Anda di halaman 1dari 6

uraikan sejarah perkembangan bahasa Indonesia!

Jelaskan apakah ragam bahasa itu?


Apakah pengertian kalimat efektif? dan Buatlah sedikitnya 2 contoh kalimat efektif?
A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di
mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki
atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat
tersebut agar menjadi kalimat efektif!
1. Di negara-negara itu bahaya-bahayanya penyakit tersebut masih dikhawatirkan
akan selalu mengancam setiap waktu.
2. Hakekat bahasa yang sebenarnya untuk memberikan pengertian kepada kita
makna apa yang terkandung oleh kita dan juga memberikan pengertian apa yang
kita ucapkan dan maksudkan.
1. Tak lupa saya ucapkan banyak-banyak terimakasih atas perhatian bapak yang
mana telah sudi membimbing kami dan memberikan kritik-kritik, bila ada
kesalahan-kesalahan/kekurangan-kekurangan dalam karya saya ini, mohon
dimaafkan.
2. Begitu juga dengan jaminan sosial mereka dalam bidang pendidikan, bagi mereka
faktor pendidikan merupakan salah satu faktor yang terpenting untuk dapat
menjadi negara yang maju.
Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang
digunakan pada bidang niaga beserta contoh! pada bidang pendidikan beserta
contoh!
2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!
3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada
bidang ekonomi!
4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah
perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik dan benar!
a. Lagu itu amat meresapkan hatinya sekali
b. Isi dari perjanjian itu ialah Indonesia menyediakan pulau Batam untuk daerah
industri, sedangkan Singapura harus menyediakan modal.
c. Pers sepertinya tidak mau memperhatikan peringatan pemerintah.
d. Dewasa ini pertumbuhan agama Islam di Amerika cukup baik.
e. Setelah tinggal di Singapura orang mesti pandai berbahasa Inggris.
f. Dalam pembagian pupuk petani harus didahului.
g. Dua hari sebelum 17 Agustus semua toko harus sudah siap dihias.
h. Berapa jumlah pendapatmu hari ini?
i. Saya berselisih pendapat dengan dia.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan
daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita
memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan
mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada
kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas
merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau
pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar
mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan
kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata
yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya
dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai
dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering
dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak
tepat pemakaiannya!
Adat tradisi
Antik kuno
Ahad minggu
Angkut angkat
Asuh ajar
Akan hendak
Ampas limbah
Anyir busuk
Batas hingga
Bulat bundar
D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan
penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!
Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang
kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan
kalimat Kita berangkat Minggu depan dengan kalimat Kita berangkat Ahad
depan. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat.
Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu,
kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang
menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu
dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari
dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah
week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu
itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak
dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin
atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena

itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa
(tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jumat yang tidak menurut hitungan
semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jumat karena pada hari itu umat
Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jamaah. Selanjutnya hari
Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah
perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tisa (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
(Jenis Soal: Genap)
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Kode Mata Kuliah :
Jurusan/Program Studi : Akuntansi (S1)
Fakultas/Universitas : Ekonomi / UNMRAH
Tahun Akademik : 2011-2012
Semester/Kelas : Ganjil/ 1.06
Bobot : 3 Sks
A. Essay:
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini, dengan seksama, kemudian tunjukkan di
mana letak kesalahan atau kekurangannya! Bagaimana Anda dapat memperbaiki
atau menyempurnakan kalimat-kalimat itu? Perbaiki dan sempurnakanlah kalimat
tersebut agal menjadi kalimat efektif!
1. Kita seringkali mendengar dan mengetahui berita-berita dari surat-surat khabar,
majalah-majalah maupun dari berita-berita yang kita peroleh sendiri di beberapa
tempat terutama di daerah Jawa Barat timbul keluh kesah dari rakyat terutama
kaum petani, ini disebabkan merajalelanya tikus-tikus yang menyebabkan berpuluhpuluh bahkan ratusan hektare sawah-ladang dalam sekejap mata habis terganyang
oleh hama tikus itu.
2. Semua sebab akibatnya sangat menyedihkan bagi rakyat terutama kaum petani
karena di daerahnya kemungkinan besar akan timbul bahaya kelaparan timbul
penyakit dan bahaya kemungkinan kekurangan bahan makanan pokok lain,
misalnya jagung, singkong, dan tanaman palawija lainnya.

B. Essay:
Jelaskan penggunaan diksi non fiksi dan fiksi beserta makna yang dikandungnya
dalam penggalan beberapa kalimat berikut!
1. Diksi non fiksi:
Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang ini, manusia telah
mempraktikkan ilmu kimia, meskipun pada dasarnya masih terbatas pada caracara yang sederhana dan diawali dengan kegiatan coba-coba. Sebagai contoh,
sekitar 3500 tahun sebelum Masehi, bangsa Mesir Kuno telah mengetahui cara
mengawetkan mayat, membuat anggur, membuat keramik, mengolah tembaga,
serta meramu obat-obatan, dan zat pewarna. Akan tetapi, pada saat itu belum ada
penjelasan secara teoritis yang berkaitan dengan cara-cara tersebut.
2. Diksi Fiksi: Gurindam Dua Belas Gubahan Raja Ali Haji (Pasal 6)
Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
Cahari olehmu akan guru
Yang boleh tahukan tiap seteru
Cahari olehmu akan isteri
Yang boleh menyerahkan diri
Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang yang setiawan
Cahari olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi
C. Essay:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan ragam bahasa yang
digunakan ragam terpelajar beserta contoh!
2. Jelaskan sejarah lahirnya bahasa Indonesia!
3. Jelaskan fungsi Bahasa Indonesia jika dihubungkan dengan penggunaannya pada
bidang Ekonomi Akuntansi!
4. Berikut ini diberikan sejumlah pemakaian bahasa yang kurang teliti. Cobalah
perhatikan dan perbaikilah sehingga menjadi bahasa yang baik!
a. Dia duduk di muka sendiri
b. Di ujung jalan itu ada tempat bikin betul sepeda
c. Kamu malas, makanya dimarahi bapak
d. Pertemuan kita hari ini yang mana untuk membahas program kerja bulan depan
e. Busi yang sudah mati tidak berguna lagi
f. Teman yang baik adalah teman yang patuh
g. Tolong belikan saya jagung bakar
h. Saya disuruh guru mengumpulkan pulpennya yang jatuh
i. Indonesia berbeda waktu dengan Inggris 10 jam.

5. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat dipisahkan
daripada seleksi kata-kata dalam berbahasa. Tiap kita berbahasa sebaiknya kita
memperhatikan kata-kata yang akan kita pergunakan. Sebab kesalahan
mempergunakan kata-kata dalam berbahasa akan memberi peluang pula kepada
kesalahan dalam berbahasa. Sedangkan kesalahan itu tidak hanya sebatas
merugikan pemakai kata-kata tersebut, tetapi juga merugikan lawan bicara atau
pembaca. Karena itu, dalam berbahasa seyogianya orang tidak hanya sekedar
mementingkan pemahaman dirinya saja, tetapi juga harus dipertimbangkan
kemungkinan kemampuan pemahaman orang lain.
Memandang pentingnya masalah itu, maka di sini akan diberikan sejumlah kata
yang sering dikacaukan dalam pemakaian bahasa. Padahal kata-kata ini sebaiknya
dibedakan dalam berbagai situasi pemakaian bahasa, agar bahasa yang kita pakai
dapat lebih komunikatif. Perhatikanlah daftar pasangan kata-kata yang sering
dikacaukan di bawah ini. Kemudian pilih dan jelaskan mana yang tepat dan tidak
tepat pemakaiannya!
Gugur runtuh
Perahu Tongkang
Perlombaan Pertandingan
Pelajaran Pengajaran
Patuh setia
Peradilan pengadilan
Pakar pikir
Pancuran pancaran
Pekan pakan
Penghitungan perhitungan

D. Essay:
Tentukan jenis Ejaan yang Disempurnakan (pungtuasi, penulisan huruf dan
penulisan kata) yang terdapat pada penggalan paragraf berikut ini!
Kata Ahad dengan Minggu tidaklah sama. Yang pertama nama hari, sedangkan yang
kedua adalah nama kesatuan jumlah hari dari Ahad sampai Sabtu. Coba bandingkan
kalimat Kita berangkat Minggu depan dengan kalimat Kita berangkat Ahad
depan. Dalam kalimat yang pertama tidak diketahui hari apa kita akan berangkat.
Sebaliknya dalam kalimat kedua, jelas sekali hari kita berangkat itu. Karena itu,
kalimat kedua lebih informatif daripada kalimat pertama. Inilah agaknya yang
menyebabkan dua media cetak Tempo dan Republika membedakan kedua kata itu
dalam pemberitaan mereka. Tidak ada bahasa yang mengacaukan nama hari
dengan minggu. Dalam bahasa Inggris Ahad ialah Sunday, sedangkan minggu ialah
week. Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia (yang berasal dari bahasa Melayu

itu) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Rupanya nama-nama hari itu tidak
dinamakan menurut nama dewa-dewa seperti nama hari dalam bahasa Yunani-Latin
atau merujuk pada mitos kepercayaan primitif, tetapi dinamakan hitungan. Karena
itu hari pertama bernama Ahad yang berarti satu. Selanjutnya Senin (dua), Selasa
(tiga), Rabu (empat), Kamis (lima). Hanya Jumat yang tidak menurut hitungan
semestinya bernama Sitta (enam). Diberi nama Jumat karena pada hari itu umat
Islam berkumpul. Jadi nama hari itu berasal dari kata jamaah. Selanjutnya hari
Sabtu kembali berdasarkan hitungan yang berarti tujuh. Perhatikanlah
perbandingan antara bilangan dengan nama hari tersebut:
Wahid (satu) Ahad
Isnain (dua) Senin
Tsalatsa (tiga) Selasa
Arba (empat) Rabu
Khamis (lima) Kamis
Sittah (enam) Jumat (hari berkumpul, suatu kecuali)
Saba (tujuh) Sabtu
Samaniah (delapan) Tari Saman di Aceh penarinya 8 orang
Tisa (sembilan) Ada nama Tisna Amijaya, dia anak ke 9
Asyar (sepuluh) Perhatikan ada hari Asyura, 10 Muharram.
Berdasarkan keadaan itu, maka minggu adalah urutan nama hari dari Ahad sampai
Sabtu yang jumlahnya ada 7 hari. Jadi sistematik waktu itu dalam bahasa Indonesia
berawal dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan berakhir dengan
abad. Sementara itu kita mengenal pula kata pekan. Sedangkan pasar adalah
tempat berjual beli. Pekan adalah hari pasar yang biasanya terjadi sekali dalam
seminggu. Maka ada pekan Ahad, pekan Senin, pekan Sabtu dan sebagainya. Oleh
sebab itu jumlah hari dalam sepekan sama dengan jumlah hari dalam seminggu,
yaitu 7 hari. Yang beda ialah urutannya.