Anda di halaman 1dari 15

Nama

: Aris Margono
Prog/jur/smt : S1 Manajemen/V
NIM
: 07120106
STIE PERTIWI 2009
Tugas Makalah Manajemen Koperasi
ANALISIS PERANAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
PADA KOPERASI KARYAWAN PT. OMI (Omron Manufacturing of Indonesia)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang dan Masalah
Koperasi sebagai badan usaha dapat melaksanakan kegiatan di segala bidang
kehidupan ekonomi, dengan memperhatikan bahwa usaha tersebut adalah usaha yang
berkaitan dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraannya.
Dalam pasal 43 ayat 1 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian
disebutkan bahwa usaha koperasi adalah usaha yang berkaitan langsung dengan
kepentingan anggota untuk meningkatkan usaha dan kepentingan anggota, penjelasannya
menyebutkan bahwa Usaha koperasi terutama diarahkan pada bidang usaha yang
berkaitan langsung dengan kepentingan anggota, baik untuk menunjang usaha maupun
kesejahteraannya. Dalam hubungan ini maka pengelola usaha koperasi harus dilakukan
secara produktif, dan efisien dalam arti koperasi harus mempunyai kemampuan untuk
mewujudkan pelayanan usaha yang dapat meningkatkan nilai tambah dan manfaat yang
sebesar-besarnya pada anggota dan tetap mempertimbangkan untuk memperoleh sisa
hasil yang wajar. Untuk mencapai kemampuan usaha tersebut diatas, maka koperasi
dapat berusaha secara luwes baik ke hulu maupun ke hilir serta berbagai jenis usaha
lainnya yang terkait. Adapun mengenai pelaksanaan usaha koperasi dapat dilakukan
dimana saja, baik di dalam maupun luar negeri dengan mempertimbangkan kelayakan
usahanya. Lapangan usaha koperasi merupakan perwujudan dari peran dan fungsi
koperasi dalam menunjang usaha manapun kesejahteraan anggota adalah lapanganlapangan usaha koperasi yang melayani langsung kepentingan-kepentingan anggota
koperasi., sedangkan lapangan usaha yang secara tidak langsung menunjang usaha
maupun kesejahteraan anggota adalah lapangan usaha yang tidak langsung melayani
kepentingan ekonomi anggota koperasi, tetapi hasil-hasil usahanya semata-mata demi
menunjang usaha maupun kesejahteraan anggota. Karena itu hasil akhir dari keberhasilan
koperasi terletak pada penciptaan nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi
anggota.
Dalam pasal 43 ayat 2 Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang
Perkoperasian disebutkan bahwa kelebihan kemampuan pelayanan koperasi dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bukan anggota koperasi dan
dalam penjelannya disebutklan yang dimaksud dengan kelebihan kemampuan usaha
koperasi adalah kelebihan kapasitas dana dan daya yang dimiliki oleh koperasi untuk
melayani anggotanya. Kelebihan kapasitas tersebut oleh koperasi dimanfaatkan untuk
berusaha dengan tujuan untuk mengoptimalkan skala ekonomi dalam arti memperbesar
volume usaha dan menekan biaya per unit yang memberikan manfaat yang sebesarbesarnya kepada anggotanya serta serta untuk memasyarakatkan koperasi. Anggota
koperasi memmberikan modal dan berpartisipasi dalam pembiayaan koperasi. Karena itu
koperasi harus mampu mendayakan modal dan pendapatnya secara efisien agar beban
anggota ringan. Minimalisasi biaya antara lain berhubungan dengan penepatan skala
usaha yang ekonomis yang dicerminkan dari biaya per unit pelayanan yang terendah.
Dapat terjadi bahwa karena penetapan skala usaha, maka koperasi harus menetapkan
skalausaha yang melebihi besarnya kebutuhan pelayanan yang sebenarnya diperlukan
1

oleh para anggotanya. Apabila kapasitas pelayanan koperasi hanya disesuaikan dengan
jumlah kebutuhan anggota saja, maka akan terjadi biaya per unit pelayanan akan makin
tinggi. Kelebihan kapasitas itulah yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi untuk
bertraksaksi dengan bukan anggota. Pelayanan koperasi terhadap bukan anggota harus
digunakan untuk menunjang, memperkuat dan memperluas pelayanan langsung bagi
anggota koperasi. Dengan demikian, pemanfaatan kelebihan kapasitas tidak merugikan
kepentingan anggota, bahkan sebaliknya justru akan meningkatkan nilai tambah dan
manfaat koperasi bagi anggota, bukan saja dalam rangka menarik minat bukan
anggotauntuk menjadi anggota koperasi, melainkan juga dalam rangka menunjang
koperasi dalam meningkatkan kondisi perekonomian anggotanya.
Sedangkan dalam pasal 43 ayat 3 Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang
perkoperasian disebutkan bahwa Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan
utama di segala bidang kehidupan ekonomi rakyat dan dalam penjelasannya berbunyi
agar koperasi dapat mewujudkan fungsi dan perannya, maka koperasi melaksanakan
usaha di segala bidang kehidupan ekonomi dan berperan utama dalam kehidupan
ekonomi rakyat. Yang dimaksud dengan kehidupan ekonomi rakyat adalah semua kegitan
ekonomi yang dilaksanakan dan menyangkut kepentingan orang banyak.
Sebagai badan usaha yang melaksanakan kegiatan di bidang ekonomi, koperasi
harus mengikuti dan menjalankan semua hukum, norma, kaidah dan peraturan
perundang-undangan dibidang ekonomi, seperti badan usaha lainnya. Dengan demikian
setiap usaha yang dijalankan koperasi tunduk pada peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Manajemen merupakan salah satu bagian penting dari organisasi koperasi.
Berhasil tidaknya suatu koperasi sangat tergantung pada mutu dan kerja dalam bidang
manajemennya. Apabila orang-orang manajemen itu memiliki kejujuran, kecakapan dan
giat dalam bekerja maka besarlah kemungkinannya koperasi akan maju pesat atau
setidak-tidaknya tendensi untuk terjadinya kebangkrutan akan mudah ditanggulangi.
Tetapi sebaliknya, orang-orang ini tidak cakap, curang atau tidak berwibawa tentulah
koperasipun akan mundur atau tidak semaju seperti yang diharapkan.
Kita sering melihat, terjadinya kesulitan-kesulitan dalam soal keuangan, soal
yang menarik perhatian anggota pada koperasi, pemasaran barang-barang, organisasi
yang kacau dan sebagainya. Kesulitan-kesulitan semacam ini pangkal persoalannya
karena ketidakberesan pada manajemen.
Manajemen memang bukanlah satu-satunya unsur yang menentukan gagal
tidaknya suatu usaha, tetapi bagaimanapun orang-orang yang duduk dalam manajemen
ini mempunyai peranan penting. Lebih-lebih dalam organisasi yang bukan kumpulan
modal uang melainkan kumpulan orang-orang. Sehingga dari sekian banyak koperasi
yang gagal banyak diantara yang disebabkan oleh kekacauan dalam bidang manajemen.
Manajemen ialah suatu usaha mencapai suatu tujuan yang kegiatannya dilakukan
dengan bantuan tenaga orang lain. Jelas bahwa manajemen sumber daya manusia yang
identik dengan manajemen itu sendiri.
Demikian penting kedudukan manusia dalam suatu usaha, sehingga sebagian
besar waktu dan tenaga pengusaha dalam menghadapi masalah usaha adalah terutama
dicurahkan kepada masalah-masalah manusiawi karyawannya.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan pada Latar Belakang Masalah diatas, maka perumusan masalah dalam
penulisan makalah ini adalah Analisis Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia pada
Koperasi Karyawan PT. OMI
1.3 Tujuan Penulisan Dan Kegunaan Penulisan
Sesuai dengan perumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka tujuan penulisan
makalah ini adalah untuk mengetahui Peranan Manajemen SDM pada koperasi
karyawan. Dengan Penulisan ini kita dapat mengharapkan dan mengetahui bagaimana
2

