Anda di halaman 1dari 29

UUD 1945

(Sidang PPKI Tgl. 18 Agustus 1945)


----------------------------------------------------------------------BAB I.
BENTUK DAN KEDAULATAN
Pasal 1
(1) Negara Indonesia adalah Negara kesatuan yang berbentuk republik Indonesia.
(2) Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis
Permusyawaratan Rakyat.
Perubahan:
(2) Kedaaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD.
(3) Negara Indonesia adalah Negara hukum.
Dapaknya:
Sebelum di amandemen kedaulatan sepenuhnya berada ditangan rakyat, akan tetapi
MPR lah yang menjalankan semua kedaulatan itu. Dan setelah di amandemen
kedaulatan masih berada ditangan rakyat, tetapi MPR tidak lagi berwenang atas
semua kedaulatan tersebut melainkan dijalankan menurut UUD. Adapun penambahan
satu ayat yang menyatakan Negara Indonesia merupakan Negara Hukum.
BAB II.
MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
Pasal 2
(1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota

Dewan

Perwkilan Rakyat, ditambah dengan utusan dari daerah-daerah dan golongangolongan, menurut aturan yang diciptakan dengan undang-undang.
(2) Majelis permusyawaratan rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun
di ibu kota negara
(3) Segala putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara
yang terbanyak.
Perubahan:
(1) MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota perwakilan daerah yang dipilih
melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan UU (A-4).

Danpaknya:
Semasa sebelum diamandemen, MPR terdiri dari anggota-anggota yang ditunjuk atau
dipilih langsung oleh MPR, seperti anggota DPR, DPD, maupun anggota-anggota lain
dan dilakukan sesuai dengan undan-undang. Tetapi setelah diamandemen anggota
MPR seperti DPR, DPD maupun anggota-anggota lainnya dipilih secara langsung
oleh rakyat melalui pemilihan umum yang diatur dan dijalankan menurut undangundang.
Pasal 3
(1) Majelis Permusyawaratan Rakyat menetapkan Undang-Undang Dasar dan
Garis-garis Besar dari Haluan Negara.
Perubahan:
(1) MPR berwenang mengubah dan menetapkan UUD (A-3).
(2) MPR melantik presiden dan wakil presiden (A-3).
(3) MPR hanya dapat memberhentikan presiden dan/atau wakil presiden dalam
masa jabatannya menurut UUD (A-3).
Danpaknya:
Semasa sebelum diamandemen, MPR hanya berhak menetapkan UUD dan GBHN
saja, tetapi setelah diamandemen, MPR tidak hanya bisa menetapkan UUD dan
GBHN melainkan dia berwenang untuk mengubah dan menetapkan UUD, bahkan
MPR juga bisa melantik dan memberhentikan presiden dan/atau wakil presiden dalam
masa jabatannya menurut UUD.
BAB III.
KEKUASAAN PEMERINTAHAN NEGARA
Pasal 4
(1) Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut
Undang-Undang Dasar.
(2) Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang wakil
peresiden.
Pasal 5
(1) presiden memegan kekuasaan membentuk undang-undang dengan persetujuan
Dewan Perwakilan Rakyat.
(2) Presiden menetapkan peraturan pemerintahan untuk menjalankan undangundang sebagaimana mestinya.

Perubahan:
(1) presiden berkhak mengajukan mengajukan rancangan UU kepada DPR (A-1).
Danpaknya :
Sebelum diamandemen, presiden berkuasa untuk membentuk UUD dan meminta
persetujuan dari DPR. Setelah di amandemen, presiden tidak berkuasa lagi untuk
membentuk UUD melaikan ia hanya berhak untuk mengajukan rancangan UU kpd
DPR dan selanjutnya DPRlah yang memproses, mengurangi, menambah dan
membentuk apakaah rancangan undang-undang tersebut bisa diterima atau tidak oleh
DPR. Setelah DPR selesai membenuk undang-undang, DPR meminta presiden untuk
mengesahkan UUD tersebut untuk diberlakukan.
Pasal 6
(1) Presiden adalah orang Indonesia asli.
(2) Presiden dan wakil presiden dipilih oleh majelis permusyawaratan rakyat
dengan suara yang terbnyak.
Perubahan:
(1) Capres dan cawapres harus warga indonesia sejak kelahirannya dan tidak
pernah menerima kewargnegaraan lain karean kehendaknya sendiri, tidak
pernah menghianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk
melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden.
(2) Syarat-syarat untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden diatur lebih lanjut
dengan undang-undang (A-3).
pasal 6A
(1) Presiden dan Wakil presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh
rakyat (A-3)
(2) Papsangan calon presiden dan wakil presiden disusun oleh partai politik atau
gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan
pemilihan umum.
(3) Pasangan calon dan calon wakil presiden yang mendapatkan suara lebih dari
dua puluh lima persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan
sedikitnya dua puluh persen dari suara di setiap Provinsi yang teerbesar di
klebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi presiden
dan wkil presiden (A-3).

