Anda di halaman 1dari 24

TUMOR HATI

ALI IMRON YUSUF,SpPD,KGEH,FINASIM


DIVISI GASTRO-HEPATOLOGI
BAG-I.PENYAKIT DALAM F.K. UNILA/RSUD
Dr.ABD MOELOEK BANDAR LAMPUNG

KLASIFIKASI TUMOR HATI


JINAK

GANAS
Tumor Epitelial

Adenoma
hepatoseluler

Karsinoma
hepatoseluler (HCC)

Adenoma intrahepatik

Karsinoma
fibrolamelar

Sistadenoma bilier
intrahepatik

Hepatoblastoma

Papilomatosis bilier

Kolangiokarsinoma
(CC)
Sistadenokarsinoma

KLASIFIKASI TUMOR HATI


JINAK

GANAS
Tumor Mesenkimal

Hemangioma

Angisarkoma

Fibroma

Fibrosarkoma

Leiomioma

Leiomiosarkoma

Lipoma

Liposarkoma

Angiomiolipoma

Rabdomiosarkoma

Limfangioma

Hemangioendoteliomaepitelioid

Mesotelioma
Tumor lain-lain
Hiperplasia nodular
fokal (FNH)
Kista hati

Tumor hati metastasis

Tumor Hati Jinak


Selain kista hati, yang tersering adalah
hemangioma (hemangioma kavernosa).
Pada semua tingkat umur, lebih sering
wanita, lesi soliter atau multipel, dan
biasanya asimtomatik. Ukuran terbanyak
adalah < 3 cm dan sering di segmen
posterior lobus kanan (segmen 6 atau 7).
Reseksi hanya dianjurkan bila
mengakibatkan keluhan yg bermakna.

Karsinoma Hepatoseluler (HCC)


Tumor ganas primer hati yang tersering

ditemukan.
Meliputi 5,6% dari seluruh kasus kanker
manusia serta menempati peringkat ke 5
pada laki-laki dan ke 9 pada perempuan
sebagai kanker tersering di dunia dan
urutan ke 3 dari kanker sistem saluran
cerna setelah kanker kolorektal dan kanker
lambung.

Karsinoma Hepatoseluler (HCC)


Tingkat kekerapan tertinggi tercatat di Asia

Timur dan Tenggara serta di Afrika Tengah,


sedangkan yang terendah di Eropa Utara,
Amerika Tengah, Australia, dan Selandia Baru.
Sekitar 80% kasus HCC di dunia berada di
negara berkembang seperti Asia Timur, Asia
Tenggara, dan Afrika Tengah yang diketahui
sebagai wilayah dengan prevalensi tinggi
hepatitis virus.

Karsinoma Hepatoseluler
(HCC)
HCC jarang ditemukan pada usia muda.
Umumnya di wilayah dengan
kekerapan HCC tinggi , kasus HCC lakilaki lebih banyak daripada perempuan
serta umur pasien 10-20 th lebih muda
daripada pasien di wilayah dengan
kekerapan HCC rendah.

Faktor Resiko HCC


HBV
Karsinogenisitas HBV terhadap hati
mungkin melalui proses inflamasi
kronik, peningkatan proliferasi
hepatosit, integrasi HBV DNA ke
dalam DNA sel pejamu dan aktivitas
protein spesifik HBV berinteraksi
dengan gen penjamu.

Faktor Resiko HCC


HCV
Di wilayah dengan tingkat infeksi HBV
rendah, HCV merupakan faktor resiko
penting dari HCC.
Hepatokarsinogenesis akibat infeksi
HCV diduga melalui aktifitas
nekroinflamasi kronik atau sirosis hati.

Faktor Resiko HCC


Sirosis Hati
Merupakan faktor resiko utama HCC di dunia
dan melatarbelakangi lebih dari 80% kasus
HCC. Setiap tahun 3-5%, pasien SH akan
menderita HCC dan HCC merupakan
penyebab kematian utama pada SH. Prediktor
utama HCC pada SH adalah jenis kelamin lakilaki, kadar AFP serum, beratnya penyakit
dan tingginya aktifitas proliferasi sel hati.

Faktor Resiko HCC


Aflatoksin
Dari percobaan binatang diketahui
bahwa Aflatoksin B1 bersifat
karsinogenik. Salah satu mekanisme
hepatokarsinogenesisnya ialah
kemampuan AFB1 menginduksi mutasi
pada kodon 249 dari gen supresor
tumor p53.
Diproduksi jamur Aspergillus.