perkembangan koperasi saat ini yang mungkin banyak tertinggal dari negara lain serta
apa yang harus dilakukan untuk memahami dan mengerti bahwa koperasi sebagai
ekonomi rakyat.
1.4 Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode studi pustaka, penelitian
lapangan dan wawancara serta dengan membaca buku-buku yang berisi tentang
manajemen koperasi.
Untuk memudahkan pembahasan dan memperoleh gambaran tentang makalah
ini, maka penulis makalah ini terdiri dari atas empat bab yang terdiri atas :
BAB I

PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang Masalah, Perumusan Masalah,
Tujuan, dan Metode Penulisan

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini menguraikan secara teoritis mengenai dasar-dasar yang digunakan
untuk membahas pembahasan, sehingga akan diperoleh suatu landasan
teori yang digunakan untuk membantu penulisan.

BAB III

PEMBAHASAN
Pada bab ini mambahas tentang pokok permasalahan pada tema tersebut
menjelaskan tujuan-tujuan yang ada Bab Pendahuluan.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN


Pada bab ini dikemukan tentang kesimpulan yang merupakan hasil
pembahasan atau pada bab-bab sebelumnya dan berdasarkan kesimpulan
tersebut mengemukakan saran-saran dan langkah-langkah untuk
penyelesaian masalah dari tema tersebut.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Sumber Daya Manusia
Dalam mengelola sumber daya manusia suatu organisasi seperti koperasi
diperlukan juga manajemen. Manajemen secara umum, menurut Fayol (dalam Sahertian,
1985) adalah pelaksanaan fungsi-fungsi administrasi secara umum, yang meliputi aspek
perencanaan, organisasi, komando, koordinasi dan control.
Menurut Nawawi (2001) ada tiga pengertian sumber daya manusia yaitu :
a. Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja dilingkungan suatu organisasi
(disebut juga personil, tenaga kerja, pekerja atau karyawan)
b. Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi
mewujudkan eksistensinya.
c. Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi
sebagai modal (non material/non financial) di dalam organisasi bisnis, yang dapat
mewujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non fisik dalam
mewujudkan eksistensi organisasi.
Berdasarkan pengerian tersebut dapat disimpulkan bahwa sumber daya manusia
adalah suatu proses mendayagunakan manusia sebagai tenaga kerja secara manusiawi,
agar potensi fisik dan psikis yang dimilikinya berfungsi maksimal bagi pencapaian
tujuan organisasi
2.2. Manajemen Sumber Daya Manusia
Dari berbagai sumber, Sumber daya manusia (SDM) merupakan elemen yang
sangat penting. Dalam rangka merencanakan, melaksanakan atau mengelola dan
mengendalikan sumber daya manusia diperlukan suatu alat manajerial yang disebut
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Pemahaman tentang sumber daya manusia
(SDM) sebagaimana juga yang telah diterjemahkan oleh Jusuf Irianto (2001:3) sebagai
berikut : Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) merupakan pengakuan tentang
pentingnya tenaga kerja suatu organisasi sebagai sumber daya manusia yang sangat
penting dalam memberi kontribusi bagi tujuan-tujuan organisasi, dan penggunaan
beberapa fungsi dan kegiatan untuk memastikan bahwa SDM tersebut digunakan secara
efektif dan adil bagi kepentingan individu, organisasi dan masyarakat.
Fokus MSDM terletak pada upaya mengelola SDM di dalam dinamika interaksi
antara organisasi pekerja yang acapkali memiliki kepentingan berbeda. Menurut Stoner
(1995:4) MSDM meliputi penggunaan SDM secara produktif dalam mencapai tujuantujuan organisasi dan pemuasan kebutuhan pekerja secara individual.
Stoner menambahkan bahwa karena berupaya mengintegrasikan kepentingan organisasi
dan pekerjanya, maka MSDM lebih dari sekedar seperangkat kegiatan yang berkaitan
dengan koordinasi SDM organisasi. MSDM adalah kontributor utama bagi keberhasilan
organisasi. Oleh karena itu, jika MSDM tidak efektif dapat menjadi hambatan utama
dalam memuaskan pekerja dan keberhasilan organisasi.
4

