Anda di halaman 1dari 2

SEMANGAT BARU LIQO KITA

Muharram Tahun Baru ini, semoga memberikan energi segar bagi


kita. Bukan hanya fisik, tapi manawi kita juga bertambah kekuatannya.
Oleh karena itu bagi aktifis dakwah seharusnya muharram merupakan
momentum untuk meningkatkan produktifitas amal, meningkatkan
kontribusi daawi, dan meloncatkan prestasi kita bagi jamaah dakwah ini.
Ikhwah fillah, bagi kader dakwah, LIQO seakan-akan menjadi
pekerjaan utama dalam kehidupan kita. Dalam seminggu, ntah berapa kali
ikhwah mengadakan liqo. Ada halaqoh, liqo usroh, liqo DPC, liqo DPD, liqo
bidang-bidangdan liqo-liqo lainnya. Seorang anak ikhwah ketika ditanya
oleh tetangganya tentang kerjaan umminya, dengan polos anak tersebut
mengatakan, Ummi kerjanya liqo.
Liqo kita semuanya membicarakan hal-hal penting. Oleh karena itu
kita harus membuat setiap liqo menjadi segar, nyaman dan kondusif agar
mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas kader, memelihara dan
merawat kader, serta mampu menghasilkan produk-produk dakwah yang
berkualitas. Sesungguhnya kecepatan, kedalaman, dan ketajaman gerak
manuver dakwah kita sangat bergantung dari produktifitas liqo-liqo kita.
Langsung maupun tidak langsung, masyarakat sangat menanti produk
ataupun output dari setiap liqo kita. Begitulah seharusnya jamaah kita,
menjadi penopang bagi tegaknya izzah ummat. Kita tidak bisa berharap
banyak dari orang lain, dari organisasi lain, termasuk oleh pejabat dan
pemerintah untuk menyelamatkan umat ini.
Posisi mulia dan strategis dari setiap liqo yang kita lakukan selama
ini, harusnya membuat motivasi yang tinggi bagi kita. Namun seperti
apakah potret liqo kita selama ini? Pada beberapa kesempatan, ikhwah di
beberapa daerah menilai liqo-liqo selama ini masih belum sesuai harapan.
Liqo tidak mampu menjadi solusi terhadap qodhoya adho
Liqo tidak mampu memberikan taujih, motivasi, atau hal-hal yang
bermanfaat bagi adho
Liqo tidak mampu membangun ukhuwah antar adho, ukhuwah islamiyah
hanya sekedar teori
Liqo tidak mampu menghasilkan produk apa-apa, hanya sekedar
menjalankan baromij standard, tanpa ghiroh
Liqo atau rapat-rapat sering molor, agenda tidak jelas, tidak efektif, dan
lain sebagainya
Ikhwah fillah, marilah kita sedikit menggeser dan memperbaiki
paradigma kita tentang liqo. Kalaulah selama ini mungkin kita
bertanya,apa sih yang saya dapat dari liqo? Bagaimana kalau kita ganti
dengan pertanyaan, Apa yang bisa saya berikan untuk liqo?. Cobalah
kita bayangkan jika setiap adho berangkat liqo dengan mempersiapkan
diri sebaik-baiknya dan penuh semangat untuk memberikan yang terbaik
bagi liqonya. Sesungguhnya sehat tidaknya sebuah liqo, bergantung dari

kita sendiri. Kita lah yang membuat liqo itu sehat, dan kita pulalah yang
membuat liqo itu sakit.
Rasanya kita juga perlu meluruskan lagi motivasi kita; bahwa kita
hadir dalam liqo bukan karena naqib dan mutabaah kehadiran, bukan
karena Ketua DPC atau Ketua DPD yang mengundang kita; tapi kita hadir
dalam setiap liqo karena Allah SWT, kita merasa bersalah dan berdosa jika
tidak hadir atau terlambat hadir dalam liqo. Jika kita merasa malas
untuk liqo, ingat-ingatlah firman Allah: Laa takhuunullaaha warasuulahu
watakhuunu amaanatikum wa antum talamuun (QS Al-Anfal).
Ikhwah fillah, pandanglah usroh dan halaqoh kita sebagai sebuah
taman, yang ingin kita buat menjadi indah, kita sirami, kita beri pupuk,
jika ada gulma kita lah yang membersihkannya, sehingga usroh dan
halaqoh kita menjadi taman yang indah, bunga-bunga berseri, dan
menghasilkan buah yang dinikmati orang banyak.
Pandanglah setiap liqo dan rapat yang mengundang kita sebagai
wadah yang disediakan Allah bagi kita untuk berkontribusi dalam amal,
pandanglah liqo sebagai sesuatu yang besar dan penting, sesederhana
apapun liqo itu. Jangan kecewakan jamaah dan ummat karena kita malas
dan tidak bersemangat hadir liqo. Bersyukurlah karena Allah dan jamaah
telah memilih dan mengundang kita, disaat sekian banyak orang lain tidak
berhak hadir dalam liqo tersebut.
Ikhwah fillah, pasca ramadhan, semoga liqo kita menjadi segar,
semakin sehat, semakin bergairah, dan dengan kondisi begitulah liqo
mampu mengeluarkan produk-produk dakwah yang bermanfaat, dan kita
adalah adho yang menjadi penopang tegaknya liqo kita, insya Allah.
Akhukum fillah, Dzulqarnaen (Sekt Kdrss DPW PKS JaBar)