Anda di halaman 1dari 39

Peran Leadership Perawat

dalam Meningkatkan Produktivitas dan


Kualitas Layanan Kesehatan di Indonesia
Ede Surya Darmawan
Pusat Kajian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
Disajikan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan 2015
Himpunan Perawat Manajer Indonesia
Malang, 5-7 November 2015

Tujuan Pemaparan
Mendiskusikan peran strategis perawat dalam
pembangunan kesehatan di Indonesia
Mendiskusikan fungsi kepemimpinan dalam
meningkatkan produktivitas perawat

Pokok-pokok Presentasi
Peran Strategis Perawat dalam Pembangunan
Produkvitas Perawat
Peran Leadership dalam Peningkatan
Produktivitas Perawat

Peran Strategis Perawat dalam


Pembangunan Kesehatan Bangsa

Latar Belakang
Nurse: a person who cares for the sick or infirm; specifically : a
licensed health-care professional who practices independently
or is supervised by a physician, surgeon, or dentist and who is
skilled in promoting and maintaining health.... merriamwebster.com
Taylor C Lillis C Lemone (1989): Perawat adalah seseorang yang
berperan dalam merawat atau memelihara, membantu dengan
melindungi seseorang karena sakit, luka dan proses penuaan.
International Council of Nursing (1965): perawat adalah
seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan keperawatan
yang memenuhi syarat serta berwenang di negeri bersangkutan
untuk memberikan pelayanan keperawatan yan bertanggung
jawab untuk meningkatkan kesehatan, pencegahan penyakit dan
pelayanan penderita sakit.

Perawat Tenaga Kesehatan


Pendidikan Tinggi Perawat
Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi
Keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh
Pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundangundangan.UU 38/2014
Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam
bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau
keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk
jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya
kesehatan. Asisten Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang
mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki
pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan bidang
kesehatan di bawah jenjang Diploma Tiga...UU 36/2014
Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan
menengah yang mencakup program diploma, program
sarjana, program magister, program doktor, dan program
profesi, serta program spesialis, yang diselenggarakan oleh
perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia...UU
12/2012

Pelayanan Keperawatan
menurut UU Keperawatan
Pelayanan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan
profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan
kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat Keperawatan
ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau
masyarakat, baik sehat maupun sakit.
Praktik Keperawatan adalah pelayanan yang
diselenggarakan oleh Perawat dalam bentuk Asuhan
Keperawatan.
Asuhan Keperawatan adalah rangkaian interaksi Perawat
dengan Klien dan lingkungannya untuk mencapai tujuan
pemenuhan kebutuhan dan kemandirian Klien dalam
merawat dirinya.

Tugas dan Wewenang Perawat


Pasal 29
(1) Dalam menyelenggarakan Praktik
Keperawatan, Perawat bertugas sebagai:
a.
b.
c.
d.
e.

pemberi Asuhan Keperawatan;


penyuluh dan konselor bagi Klien;
pengelola Pelayanan Keperawatan;
peneliti Keperawatan;
pelaksana tugas berdasarkan pelimpahan wewenang;
dan/atau
f. pelaksana tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu.

(2) Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat


dilaksanakan secara bersama ataupun sendiri-sendiri.

Kewajiban Perawat
Pasal 37
Perawat dalam melaksanakan Praktik Keperawatan berkewajiban:
a.
melengkapi sarana dan prasarana Pelayanan Keperawatan sesuai dengan standar
Pelayanan Keperawatan dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan;....???
b. memberikan Pelayanan Keperawatan sesuai dengan kode etik, standar Pelayanan
Keperawatan, standar profesi, standar prosedur operasional, dan ketentuan
Peraturan Perundang-undangan;
c.
merujuk Klien yang tidak dapat ditangani kepada Perawat atau tenaga kesehatan
lain yang lebih tepat sesuai dengan lingkup dan tingkat kompetensinya;
d. mendokumentasikan Asuhan Keperawatan sesuai dengan standar;
e. memberikan informasi yang lengkap, jujur, benar, jelas, dan mudah dimengerti
mengenai tindakan Keperawatan kepada Klien dan/atau keluarganya sesuai
dengan batas kewenangannya;
f.
melaksanakan tindakan pelimpahan wewenang dari tenaga kesehatan lain yang
sesuai dengan kompetensi Perawat; dan
g.
melaksanakan penugasan khusus yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Perawat adalah SDM Kesehatan


Terbesar & Cepat Pertambahannya
No. Jenis SDM Kesehatan
1
2
3
4
5
6
7
8

Tahun
2010

2011

Dokter Spesialis
8.403 16.574
Dokter Umum
25.333 33.172
Dokter Gigi
8.731 10.575
Perawat
169.797 230.280
Bidan
96.551 120.924
Kefarmasian
18.022 25.439
Nakes Lainnya
64.908 99.631
Tenaga Non Nakes
109.307 124.694
TOTAL 501.052 661.289

Sumber: www.depkes.go.id diunduh 1 Mei 2014

2013
2012
(terkini)
27.333 38.895
37.364 42.398
11.826 13.114
235.496 296.126
126.276 136.917
31.223 46.764
97.904 125.609
139.812 194.272
707.234 894.095

Perawat adalah
SDM Kesehatan Terbesar
Dokter Spesialis
Dokter Umum
Dokter Gigi
Perawat
Bidan
Kefarmasian
Tenaga Kesehatan Lainnya
Tenaga Non Nakes

Sumber: www.depkes.go.id diunduh 1 Mei 2014

Perawat Berperan Penting


dimanapun?

