Anda di halaman 1dari 6

fBAB I

BENTUK DAN KEDAULATAN


Pasal 1
(1)
(2) kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR.
Perubahan :
(2) kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. (A-3)
(3) negara indonesia adalah negara hukum. (A-3)
Danpaknya :
(2)Terjadinya kaesatuan antara MPR dengan rakyat
(3)negara indonesia akan merasa aman dengan adanya hukum-hukum yang telah
ditetapkan oleh pemerintah.rakyat tentunya tidak akan semena-mena dalam
melakukan perilaku menyimpang.
Pasal 2
(1)MPR terdiri atas anggota-anggota DPR ditambah dengan utusan dari daerah-daerah
dan golongan-golongan,menurut aturan-aturan yang ditetapkan denganUUD.
Perubahan;
(1)MPR terdiri atas anggota DPR dan Aggota perwakilan daerah yang dipilih melalui
pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan UU.(A-4)
Dampak ;
Pasal 3
MPR Menetapkan UUD dan garis-garis besar dari pada haluan negara
Perubahan ;
(1)MPR berwenang mengubah dan menetapkan UUD(A-3).
(2)MPR melantik presiden dan/atu wakil presiden(A-3)
(3)MPR hanya hanya dapat memberhentikan presiden dan/atau wakil presiden dalam
masa jabatannya menurut UUD(A-3)
Dampak ;
(1)
(2)
(3)
Pasal 5
(1) Presidean memegang kekuasan membentuk UUD dengan persetujuan DPR
(2) Presiden menetapkan peraturan pemerintah menjalankan undang-undang
sebagai mana mestinya
Perubahan :
(1) presiden behak mengajukan rancangan UUD kepada DPR (A-3)
Dampak ;
(1)
(2)
Pasal 6
(1)Presiden ialah orang-orang asli
(2)presiden dan wakil presidn dipilih oleh MPR dengan suara yang banyak
Perubahan ;
(1)capres dan cawapres harus warga negara indonesia sejak kelahirannya dan tidak
pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri,tidak pernah
menghianati negara,serta mampu secara rohani da jasmani ubtuk melaksanakan tugas
dan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden,(A-3)

(2)Syarat-syarat untuk menjadi presiden dan calon presiden


(1)presiden diatur lebih lnjut dengan UU
Pasal 6A
(1)presiden dan wapres dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat
(2)pasangan capres sdan wapres di usulkan oleh partai politiik atau gabungan partai
politik peserta pemihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum
(3)pasangan capres dan cawapres yang mendapat sura lebih dari lima puluh persen
dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara
di setuap propinsiyabg ter sebar lebih dari setebgah jumlah propinsi di
indonesia,dilantik menjadi presiden dan wapres,(A-3)
(4)dalam hal tidak ada pacasangan iden dan wakil presiden terpilih,dua pasangan
calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilu dipilih oleh
rakyat secara langsung da pasangan yang memperoleh suara terbanyak akan dilantik
sebagai presiden wakil prresiden,(A-4)
(5)tata cara pelasanaan pemilihan presiden dan wakil presiden lebih lanjut diatur
dalam UU,(A-3)
Dampak ;
(1)
(2)
(3)
Pasal 7
Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama masa lima tahun,dan
sesudahnya dapat dipilih kembali.
Perubahan ;
Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun ,dan sesuda
Hnya dapat dipiolih kembali dalam jabatan yang sama,hanya untuk ,satu kali masa
jabatannya.(A-2)
Pasal 7A
Presiden dan / atau wakil presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh
MPR atas usul DPR,baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa
pengkhianatan terhadap negara ,korupsi,penyuapan,tindak pidana berat lainnya,atau
perbutan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syrat sebagai presiden
dan / atau wakil presiden.(A-3)
Pasal 7B
(1)usul pemberhentian presiden dan / atau waakil presiden dapat presiden dapat di
ajukan oleh DPR kepada MPR hanya dengan lebih dahulu mengajukan mahkamah
konstitusi untuk memeriksa,mengadili,dan memutus pendapat DPR bahwa presiden
dan / atau wakil presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan
terhadap negara,korupsi penyuapan,tindak pidana berat lainnya,atau perbuatan
tercela ;dan/ atau wakil presiden tidak lagi memnuhi syarat sebagai presiden da/wakil
presiden.
(2)Pendapat DPR bahwa presiden dan / wakil presiden teleh melakukan pelanggaran
hukum tersebut ataupun telah tidak lagi memenuhi syrat sebagai presiden dan/atu
wakil presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan DPR.
(3)Pengajuan permintaan DPR kepada mahkamah konstitusi hanya dapat dillakukan
dengan dukungan sekurang-kurangmya 2/3 dari jumlah anggota DPR yang hadir
dalam sidang paripurna yang dihadiri oleh sekurang-kuangnya 2/3 dari jumlah
annggota DPR(A-3)