Faktor Resiko HCC


Obesitas
Obesitas merupakan faktor utama NAFLD
khususnya NASH yang dapat berkembang menjadi
sirosis hati dan dapat berlanjut menjadi HCC.
DM
Merupakan faktor resiko penyakit hati kronik
maupun HCC melalui terjadinya perlemakan hati
dan NASH. Juga dihubungkan dengan peningkatan
kadar insulin dan insulin-like growth factors (IGFs)
yang merupakan faktor promotif potensial untuk
kanker.

Faktor Resiko HCC


Alkohol
Faktor resiko lain: penyakit hati autoimun

(hepatitis autoimun, PBC=sirosis bilier


primer), penyakit hati metabolik
(hemokromatosis genetik, defisiensi
antitripsin -1, penyakit Wilson,dll),
kontrasepsi oral, senyawa kimia (Thorotrast,
vinil klorida,nitrosamin, insektisida
organoklorin, asam tanik), dan tembakau.

Karakteristik Klinis HCC


Di Indonesia (khususnya Jakarta) HCC
ditemukan tersering pada median
umur antara 50 dan 60 tahun dengan
predominasi pada laki-laki.
Gejala yang paling sering dikeluhkan
adalah nyeri atau perasaan tidak
nyaman di kuadran kanan atas
abdomen.

Karakteristik Klinis HCC


Pasien sirosis hati yang makin memburuk

kondisinya, disertai keluhan nyeri kuadran


kanan atas, atau teraba pembengkakan
lokal di hepar patut dicurigai menderita
HCC.
Pasien penyakit hati kronik dengan HBsAg
atau anti-HCV positif yang mengalami
perburukan kondisi secara mendadak.

Karakteristik Klinis HCC


Temuan fisis tersering adalah

hepatomegali, dengan atau tanpa


bruit hepatik, splenomegali, asites,
ikterus, demam dan atrofi otot

Pemeriksaan Penyaring
Penanda tumor
Kadar AFP meningkat pada 60-70% dari
pasien HCC dan kadar lebih dari 400 ng/mL
adalah diagnosis atau sangat sugestif
untuk HCC. Nilai normal dapat ditemukan
juga pada HCC stadium lanjut. Hasil positif
palsu dapat juga ditemukan pada hepatitis
akut atau kronik dan pada kehamilan.

penanda tumor
Penanda tumor lainnya untuk HCC yaitu desgamma carboxy prothrombin (DCP) atau
PIVKA-2 yang kadarnya meningkat hingga
91% pasien HCC, namun juga dapat
meningkat pada defisiensi vitamin K,
hepatitis kronik aktif atau metastasis
karsinoma.
Penanda tumor yg lain seperti AFP-L3 (suatu
substraksi AFP), -L fucosidase serum, dll.

Pemeriksaan Penyaring
USG
Dianjurkan pada pasien SH setiap 3
bulan. Untuk tumor kecil pada pasien
dengan resiko tinggi, USG lebih
sensitif daripada AFP serum
berulang.
Strategi skrining dan surveillance

Diagnosis
Kriteria diaghostik HCC menurut Barcelona EASL Conference:

Kriteria sito-histologis
Kriteria non-invasif (khusus untuk pasien sirosis
hati):
Kriteria radiologis: koinsidensi 2 cara imaging
(USG/CT-spiral/MRI/angiografi)
- lesi fokal > 2 cm dengan hipervaskularisasi
arterial
Kriteria kombinasi: satu cara imaging dengan kadar
AFP serum:
- lesi fokal > 2 cm dengan hipervaskularisasi
arterial

Terapi
Reseksi hepatik
Pilihan utama untuk pasien non sirosis
dengan fungsi hati normal.
Kontraindikasi tindakan: metastasis
ekstrahepatik, HCC difus atau multifokal,
sirosis stadium lanjut, dan penyakit
penyerta yang dapat mempengaruhi
ketahanan pasien menjalani operasi.

Terapi
Transplantasi hati
Ablasi tumor perkutan
Terapi Paliatif
TAE/TACE (transarterial embolization/chemo
embolization) pada HCC stadium
menengah-lanjut menunjukkan penurunan
pertumbuhan tumor serta dapat
meningkatkan harapan hidup pasien HCC
yang tidak resektabel.