Anda di halaman 1dari 36

Laporan Praktikum

Hari/tanggal

: Kamis, 4 Desember 2015

Pertanian Organik

Kelas/Prak/Kel

: B/P1/5

Dosen

: Dr.Ir. Muhadiono. M.Sc


Yoscarini H M, S.Hut. M.Si

Asisten

: M. Taufik Mubarok, A.Md


Richardo Salipuy, A.Md

BIOMASSA TANAMAN KANGKUNG DAN PENGARUH


HUMIC ACID TERHADAP PERKEMBANGAN TUMBUHAN

Istiqomah Muniawati
(J3M113117)

PROGRAM KEAHLIAN
TEKNIK DAN MANAJEMEN LINGKUNGAN
PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2015

DAFTAR ISI
I.

PENDAHULUAN............................................................................................1
1.1
Latar Belakang..........................................................................................1
1.1.1 Biomassa Tanaman Kangkung.................................................................1
1.1.2 Humic Acid Terhadap Pertumbuhan Tanaman.......................................1
1.2
Tujuan........................................................................................................2
II. METODELOGI................................................................................................3
2.1
Alat dan Bahan..........................................................................................3
2.1.1
Biomassa Tanaman Kangkung...........................................................3
2.1.2
Humic Acid Terhadap Pertumbuhan Tanaman.................................3
2.2
Metode.......................................................................................................3
2.2.1
Biomassa Tanaman Kangkung...........................................................3
2.1.2
Humic Acid Terhadap Pertumbuhan Tanaman.................................5
3.1
Hasil Pengamatan Humic Acid Terhadap Pertumbuhan Tanaman...........6
3.2
Hasil Pengamatan Biomassa Tanaman Kangkung....................................8
3.3
Pembahasan Humic Acid Terhadap Pertumbuhan Tanaman..................13
3.4
Pembahasan Biomassa Tanaman Kangkung..........................................22
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. KDRK Nada.........................................................................................34
Gambar 3. KDRK Yahya........................................................................................34
Gambar 4. KLRK Kelompok 5..............................................................................34
Gambar 5. KDRK Kelompok 5..............................................................................34
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. Tinggi Tanaman Kangkung Dalam Rumah Kaca.....................................8
Grafik 3. Tinggi Akar Tanaman Kangkung Dalam Rumah Kaca............................9
Grafik 4. Tinggi Akar Tanaman Kangkung Luar Rumah Kaca.............................10
Grafik 5. Jumlah Daun Tanaman Kangkung Luar Rumah Kaca...........................10
Grafik 6. Jumlah Daun Tanaman Kangkung Dalam Rumah Kaca.........................11
Grafik 7. Luas Daun Kangkung Luar Rumah Kaca...............................................12
Grafik 8. Luas Daun Kangkung Dalam Rumah Kaca............................................12
Grafik 9. Tinggi Tanaman Kelengkeng Per-Minggu..............................................15
Grafik 10. Tinggi Tanaman Green Manure Per-Minggu........................................15
Grafik 11. Tinggi Tanaman Kurma Per-Minggu....................................................16
Grafik 12. Tinggi Tanaman Sirsak Per-Minggu.....................................................16

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Pertumbuhan Tanaman...............................................................................6
Tabel 2. Jenis tanaman dan Ciri Tanaman..............................................................13
Tabel 3. Hasil pengamatan KLRK Maulana..........................................................26
Tabel 4. Hasil pengamatan KLRK Nia..................................................................29
Tabel 5. Hasil pengamatan KLRK Istiqomah........................................................31
Tabel 6. Hasil pengamatan KLRK Yahya..............................................................32
Tabel 7. Hasil Pengamatan KLRK Nada................................................................33

I.

1.1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

1.1.1 Biomassa Tanaman Kangkung


Kangkung (Ipomoea reptans, Poir) merupakan salah satu tanaman yang
banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Seregeg & Saeni, (1995) menyatakan bahwa
kangkung termasuk salah satu tanaman yang mudah menyerap logam berat dari
media tumbuhnya. Pertumbuhan tanaman salah satunya kangkung merupakan
proses pertambahan substansi biomassa atau materi biologi yang dihasilkan dari
proses-proses biosintesis di dalam sel yang bersifat endergonik (Anderson dan
Beardall, 1991: 7) dan bersifat irreverseble. Gejala pertumbuhan dapat tampak
melalui pertambahan berat, volum atau tinggi tanaman. Untuk pertumbuhannya,
tumbuhan membutuhkan bermacam-macam hara, baik hara makro seperti C, H,
O, N, S, P, Ca dan Mg, maupun hara mikro seperti Mn, Cu, Mo, Zn, dan Fe.
Perhitungan biomassa pada tumbuhan bawah secara tidak langsung
mempunyai peranan terhadap penyerapan karbon dioksida karena tumbuhan
bawah mampu menjaga kelembaban sehingga proses dekomposisi yang cepat dan
dapat menyediakan unsur hara untuk tanaman pokok. Biomassa dapat dipengaruhi
oleh aliran energi yang konstan dalam rantai makanan dan ukuran organisme.
Makin kecil organisme akan makin besar metabolisme per gram biomassa.
Akibatnya makin kecil organisme makin kecil pula biomassa yang dapat ditunjang
pada jenjang makanan tertentu dari ekosistem dan sebaliknya (Heddy dan
Kurniati, 1996).Tanaman kangkung dapat tumbuh diberbagai tempat dan mampu
beradaptasi dengan baik. Oleh karena itu dilakukan praktikum biomassa pada
tanaman kangkung untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan tanamana kangkung
pada beberapa perlakuan (laur dan dalam rumah kaca).
1.1.2 Humic Acid Terhadap Pertumbuhan Tanaman
Asam humus (humid acid) adalah sebuah substansi yang memiliki struktur
yang kompleks dengan berat molekul 1500. Secara praktis tidak larut (insoluble)
atau mengendap dengan asam tetapi larut (soluble) dengan basa. Asam humat

