Anda di halaman 1dari 6

BIOPSIKOLOGI

PRIA TANPA OTAK?

Dosen Pengampuh :
Dodik Djauhari, M.Psi
Nama kelompok II :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dhilla Ardhilla F.
Fitria Lailatul Ula
Siti Rodlika Musyafaah
Yayuk Andriyani
Devi Fatmasari
Aulia Rahman

(14.711.005)
(14.711.009)
(14.711.013)
(14.711.014)
(14.711.016)
(14.712.014)

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK
2015
PRIA TANPA OTAK?

Profesor John Lorber melihat hasil pemindaian otak mahasiswa di hadapannya.


Mahasiswa itu sedang kuliah matematika dan IQ-nya tercatat 126 (rata-ratanya
adalah 100). Mahasiswa itu dirujuk ke Lorber oleh dokter kampus universitasnya,
yang melihat bahwa kepalanya sedikit lebih besar daripada kepala normal. Tahu
bahwa minat penelitian Lorber tentang hydrocephalus (hidrosefalus) ia pikir
mahasiswa itu mungkin pantas diteliti lebih jauh. Pemindaian otaknya menunjukkan
bahwa itu praktis sama sekali tidak memiliki otak. Diperkirakan bahwa berat
otaknya tidak lebih dari 150 gram; berat normal untuk laki-laki seusianya adalah
1.500 gram. Hal ini bersama kasus-kasus lain yang sangat jarang, membuat Lorber
dan yang lainnya mempertanyakan, Apakah otak Anda benar-benar penting? Bukti
semacam itu mempertanyakan pemahaman kita tentang kerja otak manusia dan
dikutip sebagai bukti untuk mengukuhkan keyakinan yang dipegang secara luas
bahwa kita hanya menggunakan 10% otak kita.
1.

Latar Belakang
Otak manusia adalah organ paling kompleks. Otak manusia memiliki sekitar 100
miliar neuron, dan ada 1.000 10.000 sinapsis-sinapsis disetiap neuron. Sinapsip dapat
menghantar 10 impuls perdetik. Berat otak rata-rata sekitar 2% dari berat badan manusia,
tetapi mengonsumsi energi tubuh sekitar 25%.
Fisiolog dan psikolog telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menemukan
daerah-daerah otak yang bertanggung jawab untuk fungsi-fungsi yang berbeda. Ilmu
frenologi awal, yang berakar pada teori-teori dokter Wina yang bernama Franz Joseph
Gall. Gall percaya bahwa bentuk otak ditentukan oleh perkembangan organ, karena
permukaan tengkorak mestinya memberikan indikasi untuk kemampuan psikologis dan
kepribadian seseorang.
Akan tetapi, salah satu asumsi dibalik frenologi, yaitu lokalisasi fungsi otak, bertahan
sampai hari ini. lokalisasi fungsi otak berarti bahwa bagian otak yang berbeda memiliki
fungsi yang berbeda (misalnya, penglihatan, gerakan disengaja, bahasa, dan sebagainya).
Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan lebih banyak bukti riset klinis
untuk menemukan bahwa asumsi lokalisasi fungsi didalam otak, meskipun bukan detail-

2.

detail persisnya, sampai sekarang masih benar.


Penelitian Awal
Karl Lashley (1890 - 1958) adalah seorang perintis awal yang membelokkannya ke
cara-cara mempelajari otak yang lebih ilmiah. Ia berharap menemukan lokasi jejak
ingatan atau engrams di dalam otak. Lashley melatih seekor tikus untuk belajar lari

melalui maze. Setelah itu ia membuang berbagai porsi (sampai dengan 50%) korteks
serebral mereka untuk melihat efek-efeknya. Kemudian ia menemukan bahwa porsi-porsi
besar korteks dapat dibuang tanpa memengaruhi ingatan tikus. Dari penelitian tersebut,
Lashley merumuskan dua prinsip :
a. Semua daerah korteks serebral penting didalam belajar dan ingatan dan daerah
kortikal dapat menggantikan daerah kortikal lainnya yang disebut equipotentiality
principle.
b. Ingatan untuk tugas-tugas kompleks disimpan disekujur korteks serebral (prinsip

mass action) dan tidak terisolasi ke daerah tertentu.


