Anda di halaman 1dari 4

Definisi icofr

inherent limitation dari icofr


Coso integrated framework
Entity level control elc and transactional level control tlc
Siklus dalam desain dan implementasi icofr

20 Prinsip Kunci ICFR


By
auditorinternal
11/03/2011Posted in: Pelaporan Keuangan, Pengendalian Internal
Dibaca 1,698 kali
Setelah mempublikasikan Internal Control Integrated Framework yang fenomenal pada
tahun 1992 silam, COSO masih mempublikasikan beberapa turunan dari laporan awal tersebut.
Sebut saja, misalnya Guidance on Monitoring Internal Control Systems Internal Control Issues
in Derivatives Usage pada tahun 1996. Dan juga yang terakhir Guidance on Monitoring
Internal Control Systems yang baru terbit pada 2009 lalu. Namun sebetulnya, masih ada satu
laporan lagi yang mungkin tidak terlalu populer di Indonesia karena lebih ditujukan kepada
perusahaan publik skala kecil yang listing di Amerika Serikat. Judul publikasinya adalah
Internal Control over Financial Reporting Guidance for Smaller Public Companies, dan
diterbitkan pada tahun 2006. Internal Control over Financial Reporting ini cukup lazim
disingkat menjadi ICFR.
Dokumen terakhir tersebut memang ditujukan kepada perusahaan publik yang berukuran kecil,
untuk membantu mereka mendesain dan mengimplementasikan konsep-konsep pengendalian
internal yang ada dalam Internal Control Integrated Framework 1992, dalam rangka pelaporan
keuangannya. Dokumen ini menyarikan 20 prinsip kunci (key principles) pengendalian internal
dalam rangka pelaporan keuangan.
Meskipun ditujukan kepada perusahaan publik yang berukuran kecil, namun sebetulnya prinsipprinsip yang disarikan dalam publikasi COSO 2006 tersebut dapat pula diterapkan pada segala
jenis dan ukuran perusahaan. Jadi mari kita lihat, apa sajakah kedua puluh prinsip kunci tersebut.
Siapa tahu dapat segera diterapkan di perusahaan Anda pula.
Karena ke-20 prinsip tersebut disarikan dari Internal Control Integrated Framework 1992,
maka diorganisasikan sesuai dengan komponen pengendalian internal dalam kerangka tersebut,
sebagai berikut:

LINGKUNGAN PENGENDALIAN (Control Environment)

1. Integritas dan Nilai Etika Integritas dan nilai-nilai etika yang sehat, khususnya dari
manajemen puncak, dikembangkan dan dipahami serta menjadi standar perilaku dalam pelaporan
keuangan.
2. Dewan Dewan direksi memahami dan melaksanakan tanggung jawab pengawasan pelaporan
keuangan serta pengendalian internal terkait.
3. Filosofi Manajemen dan Gaya Operasi Filosofi manajemen dan gaya operasi membantu
pencapaian pengendalian internal yang efektif terhadap pelaporan keuangan.
4. Struktur Organisasi Struktur organisasi perusahaan mendukung pengendalian internal yang
efektif dalam pelaporan keuangan.
5. Kompetensi Pelaporan Keuangan Perusahaan memiliki individu-individu yang kompeten
dalam pelaporan keuangan dan juga individu dalam pengawasannya.
6. Wewenang dan Tanggung Jawab Manajemen dan karyawan diberikan wewenang dan
tanggung jawab yang sesuai untuk memfasilitasi pengendalian internal yang efektif terhadap
pelaporan keuangan.
7. Sumber Daya Manusia Kebijakan dan praktik sumber daya manusia didesain dan
diimplementasikan untuk memfasilitasi pengendalian internal yang efektif terhadap pelaporan
keuangan.

PENILAIAN RISIKO (Risk Assessment)


8. Tujuan Pelaporan Keuangan Manajemen menetapkan tujuan pelaporan keuangan dengan
jelas serta menetapkan kriteria identifikasi risiko untuk pelaporan keuangan yang dapat
diandalkan.
9. Risiko Pelaporan Keuangan Perusahaan mengidentifikasi dan menganalisa risiko
pencapaian tujuan pelaporan keuangan sebagai dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus
dikelola.
10. Risiko Kecurangan (Fraud) Potensi salah saji secara material akibat kecurangan secara
eksplisit dipertimbangkan dalam penilaian risiko pencapaian tujuan pelaporan keuangan.

AKTIVITAS PENGENDALIAN (Control Activities)


11. Integrasi dengan Penilaian Risiko Tindakan-tindakan perlu diambil untuk mengatasi
risiko pencapaian tujuan pelaporan keuangan.
12. Pemilihan dan Pengembangan Aktivitas Kegiatan Aktivitas pengendalian dipilih dan
dikembangkan dengan mempertimbangkan biaya dan potensi efektivitas mitigasi risiko

pencapaian tujuan pelaporan keuangan.


