Anda di halaman 1dari 3

Tema

Sensitivitas Perekonomi Jawa Timur terhadap Gejolak Eksternal dan Internal


Prospek Industri Pengolahan di Tengah Tekanan Internal dan eksternal
Sektor Pertanian di Tengah Industrialisasi dan Tuntutan Swasembada Pangan
Pemetaan dan Upaya Akselerasi Perdagangan Antar Wilayah
Strategi Membangun Iklim Investasi yang Kondusif dan Meningkatkan Investasi
yang berkelanjutan serta Berdaya Saaing di Jawa Timur

Local Government Budgeting and Fiscal Policy dalam mendukung Perekonomian


Jawa Timur

Abstract

Semakin melemahnya perekonomian nasional turut berpengaruh terhadap tingkat


pengangguran di daerah termasuk Jawa Timur. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
dan industri kecil menengah (IKM) di Jawa Timur merupakan basis usaha yang
mendominasi penyerapan tenaga kerja, yaitu sekitar 11 juta orang atau sekitar 97% dari
keseluruhan tenaga kerja. Dengan tingginya jumlah tenaga kerja yang diserap oleh UMKM
dan IKM, perlambatan ekonomi akan sangat mempengaruhi tingkat pengagguran sehingga
hal mendasar yang perlu dipersiapkan agar pengangguran tidak terus bertambah adalah
dengan paket kebijakan yang berpihak terhadap UMKM dan IKM. Paket kebijakan yang
dapat diambil dalam rangka melestarikan UMKM ini adalah dengan memberikan insentif
pajak berupa pemotongan pajak, insentif untuk penelitian dan pengembangan, kredit pajak,
dan insentif berupa lahan dengan mengurangi biaya sewa kantor. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif dengan pendekatan data komparatif dengan studi pustaka sebagai data
sekunder. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data acuan bagi pemerintah Provinsi
Jawa Timur dalam proses pengambilan kebijakan terkait insentif terhadap UMKM dan IKM.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan
menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan dengan menarik investor untuk menanamkan
modal mereka. Untuk menarik minat para investor, diperlukan suatu paket kebijakan, salah
satunya berupa kebijakan fiskal pemerintah. Instrumen kebijakan fiskal yang dapat dijadikan
sebagai alat untuk meningkatkan investasi di wilayah Jawa Timur dapat berupa insentif pajak.
Penelitian ini mencoba untuk mengkaji secara lebih mendalam pengaruh insentif pajak dalam
meningkatkan iklim investasi di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan

deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan studi pustaka berupa data sekunder. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi data acuan bagi pemerintah Provinsi Jawa Timur
dalam proses pengambilan kebijakan terkait insentif dalam investasi.
Kata kunci: Investasi, Insentif Pajak

Kebijakan fiskal diarahkan untuk pengembangan aspek ekonomi dan sosial


seperti pemerataan, pendidikan dan kesehatan.

1.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode


pengumpulan studi pustaka berupa data sekunder
Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui analisis data sekunder
Metode pengumpulan data: Studi Literatur

Semakin melemahnya perekonomian nasional turut berpengaruh terhadap tingkat


pengangguran di Jawa Timur. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi
permasalahan tersebut adalah dengan menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan dengan
menarik investor untuk menanamkan modal mereka. Untuk menarik minat para investor,
diperlukan suatu paket kebijakan, salah satunya berupa kebijakan fiskal pemerintah.
Instrumen kebijakan fiskal yang dapat dijadikan sebagai alat untuk meningkatkan investasi di
wilayah Jawa Timur dapat berupa insentif pajak. Penelitian ini mencoba untuk mengkaji
secara lebih mendalam pengaruh insentif pajak dalam meningkatkan iklim investasi di Jawa
Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode
pengumpulan studi pustaka berupa data sekunder. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi data acuan bagi pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam proses pengambilan
kebijakan terkait insentif dalam investasi.

Kata kunci: Investasi, Insentif Pajak

Insentif pajak merupakan salah satu instrumen kebijakan fiskal yang ditujukan
untuk meningkatkan perekonomian.

Mulai diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) di akhir Desember 2015,


akan banyak berpengaruh terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan khususnya
bagi penduduk asli Jawa Timur.

Bonus demografi yang tidak disertai dengan ketersediaan lapangan pekerjaan


telah berdampak pada tingkat pengangguran yang semakin meningkat.
Kekhawatiran dengan justru akan meningkatnya tingkat pengangguran dirasakan
oleh semua lapisan masyarakat Jawa Timur. Hal ini karena terjadinya
ketidakmerataan ekonomi di Jawa Timur yang salah satunya dapat dilihat dari
besaran UMR sebagai dasar atas kebutuhan layak hidup antar daerah yang
perbedaan antara satu daerah dengan daerah lainnya bisa mencapai 100%
bahkan lebih seperti perbandingan UMR Kabupaten Kediri dan Kabupaten Gresik
di mana hal ini sedikit banyak telah mengindikasikan adanya kekhawatiran
tersebut. Dalam menghadapi tantangan pemerataan ekonomi masyarakat Jawa
Timur yang persaingannya tidak lagi dalam tingkat nasional saja tetapi juga
bersaing dengan warga di kawasan ASEAN, maka diperlukan paket kebijakan
fiskal. Untuk dapat meningkatkan lapangan pekerjaan, pemerintah perlu
memicunya dengan memberikan insentif pajak terhadap setiap kegiatan usaha
lokal yang potensial untuk dikembangkan. Sedangkan untuk melindungi pekerja
lokal dari serbuan pekerja asing dapat dilakukan dengan memberlakukan PTKP
yang lebih tinggi terhadap pekerja lokal dan PTKP yang lebih rendah terhadap
pekerja asing sehingga hal tersebut menjadi pertimbangan bagi warga asing
yang ingin bekerja di Jawa Timur; dan atau dengan memberlakukan tarif PPh
yang lebih tinggi terhadap pekerja asing dengan pertimbangan margin atas
perbedaan PPh yang diberlakukan dijadikan sebagai pendapatan daerah yang
pada akhirnya dapat menjadi instrumen pengembangan ekonomi di Provinsi Jawa
Timur.