Intinya, kekuatan ingatan bergantung dari banyaknya jaringan yang tersedia.
Banyak pembelajaran yang melibatkan interkoneksi paralel yang lebih luas diantara
neuron-neuron yang terdistribusi disekujur otak. Proses ini memberikan penampakan
mass action (otak beroprasi sebagai organisme tunggal) akan tetapi lebih akurat jika
diperbandingkan dengan orkestra simfoni dengan banyak bagian yang berbeda yang
memberikan kontribusi pada komposisi lagu yang lengkap dan koheren.
3.

Pria Tanpa Otak


John Lorber, seorang dokter anak dan pakat yang diakui di bidang spina befida.
Lorber adalah seorang dokter bedah dengan spesialisasi penanganan hidrosefalus, yang
berasal dari kata yunani hydro yang berarti air dan cephalus yang berarti kepala.
Hidrosefalus melibatkan akumulasi Cerebrospinal Fluid (CBF) (cairan cerebrospinal)
yang besarnya abnormal didalam rongga-rongga (ventricles) didalam otak. Jika CBF
tidak diserap dengan cukup cepat, ia akan menumpuk dan menekan ventrikel-ventrikel
dan ini menyebabkan korteks serebral tergencet kearah luar ke tengkorak.
Kasusnya yang paling terkenal melibatkan seorang mahasiswa undergraduate
matematika dengan IQ 126, yang setelah itu mendapatkan gelar kehormatan kelas satu.
Lorber mengatakan bahwa korteks serebralnya pada pemindaian hanya setebal kira-kira
satu milimeter (yang tergencet oleh efek-efek hidrosefalus), dibanding yang biasanya
setebal empat atau lima centimeter. Lorber menghitung bahwa berat seluruh otaknya
hanya

150 gram,

dibanding yang

biasanya

1.500 gram.

Lorber kemudian

mempublikasikan makalah dengan judul provokatif, if you brain really neccessary


(apakah otak anda benar-benar penting?) yang mempertanyakan perlunya daerah-daerah
korteks serebral. Lorber mengklaim telah mendokumentasikan sekitar 600 kasus
semacam itu dan mengategorikan mereka menjadi empat kelompok, yaitu :
a. Kasus-kasus dengan otak mendekati normal, dan setelah itu kasus-kasus dengan
b. 50 70%

c. 70 90% atau 95% kranium yang berisi CFS. Hanya ada sekitar 60 kasus di
4.

kelompok terakhirnya, dan kira-kira setengahnya mengalami retardasi berat.


Bukti-bukti Yang Bertentangan
Hal pertama yang perlu ditekankan pada banyak kasus yang terjadi adalah ada
pelebih-lebihan pada tingkat kehilangan otaknya. Lorber menggunakan teknik
pemindaian CAT (computrized axial tomography) untuk melihat struktur internal otak.
Prosedur sinar-X yang jika digabungkan dengan komputer, dapat menghasilkan
pandangan cross sectional organ-organ dalam dan struktur-struktur tubuh.
Lorber mengakui bahwa bacaan pemindaian CAT sulit tetapi tetap yakin bahwa
interpretasinya tentang bukti-bukti itu benar. Teknik-teknik pemindaian otak yang lebih
maju menunjukkan bahwa korteks serebral tidak hilang atau rusak, tetapi dipadatkan
kedalam ruangan yang lebih kecil yang tersedia. Jika ada, ini mendemonstrasikan
kemampuan otak yang luar biasa untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Telah di
dokumentasikan dengan baik bahwa anak-anak dapat lebih mudah beradaptasi dengan
cedera otak serius dibanding orang dewasa, karena plastisitas dan adaptibilitas otak
manusia. Ada kasus-kasus anak yang slah satu hemisfer otaknya dibuang melalui oprasi
mendapatkan kembali setelah masa penyesuaian, sebagian besar kemampuankemampuan yang sebelumnya telah dimilikinya termasuk bahasa. Hal ini menunjukkan
bahwa daerah-daerah otak yang masih ada mengambil alih fungsi-fungsi hemisfer yang

5.