(3) Dalam hal tidak ada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden
terpilih, dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan
kedua dalam pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan
pasangan yang memperolah suara rakyat terbanyak dilantik sebagai presiden
dan wakil presiden (A-4).
(4) Tata cara pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden lebih lanjut
diatur dalam undang-undang (A-3).
Danpaknya:
Sebelum diamandemen, presiden dipilih oleh MPR dengan cara mengambil suara
terbanyak dari anggota-anggotanya dan capres dan/atau cawapres merupakan orang
indonesia asli. Sedangkan setelah diamandemen, capres dan/atau cawapres dipilih
dalam satu pasangan secara langung oleh rakyat berdasarkan UUD dan mempunyai
syarat-syarat tertentu, seperti: capres dan/atau cawapres merupakan orang indonesia,
mampu melaksanakan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden, tidak behianat
kepada negara, dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain.
Pasal 7
Presiden dan wakil presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dans
esudahnya dapat dipilih kembali.
Prubahan:
Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama masa lima tahun, dan
sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali
masa jabatan (A-1).
Dampaknya:
Pasal 7A
Presiden dan/atau wakil presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh
majelis permusyawaratan rakyat atau usul dewan perwakilan rakyat, baik apabila
telah terbukti telah melakukan pelanggaran hokum berupa penghianatan terhadap
Negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela
maupun terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden dan/atau wakil
presiden.
Pasal 7B
(1) Usul pemberhentian Presiden dan /atau Wakil Presiden dapat diajukan oleh
Dewan Perwakilan Rakyat kepada Majelis Permusyawratan Rakyat hanya

dengan terlebih dahulu mengajukan pewrmintaan kepada

Mahkamah

Konstitusi untuk memeriksa, mengadili, dan memutus psendapat Dewan


Perwakilan Rakyat bahwa presiden dan/atau wakil presiden telah melakukan
pelanggaran

hokum

berupa

penghianatan

terhadap

Negara,

korupsi,

penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela, dan/atau


bahwa pendapat presiden dan/atau wakil presiden tidak lagai memenuhi syarat
sebagai presiden dan/atau wakil presiden (A-3).
(2) Pendapat dewan perwkilan rakyat bahwa presiden dan/atau wakil presiden
telah melakukan pelanggaran hokum tesebut atau telah tidak lagi memenuhi
syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah dalam rangka
pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Perwwkilan Rakyat (A-3).
(3) Pengajuan permintaan dewan perwakilan rakyat krepada mahkamah konstitusi
hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah
anggota dewan perwkilan rakyat yang hadir dalam sidang paripurna yang
dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota dewan perwakilan
rakyat(A-3).
(4) Mahkamah konstitutsi wajib memeriksa, mengadili dan memutus dengan
seadil-adilnya terhadap pendapat dewan perwakilan rakyat tersebut paling
lama Sembilan puluh hari setelah permintaan dewan perwakilan rakyat itu
diterima oleh mahkamah konstitusi (A-3).
(5) Apabila mahkamah konstitusi memutuskan bahwa presiden dan/atau wakil
presiden terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa penghianatan
terhadap Negara, koropsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya atau
perbuatan tercela; dan/atau terbukti bahwa presiden dan/atau wakil presiden
tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden dan/atau wakil presiden, dewan
perwakilan

menyelenggarakan sidang paripurna untuk meneruskan usul

pemberhentian

presiden

dan/atau

wakil

presiden

kepada

majelis

permusyawaratan rakyat (A-3).


(6) Majelis permusyawaratan rakyat wajib menyelenggarakan sidang untuk wakil
presiden diberi kesempatan memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat
tersebut paling lambat tiga puluh hari sejak majelis permusyawaratan rakyat
menerima usul tersebut (A-3).
(7) Keputusan majelis permusyawaratan rakyat atas usul pemberhentian presiden
dan/atau wakil presiden harus diambil dalam rapat paripurna majelis

permusyawaratan rakyat yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya dari jumlah


anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang
hadir,

setelah

presiden

dan/atau

wakil

presiden

diberi

kesempatan

menyampaikan penjelasan dalam rapat paripurna majelis permusyawaratan


rakyat yang yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya dari jumlah anggota dan
disetujui oleh sekurang-kurangnya 2\3 dari jumlah anggota yang hadir,setelah
presiden dan/atau wakil presiden diberi kesempatan menyampaikan penjelasan
dalam rapat paripurna majelis permusyawar rakyat (A-3).
Pasal 7C
Presiden tidak dapat membekukan dan/ atau membubarkan Dewan Perwakilan
Rakyat. (A-3)
Danpaknya:
Sebelum diamandemen, presiden dan wakil presiden hanya memegang jabatannya
selama lima tahun dan setelah itu boleh dipilih kembali. Sedangkan setelah
diamandemen, presiden dan wakil presiden memegang jabatannya selama lima tahun
dan setelah habis masa jabatannya, boleh dipilih kembali dalam masa jabatan yang
sama, tetapi hanya satu kali masa jabatan.
Presiden bisa diberhentikan dari jabatannya oleh MPR atas usulan dari DPR yang
terlebih dahulu mengajukan permemintaan kepada Mahkamah Agung Konstitusi
untuk memeriksa dan megadili presiden dan wakil presiden apabila terbukti berhianat
kepada negara dan melanggar syarat-syarat yang telah ditetapkan.
Pasal 8
Jika presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam
masa jabatannya, diganti oleh wakil presiden sampai habis waktunya.
Perubahannya:
(1) Jika Presiden mangkat,berhenti,diberhentikan,atau tidak dapat melakukan
kewajibannya dalam masa jabatannya,ia digantikan oleh Wakil Presiden
sampai habis masa jabatannya.(A-3)
(2) Dalam hal terjadi kekosongan wakil presiden,sselambat-lambatnya dalam
waktu enam puluh harimajelis parmusyawaratan rakyat menyelenggarakan
sidang untuk memilih wakil presiden dari dua calon yang diusulkan oleh
presiden.(A-3)
(3) Jika presiden dan wakil presidn mangkat,berhenti,di berhentikan atau tidak
dapat melakukan kewajibannmmya dalam masa jabatannya secara, Palaksana

Tugas Kepresidenan adalah Mentri Luar Negri, Mentri Dalam

Negeri.

