Anda di halaman 1dari 1

Pembuangan dan Pengolahan Air Limbah

Air limbah yaitu air dari suatu daerah pemukiman yang telah dipergunakan untuk
berbagai keperluan, harus dikumpulkan dan dibuang untuk menjaga lingkungan hidup yang
sehat dan baik. Air yang harus dibuang dari suatu daerah pemukiman terdiri dari, 1.Air
limbah rumah tangga / saniter, 2.Air limbah industri, 3.Air resapan / aliran masuk, 4.Air
hujan. Jumlah air limbah rumah tangga dari suatu daerah biasanya sekitar 60-75 % dari air
yang disalurkan ke daerah itu, sisanya dipakai pada proses industri, penyiraman kebun, dll.
Besar aliran limbah industri bervariasi menurut jenis dan ukuran industri yang ada, jika ada
industri khusus yang tidak diketahui, maka ada suatu kelonggaran yang biasa dipakai, yaitu
sebesar 5000 gal/acre/hari (50m3/hektar/hari). Jumlah resapan/ aliran masuk sangat
tergantung pada taraf permukaan air tanah dan keseksamaan pelaksanaan konstruksi selokan
yang bersangkutan. Bila permukaan air tanah terletak di bawah selokan, maka peresapan
hanya akan terjadi pada saat air turun lewat tanah. Bila permukaan air tanah tinggi , maka
kecepatan peresapan akan sekitar 300 sampai 1500 gallon per hari per acre (3-15 m3 perhari
perhektar).
Air limbah yang dibuang dalam saluran bawah tanah disebut air selokan. Beberapa
pemukiman mempunyai sistem gabungan dimana air limbah perumahan, air limbah industri
serta limpasan air hujan diangkut melalui saluran yang sama. Ada pula pemukiman yang
mempunyai sistem terpisah dimana ada satu sistem yang membawa air limbah perumahan
dan air limbah industri, yang biasanya menyalurkan limbah tersebut ke suatu instalasi
pengolahan, serta suatu sistem drainase- hujan yang terpisah, yang mengumpulkan air hujan
dan menyalurkannya ke jalur air atau badan air.
Secara teoritis, kapasitas selokan gabungan adalah sama dengan jumlah maksimum
dari air limbah ditambah dengan aliran air hujan. Beberapa selokan gabungan yang besar
mempunyai bagian berbentuk telur atau saluran kecil di bawah pipa besarnya untuk
mengangkut aliran pada masa musim kering (air limbah saniter) dengan kecepatan yang
cukup.
Topik-topik pengolahan air limbah dipertimbangkan oleh beberapa faktor yaitu
meliputi 1.Peninjauan kembali metode-metode pengolahan air limbah yang utama serta
pemakaiannya, 2.Pengembangan pembahasan tentang metode pengelolahan yang lebih
penting menurut klasifikasinya, 3.Pengelolahan dan pembuangan. Ada 2 jenis reaktor dalam
pengelolahan limbah yang sekarang digunakan, yaitu 1.Reaktor tangki berpengaduk dengan
aliran tetap (Continuous Flow Stirred Tank Reactor), 2.Reaktor aliran gabus (Plug Flow
Reactor). Metode ini meliputi 1.Penyaringan, 2.Pengecilan ukuran, 4.Pembuangan serpih,
5.Pengendapan, 6.Filtrasi. Proses satuan kimiawi yang dipergunakan untuk pengelolahan air
limbah adalah pengendapan kimiawi dan klorinasi. Sejumlah instalasi pengelolahan
mempergunakan gabungan antara proses-proses kimiawi untuk mencapai pengelolahan yang
sempurna. Klorinasi dapat dipergunakan sebagai langkah akhir dalam pengelolahan air
limbah bila pengelolahan kandungan bakterinya diperlukan. Klorinasi awal sebelum air
limbah memasuki tangki pengendapan dapat membantu pengaturan bau, dapat mengusir lalat
pada filter tetesaan. Konsepsi dasar pengolahan biologis dapat dinyatakan bahwa
pengelolahan biologis meliputi, 1.Konversi bahan organik terlarut dan koloidal dalam air
limbah menjadi serat-serat sel biologis, 2.Pembuangan selanjutnya dari serat-serat sel,
biasanya dengan pengendapan gravitasi.
Kesimpulan
:
Air limbah terdiri dari limbah perumahan, industri, resapan, dan hujan. Dalam pengolahannya
terdapat 3 cara yaitu fisik, kimia, biologi.