Dengan memahami pengertian MSDM secara utuh, akan dapat terlihat sejauh
mana keberhasilan suatu organisasi (koperasi) dalam melakukan integrasi antara manusia
dan organisasi itu sendiri.
2.3. Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan merupakan awal dari setiap kegiatan manajemen sumber daya
manusia, dengan perencanaan akan mengantisipasi kejadian-kejadian di masa yang akan
datang. Dalam bab ini diuraikan tentang pengertian perencanaan sumber daya manusia.
Untuk memahami pengertian sumber daya manusia berikut beberapa pendapat sebagai
berikut :
Menurut Reilly (1996:4) dan telah diartikan oleh Yusuf Irianto :
Perencanaan SDM adalah sebuah proses dimana organisasi berupaya untuk memikirkan
permintaan (kebutuhan) adanya tenaga kerja dan mengevaluasi ukuran, sifat dan sumbersumber pasokan yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan tersebut.
Sedangkan menurut Prof. DR. H. Hadari Nawawi, bahwa Perencanaan SDM bermaksud
untuk membuat pengaturan arus gerakan pekerja di dalam organisasi, yang berarti
merupakan proses untuk mendayagunakan SDM yang telah tersedia secara efektif dan
efisien
Sedangkan pengertian lain mengatakan Perencanaan SDM adalah SERANGKAIAN
kegiatan yang berkaitan dengan peramalan kebutuhan tenaga kerja dimasa datang pada
suatu organisasi, meliputi penyediaan tenaga kerja baru dan pendayagunaan yang sudah
tersedia.
Dari beberapa pengertian tersebut disimpulkan bahwa Perencanaan SDM adalah
proses untuk menetapkan strategi, memperoleh, memanfaatkan, mengembangkan dan
mempertahankan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini dan
pengembangannya dima yang akan dating yang mempunyai makna bahwa : kebutuhan
saat ini merupakan usaha untuk mengisi kekurangan sumber daya manusia suatu
organisasi. Sedangkan kebutuhan sumber daya manusia akan dating berarti memprediksi
kebutuhan sumber daya manusia yang merupakan strategi pengembangan sutatu
organisasi. Usaha memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan dengan cara mendapatkan
tenaga kerja baru yang relevan, disamping harus dilakukan dengan mempertahankan dan
memanfaatkan tenaga kerja yang sudah ada secara maksimal.
Makna Penting Dari Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan SDM selalu berkaitan dengan permintaan (demand) dan pasokan
(supply) tenaga kerja. Oleh karena itu, perencanaan SDM merupakan tanggung jawab
bagi semua manajer dalam organisasi. Perencanaan SDM tidak sekedar tanggung jawab
manajer SDM semata, yang mana dalam prakteknya tidak semua manajer organisasi
menyadari makna pentingnya perencanaan SDM. Banyak para manajer bagian non-SDM
yang memiliki pemahaman akan peran penting perencanaan SDM. Mreka lebih
mementingkan perencanaan sumber daya lainnya, seperti material, perlengkapan dan
keuangan.
Tujuan perencanaan SDM menurut Stone (1995:91) adalah untuk meyakinkan
atau memastikan bahwa sejumlah pekerja dalam jumlah tertentu yang memenuhi
persyaratan telah tersedia pada suatu kurun waktu tertentu. Melalui perencanaan SDM,
organisasi dapat mengidentifikasi apa yang harus diperbuat guna memastikan adanya
SDM sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Perencanaan SDM harus dilakukan secara terbuka, tidak isolatif. Terbuka dalam
arti harus dikaitkan dengan keseluruhan tujuan bisnis perusahaan. Nilai bagi perencanaan
SDM terletak pada posisi sebagai bagian integral dari proses perencanaan startegis
organisasi. Jadi perencanaan yang baik adalah dengan mengupayakan jangan sampai
terjadi perencanaan yang sifatnya hanya memenuhi dan memprediksi kebutuhan sesaat
saja atau dalam jangka pendek, melainkan harus berpedoman kepada perencanaan yang
jangka panjang dan menyeluruh.
5

