Anda di halaman 1dari 14

Titrasi Konduktometri

Kelompok 6
Khayatun Nufus
(4311413018)
Titisari Henggar Kinarsi (4311413034)
Cici Elietia Rahayu
(4311413039)
Miftachul Hidayah
(4311413041)

Jurusan Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alama
Universitas Negeri Semarang
2015

titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

12/17/15

Titrasi Konduktometri
a. Pengertian

c. Prinsip

e. Kurva titrasi

b. Faktor yang
mempengaruhi

d. Contoh
penggunaan

e. Kekurangan dan
kelebihan

titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

12/17/15

a. Pengertian

1.1 Konduktometri
Kondukometri merupakan metode analisis kimia
berdasarkan daya hantar listrik suatu larutan. Daya hantar
listrik (G) suatu larutan bergantung pada jenis dan
konsentrasi ion di dalam larutan. Daya hantar listrik
berhubungan dengan pergerakan suatu ion di dalam
larutan ion yang mudah bergerak mempunyai daya hantar
listrik yang besar.

titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

12/17/15

Konduktansi adalah ukuran kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan

arus listrik.
Konduktivitas adalah kemampuan suatu bahan (larutan, gas, atau logam)
untuk menghantarkan arus listrik
Konduktometer adalah alat yang digunakan untuk menentukan daya hantar
suatu larutan dan mengukur derajat ionisasi suatu larutan elektrolit dalam air
dengan cara menetapkan hambatan suatu kolom cairan selain itu
konduktometer memiliki kegunaan yang lain yaitu mengukur daya hantar
listrik yang diakibatkan oleh gerakan partikel di dalam sebuah larutan.

titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

12/17/15

1.2 Titrasi Konduktometri


Titrasi konduktometri merupakan metode analisa kuantitatif yang didasarkan
pada perbedaan harga konduktansi masing-masing ion. Dalam konduktometri
diperlukan sel konduktometrinya, yaitu alat mengukur tahanan sel. Didalam
titrasi konduktometri ini tidak terlalu berbeda jauh dari titrasi-titrasi yang
lainya, yang membedakan biasanya hanya terdapat bagaimana cara untuk
mengetahui titik ekivalen dari larutan itu.
Tabel 1. perbedaan titrasi konduktometri dengan titrasi biasa
Titrasi Biasa

Titrasi konduktometri

Harus menggunakan indikator

Tidak perlu idikator

Tujuannnya adalah untuk


mencari titik akhir titrasi

Tujuannya untuk mengetahui titik


ekivalen titrasi

Tidak terbatas untuk larutan


elektrolit
dan non elektolit
titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

Terbatas, hanya untuk larutan


elektrolit

12/17/15

Titik ekivalen dapat kita ketahui dari daya hantar dari larutan yang kita ukur,
jika daya hantar sudah konstan berarti titrasi sudah mencapai ekivalen. Titrasi
konduktometri dapat dilakukan untuk menentukan kadar ion, dengan syarat ion
tersebut terlibat dalam reaksi kimia sehingga terjadi penggantian satu jenis ion
dengan yang lain yang berarti terjadi perubahan konduktivitas . Misalnya
digunakan orang dalam menentukan kadar dalam suatu sampel. Bila
diaplikasikan dalam dunia perindustrian misalnya penentuan kadar aspirin
dalam tablet/sampel dan juga memisahkan logam-logam berbahaya yang ada
dalam air.

titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

12/17/15

Titrasi

konduktometri sangat sesuai untuk asam atau basa lemah, karena


penggunaan potensiograph / titroprocessor dengan elektroda kaca
menghasilkan titik akhir yang kurang jelas. Namun titrasi konduktometri
tidak dapat dilakukan dalam cuplikan yang mengandung konsentrasi ion lain
yang tinggi, karena titik akhir menjadi kurang tajam. Titrasi konduktometri
sangat berguna untuk melakukan titrasi pengendapan.

titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

12/17/15

b. Faktor Faktor yang mempengaruhi Titrasi


Konduktometri

1. Jumlah ion di dalam larutan


2. Muatan ion yang ada di larutan
3. Ukuran ion yang ada di dalam larutan

titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

12/17/15

c. Prinsip Titrasi Konduktometri


Prinsip dari titrasi konduktoometri ini adalah penggantian ion-ion analit yang

sebelumnya ada di dalam larutan menjadi ion ion titran yang di tambahkan ke
dalamnya. Penggantian ion-ion ini tentu akan mengubah nilai hantara dari
larutan tersebut sesuai dengan muatan, jumlah dan ukuran dari ion-ion analit
dan ion titran didalam larutan. Perbedaan nilai hantaran inilah yang diamati
untuk menentukan titik ekivalen dari suatu titrasi.
titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

12/17/15

d. Contoh penggunaan
Titrasi konduktometri dapat dilakukan untuk menentukan kadar ion, dengan syarat ion

tersebut terlibat dalam reaksi kimia sehingga terjadi penggantian satu jenis ion dengan
yang lain yang berarti terjadi perubahan konduktivitas.
Misalnya titrasi HCl dengan NaOH berdasarkan persamaan sebagai berikut :
H+ + Cl- + OH- + Na+
H2O + Cl- + Na+

Bila yang dititrasi asam kuat dititrasi dengan basa maka konduktan akan mengalami
penuruan karena Ion H+ yang mempunyai + yang diganti dengan Na+ yang lebih kecil.

Yang akirnya akan mencapai konduktivitas yang paling rendah.


Kurva konduktivitas tipenya sangat ditentu kan jenis ion penyusun yang mempunyai
sifat konduktivitas berbeda
titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

12/17/15

10

e. Kurva titrasi
Kurva Titrasi HCl-NaOH
6
5
4
Konduktivitas (mS/cm)

3
2
1
0
0

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

Volume NaOH (ml)

titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

12/17/15

11

Sebelum ditambah NaOH, didalam larutan terdapat ion H

dan Cl- yang


masing-masing mempunyai harga konduktivitas molar ( 25 C ) sebesar 349,8
cm2/mol dan 76,3 cm2/mol. Pada penambahan NaOH, terjadi reaksi antara
H+dengan OH- membentuk H2O, sehingga jumlah H+ didalam larutan
berkurang sedangkan jumlah NaOH bertambah. Na+ mempunyai harga
konduktivitas molar 50,1 S cm-1/mol yang jauh lebih kecil dari H+ sehingga
harga konduktivitas total dari larutan turun. Pada titik akhir titrasi, H+ dalam
larutan telah bereaksi seluruhnya dengan OH-, sehingga penambahan NaOH
lebih lanjut akan menaikkan harga konduktivitas total larutan, karena terdapat
OH- dengan konduktivitas molar 198,3 S cm-1/mol.

titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

12/17/15

12

Conductometric Titration NaOH vs HCl


Electrical Conductivity

H+(aq) + Cl(aq) + Na+(aq) + OH(aq)

H2O(l) + Na+(aq) + Cl(aq)

Mobilitas
lebih tinggi

Mobilitas
lebih rendah

Equivalence point

Volume of acid added /cm3


12/17/15

titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

13

f. Kekurangan dan kelebihan


kekurangan titrasi konduktometri
1. Hanya dapat diterapkan pada larutan
elektrolit saja

Kelebihan titrasi konduktometri


1. Titrasi tidak menggunakan indikator, karena

langsung

2. Dapat digunkan untuk titrasi yang berwarna


3. Dapat digunakan untuk titrasi yang dapat

2. Sangat dipengaruhi temperatur


3. Dapat ditunjukkan dengan tidak
4. Peralatan cukup mahal
5. Jika tidak hati hati maka akan cepat
rusak

pada titik keivalen sudah dapatditentukan


dengandaya hantar dari larutan tersebut.

menimbulkan pengendapaan

4. Lebih praktis
5. Lebih cepat atau waktu yang diperlukan lebih
sedikit

6. Tidak bisa digunakan pada larutan

yang sangat asam atau basa karena


akan meleleh
titrasi konduktometri kimia fmipa unnes

6. Untuk persen kesalahanya lebih kecil jika


dibandingkan dengan titrasi volumetri

12/17/15

14