Anda di halaman 1dari 19

Thedolit

http://soutlearning-unnes.page.tl
Keterangan : theodoolit t0
1. Sekrup pengunci gerak vertikal 11. Nivo tabung
2. Sekruip okuler 12. Teropong
3. Teropong pembaca sudut vertikal 13. Sekrup obyektif
4. Sekrup gerak halus vertikal 14. Lensa pembaca sudut horisontal
5. Sekrup mikrometer 15. Sekrup bacaan sudut horisontal
6. Nivo kotak 16. Sekrup penyetel nivo tabung
7. Sekrup pengunci gerak horisontal 17. Sekrup tiga penyetel
8. Sekrup gerak halus horisontal
9. Handel magnet
10. Plat dasar

Keterangan :
1. Visir 11. Centring optis
2. Teropong 12. Sekrup gerak halus horisontal atas
3. Sekrup pengunci gerak vertikal 13. Sekrup gerak halus
pengunci atas
4. Sekrup okuler 14. Sekrup pengunci grk halus hz bwh
5. Kaca penerang 15. Sekrup gerak halus horisontal bwh
6. Teropong pembaca sudut 16. Lensa penerang
7. Sekrup obyektif 17. Nivo kotak

8. Sekrup gerak halus vertikal 18. Tribarch


9. Nivo tabung 19. Sekrup penyetel
10. Sekrup mikrometer 20. Statif
CARA-CARA PENYETELAN THEODOLIT:

Dirikan statif sesui dengan prosedur yang ditentukan.


Pasang pesawat diatas kepala statif dengan mengikatkan landasan peawat
dan sekrup pengunci di kepala statif.

Stel nivo kotak dengan cara:

Putarlah sekrup A,B secara bersama-sama hingga gelembung nivo bergeser


kearah garis sekrup C. (lihat gambar a)
Putarlah sekrup c ke kiri atau ke kanan hingga gelembung nivo bergeser
ketengah (lihat gambar b)
Setel nivo tabung dengan sekrup penyetel nivo tabung.
Bila penyetelan nivo tabung menggunakan tiga sekrup penyetel
(A,B,C), maka caranya adalah:
Putar teropong dan sejajarkan dengan dua sekrup A,B (lihat gambar a)
Putarlah sekrup A, B masuk atau keluar secara bersama-sama, hingga
gelembung nivo bergeser ke tengah (lihat gambar a)
Putarlah teropong 90 ke arah garis sekrup C (lihat gambar b)
Putar sekrup C ke kiri atau ke kanan hingga gelembung nivo bergeser ketengah.
Periksalah kembali kedudukan gelembung nivo kotak dan nivo tabung dengan
cara memutar teropong ke segala arah

Persyaratan pengoperasian theodolite :


Syarat syarat utama yang harus dipenuhi alat theodolite sehingga
siap dipergunakan untuk pengukuran yang benar adalah sbb :

1. Sumbu ke I harus tegak lurus dengan sumbu II / vertical ( dengan


menyetel nivo tabung dan nivo kotaknya ).
2. Sumbu II harus tegak lurus Sumbu I
3. Garis bidik harus tegak lurus dengan sumbu II (Sumbu II harus
mendatar).
4. Tidak adanya salah indeks pada lingkaran kesatu (kesalahan indek
vertical sama dengan nol.)
5. Apabila ada nivo teropong, garis bidik harus sejajar dengan nivo
teropong.
6. Garis jurusan nivo skala tegak, harus sejajar dengan garis indeks
skala tegak
7. Garis jurusan nivo skala mendatar, harus tegak lurus dengan sumbu
II ( Garis bidik tegak lurus sumbu kedua / mendatar).
Syarat pertama harus dipenuhi setiap kali berdiri alat (bersifat
dinamis), sedangkan untuk syarat kedua sampai dengan syarat kelima
bersifat statis dan pada alat-alat baru dapat dihilangkan dengan
merata-rata bacaan biasa dan luar biasa.
Fungsi dan Bagian Alat Ukur Teodolit :
Fungsi utama dari teodolit adalah sebagai alat untuk sudut,dalam
perkembangannya teodolit juga digunakan untuk menentukan jarak
dan mencari beda tinggi antara dua titik.
Fungsi bagian-bagian alat ukur :
1. Pembantu visir, berfungsi untuk membantu pembidikan yaitu
membantu mengarahkan teropong ke target.
2. Klem Sumbu II, berfungsi untuk pengunci sumbu II.
3. Lensa obyektif, berfungsi untuk menangkap bayangan obyek /
target.
4. Sumbu II, berfungsi sebagai poros perputaran teropong terhadap
sumpu putar horizontal.
5. Nivo teropong, berfungsi membantu mendatarkan teropong.
6. Ronsel lensa tengah, berfungsi memperjelas bayangan yang
ditangkap oleh lensa obyektif.
7. Reflektor sinar, berfungsi untuk menangkap cahaya dan
memantulkannya ke mikroskop pembacaan lingkaran horisontal,
sehinga bisa terbaca.
8. Mikroskop bacaan lingkaran horisontal A, berfungsi sebagai tempat
pembacaan arah horizontal.
9. Klem horisontal, berfungsi sebagai klem pembuka atau pengunci
lingkaran horizontal.
10. Ronsel gerak halus limbus, berfungsi menggerakkan limbus dengan
perlahan pada saat klem limbus dikunci (membantu menepatkan