2.4. Fungsi Manajemen Sumner Daya Manusia


Fungsi manajemen sumber daya manusia sangat memegang peranan penting
dalam sebuah organisasi. Oleh karena itu, dalam membuat perencanaan sumber daya
manusia harus lebih baik, terutama dalam hal perekrutan karyawan sehingga posisi
theright man on the right place dapat tercapai dengan cara yang selektif dan seefisien
mungkin.
Nitisemito (1991) mengemukakan bahwa :
Tugas manajemen sumber daya manusiaantara lain adalah menetapkan analisis jabatan,
merekrut karyawan baru, melatih dan menempatkannya, memberikan kompensasi yang
adil dan merata, memotivasi karyawan dan sebagainya.
Sedangkan fungsi-fungsi manajemen personalia, seperti yang dikemukakan oleh
Manullang (1992) yaitu : Membuat anggaran tenaga kerja yang dibutuhkan, termasuk di
dalamnya menarik tenaga kerja, membuat job analysis, membuat job description dan job
specification, mengadakan seleksi tenaga kerja, memindahkan dan mempromosikan
tenaga kerja, melatih dan mendidik tenaga kerja, memotivasi tenaga kerja serta
melakukan pension tenaga kerja. Dari kutipan tersebut diatas , dapat diketahui bahwa
fungsi manajemen sumber daya manusia meliputi analisis jabatan, rekrutmen karywan,
pelatihan dan pengembangan karyawan, serta penyelesaian karyawan dan lain-lain.
Selnajutnya, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai fungsifungsi manajemen sumber daya manusia, maka berikut dikutip pendapat Flippo (1991)
yakni : Personal management is the planning, organizing and controlling of the
procurement, development, compensation, maintenance and separation of human
resources to the and
that organizational, individual and societal good are
accomplished.Terjemahan bebas dalam bahasa Indonesia yakni manajemen sumber
daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan dari pengadaan,
pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan
pemberhentian sumber daya manusia dengan masyarakat.
Dengan demikian menurut Flippo (1991), bahwa sumber daya manusia
mengaplikasikan fungsi-fungsi manajemen (Management function), dalam melaksanakan
fungsi pelaksanaan (Operation function). Fungsi manajemen meliputi : perencanaan
(planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), dan pengawasan
(controlling). Sedangkan fungsi opeartif meliputi : pengadaan (procurement),
pengembangan (development), kompensasi (compensation), integrasi (integration),
pemeliharaan (maintenance), dan pemberhentian (separation).
Secara singkat fungsi manajemen tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Perencanaan (Planning)
Bagi seorang manajer sumber daya manusia, perencanaan diartikan sebagai
penentuan lebih dahulu dari kebijaksanaan, program, prosedur dan teknisi yang
akan menunjang tercapainya tujuan organisasi. Adapun penetapan tujuan
organisasi itu sendiri memerlukan partisipasi aktif dari manajer sumber daya
manusia, agar aspek sumber daya ini mendapat perhatian.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Sebuah organisasi harus dibentuk untuk dapat melaksanakan policy, program,
serta prosedur kepegawaian. Dalam hal ini tampak jelas bahwa organisasi
merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan. Seorang manajer sumber daya
manusia harus mampu mengidentifikasi semua fungsi operatif, kemudian
melakukan pengelompokan kegiatan-kegiatan tersebut ke dalam unit-unit
menurut prinsip-prinsip organisasi yang sehat serta mangatur hubungan kerja
antar unit tersebut.
c. Pengarahan (Directing)

Fungsi berikutnya adalah fungsi pelaksanaan, dimana rencana yang telah dibuat
akan diterjemahkan menjadi kegiatan-kegiatan nyata. Fungsi pengarahan dapat
juga disebut juga dengan istilah lain, seperti motivasi (Motivation), Penggerakan
(Actuating), atau pemberian komando (Commanding).
d. Pengawasan (Controlling)
Fungsi manajemen yang terakhir adalah fungsi pengawasan yakni melakuakn
pengukuran serta penilaian terhadap hasil yang diperoleh dari rencana yang
terlaksana. Dalam hal ini, seandainya terjadi penyimpangan-penyimpangan dari
hasil yang diharapkan, maka akan diperlukan usaha korelasi dan pengendalian.
Hal ini mutlak diperlukan dalam rangka penyempurnaan.
Mengenai fungsi-fungsi operatif dari manajemen sumber daya manusia secara singkat
dapat diuraikan seperti berikut ini :
a. Pengadaan (Procurement)
Fungsi operatif ini berhubungan dengan usaha memperoleh dan menempatkan
macam dan jumlah pegawai yang tepat diperlukan untuk mencapai tujuan
organisasi. Aspek kuantitatif atas sejumlah karyawan yang dibutuhkan akan
memerlukan sebuah perencanaan kebutuhan karyawan.
b. Pengembangan (Development)
Fungsi ini mempunyai tujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan serta
kecakapan karyawan melalui pengadaan program-program pelatihan dan program
lainnya. Pelatihan diperlukan bagi karyawan baru agar dapat m,encapai prestasi
berdasarkan standar yang ditetapkan dalam waktu singkat. Sedangkan perlunya
pelatihan bagi karyawan lama adalah sebagai persiapan untuk promosi ke jabatan
yang lebih tinggi serta diharapkan agar lebih bertanggung jawab. Pengembangan
merupakan suatu kegiatan yang sangat penting serta perlu berlangsung terus
menerus mengikuti peningkatan arus teknologi dan metode kerja, serta
menyesuaikan dengan tuntutan keadaan yang juga terus meningkat.
c. Kompensasi (Compentation)
Fungsi ini mencakup semua jenis imbalan yang diperoleh karyawan atas
sumbangan prestasi mereka pada organisasi. Kompensasi adalah suatu kewajiban
yang harus diberikan kepada karyawan atas sumbangan tenaga dan pikirannya
kepada organisasi tersebut.
d. Integrasi (Integration)
Fungsi integrasi merupakan tantangan yang paling sulit dalam manajemen.
Fungsi ini dimaksudkan sebagai usaha yang perlu dilaksanakan untuk
mempengaruhi setiap karyawan, dengan harapan tercipta kesatuan tujuan,
kesatuan pola berfikir serta kegiatan. Hal ini hanya dapat terlaksana dengan baik
apabila seluruh karyawan lebih mengutamakan tujuan organisasi dari pada tujuan
pribadi.
e. Pemeliharaan (Maintenance)
Fungsi pemeliharaan ditujukan untuk dapat mempertahankan serta memperbaiki
kondisi fisik dan mental para karyawan. Selain itu dianggap sebagi suatu syarat
untuk dapat menjamin awetnya penggunaan karyawan dengan manfaat yang
optimal.
f. Pemberhentian (Separation)
Pada suatu waktu tertentu, seorang karyawan akan berhenti bekerja dan harus
meninggalkan pekerjaannya. Suatu hal yang tidak mungkin apabila seseorang
dapat bekerja sepanjang hidupnya, oleh karena itu pada suatu sat ia akan
mencapai usia pension. Selain itu ada kalanya pula seorang akan berhenti bekerja
7