Ketimpangan Sebaran SDM


Kesehatan dalam 7 Wilayah Indonesia
Sumatera
Jawa dan Bali
Kep. Nusa Tenggara
Kalimantan
Sulawesi
Kep. Maluku
Papua

Kenyataaan & Masalah


Perawat adalah Tenaga
Kesehatan Terbesar di
Indonesia dan pada
setiap fasilitas
pelayanan kesehatan
Produktivitas ??

Masalah: 1. Distribusi dan 2. Pengabdian

Belum terukur
Belum biasa mengukur
Ukuran: produktivitas vs
pendapatan perawat??

PRODUKTIVITAS

Productivity
A measure of the efficiency of a
person, machine, factory, system, etc., in converting inputs
into useful outputs.
Productivity is computed by dividing average output per
period by the total costsi ncurred or resources
(capital, energy, material, personnel) consumed in that
period. Productivity is a critical determinant of cost
efficiency.
Sources:
http://www.businessdictionary.com/definition/productivity.ht
ml#ixzz3qBWNKIUL

Dewan Produktivitas
Nasional Indonesia

Produktivitas pada dasarnya merupakan suatu sikap mental


yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan
hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari
hari ini.
Secara umum produktivitas mengandung pengertian
perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan
keseluruhan sumber daya yang digunakan (input).
Produktivitas mempunyai dua dimensi, yaitu efektivitas
yang mengarah pada pencapaian unjuk kerja yang
maksimal yaitu pencapaian target yang berkaitan dengan
kualitas, kuantitas dan waktu. Yang kedua efisiensi yang
berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan
realisasi penggunaannya ataubagaimana pekerjaan
tersebut dilaksanakan.

MENGUKUR PRODUKTIVITAS

Tugas Keperawatan
(sebuah RS di Jateng)
Bagaimana hal ini diukur?
1) Menerima pasien baru
2) Menyusun rencana asuhan keperawatan
3) Melaksanakan tindakan keperawatan
4) Melaksanakan evaluasi tindakan keperawatan
5) Melaksanakan pendokumentasian asuhan keperawatan
6) Memelihara peralatan perawatan dan peralatan medis
7) Menciptakan hubungan kerja yang baik
8) Menyiapkan dan memberi penyuluhan pada pasien pulang
9) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dibidang keperawatan
antara lain melalui pertemuan ilimiah, inhouse training dan exhouse
training
10)Berperan serta dengan anggota tim kesehatan dalam membahas
kasus dan upaya meningkatkan mutu asuhan keperawatan

Mengukur Produktivitas
Ilyas (1999),
physical productivity: pengukuran produktivitas
secara kuantitatif dengan unit pengukuran dapat
berupa ukuran (size), panjang, jumlah
unit, berat, waktu dan jumlah sumber daya
manusia.
value productivity adalah pengukuran
produktivitas dengan menggunakan nilai uang
sebagai tolak ukur sehingga tingkat produktivitas
dikonversi kebentuk rupiah.

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS

Meningkatkan Produktivitas
Balai Pengembangan Produktivitas Daerah
(Husein Umar 2000) perbaikan pada:
a. Sikap kerja;
b. Tingkat ketrampilan;
c. Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan;
d. Manajemen produktivitas;
e. Efisiensi tenaga kerja;
f. Kewiraswastaan.

Kunci untuk Mencapai


Produktivitas dan Kreatifitas
Ranftl dalam Timpe (2000), yaitu:
a. Keahlian manajemen yang bertanggung jawab;
b. kepemimpinan yang luar biasa; dari semua
faktor, kepemimpinan manajerial memiliki pengaruh
terbesar dalam produktivitas;
c. kesederhanaan organisasional dan operasional; susunan
organisasi harus diusahakan agar sederhana, luwes dan
dapat disesuaikan dengan perubahan;
d. kepegawaian yang efektif;
e. tugas yang menantang;
f. perencanaan dan pengendalian tujuan;
g. pelatihan manajerial khusus.

Ciri Pegawai yang Produktif


Ranftl dalam Timpe (2000),
a. lebih dari memenuhi kualifikasi pekerjaan; kualifikasi pekerjaan
dianggap hal yang mendasar, karena produktivitas tinggi tidak
mungkin tanpa kualifikasi yang benar;
b. bermotivasi tinggi; motivasi sebagai faktor kritis, pegawai yang
bermotivasi berada pada jalan produktivitas tinggi;
c. Mempunyai orientasi pekerjaan positif; sikap seseorang terhadap
tugasnya sangat mempengaruhi kinerjanya, faktor positif
dikatakan sebagai faktor utama produktivitas pegawai;
d. dewasa; pegawai yang dewasa memperlihatkan kinerja yang
konsisten dan hanya memerlukan pengawasan minimal;
e. dapat bergaul dengan efektif; kemampuanuntuk menetapkan
hubungan antar pribadi yang positif adalah aset yang sangat
meningkatkan produktivitas.

