Anda di halaman 1dari 45

Flora normal serta Hubungan bakteri

dengan hospes dan lingkungannya.


Pertumbuhan, Pembiakan dan Metabolisme

Elisabeth D. Harahap
Dept. Mikrobiologi FKUI

Mikrobiologi kedokteran
ilmu yang mempelajari interaksi antara hewan
atau manusia dengan mikroorganisme seperti
bakteri, virus, jamur dan parasit.
perhatian pada mikroorganisme penyebab
penyakit.
mikroorganisme memegang peranan penting
dalam kehidupan manusia.

Mikroorganisme dalam ekosistim berperan sebagai


decomposer pemecah produk-produk organik yang
komplek (sisa-sisa binatang, tumbuhan dan
mikroorganisme lainnya) menjadi komponen yang
lebih kecil yang dapat digunakan lagi oleh
tumbuhan dan organisme lain.
Tempat tinggal yang spesifik dari suatu organisme
habitat
Dalam suatu habitat terdapat faktor biotik dan abiotik.
Faktor biotik manusia, binatang dan mikroba lain.
Faktor abiotik tempratur, cahaya, ph, substansi
anaorganik (air, CO2, O2, mineral)
dan substansi organik.

Mikroorganisme dapat ditemukan di semua tempat


yang memungkinkan terjadinya kehidupan.
Disuatu lokasi mikroorganisme dapat bersifat :
- transient bertempat tinggal sementara
- indigenous bertempat tinggal tetap.
Habitat alam mikroorganisme :
- tanah
- air
- udara
- makanan (susu)

1. Tanah
- sumber yang kaya akan mikroorganisme
- kebanyakan bersifat apatogen
- dapat bertahan dengan adanya ekskreta / kadaver
- bakteri patogen a.l : Clostridium tetani, Clostridium
perfringens, Clostridium botulinum, B. anthracis.
2. Air
- air tawar dan air laut mengandung mikroorgaisme
- bakteri patogen umumnya tidak terdapat, kecuali
air yang secara langsung tercemar oleh urin atau
faeses manusia dan binatang.
- mikroorganisme patogen di air a.l :
Salmonella dan Shigella, Vibrio cholerae, Legionella,
Virus hepatitis, virus polio, virus enterik,
Entamoeba histolytica.

Escherichia coli yang ditemukan di air digunakan


sebagai indeks pencemaran oleh faeses, sebab
E. coli relatif lebih tahan hidup di air.
3. Udara
- mikroorganisme dapat ditemukan di udara,
malaupun sebenarnya tidak berkembang biak.
- udara luar jarang mengandung bakteri patogen,
mungkin karena efek pengeringan, ozon, dan uv.
- udara ruangan mungkin mengandung bakteri dan
virus patogen yang berasal dari kulit, tangan,
pakaian dan terutama dari saluran nafas atas
manusia.

4. Makanan (susu)
- susu sapi normal yang diperah secara asepsis
masih mengandung 100-1000/ ml bakteri non
patogen.
- kadang-kadang masih terdapat bakteri patogen
yang mungkin berasal dari sapi yang sakit atau
dari proses pemerahan a.l : Mycobacterium tuberculosis, Salmonella, Shigella,Streptococcus,
Corynebacterium diphtheriae, Brucella dan
Staphyllococcus.
- Pasteurisasi susu dan pemusnahan hewan sakit
menurunkan insiden penyakit yang berasal
dari susu.

Interaksi mikroba
adalah hubungan timbal balik antara mikroba
dengan mikroba lainnya maupun dengan
organisme yang lebih tinggi.
1. Simbiosis
adalah hubungan yang dekat antara 2 bentuk
kehidupan. Ada 3 betuk simbiosis :
a. mutualisme
b. komensalisme
c. parasitisme
2. Non-simbiosis
masing-masing organisme hidup bebas, hubungan
tidak diperlukan untuk hidup. Ada 2 bentuk :
a. sinergisme
b. antagonisme

