Anda di halaman 1dari 15

Transfer Massa

Difusi adalah penyebaran partikel melalui gerakan acak dari suatu wilayah. dapat didefinisikan
sebagai pergerakan partikel dari daerah konsentrasi tinggi ke daerah konsentrasi rendah[2].
Ternyata itu terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari kawan. Sebenarnya perpindahan massa
memang dipelajari secara khusus di bidang studi yang saya geluti. Untuk bidang studi teknik
yang lain memang tidak ada yang mempelajari hal ini(maaf...). Jadi, sebuah kehormatan juga
sebenarnya bisa menjelaskan fenomena ini kepada kawan-kawan hehe....
Perpindahan massa merupakan salah satu dari 3 proses perpindahan yang terjadi yaitu
perpindahan momentum, perpindahan energi (panas) dan perpindahan massa sendiri. Aplikasinya
di dunia per-pabrik-an cukup banyak dan umunya mudah untuk ditemukan seperti :
1.

Distilasi

2.

Absorbsi

3.

Pengeringan

4.

Ekstraksi liquid-liquid

5.

Adsorpsi

6.

Proses Membran

7.

Dll

Berbeda dengan proses perpindahan yang lain, untuk perpindahan massa juga melibatkan
medium yang menjadi jembatan antara kedua tempat, ikut berpindah. Berbeda dengan misalnya
perpindahan panas.
contoh-contoh perpindahan massa, yaitu
1.

Penghilangan gas SO2 dari flue gas dengan absorpsi oleh pelarut.

2.

Pemurnian uranium dari pengotor sehingga bisa digunakan sebagai bahan baku nuklir.

3.

Pemisahan alkohol dengan air dengan distilasi.

Selain contoh-contoh di laboratorium di atas, ada juga di kehidupan sehari-hari yang bisa kita
temui... misal
1.

Proses penguapan air

2.

Proses pengeringan baju kita

3.

Dll

Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan banyak melihat kenyataan dan peristiwa tentang transfer
massa pada suatu keadaan sistem atau transfer panas pada sistem tertentu. Kenyataan nan ada
dapat saja terjadi secara alami atau disengaja seperti keadaan di industri.
Proses transfer, baik panas maupun massa perlu diperhitungkan dengan seksama buat skala
industri sebab berkaitan dengan biaya nan dikeluarkan dalam satu siklus industri, sebab proses
industri berkaitan dengan profitabilitas, perhitungannya pun diusahakan serinci mungkin.
Perpindahan panas dan massa merupakan salah satu mata kuliah tersendiri di jurusan Teknik,
baik mungkin Teknik Kimia nan erat hubungannya dengan pabrik dan proses industri atau
Teknik Mesin nan berhubungan dengan perancangan mesin dan alat. Karena masuk pada ranah
teknik, maka tentu saja mata kuliah ini berhubungan dengan perhitungan.

Perpindahan Panas
Perpindahan panas secara garis besar sebenarnya telah dipelajari pada bangku sekolah
menengah. Telah dikenal tiga jenis perpindahan panas , yakni radiasi, konveksi dan konduksi.
Pada pelajaran Fisika SMA, konsep perpindahan panas disampaikan buat menentukan laju
perpindahan panas nan melewati suatu medium, baik laju kalor konduksi, konveksi maupun
radiasi.
Pada perpindahan panas secara konduksi, akan terjadi manakala ada disparitas panas antara
kedua ujung medium. Lajunya tentu saja dipengaruhi oleh selisih dari temperatur keduanya, nan
mengalir dari suhu nan lebih tinggi pada suhu nan lebih rendah dari suatu penghantar tetap.
Persamaan nan menjelaskan tentang ini ialah Hukum Fourier.
Perpindahan panas nan lain ialah secara konveksi nan terjadi antara permukaan padat dengan
fluida (cairan) nan mengalir di sekitar permukaan padat tersebut, dengan menggunakan
penghantar berupa fluida baik gas maupun cairan.
Perpindahan panas secara konveksi terjadi sebab partikelnya berpindah dari temperatur tinggi ke
rendah, sehingga secara tak langsung akan terjadi dua kenyataan yakni perpindahan panas dan
perpindahan massa.
Karena hal tersebut berkaitan dengan perpindahan massa, biasanya akan diselidiki tentang arus
massa/ arus fluida nan bergerak. Secara terperinci, persamaan nan menjelaskan tentang
perpindahan panas konveksi ialah hukum Newton .

Berbeda dengan kedua jenis perpindahan panas di atas, perpindahan panas juga bisa dilakukan
pada keadaan vakum, tanpa medium (sekalipun udara). Perpindahan panas jenis ini dinamakan
perpindahan panas radiasi.
Perpindahan panas secara radiasi ialah perpindahan panas sebab suatu pancaran gelombang
elektromagnetik (tanpa melewati suatu medium).
Perhitungan secara ideal tentang pancaran radiasi dimasukkan pada konsep radiasi benda hitam,
dimana seluruh energi nan diserap akan seluruhnya pula dipancarkan. Secara terperinci,
persamaan buat menjelaskan perpindahan ini memakai Hukum Stefan Boltzman tentang
distribusi partikel.