Menteri pertahanan secara bersam-sama. Selambat-lambatnya tiga puluh hari


setelah itu, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyalenggarakan sidang untuk
memilih presiden.dan wakil presiden dari dua pasangan calon presiden dan
wakil presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai poliyik
yang pekat calon presiden dan wakil presidennya meraih suara terbanyak
pertama dan kedua dalam pemilihan

sebelumnya, sampai habis masa

jabatannya.(A-4)
Danpaknya:
Sebelum di amandemen, apabila presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat
melakukan keawajibannya maka digantikan oleh wakilnya sampai masa jabatannya
itu habis. Dan setelah dia mandeman, wakil presiden bisa menggantikan tugas
presiden sampai habis masa jabatannya, apabila presiden mangkat, berhenti atau tidak
mampu menjalankan kewajibannya sebagai presiden. Akan tetepi kalau kedua-duanya
tidak bisa menjalankan kewajiban sebagai persiden dan wakil presiden sehingga
terjadinya kekosongan dalam pemerintahannya selama enam bulan, maka MPR
mengganti presiden dan wakil presiden tersebut dengan calon presiden dan calon
wakil presiden yang meraih suara terbanyak kedua setelah pemilihan umum
sebelumnya sampai berakhir masa jabatannya.
Pasal 9
Sebelum memangku jabatannya, presiden dan wakil presiden bersumpah menurut
agama,

atau

berjanji

dengan

sungguh-sungguh

di

hadapan

Majelis

Permusyawratan Rakyat atau dewan perwakilan rakyat sebagai berikut:


sumpah presiden dan waikil presiden.
Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik
Indonesia (Wakil Presiden Republiik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan
seadil-adilnya, memegang teguh undang-undang dasar dan menjalankan segala
undang-uandang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada
Nusa dan Bangsa
Janji presiden dan wakil presiden.
saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban presiden
Republik Indonesia (wakil presiden republik indonesia) dengan sebaik-baiknya
dan seadil-adilnya, memegang teguh uundang-undang dasar dan menjalankan

segala udang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti


kepada Nusa dan Bangsa
Pasal 9 tetap, tapi ada tanbbahannya. Yaitu:
jika Majelis Permusyawaratan Rakyat atua Dewan Perwakilan Rakyat tidak dapat
mengadakan sidang, presiden dan wakil presiden bersumpah menurut agamanya
atau

berjanji

denga

sungguh-sungguh

di

hadapan

pemimpin

majelis

permusyawaratan rakyat dengan disaksikan oleh pemimpin mahkamah agung (A-1).


Danpaknya:
jika MPR atau DPR tidak dapat melakukan sidang, maka presiden dan wakil presiden
bersumpah menurut agamanya dan berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan
MPR atau DPR dengan disaksiakn oleh Mahkamah Agung.
Pasal 10
Presiden memegang kekuasan tertinggi atas angkatan darat, angkatan laut, dan
angkatan udara.
Pasal 11
Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat
perdamaian dan perjanjian dengan Negara lain.
Perubahan:
(1) presiden dengan persetujuan DPR menyatakan perang, membuat perdamaian
dan perjanjian dengan negara lain (A-4).
(2) presiden

dalam

pembuatan

perjanjian

internasional

lainnya

yang

menimbulkan akibat yang luas dan medasar bagi kehidupan rakyat yang
terkait dengan beban keuangan Negara dan/atau mengharuskan perubahan atau
pembentukan undang-undang harus dengan persetujuan dewan perwakilan
rakyat (A-3).
(3) Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian nasional diatur oleh undang-undang
(A-3).
Danpknya:
Tidak banyak yang berubah dalam ayat di atas, tetapi mendapat tanbahan yakni,
dalam pembentukan perjanjian internasional yanaga menimbulkan akibat yang luas
dan mendasar bagi kehidupan rakyat sehingga terikat dengan keuangan negara, harus
meminta persetujuan dari DPR dan dijalankan sesuai dengan aturan undang-undang.
Pasal 12

Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya


ditetepkan dengan undang-undang.
Pasal 13
(1) prresiden mengangkat duta konsul.
(2) Presiden menerima duta lain.
Perubahan:
(2) Dalam hal mengangkat duta, presiden memperhatikan pertimbangan dewan
perwakilan rakyat(A-2).
(3) Presiden menerima penempatan duta Negara lain dengan memperhatikan
pertimbangan dewan perwkilan rakyat (A-2).
Danpaknya:
Sebelum di amandemen, presiden bisa mengangkat duta dan menerima duta lain tanpa
harus memperhaatikan pertimbangan dari DPR, karna presiden yang memegang
kekuasaan tersebut, sedangkan setelah di amandemen, presiden tidak lagi bisa
mengangkat dan menerima duta lain tanpa memperhatikan pertimbangan dari DPR.
Pasal 14
Presiden memberi grasi, amnesty, abolisi, dan rehabilitasi.
Perubahan:
(1) presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan
Mahkamah Agung
(2) presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan
dewan perwakila rakyat (A-1).
Dapaknya:
Presiden bisa langsug memberi grasi, amnesti, abolisi, dan rehabilitasi tanpa
memperhatikan pertimbangan dari MA, tetapi setelah diamandemen presiden tidak
bisa lagi memberi grasi, amnesti, abolisi, dan rehabilitasi tersebut tanpa ada
pertimbangan dari MA dan DPR
Pasal 15
Presiden membei gelaran, tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan.
Perubahanya:
Presiden memberi gelar, tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan yang di atur
dengan undang-undang (A-1)
Danpaknya:

Sebelum diamandemen,

Presiden memberi gelar, tanda jasa dan lain-lain tanda

kehormatan kepada seseorang itu tanpa aturan dan semaunya, setelah di amandemen,
pemberian gelar, tanda jasa dan kehormatan itu diatur oleh undang-undang dan
dijalankan menurut undang-undang.

