriman harus dalam bahasa Inggris.
Font yang dipilih: Arial (atau Helvetica), Times New Roman (atau Times),

Symbol, Courier.
Manuskrip harus disiapkan dalam Gaya Vancouver (cth : Int J Epidemiol

2014; 43: 614-622) dan dikirimkan secara online.


Jumlah kata dalam naskah tidak melebihi 3000 kata.
Naskah harus double spasi dengan margin 2,5 cm.
Semua halaman harus diberi nomor.
Angka lebih dari sembilan yang diikuti oleh satuan harus ditulis sebagai

angka, tidak sebagai huruf.


Angka tidak boleh digunakan untuk memulai kalimat
Angka antara 999 dan 9999 tidak boleh dipisahkan dengan spasi atau koma

sedangkan lebih dari 10 000 harus memiliki ruang setelah ribuan tersebut.
Persen harus ditulis sebagai % di seluruh naskah.
Titik tidak boleh digunakan setelah inisial atau kontraksi, contoh: J Jones,

FRCS, 17 g, dl, Dr, dll


Semua ukuran yang harus dituliskan dalam satuan SI, diikuti oleh satuansatuan tradisional dalam tanda kurung. Ada dua pengecualian: tekanan darah
harus dinyatakan dalam mmHg dan hemoglobin sebagai g / dl17.

22

a.

Judul
Judul harus singkat dan spesifik. Teks dapat digunakan untuk memperkuat

judul utama17.
b.

Afiliasi
Afiliasi dari setiap penulis harus diberikan. Jika afiliasi sekarang seorang

penulis berbeda dari afiliasi sebelumnya, keduanya harus diberikan17.

c.

Abstrak
Ringkasan tidak lebih dari 250 kata dan terdiri dari empat bagian berjudul:

Latar Belakang, Metode, Hasil dan Kesimpulan. Abstrak harus menjelaskan


secara singkat masalah yang diatasi, bagaimana penelitian dilakukan, hasil yang
menonjol dan kesimpulan apa yang bisa dibuat dari hasil. Tiga sampai sepuluh
kata kunci harus ditambahkan ke akhir abstrak tersebut17.
d.

Referensi
Penulis bertanggung jawab atas keakuratan dan kelengkapan daftar

referensi. Referensi dibuat dalam Vancouver Style, nomor referensi saat muncul
dalam teks harus sesuai dengan nomor pada daftar pustaka17.
e.
Singkatan
Kata-kata yang disingkat harus dijabarkan saat kata tersebut pertama
kalinya muncul dalam teks dengan singkatan berada di dalam kurung. Setelah itu
singkatan harus digunakan17.
f.

Tabel
Tabel harus diberi nomor berurutan dalam angka Arab dan harus

diposisikan terpisah dari teks. Tabel dilengkapi dengan dengan judul dan catatan
kaki yang memadai. Posisi setiap tabel dalam teks harus ditunjukkan (Tabel 1 di
sini)17.
g.

Gambar
Gambar harus diberi nomor, legenda yang sesuai. Gambar diposisikan

terpisah dari teks. Gambar berwarna dapat direproduksi jika ada manfaat ilmiah
yang cukup dalam melakukannya. Penulis akan diharapkan untuk membayar
biaya originasi warna dalam versi cetak dari Journal ( 350 / gambar). Atau,

23

gambar hitam dan putih dapat muncul dalam versi cetak dari sebuah artikel
dengan versi warna muncul secara online (yang tidak ada biaya). Pastikan bahwa
file gambar elektronik siap cetak dalam ukuran yang dapat dibaca dan berkualitas
tinggi untuk publikasi17.
h.

Lampiran
Sebagai aturan umum, lampiran harus dimasukkan dalam teks tetapi

berada dalam bagian yang terpisah setelah teks utama17.