yang dibuang.
Seberapa Pentingkah Otak Kita?
Terlepas dari studi kasus Lorber, korteks serebral esensial bagi manusia. Ada kasuskasus yang didokumentasikan dengan baik tentang orang-orang yang mengalami defisit
kognitif ekstrem menyusul kerusakan neurologis yang cukup ringan. Jika sebagian besar
Grey Matter (badan-kelabu) kita mubazir, maka mestinya orang-orang bisa mengatasi
dengan cukup mudah setelah mengalami trauma otak.
Ongkos lain dari memiliki otak ukuran besar berkaitan dengan saat kelahiran. Kepala
yang besar membuat proses kelahiran anak yang lebih sulit dan berbahaya bagi ibu
maupun anak. Otak yang lebih kecil dan efisien, yang bisa menangani fungsi-fungsi
kognitif yang sama, tentu lebih menguntungkan dan oleh sebab itu terseleksi secara
alamiah. Fakta bahwa kita memiliki otak yang besar menunjukkan semacam keuntungan
selektif. Redundancy (kelebihan) baik-baik saja jika tidak ada ongkos yang harus
dibayar, tetapi disini ogkos yang harus dibayar dengan memiliki otak yang besar
tampaknya lebih besar dari keuntungan otak yang kecil namun lebih efisien.
Teknik-teknik pemindaian-otak modern juga telah menunjukkan seberapa banyak otak
digunakan diberbagai aktivitas yang berbeda. Mereka mendemonstrasikan bahwa daerah-

daerah besar otak digunakan di hampir semua kegiatan. Bahkan selama tidur, khususnya
ketika bermimpi begitu aktifnya sehingga tidur dengan bermimpi sering di sebut
sebagai active sleep (tidur aktif).
Lorber selanjutnya mengatakan bahwa pasti ada redundancy atau kapasitas cadangan
di otak yang mirip dengan yang ada di ginjal atau hati. Ada bukti eksperimental lebih
jauh dari tiukus-tikus untuk mendukung pernyataan Lorber. Tikus, yang daerah-daerah
besar korteks serebralnya dibuang, tampaknya mengalami disfungsi besar, tetapi tikustikus yang bagian korteksnya dengan porsi yang sama dibuang secara bertahap bisa
mengatasinya dengan baik dan hanya menunjukkan sedikit tanda hendaya. Hal ini
tampaknya serupa dengan efek gradual hidrosefalus yang terlihat pada sebagian pasien
Lorber. Realokasi fungsi sangat dimungkinkan, khususnya pada otak anak yang sedang
berkembang.
Meningat bukti-bukti itu, jelas bahwa korteks serebral perlu dan menyatakan bahwa
kita hanya menggunakan 10% otak kita tidak lebih dari sebuah urban legend. Kita bisa
cukup yakin bahwa kita menggunakan seluruh otak kita sepanjang waktu. Studi kasus
Lorber memberikan tinjauan sekilas yang menarik tentang kerja otak, tetapi, alih-alih
memberikan bukti-bukti tentang redundancynya, ia memberikan bukti-bukti lebih jauh
tentang adaptibilitas dan kompleksitasnya yang menakjubkan. Kompleksitas yang baru
mulai kita pahami.

Kesimpulan
Otak manusia adalah organ paling kompleks. Otak manusia memiliki sekitar 100
miliar neuron, dan ada 1.000 10.000 sinapsis-sinapsis disetiap neuron. Lokalisasi
fungsi otak berarti bahwa bagian otak yang berbeda memiliki fungsi yang berbeda
(misalnya, penglihatan, gerakan disengaja, bahasa, dan sebagainya). Lorber adalah
seorang dokter bedah dengan spesialisasi penanganan hidrosefalus. Kasusnya yang
paling terkenal melibatkan seorang mahasiswa undergraduate matematika dengan IQ
126, yang setelah itu mendapatkan gelar kehormatan kelas satu. Lorber mengatakan
bahwa korteks serebralnya pada pemindaian hanya setebal kira-kira satu milimeter (yang
tergencet oleh efek-efek hidrosefalus), dibanding yang biasanya setebal empat atau lima
centimeter. Lorber menghitung bahwa berat seluruh otaknya hanya 150 gram, dibanding
yang biasanya 1.500 gram. Lorber mengakui bahwa bacaan pemindaian CAT sulit tetapi
tetap yakin bahwa interpretasinya tentang bukti-bukti itu benar. Ada kasus-kasus anak

yang salah satu hemisfer otaknya dibuang melalui oprasi mendapatkan kembali setelah
masa penyesuaian, sebagian besar kemampuan-kemampuan yang sebelumnya telah
dimilikinya termasuk bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa daerah-daerah otak yang
masih ada mengambil alih fungsi-fungsi hemisfer yang yang dibuang. Korteks serebral
esensial bagi manusia. Otak digunakan diberbagai aktivitas yang berbeda. Mereka
mendemonstrasikan bahwa daerah-daerah besar otak digunakan di hampir semua
kegiatan. Bahkan selama tidur, khususnya ketika bermimpi.