Aplikasi Perpindahan Panas


Beberapa kejadian di alam secara tak langsung menjelaskan tentang pelaksanaan perpindahan
panas.
Perpindahan panas konduksi
Beberapa contoh perpindahan panas secara konduksi: pemanasan pada pelat logam dengan
ketebalan nan ukuran nan berbeda (panjang, lebar, tinggi, tebal), penyambungan pelat logam
dengan jenis logam nan berbeda dan sebagainya.
Perpindahan panas secara konveksi
Contohnya ialah pemanasan/pendidihan air pada suatu bejana, pendinginan pelat logam pada
udara terbuka, pendinginan makanan dengan meniupniupkan udara di sekitar makanan nan
panas dan sebagainya.
Perpindahan panas secara radiasi
Contohnya pancaran sinar matahari ke bumi

Perpindahan Massa
Secara mudah, perpindahan massa ialah proses dimana terjadi transfer massa yaitu konvoi
partikel dari medium satu ke medium lain baik terjadi secara alami maupun sebab adanya gaya
pendorong dari luar.

Transfer massa biasanya disebabkan oleh tenaga dari luar, nan akan mengubah densitas partikel
sehingga secara alami akan mengalami perpindahan. Proses transfer massa biasanya terjadi pada
kasus-kasus pemisahan zat.
Misal dengan proses destilasi, pemberian kalor sebagai gaya dari luar akan mendorong zat murni
teruapkan dan secara tak langsung densitas zat murni berubah nan mengakibatkan terjadinya
perpindahan massa dari substansi asal ke medium lain.
Termasuk juga ekstraksi, yakni penambahan zat buat memurnikan suatu zat dengan berdasar
prinsip kelarutan. Dengan memberikan suatu zat kimia, secara otomatis densitas (massa jenis)
nan akan dipisahkan akan berubah, sehingga secara mudah akan terpisah dengan sendiri.
Proses proses pada perpindahan massa ini sering terjadi pada proses kimia, buat memurnikan
suatu zat, seperti kasus di atas. Kasus nan lain ialah kristalisasi (pemurnian dengan cara
penguapan solvent), sentrifugasi (pemisahan berdasarkan densitas), adsorpsi (pemisahan
berdasarkan hubungan ion terhadap adsorben), dan pengeringan (penghilangan solvent dari zat
nan akan dimurnikan).
Sering kali, proses transfer antara massa dan panas terjadi secara bersamaan. Proses ini disebut
sebagai proses simultan, yakni terjadi perpindahan panas dan massa secara bersamaan dalam satu
sistem nan dikendalikan.
Baik secara alami maupun buatan, proses tersebut sering kali ditemui dalam keadaan sehari
hari. Konsep perpindahan antara panas dan massa mirip dengan rangkaian kendala listrik buat
skala makroskopik.
Untuk rangkaian kendala seri, transfer panas dan massa dilakukan oleh satu sumber nan dibagi
menjadi beberapa beberapa sumber kecil pada satu tujuan. Misalkan saja, perpindahan panas
secara konveksi oleh panas inti tubuh hewan ke udara.
Sumber primer ialah panas inti tubuh nan terdiri dari panas pada temperatur udara, panas pada
permukaan batas lapisan kulit dan udara, temperatur pada permukaan kulit dan sumber panas
tubuh hewan itu sendiri yakni panas inti tubuh.
Persamaannya mirip dengan resistor seri, dimana transfer panas dijumlahkan. Contoh lain dari
transfer jenis ini ialah perpindahan panas konduksi pada suatu pelat logam nan berlapis, atau
perpindahan panas konduksi dan konveksi pada boiler, dengan temperatur input T1 dan keluar
sebagai T4, nan juga terdapat suhu antar muka batas antar input dengan lapisan dalam (T2) dan
lapisan dalam dengan output (T3). Lainnya ialah sistem pengembunan campuran zat, misal
etanol dan metanol pada suatu kondensor tegak.
Pada rangkaian paralel, transfer panas dan massa dilakukan oleh satu sumber pada beberapa
output keluaran. Misalkan saja, transfer massa pada evaporasi (penguapan) air tanaman, selain