merupakan hasil akhir proses dekomposisi bahan organik yang mempunyai berat
molekul tinggi (22 000 230 000), berwarna hitam kecoklatan, relatif tahan
terhadap degradasi serta mengandung muatan negatif yang dapat dipengaruhi pH
(Herviyanti, 2007). Asam humat dimanfaatkan sebagai pelengkap pupuk yang
dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. (Turan et al., 2011). Asam humat
mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara langsung dan tidak langsung. Secara
tidak langsung memperbaiki kesuburan tanah dengan mengubah kondisi fisik,
kimia, dan biologi dalam tanah. Secara langsung dapat merangsang pertumbuhan
tanaman melalui pengaruh terhadap metabolisme dan sejumlah proses fisiologi,
yaitu proses respirasi, meningkatkan permeabilitas sel melalui kegiatan hormon
pertumbuhan, dan mengubah metabolisme karbohidrat tanaman.
Struktur kimia humid acid memiliki banyak gugus fungsional antara lain :
(1) Gugus karboksil (-COOH) dan gugus phenol (-OH), keduanya memiliki
muatan ion negatif sehingga mampu mengikat ion positif logam berat dan
membentuk sebuah kompleks organo logam atau senyawa khelat (chelate) ; (2)
gugus kuinon yang mampu menangkap dan mengumpulkan energi sinar matahari
dan merubahnya dalam bentuk tingkat energi yang lebih tinggi. Oleh karena itu
dilakukan praktikum penggunaan humic acid adalah untuk mengetahui pengaruh
penambahan humic acid terhadap pertumbuhan tanaman.
1.2

Tujuan

Praktikum yang telah dilakukan bertujuan untuk :

Mengetahui

perbandingan lingkungan yang berbeda.


Mengetahui proses pembuatan, menjelasakan kandungan dan pengaruh

potensi

biomassa

pada

tanaman

humic acid untuk tanaman.

II.

METODELOGI

kangkung

dengan

II.1

Alat dan Bahan

2.1.1

Biomassa Tanaman Kangkung


Alat yang digunakan pada praktikum yaitu polybag, botol air mineral,

sekop, cangkul, ember, dan alat tulis.


Bahan yang digunakan yaitu tanah, bahan organik, air, kompos cair, dan
bibit kangkung darat.
2.1.2

Humic Acid Terhadap Pertumbuhan Tanaman


Alat yang digunakan pada praktikum yaitu polybag, sekop, gelas air

mineral, cangkul, ember, dan alat tulis.


Bahan yang digunakan yaitu tanah, bahan organik, humic acid, air,
kompos cair, bibit green manure, bibit kelengkeng, bibit kurma, dan bibit asam
manis.
II.2

Metode

2.2.1

Biomassa Tanaman Kangkung


Praktikum dilakukan dengan mempersiapkan peralatan yang dibutuhksan.

selanjutnya cangkul tanah sebanyak 3 ember dan ambil juga bahan organik yang
sudah matang sebanyak 9 ember atau dengan kata lain dengan perbandingan tanah
dan bahan organik sebanyak 3:9, kemudian tanah dan bahan organik yang sudah
diambil dicampurkan, setelah tercampur siapkan polybag dan beri label nama
tanaman yang akan ditanam, lalu masukan bahan yang sudah dicampur kedalam
polybag yang telah diberi label sebanyak dari tinggi polybag tersebut. Ketika
pengisian bahan kedalam polybag yang harus diperhatikan adalah kepadatan dari
bahan yang ada di dalam polybag, diusahakan jangan sampai terlalu padat karena
akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
Polybag yang sudah terisi dengan bahan campuran tanah dan bahan
organik selanjutkan akan ditanami dengan kangkung darat yang sudah di
sediakan, setiap polybag akan ditanami dengan 4 benih kangkung dengan jarak
yang disesuaikan dengan luas polybag tersebut, setelah penanaman dilakukan
maka siram polybag dengan air secukupnya dan usahakan tidak terlalu basah agar

benih tidak membusuk pada saat mulai perkecambahan. Lakukan penyiraman


setiap hari pada pagi dan sore hari dan catat tinggi kangkung jika ada kangkung
yang tumbuh.
Metode pada perlakuan yang diluar rumah kaca berbeda dengan yang
didalam rumah kaca, untuk tempat yang digunakan bukan polybag melainkan
botol air mineral yang sudah di potong atasnya sehingga tinggi botol kurang lebih
dari tinggi botol semula dan diberikan lubang pada bagian bawah, pelubangan
ini dilakukan agar air pada saat penyiraman tidak tergenang yang akan
mengakibatkan akar membusuk jika air terlalu banyak. Selanjutnya siapkan bahan
lain seperti tanah dan bahan organik dengan perbandingan sebanyak 3:9 dan
campurkan sampai merata. Setelah selesai masukan bahan tadi kedalam botol dan
tidak di isi terlalu penuh atau dari tinggi botol yang sudah dipotong, kemudian
tanam benih kangkung setiap botol sebanyak 1 benih dan siram. Penyiraman
dilakukan sama yaitu pada pagi dan sore hari, dilakukan pencatatan tinggi, jumlah
daun, dan lebar daun persatuan daun. Jika pada minggu berikutnya kangkung
tidak tumbuh dikarenakan benih membusuk maka lakukan penyulaman sampai
ada benih kangkung yang tumbuh.
Setelah pengamatan yang sudah dilakukan selama 9 minggu maka
perlakuan selanjutnya dengan penambahan humic acid dengan perbandingan 1 : 9
antara humic acid dan air. Humic acid diambil dengan cara penyaringan yang
memisahkan serasah kotoran yang masih tersisa dengan cairan humic acid
tersebut lalu tampung diember, dan jika sudah mendapatkan humic acid dengan
komposisi yang diperlukan lakukan pengenceran dengan penambahan air yang
sudah ditentukan yaitu 1:9 antara cairan humic acid dengan air. Humic acid
disiram ke setiap perlakuan baik dirumah kaca ataupun yang berada diluar rumah
kaca seperti penyiraman biasanya dan tidak sampai menggenangi kangkung
tersebut agar tidak terjadi pembusukan akar didalam tanah. Penyiraman humic
acid dilakukan setiap satu minggu sekali dan pada hari biasanya dilakukan
penyiraman menggunakan air biasa, yaitu pada pagi dan sore hari.