BAB III
KESIMPULAN
Jurnal internasional adalah jurnal yang naskah-naskahnya bersifat
internasional. Menulis di jurnal internasional berarti menyajikan hal-hal yang
bersifat baru (novelty) kepada para ahli berkompetensi internasional.
Beberapa

alasan seseorang sulit

untuk memulai

penelitian

dan

mempublikasikan karyanya adalah karena menulis belum menjadi budaya, dimana


budaya verbal masih dominan di masyarakat, dan sumber dana penelitian yang
masih terbatas dan fasilitas serta kenyamanan kampus masih mempengaruhi
tingkat publikasi ilmiah di suatu institusi.
Tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mempublikasikan sebuah jurnal
adalah: pemilihan ide untuk penulisan, pemilihan jurnal untuk publikasi,
memperoleh petunjuk untuk author, menulis karya, koreksi setelah penulisan,
pengiriman karya, dan langkah setelah mendapat pengembalian karya
ICMJE (International Committee of Medical Journal Editors) telah
merangkum tata cara penulisan jurnal internasional secara umum. Namun, setiap
jurnal memiliki gaya penulisan dan kekhasan masing-masing mengenai susunan
dan penyajuan. Setiap jurnal akan sangat jelas memberikan petunjuk mengenai
petunjuk penulisan karya seperti ukuran huruf, penggunaan spasi, jumlah
halaman, lebar margin, abstrak, jumlah kata, peletakan tabel, grafik, dan lainnya.

24

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.
5.

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

15.
16.
17.

Fathalla MF, 2014. A Practical Guide for Health Researchers. WHO: Eastern
Mediterranian Series, 151-161.
Muryanto ST, 2012. Menulis di Jurnal Internasional. Semarang: Fakultas
Hukum UNTAG, 1-11.
Weissberg R, Buker S. 1990. WRITING UP RESEARCH. Experimental
Report Writing for Students of English. Prentice Hall Regents: Englewood
Cliffs.
SCImago, 2007. SJR SCImago Journal and Country Rank. Available from:
http://www.scimagojr.com [cited at 5 February 2015].
Wibirama S, 2013. Peringkat Perguruan Tinggi di Indonesia di SCOPUS per
24
Januari
2013.
Available
from:
http://www.kopertis12.or.id/2013/03/04/publikasi-perguruan-tinggiindonesia-di-mata-dunia.html [cited at 5 February 2015].
Lakitan B, 2012. Publikasi Jurnal Internasional. Available from:
http://www.benyaminlakitan.com [cited at 5 February 2015].
Munir M, 2005. Journal Impact Factor sebagai Stndar Mutu Jurnal Ilmiah.
Perkasa Periodical Pascasarjana, 9(1): 35-37.
Cook R, 2000.. The Writer's Manual. Oxford: Radcliffe Medical Press Ltd.
Albarran JW, Scholes J, 2005. How to Get Published: Seven Easy Steps.
British Association of Critical Care Nurses,10(2): 72-77.
Abbasi K, 2004. Transparency and trust. British Medical Journal, 329.
Murray R, 2005. Writing for Academic Journals. Maidenhead: Open
University Press.
Ball C, 2003. The review process what happens and what should you
expect. Intensive and Critical Care Nursing, 19: 321323.
Garfield E, 2003. The Meaning of the Impact Factor. International Journal of
Clinical and Health Psychology, 3(2): 363-369.
University of Massachussets Medical School, 2014. 2013 Journal Citation
Reports (JCR) Science and Social Science Editions, Institute for Scientifc
Information, Subject Category: Public, Environmental and Occupational
Health. Available from: htpp://library.umassmed.edu/ebpph/top25.cfm [cited
at 5 February 2015].
ICMJE, 2014. Recommendations for the Conduct, Reporting, Editing, and
Publication of Scholarly Work in Medical Journals. Available from:
www.icmje.org [cited at 7 February 2015].
Safran C, Talmon J. 2014. International Journal of Medical Informatics.
Available from: www.elsevier.com/locate/ijmedinf [cited at 7 February
2015].
International Epidemiological Association. 2014. Instruction to Authors.
Available from: www.oxfordjournals.org/ [cited at 7 February 2015].

25