Anda di halaman 1dari 10

Naskah Drama Putri Kaca Mayang ( 9orang)

Pemeran:
Putri Kaca Mayang

: ..

Panglima Gimpam

: ..

Raja Gasib

: ..

Ratu Gasib

: ..

Raja Aceh

: ..

Ratu Aceh 1

: ..

Ratu Aceh 2

: ..

Panglima Aceh 1

: ..

Panglima Aceh 2

: ..

Pada zaman dahulu kala,di tepi Sungai Siak berdirilah sebuah kerajaan yang bernama
Kerajaan Gasib. Di kerajaan ini seluruh penduduk hidup damai dan sejahtera,karena
Kerajaan Gasib dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana,didampingi seorang ratu
yang sangat anggun dan cerdas,juga dibantu seorang panglima yang gagah
berani,Panglima Gimpam namanya. Kerajaan Gasib juga memiliki seorang putri
bernama Putri Kaca Mayang,yang kecantikan dan keluhuran budinya terkenal hingga
seluruh penjuru negeri,bahkan ke negara-negara tetangga.Banyak raja dari negeri
tetangga yang ingin meminang Putri Kaca Mayang,namun tak satupun yang diterimanya
karena ia belum ingin menikah dan masih ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat yang
lebih tinggi.

ADEGAN 1
(Putri Kaca Mayang dan kedua orangtuanya berbincang-bincang di istana kerajaan)
Raja Gasib

:Wahai anakku,tidakkah engkau ingin menerima salah satu

pinangan dari raja-raja negeri tetangga tersebut?


Ratu Gasib

:Benar,anakku.Kurasa sekarang adalah waktu yang tepat bagimu

untuk mulai membina rumahtangga,aku tak sabar ingin segera menimang cucu dari
putri sematawayangku
Putri Kaca mayang :Ibu,ayah,maafkan jika ananda lancang. Namun hati ananda masih
menyimpan harapan untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi lagi,bukan untuk
menikah terlebih dahulu,ananda ingin membuat kerajaan kita maju
Ratu Gasib

:Baiklah,ananda. Jika memang itu keputusanmu,ibu dan ayah

akan mendukung dengan sepenuh hati.


ADEGAN 2
Sementara itu,di Kerajaan Aceh yang dipimpin oleh Raja Aceh yang dikenal angkuh dan
pemarah sedang terjadi cekcok karena kedua istrinya terus berebut mencuri
perhatiannya
Ratu Aceh 1 :(Nada mendayu-dayu)Kakanda,seminggu yang lalu saat aku melancong
ke Batavia,aku melihat sebuah toko yang menawarkan berlian dengan harga
murah,kira-kira hanya 200 juta rupiah. Bolehkah aku membelinya sebagai tambahan
perhiasanku?
Ratu Aceh 2

:Kakanda,sepertinya aku membutuhkan sebuah mobil baru

untukku pribadi,bukannya berbagi dengan si nenek tua itu!(melirik sinis ke Ratu Aceh
1)
Ratu Aceh 1 :APAA?! NENEK TUA?! SEENAKNYA KAU MENGATAI AKU SEPERTI
ITU! (menjambak Ratu Aceh 2)
Ratu Aceh 2 :(balas menjambak rambut Ratu Aceh 1)

Raja Aceh

:HENTIKAAAN!!!Kepalaku sudah cukup pusing untuk mengatasi semua

masalah di negeri ini,janganlah kalian berdua menambah sakit kepalaku! sekali lagi aku
melihat kalian bertengkar,aku tak segan mengusir kalian berdua dari istana ini!(nada
marah)
Ratu Aceh 1&2 :Mm..maafkan kami,kakanda(ketakutan)
(Kedua Ratu Aceh berjabat tangan)

Raja Aceh

:Panglima! Panglima!!! (sambil berteriak)

(Kedua panglima berlari menghampiri Raja Aceh)


Panglima 1 :Ampun,Baginda. Apa gerangan baginda memanggil kami?
Raja Aceh

: Aku menginginkan Putri Kaca Mayang dari Kerajaan Gasib untuk

menjadi istriku yang ke 3. Tolong sampaikan pinanganku ke Kerajaan Gasib


Panglima 2 :Apakah baginda yakin dengan keputusan tersebut?
Raja Aceh

:Ya,Panglima. Aku yakin seratus persen dengan keputusanku. Pergilah

kalian ke Kerajaan Gasib sekarang juga


Panglima 1&2

:(mengangguk)Baik,Baginda. Kami akan kesana sekarang juga

Adegan 3
Kedua panglima Aceh tiba di Kerajaan Gasib
Panglima Aceh
Ratu Gasib

: Baginda

:(menoleh ke belakang dan terkejut) Siapa kalian? Apa gerangan kalian

datang kemari?
Panglima 1 :Ampun,Baginda. Kami panglima dari Kerajaan Aceh. Kami berdua datang
kemari diutus oleh Raja Aceh. Kami ingin bertemu Baginda Raja Gasib
Ratu Gasib

:Kenapa dia mengutus kalian kemari?