atas permintaannya sendiri dengan berbagai alasan pribadi, atau karena tindakan
disiplin atas prilaku yang melanggar ketentuan yang telah ditatapkan oleh
organisasi. Segala macam pemberhentian tersebut haruslah dilakukan dengan
cara-cara yang baik sehingga citra perusahaan tetap terjaga di masyarakat.
2.5. Pentingnya Manajemen Koperasi
Istilah Manajemen berasal dari bahasa Italia ; managio yang artinya pengurusan.
Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi Management diterjemahkan kedalam bahasa
Indonesia dengan tata laksana, pengelolaan atau pengurusan. Definisi tentang
Manajemen banyak ragamnya, berbeda-beda meskipun isinya sama. Secara umum telah
dirumuskan bahwa definisi manajemen adalah segenap perbuatan menggerakkan
kelompok orang dan mengerahkan segala fasilitas dalam usaha kerjasama untuk
mencapai tujuan tertentu.
Setiap usaha kerjasama harus ada seorang pejabat atau lebih yang memimpin
segenap proses penyelenggaraan dalam usaha kerjasama itu. Pejabat itu disebut manajer.
Dalam proses penyelenggaraan usaha kerjasama, manajer itu melakukan pekerjaan dari
dua segi :
1. Menggerakkan orang-orang, yaitu mendorong, memimpin, menjuruskan dan
menertibkan orang-orang agar melakukan perbuatan-perbuatan dalam menuju ke
arah tercapainya tujuan yang telah ditentukan dalam usaha kerjasama itu.
2. Mengerahkan fasilitas, yaitu menghimpun, mangatur, memelihara, dan
mengendalikan alat, benda, uang, waktu dan metode kerja serta peralatan apapun
yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dalam usaha
kerjasama itu.
Didalam menggerakkan orang-orang dan mengerahkan fasilitas, manajer melakukan pola
perbuatan : perencanaan, pembuatan keputusanm pembimbingan, pengorganisasian dan
pengendalian.
a. Perencanaan
Menggambarkan dimuka hal-hal yang harus dikerjakan dan cara mengerjakannya
dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b. Pembuatan keputusan
Melakukan pemilihan diantara berbagai kemungkinan untuk menyelesaikan
persoalan-persoalan, pertentangan-pertentangan dan keraguan-keraguan yang
timbul dalam proses penyelenggaraan usaha kerjasama itu.
c. Pembimbingan
Memerintah, menugaskan, memberi arah dan menuntut bawahan, untuk
melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.
d. Pengkoordinasian
Menghubung-hubungkan, menyelaraskan orang-orang dan pekerjaannya sehingga
semua berlangsung secara tertib dan seirama menuju kearah tercapainya tujuan
tanpa terjadinya kekacauan, percekcokan atau kekosongan kerja.
e. Pengendalian
Melakukan kegiatan pemerikasaan, mencocokkandan mengusahakan agar
pekerjaan-pekerjaan yang ada terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan
dan hasil yang dikehendaki.
Manajemen merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap organisasi. Sebagaimana
diketahui, hakikat manajemen adalah mencapai tujuan melalui tangan orang lain.
Pencapaian tujuan melalui tangan orang lain itu dilakukan oleh manajemen dengan
melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yaitu fungsi perencanaan, fungsi
pengorganisasian, fungsi pelaksanaan, dan fungsi pengawasan. Dengan demikian,

keberhasilan manajemen sebuah organisasi akan sangat tergantung pada pelaksanaan


masing-masing fungsi tersebut.
Walaupun tingkat kerumitan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen beragam
antar satu organisasi dengan organisasi lainnya, namun tidak ada organisasi yang ingin
mencapai tujuannya secara efektif. Dan dapat mengelak dari keharusan melaksanakan
fungsi-fungsi tersebut. Hal yang sama berlaku pula pada koperasi. Hanya dengan
melaksanakan fungsi-fungsi manajemen itulah sebuah koperasi akan dapat mencapai
tujuan-tujuan mulianya secara efektif. Berikut ini akan kita lihat bagaimana penerapan
fungsi-fungsi manajemen tersebut dalam pengolahan Koperasi.
Koperasi sebagai bentuk badan usaha ynag bergerak dibidang perekonomian,
mempunyai tatanan manajemen yang berbeda dengan badan usaha non koperasi.
Perbedaan tersebut terletak pada asas koperasi yang bersifat demokratis dimana
pengelolaan koperasi adalah dari, oleh dan untuk anggota. Karena itu dalam tatanan
manajemen koperasi Indonesia mempunyai unsure-unsur : Rapat Anggota, pengurus,
pengawas dan manajer.
Dalam manajemen koperasi kekuasaan tertinggi adalah ditangan rapat anggota,
sebab koperasi adalah organisasi dari, oleh dan untuk anggota. Karena rapat anggota
yang pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan organisasi dengan sendirinya tidak
dapat mengelola kegiatan-kegiatan koperasi. Baik pengurus maupun pengawas dipilih
oleh anggota-anggota dan bertindak untuk dan atas nama anggota.
Peranan manajemen adalah membuat koperasi berhasil dalam mencapai
tujuannya, baik tujuan para anggotanya, seperti misalnya untuk mencapai perbaikan
tingkat hidup atau sedikitnya meringankna biaya hidup sehari-hari, maupun tujuan yang
telah ditetapkan oleh pemerintah. Dalam hal yang pertama, manajemen merupakan unsur
pembuat keputusan yang telah digariskan oleh rapat anggota. Dalam hal yang kedua,
pemerintah menetapkan bahwa koperasi bertujuan untuk menambah kesejahteraan
anggota dan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
Seperti badan usaha yang lain, koperasi juga akan menghadapi berbagai
persoalan dalam mencapai tujuan. Sebagian besar tugas manajemen adalah memecahkan
persoalan-persoalan itu dan membuat putusan-putusan yang akan menuju sasaran yang
dikehendaki.
Langkah-langkah yang diambil dalam memecahkan sesuatu persoalan adalah :
a. Membuat persoalan yang dihadapi menjadi jelas dan terang.;
b. Mencari alternatif-alternatif untuk memecahkannnya;
c. Memilih salah satu cara atau alternative yang paling sesuai dengan tujuan
koperasi;
d. Menilai hasil cara tersebut.