2.1.2

Humic Acid Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Praktikum dilakukan dengan mempersiapkan peralatan yang dibutuhksan.


selanjutnya cangkul tanah sebanyak 3 ember dan ambil juga bahan organik yang
sudah matang sebanyak 9 ember atau dengan kata lain dengan perbandingan tanah
dan bahan organik sebanyak 3:9, kemudian tanah dan bahan organik yang sudah
diambil dicampurkan, setelah tercampur siapkan polybag dan beri label nama
tanaman yang akan ditanam, lalu masukan bahan yang sudah dicampur kedalam
polybag yang telah diberi label sebanyak dari tinggi polybag tersebut. Ketika
pengisian bahan kedalam polybag yang harus diperhatikan adalah kepadatan dari
bahan yang ada di dalam polybag, diusahakan jangan sampai terlalu padat karena
akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
Polybag yang sudah terisi dengan bahan campuran tanah dan bahan
organik selanjutkan akan ditanami dengan bibit green manure sebanyak 3
polybag, kelengkeng 2 polybag, asam manis 2 polybag, sirsak 2 polybag dan
kurma 5 polybag yang sudah di sediakan, setiap polybag akan ditanami dengan 1
bibit tanaman, setelah penanaman dilakukan maka siram polybag dengan air
secukupnya dan usahakan tidak terlalu basah agar benih tidak membusuk pada
saat mulai perkecambahan. Lakukan penyiraman setiap hari pada pagi dan sore
hari dan catat tinggi tanaman jika sudah tumbuh per minggunya.
Setelah pengamatan yang sudah dilakukan selama 9 minggu maka
perlakuan selanjutnya dengan penambahan humic acid dengan perbandingan 1 : 9
antara humic acid dan air. Humic acid diambil dengan cara penyaringan yang
memisahkan serasah kotoran yang masih tersisa dengan cairan humic acid
tersebut lalu tampung diember, dan jika sudah mendapatkan humic acid dengan
komposisi yang diperlukan lakukan pengenceran dengan penambahan air yang
sudah ditentukan yaitu 1:9 antara cairan humic acid dengan air. Siramkan humic
acid kepada setiap perlakuan seperti penyiraman biasanya. Penyiraman humic
acid dilakukan setiap satu minggu sekali dan pada hari biasanya dilakukan
penyiraman menggunakan air biasa, yaitu pada pagi dan sore hari.

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1 Hasil Pengamatan Humic Acid Terhadap Pertumbuhan Tanaman


Berdasarkan praktikum diperoleh hasil untuk parameter pertumbuhan tinggi (cm): 6 jenis tanaman diantanya:
Tabel 1. Pertumbuhan Tanaman
Nama
Istiqomah M

Jenis
Tanaman
Green
Manure 1
(Albizia
saman)
Green
Manure 2
(Albizia
saman)
Green
Manure
3(Albizia
saman)
Kelengkeng
1
(Dimocarpu
s longan)
Kelengkeng

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak

Tidak

(Tinggi Tanaman ) Minggu ke 4


5
6
7

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

27

27

28

Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tumbuh Tumbuh Tumbuh Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tumbuh Tumbuh Tumbuh Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

8.5

9.1

Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tumbuh Tumbuh Tumbuh Tumbuh

13.5

1.5

17.5

1.8

20.5

21.5

2
(Dimocarpu
s longan)
Asem Manis
(Tamarindus
Indica)
Sirsak
Kurma 1
(Phoenix
dactylifera)
Kurma 2
(Phoenix
dactylifera)
Kurma 3
(Phoenix
dactylifera)
Kurma 4
(Phoenix
dactylifera)
Kurma 5
(Phoenix
dactylifera)
Keterangan

Tumbuh

Tumbuh
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Tumbuh Tumbuh Tumbuh Tumbuh
Tidak
Tidak
Tumbuh Tumbuh

8.1

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

12

14.5

14.5

15

9.1

10.5

12.5

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tidak
Tidak
Tumbuh Tumbuh Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tidak
Tidak
Tidak Tidak
Tumbuh Tumbuh Tumbuh Tumbuh Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tidak
Tidak
Tumbuh Tumbuh Tumbuh

17.6

24.5

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tidak
Tidak
Tidak Tidak
Tumbuh Tumbuh Tumbuh Tumbuh Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tumbuh

Tidak
Tidak
Tidak
Tumbuh Tumbuh Tumbuh

13.5

15.5

4.5

12.6

25

Penyiraman Penyiraman Penyiraman

III.2

Hasil Pengamatan Biomassa Tanaman Kangkung

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diperoleh hasil untuk parameter


pertumbuhan tinggi (cm) tanaman sebagai berikut :
a. Tinggi tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans, Poir)
Rerata tinggi tanaman kangkung darat diluar rumah kaca dapat dilihat pada
gambar berikut :

Grafik 1. Tinggi Tanaman Kangkung Dalam Rumah Kaca

Grafik 2.Tinggi Tanaman Kangkung Luar Rumah Kaca

b. Tinggi akar tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans, Poir)


Grafik rerata Tinggi akar tanaman kangkung darat darat dapat dilihat
sebagai berikut :

Grafik 3. Tinggi Akar Tanaman Kangkung Dalam Rumah Kaca

Grafik 4. Tinggi Akar Tanaman Kangkung Luar Rumah Kaca

c. Jumlah daun tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans, Poir)

Grafik rerata jumlah daun tanaman kangkung darat dapat dilihat sebagai
berikut :

Grafik 5. Jumlah Daun Tanaman Kangkung Luar Rumah Kaca

Grafik 6. Jumlah Daun Tanaman Kangkung Dalam Rumah Kaca

d. Luas Daun Kangkung Luar Rumah Kaca kangkung darat (Ipomoea


reptans, Poir)
Grafik rerata Luas Daun Kangkung Luar Rumah Kaca kangkung darat dapat
dilihat sebagai berikut :