terjadi pada stomata daun juga terjadi pada kutikula batang, nan juga dilakukan transfer panas
pada keduanya.
Sumber nan ada hanya satu sedangkan output keluaran ada dua. Persamaan ini menggunakan
rangkaian listrik paralel, dimana jumlah total ialah penjumlah terbalik masing masing output.
Beberapa kasus kasus tersebut ialah contoh dari pelaksanaan perpindahan panas dan massa nan
terjadi secara alami dan paksaan (buatan). Jurusan teknik ialah jurusan nan berkaitan dengan
perhitungan suatu instrumen (alat).
Perhitungan dari suatu persamaan nan diberikan digunakan buat mendesain suatu alat nan
sinkron dengan kebutuhan nan melibatkan proses transfer panas maupun massa nan terjadi secara
simultan.
Dengan mempelajari perpindahan panas dan massa, maka seseorang akan memahami bagaimana
sistem kerja industri bekerja, bagaimana penyusunan alat boiler, furnace, kondensor, instrumen
penukar panas hingga jaringan listrik nan melibatkan transfer energi.
Hal tersebut juga bisa digunakan buat memprediksi nilai dari geothermal nan bisa digunakan
buat kemanfaatannya pada kehidupan. Demikian artikel ini semoga memberi mafaat.

http://www.binasyifa.com/959/39/27/perpindahan-massa.html

DIFUSIVITAS
BAB I
I.1 Latar Belakang
Difusi adalah peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian
berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada
pada dua larutan disebut gradien konsentrasi.
Difusi merupakan salah satu peristiwa perpindahan massa yang prosesnya sering juga
dilakukan dalam industri-industri. Proses difusi minimal melibatkan dua zat, salah satu zat
berkonsentrasi lebih tinggi daripada zat lainnya atau dapat dikatakan dalam kondisi belum
setimbang, Keadaan ini dapat menjadi driving force dari proses difusi. Difusi akan terus terjadi
hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan
dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi,
Contoh yang sederhana adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara . Contoh lain adalah
pemberian gula pada cairan teh tawar, Lambat laun cairan akan menjadi manis .
Operasi pemisahan komponen dari suatu campuran ialah operasi yang didasarkan atas
perpindahan massa dan perpindahan panas dari suatu fase ke fase yanglain.

Gaya dorong untuk perpindahan massa dan panas berdasarkan perbedaan konsentrasi atau
gradient konsentrasi dan perbedaan suhu atau gradient suhu.
Metode-metode yang tercakup dalam istilah operasi perpindahan massa meliputi:
Distilasi
Absorbsi
Humidifikasi
Ekstraksi
Leaching
Kristalisasi

Pengolahan kuantitatif mengenai perpindahan massa didasarkan atas neraca bahan dan neraca
enargi,kesetimbangan fase, laju perpindahan massa dan laju perpindahan panas.
I.2 Tujuan Penulisan
Agar supaya mahasiswa dapat mengetahui apa yang di maksud dengan difusi dan
kaitannya dalam perpindahan massa antara 2 fase.

I.3 Alasan mengapa difusi perlu dipelajari


Peristiwa difusi banyak dijumpai di dalam kehidupan sehari- hari, didalam ilmu
pengetahuan dan industri.
Contoh peristiwa difusi adalah:
Larutnya kristal gula dalam air, artinya komponen gula berdifusi ke fase air
Larutnya kopi ke dalam air
Terperangkapnya racun dalam arang
Larutnya oksigen kedlam darah
Pada proses fermentasi , nutrisi dan oksigen yang terlarut dalam larutan mendifusi ke
mikroorganisme
PengambilanUranium dari batuan, dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut organik, misalnya
heksan
Menghilangkan logam berbahaya dari limbah cair menggunakan adsorben, dll.
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 . Difusi
Proses difusi terjadi karena adanya perpindahan massa suatu zat dimana massa dapat
berpindah dari kondisi dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Perpindahan massa
dapat terjadi dalam fasa gas maupun cair. Peristiwa difusi berakhir jika telah mencapai keadaan
setimbang antara dua keadaan (pada keadaan sebelumnya terdapat perbedaan konsentrasi
sehingga keadaan belum setimbang). Proses difusi dapat terus-menerus berlangsung jika
perbedaan konsentrasi antara dua kondisi dipertahankan. Hal ini dapat dilakukan dengan
mengalirkan fluida yang merupakan tempat akan berdifusinya suatu molekul secara terus
menerus. Proses difusi akan berhenti jika kondisi dari dua fluida sudah sama atau setimbang.