bidikan ke target).
11. Sekrup penyetel ABC, berfungsi untuk menyeimbangkan nivo kota
guna mempercepat pembuatan sumbu I vertikal.
12. Plat dasar, sebagai plat penyangga seluruh bagian alat.
13. Kepala statif, sebagai tempat meletakkan plat dasar alat.
14. Sekrup koreksi nivo aihidade vertikal, sekrup yang digunakan untuk
menyeimbangkan nivo alhidade vertikal.
15. Nivo alhidade vertikal, sebagai indikator untuk mencari kesalahan
indek vertikal.
16. Tabung sinar, membantu menyinari Iingkaran vertikal.
17. Alhidade vertikal, sebagai alat pembacaan arah vertikal.
18. Mikroskop pembacaan Iingkaran vertikal, tempat pembacaan
Iingkaran vertikal.
19. Ring pelindung diafragma, berfungsi sebagai pelindung diafragma.
20. Lensa okuler, sebagai lensa pengamat saat menepatkan target.
21. Mikroskop bacaan Iingkaran horisontal B, fungsi samadengan
nomor 8.
22. Sekrup gerak halus vertikal (teropong), berfungsi menggerakkan
teropong arah vertikal secara perlahan pada saat klem teropong
dikunci.
23. Sekrup koreksi nivo aihidade horisontal, berfungsi
menyeimbangkan nivo Alhidade horizontal.
24. Nivo alhidade horisontal, sebagai indikator pada saat membuat
sumbu I Vertikal.
25. Sekrup gerak halus horisontal, berfungsi menggerakkan teropong
arah horisontal dengan perlahan pada saat klem horisontal dikunci.
26. Kaki statif, sebagai penyangga statif dan alat dimana tinggi
rendahnya dapat disesuaikan dengan pemakai.
27. Penggantung unting-unting, sebagai tempat menggantungkan
unting-unting pada saat melakukan sentering.
28. Baut instrumen, berfungsi untuk mengunci alat pada statif agar
tidak mudah Iepas.

syarat alat ukur Theodolite


Syarat pemakaian alat ukur theodolite adalah kondisi-kondisi yang harus
dipenuhi sebelum alat tersebut digunakan untuk pengukuran, agar data yang
dihasilkan terbebas dari kesalahan sistematis. Adapun syarat-syaratnya adalah :

Sumbu I Vertikal
Sumbu II Tegak Lurus Sumbu I

Garis bidik tegak lurus Sumbu II

Kesalahan Indeks Vertikal = 0

Mengatur Sumbu I Vertikal

Letakkan theodolit di atas statif yang telah didirikan dalam keadaan


mendatar dan baut instrumen diputar tepat pada lubang drat.
Mengatur nivo kotak : Membawa gelembung nivo dari kedudukan 1 ke
kedudukan 2 dengan memutar sekerup A dan B bersama-sama ke arah luar
atau ke arah dalam.
Kemudian gelembung dibawa ke posisi 3 dengan memutar sekerup C.
Kedudukan gelembung diteliti atau dicek dengan memutar alat ke
sembarang kedudukan. Jika gelembung nivo tetap ditengah-tengah berarti
sumbu I telah vertikal dan lanjutkan dengan pengaturan nivo tabung.