Panglima 2 :Raja kami ingin meminang putri baginda,Putri Kaca Mayang

Panglima 1 :Benar,baginda
Ratu Gasib

:(Menghela nafas)Maaf,panglima. Kami belum bisa menerima pinangan

dari raja kalian. Putriku belum siap untuk menikah. Sampaikan permohonan maaf dari
kami kepada raja kalian
Panglima 2 :Baiklah,baginda. Kami akan kembali ke Aceh untuk menyampaikan
jawaban baginda

Kedua panglima Aceh kembali ke kerajaan mereka dengan perasaan kecewa. Mereka
takut Raja Aceh murka karena pinangannya ditolak.
Raja Aceh

:Selamat datang,panglimaku! Bagaimana kabar pinanganku?

Panglima 2 :(Wajah ketakutan)Mmmo..mohon maaf,Baginda. Pihak Kerajaan Gasib


menolak pinangan baginda
Raja Aceh

:APAAA?!!(berteriak dengan sangat emosi)

Kedua istri Raja Aceh segera berlari mendekati suaminya yang tampak sangat murka
Ratu Aceh 1 :Aaada apa,Kakanda? Apa sebab dikau murka?(keheranan)
Ratu Aceh 2 :Ya,kakanda. Apakah nenek tua ini memancing emosimu lagi? (melirik
Ratu Aceh 1)
Ratu Aceh 1 :Apa katamu?! Dasar perempuan tak tahu diri!(mendorong Ratu Aceh 2)
(Kedua Ratu Aceh berkelahi dan Raja Aceh memerintahkan salah satu panglimanya
untuk memisahkan keduanya)
Raja Aceh

:Tidak mungkin Raja Gasib menolak pinanganku!

Panglima 1 :Nnnnamun begitulah kenyatannya,Baginda


Raja Aceh
perbuatanmu

:Kurang ajar kau Gasib! Aku tak akan tinggal diam! Akan kubalas

Adegan 4
Karena telah mengenal sifat pendendam Raja Aceh,maka Raja Gasib segera
menyiapkan pasukan perang untuk menghadapi serangan Kerajaan Aceh
Raja Gasib

:Panglima Gimpam,kemarilah!

Panglima Gimpam :Baik,baginda. Apa gerangan baginda memanggil hamba?


Raja Gasib

:Aku ingin kau menyiapkan pasukan perang kerajaan kita

Panglima Gimpam :Baiklah baginda,namun jika boleh hamba tau,kenapa baginda


menyuruh hamba menyiapkan pasukan perang?
Raja Gasib

:Aku takut jika sewaktu-waktu Raja Aceh menyerang kerajaan kita,karena

aku menolak pinangannya terhadap putriku. Kini kau kuperintahkan untuk memimpin
pasukan di Kuala Gasib
Panglima Gimpam :Baiklah,baginda. Hamba akan segera melaksanakan perintah
baginda
Adegan 5
Ternyata Raja Aceh beserta pasukannya telah mengetahui persiapan Kerajaan
Gasib,dan mereka telah mengetahui bahwa Kuala Gasib yang merupakan jalur utama
menuju negeriitu dipimpin oleh Panglima Gimpam yang gagah berani.
Raja Aceh

:Hahaha..! ternyata Kerajaan Gasib telah menyiapkan pasukannya

untuk melawan kita! Tak akan kubiarkan mereka menang!


Panglima 1 :Maaf,Baginda,ternyata Kuala Gasib telah dijaga oleh Panglima Gimpam
Raja Aceh

:APA?! Jadi lewat jalan mana kita bisa menuju ke kerajaan Gasib?

Panglima 2 :Lebih baik kita bertanya pada penduduk kerajaan Gasib,Baginda


Raja Aceh

:Ya,Panglima. Kau benar. Ayo kita segera menyiapkan pasukan dan

langsung pergi ke Kerajaan Gasib


(Raja Aceh dan pasukannya pergi ke Kerajaan Gasib. Di tengah perjalanan mereka
bertemu dengan salah satu penduduk Kerajaan Gasib)

Panglima 2 :Sepertinya itu penduduk Kerajaan Gasib,Baginda (menunjuk ke arah


penduduk)
Raja Aceh

:Ya,benar. Mari kita segera kesana!