BAB IV.
DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG
Pasal 16
(1) susunan dewan pertimbangan agung ditetepkan dengan undang-ungdang.
(2) Dewan ini berkewajiban memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan
berhak mengajukan usul pada pemerintah.
Perubahan:
Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan
pertimbangan kepada presiden, yang selanjutnya diatur dalam UU (A-4).
Danpaknya:
Sebelumnya dewan peeertimbangan agung dibentuk dengan UU yang bertugas
menjawab pertanyaan dari presiden dan mengajukannya kepada pemerintahan seperti
MPR, DPR dan anggota-anggotanya. Setelah diamandemen, presiden yang
membentuk dewan peertimbangan agung yang bertugas untuk memberi pertimbangan
kepda presiden dan selanjutnya diatur sesuai dengan UU.
BAB V.
KEMENTERIAN NEGARA
Pasal 17
(1) presiden dibantu oleh mentri-mentri Negara
(2) menteri-menteri itu diangkat dan di berhentikan oleh presiden
(3) menteri-menteri itu memimpin departemen pemerintahan.
Paerubahan:
(2) menteri-menteri itu dianggkat dan diberhentkan oleh presiden
(3) setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan (A-1)
(4) pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian negara diatur dalam
undang-undang (A-4).
Danpaknya:

Sebelum diamandemen, Menteri-menteri negara dibentuk oleh presiden dan


membantu presiden dalam pemerintahan untuk memimpin departemen. Setelah
dirubah, maka menteri masih dibentuk oleh presiden, tetapi dalam pembentukan,
pengubahan, dan pembubaran kementerian negara, haarus diatur dalam undangundang, dan ditempatkan dalam pemerintahan sesuai dengan bidang-bidang urusan
tertentu.
BAB VI
PEMERINTAH DAERAH
Pasal 18
Pembagiandaerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk susunan
pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang, dengan memandang dan
mengintai dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintahan Negara,dan hak-hak
asal-usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa.
Perubahan:
(1) Negara kesatuan republik Indonesia dibagi atas daerah provinsi dan daerah
provinsi itu dibagi atas kabupaaten, dan kota yang tiap-tiap provinsi,
kabupaten, dan kota itu mempunyai pemeriitahan daerah, yang diatur dengan
undang-undang.
(2) Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan
mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas ekonomi menurut
pembantuan.
(3) Pemerintah daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memilikidewan
perrwakiolan rakyat daerah, yang anggota-anggotanya dipilih melalui pilihan
umum.
(4) Gubenur, bupati, dan wali kota masing-masing sebagai kepala permerintahan
daerah provinsi, kabupaten, kota dipilih secara demokratis.
(5) Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urudsan
pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah
pusat.
(6) Pemerintah daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peratuaraperatura lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan.
(7) Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur undangundang (A-2).

Pasal 18A
(1) hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintah daaerah
provinsi, kabupaten dan kota, atau antara provinsi, dan kabupaten dan kota,
diatur dengan undang-undang

dengan memperhatikan kekhususan dan

keragaman daerah.
(2) Hubungan keuangan dan pelanyanan umum, pemanfaatan sumber daya
alamdan sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah
diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undang-undang.
Pasal 18B
(1) Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang
bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang.
(2) Negara mengakui dan menghormati kesatua-kesatuan masyarakat hokum
adapt beserta hak-hak tradisionalnya sepnjag masih hidup dan sesuai dengan
perkembangan masyarakat dan prinsip Negara kesatuan republic Indonesia,
yang diatur undang-undang (A-2).
Danpanya:
Sebelum, negara indonesia terbagi atas daerah yang besar dan daerah yang kecil
dengan bentuk susunan pemeritahannya diatur oleh undang-undang yang bersifat
istimewa. Sesudah, indonesia terbagi atas daerah provinsi dan provinsi itu terbagi lagi
menjadi kabupaten dan kota, yang mempunyai pemerintahan sendiri dan diatur
menurut undang-undang.
BAB VII.
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
Pasal 19
(1) susunan dewan perwakilan rakyat ditetepkan dengan undang-undang.
(2) Dewan perwakilan rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun.
Perubahan:
(1) anggota DPR dipilih melalui pemilihan umum.
(2) Susunan DPR diatur dengan undang-undang.
(3) DPR bersidang sedikitnya sekali dalam setahun.(A-2)
Danpaknya:
Sebelum, DPR ditetapkan dengan undang-undang dan bersidang sedikitnya sekali
dalam setahun, sedangkan setelah diamandemen, danpaknya tidak terlalu banyak
berubah karena DPR masih diatur oleh UU dan bersidang paling sedikit satu kali