Menyeimbangkan Nivo Tabung pada piringan vertikal:

Gunakan klem penyeimbang nivo tabung ke kiri atau ke kanan sampai


kedudukan menjadi seimbang.
Putar alat ke sembarang arah, cek kedudukan nivo tabung. Apabila telah
seimbang maka dapat dilakukan pengukuran.
Tujuan penyeimbangan Nivo Tabung agar garis arah yang melalui titik nol
skala vertikal sejajar dengan garis arah nivo tabung

Catatan :

Kedua kegiatan tersebut merupakan pengaturan sesaat, artinya setiap kali


alat berdiri di lain tempat maka harus dilakukan pengaturan yang sama
seperti yang dilakukan di atas.
Pengaturan tetap maksudnya, setelah alat dilakukan pengaturan tetap maka
setiap alat berdiri di lain tempat maka pengaturan ini tidak perlu
dilakukan. Pengaturan tetap harus selalu dikontrol dalam kurun waktu
tertentu untuk mengecek layak tidaknya alat digunakan ataupun disebut
dengan proses kaliberasi alat.

Beberapa Pengaturan Tetap


Sumbu II tegak lurus dengan sumbu I

Kesalahan sumbu II tidak tegak lurus dengan sumbu I hanya terjadi pada
alat ukur theodolit tipe lama, pada alat theodolit tipe wild T0 yang kita
punya, apabila sumbu I vertikal dan nivo tabung telah diseimbangkan
maka otomatis sumbu II telah tegak lurus dengan sumbu I karena memang
sudah didesain oleh pabrik sendiri.

Pada tipe lama sumbu II dilengkapi dengan sekerup penyangga dan


sekerup koreksi sumbu II yang berfungsi untuk mengoreksi agar sumbu II
tegak lurus sumbu I.

Garis Bidik Tegak lurus Sumbu II

Arahkan teropong pada obyek tertentu, misalkan titik P1, dengan teropong
pada kedudukan biasa (B), dengan bantuan visir. Setelah mendekati maka
kunci dengan klem horisontal dan klem sumbu II. Gunakan sekerup
penggerak halus vertikal dan penggerak halus horisontal untuk
menempatkan pas di P1. Catat bacaan lingkaran horisontal.
Ubah teropong pada keadaan luar biasa (LB), lalu bidik kembali ke titik
P1. Catat kembali bacaan lingkaran horisontal.
Apabila terjadi kesalahan dapat dilihat dengan rumus sebagai berikut :

a = 90 (B LB)/2

Lakukan koreksi pada mikroskop dengan cara memutar sekerup penggerak


halus horisontal ditambah atau dikurangi a pada posisi terakhir.
Akibat penambahan atau pengurangan sebesar a tersebut maka garis
kolimasi (garis bidik) sudah tidak mengarah pada titik P1 lagi. Maka garis
kolimasi harus diarahkan kembali ke titi P1 dengan memutar sekerup
koreksi diafragma kiri dan kanan dengan memutar dengan menggunakan
pen koreksi.
Arahkan teropong pada kedudukan biasa (B), lalu bidik lagi titik P1 dan
cari nilai a. Apabila a = 0 atau mendekati nol maka percobaan dianggap
telah seslesai, tetapi bila nilai a masih besar, ulangi dengan cara yang sama
sampai a = 0.

Menghilangkan Kesalahan Index Vertikal

Arahkan teropong pada titik yang telah ditentukan misal A1, pada
kedudukan biasa (B). catat pembacaan lingkaran vertikalnya.
Ubah teropong pada posisi luar biasa (LB). Catat pembacaan vertikalnya.
Lakukan koreksi dengan menambahkan atau mengurangi pembacaan
terakhir dengan menggunakan sekerup penggerak halus vertikal sebesar p,
dimana :

p = 180 (B + LB)/2

akibat penambahan atau pengurangan tersebut maka garis bidik akan


bergeser. Karena itu garis bidik harus diarahkan kembali ke titik A dengan
cara memutar sekerup koreksi diafragma atas bawah. Bisa juga dengan

menyeimbangkan kembali nivo alhidade vertikal (nivo tabung) yang


menjadi tidak seimbang akibat penambahan tadi.
Lakukan langkah-langkah di atas secara berulang-ulang sampai didapatkan
p = 0 atau p mendekati nol.