(4)Mahkamah konstitusi wajib memeriksa mengadili,dan memutus dengan seadiladilnya terhadap pendapat DPR ersebut pling lama sembilan puluh hari setelah
permintaan DPR di terima oleh mahkamah konstitusi.(A-3)
(5)apabila mahkamah konstitusi memutuskan bahwa presiden dan /atau wakil
presiden terbukti melekukan pelanggaran hukkum berupa pengkhianatan terhadap
negara,korupsi,penyuapan,tindak pidana berat lainnya,atau perbuatan tercela dan atau
terbukti bahhwa presiden dan atau wakil presiden tidak agi memenuhi syarat sebagai
presiden,DPR menyelenggarakan sidang paripurna untuk meneruskan usul
pemberhentianpresiden dan /atau wakil preaiden kepada MPR,(A-3)
(6)MPR wajb menyelengggarakan sidang untuk memutuskan usul DPR tersebut
paling lambat tiga hari sejak MPR menerima usul tersebut.(A-3)
(7)Keputusan MPR atas usul pemberhentian presiden dan /atau wakil presiden harus
di ambil dalam rapat paripurna MPR yang di hadiri oleh sekurang-kurangnya dari
jumlah anggota yanng hadir,setelah presiden dan /wakil presiden di beri kesempatan
menyampaikan penjelasn dalam rapat paripurna MPR.(A-3)
Pasal 7C
Presiden tidak dapat membentuk dan / atau membubarkan DPR (A-3)
Pasal 8
Jika presiden mangkat,berhenti,atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa
jabatannya,ia di ganti oleh wapres sampai habis waktunya
Perubahan ;
(1)jika presiden mangkat,berhenti,di berhentikan,atau tidak dapat melakukan
kewajibannya dalam masa jabatannya ,ia digantikan oleh wapres sampai habis masa
jabatannya (A-3)
(2)Dalam hal terjadi kekosongan wakil presiden ,selambat-lambatnya dalam waktu
enam puluh hari,MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih wakil presiden dari
dua calon presiden(A-3)
(3)Jika presiden dan wakil presiden mangkat,berhenti,di berhentikan,atau tidak dapat
melakukan,kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan,pelaksanaan tugas
kepresidenan adalah menteri luar negeri,menteri dalam negeri ,dan menteri
pertahanan secara bersamaan-sama.selambat-lambatnya tiga puluh hari setelah
itu,MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih presiden dan wakil presiden dari
dua pasangan calon presiden dan wakil presiden dan wkil presiden yang di usulkan
oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon presiden dan
wakil presiden meraih suara terbsnyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum
sebelumnya,sampai berakhir masa jabatannya.(A-4)
Dampak ;
(1)
(2)
(3)
Pasal 9
Sebelum memangku jabatannya,presiden da wakil presiden bersumpah menurut
agama ,atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan MPR atau DPR SEBAGAI
berikut ;
-sumpah presiden (wakil prresiden);
demi Allah,saya bersumpah akan memennuhi kewajiban presiden RI (wakil
presiden RI )dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,memegang teguh UUD dan
menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti
kepada nusa dan bangsa

