Anda di halaman 1dari 2

Prognosis

Semua prospek yang telah dipilih serta dinilai dalam suatu sistem penilaian,
kemudian dipilih untuk dilakukan pemboran eksplorasi terhadapnya. Maka semua
proses ini haruslah diberi prognosis. Yang dimaksud dengan prognosis adalah
rencana pemboran secara terperinci serta ramalan-ramalan mengenai apa yang
akan ditemui waktu pemboran dan pada kedalaman berapa. Prognosis ini meliputi:
1.
Lokasi yang tepat
Lokasi ini biasanya harus diberikan dalam koordinat. Untuk mencegah kesalahan
dalam lokasi titik terhadap tutupan struktur, sebaliknya semua koordinat lokasi
tersebutpenentuannya dilakukan dari pengukuran seismik, terutama jika tutupan
ditentukan oleh metoda seismik. Jika hal ini terjadi di laut misalnya, maka
pengukuran harus dilakukan dari pelampung (buoy) yang sengaja ditinggalkan di
laut pada pengukuran seismik, juga dari titik pengukuran radar di darat. Setidaktidaknya pengukuran lokasi itu harus teliti sekali sebab kemelesetan beberapa ratus
meter dapat menyebabkan objektif tidak diketemukan.
2.
Kedalaman Akhir
Kedalaman akhir pemboran eksplorasi biasanya merupakan batuan dasar cekungan
sampai mana pemboran itu pada umumnya direncanakan. Penentuan kedalaman
akhir ini sangat penting karena dengan demikian kita dapat memperkirakan berapa
lama pemboran itu akan berlangsung dan dalam hal ini juga untuk berapa lama alat
bor itu ita sewa. Penentuan kedalaman akhir ini didasarkan atas data seismik,
setelah dilakukan korelasi dengan semua sumur yang ada dan juga dari kecepatan
rambat reflektor yang ditentukan sebagai batuan dasar.
3.
Latar Belakang Geologi
Alasan untuk pemboran didasarkan atas latar belakang geologi. Maka harus
disebutkan keadaan geologi daerah tersebut, formasi yang diharapkan terdapat di
daerah tersebut, alasan pemboran eksplorasi di lakukan di daerah tersebut, jenis
tutupan prospek dan juga struktur yang diharapkan dari prospek tersebut.
4.
Objektif atau Lapisan Reservoir yang Diharapkan
Ini biasanya sudah ditentukan dari stratigrafi regional dan juga diikat dengan refleksi
yang didapat dari seismik. Objektif lapisan reservoir ini harus ditentukan pada
tingginya kedalaman yang diharapkan akan dicapai oleh pemboran, hal mana
diperoleh oleh dari perhitungan kecepatan rambat seismik.
5.
Kedalaman Puncak Formasi yang akan Ditembus
Juga dalam prognosis ini harus kita tentukan formasi-formasi mana yang akan dilalui
bor, maka kedalaman puncak (batas) formasi ini harus ditentukan dari batas seismik.
6.
Jenis Survey Lubang Bor yang akan Dilaksanakan
Pada setiap pemboran eksplorasi selalu dilakukan survey lubang bor. Survey
meliputi misalnya peng-log-an lumpur, cutting, listrik, radioaktif, dsb. Sebaiknya pada
pemboran eksplorasi dilakukan survey yang lengkap, selain itu juga harus
direncanakan apakah akan dilakukan pengambilan batu inti (core) atau tidak.
Dalam pembuatan prognosis ini juga pada ahli geologi juga harus bekerja sama
dengan bagian eksploitasi dan bagian pemboran. Dengan demikian diharapkan
diperoleh hasil yang sangat baik dalam pengembangan suatu lapangan nantinya.