BAB III
TINJAUAN UMUM OBJEK PENELITIAN
3.1. Profil Koperasi Karyawan PT. Omron Manufacturing of Indonesia (OMI)
Dibawah ini merupakan profil Koperasi Karyawan PT. Omron Manufacturing of
Indonesia.
a. Nama
b. No. SIUP
c. Tanggal Berdiri
d. Nama Jenis Izin
e. Jenis Izin
f. Bentuk
g. Kelurahan
h. Kecamatan
i. Kabupaten
j. Propinsi
k. Alamat
l.. Jenis Usaha

: Koperasi Karyawan PT. Omron Manufacturing of Indonesia


: 658/BH/KWK-09/XI/97
: 09/KWK-IX/1997
: SIUP KECIL BARU
: Perusahaan Kecil
: Koperasi
: Lemah Abang
: Bekasi
: Bekasi
: Jawa Barat
: EJIP Plot 5 C Lemah Abang Bekasi
: 1. Bidang Perdagangan
2. Bidang Perkreditan
3. Bidang Pinjam Darurat
m. Jasa Perdagangan : ALAT RUMAH TANGGA/SEMBAKO/ELECTRONIK
ALAT TULIS KANTOR
Pengurus Koperasi Karyawan PT. OMI
Periode Tahun 2004 2006
Ketua Umum
Wakil Ketua
Sekretaris
Bendahara
Koordinator Seksi Usaha
Koordinator Seksi Anggota
Bagian Perdagangan

: Sukur Basuki
: 1. Denny Audityawan
2. Indro Agung H
: 1. Hari Darmawan F
2. Triyana Herawati
: 1. Ardani D
2. Andi Laximana
: Liberty Adnis
: Tri Probo Waluyo
: Hardiyanto

3.2. Manajemen Sumber Daya Manusia

10

Manajemen sumber daya manusia disebut juga sebagai manajemen personalia


atau manajemen kepegawaian. Menurut Wendel French manajemen sumber daya
manusia adalah penarikan, seleksi pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan
sumber daya manusia oleh suatu organisasi.
Koperasi adalah orang atau badan hokum yang bekerja sama secara suka rela
untuk mencapai tujuan bersama, yaitu kesejahteraan bagi anggotanya. Disini yang
menjadi pelaku intinya adalah :
a.
b.
c.
d.

Orang yang lebih dari satu sehingga diperlukan kiat atau pengikat agar,
Orang-orang tersebut dapat bekerja sama secara ekonomi dan suka rela dalam
Mencapai tujuan-tujuan bersama bukannya tujuan individu, yaitu
Kesejahteraan anggota : kesejahteraan manusia menyangkut perasaan sejahter,
ketenangan, dan keadaan ekonomi orang banyak.

Manajemen sumber daya manusia adalah bidang pengetahuan manajemen yang


bersangkutan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pelaksanaan
kegiatan kepegawaian agar tetap selalu adanya pembinaan sesuai dengan kebutuhan
organisasi, yaitu penggunaan pegawai secara efisien, pengembangan kemampuan kerja,
dan menciptakan suasana serta hubungan kerja yang serasi dalam organisasi koperasi.
Menurut Edwin B. Flippo, manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan,
pengorganisasian pengarahan, dan pengawasan dari pengadaan, pengembangan,
pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja
karyawan dengan maksud mencapai tujuan individu karyawan, perusahaan, organisasi
serta masyarakat.
Sedangkan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia adalah :
Fungsi Manajemen;
-

Perencanaan
Pengorganisasian
Pengkoordinasian
Pengarahan
Pengawasan

Fungsi Operasional
-

Pengadaan
Pengembangan
Kompensasi
Integrasi
Pemeliharaan
Pemisahan

Dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, operasi dapat menempuh


pendekatan-pendekatan baik structural maupun cultural. Pendekatan structural
merupakan cara pengembangan SDM koperasi sebagai lembaga ekonomi dimana
pelatihan harus benar-benar efektif, misalnya dengan magang untuk melengkapi
pendidikan model kelas yang sarat dengan ceramah. Pendekatan cultural lebih banyak
menyoroti SDM koperasi dari sisi anggota masyarakat lingkungannya. Selain itu
peningkatan etos koperasi dan pemahamannya dapat dilihat dalam pendidikan formal dan
pendidikan anggota yang diselenggarakan oleh gerakan perkoperasian.
3.2. Anggota Koperasi
11

Anggota Koperasi minimum harus 20 orang. Latar belakang anggota biasanya


tidak sama, baik pendidikan , social, ekonomi, kepercayaan/agama maupun tanggungan
keluarga. Jika anggota koperasi lebih dari 20 orang, maka koperasi tersebut semakin
besar sehingga sulit untuk mengkoodinasi dan mengorganisasi anggota yang makin
banyak itu, karena semakin beragamnya tingkat kepentingan dan motivasi masingmasing anggota.
Koperasi harusnya melihat dan memperhatikan kualitas keanggotaan koperasi,
bukan kuantitas atau jumlah anggota. Disini prinsip keanggotaan koperasi yang sukarela
mulai diterapkan dengan benar untuk memulai koperasi yang baru, yang semuanya
bertujuan menciptakan anggota koperasi yang bermotivasi tinggi, pribadi yang betulbetul ingin bekerja sama dengan orang lain, dan mempunyai sifat ingin atau senang
membantu orang lain agar dapat menolong dirinya sendiri secara bertahap dan
berencana. Mereka diharapkan, untuk lebih menyadari apabila diarahkan dan lebih
mudah diajak berpartisipasi aktif.
Bagi anggota yang memperoleh informasi cukup sehingga memahami koperasi
beserta kebijakan dan tindakannya akan :

Lebih setia kepada koperasinya.


Memiliki kepentingan yang lebih besar dengan koperasinya.
Bertindak sebagai salesman bagi koperasinya.
Memenuhi semua kewajiban dan melunasi segala pembayaran kepada koperasi.
Membantu menghentikan desas-desus dan membela koperasinya.
Membangun iklim yang baik pada anggota dan masyarakat terhadap koperasinya.
Memberitahukan kepada masyarakat mengenai sumbangan koperasinya kepada
kemajuan koperasin setempat.

