Anda di halaman 1dari 3

TERM OF REFERENCE

TD HIMASTA-ITS dan HIMADATA-ITS 2015


PERFECTION
( Perfect Generation for Statistician )
I.

Materi

: Tolok Ukur Keberhasilan

II.

Waktu

: 75 menit (13.15-14.30)

III. Hari/ Tanggal

: Sabtu/ 02 Mei 2015

IV.

Tempat

: Jurusan Statistika ITS, Suklilo Surabaya

V.

Tujuan

1. Peserta memahami hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengorganisasikan


suatu kegiatan dan atau menyusun suatu kepanitiaan.
2. Peserta

memahami

cara-cara

menyusun

kepanitiaan

untuk

mendukung

pelaksanaan sebuah rencana kerja.


VI.

Metode

1. Ceramah Singkat

(10 menit)

2. Materi

(30 menit)

3. Diskusi

(20 menit)

4. Simulasi

(15 menit)

VII. Alur Pembahasan

1. Ceramah Singkat mengenai sekilas tentang pentingnya TUK, pemandu


memberikan gambaran mengenai peran TUK dalam perencanaan suatu kegiatan.
2. Diskusi mengenai : Definisi, Fungsi TUK, Persyaratan TUK, Cara membuat
TUK. Pemandu diberi waktu berdiskusi dengan peserta lebih dalam mengenai
materi TUK.
3. Simulasi
VIII. Kondisi Ruangan
1. Peralatan
2. Peserta/ Panitia
IX.

Isi Materi

:
: LCD, Laptop, white board, spidol
: 26 peserta tiap kelas / 2 orang OC Acara, 1 Fasil
:

1. Pengertian dari Tolok Ukur keberhasilan (TUK)

Suatu patokan terukur yang dapat digunakan untuk menilai suatu


kegiatan

Suatu sasaran minimal yang ditentukan dalam perencanaan sautu


kegiatan

Makna dari kata Tolok adalah Bandingan, sehingga secara bahasa dapat
diartikan sebagai Ukuran pembanding suatu kegiatan dapat dikatakan
Berhasil.

2. Persyaratan pembuatan TUK

Menggunakan kata yang jelas

Tidak menggunakan kata yang bermakna ambigu

Unsur pembuat TUK ini adalah unsur panita dari kegiatan itu sendiri. Dengan
menggunakan kata yang jelas dan tidak ambigu maka TUK dari suatu kegiatan
akan lebih mudah dalam pencapaiannya oleh semua elemen kepanitiaan. Jika
TUK yang digunak kurang jelas atau apalagi mengandung makna yang ambigu,
maka akan muncul perbedaan persepsi hal apa yang ingin dicapai dari kegiatan
tersebut.
3. Fungsi TUK

Mengukur tingkat keberhasilan suatu kegiatan


Dengan adanya TUK maka akan lebih mudah menentukan apakah suatu
kegiatan itu berhasil atau gagal.

Membantu memberikan objektifitas evaluasi


Evaluasi yang dimaksud bisa berupa evaluasi pelaksanaan ataupun
evaluasi total. Evaluasi pelaksanaan berarti jika TUK yang dimaksud
belum tercapai maka PGA yang sudah dirumuskan perlu di AKL ulang
sehingga TUK dapat terpenuhi. Jika pada evaluasi total maka menjadi
penilaian komprehensif terhadap suatu aspek yang menyebabkan TUK
tidak tercapai.

Dapat digunakan sebagai masukan untuk penyempurnaan kegiatan di


kemudian hari (jika kegiatannya dilakukan lebih dari 1 kali)
Hasil dari evaluasi dapat menjadi pertimbangan kepanitiaan selanjutnya
dalam membuat suatu acara dan menentukan TUK yang digunakannya.

4. Hal-hal yang dapat dijadikan TUK

Waktu

Contoh : kegiatan selesai dalam waktu 1 minggu

Dana
Contoh : mendapat dana sponshorship 100 juta

Partisipasi
Contoh : Acara diikuti 10.000 peserta

Organisasi / Kepanitiaan
Contoh : tiap seksi melakukan rapat koordinasi dalam satu minggu
sebanyak 2 kali hingga hari-H

5. Teknik merumuskan TUK

Ukuran-ukuran dicantumkan dalam mutu kuantitatif


Semua hal yang digunakan sebagai TUK harus dapat diukur dalam
bentuk angka yang jelas
Contoh : suatu kontes sepakbola antar unversitas diikuti oleh 10 tim

Mencantumkan mutu minimal


Hal yang digunakan sebagai TUK harus dicantumkan mutu minimal
sebagai penjelas tambahan
Contoh: suatu kontes sepakbola antar Perguruan Tinggi diikuti oleh 10
tim dengan rincian 7 tim dari PTS dan 3 tim dari PTN

Simulasi
Peserta membuat TUK dari kegiatan yang sudah disusun ketika Simulasi AKL dan
PGA.
Catatan : Materi berasal dari sumber tertentu dan Panduan LKMM TD 2012. Silahkan
menambahkan materi yang sesuai menurut pemandu apabila diperlukan dan akan lebih
baik apabila mencantumkan sumber.
~Terima kasih~