Anda di halaman 1dari 24

FISIKA BANGUNAN

SISTEM PENCAHAYAAN
ALAMI

Sumber

cahaya alami adalah matahari

Karena

sinar matahari langsung membawa serta


panas, maka cahaya yang dimanfaatkan untuk
pencahayaan ruangan adalah cahaya bola langit.

Cahaya

bola langit (sky light) dipakai untuk


penerangan alami ruangan, bukan sinar matahari
langsung. Sinar matahari langsung akan sangat
menyilaukan dan membawa panas, sehingga
tidak dipakai untuk menerangi ruangan.

Pencahayaan

pada ruangan umumnya


diperoleh dari atas (lubang atap) dan dari
samping (lubang dinding).

Pelubangan

cahaya pada atap sangat


bervariasi tergantung dari fungsi bangunan.

Pelubangan

pada dinding (peletakan


jendela) juga bervariasi dipengaruhi oleh
bentuk bangunan yang ada.

FAKTOR CAHAYA SIANG


HARI
Faktor

cahaya siang hari/ faktor langit adalah


perbandingan antara kekuatan terang pada suatu titik
pada suatu bidang dalam suatu ruangan dengan
kekuatan terang yang pada saat itu menerangi
lapangan terbuka pada bidang horizontal yang sama.

Faktor

cahaya siang hari dipengaruhi oleh:


1. cahaya langsung dari matahari pada bidang kerja
(SC=sky component)
2. cahaya pantulan dari permukaan benda sekitar
(ERC=externally reflected component)
3. cahaya pantulan dari permukaan di dalam ruangan
(IRC= internally reflected component)

Iluminasi

adalah datangnya cahaya ke suatu objek (lux, lumen/m 2)


Luminasi adalah perginya cahaya dari suatu objek (candela/m 2)
1 fc (foodcandle, lumen/ft 2) = 10,79 lx (lux, lumen/m2). 1 fc = 10
lux
1 lux (lx) adalah iluminan (E) pada bidang bola berjari-jari 1 m
yang bertitik pusat sumber berkekuatan cahaya (I) sebesar 1 cd.

SC adalah komponen
cahaya bidang langit
yang terlihat dari titik
yang diukur.
SC ditentukan oleh
bidang jendela dan
halangan di luar.
ERC adalah komponen
cahaya bidang
permukaan
penghalang di luar
yang terlihat dari titik
yang diukur di dalam
ruangan.
IRC adalah komponen
cahaya yang berasal
dari pantulan
Rumus perhitungan faktor cahaya siang hari (DF = daylight factor)permukaan dalam
ruangan

DF = SC + IRC + ERC
DF = Ei/Eo x 100%

Ei = iluminasi pada satu titik di dalam bangunan


Eo = iluminasi di ruang luar oleh cahaya bola langit yang tidak terhalang

Menurut

ketentuan internasional, langit


perencanaan (kekuatan terang di lapangan
terbuka) ditetapkan antara 3000-5000 lux dan
untuk indonesia 10000 lux.

Contoh,

ruang yang sering dipakai untuk kegiatan


menulis dan membaca seperti gedung sekolah
dan kantor dengan kekuatan penerangan >250
lux, berarti faktor cahaya siang hari ruang kantor
250/10000 lux=2,5%. Artinya faktor cahaya siang
hari harus sebesar 2,5% untuk memenuhi
prosentase yang telah disyaratkan.

Mencari Komponen Langit


(SC, Sky Component)

Membuat

denah dan potongan tegak ruangan dengan skalatis

Letakkan

Busur Surya (fotocopilah pada plastik transparan untuk


diletakkan pada gambar potongan dan denah ruang yang hendak
diukur).

Nomogram:

Penentuan pantulan cahaya dari dalam ruangan

Contoh Soal:
Contoh

Soal:
Sebuah ruangan berukuran lebar 4m, panjang 6m dan
tinggi 3m. Sebuah jendela berukuran tinggi 1,5m dan
lebar 2m terletak di sisi melebar ruangan. Ketinggian
ambang bawah jendela 100cm dari lantai. Titik O berada
sejauh 3m dari jendela dan persis di tengah kedua dinding
memanjang. Ruang ada di lokasi yang relatif bersih dan
digunakan untuk kegiatan yang relatif bersih juga.
Pantulan rata-rata penghalang di luar 0,7 (cat berwarna
terang=70%)
1. Hitung DF di titik O, bila di luar tidak ada penghalang,
dan jendela tanpa kaca.
2. Hitung DF di titik O, bila di luar tidak ada penghalang,
dan jendela berkaca berpola.