Kelompok-kelompok atau unit-unit aktivitas. Masing-masing mengurus kepentingan


kelompoknya sendiri, misalnya dengan pengarahan dan pembinaan kepada anggota,
sehingga pengambilan keputusan terhadap hal yang penting dapat disampaikan kepada
kelompok. Masing-masing kelompok dapat mengadakan pertemuan rutin sambil melatih
dan membiasakan mereka saling belajar serta membantu kepentingan anggota
kelompoknya. Karena kekuatan koperasinya berada di tangan para anggotanya, maka
kesadaran akan disiplin dan fanatisme anggota sangat penting guna meningkatkan
pemahaman koperasi serta etos koperasi yang perlu ditanamkan sedalam-dalamnya
kepada setiap anggota. Dengan demikian motivasi mereka agar dapat ditinghkatkan
secara bersama-sama dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonominya. Anggota
sebagai pemilik harus berani memberikan saran dan kritik kepada pengurus agar koperasi
semakin maju dan berkembang.
Apabila kelompok atau unit aktivitas dapat hidup dan ada yang lebih tiga
kelompok maka akan lebih bagus lagi bila pada koperasin tersebut diadakan organisasi
yang khusus menangani komunikasi antar anggota dan antar kelompok dengan
koperasinya agar dapat berjalan secara efektif.
3.3. Manajer Koperasi
Manejer adalah orang yang memegang jabatan tertinggi dari semua karyawan
koperasi dimana dia bekerja sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dengan
pengurus. Karena manajer adalah pemimpin dari semua karyawan, maka dia harus :
a. Seorang pembuat kebijakan yang handal.
b. Seorang pemimpin yang mampu menjadi coordinator yang baik bagi seluruh
kegiatan koperasi.
c. Seorang pengawas yang bijaksana dalam mengawasi semua kegiatan usaha
koperasi.

12

d. Walaupun ada kepala bagian keuangan, namun manajer juga harus


mempertanggungjawabkan keuangan koperasi kepada pengurus.
e. Figur yang jujur dalam mengatur serta menggunakan dana yang ada secara
efisien dan proaktif.
Menurut Suparmi Su dalam bukunya Manajemen Koperasi, ada beberapa bidang
yang perlu ditangani oleh manajer sebagai pengelola usaha koperasi, yaitu bidang
personalia, bidang pengelola usaha, administarsi, perencanaan, serta pengawasan.
3.3.1. Bidang Personalia
a. Mengusulkan pengangkatan pegawai dan pencatatan pegawai yang melanggar
tata tertib.
b. Membimbing, memotivasi, dan mengawasi karyawan.
c. Mengusulkan peningkatan pendidikan dan ketrampilan pegawai, misalnya
dikirim untuk mengikuti pelatihan-pelatihan.
d. Mengusulkan promosi pegawai yang berprestasi, termasuk peningkatan
kesejahteraannya.
Pemimpin yang baik adalah orang yang tahu banyak tentang bawahan yang
dipimpinnya. Karena manajer adalah pemimpin dari seluruh kepala unit maka dia juga
harus mengetahui banyak tentang seluk beluk usaha dan tentang teknik pemasaran di
mana dia bertanggung jawab terhadap penjualan hasil produksi koperasi. Disamping itu,
dia juga harus menguasai tentang komunikasi ke luar untuk mempromosikan usaha
koperasi, kerjasama dengan pihak lain, mencari peluang-peluang pasar, dan
mengembangkan pemasaran koperasi.
3.3.2. Bidang Pengelola Usaha
Karena usaha adalah tanggung jawab manajer, maka dia secara intensif harus
mencari informasi pasar, merealisasi peluang pasar yang ada, dan bertanggungjawab
penuh terhadap omzet penjualan. Dalam menangani masalah strategi teknologi produksi,
ia juga harus mengusahakanagar mencapai economic of scale atau penurunan biaya dan
mencapai efisien kerja. Selain itu, pemodalan koperasiyang murah dan mudah harus
diusahakan oleh koperasi, terutama modal kerja operasional yang menjadi tanggung
jawabnya.
3.3.3. Bidang Administrasi
Administrasi merupakan pendukung lancarnya organisasi mencakup administrasi
keuangan dan pembuatan laporan-laporan yang menjadi tanggung jawabnya. Sampai
batas tertentu dengan persetujuan pengurus dapat menandatangani surat-surat persetujuan
penerimaan dan pengeluaran sampai jumlah tertentu.
3.3.4. Bidang Perencanaan
1. Mengkoordinir penyusunan konsep
a. Rencana kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
b. Rencana pengeluaran terutama pengeluaran yang rutin.
c. Rencana pemasukan yang sudah ada anggarnnya.
2. Konsep perencanaan ini diajukan ke pengurus, lalu diadakan penyesuaian seperlunya
sebelum diajukan ke rapat anggota.
3. Mengikuti rapat yang berkaitan dengan bidang usaha.
3.3.5.

Bidang Pengawasan

13

Disini manajer bertanggung jawab atas seluruh bidang pengawasan di mana


kegiatan yang harus dilakukan mencakup antara lain :
a. Perencanaan persediaan, yang meliputi persediaan bahan baku dan barang jadi
b. Pengawasan investasi.
c. Kerajinan dan kedisiplinan pegawai.
d. Jumlah uang masuk dan uang keluar harus diberikan setiap saat serta diadakan
evaluasi lalu dibandingkan antara rencana dan kenyataan.