Catatan :
Apabila alat digunakan di lapangan dan belum dicek pengaturan tetapnya, maka
sebaiknya pembacaan ukuran sudut dilakukan dengan mencatat data lebih banyak
yaitu pada keadaan teropong biasa (B) dan teropong luar biasa(LB). Sehingga
sudut akhir didapat dengan meratakan bacaan luar biasa dan luar biasa. Hal ini
dapat menghilangkan kesalahan sistematis yang diakibatkan tidak dilakukannya
pengaturan tetap.
odolit atau Theodolite adalah suatu alat yang digunakan dalam teknik sipil
bangunan yang dirancang khusus untuk mengukur sudut yakni sudut tegak yang
disebut sudut vertical dan sudut mendatar yang disebut sudut horizontal. Sudut
sudut tersebut sangat penting dalam menentukan jarak tegak dan jarak mendatar di
antara 2 buah titik lapangan.
Seseorang yang ingin menggunakan theodolit tentu harus sudah tahu cara
penggunaan theodolit. Berikut ini langkah langkah menggunakan theodolit.

Letakkan pesawat di atas kaki tiga dan ikat dengan baut. Setelah pesawat
terikat dengan baik pada statif, pesawat yang sudah terikat tersebut baru
diangkat dan Anda dapat meletakkannya di atas patok yang sudah diberi
paku

Tancapkan salah satu kaki tripod dan pegang kedua kaki tripod lainnya.
Kemudian lihat paku dibawah menggunakan centring. Jika paku sudah
terlihat, kedua kaki tripod tersebut baru diletakkan di tanah.

Setelah statif diletakkan semua dan patok beserta pakunya sudah terlihat,
ketiga kaki di statif baru diinjak agar posisinya menancap kuat di tanah
dan alat juga tidak mudah goyang. Kemudian, lihat paku lewat centring.
Jika paku tidak tepat, kejar pakunya dengan sekrup penyetel. Kemudian,
lihat nivo kotak. Jika nivo kotak tidak berada di tengah maka alat
posisinya miring. Untuk mengetahui posisi alat yang lebih tinggi, lihat
gelembung pada nivo kotak. Jika nivo kotak berada di timur, posisi alat
tersebut akan lebih tinggi di timur sehingga kaki sebelah timur dapat
dipendekkan.

Setelah posisi gelembung di nivo kotak berada di tengah,alat sudah dalam


keadaan waterpass namun masih dalam keadaan kasar. Cara
mengaluskannya, gunakan nivo tabung. Di bawah theodolit terdapat 3
sekrup penyetel. Sebut saja sekrup A, B, dan C. Untuk menggunakan nivo

tabung sejajarkan nivo tabung dengan 2 sekrup penyetel. Misalnya sekrup


A dan B. Kemudian, lohat posisi gelembungnya. Jika tidak di tengah,
posisi alat berarti masih belum level dan harus ditengahkan. Setelah nivo
tabung berada di tengah baru kemudian diputar 90 derajat atau 270 derajat
dan nivo tabung bisa ditengahkan dengan sekrup C. Setelah ada di tengah,
berarti posisi kotak dan nivo tabung sudah sempurna

Lihat centring. Jika paku sudah tepat di lingkaran kecil, maka alat sudah
tepat di atas patok. Tetapi jika belum, alat harus digeser terlebih dahulu
dengan mengendorkan baut pengikat yang terdapat di bawah alat ukur.
Geser alat agar tepat berada di atas paku namun jangan diputar karena jika
diputar dapat mengubah posisi nivo.

Setelah posisi alat tepat berada di atas patok, pengaturan nivo tabung perlu
diulangi seperti langkah di atas agar posisinya di tengah lagi.

Setelah selesai, tentukan titik acuan yaitu 00000 dan jangan lupa
mengunci sekrup penggerak horizontal.

Nyalakan layar dengan tombol power. Kemudian setting sudut horizontal


pada 00000 dan tekan tombol [0 SET] dua kali. Tekan tombol [V/%]
untuk menampilkan pembacaan sudut vertikal.