-janji presiden (wakil presiden )saya berjannji dengan sungguh-sungguh akan


memenuhi kewajibannya presiden RI (wakil presiden RI).Dengfan sebaik-baiknya
dan seadil-adilnya ,memegang teguh UUD dan menjalankan segala undang-undang
dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa bangsa
(1)sebelum memengku jabatannya presiden dan wakil presiden bersumpah menurut
agama,atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan MPR sebagai berikut ;
-sumpah presiden (wakil presiden );
demi Allah,saya bersumpah akan memenuhi kewajiban presiden RI (wakil presiden
RI ),dengan sebaik-baiknya dan seadilnya,memegang teguh UUD dan menjalannkan
segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan
bangsa
-janji presiden (wakil presiden)saya berjanji debbgan sungguh-sungguh akan
memenuhi kewajiban presiden RI (wakil presiden RI) Dengan sebaik-baiknya dan
seadil-adilnya,memegang teguh UUD dan menjalankan segala UU dan peraturannya
dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa,
(2)jka MPR atau Dewan perwakiklan rakyat tidak dapat mengadakan sidang,presiden
dan wakil presiden bersumpah menurut agama,atau berjannji dengan sungguhsungguh di hadapan pimpinan MPR dengan di saksikan pimpinah mahkamah agung.
(A-2)
Dampak ;
Pasal 11
Presiden dengan persetujuan DPR menyatakan perang,membuat perdamaian dan
perjanji dengan negara lain.
Perubahan ;
(1)presiden denga persetujuan DPR menyatakan perang,membuat perdamaian dan
perjanjian dengan negara lain.(A-4)
(2)Presiden dalam membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan
akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban
keuangan negara,dan /mengharuskan perubahan atau pembentukan UU debga
persetujuan DPR(A-3).
(3)Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional di atur oleh undang-undang.
(A-3)
Dampak ;
(1)
(2)
(3)
Pasal 13
(2)presiden menerima duta dari negara lain.
Perubahan ;
(2)dalam hal mengangkat duta,presiden memperhatikan pertimbangan DPR.(A-1)
(3)presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan
pertimbangan DPR .
Dampak ;
(2)
(3)
Pasal 14
Presiden memberi grasi dan rehabilitasi,abolisi,dan rehaabilitas ,

Perubahan ;
(1)presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan MA.
(A-1)
(2)Presiden memberi amnesta dan abolisi dengan memperhstikan pertimbangan DPR.
(A-1)
Dampak ;
(1)
(2)
Pasal 15
Presiden memberi gelaran tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan.
Perubahan ;
Presiden memberi gelar tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan yang di atur denga
UU.(A-1)
Dampak ;
Pasal 16
(1)susunan DPA ditetapkan dengan UU
(2)Dewan ini berkewajiban memberi jawab atas pertanyaan presiden dan berhak
memajukan usul kepada pemerintah.
Perubahan:
Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan
pertimbangan kepada presiden yang selanjutnya diatur dalam undanag-undang.
Dampak:
Pasal 17
(2)mentri-meny-tri itu di angkat dan diberhentikan oleh presiden
(3)mentri-m,entri itu memeimpin departemen pemerintahan.
Perubahan:
(2)setiap mentri-mentri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan(A-1)
(3)setiap mentri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan(A-1)
(4)pembentukan pengubahan,dan pembubaran kementrian negara diatur dalam
undang-undang(A-4)
Pasal 18
Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil dengan bentuk susunan
pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang, dengan memandang dan
mengingati dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-hak
asal usul dalam daerah-daerah yang bersfat istimewa.
Perubahan ;
(1) negara kesatuan republik indonesia dibagi atas daerah provinsi Daerah
provinsi dibagi atas kabupaten dan kota,yang tiap-tiap provinsi,kabupaten,dan
kota itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan UU.(A-2)
(2) Pemerintah daerah provinsi daerah kabupaten,dan kota mengatur dan
mengurus sendiri urusan pemerintah menurut asas otonomi dan tugas
pembantuan.
(3) Pemerintah daerah provinsi ,daerah kabupaten dan kota memiliki DPR yang
anggotanya dipilih melalui pemilu.
(4) Gubernur,bpati dan wali koota masing-masing sebagai kepala pemerintahan
daerah provinsi,kabupaten dan kota di pilih secara demokratis.

(5) Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya ,kecuali urusan


pemerintahan yang oleh UU di tentukan sebagai urusan pemerintahan pusat.
(6) Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah da peraturan
lainnya untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantu.
(7) Susunan dan tata cara penyelenggraan pemerintahan daerah diatur dalam UU.
Pasal 18A
(1) Hubungan wewenang anntara pemerintahan pusat dan pemerintah daerah
provinsini,kabupaten ,dan kota atau antara provinsi dan kabupaten dan kota
diatur dengan UU dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah
(2) Hubungan keuangan.