Pada absorbsi gas, zat- terlarut terdifusi melalui fase gas ke antarmuka antara kedua fase
dan melalui zat cair dari antarmuka itu. Pada proses destilasi, komponen yang bertitik didih
rendah terdifusi melalui fase zat cair ke antarmuka dan dari antarmuka ke fase uap. Komponen
yang bertitik didih tinggi terdifusi pada arah yang berlawanan dan berpindah melalui uap ke zat
cair. Pada proses ekstraksi zat cair , zat terlarut terdifusi melalui fase rafinat ke antarmuka ,lalu
ke fase ekstrak. Pada proses kristalisasi, zat- terlarut terdifusi melalui cairan induk ke kristal dan
mengendap pada permukaan zat padat. Pada proses humidifikasi ( kelembaban ) tidak ada difusi
fase zat cair karena zat cairnya murni dan tidak mungkin ada gradien konsentrasi di dalam zat
cair itu, tetapi uapnya terdifusi ke antarmuka zat cair- gas.
Ada beberapa macam kecepatan ( velocity )yang diperlukan untuk memberikan gerakan
masing- masing bahan dan fase kesluruhan . Oleh karena gerakan absolut tidak mempunyai
makna , setiap kecepatan itu harus didasarkan pada suatu keadaan diam sembarang . Molekulmolekul setiap komponen dalam suatu campuran berada dalam keadaan rambang, jika seluruh
kecepatan sesaat komponen itu di jumlahkan dan diuraikan menjadi kecepatan yang tegak lurus
terhadap antarmuka , dan dibagi dengan banyaknya molekul zat itu , maka akan di dapat
kecepatan makroskopik komponen itu.
Masalah perpindahan massa dapat diselesaikan dengan dua cara yang berbeda, pertama
dengan menggunakan konsep tahap kesetimbangan(equilibrium stage) atau kedua atas dasar
proses
laju
diffusi
(diffusional
rate
process)
Cara mana yang dipilih, bergantung pada jenis peralatan yang digunakan untuk melaksanakan
operasi
tersebut.
Semua perhitungan perpindahan massa akan memerlukan pengetahuan tentang hubungan
kesetimbangan fase.
Batas perpindahan fase tercapai apabila kedua fase itu mencapai kesetimbangan dan
perpindahan netto berhenti. Untuk proses praktis, yang harus mempunyai laju produksi, maka
proses kesetimbangan harus dihindari, karena laju perpindahan massa pada setiap keseimbangan.
Ada beberapa macam kesetimbangan yang penting dalam perpindahan massa. Dalam fase lindak
(bulk), pengaruh luas permukaaan dapat diabaikan dan variabel yang menentukan adalah sifatsifat
intensif
seperti
suhu,
tekanan
dan
konsentrasi.

Walaupun penyebab difusi umumnya karena gradien konsentrasi,tetapi difusi dapat


juga terjadi karena gradien tekanan, karena gradien suhu, atau karena medan gaya yang
diterapkan dari luar seperti pada pemisah sentrifugal. Difusi molekuler yang terjadi karena
gradien tekanan (bukan tekanan parsial) disebut difusi tekanan ( pressure diffusion),
yangdisebabkan karena gradien suhu disebut difusi termal (thermal diffusion), sedangkan yang
disebabkan oleh medan gaya dari luar disebut difusi paksa ( forced diffusion).
Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitu:
1 .Difusi sederhana (simple difusion),
2 . Difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein trans membran
3. Difusi difasilitasi ( fasiliated difusion).
Difusi melalui membran berlangsung karena molekul-molekul yang berpindah atau bergerak
melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid ) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada
membran secara langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon

steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu,
membran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O, CO, OH, dan HO.
Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut serta ion-ion tertentu, dapat menembus membran
melalui Saluran ini terbentuk dari protein transmembran, semacam pori dengan diameter tertentu
yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat
melaluinya. Sementara itu, molekul molekul berukuran besar seperti asam amino, glukosa,dan
beberapa garam garam mineral, tidak dapat menembus membrane secara langsung, tetapi
memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membran. Proses
masuknya molekul besar yang melibatkan transporter dinamakan difusi difasilitasi, yaitu
pelaluan zat melalui rnembran plasma yang melibatkan protein pembawa atau protein
transporter. Protein transporter tergolong protein transmembran yang memiliki tempat perlekatan
terhadap ion atau molekul yang akan ditransfer ke dalam sel. Setiap molekul atau ion memiliki
protein transporter yang khusus, misalnya untuk pelaluan suatu molekul glukosa diperlukan
protein transporter yang khusus untuk mentransfer glukosa kedalam sel. Protein transporter
untuk glukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka, otot jantung, sel-sel lemak dan sel-sel
hati, karena sel sel tersebut selalu membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energi.
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi, yaitu :
Ukuran partikel , Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak,
sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.
Ketebalan membran, Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
Luas suatu area, Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
Jarak , Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
Suhu, Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat.
Difusi adalah perpindahan molekul dari konsentrasi tinggi ke rendah. Ini berarti perpindahan
komponen/molekulnya terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi (Singh and Heldman, 2001).
Proses
difusi
itu
terbagi
ke
dalam
3
jenis
yaitu
:

1. Difusicair
Dikatakan difusi cair jika terjadi perpindahan molekul cairan dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah. Contohnya yaitu ketika kita merendam kedelai dalam air saat pembuatan
tempe. Selama perendaman akan terjadi difusi air dari lingkungan luar (yang kadar airnya tinggi)
ke
dalam
kedelai
(yang
kadar
airnya
rendah).