Sekarang, Theodolite sudah siap untuk digunakan dan Anda bisa mulai bekerja
dengan alat ini.

Waterpass
http://mymindmyown.blogspot.com
Fungsi bagian-bagian waterpass

Penjelas bayangan
:
berfungsi untuk memfokuskan bayangan dan memperjelas obyek yang dibidik.
Sekrup pengungkit
:
berfungsi untuk menggerakkan teropong secara vertikal dengan terbatas
Klem horizontal
:
berfungsi untuk mengunci perputaran alat arah horisontal
Penggerak halus horizontal:

berfungsi untuk menggerakkan waterpass pada arah horisontal secara halus


setalah klem aldehide horisontal dikunci agar kedudukan benang pada alat tepat

pada obyek yang dibidik.


Penutup nivo
:
berfungsi untuk melindungi nivo tabung
Lensa Okuler
:
berfungsi untuk mengamati objek yang dibidik
Lensa obyektif
:
berfungsi untuk menerima obyek yang dibidik.
Plat dasar
:
berfungsi sebagai tempat landasan alat di atas statif
Sekrup ABC
:
berfungsi untuk mengatur kedataran pesawat (sumbu I vertikal).
Uruturutanpelaksanaandaripengukuranwaterpassadalahsebagaiberikut:
PengukuranWaterpassMemanjang:

1.Menentukantitikawalpengukuransertatitiktetap(BanchMark)yangdigunakan.
2. Memberi tanda pada titik awal tersebut dengan menggunakan paku dan cat
sebagaititikP1.
3. MenentukantitikAyangberjarak25meterdidepantitikP1,dantitikP2yang
berjarak25meterdidepantitikAdanseterusnyadenganmemberitandadengan
cathinggatitikterakhir,yaitutitikP11sejauh500mdarititikawal.
4. MendirikantripodtepatdiatastitikP1danmeletakkanalatukurwaterpassdiatas
tripodtersebutdenganmenyekrupbagianbawahnya.
5. MemasangUntinguntingdanmengusahakanagaruntinguntingtersebuttepat
menunjukketitikP1.
6. Mengatur sekrup pengungkit agar gelembung nivo terletak di tengahtengah
tabung.
7. Setelah nivo dalam keadaan seimbang, bak diletakkan di titik BM kemudian
ditembakdarititikP1tersebut(usahakanletakbakvertikal)
8. Kemudian benang horisontal dibaca oleh pengamat dan hasilnya dicatat oleh
pencatatsecaratelitiagarmemenuhiduarumuswaterpass,yaitu:d=100x(BA
BB)dan2xBT=BA+BB.Jikahasilpembacaantidakmemenuhirumusdiatas,
pembacaanrambuukurdiulangkembali.

9. SetelahtitikBMdiukur,waterpasdipindahkanketitikAkemudiantitikP1dan
P2 ditembak/diukur. Setelah itu alat dipindahkan ke titik B untuk
penembakan/pengukuranketitikP2danP3,danseterusnyahinggatitikterakhir
yaitutitikJdanmelakukanpenembakankembaliketitikawaluntukbacaanpulang
hinggatitikA.
10. Melakukan penghitungan dankesalahan yangdiperbolehkan. Jikaselisihbeda
tinggiantarapengukuranpergidenganpengukuranpulangmelampauikesalahan
ynagdiijinkan,makaPengukuranharusdiulangkembali.

http://www.belantaraindonesia.org
Kompas adalah alat yang berfungsi untuk menunjukkan arah mata
angin. Dan bagi para petualang, haruslah mengetahui dengan benar
tentang kompas dan kinerjanya. Bahwasannya, dengan mengetahui
dan bisa membaca peta dengan arah kompas, maka kemungkinan
akan tersesat menjadi semakin kecil. Penting sebenarnya bagi
penggiat alam bebas, tetapi banyak yang belum menggunakannya.

Bagian - bagian penting dari Kompas :


1. Dial, adalah permukaan Kompas dimana tertera angka derajat dan
huruf mata angin.
2. Visir, adalah lubang dengan kawat halus untuk membidik sasaran.
3. Kaca Pembesar, digunakan untuk melihat derajat Kompas.
4. Jarum Penunjuk adalah alat yang menunjuk Utara Magnet.
5. Tutup Dial dengan dua garis bersudut 45o yang dapat diputar.
6. Alat Penyangkut adalah tempat ibu jari untuk menopang Kompas
saat membidik.