Interaksi Mikroba

Simbiosis

Mutualisme Komensalisme Parasitisme

Non Simbiosis

Sinergisme

Antagonisme

1. Simbiosis
a. Mutualisme
Bentuk hubungan yang saling menguntungkan.
Contoh :
Rhizobium leguminosarum - tanaman leguminosa.
E. coli di usus
b. Komensalisme
Yang satu dapat keuntungan, yang lain tidak
dirugikan dan tidak mendapat keuntungan
Contoh : Staphylococcus epidermidis di kulit
Pertumbuhan satelit H.influenzae dengan
Staphylococcus aureus

c. Parasitisme
adalah suatu interaksi dimana salah satu mendapat
keuntungan dan yang lain dirugikan.
Cont. Bakteri penyebab penyakit pada manusia
Mycobacterium tuberculosis
Hospes organisme yang mengandung parasit
Interaksi ini dapat terjadi dalam bentuk gejala penyakit.
Carrier suatu kondisi dimana telah tercapai
keseimbangan biologik antara hospes dan parasit
(gejala mereda tetapi parasit masih ada)

2. Non-Simbiosis

A. Sinergisme
adalah suatu hubungan 2 atau lebih organisme yang
menguntungkan semua anggota tetapi tidak diperlukan
untuk kelangsungan hidup.
Cont. kombinasi bakteri yang dapat menyebabkan
kerusakan jaringan, mis. Pada gas-gangren
mixed infection.
B. Antagonisme
Suatu organisme yang menghasilkan substansi yang
menghambat organisme lain.

Pertumbuhan satelit (komensalisme)

Hubungan simbiosis

Hubungan hospes-mikroorganisme
- Adanya mikroorganisme dalam tubuh manusia tidak
selalu menimbulkan sakit.
Kebanyakan interaksi hospes-mikroorganisme tidak
terwujud dalam bentuk penyakit.
- Hubungan hospes-mikroba ditentukan oleh keseimbangan
antara virulensi dan daya tahan hospes.
- Virulensi derajat patogenitas yang dinyatakan
dengan jumlah mikroorganisme atau toksin yang
dibutuhkan untuk membunuh binatang percobaan.
- Patogenitas kemampuan suatu mikroorganisme
untuk menyebabkan penyakit

Faktor-faktor pendukung virulensi bakteri


1. Daya invasi
adalah kemampuan bakteri untuk penetrasi ke jaringan,
mengatasi pertahanan tubuh hospes, berkembang biak
dan menyebar.
Daya invasi dipengaruhi oleh :
- komponen permukaaan kapsul polisakharida
(Strep. Pneumoniae, Klebsiella pneumoniae),
protein M (Strep. pyogenes)
- ensim bakteri koagulasa, fibrinolisin, hialuronidasa,
kolagenasa, lesitinasa dan deoksiribonukleasa.
2. Toksigenitas
Ada 2 jenis toksin yang dihasilkan bakteri :
endotoksin dan eksotoksin

Eksotoksin

Endotoksin

Tempat produksi

Disekresi oleh bakteri hidup

Bagian integral dari dinding


sel bakteri negatif Gram.

Struktur kimia

Polipeptida

Komplek lipopolisakharida

Sifat fisik

Relatif tidak stabil,


dengan pemanasan
aktivitas menurun

Relatif stabil, aktivitas toksin


menetap walaupun
dipanaskan

Sifat imunogenik

Sangat antigenik, menghasilkan


antitoksin dalam jumlah banyak
Dapat dibuat toksoid

Tidak menginduksi antitoksin


Tidak dapat dibuat toksoid

Toksisitas

Sangat toksik, menimbulkan


kematian dalam dosis kecil

Kurang toksik, dalam dosis besar


baru menimbulkan kematian

Reaksi tubuh

Tubuh tidak memberi reaksi


demam/panas

Ada reaksi demam

Beda Exotoxin & Endotoxin

Efek eksotoksin & endotoksin

Bakteri penghasil eksotoksin dan endotoksin


Eksotoksin

Endotoksin

Positif Gram :
- Corynebacterium diphtheriae
- Clostridium tetani
- Clostridium botulinum
-Staphylococcus aureus
Negatif Gram :

Negatif Gram :

-Shigella dysenteriae
-Vibrio cholerae
Escherichia coli beb strain

-Salmonella, Shigella, Brucella,


Neisseria, Vibrio cholerae,
Escherichia coli
Pseudomonas aeruginosa

Mikroorganisme dalam tubuh manusia


- Mikroorganisme dalam tubuh dapat menetap atau transient
- Dapat menyebabkan penyakit bila ada faktor prediposisi
-Contoh :
Flora normal di saluran pencernaan berperan dalam sintesa vit K
dan membantu absorbsi zat makanan.
Flora normal pada mukosa dan kulit mencegah kolonisasi
bakteri patogen melalui bacterial interference.
Streptococcus viridans flora normal pada sal nafas atas, bila
masuk aliran darah setelah ekstraksi gigi atau tonsilektomi
dapat sampai ke katup jantung subacute bacterial endocarditis.
Bacteroides flora normal di kolon, dapat menyebabkan
peritonitis
bila ada trauma.