dalam setahun, akan tetapi setelah dirubah, DPR dipilih secara langsung oleh rakyat
tanpa ada perantara atau jalan.
Pasal 20
(1) tiap-tiap undang-undang menghendaki persetujaun dewan perwakilan rakyat.
(2) Jika sesuatu rancangan undang-undang tidak dapat persetujuan dewan
perwakilan rakyat, maka rancangan tadi tidak boleh diajukan lagi dalam
persidangan dewan perwakilan rakyat masa itu.
Perubahan:
(1) Dewan perwakilan rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang.
(2) Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh dewan perwakilan rakyat dan
presiden untuk mendapat persetujuan bersama.
(3) Jika undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama, rancangan
undang-undang itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan dewan
perwakilan rakyat pada masa itu (A-1)
(4) Presiden mengesahkan rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama
untuk menjadi undang-undang(A-2).
(5) dalam hal rancngan undang-undang yang telah di setujui bersama tersebut
tidak disahkan oleh presiden dalam waktu tiga puluh hari semenjak rancangan
undang-undang tersebut di setujui, rancangan undang-undang tersebut sah menjadi
undang-undang dan wajib diundangkan (A-3)
pasal 20A
(1) dewan perwakilan rakyat memiliki fungsi legislasi, fungsi anggara dan fungsi
pengawasan.
(2) Dalam melaksanakan fungsinya, selain hak yang diataur dalam pasal-pasal
lain undang-undang dasar ini, dewan perwaikilan rakyar mempunyai hak
interpolasi, hak angkat, dan hak menyatakan pendapat.
(3) Selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain undang-undang dasar ini, setiap
anggota dewan perwakilan rakyat mempunyai hak mengjukan pertamyaan,
menyanpaikan usul dan pendapat, serta hak imuntasi(A-2)
(4) Ketentuan lebih lanjut tentang hak dewan perwakilan rakyat dan hak anggota
dewan perwakilan rakyat diatur dalam undang-undang (A-2)
Danpaknya:
Sebelum diamandemen, DPRlah yang berhak memutuskan dan manetapkan
rancangan atau pembentukan UU tanpa ada kesepakatan dari presiden, sehingga

apabila DPR tidak menyatujui rancangan UU dari presiden, maka rancangan tersebut
tidak boleh diajukan lagi pada masa sidang saat itu. Sedangkan setelah diamandemen,
DPR hanya berkuasa membentuk UU, dan setiap rancangan UU yang masuk, dibahas
dan disepakati secara bersama oleh presiden dan DPR, setelah disepakati maka DPR
meminta untuk presiden mengesahkan rancangan UU tersebut untuk diberlakukan.
Pasal 21
(1) anggota-anggota dewan perwakian rakyat berhak mengajukan rancangan
undang-undang.
(2) Jika rancangan itu, meskipun disetujui oleh dewan perwakilan rakyat, tidak di
sahkan oleh presiden, maka rancangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam
persidangan dewan perwakilan rakyat masa itu.
Peruubahan:
Anggota DPR berhak mengajukan usul rancangan UU(A-1).
Danpaknya:
Tidak ada, karena sama dengan pasal sebelumnya, yakni anggota DPR berhak
mengajukan rancangan UU.
Pasa 22
(1) dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, presiden berhak menetapkan
peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang..
(2) peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan dewan perwakilan rakyat
dalam persidangan yang berikut.
(3) Jika tidak mendapat persetujuan, maka peraturan pemerintah itu harus dicabut.
Perubahan:
Pasal 22A
Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara pembentukan undang-undang diatur dengan
undang-undang (A-2)
Pasal 22B
Anggota dewan perwakilan rakyat dapat dihentikan dari jabatannya, yang syaratsyarat dan tata caranya diatur undang-undang (A-2).
BAB VIIA
DEWAN PERWAKILAN DAERAH
Pasal 22C
(1) anggota DPR dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum.

(2) Anggota DPD dari setiap provisi jumlahnya sama dengan hjumlah selluruh
anggota DPD itu tidak lebih dari sepertiga jumlah anggota DPR.
(3) DPR besidan sedikitnya sekali dalam setahun.
(4) Susunan dan kedudukan DPD diatur dengan undang-undang.
Pasal 22D
(1) DPD dapat mengajukan kepada DPR rancanganUU yang berkaitan dengan
otonomi daerah, hubngan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta
penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya
ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan pertimbangan keuangan pusat
dan daerah.
(2) DPR ikut membahas rancangan UU yang berkaitan dengan otonomi darah,
hubungan pusat dan hubungan daerah, pengelolaan sumber day alam dan
sumber daya ekonomi lainnya, serta pertimbangan keuangan pusat dan daerah,
serta memberikan pertimbangan kpd DPR atas rancangan UU yang berkaitan
dengan pajak, pendidikan, dan agama.
(3) DPR dapat melakukan pengawasan pelaksanaan UU mengenai otonomi
daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan pusat
dan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya,
pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara, pajak, pendidikan, dan
agama serta menyampaikan hasil pengawasannya itu kpd DPR sebagai bahan
pertimbangan untuk ditindaklanjuti.
(4) Anggota DPD dapat diberhentikan dari jabatannya, yang syarat-syarat dan tata
cara diatur dalam undang-undang.
BAB VIIB
PEMILIHAN UMUM
Pasal 22E
(1) pemilihan umum dilaksanakan secara langsung,umum, bebas, rahasia,jujur dan
adil setiap lima tahun sekali
Danpaknya:
Sebelum diamandemen, presiden berhak membuat peraturan pemerintah untuk
menggantikan UU atas persetujuan dari DPR dan DPR juga bisa diberhentikan dari
jabatannya sesuai dengan cara yang telah ditetapkan dalam UU oleh presidan.
BAB VIII
HAL KEUANGAN

Pasal 23
(1)

Anggaran pendapatan dan belanja ditetapkan tiap-tiap tahaun dengan


undang-undang.Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui anggaran
yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah menjalankan anggaran tahun
yang lalu.

(2)

Segala pajak untuk keperluan Negara berdasarkan undang-undang.