Cara Mempergunakan Kompas :


1. Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, setelah jarum
Kompas tidak bergerak maka jarum tersebut dan menunjukkan ARAH
UTARA MAGNET
2. Bidik sasaran melalui Visir, melalui celah pada, kaca pembesar,
setelah itu miringkan kaca pembesar kira - kira bersudut 50o dengan
kaca dial.
Kaca pembesar tersebut berfungsi sebagai :
a. Membidik ke arah Visir, membidik sasaran.
b. Mengintai derajat Kompas pada Dial.
3. Apabila Visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca
pembesar, luruskan garis yang terdapat pada tutup Dial ke arah Visir,
searah dengan sasaran bidik agar mudah terlihat melalui kaca
pembesar
4. Apabila sasaran bidik 30o maka bidiklah ke arah 30o. Sebelum
menuju sasaran, tetapkan terlebih dahulu Titik sasaran sepanjang jalur
30o. Carilah sebuah benda yang menonjol / tinggi diantara benda lain
disekitarnya, sebab route ke 30o tidak selalu datar atau kering,
kadang-kadang berbencah-bencah. Ditempat itu kita Melambung
( keluar dari route ) dengan tidak kehilangan jalur menuju 30 derajat.
5. Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih
dahulu Sasaran Balik ( Back Azimuth atau Back Reading ) agar kita

dapat kembali kepangkalan apabila tersesat dalam perjalanan.


Total Station
http://geofisika.upnyk.ac.id
1.2 Set Up Instruments
Sebelum malakukan pengukuran kita harus melakukan Set up alat terlebih
dahulu,langkahnya adalah :
1. Dirikan alat TS di titik STN (titik tempat berdiri alat,Misal titik 2) dan
lakukan centering dengan mengatur nivo kotak dan nivo tabung sampai
seimbang.
2. Dirikan prisma poligon masing-masing pada titik 1 (untuk backsight=BS)
dan titik 3 (untuk Foresight=FS), kemudian lakukan centering, Langkah
centering sama dengan waktu centering dengan alat TS
3. Total station siap digunakan untuk melakukan pengukuran
NOTE :
- Ulangi langkah tersebut diatas jika kita pindah ke station berikutnya
Langkah-langkah pengukuran/pengambilan data akan dibahas pada
selanjutnya
1.3 Setting Instruments
Ada beberapa setting yang perlu dilakukan sewaktu kita akan melakukan
pengukuran :
1. Setting Job
Setting ini diperlukan sewaktu kita akan setting seperti : skala factor, Temperatur
dan pressure,Sudut, Jarak dan sebagainya, Setelah kita buat JOB, akan ada
pilihan untuk masuk ke menu sett.
Untuk masuk ke manu setting tekan tombol MSR2
Sett prematur yang sesuai dengan menekan tombol navigator kanan/kiri
Untuk pindah baris tekan navigasi ke bawah atau tombol ENT

Berikut Parameter yang perlu untuk di setting :

- Scale parameter yang perlu untuk diSetting : 1.000000


T-P corr (temperatur dan pressure) : ON (koreksi temperatur & tekanan aktif)
OFF (temperatur dan tekanan tidak aktif)
Sea level : ON
C & R Corr : 0.132
Angle : DEG
Distance : Meter
Temp : ` C
Press : mmHg
VA Zero : Zenith
AZ Zero : North
Order : NEZ/ENZ
HA : Azimuth

Seting ini cukup dilakukan sekali karena akan tetap tersimpan meskipun
alat dimatikan

Setting ini juga bisa dilakukan dari MENU (tombol menu) Setting (nomor
3)