Panglima 1 :Hai,anak muda. Apakah benar kau penduduk negeri Gasib?


Penduduk

:Bb..enar,tuan. Siapakah gerangan tuan-tuan ini? Dan hendak kemana?

Panglima 2 :Kami dari Kerajaan Aceh hendak menuju ke negeri kalian. Tolong
tunjukkan kami jalan darat menuju Kerajaan Gasib!
Penduduk

:Hamba ttt.ttiddak ttahuu tutuan (tergagap-gagap)

Raja Aceh

:Benarkah itu? Bagaimana dengan ini? (mengibaskan segepok uang di

hadapan penduduk)
Penduduk

:Bbbbaiklah tuan. Ke arah sana ( menunjukkan arah)

Akhirnya Raja Aceh beserta pasukannya sampai di Kerajaan Gasib tanpa melewati
penjagaan Panglima Gimpam. Ia langsung menghancurkan seisi negeri tersebut.
Adegan 6
Raja Aceh

:Hahahaha! Akhirnya kita sampai disini,tanpa melewati penjagaan

Panglima Gimpam,hahaha! Semua pasukanku.ayo seraang!!!


(Penduduk Gasib yang melihat Pasukan Aceh menghancurkan negerinya segera
melapor kepada Raja Gasib)
Penduduk

:Baginda,pasukan Kerajaan Aceh telah memporak-porandakan negeri

kita,dan kini mereka menyerang halaman istana!


Raja Gasib

:Benarkah itu?

(Putri Kaca Mayang disekap oleh Panglima Aceh dan Ratu Gasib dibunuh)
Putri Kaca Mayang :AYAAAAH!!! Tolong aku!!
Panglima Aceh

:Diam kau!!

Ratu Gasib

:Putriku!!Aaargh!!! (Panglima Aceh menancapkan sebilah pisau di tubuh

Ratu Gasib)
Raja Gasib

:Putrikuu!!! Istrikuu!! (histeris)

Panglima Gimpam datang dari Kuala Gasib dan terkejut melihat seisi istana porakporanda dan melihat Ratu Gasib yang bersimbah darah
Adegan 7
Panglima Gimpam :Hah! Apa-apaan ini! Mengapa kerajaan bisa jadi porak-poranda?!
Kenapa Ratu Gasib meninggal dunia?!
Penduduk

:Ini akibat pasukan kerajaan Aceh,wahai panglima! Mereka menculik Putri

Kaca Mayang dan membunuh Baginda Ratu!


Panglima Gimpam :Apa?! Kurangajar sekali Raja Aceh itu! Akan kubalas kekalahan ini!
Aku harus bisa membawa Putri Kaca Mayang kembali kesini!(marah)
Penduduk

:Benar,Panglima. Sebaiknya panglima secepatnya menuju kesana agar

kondisinya tidak semakin parah!


Panglima Gimpam :Baiklah,aku akan segera kesana! Tolong jaga kerajaan ini selama
aku pergi!
Saat tiba di gerbang Kerajaan Aceh,Panglima Gimpam disambut oleh kedua Panglima
Aceh. Mereka menghadang Panglima Gimpam dan menantang Panglima Gimpam
berkelahi. Jika Panglima Gimpam menang,maka ia boleh menjemput Putri Kaca
Mayang,namun jika ia kalah,maka ia harus kembali ke Kerajaan Gasib dengan tangan
kosong,dan Putri Kaca Mayang harus tinggal di Kerajaan Aceh untuk selamanya

Adegan 8
Panglima Gimpam

: Akhirnya sampai juga aku disini (bergumam)

Panglima Aceh 2

: ( Tiba-tiba muncul dari belakang Panglima Gimpam)

Ha..ha.. ternyata kau telah sampai,Gimpam


Panglima Gimpam

: Ya,aku kesini untuk membalaskan dendamku atas

meninggalnya Yang Mulia Ratu Gasib. Aku ingin membawa pulang Putri Kaca Mayang
kembali ke kerajaan Gasib
Panglima Aceh 1

: Hahaha,baiklah. Kau bisa membawa pulang Putri Kaca

Mayang,asalkan kau berani bertarung dengan kami berdua. Taruhannya Putri Kaca
Mayang,jika kau menang kau bisa membawanya kembali,namun jika kau kalah,dia
harus tinggal disini selamanya
Panglima Aceh 2