2. Difusipadat
Dikatakan difusi padat jika terjadi perpindahan molekul padatan dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah. Contohnya yaitu ketika kita melakukan perendaman buah dengan larutan
gula dalam pembuatan manisan buah. Selama perendaman selain terjadi difusi air dari
lingkungan luar ke dalam buah juga terjadi difusi molekul gula (molekul padatan) ke dalam buah
dan ini berarti difusi padatan juga terjadi dalam pembuatan manisan buah ini. Selama ini batasan
antara kapan terjadinya difusi air dengan difusi padatan masih belum jelas karena prosesnya
sering
terjadi
bersamaan
dan
susah
untuk
dibedakan.

3. Difusigas
Dikatakan difusi gas jika terjadi perpindahan molekul gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi
rendah. Contohnya yaitu difusi O pada pengemas plastik. Ketika kita menggunakan pengemas
plastik untuk membungkus suatu bahan, maka selama penyimpanan akan terjadi difusi oksigen
dan uap air dari lingkungan luar ke dalam plastik pengemas. Jumlah oksigen dan uap air yang
dapat masuk ke dalam plastik pengemas bervariasi tergantung permeabilitas dari plastik
pengemas tersebut. Semakin banyak jumlah oksigen dan uap air yang dapat masuk ke dalam
plastik pengemas berarti kualitas plastik pengemasnya semakin buruk. Disini, difusi oksigen
merupakan difusi gas dan difusi uap air merupakan difusi cair.
Macam- macam jenis transfer massa ( difusi ) pada campuran biner :
a.
Difusi Molekuler
b.
Difusi antar 2 fase satu film ( difusi dalam aliran turbulen)
c.
Difusi antar fase dua film
Difusi Molekuler :
Merupakan transfer massa yang disebabkan gerakan molekuler secara acak dalam fluida diam
atau dalam fluida yang mengalir secara laminer. Transfer molekuler juga disebut transfer
molekul dalam satu fase. Gerakan molekul ini disebabkan karena adanya gradien atau perbedaan
konsentrasi. Difusi molekuler dapat terjadi di fluida ( gas atau cairan ) dan di dalam padatan.
Difusi molekuler dalam padatan lebih lambat daripada di dalam fluida , hal ini di karnakan tidak
adanya gerak padatan dalam padatan.
Difusi molekular merupakan perpindahan suatu molekul melalui suatu fluida dengan
pergerakan yang acak dalam fluida diam atau dalam fluida yang mengalir secara laminer. Suatu
molekul yang bergerak lurus kemudian akan bergerak secara acak karena bertabrakan dengan
molekul yang lain, pergerakan molekul seperti ini disebut Random-Walk Process
Laju difusi dapat dinaikkan dengan cara pengadukan sehingga kondisi kesetimbangan
dapat lebih cepat tercapai.
Gambar 1. Gerakan acak pada proses difusi
Peristiwa lain yang juga termasuk sebagai peristiwa difusi adalah tinta biru yang diteteskan
dalam air bening. Tinta akan berdifusi perlahan-lahan ke seluruh bagian air hingga diperoleh
kondisi kesetimbangan (tidak adanya gradien konsentrasi). Untuk menaikkan laju difusi dapat
dilakukan pengadukan, sehingga kondisi kesetimbanga dapat lebih cepat dicapai.Difusi tidak
terbatas hanya pada perpindahan lapisan stagnant (diam) zat padat atau zat cair saja. Difusi juga
terjadi dalam fase fluida pencampuran fisika dan pusaran aliran turbulen, sama seperti aliran
kalor dalam fluida dapat terjadi karena konveksi. Peristiwa ini disebut difusi pusaran ( Eddy
diffusion)
Pada fluida yang mengandung banyak komponen yang akan berdifusi dalam keadaan diam
berlaku hukum Frick untuk campuran antara hukum A dan B,yaitu:

J az = -c D AB dXA / dz
Dengan :
J*AZ = flux molar komponen A pada arah sumbu z untuk arah molekular (kgmolA/s.m2)
DAB= difusi molekular molekul A melalui B (m2 /s)
Z = jarak difusi (m
C = konsentrasi A dan B (kgmol/m3)
XA= fraksi mol dari A dari campuran A dan B
II.2 Difusi Molekular pada Cairan
Laju difusi molekular untuk cairan lebih kecil apabila dibandingkan terhadap laju difusi
molekul gas. Hal ini disebabkan jarak antara molekul dalam fasa cair lebih rapat apabila
dibandingkan dalam fasa gas. Umumnya koefisien difusi untuk gas lebih besar hingga105 kali
koefisien difusi cairan. Namun fluks pada gas tidak berbeda jauh dari fluks dalam cair yaitu 100
kali lebih cepat, hal itu disebabkan karena konsentrasi cair lebih besar daripada konsentrasi
dalam fasa gas
Persamaan difusi untuk cairan Jarak molekul dalam cairan lebih rapat daripada dalam fasa
gas, maka densitas danhambatan difusi pada cairan akan lebih besar. Hal ini juga menyebabkan
gaya interaksi antarmolekul sangat penting dalam difusi cairan. Perbedaan antara difusi cairan
dan difusi gasadalah bahwa pada difusi cairan difusifitas sering bergantung pada konsentrasi
daripadakomponen yang berdifusi.Equimolar counterdiffusion, dimulai dengan persamaan umum
fick kita dapat mensubstitusiuntuk NA = NB pada keadaan steady state.
II.3 Koefisien Difusi Cairan
Pada penentuan koefisien difusi cairan digunakan sel difusi. Sel difusi tersebut terdiri atas
N pipa kapiler yang panjangnya 5 mm dan diameternya 1 mm.
Jumlah mol yang telah berdifusi selama selang waktu dt melalui N pipa kapiler adalah:
CM= perubahan konduktifitas per mol
K = konduktifitas dan tangki

II.4 Difusi Molekular Gas


Beberapa jenis proses difusi molekular pada gas, yaitu :
Equimolar Counter diffusion Bila dua gas A dan B pada tekanan total konstan P dalam dua ruang
yang terhubung oleh pipa dimana terjadi difusi molekular pada kondisi steady seperti yang
ditunjukkan pada gambar 3
Pengaduk pada tiap ruang berfungsi untuk menjaga agar konsentrasi pada tiap ruang
tetapseragam. Tekanan parsial pA1> pA2dan pB2> pB1. Molekul A berdifusi ke kanan
danmolekul B ke kiri. Karena tekanan total P konstan, maka jumlah mol A yang berdifusi
kekanan harus sama dengan jumlah mol B yang ke kiri. Jika tidak, berarti tekanan total
tidak konstan.

Difusi Gas A dan Gas B dengan Konveksi Terjadi jika seluruh fluida berpindah dalam aliran
konveksi ke arah kanan. Kecepatan molar rata-rata seluruh fluida relatif terhadap titik diam
adalah vM m/s. Komponen A tetap berdifusi ke kanan, namun sekarang kecepatan difusi vAd
diukur relatif terhadap fluida yang bergerak. Kecepatan A relatif terhadap titik diam adalah
jumlah dari kecepatan difusi dan kecepatan konveksi.

II.5 Koefisien Difusi Gas


Salah satu metode penentuan koefisien difusi gas adalah dengan menguapkan cairan murni
dalam tabung kapiler yang diisi dengan cairan A murni. Di atas bibir tabung dialirkan gas B
secara horizontal. (gambar 4).
Gambar 4. Difusi gas dengan menguapkan cairan ke udara

Proses proses yang terjadi dalam proses difusi:


Dialisis : Suatu proses pemisahan berdasarkan lewatnya zat terlarut ( molekul lebih besar ) dan
pelarut yang tidak sama melalui membran yang berpori- pori sangat kecil.
Osmosis : Suatu proses dimana hanya pelarut yang berpindah melalui membran semi
perrmeabel
Ultrafiltrasi : Digunakan untuk memisahkan partikerl koloid dan molekul dengan
menggunakan suatu membran.

Macam- macam difusi.


1. Difusi Volume :
Difusi volume adalah transfer materi menembus volume materi lain . Pada umumnya atom yang
bermigrasi dalam difusi volume pada padatan mengahadapi halangan yang lebih besar
dibandingkan dengan halangan yang dihadapi pada difusi volume dalam cairan atau gas. Hal ini
terlihat dari entalpi aktifitas atau energi aktivasi yang diperlukan untuk terjadinya difusi
menembus volume- padatan dibandingkan dengan entalpi aktivasi yang di perlukan untuk
terjadinya difusi menembus volume- cairan atau volume gas
2. Difusi bidang batas :
Apabila didalam padatan hadir butiran- butiran yang berlainan fasa dengan mateeri induk,
terbentuknya bidang batas antara butiran dengan materi induk dan terjadilah gejala
permukaan .Dibidang batas ini terdapat energi ekstra yang akan menyebabkan materi yang
berdifus icenderung menyusur permukaan. Perisiwa ini di kenal dengan difusi bidang batas .
Energi aktivasi yang diperlukan pada difusi bidang batas ini lebih rendah dari energi aktivasi
pada difusi volume.

3.