2. Setting Measurements
Setting ini digunakan untuk melakukan setting seperti : target, konstan prisma
dan lain-lain. Dengan adanya dua tombol MSR (MSR1 dan MSR2)
Memungkinkan kita untuk setting dua mode pengukuran yang berbeda, misal
MSR1 untuk yamg non prisma dan MSR2 untuk yang prisma.
Langkahnya :
- Tekan tombol MSR dan tahan beberapa saat, sehingga akan muncul :
Keterangan :
a. Target : N-Prisma (reflectorless)
Prisma (untuk pakai reflector)
b. Const : Isikan sesuai dengan kostan prisma (misal : 0mm, 30mm, dsbnya)
c. Mode : Precise / Normal
d. Ave : 1 99
Rec mode : MSR only (hanya mengukur, data tdk disimpan)
Confirm (ada pertanyaan data mau disimpan/tidak)
All (mengukur dan data otomatis langsung
Perlu diperhatikan juga adalah setting constan prisma,karena jika kita tidak
memasukan nilai konstan prisma yang tidak sesuai maka hasil pengukuran yang

kita lakukan juga tidak tepat, Untuk itu perlu diperhatikan jika kita mau melakukan
pengukuran, maka kita pastikan bahwa nilai konstanta prismanya sudah selesai.
Contoh setting konstanta prisma :
- konstanta Prisma = o ( nol )
Maka kita isikan juga :
Target : kita pilih prisma
Const : kita masukan 0 (nol)
Demikian juga jika konstan prismanya adalah -30mm,maka kita isikan dengan
-30mm

GPS
http://sumberdayaskripsi.blogspot.com

Langkah-langkah menggunakan GPS Garmin Seri 76CSx.


1. Pemasangan Baterai
76CSx dioperasikan dengan 2 baterai jenis AA, yang dipasang
dibagian belakang GPS. Untuk memasang baterai, buka bagian tutup
baterai dengan memutar kunci D pada bagian belakang GPS
seperempat putaran berlawanan arah jarum jam. Masukkan baterai
dengan memperhatikan polaritas yang telah ada. Tutup kembali tutup

baterai dengan memutar kunci D seperempat putaran searah jarum


jam.
2. Langkah Pertama
Sebelum anda dapat benar-benar menggunakan 76CSx untuk
navigasi, pertama anda harus menentukan posisi pasti anda saat ini.
Untuk melakukan ini, bawalah 76CSx anda keluar ke tempat terbuka
yang cukup luas. Tekan dan tahan tombol POWER untuk menyalakan
GPS anda akan melihat halaman muka selama beberapa detik sebelum
76CSx melakukan pengujian secara otomatis, diikuti dengan halaman
satelit. 76CSx memerlukan sekurang-kurangnya 3 sinyal satelit yang
kuat untuk mementukan posisi anda.
3. Lampu Layar Dan Tingkat Kejelasan Gambar
Untuk menyalakan lampu layar, tekan dan kemudian lepaskan
tombol POWER pada layar. Lampu layar sudah ditentukan untuk
menyala selama 30 detik untuk menghemat tenaga baterai. Untuk
menyesuaikan tingkat kejelasan gambar pada layar tekan dan
kemudian lepaskan tombol POWER, kemudian tekan tombol DOWN
untuk membuat layar lebih gelap, dan tekan tombol UP untuk
membuat layar lebih terang.
4. Memilih Halaman
Semua informasi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan
76CSx dapat ditemukan dalam enam halaman utama (layar tampilan).
Halaman-halaman ini antara lain Satelit, Trip Computer, Peta,
Compas, Altimeter dan Main Menu. untuk memilih halamanhalaman tersebut tekan tombol PAGE sampai anda menemukan
halaman yang di inginkan.

5. Menentukan Waypoint
Waypoint adalah lokasi dimana anda dapat mengeplot
(menyimpan dalam memori) sebagai arah untuk navigasi nantinya.
Untuk menentukan waypoint adalah dengan cara :
Tekan tombol ENTER sampai halaman mark waypoint muncul.
Gantilah waypoint name dan waypoint symbol sesuai keinginan anda,
dengan cara menekan enter pada waypoint name dan symbol,
kemudian gantilah waypoint name dan symbol sesuai keinginan anda.
Setelah semua selesai pilih OK lalu tekan ENTER.
6. Cara membuat Track
Untuk membuat trek adalah dengan cara sebagai berikut:
Tekan tombol MENU dua kali > pilih Track
Pilih clear (apabila precentage of memori in use belum 0 %) > tekan
ENTER. Kemudian akan muncu konfirmasi dan pilih OK
Setelah track menjadi 0% maka, track baru siap digunakan.
Untuk membuat track baru adalah dengan memilih ON > tekan
ENTER.
Setelah track selesai maka simpanlah dengan cara memilih SAVE >
tekan ENTER.
7. Cara membuat Route
Cara membuat route adalah sebagai berikut:
Tekan MENU dua kali > Routes.
Pilih New>< Pilih Next Point>.
Gunakan Menu Find untuk memilih Route Waypoint dari salah satu
dari Find groups.