(3)

Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang.

(4)

Hal keuangan Negara selanjutnya diatur dalam undang-undang.

(5)

Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan Negara diadakan


suatu Badan Pemeriksa Keuangan, yang peraturannya ditetapkan dengan
undang-undang. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan
Perwakilan Rakyat.

Perubahannya:
(1) Angaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud dan pegelolaan
keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan UU dan dilaksanakan secara
terbuka dan bertangguang jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
(2) Rancangan UU anggaran pendapatan dan belanja negara diajukan oleh
presiden untuk dibahas bersama DPR dengan memperhatikan pertimbangan
DPR.
(3) Apabila DPR tidak menyetujui rancanagan anggaran pendapatan dan belanja
negara yang diusulkan oleh presiden, pemerintah melaksanakan anggaran
pendapatan dan belanja negara yang tahun lalu(A-3).
Pasal 23A
pajak dan pungutan lain yang sifatnya memaksa untuk keperluan negara diatur dengan
undang-undang.(A-3)
pasal 23B
macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang(A-4)
pasal 23C
hal-hal lain mengenai keuangan negara diatur dengan undang-undang (A-3).
Pasal 23D
Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan, kedudukan, kewenangan, tanggung
jawab, dan indepedensinya diatur dengan undang-undang. (A-4)
Danpaknya:

sebelum diamandemen, rancangan anggaran pendapan dan belanja negara tidak


dibahas secara bersama oleh DPR dan presiden, melainkan cuman DPR yang
membahasnya sendiri, setelah dibahas oleh DPR maka DPR menyerahkannya ke
presiden untuk disahkan. Seetelah diamandemen, semua rancenga pendapatan dan
belanja negara dibahas secara bersama oleh DPR dan presiden, dan disepakati secara
bersama pula menurut undang-undang.
BAB IX:
KEKUASAAN KEHAKIMAN
Pasal 24
(1) Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan
lain-lain badan kehakiman menurut undang-undang.
(2) Susunan dan kekuasaan badan-badan kehakiman itu diatur dengan
undang-undang.
Pasal 25
Syarat-syarat untuk menjadi dan untuk diberhentikan sebagai hakim
ditetapkan denga undang-undang.
BAB X.
WARGA NEGARA DAN PENDUDUK
Pasal 26
(1) yang menjadi warga Negara ialah orang-orang bangsa Indonesia dan orangorang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga
Negara.
(2) Syarat-syarat mengenai warga kewarganegaraan di tetepkan dengan undangundang.
Perubahan:
(2) penduduk ialah warga negara indonesia dan orang asing yang bertempat tiggal
di indonesia
(3) Hal-hal yang mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undangundang (A-2).
Danpaknya:
Yang dikatakan warga negara adalah orang indonesia, dan orang asing yang bertempat
tinggal di indonesia yang telah disahkan menurut UU.
Pasal 27

(1) segala warga Negara bersama kedudukannya di dalam hukum dan


pemerintahan dan wajib menjunjug hokum dan pemerintahan itu dengan tidak
ada kecualinya.
(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
bagi kemanusiaan.
Perubahan:
(3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan
negara (A-2).
Danpaknya:
Sebelum diamandemen, semua warga negara sama kedudukannya didalam
pemerintahan dan mempunyai hak yang sama juga sehingga wajib menjunjung hukum
tanpa terkecuali. Sedangkan setelah diamandemen, semua warga negara indonesia
tidak hanya berhak untuk menerima penghidupan dan pekerjaaan yang layak, tetapi
mereka juga berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara.
Pasal 28
Kemerfekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan
tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undaang-undang.
Perubahan:
BAB XA
HAK ASASI MANUSIA
Pasal 28A
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan
kehidupannya.
Pasal 28B
(1) setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui
perkawinan yang sah
(2) setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta
berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasai
pasal 28C
(1) setiap orang berahak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan
dasarnya, behak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu
peengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas
hidiupnya dan demi kesejahtraan umat manusia.

(2) Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya


secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.
Pasal 28D
(1) setiap orang berhak atas pengakuan jaminan, perlindugan , dan kepastian
hokum yang adil serta pelakuan yang sama di hadapan hokum.
(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan pelakuan yang
adil dan layak dalam hubungan kerja.
(3) Setiap warga Negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam
pemerintahan.
(4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.
Pasal 28E
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya,
memilih

pendidikan

kewarganegaraan,

dan

memilih

pengajaran,
tempat

memiilih

tinggal

di

pekerjaan,
wilayah

memilih

Negara

dan

meninggalkannya, serta berhak kembali..


(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan
pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.
(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan
pendapat.
Pasal 28F
Setiap orang berhak untuk berkomonikasi dan memperoleh informasi untuk
mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari,
memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan
menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
Pasal 28G
(1) setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan,
martabat, dan harta benda di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa
aman, dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak
berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang
merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik
dari negara lain.
Pasal 28H