Grafik 7. Luas Daun Kangkung Luar Rumah Kaca

Grafik 8. Luas Daun Kangkung Dalam Rumah Kaca

Perhitungan biomassa P2 luar rumah kaca :


1. % Berat kering

%Berat akar

= 50 %

%Berat batang

= 50%

2. Total biomassa tumbuhan =


=

= 32550 gr/m2

3. Jumlah simpanan karbon = BK x 0,46


= 32550 x 0,46 = 14973
Perhitungan biomassa P2 dalam rumah kaca :
1. % Berat kering

%Berat akar

= 50 %

%Berat batang

= 50%

2. Total biomassa tumbuhan =


=

= 43790 gr/m2

3. Jumlah simpanan karbon = BK x 0,46


= 43790 x 0,46 = 20143.4
III.3 Pembahasan Humic Acid Terhadap Pertumbuhan Tanaman
Tabel 2. Jenis tanaman dan Ciri Tanaman
Jenis

Tropis

Subtropis

Ciri-ciri teori

Dapat tubuh di daerah tropis dan


subtropis, ketinggian mencapai 30-40 m
dan mahkota pohon mencapai 40-60 m.
Bentuk batangnya tidak beraturan
kadang bengkok, menggelembung
besar. Daunnya majemuk mempunyai
panjang tangkai sekitar 7-15 cm.

tanaman
v
Green
Manure
(Albizia
saman)

Kelengkeng
(Dimocarpus

jenis tanaman pohon yang dapat tumbuh

hingga mencapai tinggi sekitar 10 m.


Tanaman ini dapat tumbuh baik di
daerah panas (tropik). Lengkeng
memiliki bentuk kanopi seperti payung,
daunnya rimbun dengan tipe daun
majemuk yang berhadap-hadapan dalam
satu tangkai.

longan)

Asem Manis
(Tamarindus
Indica)

Tanaman kultivar daerah tropis dan


termasuk tumbuhan berbuah polong.

Tumbuhan ini berbentuk pohon,


berwarna coklat tua, batang berkayu
(lignosus), silindris, permukaan kasar,
percabangan simpodial. Arah tumbuh
batang tegak lurus, arah tumbuh cabang
ada yang condong ke atas dan ada yang
mendatar.

Sirsak
(Annona
muricata
Linn)

v
Kurma
(Phoenix
dactylifera)

Pohonnya berukuran sedang dengan


tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh
membentuk rumpun pada sejumlah
batang dari sebuah sistem akar tunggal.
Daunnya memiliki panjang 3-5 m.

a. Tinggi Pertumbuhan Tanaman

Grafik 9. Tinggi Tanaman Kelengkeng Per-Minggu

Grafik 10. Tinggi Tanaman Green Manure Per-Minggu

Grafik 11. Tinggi Tanaman Kurma Per-Minggu

Grafik 12. Tinggi Tanaman Sirsak Per-Minggu

Trembesi/ Green Manure (Albizia saman) merupakan tanaman asli yang


berasal dari Amerika tropis seperti Meksiko, Peru dan Brazil namun terbukti dapat
tumbuh di berbagai daerah tropis dan subtropis. Trembesi tersebar luas di daerah
yang memiliki curah hujan rata-rata 600-3000 mm/tahun pada ketinggian 0-300
mdpl. Klasifikasi Ilmiah dari tumbuhan trembesi, diantaranya:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Upafamili : Mimosoideae
Genus : Albizia
Spesies : Albizia saman (Jacq.) Merr
Synonim : Samanea saman
Nama daerah : Kayu Ambon (Melayu), Trembesi,
Munggur, Punggur, Meh (Jawa), Ki Hujan (Sunda).
Tanaman Trembesi memiliki beberapa manfaat salah satunya ialah
Mengurangi pencemaran udara dan melindungi alam dari ancaman pemanasan
gobal. Pohon Trembesi dengan daunnya yang lebat merupakan penyerap
karbondioksida yang sangat baik. Menurut penelitian Dr. Ir. Endes N. Dahlan,
Dosen Fakultas kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang pohon Trembesi
dewasa berpotensi menyerap 28 ton karbondioksida per tahun. Sehingga,
keberadaan tanaman ini di pinggir-pinggir jalan dan taman-taman di pusat kota
sangat diperlukan.
Kelengkeng (Dimocarpus logan) merupakan jenis tanaman pohon yang
dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 10 m. Tanaman ini dapat tumbuh
baik di daerah panas (tropik). Lengkeng memiliki bentuk kanopi seperti payung,
daunnya rimbun dengan tipe daun majemuk yang berhadap-hadapan dalam satu
tangkai. Satu tangkai terdiri dari 3-6 pasang anak daun. Permukaan daun bagian
atas berwarna hijau tua mengkilap. Tepi daun rata dengan ujung meruncing dan
pangkal runcing serta pertulangan daun menyirip. Daun- daun tumbuh di ujung
dahan dengan jumlah 6-9 daun . panjang daun 4- 9 cm dan lebar 2-4 cm.

Berdasarkan taksonominya, tanaman kalengkeng di klasifikasikan sebagai


berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Sapindaceae
Genus : Dimocarpus
Spesies : Dimocarpus logan L (Lelychusna, 2011)
Kurma (Phoenix dactylifera L.) adalah tanaman palma dalam genus
Phoenix, buahnya dapat dimakan. Walaupun tempat asalnya tidak diketahui
karena telah sejak lama dibudidayakan, kemungkinan tanaman ini berasal dari
tanah sekitar Teluk Persia. Pohonnya berukuran sedang dengan tinggi sekitar 1525 m, tumbuh membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar
tunggal. Daunnya memiliki panjang 3-5 m, dengan duri pada tangkai daun,
menyirip dan mempunyai sekitar 150 pucuk daun muda berukuran dengan
panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Rentangan penuh mahkotanya berkisar dari 6-10
m.
Beriku kalsifikasi dari tanaman Kurma yang telah diamati berbagai
minggunya:
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae
Genus: Phoenix
Spesies: Phoenix dactylifera L.
Asam jawa (Tamarindus indica) adalah sejenis buah yang masam rasanya;
biasa digunakan sebagai bumbu dalam banyak masakan Indonesia sebagai perasa