Flora normal dalam tubuh manusia berperan pada :


- metabolisme dari produk makanan
- menghasilkan vitamin, faktor pertumbuhan
- proteksi terhadap infeksi oleh bakteri virulen
- menstimuli respon imun.
Bila daya tahan tubuh hospes menurun, flora normal dapat
menimbulkan penyakit keadaan ini disebut Oportunisme.
Organismenya disebut Oportunis
Flora normal dalam tubuh manusia mengalami perubahan
kontinu yang dipengaruhi oleh :
- umur
- makanan
- hormon
- kesehatan dan kebersihan seseorang

Selama kehamilan, janin berada dalam lingkungan yang steril,


segera setelah lahir, bayi terpapar dengan mikroba dari ibu
dan lingkungan.

Kepala
= pd kulit
Gigi
Strep. mutans
Bacteroides
Fusobacterium
Streptococcus
Actinomyces

Tenggorokan
Strep. viridans
Strep. pyogenes
Strep. pneumoniae
Neisseria sp.
Staph. epidermidis
Haemophillus
influenzae

Kulit
Staph. epidermidis
Staph. aureus
Diphtheroids
Streptococcus
Pseud. aeruginosa
Anaerob
Candida
Pityrosporum

Hidung
Staph. aureus
Staph. epidermidis
Diphtheroids
Streptococcus

Mulut
Strep. mitis
Streptococcus sp
Trichomonas
Candida
Paru-paru
Pneumocystis ?
Usus *

Uretra & vagina


Staph. epidermidis
Diphtheroids
Streptococcus
Batang negatif Gram

Groin & perineum


Sama dengan kulit
Kaki
= pada kulit

Distribusi flora normal pada tubuh manusia

Lactobacilus

Lactobacillus
Streptococcus

Enterobacter
Bacteroides sp
Bacteroides
Fusobacterium
Strep. faecalis
Escherichia coli
Lactobacillus
Sta. aureus
Clostridium

Bacteroides
Bifidobacterium
Eubacteria

Enterobacter
Klebsiella
Eubacteria
Bifidobacteria
Streptococcus
Pseudomonas
Salmonella
Coliforms
Strep. faecalis

Flora normal pada saluran cerna

Daerah kolonisasi pada sal. nafas

Distribusi flora normal sal. cerna

Portal
of entry

Adhesion

Invasion

Multiplikasi

Infection
of target

Desease

Portal
of exit

Hubungan antara mikroba dan manusia

Kontak dengan bakteri patogen (Strep. pneumoniae)

Pertumbuhan, Pembiakan dan Metabolisme


Pertumbuhan bakteri memerlukan sumber energi dan bahan
mentah untuk membentuk protein, struktur dan membran sel.
Bakteri harus mensintesa asam amino, karbihidrat dan lipid
untuk membentuk sel.
Faktor-faktor yang diperlukan untuk pertumbuhan :
1. nutrisi
2. oksigen
3. Eh (potensi-oksidasi reduksi)
4. pH
5. temperatur
6. kekuatan ion & tek. osmotik

1. Nutrisi
a. Air
- penghantar zat gizi yang diperlukan &
merupakan isi protoplasma.
b. Garam - garam anorganik
- mempertahankan koloidal dan tek. Osmotik
- mempertahankan keseimbangan asam-basa
- aktivator reaksi enzimatik.
c. Elemen-elemen non metalik
- belerang (sulfur), komponen yang penting dalam sel,
terintegrasi dalam asam amino yang merupakan
komponen protein.
Diambil dalam betuk H2S, tapi kebanyakan dalam
bentuk SO4.
- Fosfat (PO4), komponen asam nukleat.

d. Elemen metalik
-Ca . Zn . Na ,K , Cu , Mn , Mg dan Fe .
Diperlukan pada berbagai aktivitas seluler :
osmoregulasi, aktivitas ensim , transport elektron.
e. Karbon dan Nitrogen
Kandungan nitrogen 10% berat kering sel kuman
merupakan komponen protein.
Diambil dalam bentuk NO3, NH3, N2
Kebanyakan mikroorganisme dapat menggunakan
NH3 sebagai sumber nitrogen.