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Dalam masyarakat modern dewasa ini manajemen semakin menjadi penting.
Masyarakat modern adalah masyarakat yang kompleks. Manusia modern yang telah
meningkat kecerdasan dan pengetahuan teknologinya, telah menempatkan rasional,
efektivitas dan efisiensi sebagai nilai moral yang tinggi. Dengan system nilai moral
yang demikian itu, orang modern terus berusaha meningkatkan kemampuannya untuk
dapat mencapai tujuan atau memenuhi kebutuhannya secara lebih tepat sebagaimana
yang dikehendaki dalam waktu yang lebih cepat dan dengan biaya yang lebih murah.
Fungsi manajemen dalam Koperasi adalah sama dengan fungsi manajemen dalam
perusahaan atau organisasi pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada fungsi
dimana fungsi manajemen yang dilakukan Rapat Anggota, Pengurus, Badan Pemeriksa
dan oleh Manajer. Ada lima fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, koordinasi dan pengawasan.
Manajer adalah fungsionaris atau pemegang jabatan yang melaksanakan
kesemuannya, sedangkan bagi Pengurus yang penting adalah Perencanaan dengan sedikit
Pengawasan di samping fungsi-fungsi lainnyadan Badan Pemeriksa melakukan
Pengawasan.
Pengertian manajemen Koperasi bukan sekedar definisi, tetapi yang dapat
mencakup keseluruhan makna yang sebenarnya. Untuk itu perlu diungkapkan kembali
beberapa pengertian pokok yang pada dasarnya menyatakan bahwa Koperasi adalah
suatu bentuk usaha bersama di antara orang-orang yang mempunyai kepentingan
bersama, yang dijalankan dan dikelola bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Pengembangan sumberdaya manusia koperasi, dalam berkaitannya dengan
tantangan yang dihadapi oleh koperasi di masa depan, adalah masalah utama. Karena itu
koperasi harus mampu mengantisipasi pola pendidikan dan latihan sumberdaya
manusianya yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pengembangannya.
Peningkatan kualitas sumberdaya manusia sering dianggap sebagai faktor utama
(crucial factor) perusahaan-perusahaan dan menengah dalam usaha memenangkan
persaingan pasar yang semakin sarat dengan persaingan. Demikian halnya dengan
koperasi, kalau mau bersaing secara fair dengan perusahaan-perusahaan, maka investasi
untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia sudah saatnya mendapatkan perhatian
utama agar dapat mengimbangi kemampuan perusahaan-perusahaan besar dan
menengah. Sumberdaya manusia koperasi harus bersaing dibidang pengetahuan
(entrepeneurship), kecakapan manajerial (managerial skill), dan keterampilan teknis
(technical skill).
4.2. Hasil Laporan Penelitian
Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang saya lakukan pada Koperasi
Karyawan PT. OMI maka saya menyimpulkan hal-hal yang ada koperasi tersebut serta

14

pembenahan dan penataan yang perlu dilakukan, diantara hal-hal tersebut sebagai
berikut:
1. Bidang Organisasi
Pada dasarnya bidang organisasi sudah dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan
tugas dan wewenang yang diberikan, namun adanya perbaikan diantaranya :
a. Perlu segera direalisasikan pembuatan kartu anggota Koperasi Karyawan PT.
OMI.
b. Koordinasi antar pengurus dan karyawan koperasi serta anggota koperasi bisa
dikatakan semakin baik.
c. Perlu adanya sosialisasi lebih insentif lagi ke anggota mengenai kegiatankegiatan dan produk yang ada di Koperasi Karyawan PT. OMI.
d. Perlu pendataan lebih akurat mengenai anggota koperasi dengan meningkatkan
kerjasama dengan pihak HRD (Personalia) PT. OMI.
2. Bidang Usaha
Bidang Usaha Koperasi telah memberikan kontribusi yang besar terhadap
pertumbuhan Koperasi Karyawan PT. OMI. Hal ini tercermin semakin dan semakin
meningkatnya usaha baik Toko maupun Kantin dari anggota untuk melakukan
pinjaman ke koperasi. Sebagai primadona usaha koperasi bagian simpan pinjam telah
memberikan kontribusi yang paling besar pada pendapatan koperasi secara
keseluruhan.
Dalam menjalankan operasionalnya Bidang Usaha perlu mengadakan perbaikan dan
peningkatan kinerja pada :
a. Sistem pengendalian, pencatatan dan pelaporan inventory
b. Sistem dan prosedur pengadaan barang.
c. Pelayanan karyawan koperasi kepada pelanggan/anggota koperasi.
d. Pelayanan Simpan-Pinjam.
3. Keuangan
Dengan berjalannya system dan prosedur serta arus dokumen yang semakin baik
memungkinkan pelaporan posisi keuangan koperasi semakin cepat dan valid.
Anggota koperasi sebagai pemilik dari Koperasi PT. OMI berhak dan dapat
menanyakan secara langsung mengenai posisi keuangan beserta seluruh transaksi
pendukungnya setiap saat. Hal ini tentunya tidak terlepas dari komitmen seluruh
pengurus koperasi sejak awal terpilih, dan berusaha menyajikan informasi setransparan mungkin kepada anggota yang membutuhkan informasi.
4.3. Saran
Alangkah baiknya bila anggota tidak hanya sekedar bisa mengkritik tetapi juga
dapat memberikan jalan keluar atau solusi terbaik untuk perbaikan dan penyelesaian
masalah yang masih ada di Koperasi.
Koperasi Karyawan PT. OMI pada saat ini sudah memiliki asset yang lumayan
besar sehingga perlu dikelola denga sebaik-baiknya dan membutuhkan personil
pengurus yang memiliki kejujuran, kemampuan dan bertanggung jawab.
Pelayanan untuk anggota merupakan satu hal yang tidak boleh diabaikan oleh
Koperasi, disatu sisi keaktifan dan pengurus koperasi beraneka ragam, ada yang aktif,
kurang aktif dan ada yang tidak aktif. Pengurus harus dapat memaksimalkan tenaga yang
ada dalam rangka memberikan pelayanan untuk anggota.
Pengurus dan Pengawas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan oleh
karena itu bisa diartikan kesalahan dari Pengurus juga merupakan kesalahan dari
Pengawas.

15