Anda di halaman 1dari 25

ANTIPSIKOTIK

Ria Maria Theresa

Psikofarmakologi
Obat-obatan psikotropik mempengaruhi sel-sel syaraf (neuron) dan
berbagai neurotransmitter
Untuk dapat lebih memahami konsep dasar tentang
psikofarmakologi, maka penting bagi kita untuk memahami terlebih
dahulu tentang tiga fenomena pada sel saraf, yaitu:
Polarisasi pada sel: sel mengirimkan sinyal (firing) atau tidak, sama
dengan terjadi depolarisasi atau tidak ada depolarisasi.
Potensial aksi adalah bagaimana proses depolarisasi tersebut bisa
terjadi
Ion Channel adalah ion-ion yang ikut terlibat dalam proses potensial
aksi.
Ketiga
konsep
tadi
menjelaskan
dasar
biologik
tentangpsikofarmakologi namun tidak akan dibahas secara
mendalam.

Prinsip Pengobatan
Tentukan gejala sasaran
Bila AP sebelumnya baik gunakan
lagi.
Evaluasi obat tiap 2-6 minggu
Monoterapi
Dosis efektif yang serendah mungkin
untuk pengendalian gejala.

Anti Psikotik
Dosis awal3 hari dinaikkan sampai..
Dosis efektif (mulai ada penurunan
gejala)evaluasi 2 minggu bila perlu dosis di
naikkan.
Dosis optimaldipertahankan 8-12
mingguditurunkan tiap 20 %
Dosis maintenance(dosis terkecil yang
menimbulkan efek terapi)
Dipertahankan 6- 24 bulan.
Tappering off tiap 2-4 minggu

AP Konventional
Memblok reseptor D2EPS
Muskarinik ngantuk
Histamin (H1) ngantuk, berat
badan naik
1 TD menurun, pusing, ngantuk

AP Atipikal
Nigrostriatal : serotonin menghambat pelepasan
dopamin. DA berkompetisi dengan SDA mendapatkan
reseptor D2 shg EPS berkurang.
Mesolimbik : SDA memblok reseptor D2 70-80%target
gejala positif
Mesokortikal : gejala negatif, memblok reseptor
SEmelepas DAkompensasi defisiensi DAgej negatif
berkurang
Tuberoinfundibular : DA menghambat pelepasan
prolaktin, SE menstimulasi pelepasan prolaktin, DA dan
SE resiprokalmenghambat reseptor SE dan DA yang
lain, D2 di blokprolaktin dilepas, SE diblokprolaktin
dihambat.

Efek Samping
EPS : tremor, rigiditas, kaku,
bradikinesia, jalan seperti robot.
Terapi : antikolinergik 1-3 mg
Akathisia : perasaan ketegangan
motorik, gelisah mondar-mandir,
duduk-berdiri. Terapi:
Propanolol(inderal) 10-30 mg.
Distonia akut : tortikolis, krisis
okulogirik, opistotonus. Terapi
difenhidramin 25-50mg.

Tardive diskinesia
Pemakaian AP jangka panjang reseptor
dopamin di blok terus menerusregulasi
dopamin meningkat.
Gerakan koreoatetoid : mulut menjulur,
lidah mengulum, gerakan spt breakdance.
Perioral tremor
Bibir bergetar.
AP dosis rendah, ganti AP dg clozapine,
observasi

Sindrom Neuroleptik
Malignan
hiperpireksia, rigiditas berat, TD
meningkat, kesadaran menurun, akut
renal failurekematian 20-30
persen.
Stop AP
Koreksi cairan
Bromokriptin 20-30 mg /hr
Muscle relaxant : dantrolene 100200mg/hr