atau penambah rasa asamdalam makanan, misalnya pada sayur asam atau kadangkadang kuah pempek.
Asam jawa dihasilkan oleh pohon yang bernama ilmiah Tamarindus
indica, termasuk ke dalam suku Fabaceae (Leguminosae). Spesies ini adalah
satu-satunya anggota marga Tamarindus. Nama lain asam jawa adalah asam
(Mly.), asem (Jw.),sampalok (Tagalog), ma-kham (Thai), dan tamarind (Ingg.).
Buah yang telah tua dan sangat masak biasa disebut asem kawatBerikut daa
pengamatan rumah dalam kaca:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliohyta
las : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
pafamili : Caesalpiniodeae
Bangsa : Detarieae
Genus : Tamarindus
Spesies : T. indica
Nama Binomial : Tamarindus indica.
Sirsak (Annona muricata Linn) berasal dari Amerika Selatan. Tanaman
sirsak dalam sistematika tumbuhan (taksonomi) diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Class : Dicotyledonae
Ordo : Polycarpiceae
Famili : Annonaceae
Genus : Annona
Species : Annona muricata Linn
Tumbuhan ini berbentuk pohon, berwarna coklat tua, batang berkayu
(lignosus), silindris, permukaan kasar, percabangan simpodial. Arah tumbuh
batang tegak lurus, arah tumbuh cabang ada yang condong ke atas dan ada yang
mendatar.Buah sirsak yang normal dan sudah cukup tua / matang mempunyai

berat 500 gr, warna kulit agak terang, hijau agak kekuningan dan mengkilap.
Bentuk buah bagian ujung agak membulat dengan diameter 5 cm, diameter
bagian tengah 7 cm, serta panjang buah 17 cm. Kerapatan duri maksimal 23 buah per 4 cm (diukur pada bagian buah yang durinya paling jarang),
kekerasan daging buah empuk merata, rasa manis atau manis asam segar dan
beraroma khas.
Tanaman yang paling cepat pertumbuhannya adalah tanaman trembesi.
Trembesi yang cepat tumbuh dan besar dalam waktu relatif singkat memang
efektif memberikan keteduhan dan mempengaruhi iklim mikro daerah sekitarnya
menjadi lebih sejuk. Pohon trembesi atau disebut juga pohon kihujan (Samanea
saman) merupakan salah satu pohon penghijauan terbaik. Pertumbuhannya cepat,
batangnya besar, kuat dan bentangan kanopinya lebar dan mampu menyerap 28
Ton Co2 pertahunnya. Trembesi bisa hidup didaerah yang kritis dan memiliki
keasaman yang tinggi.Penelitian membuktikan pohon terambesi yang ditanam di
lahan satu hektar dapat mengikat 0.6 Ton Oksigen perhari. Pohon ini unggul
menanggulangi banjir mampu menyimpan 900 meter kubik air juga menyalurkan
4000 liter air perhari. Selain sebagai tanaman penghijauan, berdasarkan penelitian
Hartwell (1967-1971) di Venezuela, akar Trembesi dapat digunakan sebagai obat
tambahan saat mandi air hangat untuk mencegah kanker.
Setiap tanaman pasti tumbuh. Namun jika berkaitan dengan unsur biotik
dan abioik, tanaman terbesebut dapat memiliki gangguan dalam pertumbuhan jika
tidak sesui dengan kondisi lingkungan di sekitar tanaman. Pengaruh lingkungan
terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat besar. Faktor-faktor
lingkungan tersebut meliputi suhu, udara, cahaya. Kelembaban udara, serta
kesedian air tanah dan mineral.
Suhu merupakan faktor lingkungan yang penting bagi tumbuhan karena
berhubungan dengan kemampuan melakukan fotosintesis, translokasi, respirasi,
dan transpirasi. Tumbuhan memiliki suhu optimum untuk dapat tumbuh dan
berkembang. Bahaya berperan penting dalam proses fotosintesis. Apabila
makanan yang dihasilkan dari proses fotosintesis berkurang atau bahkan tidak ada,
jaringan menjadi mati karena kekurangan makanan. Namun demikian cahaya
yang dibutuhkan tumbuhan jumlahnya tidak boleh terlalu banyak. Tanah lembap

sangat cocok untuk pertumbuhan, terutama saat perkecambahan biji. Hal ini
karena tanah lembap menyediakan cukup air untuk mengaktifkan enzim dalam
biji serta melarutkan makanan dalam jaringan. Tingkat pengaruh kelembapan
udara atau tanah pada tumbuhan berbeda-beda. Ada tanaman yang membutuhkan
kelembapan udara dan kelembapan tanah yang tinggi, misalnya lumut hati.
Sebaliknya, ada juga tanaman yang tumbuh dengan baik pada dengan kelembapan
udara dan tanah kelembapan rendah, misalnya Aloe vera (lidah buaya) dan
beberapa jenis tanaman anggrek.
Asam humus (humid acid) adalah sebuah substansi yang memiliki struktur
yang kompleks dengan berat molekul 1500. Secara praktis tidak larut (insoluble)
atau mengendap dengan asam tetapi larut (soluble) dengan basa. Asam humat
merupakan hasil akhir proses dekomposisi bahan organik yang mempunyai berat
molekul tinggi (22 000 230 000), berwarna hitam kecoklatan, relatif tahan
terhadap degradasi serta mengandung muatan negatif yang dapat dipengaruhi pH
(Herviyanti, 2007). Kandungan pada Humic acid dianaranya (1) memiliki Gugus
karboksil (-COOH) dan gugus phenol (-OH), keduanya memiliki muatan ion
negatif sehingga mampu mengikat ion positif logam berat dan membentuk sebuah
kompleks organo logam atau senyawa khelat (chelate); (2) Gugus kuinon yang
mampu menangkap dan mengumpulkan energi sinar matahari.
Penggunaan humic acid untuk membantu pertumbuhan tanaman
diaplikasikan dengan menambahkan humic acid yang telah dicairkan dengan air
kepada tanaman percobaan. Humic acid dicairkan dengan menngunakan
perbandingan 1:9 antara humic acid dengan air. Penyiraman dilakukan sebanyak
satu kali sehari,dengan komposisi yang sama. Penyiram humic acid bagi tanaman
bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Peranan humic acid bagi tanah
adalah kaitannya dengan perubahan sifat-sifat tanah, yaitu sifat fisika, biologi, dan
kimia tanah.
Pemulihan tanah yang rusak bias dilakukan dengan menggunakan
pupukorganik dan humic acid, Namun, jumlah penggunaan yang dipakai dalam
pemulihan lahan yang berbeda. Bagi pemulihan lahan dengan menggunakan
pupuk organic lebih membutuhkan jumlah bahan organic yang banyak, sedangkan
penggunaan humic acid untuk membantu pemulihan lahan jumlah penggunaan