2. Oksigen
Berdasarkan kebutuhan oksigen, bakteri dibagi :
a. Anaerob obligat tidak membutuhkan oksigen
Clostridium tetani
b. Aerob obligat memerlukan oksigen untuk tumbuh
Mycobacterium tuberculosis
c. Anaerob fakultatif dapat tumbuh dengan atau tanpa O2
d. Anaerob aerotoleran dapat mentolerir sedikit O2

3. Potensi oksidasi-reduksi (Eh)


- Eh merupakan faktor yang menentukan pertumbuhan bakteri.
- Eh perbenihan bila kontak dengan udara : +0,2 0,4 volt,
pada ph 7.
- Bakteri anaerob tumbuh pada Eh -0,2 volt. Suasana anaerob
diperoleh dengan menghisap oksigen atau menambahkan
senyawa sulfidril atau Natrium tioglikolat kedalam perbenihan.
- Pertumbuhan bersama bakteri aerob dan anaerob dapat
menurunkan Eh lingkungan.

4. Temperatur
Berdasarkan tempratur pertumbuhan, bakteri dibagi atas :
a. Psikhrofilik -5 sampai 30 C
b. Mesofilik 10 45 C (suhu optimum 20-40 C)
c. Termofilik 25 80 C (suhu optimum 50-60 C)
5. pH
Kebanyakan bakteri patogen memiliki pH optimum 7,2-7,6.
6. Kekuatan ion & tek. Osmotik
- Halofilik bakteri yang memerlukan kadar garam tinggi,
cont. Staphylococcus .
- Osmofilik bakteri yang memerlukan tek. Osmotik
tinggi
cont. Escherichia coli

Reproduksi bakteri

1. Reproduksi aseksual
a. Pembelahan umumnya bakteri berkembang biak secara
amitosis yaitu membelah menjadi 2 bagian (binary division).
Generation time waktu diantara 2 pembelahan
Generation time bervariasi antara 20 menit 15 jam
(M. tuberculosis 15 jam).
b. Pembentukan tunas/cabang
bakteri membentuk tunas tunas melepaskan diri
membentuk bakteri baru.
(cont. Streptomycaceae)

c. Pembentukan filamen
Bakteri membentuk serabut panjang yang tidak bercabang,
kromosom masuk ke dalam filamen filamen terputus-putus
membentuk bakteri baru
(cont. H. influenzae )

2. Reproduksi seksual
Pembelahan didahului oleh peleburan bahan kromosom
dari 2 bakteri timbul bakteri baru dengan sifat yang
berasal dari kedua sel induknya.
Hanya terjadi dari bakteri yang berasal dari satu famili.
Mis. Fa Enterobacteriaceae

Pertumbuhan bakteri
Bila bakteri di biakkan di dalam perbenihan yang sesuai, dapat
dilihat suatu grafik yang dibagi dalam 4 fase :
1. Fase penyesuaian diri (lag phase)
Umumnya berlangsung selama 2 jam.
Bakteri belum berkembang biak, tetapi aktivitas metabolisme nya
sangat tinggi.
2. Fase pembelahan (logarhytmic phase/exponental phase)
Bakteri berkembang biak dengan kelipatan dua.
Jumlah bakteri meningkat secara eksponensial.
Umumnya fase ini berlangsung 18-24 jam
Pada pertengahan fase ini, pertumbuhan sangat ideal, pembelahan
terjadi secara teratur, semua bahan dalam sel berada dalam
keadaan seimbang (balanced growth)

3. Fase stasioner (Stationary phase)


Terjadi peningkatan hasil metabolisme yang toksik.
Bakteri mulai ada yang mati, pembelahan terhambat.
Jumlah bakteri yang hidup relatif konstan.
4. Fase kemunduran (period of decline)
Jumlah bakteri hidup menurun, bakteri mati lebih banyak.

Metabolisme bakteri
Metabolisme mettaballein (Yunani) perubahan
reaksi kimia dan fisika dari sel.
Terdiri dari 2 reaksi :
1. Anabolisme ( biosintesa )
Proses sintesis struktur dan molekul sel.
Molekul kecil molekul besar
Memerlukan enegi
2. Katabolisme ( penghancuran)
pemecahan molekul besar molekul kecil
Melepas energi

Proses metabolisme terdiri dari :


1. Memecah makromolekul menjadi molekul yang lebih kecil
dan melepas energi ( Katabolisme)
2. Melepas energi dalam bentuk ATP atau panas
3. Merubah molekul kecil menjadi molekul yang lebih besar
yang diperlukan sel, dalam proses ini ATP diperlukan untuk
membentuk ikatan (Anabolisme)