Anda di halaman 1dari 15

POTENSIAL

ELEKTRODA
Kelompok 2
Nurul Rizka Salamah (4311413016)
Illa Tri Winarsih
(4311413035)
Sidik Muharom (4311413022)
Aprizha Marfina
(4311413029)
Novera Ayang Nurmala (4311413031)

Pengertian
Potensial Elektroda merupakan ukuran terhadap
besarnya kecenderungan suatu unsur untuk
melepaskan atau mempertahankan elektron.

ELEKTRODA
Elektroda adalah konduktor yang dilalui arus listrik dari satu media
ke yang lain, biasanya dari sumber listrik ke perangkat atau bahan.
Elektroda dalam sel elektrokimia dapat disebut sebagai anoda atau
katoda.
Anoda merupakan elektroda di mana elektron datang dari sel
elektrokimia sehingga oksidasi terjadi.
contoh :Cu2+ + 2 e Cu
Katoda merupakan elektroda di mana elektron memasuki sel
elektrokimia sehingga reduksi terjadi.
contoh : Zn Zn2+ + 2 e

JENIS
JENIS
ELEKTRODA
Elektroda Pembanding

Elektroda standar
hidrogen

Elektroda perak

Elektroda
Kalomel

Elektroda indikator /
kerja

Elektroda logam

Elektroda
membran

1. Elektroda Standar /
pembanding
Sifat sifat
Tegangannya tidak dipengaruhi oleh waktu
Segera kembali ke potensial semula jika kondisinya
kembali ke asal
Tidak dipengaruhi oleh temperatur

jenis elektroda pembanding, diantaranya :


1. Elektroda standar hydrogen
Reaksi yang terjadi :
Elektrolit yang digunakan dalam elektroda ini adalah
asam klorida. Fasa-fasa yang ada dapat dinyatakan
sebagai berikut:
Potensial elektrodanya dapat dinyatakan sebagai
berikut :

2. Elektroda Kalomel
Reaksi

keseimbangan

yang

terjadi

dapat

ditulis

sebagai berikut:
Fasa-fasa yang ada dapat dinyatakan sebagai berikut:
Potensial elektrodanya dapat dinyatakan sebagai
berikut:

3. Elektroda perak
Terdiri dari suatu elektroda perak yang dicelupkan
kedalam larutan KCI yang dijenuhkan dengan
AgCI.
Reaksi keseimbangan yang terjadi dapat ditulis
sebagai berikut:
Fasa-fasa yang ada dapat dinyatakan sebagai
berikut:
Potensial elektrodanya dapat dinyatakan sebagai
berikut:

2. Elektroda Indikator /
penunjuk
A. Elektroda
Logam

Tipe 1 : elektroda yang langsung berkeseimbangan dengan kation


yang berasal dari logam tersebut.

Contoh: elektroda tembaga Cu2+ + 2 e Cu

Tipe 2 : elektroda yang harga potensialnya bergantung pada


konsentrasi suatu anion dengan ion yang berasal dari elektroda
membentuk endapan atau ion kompleks yang stabil.

Contoh, : elektroda perak untuk halida, reaksinya dapat ditulis :


AgCl + e Ag+ + Cl-

Tipe 3 : adalah elektroda logam yang harga potensialnya


bergantung pada konsentrasi ion logam lain.
Contoh : elektroda Hg dapat digunakan untuk menentukan
konsentrasi Ca2+ yang terdapat dalam larutan

B. Elektroda
Membran
1. Elektroda Selektif ion
a.

Membran kristal
1. kristal tunggal
2. polikristalin / kristal campuran

b. Nonkristalin membran
1. Gelas, contoh gelas silikat
2. Cairan, contoh cairan untuk penukar ion
3. Cairan polimer, contoh polivinil klorida
2. Elektroda Selektif Molekul
a. Pendeteksi gas, contoh hidrofob untuk CO2
b. Elektroda bersubstrat enzim, contoh membran urease
untuk urea darah

Menghitung Potensial
elektroda sel
E sel = E red - E oks
E sel = E sel - RT/nF ln C
E sel = E sel - 0.059/n log C
Catatan :
E = potensial reduksi standar (volt)
R = tetapan gas - [ volt.coulomb/mol.K] = 8.314
T = suhu mutlak (K)
n = jumlah elektron
F = 96.500 coulomb
C = [bentuk oksidasi]/[bentuk reduksi]

Peranan Potensial
Elektroda

Terima Kasih