yang lebih sedikit di banding pupuk kandang menjadi salah satu alternatif yang
rasional untuk melakukan rehabilitasi lahan kritis dengan biaya yang terjangkau.

III.4

Pembahasan Biomassa Tanaman Kangkung


Biomassa adalah jumlah bahan hidup yang terdaat di dalam organisme

yang berada di dalam habitat tertentu. Biomassa merupakan istilah untuk bobot
hidup, biasanya dinyatakan sebagai bobot kering, untuk seluruh atau sebagian
tubuh organisme, populasi, atau komunitas. Biomassa tumbuhan merupakan
jumlah total bobot kering semua bagian tumbuhan hidup.Biomassa tumbuhan
bertambah karena tumbuhan menyerap karbondioksida (CO2) dari udara dan
mengubah zat ini menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis (Hamilton
dan King, 1988).
Praktikum dilakukan dengan menggunakan dua perlakuakan yang berbeda.
Perlakuan satu dilakukan di dalam rumah kaca, dan perlakukan dua dilakukan
dilaur rumah kaca. Hal tersebut dipilih karena tanaman kangkung dapat tumbuh
dengan baik sepanjang tahun. Kangkung darat dapat tumbuh pada daerah yang
beriklim panas dan beriklim dingin.
Perolehan data yang didapatkan memberitahukan bahwa kangkung dengan
perlakukan tanam di luar rumah kaca tumbuh lebih besar dibandingkan dengan
kangkung di dalam rumah kaca. Hal ini dikarenakan pengaruh dari penyinaran
cahaya, Tanaman kangkung dengan penyinaran yang baik tumbuh jauh lebih cepat
bertranspirasi bilamana terbuka terhadap cahaya dibandingkan dalam gelap. Hal
ini terutama karena cahaya mendorong/merangsang tumbuhnya stomata dan
dengan demikian meningkatkan pemindahan udara berisikan uap air dari ruangruang udara lapisan bunga karang keluar. Kangkung sangat kuat menghadapi
panas terik dan kemarau yang panjang, apabila ditanam di tempat yang agak
terlindung maka kualitas daun akan bagus namun lemas/layu. Hal ini terjadi
karena kloroplas yang tidak terkena cahaya matahari sehingga tidak terjadi proses
fotosintesis yang menyebabkan tumbuhan menguning dengan cepat (etiolasi)
(Kramer dan Kozlowski, 1979). Pembuktian didapatkan dengan tinggi kangkung
pada perlakuakn luar rumah kaca yang besarnya bias mencapai 41.2 cm,
sedangkan dalam rumah kaca mencapai 37.6 cm.

Pengaruh suhu bagi tanaman kangkung menurut Rahmat Rukmana (1994),


kangkung memiliki daya adaptasi cukup luas terhadap kondisi iklim dan suhu.
Suhu juga menjadi faktor penentu pertumbuhan tanaman. Suhu yang baik bagi
tumbuhan adalah antara 22OC 37OC. Temperatur yang lebih atau kurang dari
batas normal dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
Tanaman kangkung yang ditanam di tempat yang terlalu panas, maka batang dan
daunnya menjadi agak keras (Djuariah, 2007).
Media tanam dalam fungsinya untuk mendukung pertumbuhan dan
perkembangan akar harus dapat menyediakan ruang udara yang baik agar akar
tanaman dapat bernapas sehingga air dan unsur-unsur hara diserap akar tanaman.
Apabila ruang udara dalam media tanam sempit maka akar tanaman akan
mengalami penderitaan bahkan menyebabkan kematian akar. Sebaliknya jika
ruang udara terlalu besar akan menimbulkan pemborosan dalam proses defisiensi
air. Air merupakan bahan mutlak yang harus ada untuk pertumbuhan tanaman.
Maka pengaturan tata air harus diperhatikan untuk mencegah kekurangan atau
kelebihan air pada media tanam. Frekuensi penyiraman harus terkontrol agar
kelembaban dalam media tanam tetap terjaga. Media tanam harus selalu
menyediakan kandungan air yang optimal bagi tanaman. Maka setiap media
tanam menunjukkan gejala kekeringan maka harus segera diberikan penyiraman
yang tepat.
Tanaman kangkung juga dapat menjadi tanaman fitoremediasi. Sebagai
contoh tanaman kangkung yang tanaman kangkung yang ditanam pada media
lumpur Sidoarjo akan menyerap logam dan menghasilkan bobot tanaman terendah
5,07 g/tanaman. Pemberian media tambahan tanah dan pupuk kandang pada
media lumpur Sidoarjo dengan perbandingan (0,5:0,5:1) dapat menurunkan
serapan logam dan mampu meningkatkan hasil tanaman hingga 16,63 g/tanaman
dengan Al 0% Al dan Fe 6,88%, Menurut Aiyen (2004) tanaman kangkung darat
dapat mengakumulasi minimum 1000 ppm Pb dan kangkung darat dapat
memfitoremediasi logam.
IV.
IV.1