Menghitung SC
Buat potongan tegak ruangan yang melalui jendela dan titik O.
Tarik garis dari titik O ke ambang atas dan bawah jendela dan namai garis tersebut
PO dan RO.
Letakkan busur secara tegak (A menghadap ke atas) dengan titik tengah busur
berimpit dengan titik O. Garis tengah busur sejajar dengan bidang kerja yang sejajar
lantai melalui titik O.
PO memotong skala lingkaran luar di busur pada titik 3,75% dan RO pada titik 0,1%,

Buat denah ruangan dan tandai letak titik O


Buat garis dari titik O ke tepi jendela, namailah garis MO dan NO.
Letakkan busur pada denah dengan skala B menghadap ke jendela.
Kedua titik perpotongan kira-kira sangat berdekatan dengan garis lengkung 0,2.
Jumlahkan kedua titik untuk menemukan Faktor Koreksi (CF), yaitu 0,2+o,2 sama
dengan 0,4.
Maka Komponen Langit (SC) = Komponen Langit Awal (ISC) x Faktor Koreksi (CF) =
3,65% x 0,4 = 1,46%.

ERC

tidak dihitung karena tidak ada penghalang


di luar

Menghitung IRC
Luas jendela=1,5x2=3m2 . Luas
dinding=2x(3x4)m2 + 2 x (3x6) m2 = 60m2. Luas
lantai=4x6m2 = 24m2.
Luas langit-langit=4x6m2 =24m2
Jadi luas total permukaan ruang = (60+24+24)
m2= 108m2
Perbandingan antara luas jendela dan luas total
permukaan ruang = 3:108 =0,027.
Tandai titik 0,027 pada skala A nomogram
sebagai A
Perbandingan antara luas dinding dan luas total
permukaan ruang 60:108=0,56. Tandai letak
0,56 pada kolom kiri tabel kecil.
Diketahui nilai pantulan dinding 70%. Lihat
perpotongan 70 dan deret 0,56. Karena tidak
tersedia deret 0,56 maka perlu interpolasi. Nilai
pantulan rata-rata 55%.
Tandai harga 55% pada skala B (Beri B) dan tarik
garis lurus ke titik A di skala A.
Garis memotong skala C di titik C, kira-kira
1,2%.
Nilai IRC = 1,2%

Karena

ruangan ada di lokasi bersih


dan kegiatan di dalamnya juga
bersih, maka faktor Perawatan
(MF)=0,9 (lihat Tabel 3.6)
Faktor konversi (CF) pantulan untuk
pantulan rata-rata 55% adalah
sekitar 0,8 (lihat Tabel 3.7)
IRC minimum=(1,2x0,9x0,8)%=0,9%
Jadi di titik O nilai
DF=SC+ERC+IRC=(1,46+0+0,9)%=
2,36%
Bila langit di luar cerah, maka
iluminasi=10.000 lux, maka titik O
akan memperoleh 2,36%x10.000
lux= 236 lux.
Lihat tabel 3.5 untuk kegiatan
menulis dan membaca 236 lux
sudah cukup terang.

Ketentuan Dasar teknik


Penerangan Alami
Terang

langit sumber cahaya adalah sumber cahaya yang diambil


sebagai dasar untuk penentuan syarat-syarat mengenai penerangan
alami siang hari.
Langit Perencanaan adalah langit dalam keadaan yang ditetapkan dan
dijadikan dasar untuk perhitungan, berarti juga: sumber penerangan
berasal dari langit, yang dianggap memiliki penyebaran terang yang
merata dan berukuran sama (uniform brightness distribution).
Faktor Langit (fl) adalah angka karakteristik yang digunakan sebagai
ukuran untuk keadaan penerangan alami siang hari di berbagai tempat
dalam suatu ruangan.
Titik Ukur (TU) adalah titik dalam ruangan yang keadaan penerangannya
dipilih sebagai indikator untuk keadaan penerangan seluruh ruangan.
Bidang lubang cahaya efektif adalah bidang vertikal sebelah dalam dari
lubang cahaya.
Lubang cahaya efektif untuk suatu titik ukur adalah bagian dari bidang
lubang cahaya efektif, lewat mana titik ukur itu mengarah ke langit.

Penentuan Titik Ukur

Penghitungan Faktor Langit


dengan Metode Analitis
Nilai

fl dinyatakan sebagai fungsi dari H/D dan L/D

Contoh 1

Contoh 2

Contoh 3

Dari

ketiga contoh tersebut di atas


memiliki lubang cahaya yang sama,
tetapi mempunyai
posisi/penempatan jendela yang
berbeda dan menghasilkan
perhitungan faktor langit yang
berbeda. Dengan demikian
penempatan jendela pada posisi di
tengah ruangan akan menghasilkan
kekuatan penerangan yang lebih