:Benar,tapi aku yakin kau takkan menang,hahaha (nada

meremehkan)
Panglima Gimpam

:Baiklah,aku sanggupi tantangan kalian. Apapun

akan kulakukan demi Putri Kaca Mayang


(Panglima Gimpam dan kedua Panglima Aceh berkelahi)
Panglima Gimpam

:Bagaimana? Sudah jelas bukan,siapa yang memenangkan

pertarungan ini?
Raja Aceh

:Hmmkuakui kesaktianmu,Gimpam. Panglima,bawa

Putri Kaca Mayang kemari


(Panglima Aceh 1 membawa Putri Kaca Mayang ke hadapan Raja Aceh)
Putri Kaca Mayang

:Panglima,apakah kau datang untuk menjemputku?

Panglima Gimpam

: (berlutut memberi hormat)Ya,Putri. Aku datang untuk

menjemputmu
Raja Aceh

:Hahaha,kembalilah kalian ke Kerajaan Gasib. Aku terpaksa

merelakan kau,Kaca Mayang. Jika sewaktu-waktu kau berubah pikiran,kembalilah


kemari,hahaha (tertawa licik)

Panglima Gimpam

: TIDAK AKAN! Aku tidak akan membiarkan Putri Kaca

Mayang kembali kesini! Putri,ayo kita pulang


(Putri Kaca Mayang dan Panglima Gimpam meninggalkan Kerajaan Aceh)
Di tengah perjalanan,ternyata penyakit Putri Kaca Mayang kambuh. Nafasnya terasa
sangat sesak,saat itu juga angin sedang bertiup dengan kencangnya. Putri Kaca
Mayang pun meminta Panglima Gimpam untuk beristirahat sejenak
Adegan 9
Putri Kaca Mayang : Panglima,angini..ini sa..ngat ken..cang. Aku ttak bbissa
ber..na..fas la..gi..bbb..isaa..kkah..kita..bber..hen..ti sse..jjenaak?
Panglima Gimpam

: (cemas) Bb..baiklah putri,kita istirahat sebentar

Putri Kaca Mayang

: Tee..tee..ri..ma..kasih..pang..li..ma.. A..ku rasa u.murku t..tak

lama la..gi.. sam..pai..kan..per..mohonan maa..maafku ke..pa..da a..yaah


Panglima Gimpam

: Putri,bertahanlah! Tak lama lagi kita akan tiba di Kerajaan

Gasib
Putri Kaca Mayang

: Mmm..maaf..kan..a..ku..pangli..ma tt..te..ri..maka..sih..kau

mau mene..maa..ni..ak..aku sampai ak..hir ha..yat..ku (Menghembuskan nafas terakhir)


Panglima Gimpam

: PUTRI!!!!! (Histeris)

Panglima Gimpam

: (berbisik lirih) Seandainya kau tau,setulusnya aku

menyayangimu,Putri
Akhirnya,Panglima Gimpam membawa jasad Putri Kaca Mayang yang telah meninggal.
Sesampainya di kerajaan Gasib,jasad Putri Kaca Mayang disambut dengan kepiluan
dari seisi penghuni istana

Adegan 10

Panglima Gimpam

: Baginda,hamba datang membawa jenazah Putri Kaca

Mayang. Ia meninggal ditengah perjalanan kembali kesini


Raja Gasib

: Benarkah?! Tak mungkin! Tak mungkin putriku telah

meninggal dunia!
Panglima Gimpam
Raja Gasib

: Maafkan hamba,Baginda. Namun itulah kenyataannya


: Innalillahi wainalillahi rajiun..padahalpadahal..aku baru

berniat menjodohkanmu dengannya


Panglima Gimpam
Raja Gasib

: Ini takdir,Baginda
: Baiklah,kita harus segera memakamkannya. Sekarang

juga
Setelah Putri Kaca Mayang dimakamkan,Raja Gasib dilanda depresi berat karena
kehilangan putri semata wayangnya. Ia pun memutuskan untuk menyepi ke Gunung
Ledang
Raja Gasib
Panglima Gimpam
Raja Gasib

:Ya,Panglima. Kemarilah sebentar


:Baik,Baginda
:Kuserahkan mahkota Kerajaan Gasib padamu,kau

berhak menggantikanku sebagai pemimpin kerajaan ini (pergi meninggalkan kerajaan)


Panglima Gimpam

: (duduk di singgasana)

Akhirnya,Panglima Gimpam menggantikan posisi Raja Gasib. Namun karena


kesetiaannya kepada sang raja,ia pun ikut meninggalkan kerajaan itu dan membuka
perkampungan baru yang diberi nama Pekanbaru.

THE END