(1) setiap orang berhak untuk hidup sejahtra lahir dan batin, bertempat tinggal dan
mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat se3rta memperoleh
pelayanan kesehatan.
(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan pelakuan khusus untuk
memmperoleh kessempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan
dan keadilan.
(3) Setiap orang berhak atas jaminan social yang memungkinkan pengembagan
dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak
boleh diambil alih secara sewenag-wenang oleh siapapun.
Pasal 28I
(1) hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak untuk kemerdekaan pikiran dan
hati nurani, hak untuk beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui
sebagai pribadi di hadapan hokum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar
hokum yang berlaku surut adalah hak asai manusia yang tidak dapat dikurangi
dalam keadaan apapun.
(2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar
apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang
bersifat diskriminatif itu.
(3) Identitas budaya dan masyarakat tradisiional dihormati selaras dengan
perkembangan zaman dan peradaban.
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia adalah
tanggung jawab Negara, terutama pemeritah.
(5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip
Negara hokum yang demokratis, maka pelaksanaan hak assasi manusia
dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peratauran perundang-undangan.
Pasal 28J
(1) setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk
kepapembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud
semata-mata untuk menjamin penguakuan serta penghormatan atas hak dan
kebebasan orang lain dan memenuhi tuntuanyang adail sesuai dengan

pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan dan ketertiban umum dalam


suatau masyarakat demokrasi(A-2).
Danpaknya:
Setiap orang berhak untuk meneruskan hidup, keturunan, mendapatkan kehidupan
yang layak, pendidikan, kebahagiaan, keamanann, kebebasan untuk memeluk agama
yang diyakininya.
BAB XI
AGAMA
Pasal 29
(1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya
masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya
itu.
BAB XII
PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA
Pasal 30
(1) Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan
Negara.
(2) Syarat- syarat tentang pembelan diatur dengan undang-undang
Perubahan:
(1) tiap-taip warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan
keamanan negara.
(2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem
pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh tentara nasional indonesia dan
kepolisian negara RI, sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan
pendukung.
(3) Tentara nasional terdiri atas angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara,
sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara
keutuhan dan kedaulatan negara.
(4) Kepolisian negara RI ssebaagai alat negara yang menjaga keamanan dan
ketertiban

masyarakat

bertugas

masyarakat, serta menegakkan hukum.

melindungi,

mengayomi,

melayani

(5) Susunan dan kedudukan tentara nasional indonesia, kepolisian negara RI,
hubungan kewenagan tentera nasional indonesia dan kepolisian negara RI
ddidalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara
dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, serta hal-hal yang terikat
dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang (A-2).
Danpaknya:
Bukan hanya kepolisian RI atau tentara nasional yang harus menjaga dan melindungi
negara dari musuh, melainkan setiap warga negara harus ikut serta menjaga keamanan
dan pertahanan negara apabila ada negara lain yang ingin menghancurkan negara
indonesia..

BAB XIII
PEDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Pasal 31
(1) Tiap-tiap warga Negara berhak berhak mendapat pegajaran.
(2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran
nasional, yang diatur dengan undang-undang.
Perubahan;
(1) setiap warga negara berhak mendapat pendidikan
(2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
membiayainya
(3) pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan
nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak muli
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undangundang.
(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari
anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggran pendapatan dan
belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan
nasional.
(5) Pemerintah mengajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung
tinggi nilai-nilai agam dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta
kesejahtreaan umat manusia (A-4).
Danpaknya:

Mula-mulanya tiap-tiap orang berhak untuk mendapatkan pengajran, tetapi sekarang


pemerintah mewajibkan semua warga negara untuk mengikuti pengajarn dasar.
Sehingga pemerintah memprioritasiakan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya
20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara
Pasal 32
Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia.
Perubahan:
(1) negara memjukan kebudayaan nasional ditengah peradaban dunia dengan
menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan
nilai-nilai budayanya.
(2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai

kekayaan

budaya nasional(A-4).
Danpakknya:
Meskipun dalam peradaban dunia, Pemeritah tetap memajuka kebudayaan nasional
untuk mencapai kekayaan budaya yang nasional dan setiap masyarakat memiliki
jaminan kebebasan dalam mengembangkan nilai-nilai budayanya.
BAB XIV
KESEJAHTRAAN SOSIAL
Pasal 33
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara

dan menguasai hajat

hidup orang banyak dikuasai oleh Negara


(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Perubahannya:
(4) perekonomian diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan
prinsip

kebersamaan,

efisiensi,berkeadilan,berkelanjutan,

berwawasan

lingkungan, kemandirian, serta dengan memjaga keseimbangan dan kesatuan


ekonomi nasional.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal-pasal ini diatur dalam
undnag-undang.
Danpaknya:

Sebelum diamandemen, perekonomian yang semula disusun berdasarkan atas asas


keluargaan, dirubah atau ditambah menjadi demokrasi ekonomi, kebersamaan,
efisiensi, berkeadialan, serata menjaga keseimbangan ekonomi nasional.
Pasal 34
Fakir miskin dan anak-anak yang telantar dipelihara oleh Negara.
Perubahan:
(1) fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara
(2) negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan
memberdayakan masyarakat lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat
kemanusiaan.
(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan pelayanan kesehatan dan fasilitas
pelayanan umum yang layak.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undangundang (A-4).
Danpaknya.
Tidak hanya pakir miskin yang harus dipelihara oleh pemerintah melainkan semua
warga negara indonesia. Baik berupa pelayanan kesehatan maupun fasilitas umum
lainnya yang dilakukan secara serentak dan adil sesuai dengan UUD.
BAB XV
BENDERA DAN BAHASA
Pasal 35
Bendera Negara Indonesia adalah Sang meerah putih.
Pasal 36
Bahasa Negara adalah bahasa Indonesia
Perubahannya:
Pasal 36A
Lambang negara ialah Garuda pancasila dengan semboyan bhineka tunggal ika
Pasal 36B
lagu kebangsaan ialah indonesia raya.
Pasal 36C
Ketentuan lebih lanjut mengenai bendera bahasa dan lambang negara serta lagu
kebangsaan diatur dengan UU.
Danpaknya:

Tidak hanya bahasa yang kita harus junujng dan hormati melaikan juga, lambang
negara yakni Garuda Pancasila dengan semboyannya, lagu kebangsaan yakni
Indanesia raya, bendera yang berwarna merah sama putih
BAB XVI
PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR
Pasal 37
(1) Untuk mengubah Undang-Undang Dasar sekurang-kurangnya 2/3 daaripada
jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat harus hadir.
(2) Putusasn diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah
anggota yang hadir.
Perubahan:
(1) usul perubahan pasal-pasal UUD dapat di agendakan dalam Sidang MPR
apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota MPR (A-4)
(2) setiap usul pasal-pasal UUD diajukan secara tertulisdan ditunjukkan dengan
jelas bagian yang di usulkan untuk diubah beserta alasannya.
(3) Untuk mengubah pasal-pasal UUD sidang MPR dihadiri oleh sekurangkurangnya 2/3dari jumlah anggota MPR
(4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal UUD dilakukan dengan persetujuan
sekurang-kurangnya limapuluh persen ditambah satu anggota dari seluruh
anggota MPR.
(5) Khusus mengenai bentuk negara kesatuan RI tidak dapat dilakukan perubahan.

Danpaknya:
Sebelum diamandemen, UUD bisa dirubah apabila jumlah anggota MPR yang hadir
minimal 2/3 orang. Sedangkan setelah diamandemen, UUD bisa dirubah apabila 1/3
dari jumlah anggota MPR yang mengajukan perubahan dan

usulan perubahan

tersebut harus dilkukan secara tertulis dan jelas.


ATURAN PERALIHAN
Pasal I
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengatur dan menyelenggarakan
kepindahan pemerintah kepada pemerintahan Indonesia.
Pasal II

Segala badan Negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku, selama belum
diadakan yang baaru menurut Undang-Undang Dasar ini.
Pasal III
Untuk pertama kali presiden dipilih oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Pasal IV
Sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat, dewan Perwkilan Rakyat dan Dewan
Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang Dasar ini, segala
kekuasaanya dijalankan oleh presiden dengan bantuan sebuah komite naisional.
ATURAN PERTAMBAHAN
(1) Dalam enam bulan ssesudah akhirnya peperangan asia timur raya, presiden
Indonesia mengtur dan menyelenggarakan segala hal yang ditetepkan dalam
Undang-Undang Dasar ini.
(2) Dalam enam bulan sesudah Majelis Permusyawaratan Rakyat dibentuk majelis
itu bersidang untuk menetapkan Undang-Undang Dasar.
PASAL DAN AYAT YANG DI AMANDEMEN
1. Pasal-Pasal Yang Di Amandemen Dan Yang Tetap
a. jumlah pasal yang dirubah ada 32 pasal, yaitu:
pasal 1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9*, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22*, 23,
24,25, 26, 27*, 28, 30, 31, 32, 33*, 34, 36, dan 37.
Tanda * menunujkan bahwa ayat dan bunyinya tetep, tetepi pada pasal tersebut
terdapat penambahan eyat dan pasal.
b. sedangkan pasal yang tidak dirubah ada 5 pasal, yaitu:
pasal 4, 10, 12, 29, sama 35.
2. Ayat Yang Berubah Dan Ayat Yang Tetap
PASAL

AYAT

AYAT

YANG

YANG

BERUBAH

TETAP
1

2+3

2 dan 3

PASAL AYAT

AYAT

YANG

YANG

BERUBAH

10

TETAP
1

11

+1,2, dan 3

+1,2, dan 3

12

1dan 2

13

2 dan 3

14

+1 dan 2

1 dan 2 +6A

15

(1,2,3,4, dan 5)

16

-1

7B

17

1,2,3, dan +4

(1,2,3,4,5,6, dan

18

+1,2,3,4,5,6,7

+7A,

7), 7C

18A(1dan 2)
18B(1dan2)

+1,2, dan 3

+2

19

1,2dan +3

20

1dan2

+3, 4dan 5

28

+20A(1,2,3dan4)

+28A,28B(1dan2)

21

28C(1,2),

22

1,2dan3

+22A,+22B

28D(1,2,3,4),

+22C(1,2,3 &4)

28E(1,2,3),

+22D(1,2,3&4)

28G(1,2),

+22E(1,2,3,4,5

28H(1,2,3,4),

dan 6)

28I(1,2,3,4,5),

23

24

1,2,dan 3

29

1,2

28J(1,2)

+23A,23B,23C,

30

1,2

23D,23E(1,2,3)

31

+3,4,5

23F(1,2)

32

1,2, +3,4,5

dan23G(1dan2)

33

1,2,3

+1dan2

1,2, dan+3

34

+ 4 dan 5

+24A(1,2,3,4,5)

35

+1,2,3 dan 4

+24B(1,2,3,4)

36

+24C(1,2,3,4,5,6)
25

26

2 dan+3

27

1dan2

+3

+36A
36B
37

Jadi jumlah ayat yang berubah adalah 172


Sedangkan ayat yang tetap adalah 28
Maka seluruhan ayat diatas berjumlah 200 ayat .

36C
1,2, dan+3,4

28F,

UUD 1945
PERUBAHAN DAN DANPAKNYA
(CIVIC EDUCTION)

NAMA
NIM

: SYAMSUL HADI
: 152 095 006

KELAS
SEMESTER

: IA / EI
:I

JURUSAN EKONOMI ISALAM FAKULTAS SYARIAH


INSTITUT AGAMA ISALAM NEGERI (IAIN)

MATARAM