13. Kebijakan dan Prosedur Kebijakan terkait dengan pelaporan keuangan yang dapat
diandalkan ditetapkan dan dikomunikasikan ke seluruh perusahaan, dengan prosedur yang sesuai
sehingga arahan manajemen dilaksanakan.
14. Teknologi Informasi Pengendalian teknologi informasi, bila memungkinkan, didesain dan
diimplementasikan untuk mendukung pencapaian tujuan pelaporan keuangan.

INFORMASI DAN KOMUNIKASI


15. Informasi Pelaporan Keuangan Informasi terkait diidentifikasi, ditangkap, digunakan
pada semua tingkatan perusahaan, dan didistribusikan dalam bentuk dan jangka waktu yang
mendukung pencapaian tujuan pelaporan keuangan.
16. Informasi Pengendalian Internal Informasi yang dibutuhkan untuk memfasilitasi
berfungsinya komponen pengendalian lainnya diidentifikasi, ditangkap, digunakan dan
didistribusikan dalam bentuk dan jangka waktu yang memungkinkan personel untuk
melaksanakan tanggung jawab pengendalian internal mereka.
17. Komunikasi Internal Komunikasi memungkinkan dan mendukung pemahaman dan
pelaksanaan tujuan pengendalian internal, proses dan tanggung jawab individual di semua
tingkat organisasi.
18. Komunikasi Eksternal Hal-hal yang mempengaruhi pencapaian tujuan pelaporan
keuangan dikomunikasikan dengan pihak-pihak luar.

PEMANTAUAN (Monitoring)
19. Pemantauan Berkelanjutan dan Evaluasi Terpisah pemantauan yang terus menerus
(ongoing monitoring) dan/atau evaluasi terpisah (separatae evaluation) memungkinkan
manajemen untuk menentukan apakah komponen lain dari pengendalian internal atas pelaporan
keuangan terus berfungsi dari waktu ke waktu.
20. Pelaporan Kelemahan Kelemahan pengendalian internal diidentifikasi dan
dikomunikasikan secara tepat waktu kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk
mengambil tindakan korektif, dan juga kepada manajemen serta dewan yang sesuai.

ICOFR di Indonesia
ICOFR di Indonesia telah diatur dalam SPAP (Standar Audit Akuntan Publik) yang
diterbitkan oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) yaitu standar yang mewajibkan
auditor untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan standar pekerjaan lapangan
No.2, SPAP 1994 PSA No.06, 23, 24, 35, 60 & 69 , SPAP 2001-SAT Seksi 400 & SA
Seksi 314, dalam implementasinya pengendalian internal menggunakan COSO,
namun kewajiban audit atau memberi opini atas pengendalian internal belum
diterapkan. Bagi BUMN keharusan penyelenggaraan pengendalian internal berbasis

COSO tertuang dalam pasal 22 Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep-117/MMBU/2002 tentang penerapan good governance pada Badan Usaha Milik Negara
(BUMN). Dalam keputusan tersebut dinyatakan bahwa manajemen BUMN harus
memelihara pengendalian internal bagi perusahaan yang meliputi. Keputusan Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal nomor: Kep-40/PM/2003 atau peraturan nomor
VIII.G.11 tentang tanggung jawab direksi atas laporan keuangan, yaitu:
a. Laporan Keuangan dalam rangka kewajiban penyampaian laporan keuangan
kepada Bapepam.
b. Direksi Emiten atau Perusahaan Publik wajib membuat surat pernyataan.
c. Surat pernyataan sebagaimana wajib ditandatangani oleh Direktur Utama dan
seorang Direktur yang membawahi bidang akuntansi atau keuangan, dan
bermeterai cukup.
d. Direksi Emiten atau Perusahaan Publik secara tanggung renteng bertanggung
jawab atas pernyataan yang dibuat termasuk kerugian yang mungkin ditimbulkan.
e. Surat pernyataan wajib dilekatkan pada laporan keuangan yang disampaikan
kepada Bapepam.
f. Dalam hal laporan keuangan yang disampaikan telah diaudit atau ditelaah secara
terbatas, maka tanggung jawab Direksi atas pernyataan sebagaimana dimaksud
berlaku sampai dengan tanggal pendapat akuntan.
g. Laporan keuangan interim yang disampaikan tidak diaudit, maka tanggung jawab
Direksi atas pernyataan berlaku sampai dengan tanggal disampaikannya surat
pernyataan dimaksud kepada Bapepam.
h. Dengan tidak mengurangi ketentuan pidana di bidang Pasar Modal, Bapepam
berwenang mengenakan sanksi terhadap setiap pelanggaran ketentuan peraturan
ini, termasuk pihakpihakyang menyebabkan terjadinya pelanggaran tersebut.