Difusi permukaan :
Macam difusi yang ketiga terjadi manakala ada retakan. Materi yang berdifusi cenderung
menyusur permukaan retakan. Difusi macam ini dikenal dengan difusi permukaan. Konsentrasi
dipermukaan retakan lebih tinggi dari konsentrasi di volume. Energi aktivasi yang diperlukan
lebih rendah dibanding dengan energi aktivasi yang diperlukan untuk terjadinya difusi bidang
batas.

Difusi antar 2 fase satu film ( difusi dalam aliran turbulen ) :


Pada operasi alat transfer massa, banyak melibatkan transfer massa antara 2 fase atau lebih yang
di kontakkan. Ada beberapa konsentrasi di masing-masing fase.
Contoh fase-fase :
1.
Sistem gas- cair
2.
Sistem cair- cair ( kedua cairan tidak saling larut )
3.
Sistem fuida- padatan
Dalam arus turbulen , zat yang dibawa dari satu lokasi ke lokasi lain oleh pusaranpusaranyang bergerak, sebagaiana pusaran itu membawa momentum dan energi kalor.
Persamaan untuk perpindahan massa ialah:
JA,t

- N

dc / db

Dimana :
J A, t
= Fluks molal A , relatif terhadap fase itu secara keseluruhan yang disebabkan oleh aksi
turbulen
N
= Difusivitas pusaran
Fluks molal total, relatif terhadap keseluruhan fase , menjadi
JA

(Dv+ N) M dc/ db

Difusi pusaran itu bergantung pada sifat-sifat fluida, serta juga pada kecepatan dan posisi
didalam arus aliran .
Pada kebanyakan operasi perpindahan massa, aliran turbulen diperlukan untuk
meningkatkan laju perpindahan massa per satuan luas atau untuk membantu mendispersikan
fluida yang satu ke fluida yang lain , sehingga memberikan lebih banyak lagi antarmuka. Selain
dari itu, perpindahan massa ke antarmuka fluida sering bersifat tak- stedy dengan gradien
konsentrasi yang selalu berubah dan demikian pula laju perpindahan massanya.

Perpindahan massa dalam kebanyakan hal dikerjakan dengan menggunakan persamaan


yang sejenis juga , yang menggunakan koefisien perpindahan massa. Koefisien ini di
defenisikan sebagai laju perpindahan massa per satuan luas beda- konsentrasi dan biasanya
didasarkan atas aliran dalam mol.

Konsep dasar teori film ialah bahwa tahanan terhadap difusi dapat dianggap ekivalen
dengan tahanan di dalam film yang tebalnya tertentu. Teori film sering dipakai sebagai dasar
untuk soal-soal rumit tentang difusi multikomponen atau difusi yang disertai reaksi kimia.
Sebagai contoh, misalkan perpindahan massa dari suatu arus gas turbulen kedinding suatu
pipa, disini terdapat lapisan laminer didekat dinding, dimana perpindahan massa kebanyakan
oleh difusi molekular, dan gradien konsentrasi pun mendekati linier. Makin jauh jaraknya dari
dinding, turbulennya menjadi lebih kuat dan difusivitas pusaran pun meningkat, yang berarti di
perlukan gradien yang lebih kecil untuk menghasilkan fluks yang sama.
Walaupun ada beberapa contoh tentang difusi melalui film- fliuda stagnan, perpindahan
massa biasanya terjadi didalam suatu lapisan batas yang tipis dekat permukaan dimana aliran
fluida itu laminer.

Difusi antar fase dua film


Dalam berbagai proses pemisahan, bahan- bahan harus mengalami difusi dari satu fase ke
fase yang lain dan laju difusi didalam kedua fase itu mempengaruhi laju perpindahan-massa
menyeluruh. Dalam teori yang diusulkan oleh Whitman pada tahun 1923, diandaikan terdapat
kesetimbangan pada antarmuka, dan tahanan terhadap perpindahan massa pada kedua fase itu
dijumlahkan untuk mendapatkan tahanan menyeluruh , sebagaimana dilakukan pada perpindahan
kalor. Kebalikan dari tahanan menyeluruh itu adalah koefisien menyeluruh, yang lebih mudah
digunakan untuk perhitungan rancang daripada koefisien koefisien individual.
Hal yang membuat perpindahan massa antar fase menjadi lebih rumit ialah karena adanya
perpindaham kalor dan ketidaksinambungan yang terdapat pada antarmuka, yang terjadi karena
konsentrasi atau fraksi mol zat- terlarutyang terdifusi hampir tidak pernah sama pada kedua sisi
antarmuka itu.
Efisiensi tahap atau piring pada operasi destilasi, absorbsi atau ekstraksi merupakan fungsi
dari laju perpindahan massa dan koefisien perpindahan. Dalam operasi dimana bahan
dikeluarkandari zat padat permeabel, seperti pada operasi pengurasan ( leaching ) atau
pengeringan.
Teori dua film dapat diterapkan pada perpindahan massa pasa piring tapis
( sieve tray ), untuk membantu mengkorelasikan dan memperluas data efisiensi piring.
Gelembung- gelembug yang terbentuk pada lubang- lubang piring diandaikan naik melalui