waypoint yang akan digunakan yang akan digunakan di Recent Finds /


Waypoints / Cities / Geocache / Marine > pilih waypoint yang anda
inginkan kemudian ENTER dan pilih Use > tekan ENTER. (dan
begitu terus sampai seluruh waypoint yang anda butuhkan semua ada)
Pilih Navigate > tekan ENTER
Pilih Follow Road (jika rute tersebut di buat mengikuti jalan) atau Off
Road (jika rute yang di buat tidak mengikuti jalan)
8. Menghitung Luas Area Menggunakan Garmin GPSMap 76csx
GPSMap 76CSx sangat cocok digunakan untuk Anda yang
sering mengerjakan pengukuran di lapangan, seperti pengukuran lahan
pertanian, pertanahan, pertambangan, dll.
Berikut langkah-langkahnya :
Nyalakan GPS 76CSx Anda dan tunggu sampai sinyal satelit terhubung
dengan GPS, jika indikator sinyal satelit sudah muncul dan
posisi/koordinat sudah ada berarti GPS sudah siap digunakan.
Secara default fitur/halaman menghitung luas belum ada di GPS Anda,
untuk itu halaman harus di setting manual dengan cara :
a. Tekan tombol MENU 2 kali, akan muncul halaman menu utama,
setelah itu pilih SETUP.
b. Tekan tombol ENTER
c. Pilih Page Sequence lalu ENTER,
d. Muncul halaman tambah halaman, tekan tombol Rocker bawah
sampai ke pilihan Add Page lalu ENTER. Pilih Area Calculation
dan akhiri dengan tombol ENTER.

Setelah penambahan halaman sudah dilakukan, langkah selanjutnya


yaitu tekan tombol PAGE beberapa kali sampai muncul halaman Area
Calculation.
Tekan Tombol Start di halaman Area Calculation, setelah Anda
ENTER tombol Start berubah menjadi tombol Stop, jika demikian
berarti GPS sudah siap digunakan untuk menghitung Luas Area.
Silahkan anda berjalan di area yang akan dihitung luasnya, dari titik A
(mulai) sampai kembali ke titik A lagi (akhir).
Setelah mengelilingi area yang diukur, lalu Anda tekan tombol Stop.
Dibawah tombol Stop akan muncul hasil dari perhitungan area
tersebut.
Dihalaman selanjutnya akan muncul keterangan dari hasil kalkulasi
area, seperti :
a. Name (anda bisa mengganti nama yang Anda inginkan dengan
menekan tombol Rocker ke atas sampai ke field Name,
b. ENTER dan isi nama sesuai yang Anda inginkan), selain informasi
Name ada juga informasi Distance (jarak), Area, dan Color (warna).
Setelah itu Anda tekan tombol OK untuk menyimpan hasil
pengukuran.
Gambar. Halaman peta dari Area Calculation dan Halaman Area
Calculation.
Catatan : Pengukuran luas area menggunakan GPS Garmin sangat
tidak disarankan karena akurasi GPS Garmin sekitar 5 - 15 meter,
untuk pengukuran yang lebih akurat Anda bisa menggunakan GPS
tipe Pemetaan atau GPS Geodetik yang akurasinya bisa mencapai
5mm - 10mm.

9. Cara Memasukkan Titik ke Google Earth


Langkah-langkah memasukkan titik ke dalam Google Earth :
1. Membuka Aplikasi google Earth, setelah Aplikasi terbuka, pilih

Add yang berada di deretan Menu > pilih Placemark / Ctrl +


Shift + P.
Setelah muncul Google Earth New Placemark >
Masukkan koordinat yang tempat yang akan di
masukkan mulai dari Zone, Easting, Northing ( Jika
Koordinatnya UTM) > ubahlah nama yang pada tempat
yang anda inginkan, misal Prodi P. Geografi > setelah
semua selesai pilih OK maka akan muncul seperti pada
gambar di bawah ini.