CiriCiri Individu yang Produktif


Erich dan Gilmore, yaitu :
1. Tindakan konstruktif;
2. percaya diri;
3. mempunyai rasa tanggung jawab;
4. memiliki rasa cinta terhadap pekerjaannya;
5. mempunyai pandangan kedepan;
6. mampu menyelesaikan persoalan;
7. dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang
berubah;
8. mempunyai konstribusi positif terhadap lingkungan;
9. mempunyai kekuatan untuk mewujudkan potensinya

LEADERSHIP

Apa itu Leadership? - 1


1. The individuals who are the leaders in an
organization, regarded collectively.
2. The activity of leading a group of people or an organization or
the ability to do this.
Leadership involves: establishing a clear vision,
Sharing that vision with others so that they will follow
willingly,
Providing the information, knowledge and methods to realize
that vision, and
Coordinating and balancing the conflicting interests of all
members and stakeholders.
http://www.businessdictionary.com/definition/leadership.html

Apa itu Leadership? - 2


Noun
the position or function of a leader, a person who
guides or directs a group
ability to lead:
an act or instance of leading; guidance; direction
the leaders of a group
http://dictionary.reference.com/browse/leadership

Quote - 1

Kevin Kruse Forbes.com


Leadership has nothing to do with seniority or ones
position in the hierarchy of a company.
Leadership has nothing to do with titles.
Leadership has nothing to do with personal attributes.
Leadership isnt management.
Peter Drucker: The only definition of a leader is someone
who has followers.
Warren Bennis: Leadership is the capacity to translate
vision into reality.
Bill Gates: As we look ahead into the next
century, leaders will be those who empower others.

Quote - 2
Tanya Prive Forbes.com
Top Qualities That Make A Great Leader
1. Honesty
2. Ability to Delegate
3. Communication
4. Confidence
5. Commitment
6. Positive Attitude
7. Creativity
8. Intuition
9. Ability to Inspire

Peran Leader
Stephen Covey dalam 8 Habbits
Modeling (Panutan)
Pathfinding (Perintis)
Aligning (Penyelaras)
Empowering (Pemberdaya)
Peter Senge: 4 kompetensi pemimpin dalam Organisasi
1. Engagement, mengidentifikasi masalah, menghadapi masalah, mengatur
orang utk belajar memecahkan masalah.
2. System thinking, mengenal sistem dan menemukan penyebab masalah.
3. Leading learning, menggali potensi yang dimiliki dari orang yang
dipimpin.
4. Self awareness, kesadaran diri, tahu kekuatan dan kelemahan. Peran
Pemimpin 1. Pemimpin sebagai pendesain 2. Pemimpin sebagai
penolong 3. Pemimpin sebagai guru:

Karakteristik Pemimpin - Covey


1. Seorang yang belajar seumur hidup
2. Berorientasi pada pelayanan
3. Membawa energi yang positif
a. Percaya pada orang lain
b. Keseimbangan dalam kehidupan
c. Melihat kehidupan sebagai tantangan
d. Sinergi
e. Latihan mengembangkan diri sendiri

Peran Leader dalam Meningkatkan


Produktivitas Perawat

Kerangka Teori:
SKEMA SISTEM PELAYANAN KEPERAWATAN

Kerangka Teori:
Nurse Services and Patient Outcome

Maria Schubert, et. al

Kerangka Teori:
PERFORMANCE OF nursING CARE AS A PREREQUISITE FOR BETTER
MEASUREMENT

Riset-Riset: Faktor-Faktor yang


Mempengaruhi Produktivitas Perawat
Pajar, FE UMS (4): Usia, Pendidikan, Pengalaman Kerja, dan
Motivasi
Bioenergy.com (13): pendidikan, motivasi, disiplin
kerja, sikap dan etika kerja, gizi dan kesehatan, tingkat
penghasilan, lingkungan dan iklim kerja, teknologi, sarana
produksi, jaminan sosial, manajemen, kesempatan
berprestasi
Supratman UMS (8+1): jenis kelamin, status
perkawinan, pendidikan, usia, lama kerja, status
pegawai, metode penugasan
Fitria, FKIK UIN (6): motivasi, tingkat
penghasilan, lingkungan kerja, kesempatan
berprestasi, manajemen, status gizi

Hasil Riset Mutakhir

Terimakasih Kepada
Himpunan Perawat Manajer Indonesia
(HPMI) atas undangannya untuk
Silaturrahim dan memberikan
kesempatan untuk Berbagi
edesurya@ui.ac.id
0811184713