Kesimpulan

PENUTUP

Kangkung darat dapat tumbuh di manapun dan mampu beradaptasi dengan


cepat. Tanaman dengan perlakukan laur rumah kaca lebih baik pertumbuhannya
dibandingan dengan dalam rumah kaca. Tanaman kangkung juga membutuhkan
tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, dan tidak
dipengaruhi keasaman tanah.
Pembuatan humic acid dilakukan dengan menambahkan air, bahan organic
dan air seni, pembuatan dilakukan dengan cara percamuran bahan tadi menjadi
homogeny dan didiamkan. Semakin lama pemuatan humic acid semakin baik
kualitasnya. Bahan yang terkandung dalam humic acid adalah (1) memiliki Gugus
karboksil (-COOH) dan gugus phenol (-OH), keduanya memiliki muatan ion
negatif sehingga mampu mengikat ion positif logam berat dan membentuk sebuah
kompleks organo logam atau senyawa khelat (chelate); (2) Gugus kuinon yang
mampu menangkap dan mengumpulkan energi sinar matahari. Humic acid
memiliki banyak pengaruh yang baik bagi tanaman (1) Merangsang pertumbuhan
akar tanaman dan tunas baru, serta mempercepat pertumbuhan tanaman secara
keseluruhan; (2) Mempercepat proses penyerapan nutrisi serta unsur hara lainnya
yang dibutuhkan tanaman (3) Meningkatkan masukan (uptake) nutrisi melalui
konversi hara menjadi bentuk tersedia.
4.2 Saran
Sebaiknya alat yang digunakan lebih diperbanyak lagi sehingga lebih
mengefisiensikan waktu. Materi tentang pertanian organik lebih diperbanyak
sehingga saat praktikum tidak hanya untuk pengambilan data saja.

DAFTAR PUSTAKA
Aiyen. 2004. Importance of Root Growth Parameters to Cd and Zn Acquisition by
Non

hyperaccumulator

and

hyperaccumulator

Plants.

Dissertation

University of Hohenhein, Institutebof Plants Nutrition, Verlag GranerMeuren-Stutgard.

Azziyaa Suchaida. 2015. Fitoremediasi pada media tanah yang mengandung cu


dengan tanaman kangkung darat. Jurnal Produksi Tanaman. 3(6) : hlm.
442 449.
Djuariah, D. 2007. Evaluasi Plasma Nutfah Kangkung Di Dataran Medium
Rancaekek. Jurnal Hortikultura 7(3):756-762.
Heddy, S dan M. Kurniati. 1996. Prinsip-Prinsip Dasar Ekologi, Suatu Bahasan
Tentang Kaidah Ekologi Dan Penerapannya. PT Raja Grafindo Persada,
Jakarta.
Heddy, S., S.B Soemitro, dan S. Soekartomo. 1986. Pengantar Ekologi. Penerbit
Rajawali. Jakarta.
Kramer PJ, Kozlowski TT (1979) Physiology of woody plant. Academic Press,
New York.
Rukmana, Rahmat, 1994, Bertanam kangkung, Kanisius: Jogjakarta.

LAMPIRAN
Tabel 3. Hasil pengamatan KLRK Maulana
Tanaman
KLRK

Tinggi
15

jumlah daun
lebar
Minggu ke-1
8
0.4

panjang

luas
3

1.2

0.2

2.5

0.2

2.4

0.4

2.8

0.4

0.2

0.3

2.7

0.3

2.7

0.8

0.7

2.5

0.8

2.4

0.8

2.8

0.4

0.4

0.4

2.7

0.4

2.7

0.4

2.9

Minggu ke - 3
15
0.9

0.9

4.6

0.9

4.6

0.5

4.5

0.5

0.5

0.6

0.5

4.8

0.8

0.8

0.8

4.8

0.2
0.2

0.8
0.8

0.5
0.48
1.12
1.2
0.6
0.81
0.81

Minggu ke - 2
KLRK

KLRK

24.5

33

2.4
1.75
1.92
2.24
1.2
1.2
1.08
1.08
1.16
3.6
4.14
4.14
2.25
2
2
2.4
2.4
4
4
3.84
0.16
0.16

KLRK

KLRK

38

38

0.5

0.4

3.1

Minggu ke-4
21
0.6

3.9

0.6

3.9

0.8

0.4

2.5

0.4

2.5

0.9

0.9

4.6

0.9

4.6

0.5

4.5

0.5

0.5

0.6

0.5

4.8

0.8

0.8

0.8

4.8

0.9

0.8

0.9

0.8

0.9

0.8

3.1

0.3

1.6

Minggu ke 5
23
0.4

2.5

0.9

4.6

0.5

4.5

0.5

0.5

0.6

1.5
1.24
2.34
2.34
4
1
1
3.6
4.14
4.14
2.25
2
2
2.4
2.4
4
4
3.84
0.72
0.72
2.7
2.48
0.48
1
4.14
2.25
2
2
2.4