kolam zat cair , dimana zat cair itu bercampur secara vertikal sehingga mempunyai komposisi
lokal. Gelembung- gelembung itu mengalami perubahan komposisi pada waktu naik, tetapi
dalam fase gas ini kita andaikan bahwa tidak terdapat pencampuran pada arah vertikal.
Efisiensi tahap dalam proses pengurasan bergantung pada waktu kontak antara zat padat
dan larutan dan laju difusi pelarut dari zat padat ke zat cair. Jika partikel zat padat itu tidak
berongga- rongga dan zat-terlarut itu hanya terdapat pada film tipis zat cair yang berada
diseputar partikel itu, perpindahan massa akan berlangsung dengan cepat dan kesetimbangan
akan dapat dicapai dalam sembarang waktu kontak yang wajar. Proses demikian lebih mendekati
proses pencucian daripada proses pengurasan, dan jika dilaksanakan didalam sederetan tangki
maka efisiensi tahapnya dapat dianggap satu. Waktu-menetap didalam setiap tahap terutama
bergantung pada waktu mengendap suspensi itu dan partikel yang halus akan memerlukan waktu
yang lebih panjang walaupun perpindahan massanya lebih cepat.
Bila kebanyakan zat-terlarut itu terlebih dahulu dilarutkan didalam pori-pori zat padat
berpori, atau terdapat sebagai fase terpisah didalam partikel zat padat, laju difusi dari bagian
dalam kepermukaan zat padat pada umumnya merupakan langkah yang menentukan dalam laju
pengurasan menyeluruh.
Jika partikel itu sudah melayang menjadi suspensi didalam zat cair, pengadukan yang lebih kuat
tidak banyak pengaruhnya terhadap laju perpindahan massa, tetapi laju itu akan meningkat
banyak apabila zat padat itu digiling halus. Bila tahanan-dalam terhadap difusi merupakan satusatunya faktor pembatas, waktu untuk mencapai suatu tingkat pendekatan terhadap
kesetimbangan berubah menurut pangkat dua dari dimensi partikel yang terkecil, baik partikel
itu berupa bola, silinder ataupun sayatan tipis.
Pengurasan bahan-bahan alam seperti umbi gula atau kacang kedelai adalah rumit, karena
zat terlarutnya terkandung didalam sel-sel tumbuhan dan harus terlebih dahulu berpindah
kedinding sel. Jika langkah tahanan ini relatif besar, usaha memperkecil partikel dengan
pencincangan tidaklah banyak pengaruhnya, artinya tidak sebanyak dalam hal difusi didalam zat
padat seragam.
Untuk ekstrasi minyak dari kacang kedelai, biji kacang itu dihancurkan untuk memecahkan
dinding sel dan dengan demikian membebaskan minyak, tetapi umbi gula harus disayat-sayat
sedemikian rupa sehingga kebanyakan sel masih sebagaiman sedia kala. Dengan demikian,
ketidakmurnian yang berbobot molekul tinggi akan lebih terhambat difusinya dibandingkan
dengan sukrosa.
Pada kondisi ideal tertentu, efisiensi tahap dalam ekstraksi beberapa bahan- bahan
berbentuk sel dapat diramalkan dari data eksperimen yang didapatkan dari difusi pada kondisi
suhu dan pengadukan yang sama dengan yang akan dilakukan didalam instalasi pabrik.

BAB III
KESIMPULAN
Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa proses difusi adalah peristiwa mengalirnya
suatu zat dalam pelarut dari bagian yang berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi
rendah.

1.
2.
3.
a.
b.
c.

1.
2.
3.
4.
5.

Proses difusi merupakan salah satu peristiwa perpindahan massa yang prosesnya sering
dilakukan dalam industri- industri.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi antara lain:
Ukuran partikel
Ketebalan membran
Luas suatu area
Jarak
Suhu.
Proses difusi terbagi dala 3 jenis yaitu :
Difusi Cair
Difusi padat
Difusi gas
Proses proses yang terjadi dalam proses difusi adalah:
Proses Dialisis
Proses Osmosis
Proses Ultrafiltrasi

DAFTAR PUSTAKA:
Singh, R. Paul., and Heldman ,D.R . 2001 . Introduction to food engineering 3 rd edition.
Academi press. California. USA
Jurnal Sudaryatno Sudirham dan Ning Utari, Mengenal sifat- sifat material
Sherwood, T.k., R.L. Pigrof dan C.R Wilke, mass Transfer, McGrow-hill, New York, 1975
Whitman, W.G.: Chem and Met Eng. 1923
Wilke ,C.R., dan P. Chang; AIChe J., 1955
http://yustinabel.blogspot.co.id/2013/08/difusivitas.html