0.5

4.8

0.8

0.8

0.8

4.8

0.9

0.8

0.9

0.8

0.9

0.8

3.1

0.3

1.6

0.6

3.9

0.6

3.9

0.8

0.4

2.5

0.4

2.5

0.9

0.9

4.6

1.1

7.5

2.4
4
4
3.84
0.72
0.72
2.7
2.48
0.48
2.34
2.34
4
1
1
3.6
4.14
8.25

Tabel 4. Hasil pengamatan KLRK Nia


Tanaman

Tingg
i

jumla
h
daun

leba
r

panjan
g

luas

KLRK

Minggu ke-1
10

0.2
0.3
0.3
0.2
0.2
0.2
0.3

1.9
2.5
2.5
2
2
2.2
2.5

0.38
0.75
0.75
0.4
0.4
0.44
0.75

KLRK

Minggu ke - 2
22

13

0.7
0.7
0.8
0.8

3
2.5
3
2.5

2.1
1.75
2.4
2

Minggu ke - 3
31.5

KLRK

0.5
0.4
0.6
0.5
0.7
0.6
0.6
0.6
0.3

2.4
2.8
3
3
2.7
2.7
2.9
2.9
2.1

1.2
1.12
1.8
1.5
1.89
1.62
1.74
1.74
0.63

18

0.9
0.9
0.9
0.5
0.5
0.5
0.6
0.5
0.8
0.8
0.8
0.2
0.2
0.5
0.4
0.6
0.6
0.4

4
4.6
4.6
4.5
4
4
4
4.8
5
5
4.8
0.8
0.8
3
1.6
3.5
3.5
4.2

3.6
4.14
4.14
2.25
2
2
2.4
2.4
4
4
3.84
0.16
0.16
1.5
0.64
2.1
2.1
1.68

21

0.6
0.5
0.8
0.8
0.8
0.9
0.9
0.9
0.8
0.3
0.6
0.6
0.8
0.4
0.4
0.9

4
4.8
5
5
4.8
0.8
0.8
3
3.1
1.6
3.9
3.9
5
2.5
2.5
4

2.4
2.4
4
4
3.84
0.72
0.72
2.7
2.48
0.48
2.34
2.34
4
1
1
3.6

Minggu ke-4
KLRK

38

0.9
0.9
0.5
0.5
0.5

4.6
4.6
4.5
4
4

4.14
4.14
2.25
2
2

0.8
0.3
0.6
0.6
0.8
0.4
0.4
0.9
0.9
1.1
0.4
0.9
0.5
0.5
0.5
0.6
0.5
0.8
0.8
0.4
0.9
0.5
0.5

3.1
1.6
3.9
3.9
5
2.5
2.5
4
4.6
7.5
2.5
4.6
4.5
4
4
4
4.8
5
5
4.8
0.8
0.8
3

2.48
0.48
2.34
2.34
4
1
1
3.6
4.14
8.25
1
4.14
2.25
2
2
2.4
2.4
4
4
1.92
0.72
0.4
1.5

leba
r

panjan
g

0.2
0.3
0.3
0.2

2.5
2
1.9
2.5

0.5
0.6
0.57
0.5

0.6
0.6
0.6
0.3

2.7
2.9
2.9
2.1

1.62
1.74
1.74
0.63

Minggu ke 5
KLRK

42.3

23

Tabel 5. Hasil pengamatan KLRK Istiqomah


Tanaman

KLRK

KLRK

Tingg
i

jumla
h
daun

Minggu ke-2
7

Minggu ke - 3
20

luas

0.4
0.6
0.5
0.7

2.8
3
3
2.7

1.12
1.8
1.5
1.89

KLRK

Minggu ke - 4
23

0.6
0.5
0.8
0.8
0.8
0.2
0.2
0.5
0.4

4
4.8
5
5
4.8
0.8
0.8
3
1.6

2.4
2.4
4
4
3.84
0.16
0.16
1.5
0.64

KLRK

Minggu ke-5
30.5

2.1
0.2
0.2
0.2
0.2
2.1
2.1
2.1
2.1

5.4
0.4
0.4
0.4
0.4
5.4
5.4
5.4
5.4

11.34
0.08
0.08
0.08
0.08
11.34
11.34
11.34
11.34

leba
r

panjan
g

0.2
0.3
0.3
0.2
0.4
0.2

2.5
2
1.9
2.5
2.8
2.5

0.5
0.6
0.57
0.5
1.12
0.5

0.2
0.4
0.2
0.2
0.3

2.5
2.8
2.5
2.5
2

0.5
1.12
0.5
0.5
0.6

Tabel 6. Hasil pengamatan KLRK Yahya


Tanaman

KLRK

KLRK
KLRK

Tingg
i

jumla
h
daun

Minggu ke-2
7

Minggu ke - 3
9
Minggu ke - 4
13

luas

Minggu ke-5
22.1

KLRK

0.3

1.9

0.57

0.6
0.2
0.2
0.6
0.2
0.6
0.6

5.7
0.4
0.4
5.6
1.8
5.4
5.4

3.42
0.08
0.08
3.36
0.36
3.24
3.24

leba
r

panjan
g

0.3
0.3
0.3
0.2

2
1.9
1.9
2.5

0.6
0.57
0.57
0.5

Tabel 7. Hasil Pengamatan KLRK Nada


Tanaman

KLRK

Tingg
i

jumla
h
daun

Minggu ke-2
6.5

luas

KLRK

Minggu ke - 3
25

0.6
0.6
0.6
1
1
0.6
0.7
0.7

2.7
2.9
2.9
3.5
3.6
3
3
2.7

1.62
1.74
1.74
3.5
3.6
1.8
2.1
1.89

KLRK

Minggu ke - 4
29

15

0.6
0.6
0.8
0.4
0.4
0.9
0.9
0.9
0.5
0.5
0.5
0.5
0.8
0.8
0.8

4
3.9
5
2.5
2.5
4
4.6
4.6
4.5
4
4
4.8
5
5
4.8

2.4
2.34
4
1
1
3.6
4.14
4.14
2.25
2
2
2.4
4
4
3.84

Minggu ke-5
31.6

KLRK

29

0.6
0.8
0.4
0.4
0.9
0.9
1.1
0.4
0.9
0.5
0.5
0.5
0.6

3.9
5
2.5
2.5
4
4.6
7.5
2.5
4.6
4.5
4
4
4

0.6
0.2
0.2
0.6
0.2
0.6
0.6

5.7
0.4
0.4
5.6
1.8
5.4
5.4

2.1
0.2
0.2
0.2
0.2
2.1
2.1
2.1
2.1

5.4
0.4
0.4
0.4
0.4
5.4
5.4
5.4
5.4

Foto

Gambar 1. KDRK Nada

Gambar 2. KDRK Maul

2.34
4
1
1
3.6
4.14
8.25
1
4.14
2.25
2
2
2.4
3.42
0.08
0.08
3.36
0.36
3.24
3.24
11.34
0.08
0.08
0.08
0.08
11.34
11.34
11.34
11.34

Gambar 3. KDRK Yahya

Gambar 4. KLRK Kelompok 5

Gambar 5. KDRK Kelompok 5